5 Komponen Mesin Mobil yang Sering Bermasalah, Hati-hati!

Terdapat sejumlah komponen mesin mobil yang sering bermasalah. Entah karena dari kebiasaan penggunaan atau karena usianya. 

Memahami beberapa bagian ini, akan membuat Anda jauh lebih memberikan fokus untuk menjaganya agar tak lebih cepat rusak dan bermasalah. 

Entah dengan mencegah dan tidak melakukan kebiasaan yang memicu permasalahan, hingga melakukan service secara rutin untuk setiap komponen mesin mobil secara keseluruhan. 

Memahami Komponen Mesin Mobil yang Sering Bermasalah

Saat melakukan service bagian mesin, mungkin komponen ini jadi yang paling sering mengalami kendala. Apa saja? Mari, cek bagian-bagian yang rentan pada mesin mobil di sini. 

1. Aki Mobil 

Komponen pertama yang sering menjadi masalah pada mobil adalah bagian aki. Fungsi utamanya adalah menyimpan tenaga listrik untuk berbagai komponen yang lain. 

Mengenai faktornya, aki mobil menjadi sering bermasalah terutama karena kebiasaan pemilik mobil seperti: 

  • Jarang menggunakan mobil 
  • Intensitas penggunaan mobil yang sangat tinggi
  • Ampere aki mobil yang kecil 
  • Terlalu banyak menambahkan aksesoris mobil yang membutuhkan daya listrik dari aki
  • Kebiasaan tidak mematikan komponen yang membutuhkan listrik pada mobil dalam waktu yang lama

Maka, tak heran jika aki menjadi bagian komponen mesin mobil yang akan sering mengalami masalah.

2. Koil 

Dalam hal membuat mobil bisa menyala, koin memainkan peran penting bersama komponen lainnya yakni busi. 

Fungsi dari koil itu sendiri adalah komponen yang menghasilkan tegangan tinggi dengan tujuan menciptakan percikan bunga api untuk bagian busi sehingga mobil bisa menyala. 

Bagian koil termasuk juga sebagai salah satu komponen mesin mobil yang sering bermasalah. Penyebabnya yakni: 

  • Tidak mengecek busi padahal bagian tersebut mengalami kerusakan
  • Kebocoran pada kabel busi
  • Penggunaan busi dengan spesifikasi yang tidak sesuai
  • Rendahnya kualitas koil 
  • Umur pemakaian koil yang telah lama

Maka dari itu, setiap Anda melakukan service mungkin saja bagian koil menjadi komponen mesin mobil yang sering diganti mengingat banyaknya faktor yang memicu kerusakan. 

3. Busi

Selanjutnya adalah bagian busi. Ini adalah bagian yang bekerja sama dengan koil. Sama dengan ‘teman’-nya, busi juga gampang mengalami masalah dan bahkan sering rusak. 

Ini juga jadi komponen yang bolak-balik harus diganti karena saking tingginya tingkat risiko kerusakan. Dari segi penyebab kerusakan busi, terdapat sejumlah faktor: 

  • Busi sering basah karena terendam bensin yang berlebihan di bagian ruang mesin
  • Ruang mesin sering terendam oli
  • Konsleting pada jalur pengapian
  • Pemilihan kualitas busi yang sembarangan dan tidak cocok dengan mobil 

4. Sistem Injeksi

Kerusakan mobil yang sering terjadi adalah pada bagian injeksi. Pecinta mobil, seharusnya telah paham jika sistem injeksi rusak, maka mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup besar guna memperbaikinya. 

Dengan risiko semacam ini, maka wajib bagi Anda memahami apa saja yang bisa membuat sistem injeksi cepat mengalami kerusakan dengan intensitas yang sangat tinggi: 

  • Sering menggunakan bahan bakar dengan kualitas buruk dan tidak sesuai
  • Karbon yang menumpuk di injektor
  • Mesin overheating
  • Kontaminasi air di bahan bakar yang Anda gunakan
  • Filter bahan bakar tersumbat
  • Seal injector aus

5. AC Mobil 

Benar, salah satu komponen mesin mobil yang sering bermasalah lainnya adalah AC mobil. Baik itu di bagian selang hawa, kompresor, evaporator, bahkan juga bagian filter AC. 

Kebanyakan masalah ini dipicu karena penggunaan dari AC mobil itu sendiri alias dari kesalahan penggunaan. Faktornya seperti: 

  • Sering memakai suhu paling dingin
  • Membuka jendela padahal AC mobil masih menyala
  • Sering merokok tapi AC mobil menyala
  • Jarang service AC mobil secara rutin

Memang, bagian ini tidak akan berpengaruh terhadap kinerja mobil secara keseluruhan. 

Tapi, yang paling terpengaruh adalah kenyamanan Anda ketika sedang berkendara. Tanpa AC mobil yang performanya optimal, maka perjalanan Anda bisa saja terasa seperti neraka. Panas, gerah, dan intinya kurang bikin bahagia. 

Bagaimana Mencegah atau Meminimalisir Terjadinya Kerusakan? 

Memahami berbagai bagian atau komponen ini saja tidak cukup. Tapi, Anda juga harus tahu bagaimana metode yang pas jika ingin mencegah atau paling tidak meminimalisir kerusakan yang terlalu sering. Caranya adalah: 

1. Perhatikan Penyebabnya

Menjadi hal yang paling masuk akal untuk memperhatikan segenap penyebab dari kerusakan komponen-komponen tersebut. 

Dengan tahu penyebabnya, maka Anda bisa mencoba menghindari atau minimal tidak melakukan hal-hal yang mengakibatkan komponen menjadi cepat rusak. 

Contohnya, aki mobil. Penyebabnya bisa jadi karena jarang menggunakan atau menyalakan mobil. 

Nah, paham ini harusnya membuat Anda jadi lebih sering memanaskan atau menghidupkan mobil. 

2. Menjaga Kebiasaan

Kebiasaan berkendara juga memicu kerusakan lebih cepat. Maka dari itu, perhatikan kebiasaan Anda ketika menggunakan mobil. 

Contohnya saja, ketika AC menyala jangan sampai Anda merokok atau membuka jendela karena akibatnya, berbagai komponen dalam AC mobil bisa rusak lebih cepat. 

3. Service Rutin/Berkala

Tidak ada jalan yang paling baik selain melakukan service rutin atau berkala. Anda harus memperhatikan jangka waktu service mobil sesuai dengan yang ada pada buku manual atau buku panduan. 

Service rutin, akan membantu Anda dalam menjaga performa dan kinerja dari setiap mesin mobil tetap optimal. Minimal, tidak akan membuat komponen tersebut lebih cepat rusak. 

Jaga Mobil Anda dengan Layanan Terbaik dari HaloBengkel

Menjadi penyedia one-stop-service, HaloBengkel siap memenuhi segala kebutuhan mobil. Mulai dari service rutin hingga proteksi maksimal dalam bentuk garansi. 

HaloBengkel Protection menawarkan rentang layanan yang cukup luas hingga jasa inspeksi mobil. Apa saja kebutuhan Anda terkait mobil, HaloBengkel bisa memenuhinya!

Mengenal 41 Komponen Mesin Mobil, Lengkap dengan Fungsinya!

Mobil bisa berjalan dan Anda kendarai terutama karena kombinasi dari berbagai komponen mesin mobil yang bekerja di dalamnya. 

Semua komponen ini saling berkaitan dan tak heran, jika ada satu saja komponen yang rusak maka ada bagian lain yang ikut terpengaruh. Secara keseluruhan, akan membuat pengalaman Anda berkendara menjadi kurang nyaman. 

Tidak hanya di mesin, tapi beberapa komponen ini juga ada di bagian sistem yang ada pada mobil. Ingin belajar lebih lengkap soal komponennya? Kami akan menjelaskannya di sini. 

Komponen Mesin Mobil di Kap Mesin Mobil 

Setiap kali membuka kap mesin mobil, sudah pasti Anda tahu akan ada rangkaian komponen yang tertata. Bagian ini, sering juga dapat sebutan sebagai kepala silinder. 

Perawatan di bagian ini begitu penting agar mobil Anda bisa tetap terjaga performanya. Berbagai nama komponen mesin mobil di bagian kepala silinder umumnya dari bahan alumunium alloy yang ringan serta efektif untuk pendinginan. 

Selain itu, juga terdapat lapisan nikasil. Jika ingin tahu apa saja komponennya, berikut yang bisa Anda temukan pada bagian kepala silinder: 

1. Kepala Silinder

Komponen pertama tentu saja adalah kepala silinder itu sendiri. Bagian ini, adalah ruang bahan bakar pada mobil serta menjadi dudukan busi. Dalam kepala silinder, Anda juga bisa melihat mekanisme katup. 

2. Katup Hisap dan Buang

Kami ingin menyatukan kedua komponen ini karena meskipun berbeda fungsi, masih tetap sama-sama komponen katup. 

Komponen satu ini, nampak seperti paku tapi berujung tumpul. Perannya adalah membuka saluran udara serta bertugas melakukan pengisian udara pada ruang bakar mesin. 

Selanjutnya, komponen mesin mobil juga ada katup buang yang bentuknya persis seperti katup hisap. Fungsinya adalah membuang sisa gas atas hasil pembakaran. Bagian inilah yang bertugas untuk mengeluarkan sisa gas lewat knalpot. 

3. Poros Nok

Kemudian, komponen-komponen mesin mobil katup buang dan hisap ini, ada penggeraknya. 

Nama dari penggerak itu sendiri adalah poros nok. Tugasnya adalah mengatur dan menggerakkan katup hisap dan katup buang agar berfungsi optimal. 

Bentuknya dengan sudut kemiringan tertentu. Jadi, penggunaan sudut kemiringan semacam ini berfungsi agar kedua katup bisa terbuka secara sempurna. 

4. Rocker Arm

Poros nok membutuhkan tempat untuk melakukan tugasnya. Nah, itulah fungsi dari Rocker Arm yang memang menjadi tempat poros nok bekerja. 

Selain itu, tingkat lebarnya celah katup juga menjadi urusan rocker arm. 

