9 Mobil India di Indonesia, Ternyata Ada yang Laris Manis!

Terkenal dengan harga yang kompetitif serta punya desain menarik, menjadikan mobil India di Indonesia bisa kebagian ‘kue’ penjualan. 

Masyarakat memang juga semakin akrab dengan produk dari negara penghasil baja terbesar kedua di dunia ini. 

Menurut GAIKINDO, penjualan merek mobil India memang relatif kecil. Tapi, masih terdapat sejumlah model yang peluangnya besar untuk memperoleh tingkat penjualan tinggi di Indonesia. 

Secara merk, GAIKINDO mengatakan jika lima tahun lalu terdapat tiga merk yang cukup terkenal di Indonesia dari India yakni Tata Motors, Renault, dan Suzuki. Kini, semakin banyak produsen mobil India yang mulai memasarkan di Indonesia. 

Baca Juga: Mobil Terios Lama: Perkembangan Menarik di Setiap Generasi

Produk Mobil India di Indonesia

Sampai kini, masih banyak merk mobil India yang begitu eksis di Indonesia. Kepopulerannya tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya India mampu menghadirkan desain mobil ciamik dengan harga terjangkau. Apa saja? Cek di sini: 

1. Mahindra

Pertama, ada Mahindra yang juga cukup populer di Indonesia. Bisa dibilang, merk ini adalah salah satu yang terbesar di negaranya sendiri. 

Menariknya, produsen asal India ini juga telah menembus pasar Australia, Afrika Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, bahkan juga berani bertanding di pasar Eropa. 

Merk mobil satu ini milik Mahindra Bersaudara dan Malik Ghulam Mohammed. Pabriknya mulai berdiri tahun 1945 dan menjadi pabrik perakit Willys Jeep khusus di India. 

Kemudian, Mahindra merambah ke pasar sepeda motor, traktor, sparepart, dan sejumlah sektor lain. Hingga akhirnya 1979 menjadi momen terbaik karena Mahindra punya lisensi membuat Diesel Peugeot 4-Silinder serta transmisi. 

Setelahnya, mereka juga merancang sekitar 20 model kendaraan. Contohnya adalah Scorpio dan Bolero. 

Memang, Mahindra bukan termasuk mobil India murah di Indonesia karena mereka menyasar kalangan menengah ke atas sejak 2019 lalu. 

Adapun jenis yang mereka jual adalah kendaraan mobil pick up atau kendaraan komersial saja yakni Scorpio. 

Kendaraan ini hadir dengan kabin tunggal dan kabin ganda yang bisa Anda pilih. Di pasar global, ini yang terlaris. 

Soal harga, double cab-nya sekitar Rp318 jutaan dan single cab-nya jelas lebih murah, yakni Rp270 jutaan. Ada juga Bolero Maxi Truck yang harganya Rp336,5 jutaan. 

2. Hindustan Motors

Selanjutnya, ada Hindustan Motors yang menjadi salah satu produsen mobil tertua yang ada di India. Pada tahun 1957, mereka hadir dengan mobil ikonik yang namanya Abassador. 

Terinspirasi dari Morris Oxford asal Inggris, Abassador bisa bertahan kurang lebih 50 tahun. 

Sampai tahun 2014, akhirnya mereka menutup pabrik karena tingkat penjualan yang rendah. 

Namun, tahun 2017 Hindustan Motors terbeli oleh induk usaha Peugeot, Citroen, dan DS yang bernama PSA Group. Kini, mobilnya juga cukup populer di Indonesia. 

3. Maruti Suzuki

Sebenarnya, mobil India di Indonesia ini saham terbesarnya ada di tangan Suzuki. Dominasi Maruti di India, menjadikan penjualan Suzuki semakin baik. 

Maruti Suzuki juga cukup populer di Indonesia karena memang pemegang saham terbesarnya mengekspor cukup banyak produk ke Indonesia. 

Dari laman berita lokal di India, tersebut bahwa Maruti berdiri 1981 dan pada 1982 Suzuki baru masuk menjadi salah satu pemegang sahamnya. 

Sedari awal, sebenarnya Maruti hanya bekerja sama untuk impor mobil Suzuki saja. 

Soal terkenal atau tidaknya produk Maruti Suzuki ini, Anda mungkin telah mendengar sejumlah nama yang begitu populer di Indonesia. 