5. Cylinder Head Cover

Setiap bagian komponen pada kepala silinder ini harus ditutup agar tidak ada benda asing yang mengganggu kinerjanya. Itulah fungsi dari cylinder head cover yang akan menutup atau menjadi cover bagian dalam komponen mesin di kepala silinder. 

6. Busi 

Anda mungkin tak asing dengan komponen mesin mobil yang sering bermasalah ini. Benar, busi menjadi bagian yang seringkali bermasalah dan karena tak berfungsi optimal, maka menyalakan mobil bisa sangat susah. 

Busi, fungsi utamanya jadi pemercik bunga api untuk mengoptimalkan fungsi pembakaran di bagian ruang bakar mesin. 

7. Intake dan Exhaust Manifold

Keduanya juga menjadi komponen mesin mobil yang penting. Pertama, ada intake manifold dan ada exhaust manifold. 

Intake manifold, fungsinya yakni menjadi saluran udara yang nantinya masuk ke ruang bahan bakar. Fungsinya juga sebagai vakum pada bagian ruang pembakaran. 

Tapi, untuk exhaust fungsinya menjadi saluran pembuangan. Bagian ini bekerja sama dengan katup buang untuk membuang sisa gas pembakaran yang nanti akan diteruskan ke knalpot mobil. 

Komponen Mesin Mobil di Bagian Blok Silinder

Mengenal komponen mesin mobil dan fungsinya, tentu tidak bisa hanya berhenti di bagian kepala silinder saja. Pasalnya, ada juga bagian blok silinder yang menjadi tempat dari piston bekerja. 

Selain itu, fungsi lainnya yakni pengarahan energi pembakaran, pengaturan suhu, jadi saluran oli, dan lainnya. Dalam blok silinder mobil, ini komponen-komponen yang tersedia: 

1. Silinder

Pertama, ada bagian silinder yang terbuat dari cylinder liner. Bahan ini digunakan terutama agar gesekan piston serta dinding silinder bisa berkurang. 

Meskipun begitu, bagian ini juga bentuknya bergelombang karena oli akan lebih mudah menempel. Jika dibuat rata, maka oli sukar menempel dan kemungkinan gesekan di bagian ini menjadi sangat besar. 

Hasilnya, suhu mesin akan meningkat dan itu justru berbahaya bagi mobil Anda. 

2. Water Jacket

Komponen mesin mobil diesel selanjutnya adalah water jacket. Bagian ini punya peran penghantar panas. 

Ketika piston bekerja, maka suhu panas di bagian blok akan tersalurkan pada bagian water jacket. 

3. Gasket

Kemudian, ada juga komponen gasket. Bentuknya pipih, tapi bahan pembuatnya kuat. Fungsi utamanya menjadi bagian untuk merapatkan sambungan kepala silinder dan blok silinder agar pelumas tidak ke bagian luar. 

4. Piston

Menjadi salah satu bagian dalam blok silinder, Anda bisa menemukan bagian piston yang fungsi utamanya menghasilkan gerakan mekanik atas hasil dari dorongan gas ketika pembakaran. 

5. Ring Piston

Bagian ini, letaknya ada di atas piston. Fungsinya yakni merapatkan piston ke dinding blok silinder agar tetap bekerja optimal. 

Selain itu, ring piston juga berfungsi mencegah adanya kebocoran ketika pembakaran berlangsung. 

6. Poros Engkol

Menjadi komponen dengan fungsi utama sebagai penggerak piston dan mengubahnya menjadi energi. 

7. Batang Penggerak

Bagian ini fungsinya menghubungkan bagian piston dengan komponen poros engkol. 

8. Drain Plug

Selanjutnya, ada bagian drain plug yang menjadi tempat penggantian oli mesin mobil. Jadi, memang fungsi utamanya menjadi tempat untuk mengeluarkan dan menguras oli. 

9. Carter

Pada bagian ini oli mobil berada. Benar, Carter ini menjadi bagian yang menampung atau menjadi tempat oli mobil. Dengan adanya bagian ini, gesekan antar komponen mobil tidak akan menyebabkan panas berlebih pada setiap komponen. 

10. Pulley Mesin

Menjadi media pemutar komponen, maka pulley mesin juga menjadi salah satu komponen mesin mobil yang penting. Selain itu, fungsi lain dari pulley adalah media driver belt. 

11. Flywheel

Fungsi utama dari bagian flywheel yakni menjadi penghubung energi di bagian kopling serta menjadi penyimpan energi mobil. Dengan komponen ini, maka mobil bisa menghasilkan putaran yang stabil. 

Komponen Mesin Mobil dalam Ruang Mesin Depan

Bagian ini juga terkenal dengan front engine compartment. Fungsinya yakni menjadi tempat dari sejumlah komponen mesin mobil. Komponen mesin mobil apa saja yang ada di sini? 

1. Timing Chain Assembly

Komponen yang pertama yakni timing chain assembly. Fungsi dari bagian ini adalah menjadi penghubung dari putaran engkol dengan camshaft. 

Selain itu, bagian ini juga punya fungsi memastikan mekanisme katup dapat berjalan dengan optimal. 

2. Timing Chain Cover

Sama dengan namanya, ini adalah bagian penutup dari timing chain. Tujuannya agar komponen pertama tadi dapat terhindar atas kotoran maupun debu yang mungkin masuk. 

3. Motor Starter

Dengan cara kerjanya, fungsi dari motor starter yakni mengubah tenaga listrik menjadi momen putar di bagian mesin. 

Jadi, starter nantinya akan memutar roda gigi pada bagian flywheel, sehingga bisa kompresi. Fungsi utamanya akan bekerja ketika Anda mulai menghidupkan mesin mobil. 

4. Driver Belt

Komponen satu ini, menjadi bagian yang punya kemampuan dan daya tahan kuat karena bahannya adalah karet. Bagian driver belt, fungsinya untuk penghubung pulley dengan bagian mesin yang lainnya. 

5. Oil Cap

Kemudian, komponen front engine compartment yang terakhir yakni oil cap. Bagian ini fungsinya menjadi penutup oli mesin dan jadi tempat ketika Anda memasukkan oli yang baru. 

Komponen Mesin Mobil dalam Sistem Bahan Bakar

Tidak lengkap rasanya jika belum menyebutkan komponen mesin mobil lengkap bersama dengan bagian pada sistemnya. Bagian ini, akan menjelaskan komponen-komponen yang terdapat di bagian sistem bahan bakar. 

1. Tangki

Pertama, sudah pasti tangkinya yang menjadi bagian utama untuk menampung bahan bakar sebelum masuk ke bagian ruang pembakaran di mesin mobil. 

2. Fuel Filter

Bagian ini juga disebut sebagai saringan. Sebagaimana fungsi filter pada umumnya, maka fungsi fuel filter adalah menyaring kotoran pada bahan bakar sebelum diproses pada bagian ruang pembakaran. 

3. Saluran Bahan Bakar

Bahan bakar perlu mengalir ke beberapa bagian komponen mobil lainnya, maka butuh saluran bahan bakar sebagai tempat mengalirnya bahan bakar tersebut. Ini juga yang menjadi fungsi utamanya. 

4. Pompa Bahan Bakar

Kemudian, ada bagian pompa bahan bakar yang sering juga dapat  sebutan dengan fuel pump. Tanpa adanya pompa ini, maka bahan bakar yang tertampung dalam tangki tidak akan bergerak. 

5. Karburator

Khusus mobil diesel, ada bagian karburator yang menjadi tempat bercampurnya antara udara dan bahan bakar dengan komposisi pas dan menghasilkan energi. 

Komponen Mesin Mobil dalam Sistem Kelistrikan

Dalam mobil, sudah pasti ada sistem kelistrikan yang mendukung mobil menyala, lampu hidup, fitur dalam mobil berfungsi, dan sebagainya. Semua itu merupakan hasil dari kerja sama komponen pada sistem kelistrikan. Berikut ini komponennya: 

1. Alternator

Bagian alternator berfungsi sebagai komponen yang menghasilkan arus listrik. Lalu, arus listrik dari alternator akan dipakai untuk pengisian aki mobil. 

2. Baterai

Komponen satu ini, jauh lebih luas dikenal sebagai aki atau ACCU mobil. Nah, fungsi utamanya Anda sudah pasti paham yakni menjadi tempat penyimpanan energi listrik dari alternator. 

Energi listrik yang tersimpan, nantinya akan tersalurkan ke berbagai komponen mesin mobil yang lainnya. 

3. Regulator

Dalam kelistrikan, regulator juga memainkan peranan penting karena fungsinya mengatur arus tegangan dari alternator. 

Namanya saja regulator, maka fungsi utamanya adalah regulasi. Apa yang diregulasi? Pastinya tegangan arus listrik dengan standar tertentu. 

Standar arus listrik yang ideal yakni 13,8 volt hingga 14,8 volt. Regulator sangat penting karena jika berlebihan atau kekurangan arus tegangan, maka performa dari komponen mobil lainnya akan terganggu. 

Komponen Mesin Mobil dalam Sistem Pendingin

Tanpa sistem pendingin, maka suhu di bagian mesin mobil tidak akan terkontrol dan akan menyebabkan masalah yang cukup mengganggu. Peran pendingin sudah pasti butuh dan maka dari itu, ada beberapa komponen mobil berikut ini: 

1. Radiator dan Tutup Radiator

Ada komponen radiator beserta tutup dari radiator itu sendiri. Bagian radiator adalah yang berperan untuk menyerap udara panas lewat air radiator. 

Kemudian, panas tersebut akan keluar dari bagian sirip pendingin di bagian dalam radiator. 

Sedangkan untuk bagian tutup radiator, ini fungsinya menjaga agar air radiator tidak mendidih dan juga tidak tumpah. Mekanisme yang dimiliki yakni vacuum valve dan relief valve yang berfungsi agar air radiator tetap terjaga. 

2. Thermostat

Lalu, ada bagian yang berfungsi agar suhu radiator bisa tetap sesuai. Bagian tersebut adalah thermostat. Selain itu, fungsi utama dari thermostat adalah agar mobil bisa sampai pada suhu kerja dengan cepat. 

3. Cooling Fan

Bagian cooling fan, sudah pasti bentuknya semacam kipas dan fungsinya yakni sebagai alat yang membantu pendinginan bagian air radiator. 

4. Reservoir Tank

Ada dua fungsi utama dari komponen pada mesin mobil di sistem pendingin ini. Pertama, yakni menjadi tempat penampungan cadangan untuk air radiator. 

Sedangkan untuk fungsi keduanya yakni menjadi penampungan atas uap air yang muncul saat mobil dalam suhu sangat panas. 

5. Upper dan Lower Hose

Keduanya berbentuk seperti selang. Maka, fungsi utamanya sudah pasti sebagai bagian yang menyalurkan sesuatu. 

Apa yang disalurkan? Pastinya air pendingin dari mesin menuju radiator. Ini adalah fungsi dari upper hose. 

Nah, untuk lower hose fungsinya adalah menjadi penyalur air pendingin menuju mesin dari radiator. 

6. Sensor Temperatur Suhu Air Radiator

Kemudian, ada juga sensor yang tentu saja fungsi utamanya dari segi pengukuran. Pengukuran ini untuk mengetahui suhu air radiator. 

Nantinya, water temperature akan memberi sinyal ke kipas agar berputar kalau suhunya sudah terlalu panas. Jika sudah normal lagi, maka kipas di radiator juga akan berhenti. 

7. V-Belt

Sering juga dapat sebutan sebagai v-belt, bagian ini mempunyai fungsi utama sebagai penggerak kipas pendingin dan juga menggerakkan bagian lainnya di mesin mobil. 

Komponen Mesin Mobil di Sistem Pelumasan

Terakhir, ada sistem pelumasan yang juga jadi bagian penting dalam mesin mobil. Apa saja komponen mesin mobil pada sistem pelumasan? Berikut ini penjelasannya: 

1. Oil Pump

Sudah tentu, ini adalah komponen pompa oli yang fungsinya adalah memompa oli di mesin agar bisa ke semua bagian komponen mobil. Utamanya di bagian jalur pelumasan. 

Tanpa ini, maka oli tidak akan bergerak ke mana-mana karena tertampung dalam satu bagian saja. 

2. Saringan Oli

Selanjutnya, ada juga komponen saringan atau filter oli. Adanya bagian ini, bisa memastikan jika sisa-sisa kotoran di mesin mobil tersaring dengan sempurna. 

3. Saringan Kasa Oli

Mirip dengan saringan oli, kasa oli ini juga menyaring kotoran. Tapi, bedanya hanya untuk menyaring di bagian kalter saja. 

Memahami semua komponen mesin mobil ini, akan membuat Anda semakin mengenali mobil kesayangan. Baik untuk bagian luar dan juga bagian dalam. 

FAQ

Apa fungsi selang hawa?

Fungsi utamanya menjadi penghubung komponen dalam mekanisme AC mobil. 

Apa ciri suara mesin kalau pengapian terlalu maju?

Jika pengapian terlalu maju, maka akibatnya adalah knocking atau ketukan di mesin karena piston belum sampai ke puncak kompresi. 

Apa saja sistem di suatu mobil?

Ada sistem bahan bakar, kelistrikan, pendingin, pengisian, dan pelumasan. 

Garansi, Inspeksi, dan Layanan Darurat Terbaik Hanya di HaloBengkel

Ingin beli  mobil bekas tapi ragu dengan kualitasnya? Mau beli mobil bekas tapi belum ada garansinya? HaloBengkel siap membantu Anda. 

Kami menyediakan layanan inspeksi dan gratis garansi 1 bulan yang masih bisa diperpanjang sampai 1 tahun. 

Mobil Anda mogok atau sedang butuh layanan darurat? HaloBengkel Protection juga siap membantu Anda!

Daftar Mobil Baru di GIIAS 2024, Siapkan Budget Anda!

Ada cukup banyak model kendaraan baru yang siap meramaikan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.  Mobil baru di GIIAS 2024 ini datang dari berbagai produsen ternama dan ada pula new comer yang ingin mengenalkan produk terbarunya. 

Penyelenggara acara ini mengabarkan jika ada total 40 mobil teranyar pada pagelaran terbesar otomotif di Indonesia saat ini. 

Dalam konferensi pers, Andi Wismansyah selaku Presiden Direktur Seven Event yang menjadi penyelenggaranya berkata, 

“GIIAS telah memberikan tempat bagi pabrikan meluncurkan kendaraan baru. Kami sudah dapatkan kisi-kisinya, ada 40 unit yang akan diluncurkan, kami klaim bahwa GIIAS ini pameran terbesar di bawahnya China,” tuturnya. 

Setidaknya, akan ada 55 brand otomotif yang ikut meramaikan. Dari semua merk ini, terdiri atas 31 merk kendaraan untuk penumpang, 4 brand komersial, dan 20 merk motor listrik. 

Kapan GIIAS 2024? Acara besar ini akan terselenggara pada 18 – 28 Juli 2024 di ICE – BSD City, Tangerang. 

Baca juga: Subsidi Mobil Listrik: Aturan, Syarat, dan Daftar Mobilnya

Daftar Mobil Baru di GIIAS 2024 

BAIC

Ada merk BAIC yang baru pertama kali berpartisipasi. Mereka akan mengumumkan BJ 40 Plus serta X55 II yang menjadi produk barunya. 

BYD

Ini juga menjadi kesempatan bagi EV yang meroket di China ikut berpartisipasi dalam GIIAS guna mengenalkan produk terbarunya. Tapi, begitu disayangkan karena detail dari model keluaran terbaru BYD masih belum terungkap. 

Chery

Sudah cukup populer di Indonesia, Chery juga ikut meramaikan dengan produk serta brand anyar yang masih berada dalam payung operasional Chery International. 

GAC Aion

GIIAS mobil apa saja? Kini ikut pula GAC Aion yang sama seperti Chery, akan menunjukkan brand terbarunya pada pagelaran GIIAS 2024 bulan mendatang. 

Dari Valdo Prahara selaku Marketing Communication GAC AION berkata bahwa mereka akan menghadirkan brand premium yakni GAC Hyper. Selain itu, juga akan ada mobil baru yang terparkir di GIIAS. 

Great Wall Motors (GWM)

Sama halnya dengan BYD, pihak GWM juga akan menjelaskan secara detail lini produk terbarunya ketika pameran terlaksana. 

Honda

Tak tanggung-tanggung, Honda akan menampilkan 5 produk elektrifikasinya yang terbaru. 

Bahkan, produsen mobil asal Jepang ini juga akan menunjukkan model tersebut pertama kali di Asia Tenggara. 

Hyundai

Menjadi salah satu brand EV dengan pasar yang lebih tinggi, maka Hyundai tak ingin ketinggalan kereta. 

Hyundai Motors Indonesia (HMID) pun ikut merilis produk anyar di GIIAS 2024 meskipun sampai kini masih belum membagikan modelnya. 

KIA

Kreta Indo Artha (KIA) pada acara GIIAS akan mengenalkan empat model baru. Mereka punya mobil dengan jenis Internal Combustion Engine (ICE) serta ada dua EV terbarunya. 

Jetour

Menurut Public Relation Jetour, Geishella, pihaknya berencana untuk mengenalkan dua model paling baru dari Jetour pada GIIAS 2024. 

Puluhan Brand Lain juga Ikut Serta dalam Pameran GIIAS 2024

Selain produsen di atas, beberapa nama berikut juga ikut untuk mengenalkan EV terbaru mereka: 

  • Lexus
  • Mazda
  • Mercedes Benz dengan All New E-Class, AMG GLC 43 Coupe, dan AMG C 63 S E
  • Morris Garage
  • Mitsubishi
  • Neta
  • Nissan kode bodi C28
  • Seres
  • Suzuki
  • Toyota
  • Volvo
  • Fuso
  • MG
  • Daihatsu
  • dan masih banyak lagi. 

Dengan hadirnya GIIAS 2024 ini, ada suatu hal baru yang dibawa yakni pergeseran industri mobil menuju elektrifikasi karena berbagai produsen ternama banyak yang memperkenalkan mobil dengan emisi karbon yang rendah. 

Terlaksana bulan depan, apakah Anda tertarik untuk mengunjunginya?

Baca juga: 6 Tips Membeli Mobil Baru, Jangan Salah Pilih!

Subsidi Mobil Listrik: Aturan, Syarat, dan Daftar Mobilnya

Di Indonesia, kini mobil listrik menjadi kendaraan yang naik daun. Apalagi dengan adanya dukungan subsidi mobil listrik dari pemerintah menguatkan keputusan banyak orang untuk beralih dari mobil konvensional menuju kendaraan EV. 

Berbekal teknologi terbaru plus berbagai dukungan dari pemerintah, menjadi alasan mengapa kini banyak orang menjadikan mobil listrik sebagai primadona anyar yang menarik untuk dipinang. 

Subsidi motor listrik yang gencar pemerintah lakukan, membuat harganya jadi terjangkau oleh semua kalangan. Meskipun tetap ada suara miring yang mengatakan jika subsidi ini hanya berguna bagi orang-orang kaya saya. 

Subsidi Mobil Listrik, Langkah Apresiasi dan Promosi dari Pemerintah

Telah efektif sejak tahun 2023, menjadikan pengguna dan peminat mobil listrik cukup girang atas hal ini. 

Skemanya yakni memberi keringanan atas PPN yang nanti harus dibayarkan. Awalnya, sama dengan mobil konvensional yakni harus membayar 11% dari harga jual. 

Tapi, dengan adanya dorongan dari pemerintah, maka setiap mobil listrik hanya akan kena PPN sebesar 1% saja. 

Penetapan aturan semacam ini sifatnya memang promotif karena menjadikannya sebagai salah satu pelecut agar masyarakat tertarik membelinya. 

Meskipun sudah dapat subsidi, tapi masih banyak yang merasa jika harga dari kendaraan EV sangat tinggi. Sehingga, muncul kabar bahwa subsidi semacam ini hanya bisa terakses oleh kalangan tertentu saja. 

Pasar Mobil Listrik di Indonesia

Di Indonesia, Wuling menjadi salah satu merk produsen mobil listrik yang mendominasi pasar EV ekonomis. 

Selain itu, ada Hyundai dari Korea yang mengisi pasar dengan kelas lebih tinggi. Keduanya, turut mendapatkan apresiasi dari pemerintah dalam bentuk pemberian dukungan dengan pengurangan harga PPN. 

Pemerintah memberikan apresiasi dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, memangkas emisi karbon secara nasional, dan mengurangi ketergantungan masyarakat atas bahan bakar minyak. 

Menjadi hal yang masuk akal jika EV yang mahal memperoleh insentif yang banyak. Konsumen dengan tingkat partisipasi yang tinggi, juga akan memperoleh apresiasi yang lebih tinggi pula karena turut mendukung agenda pemerintah ini. 

Syarat Subsidi Mobil Listrik

Dalam peraturan yang terbentuk, ada sejumlah syarat bagi masyarakat yang ingin memperoleh insentif terkait. Dari segi kendaraannya, maka berikut ini syarat yang harus terpenuhi: 

  • Kendaraan bus/jenis mobil dengan bahan baterai penuh dan bukan hybrid karena masih memakai bahan bakar fosil meskipun tidak sebanyak kendaraan konvensional. 
  • TKDN 40% berlaku bagi seluruh bus dan mobil dengan basis baterai yang insentif PPN-nya 10%. 
  • TKDN 20% untuk bus listrik dengan insentif 5%. 

Dari segi penerima insentif, tidak membutuhkan syarat khusus selain telah membeli unit yang kriterianya cocok dengan syarat di atas. 

Jadi, semua orang berhak memperoleh bantuan, subsidi, dan insentif dari pemerintah satu ini. 

Syarat yang cukup banyak justru untuk dealer atau showroom yang nanti akan menerbitkan faktur pajak serta melakukan pelaporan atas PPN ini. 

Daftar Mobil Listrik yang Mendapatkan Subsidi

Dengan ketentuan yang telah efektif sejak 2023 tahun lalu, terdapat dua jenis kendaraan EV di Indonesia yang telah memenuhi syarat sebagai penerima insentif atau subsidi: 

  • Wuling Air EV
  • Hyundai Ioniq 5

Pasalnya, kedua mobil tersebut sudah mengantongi TKDN lebih dari 40%. Maka, keduanya bisa memanfaatkan program insentif PPN ini dengan hanya menanggung 1% saja. 10% sisanya adalah kewajiban pemerintah untuk membayar. 

Mengenai harga, Wuling Air EV lebih terjangkau yakni sekitar Rp243 juta untuk versi Short dan Ioniq 5 Prime Rp748 juta. Tertarik meminang mobil ini?

Penjualan Mobil Listrik di Eropa Turun, Apa Alasannya? 

Penjualan Electric Vehicle khususnya mobil di daerah Eropa mengalami penurunan di tahun ini. Cukup banyak yang menerka tentang apa sebenarnya alasan penjualan mobil listrik di Eropa turun ini. 

Menurut  data penjualan mobil listrik, di Uni Eropa penjualan untuk mobil listrik telah mengalami penurunan sebesar 12% di tahun 2024. 

Data ini merupakan hasil perbandingan antara bulan Mei 2024 dengan bulan Mei tahun 2024. 

Jerman, menjadi salah satu negara di Eropa yang merupakan negara dengan penurunan terbesar untuk penjualan mobil listrik yakni sebesar 30%. 

Ini adalah data yang didapatkan dari European Automobile Manufacturers Assosciation (ACEA) atau badan industri otomotif Eropa. 

Mengutip dari laman Reuters, Jerman telah menjadi pasar kendaraan listrik EV yang paling besar di Eropa. 

Namun, kini penjualan EV di Jerman telah mengalami penurunan sampai 16% daripada tahun kemarin. 

Penjualan Lesu di Negara Produsen Mobil Listrik Terbesar

Dari data Reuters tersebut, menunjukkan justru yang mengalami penurunan paling besar adalah negara dengan produksi mobil listrik yang paling besar di dunia. 

Padahal, Jerman telah stop subsidi untuk pembelian EV di bulan Desember 2023 tahun lalu yang menjadi kesepakatan di tahun 2024. 

Penurunan yang terjadi di Jerman, berkontribusi besar atas persentase keseluruhan penjualan unit mobil listrik di Uni-Eropa. 

Data penjualan mobil listrik di dunia justru menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan atas penjualan EV China. 

Apa Penyebab Penjualan Mobil Listrik di Eropa Turun

Dilansir dari DW, Patrick Schaufuss yang merupakan konsultan di McKinsey berkata jika penurunan ini terjadi akibat turunnya penjualan kendaraan listrik tipe hibrida atau PHEV. 

Patrick berkata jika penurunan ini karena terbatasnya subsidi atas PHEV serta sedkitnya model terbaru untuk transisi teknologi ini. 

Prediksinya, baru di tahun 2025 dan 2026 baru penjualan atas mobil listrik ini akan mengalami peningkatan.

Hal ini mengingat muncul dan hadirnya model baru yang jauh lebih terjangkau daripada EV yang telah tersedia saat ini.

Benar, salah satu penyebabnya karena penghapusan subsidi atas mobil listrik oleh Jerman yang membuat kenaikan harga EV begitu signifikan. 

China ‘Menantang’ Pasar Mobil Listrik Eropa

Lain hal dengan Eropa, China justru menunjukkan kebangkitan di industri mobil listrik. Misalnya, BYD. 

Kebangkitannya memang begitu dramatis karena BYD mengalami lonjakan penjualan justru ketika Eropa tengah mengalami penurunan. 

BYD tercatat mengalami kenaikan 70% di kuartal terakhir 2023. Hal ini kemudian membuat BYD menjadi produsen EV mobil yang paling laris di dunia. Rekor ini, juga telah mengalahkan produsen terbesar mobil listrik di dunia, Tesla. 

Memang, keberhasilan BYD ini karena memenangkan persaingan di pasar domestik China. 

Tapi, kini mereka juga telah menargetkan pasar-pasar di Eropa bahkan Amerika Serikat. Maka dari itu, BYD telah menjadi penantang baru untuk kategori mobil listrik di Eropa. 

Pertaruhan Besar Volkswagen di Industri Mobil Listrik 

Produsen mobil raksasa yang ada di Eropa seperti Volkswagen (VW) melakukan pertaruhan yang cukup besar. 

Di bulan Maret tahun 2023, produsen asal Jerman ini memberi kabar rencana jika akan menginvestasikan 180 miliar Euro atau senilai Rp3 kuadriliun dalam periode 2023 – 2027 untuk melakukan elektrifikasi serta digitalisasi. 

Dalam pertaruhannya ini, VW mempertaruhkan masa depan untuk transisi menuju mobil listrik. Akankah VW berhasil memenangkan pasar di Eropa atau justru BYD yang berhasil bersinar di sana?

Kenapa Banyak Rental Mobil Blacklist Penyewa Asal Pati?

Banyak pengusaha rental mobil blacklist penyewa asal Pati. Hal ini akibat buntut dari kasus tewasnya seorang bos rental mobil asal Jakarta Pusat.  

Menurut laman Detik yang mewawancara seorang pengusaha rental mobil, kabar jika daerah Pati memang masuk daftar hitam itu sudah lama. 

Hanya saja, kasus dan isunya terangkat baru-baru ini. Pasalnya, ada satu kasus yang begitu mencengangkan yakni tewasnya seorang pemilik rental mobil yang dikeroyok di daerah Sukolilo.  

Hal ini jelas membuat kekhawatiran banyak pihak terutama para pemilik rental mobil. Hasilnya, banyak yang memilih untuk meminimalisir risiko dengan tidak memberikan layanan sewa mobil kepada orang-orang dengan KTP daerah Pati. 

Apa Penyebab Rental Mobil Blacklist Penyewa Asal Pati

Melalui laman GridOto, ada pernyataan dari banyak bos dan pengusaha rental mobil yang mengambil keputusan berat. Mereka secara kompak melakukan blacklist atas order rental dengan tujuan daerah Pati. 

Latar belakang utamanya adalah kasus pengeroyokan yang terjadi kepada bos rental mobil Mitra Cempaka yakni Burhanis. 

Ia meregang nyawa akibat warga desa meneriakinya sebagai maling ketika ingin mengambil Honda Mobilio yang merupakan miliknya sendiri. 

Awalnya, Burhanis melacak mobilnya memakai GPS yang ada dalam mobil tersebut. Bersama dengan beberapa orang, Burhanis berangkat dengan Daihatsu Sigra yang berwarna putih. 

Kemudian, Mobilio yang mereka cari berada di rumah Aris Gunawan yang merupakan warga Desa Sumbersoko, Sukolilo. 

Ketika Burhanis ingin mengambil kembali mobilnya, ada warga yang berteriak maling dan menangkap kemudian menghajar Burhanis berikut ketiga rekannya. 

Bahkan, mobil Sigra berwarna putih yang ia tumpangi juga ikut dibakar oleh warga. Buntut dari kejadian ini, akhirnya banyak pengusaha dalam bidang penyewaan mobil memasukkan daerah Pati ke dalam daftar hitam. 

Orang dengan KTP Pati maupun sewa mobil yang menuju ke arah sana, akhirnya menelan pil pahit akibat kasus yang terangkat dan kini ramai jadi perbincangan. 

Seruan Blacklist untuk Kabupaten Pati

Akhirnya, muncul seruan dari netizen yang menyarankan agar pengusaha rental bisa memblacklist masyarakat atau penyewa dengan tujuan ke daerah Bumi Mina Tani ini. 

Hal ini juga yang membuat seorang pemilik rental mobil asal Surabaya ikut merespon. Ia merespon kasus ini dengan menolak rental untuk warga daerah tersebut. 

Hasil wawancara dari CNN, narasumbernya berkata jika daerah Pati memang sudah cukup lama terkenal sebagai tempat penjual dan penadah kendaraan bodong. 

Langkah blacklist ini hanya upaya antisipasi karena ia tidak ingin mobil di usaha rentalnya justru masuk ke kartel kendaraan bodong. 

Pengusaha Asal Yogyakarta Turut Serta Melakukan Blacklist

Selain pengusaha asal Surabaya, ada juga pengusaha rental mobil dari FSP yang mengaku telah melakukan hal serupa. Ia juga memasukkan Pati sebagai daftar hitam sewa mobil. 

Bahkan, pemiliknya telah melakukan hal ini sejak tahun 2020 yang lalu. Alasannya karena telah mengenal daerah ‘hitam’ tersebut dengan julukan kampung penadah untuk kendaraan curian. 

Pengusaha dengan inisial FSP (32) ini juga menceritakan bahwa ada salah satu teman komunitasnya di grup WhatsApp yang mengalami hal kurang mengenakkan. 

Rekannya yang berasal dari Jawa Barat mengaku kecolongan ketika memberikan kesempatan untuk penyewa asal Pati. 

Kecurigaannya muncul saat unit yang disewakan, justru diam di tempat selama dua hari yang ia ketahui dari GPS. 

Bahkan hal ini juga membuat seorang pengusaha asal Sleman turut meningkatkan kewaspadaan demi merespon kasus ini.

Service Berkala Mobil: Manfaat, Jadwal Ideal, dan Bagiannya

Punya mobil dengan performa maksimal, akan membuat pengalaman ketika mengendarainya menjadi lebih baik. Tapi, itu hanya bisa Anda dapatkan jika melakukan service berkala mobil sesuai aturan. 

Merawat mobil secara rutin, memang memberikan dampak yang signifikan. Misalnya saja, usia mobil jadi lebih panjang, performanya stabil, dan juga lebih nyaman ketika Anda mengendarainya. 

Aturan service mobil baru maupun lama bisa saja berbeda. Namun, intinya tetap apakah Anda melakukan perawatan secara berkala atau tidak. Mau tahu lebih dalam soal perawatan rutin bagi mobil? Mari, cek di sini. 

Manfaat Service Berkala Mobil, Apa Saja? 

Setiap pemilik mobil yang melakukan servis rutin, bisa memperoleh dampak positifnya sendiri. Tapi, apa saja manfaat ketika Anda melakukan servis rutin pada mobil kesayangan? 

1. Lebih Aman dan Nyaman Ketika Berkendara

Poin pertama dan pasti Anda rasakan adalah kenyamanan dan keamanan ketika berkendara. 

Setiap service rutin mobil, pasti seluruh bagian akan melalui tahap pengecekan. Ibarat orang sakit, saat ada bagian yang bermasalah, maka akan langsung diatasi oleh bengkel tempat Anda mempercayakan mobil. 

Hal inilah yang kemudian sangat mempengaruhi kenyamanan saat Anda mengendarai mobil kesayangan. 

Tak hanya nyaman, tapi juga jauh lebih aman. Pasalnya, servis berkala juga akan mengecek komponen yang paling krusial pada mobil yakni rem. 

Sistem pengereman aman, maka Anda bisa terhindar dari rem blong atau tidak kuatnya rem mobil untuk mencengkeram dan memastikan kontrol rem tetap optimal walaupun berada dalam kondisi darurat. 

2. Mobil Irit Bahan Bakar

Servis mobil secara rutin, juga bisa mempengaruhi penggunaan bahan bakar. Jika Anda secara berkala mengecek sistem bahan bakar dan pembakaran, maka hasilnya bisa lebih baik daripada yang tidak pernah melakukan pengecekan. 

Nah, karena itulah jangan heran jika mobil Anda bisa lebih irit dan efisien dalam pemakaian bahan bakar. 

Konsumsinya jadi rendah, performanya tetap terjaga, dan juga Anda bisa menghemat banyak biaya. 

3. Menjaga Performa 

Service berkala mobil adalah upaya untuk menjaga setiap komponen masih berfungsi dengan optimal. 

Kami tidak setuju jika ada yang berkata bahwa servis rutin bisa meningkatkan kinerja mesin. Pasalnya, mesin yang terus-menerus digunakan maka lama-kelamaan akan mengalami penurunan kinerja meskipun Anda melakukan servis berkala. 

Tapi, paling tidak dengan melakukan servis berkala, mobil Anda tetap mempunyai performa yang terjaga. Lebih stabil, lebih tidak cepat bermasalah, dan juga sejenisnya. 

Menjaga performa mobil tetap prima dalam waktu lama menjadi hasil paling masuk akal ketika Anda melakukan service berkala mobil di bengkel kesayangan Anda. 

4. Tindakan Preventif Masalah yang Lebih Serius

Melakukan servis rutin dalam jangka waktu tertentu akan sangat membantu Anda untuk menangani permasalahan kecil lebih awal, sehingga tidak akan muncul kerusakan yang serius di hari lain. 

Dengan adanya servis berkala atas mobil kesayangan Anda, maka artinya adalah Anda telah melakukan tindakan preventif atas masalah yang lebih besar. 

5. Lebih Hemat Biaya

Loh, bukannya kalau servis harus keluar biaya lebih? Benar. Tapi, itu jika Anda hanya melihat dari segi pengeluaran rutin setiap jangka waktu tertentu. 

Padahal, ada kerusakan besar pada mobil yang bisa dicegah lebih dulu, ada komponen yang terjaga dan tak rusak berat karena Anda sudah melakukan servis berkala.

Jika belum yakin, maka coba saja tidak merawat mobil. Contohnya, jarang ganti oli. Bagian yang paling mendapatkan dampaknya adalah mesin mobil. 

Saat rusak, biaya yang Anda keluarkan mungkin berkali-kali lipat lebih besar daripada perawatan mobil secara berkala. 

6. Nilai Jualnya Bagus

Sepertinya, tidak ada pemilik mobil yang menggunakan hanya satu mobil seumur hidupnya. Anda pasti menjual mobil sewaktu-waktu jika dalam keadaan bosan dengan mobil yang itu-itu saja. 

Saat ingin menjualnya kembali, maka jangan kaget ketika mobil Anda dapat tawaran dengan harga tinggi karena telah menyervisnya secara berkala. 

Ya, nilai jual dari mobil yang rutin servis biasanya lebih tinggi atau paling tidak lebih stabil daripada mobil yang tak terawat. Maka, untuk menjaga nilai jualnya, silakan lakukan service berkala mobil di bengkel terpercaya. 

Jadwal Service Mobil Rutin Ideal

Mungkin Anda pun bertanya, apalagi bagi pemilik mobil baru soal jangka waktu service mobil rutin yang harus Anda lakukan. Jawabannya akan tergantung pada tipe mobil dan anjuran dari buku manual atau buku panduannya. 

Tapi, secara umum inilah jadwal service rutinan mobil yang perlu Anda lakukan. 

1. Berdasarkan Waktu Penggunaan

Pertama, Anda harus mempertimbangkan servis berkala berdasarkan jangka waktu penggunaannya. 

Jika Anda hanya menggunakan mobil untuk aktivitas sehari-hari seperti pulang pergi ke kantor, maka hanya perlu service setiap 6 bulan sekali yang menurut laman Auto2000 memang jadwal paling ideal untuk service rutin. 

Dalam jangka waktu 6 bulan, mobil Anda mungkin hanya bertambah 3.000 km dari segi jarak tempuhnya. 

Namun, untuk Anda yang domisilinya di area dengan kemacetan tinggi, maka sebaiknya lakukan service lebih sering daripada jangka waktu ideal karena kemacetan mengakibatkan mesin mobil harus bekerja lebih berat. 

Berlaku pula bagi Anda yang jarang menggunakan mobil atau hanya memakai mobil di akhir pekan saja. Jika mobil Anda sering diam, maka oksidasi bisa membuat oli tercampur dengan air dan masuk ke bagian mesin. 

Jika demikian, mungkin service berkala mobil juga harus lebih sering. 

2. Berdasarkan Jarak Tempuh

Selain mendasarkannya pada waktu penggunaan, Anda juga bisa mempertimbangkan servis mobil berdasar pada jarak tempuh. 

Ketika baru beli, misalnya. Maka Anda akan dapat peringatan servis setiap 1.000 km pertama, 5.000 km, 10.000 km, dan kelipatan 10.000 km. 

Ini bukan tak berdasar. Pasalnya, urutan servis mobil ini tersedia dalam buku manual dan bisa juga Anda baca kalau belum memahami jadwal servis yang benar. 

Dalam setiap urutan juga akan melakukan jenis servis yang berbeda. Ini rinciannya: 

  • 1.000 km: pengecekan adakah kebocoran atau rembes. 
  • 5.000 km: penggantian oli dan juga filter oli. 
  • 40.000 km: pengecekan menyeluruh atau service besar karena akan mengecek semua bagian atau komponen mobil. 
  • 80.000 km: service besar kali kedua dan melakukan proses pengecekan dan servis menyeluruh. 

Perbedaan dari setiap jadwal servis ini pula mempengaruhi biaya service mobil yang harus Anda keluarkan. 

Misalnya, untuk pengecekan service besar pertama, Anda paling tidak harus mengeluarkan biaya Rp1 – Rp1,2 jutaan. Sedangkan untuk service besar kedua, bisa sampai Rp2,5 – Rp3 jutaan. 

Meskipun terbilang besar, tapi upaya service berkala mobil semacam ini akan mencegah Anda mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi di kemudian hari. 

Service Berkala Mobil Meliputi Apa Saja?

Memastikan setiap komponen sudah mendapatkan servis itu perlu Anda lakukan. Tapi, kebanyakan akan bingung bagian apa saja yang harus dapat perawatan dalam jangka waktu tertentu. 

Nah, bagi yang bingung, ini daftar service rutin dan bagian-bagian yang harus Anda cek dalam jangka waktu tertentu: 

1. Service Rutin 1.000 KM

Setiap 1.000 km, ini bagian yang harus dapat pengecekan dan service: 

  • Pengecekan oli, minyak rem, oli transmisi, oli power steering, kopling, dan air radiator.
  • Cek sistem kemudi
  • Tekanan angin
  • Kebersihan filter udara
  • Cek idle mesin
  • Baut pada bagian roda

2. Saat Mencapai 5.000 KM

Kemudian, pada setiap 5.000 km bagian-bagian yang harus diservis adalah: 

  • Ganti kampas rem
  • Ganti filter oli
  • Cek sistem steering
  • Penggantian oli mesin
  • Cek cairan lainnya

3. Jangka Waktu Setiap 10.000 KM

Nah, untuk servis setiap 10.000 km, bagian yang membutuhkan perhatian yakni: 

  • Pengecekan aki mobil
  • Sistem kemudi
  • Tekanan angin
  • Baut pada roda
  • Idle mesin
  • Oli mesin
  • Oli transmisi
  • Power steering
  • Air radiator
  • Kopling

4. Servis Setiap 15.000 KM

Berikut ini bagian-bagian yang harus dapat pengecekan: 

  • Ganti oli mesin kendaraan
  • Baut pada bagian kolong mobil
  • Pemeriksaan fluida
  • Pengecekan air radiator
  • Cek bagian suspensi

5. Setiap 20.000 KM

Dalam service ketika mobil Anda telah mencapai 20.000 km, maka berikut bagian yang harus dapat pengecekan dan jika perlu langsung dapat service/perawatan: 

  • Filter udara
  • Rem di semua bagian roda
  • Penyetelan klep mobil
  • Pembersihan throttle body
  • Kalibrasi idle 
  • Ganti filter AC
  • Ganti busi
  • Spooring
  • Balancing
  • Rotasi ban secara menyilang

Service berkala mobil apa saja? Anda bisa cek semua bagian di atas sesuai dengan jarak tempuhnya. Dengan ini, mobil bisa terselamatkan dari kerusakan besar di kemudian hari. 

Apa yang Terjadi jika Tidak Service Berkala Mobil

Mager membawa mobil Anda ke bengkel untuk service berkala? Tidak masalah, tapi selama Anda mau menanggung risiko berikut: 

1. Boros Bahan Bakar

Jarang service mobil, akan mengakibatkan sistem pembakaran menjadi kurang efisien. Pasalnya, komponen bahan bakar tidak akan berfungsi secara optimal karena beberapa kerusakan. 

2. Mobil Bising

Dalam setiap mobil, ada bagian filter oli yang mampu menyaring adanya kotoran saat gesekan mesin terjadi. 

Nah, bagian ini sering terabaikan dan banyak yang membiarkannya begitu saja. Jadi, tak heran jika jarang servis akhirnya mobil jauh lebih bising dari biasanya. 

3. Mobil Sulit Anda Nyalakan

Ini masih erat kaitannya dengan sistem bahan bakar. Nah, filter bensin yang jarang Anda bersihkan akan membuat mobil sukar menyala. 

Apalagi jika Anda tidak memperhatikan bersih/tidaknya bagian busi mobil. Bisa jadi, mobil tidak akan menyala sama sekali. 

Butuh Mobil Bekas Terbaik? Hubungi CarsGallery!

Berencana beli mobil bekas? Dapatkan unit yang berkualitas hanya dari CarsGallery. Menjadi platform jual beli mobil bekas terpercaya, Anda bisa memperoleh mobil bekas yang sudah lolos uji inspeksi. 

Semua bagian mobil telah mendapatkan pengecekan guna memastikan Anda memperoleh mobil yang layak dan performanya masih optimal. Hubungi sekarang!

FAQ

Berapa kali harus service mobil?

Mulai dari 1.000 km, 5.000, 10.000 km, dan juga kelipatannya untuk menjaga performa lebih stabil. 

Berapa bulan sekali servis mobil? 

Jangka waktu idealnya yakni 6 bulan sekali. Bisa kurang dari 6 bulan jika Anda sering menggunakan mobil. 

Apakah mobil jarang dipakai tetap harus ganti oli? 

Wajib, agar kesehatan mesin mobil bisa tetap terjaga.



Jangka Waktu Service Mobil Ideal, Berapa Bulan Sekali? 

Ada yang bilang setiap 5.000 km sekali, tapi ada juga yang ngomong servis mobil harus setiap 10.000 km sekali. Hal ini tentu bikin Anda pusing soal bagaimana jadwal ideal jangka waktu service mobil

Kebingungan mengenai jadwal service rutin mobil ini umumnya akan dirasakan biasanya oleh pemilik mobil baru. 

Saat mereka datang ke bengkel resmi, maka mekaniknya akan menyarankan setiap 3 – 4 bulan sekali atau setiap 5.000 km. Tapi, di buku panduannya justru berbeda.

Jadi, Jangka Waktu Service Mobil yang Tepat Itu Bagaimana? 

Ada dua sumber utama yang menjadikan ukuran servis ini bisa beda-beda. Pertama adalah dari segi buku panduan yang akan Anda peroleh tatkala membeli unit mobil baru. 

Sedangkan untuk sumber kedua adalah dari bengkel resmi yang menyarankan untuk servis rutin setiap 3 – 4 bulan sekali. Jika melihatnya dari segi jarak tempuh, maka sekitar 5.000 km dan kelipatannya. 

Hal ini pastinya bikin bertanya-tanya karena ada perbedaan pendapat dari jadwal servis masing-masing. Jadi, mana yang benar? 

Kami telah melakukan riset yang menunjukkan jika service berkala mobil itu bisa dilakukan setidaknya setiap 10.000 km atau setiap enam bulan jika penggunaan mobil secara normal. 

Mengapa memutuskan menjawab ini? Pertama, ada Kepala Bengkel Auto 2000 yang mengatakan itu adalah jangka waktu service mobil paling ideal. 

Selanjutnya, ada uraian dari Kumparan yang mewawancara seorang After Sales Coordinator dari Suzuki mengatakan jika perawatan berkala bisa setiap 6 bulan sekali atau setiap 10 ribu kilometer dan kelipatannya. 

Jadi, waktu paling ideal jika Anda ingin menyervis rutin kendaraan adalah setiap enam bulan sekali dengan penggunaan yang normal. 

Harus Service Setiap 5.000 KM jika Begini Kondisinya

Sudah jadi rahasia umum jika setiap pengendara itu punya preferensi penggunaan mobil masing-masing. 

Ada yang menggunakannya setiap hari untuk pulang-pergi kantor, banyak yang memarkir mobil selama 5 hari dan weekend baru mereka pakai, dan ada juga yang setiap hari harus berkecimpung dalam kemacetan yang tak terurai. 

Setiap kondisi ini akan mempengaruhi jadwal service masing-masing. Jika Anda adalah pengguna mobil untuk pulang-pergi kantor tanpa kemacetan berarti, maka service 6 bulan sekali adalah paling ideal. 

Tapi, jika Anda adalah pengguna mobil yang selalu saja menghadapi frekuensi kemacetan yang lebih tinggi, maka itu termasuk intensitas penggunaan mobil yang tinggi pula. Jadi, harus setiap 5.000 km sekali untuk dapat pengecekan. 

Tidak masalah sebenarnya jika melakukan perawatan setiap 3-4 bulan/5.000 kilometer dan juga kelipatannya. Pasalnya, aturan service mobil baru semacam ini berguna untuk memahami kondisi dari mobil Anda. 

Pastinya Anda setuju, tidak ada salahnya bukan jika ingin memastikan kondisi mobil tetap prima? 

Apakah Lebih Sering Service akan Lebih Baik? 

Sepertinya, tidak juga. Service bisa Anda lakukan hanya ketika ingin mengecek kondisi dan juga memperbaiki masalah yang terjadi pada mobil. 

Lebih sering service justru akan membuat Anda menyia-nyiakan banyak waktu dan bahkan uang.

Jika memang tidak ada masalah pada mobil dan saat mengeceknya justru aman-aman saja, maka apa gunanya mengganti komponen dan bagian lainnya? 

Berapa biaya service mobil itu masih tergantung pada apa saja yang ingin Anda service ataupun komponen yang perlu Anda ganti. Saat tidak ada bagian bermasalah, mengapa harus susah-susah mengeluarkan uang untuknya? 

Jadi, saran kami cukup lakukan service sesuai dengan buku panduan atau juga saran dari bengkel yang sudah melakukan pengecekan pada seluruh bagian mobil Anda.

Bagian-Bagian Mobil yang Wajib Anda Periksa Saat Service Rutin

Setiap service rutin, pastinya akan memperhatikan beberapa bagian. Dalam jangka waktu service mobil yang paling ideal ini, bagian-bagian berikut yang akan dapat perawatan dan pemeriksaan: 

  • Oli mesin dan filter
  • Filter AC 
  • Filter udara
  • Busi
  • Oli gardan
  • Oli transmisi
  • Cairan pendingin mesin
  • Volume air aki
  • Minyak untuk power steering

Mengapa Harus Repot Mematuhi Jangka Waktu Service Mobil Berkala? 

Datang ke bengkel di interval waktu tertentu memang cukup merepotkan. Tapi sebenarnya, apa tujuan dari kerepotan datang ke bengkel untuk service rutin ini? 

1. Menjaga Komponen Mobil Tetap Berkinerja Optimal

Pertama adalah menjadi upaya untuk menjaga komponen dalam mobil masih tetap dalam kinerja terbaiknya. 

Mesin masih bagus, oli cukup, bagian ban masih punya traksi yang baik, power steering normal, dan semuanya. 

Kemudian, semua hal ini akan berguna bagi Anda karena sangat mempengaruhi kenyamanan ketika Anda mengendarai mobil. Tanpa perawatan, Anda mungkin merasakan pengalaman naik gerobak alih-alih naik mobil. 

2. Irit Bahan Bakar

Sudah pasti, jenis service mobil dan biayanya yang bervariasi itu bakal mempengaruhi tingkat efisiensi pemakaian bahan bakar. 

Kalau pembakaran bagus, karburator aman, sistem injeksi tak ada masalah, maka Anda bisa menikmati mobil yang lebih irit dari segi bahan bakar. 

Selain itu, manfaatnya adalah mampu mencegah terjadinya masalah serius di kemudian hari pada mobil, harga jualnya bagus, dan jauh lebih aman ketika Anda mengendarainya. 

Butuh Mobil Bekas? CarsGallery Siap Mewujudkannya!

Kebutuhan akan mobil bekas berkualitas, sampai sekarang masih sangat tinggi. Maka, atas alasan inilah hadir CarsGallery. 

CarsGallery merupakan platform jual beli mobil bekas berkualitas yang akan memastikan setiap pelanggan dapat unit mobil bekas terbaik dan lolos uji inspeksi. 

Sudah memperoleh inspeksi komprehensif, CarsGallery memastikan siapa saja bisa memperoleh mobil bekas idaman tanpa khawatir soal kondisinya.



Rincian Biaya Service Mobil Berkala dan Sesuai Jenisnya

Memahami estimasi biaya service mobil sebelum datang ke bengkel itu wajib Anda ketahui karena setiap jenis servis itu tarifnya berbeda-beda. 

Biasanya, kategori biaya service rutin mobil itu terbagi jadi beberapa kategori berdasarkan jarak tempuhnya. 

Tarif service ketika Anda datang ke bengkel setiap 5.000 km sekali dan 100.000 km itu sangat berbeda dari segi harga maupun bagian-bagian yang mendapatkan perbaikan atau perawatan. 

Penasaran dengan setiap jenis dan biaya servicenya? Mari, kita bahas bersama!

Biaya Service Mobil Rutinan atau Berkala

Soal biaya itu relatif, terutama karena ada jenis service yang berbeda. Bahkan, beda bengkel juga bisa beda harga. Tapi, untuk dapat estimasi biaya yang umumnya dipatok untuk kebutuhan servis berdasarkan jenisnya, bisa Anda baca di sini: 

1. Service Rutin 3 – 4 Bulanan

Jangka waktu service mobil itu berbeda-beda. Tapi, periode yang paling cepat untuk service berkala adalah setiap 3 – 4 bulan sekali. 

Dengan jangka waktu tersebut, pada umumnya mobil telah mencapai jarak 5.000 km – 10.000 km. Dalam 3 – 4 bulan, artinya Anda sudah harus ganti oli sekaligus filternya. 

Selain itu, ada juga beberapa servis lain seperti: 

  • Cek busi
  • Cek celah katup
  • Kabel tegangan tinggi
  • Baterai
  • Tali kipas
  • Saringan udara
  • Sistem pendingin
  • Karburator

Intinya, Anda melakukan tune up mobil untuk menjaga performanya tetap baik. Soal harga, estimasinya di kisaran Rp400 ribuan – Rp1,3 jutaan tergantung jenis mobil dan bengkel pilihan Anda. 

2. Service Berkala Setiap 6 bulan – 1 Tahun

Kemudian, service berkala mobil jangka waktu selanjutnya adalah setiap 6 bulan – 1 tahun. Biasanya ketika mobil sudah mencapai 20.000 km, maka kamu harus datang ke bengkel untuk service berkala. 

Ada beberapa part yang akan dicek ketika service 6 bulanan atau satu tahun ini seperti: 

  • Sistem bahan bakar
  • Sistem kemudi
  • Sistem kelistrikan
  • Sistem pengereman

Selain itu, umumnya juga ada beberapa part yang harus Anda ganti seperti filter bensin, filter AC, busi, dan juga harus mengganti oli transmisi jika menggunakan mobil manual. 

Tak hanya itu, bagian kaki-kaki, suspensi, dan juga roda akan melalui tahap pemeriksaan saat Anda servis tahunan ini. 

Soal biaya service mobil setiap 20.000 km atau tahunan, kisaran biayanya mulai dari Rp1,5 – Rp2,3 jutaan. 

3. Service Setiap 2 Tahunan

Berapa biaya service rutin mobil? Tergantung service di tahun ke berapa Anda melakukannya. Kalau setiap dua tahun atau service di odometer 40.000 km, maka biayanya bisa lebih tinggi. 

Pasalnya, hampir semua jenis service akan dilakukan pada service besar ini. Selain itu, juga karena jenis service kelipatan 3 bulanan, 6 bulanan, dan 1 tahunan akan berbarengan ketika odometer telah mencapai 40.000 km. 

Mengenai jenis servicenya, biasanya sangat spesifik seperti untuk mengganti filter udara, oli gardan, dan juga oli transmisi untuk mobil matic. Oli transmisi manual biasanya harus lebih sering Anda ganti karena kebutuhannya memang cukup tinggi. 

Nah, soal biaya servicenya itu tergantung jenis mobilnya. Kalau untuk mobil harian yang umumnya bisa Anda lihat seperti Avanza, Mobilio, Xpander, dan juga Ertiga, biayanya di sekitar Rp1,8 – Rp2,5 jutaan. 

Jenis Servis Mobil dan Biayanya 

Ingin rincian estimasi biaya yang lebih detail? Maka, kamu bisa menyimak dari segi jenis servicenya. Kalau mau tahu estimasinya, berikut penjelasan jenis dan juga biaya service mobil

1. Ganti Oli

Nah, kalau ganti oli ini biasanya setiap 3 bulan sekali atau kelipatan 5.000 km. Jika sudah waktunya, maka biaya ganti oli mobil kurang lebih Rp400 ribuan – Rp500 ribuan. Siapin, ya!

2. Ganti Aki

Selanjutnya, aki juga penting sebagai komponen dalam mobil. Jika memang bermasalah dan harus ganti aki, variasi biayanya mulai dari Rp600 ribuan – Rp1 jutaan tergantung merk akinya. 

Kalau jangka waktunya, paling tidak 1 – 2 tahun sekali saja. Ini pun hanya perlu Anda lakukan saat aki kering atau ketika mobil tak lagi menyala. Bahkan ada opsi yang lebih murah yakni dengan setrum aki saja. 

3. Wiper

Karet wiper juga menjadi bagian yang harus dicek. Service mobil meliputi apa saja? Salah satunya mungkin hanya cek dan service wiper. Anda juga bisa menggantinya karena harganya relatif murah. 

Dari segi ukuran, di pasaran Anda bisa menemukan produk dengan harga Rp50 ribuan – Rp100 ribuan saja untuk mengganti wiper yang retak. 

4. Service Filter Udara Mesin

Filter udara mesin ini harusnya Anda ganti setiap tahun karena untuk menjaga agar kotoran tak masuk ke mesin mobil. 

Dengan adanya filter, maka mesin mobil bisa bersih dan jauh dari masalah. Jika ingin mengganti filter udara, biayanya sangat murah yakni Rp60 ribuan saja. 

5. Kampas Rem

Perawatan rutin mobil apa saja? Sebaiknya Anda mengecek kampas rem. Apalagi jika sudah mencapai 35.000 km – 60.000 km. 

Kampas rem yang aus, biasanya membuat pengereman kurang sempurna dan karena ini, kenyamanan berkendara bisa berkurang. 

Soal harganya, itu beli kampas remnya Rp200 ribuan – Rp350 ribuan, biaya bengkelnya di Rp100 ribuan – Rp150 ribuan. Jadi, totalnya sekitar Rp300 ribu – Rp500 ribuan saja. 

Biaya service mobil itu sebenarnya relatif tinggi, apalagi kalau servis berat. Khusus yang mau beli mobil bekas, sebaiknya hati-hati untuk mencegah ini. 

Hanya dapatkan mobil bekas yang sudah lolos uji dan telah melalui berbagai tahapan inspeksi seperti di CarsGallery. Semua mobil bekasnya dijamin berkualitas dan masih ada garansi!

Service Rutin Mobil: Manfaat dan Ketentuan Jadwalnya!

Melakukan service rutin mobil adalah kewajiban untuk Anda yang punya unit kendaraan roda empat ini. 

Memang, Anda harus keluar biaya beberapa ratus ribu hingga jutaan rupiah ketika servis. Namun, itu biaya yang sesuai untuk beragam manfaat dan keuntungan dari service mobil secara berkala. 

Dalam jangka waktu service mobil tertentu, maka Anda wajib datang ke bengkel pilihan. Baik itu bengkel resmi, atau bengkel pada umumnya. Ingin tahu lebih dalam soal servis berkala? Mari, kita bahas di sini. 

Service Rutin Mobil Itu Wajib, Ini Alasannya!

Benar, Anda wajib melakukan service rutin mobil setiap kelipatan tertentu atau sesuai dengan yang ada pada buku panduan. Tapi, mengapa harus repot-repot melakukannya? Ini alasannya: 

1. Mobil Boleh Lama, Performa Tetap Prima

Saat punya mobil, siapa yang tak ingin performanya tetap prima meskipun sudah keluaran mobil lama? 

Ya, Anda yang rutin melakukan urutan service mobil di bengkel resmi maupun bengkel umum bisa menjaga performa mobil karena kualitas dan kinerja dari seluruh komponennya terjaga. 

Dalam service rutin, mobil kesayangan Anda akan mendapatkan pengecekan serta pemeriksaan rutin atas semua sistem hingga komponennya. 

Jika ada yang butuh penggantian, maka akan langsung diganti. Menjaga sistem juga komponen mobil tetap baik bisa Anda lakukan dengan cara service berkala. 

2. Pencegahan Kerusakan yang Lebih Parah

Service berkala mobil 10.000 km atau kelipatan berapa saja sesuai dengan ketentuan akan sangat membantu Anda mencegah terjadinya kerusakan lebih parah pada mobil kesayangan. 

Jika memang ketika service berkala ada masalah kecil pada mobil, maka mekanik akan langsung mengatasinya demi mencegah kerusakan yang jauh lebih serius. 

Deteksi lebih dini atas masalah mobil sekaligus perbaikan lebih awal, bertujuan agar masalah tak berkembang hingga mengganggu mobil secara keseluruhan. 

3. Umur Mobil Lebih Panjang

Pernah dengan ada yang pakai mobil sama selama bertahun-tahun tapi tetap maksimal performanya? Itu gara-gara mereka melakukan setiap rincian service mobil dengan benar. 

Jika Anda juga menginginkannya, maka servis berkala sangat kami anjurkan. Dengan service rutin, maka mobil Anda akan terus dalam kondisi yang baik. 

Mesinnya tetap berfungsi optimal, komponennya terjaga, dan masalah kecil yang langsung teratasi, adalah alasan mengapa umur mobil bisa lebih panjang dan Anda tetap merasakan kenyamanan berkendara meski telah bertahun-tahun memakainya. 

4. Harga Jual Lebih Tinggi

Suatu saat, Anda pasti mengalami kebosanan dalam menggunakan mobil yang sama selama bertahun-tahun. 

Dalam dunia jual beli mobil bekas, kendaraan yang punya riwayat service rutin akan memperoleh harga yang tinggi. 

Ini menjadi bukti bahwa perawatan itu adalah nilai plus ketika ingin menjual mobil bekas kesayangan. 

Siapa yang mau mobil tak terawat dan tak rutin diservis? Mengapa? Tentu karena kalau jarang servis, maka komponennya akan sering bermasalah dan ada saja kendala yang membuat pengalaman mengendarai mobil jadi kurang maksimal. 

Maka dari itu, penting untuk memastikan service rutin mobil dan melakukan pencatatan rutin atas setiap service yang Anda lakukan. 

5. Biaya Perbaikan Lebih Murah

Apa yang harus dicek saat service mobil? Bisa kami katakan, hampir seluruh bagian pada mobil wajib mendapatkan pengecekan. 

Mesin, transmisi, kaki-kaki, dan semuanya harus dicek secara berkala. Mengapa? Guna memastikan tidak ada kerusakan yang lama Anda biarkan dan malah meningkatkan potensi kerusakan serius. 

Jika ada masalah kerusakan yang terdeteksi lebih awal dan langsung memperbaikinya, dampaknya adalah biaya perbaikan yang harus Anda keluarkan tidak terlalu besar. 

6. Irit Bahan Bakar

Service mobil secara rutin ke beberapa komponen seperti filter bahan bakar dan udara, penting untuk memastikan apakah komponen tersebut perlu Anda ganti atau tidak. 

Jika kedua filter tersebut berfungsi secara optimal, maka hasilnya adalah mobil Anda jauh lebih irit bahan bakar. 

Service Mobil Rutin Apa Saja yang Dicek? 

Demi mendapatkan seluruh manfaat  servis mobil secara rutin yang telah kami sebutkan, ada beberapa bagian yang memang harus mendapatkan pengecekan seperti: 

1. Volume Oli di Setiap Bagian Mesin Mobil 

Pertama dan paling penting adalah oli. Tujuannya tentu demi memahami apakah oli sudah waktunya Anda ganti atau tidak. 

Tidak hanya oli mesin, tapi juga oli untuk semua bagian yang ada dalam mesin seperti oli gardan, oli transmisi, dan juga oli power steering. 

2. Aki

Adapun komponen selanjutnya adalah bagian aki. Pengecekannya pun harus menyeluruh mulai dari elektrolit antara sel, kondisi air aki, penyangga, sampai dengan tingkat kelonggaran bagian aki. 

Paling penting lainnya adalah urusan voltase. Saat voltasenya melemah, maka sebaiknya ada proses penggantian aki dengan unit aki baru. 

3. Busi

Service rutin mobil juga harus memeriksa bagian busi. Memang, ini hanya komponen kecil dalam mobil. 

Meskipun kecil, tanpa busi yang bagus maka mobil Anda tak dapat menyala sama sekali. 

Biasanya, mobil tidak menyala ketika Anda starter karena busi yang kotor. Maka dari itu, penting untuk memeriksanya untuk membersihkan atau ganti saja dengan busi baru agar mobil bisa lebih mudah untuk Anda nyalakan. 

4. Filter Udara dan Bahan Bakar

Ketika melakukan service rutin, maka bagian yang akan mekanik Anda cek adalah filter udara. 

Jika memang kotor, artinya sudah waktunya membersihkan bagian tersebut. Tapi, saat kotornya sudah terlalu parah maka sebaiknya langsung ganti saja. 

Lagipula, harga filter udara juga tidak seberapa. Selain filter udara, filter bensin biasanya juga mendapatkan perlakuan yang sama. 

5. Minyak Rem dan Kampas

Kemudian, service rutin juga akan menyasar pada bagian minyak rem dan kampas rem. 

Sama halnya dengan komponen lain, kampas juga minyak rem harus mendapatkan penggantian secara berkala. 

Semakin sering Anda menggunakan mobil, maka bagian kampas rem juga semakin terkikis. 

Saat tidak menggantinya, performa pengereman akan sangat berkurang. Maka dari itu, penting untuk mengeceknya secara rutin. 

Tak lupa pula, service rutin mobil juga perlu cek minyak rem. Siapa tahu menipis karena akan berbahaya jika Anda sampai kehabisan minyak rem. 

6. Kampas Kopling

Khusus mobil manual, bagian lain yang harus melalui tahap pengecekan adalah kampas kopling. 

Biasanya proses penggantian akan dilakukan setiap 30.000 – 40.000 km telah Anda capai dalam odometer. 

Bisa kurang dari itu dan ciri bahwa Anda harus segera ganti service kopling adalah akselerasi kopling lamban, pedal koplingnya tinggi, dan kalau ganti gigi cukup berat. 

7. Fan Belt

Bagian fan belt ini juga perlu mendapatkan pengecekan mengenai keausan, kelenturan, keretakan, dan ketegangannya. 

Jika ada satu masalah di antara keempat kondisi tersebut, maka fan belt sudah wajib ganti yang baru. 

8. Throttle Body

Punya mobil injeksi? Maka, sangat penting juga untuk cek throttle body untuk memahami apakah di dalamnya ada kotoran atau tidak. 

Saat kotor, biasanya pihak bengkel akan melakukan pembersihan bagian ini memakai carbon cleaner. 

Tujuannya agar pasokan udara ke bagian ruang bakar pada mesin bisa tetap optimal. 

9. Bagian Kaki-Kaki Mobil 

Mobil sering belok-belok sendiri? Tidak bisa menyetir lurus? Mungkin masalahnya terletak pada bagian kaki-kaki. 

Komponen ini sering tidak dipedulikan oleh pengguna mobil yang awam. Padahal, di sana ada banyak komponen penting yang mempengaruhi kenyamanan berkendara. 

Misalnya saja ada tie rod, ball joint, stabilizer, bushing, dan banyak lagi. Setiap 100.000 km sekali, Anda harus mengecek dan memastikan kondisinya. 

Waktu ideal untuk service rutin mobil bagian kaki-kaki adalah 5 tahun sekali. 

10. Ban

Bagian yang paling sering mengalami kontak dengan permukaan jalan ini, juga akan aus dan termakan dalam waktu tertentu. 

Apalagi jika kebiasaan mengemudi Anda sering akselerasi mendadak, rem mendadak, dan sejenisnya. 

Hal itu akan berpengaruh pada kualitas dari ban. Jika ingin aman dan tidak selip, maka bisa ganti ban. 

Belum saatnya ganti tapi ban sudah terasa tak nyaman? Mungkin Anda perlu melakukan spooring dan balancing agar kedudukan setiap roda bisa sesuai dengan konfigurasi pabrikannya. 

Jenis-Jenis Service Mobil 

Di samping ada berbagai macam komponen yang harus Anda service secara berkala, masih ada berbagai jenis service mobil lain yang perlu Anda pahami: 

1. Tune Up

Menjadi jenis service yang tujuan utamanya demi menjaga kinerja mesin bisa tetap optimal. 

Jenis ini akan mengecek bagian filter, busi, hingga pengapian. Tune up juga berguna agar konsumsi bahan bakar bisa tetap optimal dan performanya tak menurun. 

2. Service Rutin/Berkala

Kemudian, ada jenis service rutin mobil atau berkala agar performa mobil bisa Anda jaga secara menyeluruh. Tujuan utamanya yakni menjaga kondisi dari mobil kesayangan. 

3. Service Bodi dan Cat

Terakhir, ada servis bodi dan cat jika memang sewaktu-waktu Anda mengalami kendala pada bagian eksterior mobil. 

Jenis service mobil dan biayanya bisa berbeda tergantung tipe dan bengkel tempat Anda melakukan servis. 

Kapan Harus Servis Mobil? 

Pengetahuan atas hal ini jadi begitu penting karena untuk menjaga mobil pribadi dan kesayangan. Kapan Anda harus service? 

1. Berdasarkan Jarak Tempuh

Cara paling umum adalah berdasarkan jarak tempuh. Secara umum, mobil memang butuh service setiap kelipatan beberapa ribu kilometer sekali. 

Biasanya juga bergantung pada merk mobil serta cara Anda mengemudi. Setiap mobil, bisa mengecek panduan di buku manual untuk tahu kapan harus service berdasarkan jarak tempuhnya. 

2. Berdasarkan Waktu

Waktu juga penting karena meskipun Anda jarang pakai mobil, tetap ada bagian yang mengalami degradasi dan harus mendapatkan penanganan. 

3. Kondisi Mobil 

Jika memang mobil sering Anda pakai, sering bekerja berat, mungkin servis perlu Anda lakukan jauh lebih sering daripada mobil dengan penggunaan wajar. 

Dapatkan Kondisi Mobil Bekas Terbaik di CarsGallery

Butuh mobil bekas untuk suasana baru? Sebaiknya, dapatkan unit mobil bekas terbaik di CarsGallery. 

Seluruh mobil yang ada, telah melalui tahapan inspeksi menyeluruh yang dilakukan oleh inspektor berpengalaman. 

Bahkan setiap unitnya juga memiliki garansi mesin dan juga transmisi. Ingin dapat unit mobil bekas terbaik? Tidak ada jawaban paling tepat selain dari CarsGallery. 

FAQ

Berapa bulan sekali service mobil? 

Tergantung jenis servicenya. Umumnya harus ganti oli mesin setiap 3 – 6 bulan sekali. 

Berapa biaya service rutin mobil

Bervariasi sesuai dengan apa yang diservis dan butuh penggantian. 

Harus tune up berapa bulan sekali? 

Paling tidak, setiap 30.000 – 100.000 km sekali atau 1 hingga 4 kali tune up dalam setahun. 



Exit mobile version