Contohnya adalah Ertiga, Grand Vitara, Ignis, dan XL yang menjadi produk impor Indonesia dari pabrikan Maruti Suzuki di India. 

Soal harga mobil India di Indonesia satu ini memang juga menyasar kelas menengah ke atas karena ada di kisaran Rp230 jutaan – Rp390 jutaan untuk setiap unit mobil barunya. 

Baca Juga: Perbedaan Honda HRV dengan BRV, Lebih Bagus Mana?

4. Tata Motors

Meskipun menurut JawaPos penjualan mobil India Tata semakin merana, tetap tidak menutup kemungkinan bahwa di kemudian hari produsen mobil satu ini menampilkan taringnya. 

Tata Motors menjadi mobil India di Indonesia yang cukup populer. Pabrikannya juga punya sejumlah mobil lain seperti Jaguar yang kala itu terbilang mewah dan juga Land Rover. 

Produsen asal India ini hadir di Tanah Air sekitar September 2013 yang lalu. Kendaraan pertama yang hadir di sini cukup lengkap yakni dari tipe MPV, SUV, bahkan Hatchback. 

Unitnya yakni bernama Aria, Vista, dan Safari Storme. Vista, menjadi mobil yang menargetkan pasar anak muda dengan kapasitas 1.400 cc. 

Aria, menjadi model mobil MPV dengan diesel 2.200 cc. Beda dengan Safari Storme yang merupakan SUV dengan sasaran orang dengan kebutuhan durabilitas lebih tinggi meskipun masih sama-sama 2.200 cc. 

Bisa kami bilang bahwa ini adalah mobil India yang harganya sangat terjangkau. Tata Vista, sekitar Rp129 jutaan saja. Kemudian, untuk Aria dan Safari Storme hanya Rp249 jutaan – Rp279 jutaan. 

Namun, Tata Motors akhirnya mengubah strategi dengan hanya menjual mobil komersial saja di tahun 2017. 

Alasannya karena persaingan segmen mobil penumpang di Indonesia sangat ketat sehingga menyulitkan Tata Motors mengerek penjualannya. 

Kini, mobil Tata Motors hanya menyasar kendaraan komersial seperti pickup single maupun double cabin. Sampai juga dengan truk ukuran sedang dan besar. 

Contohnya seperti Proma ACE, Tata Ultra, LPT 913, Xenon Super ACE, dan LP 713. 

5. Renault

Jangan salah, meskipun Renault merupakan mobil dari Prancis, mobil-mobilnya yang ada di Indonesia itu impornya dari India. 

Alasan utamanya jelas yakni karena Renault sendiri punya dua sumber pabrik yakni Tiongkok dan India. Pabrik ini menjadi yang terbesar yang dimiliki oleh Renault selain di Perancis. 

Mobil-mobil Renault yang ada di Indonesia Renault Duster 4×2 dan Renault Duster 4×4. 

Selain itu, ada juga Renault Triber yang merupakan low MPV dengan kapasitas sampai 7 penumpang. 

Davy J. Tulian, selaku COO Maxindo Renault Indonesia, mengatakan jika Renault Triber itu ia bawa dari India dalam bentuk impor utuh. 

Sebutan lainnya adalah Completely Built Up atau CBU. Memang, harganya masih terbilang tinggi di Indonesia karena tidak mengimpor parts dan merakitnya di Indonesia. 

Baca Juga: 4 Perbedaan Kijang LGX dan LSX, Cek Sebelum Membeli

6. Hyundai, KIA, Volkswagen, dan Jeep

Kaget? Santai dulu, berbagai merk mobil ini juga ada yang diproduksi di India. GAIKINDO sendiri merilis laporan bahwa dari 47.799 unit mobil yang impor, 8.652 unit di antaranya itu datang dari India. 

Namun, memang nilai unit terbanyak itu datang dari Suzuki yakni 8.171 unit. Sisa angka lainnya di antaranya KIA dengan total 411 unit, Volkswagen 69 unit, dan Hyundai i10. 

Sepertinya, memang tak semua mobil India di Indonesia bukan merupakan produsen dari Bollywood itu sendiri, melainkan banyak hasil kerja sama dengan produsen mobil ternama di dunia. 

Butuh Mobil Bekas? Kunjungi CarsGallery!

CarsGallery akan menyediakan berbagai jenis kebutuhan mobil bekas berkualitas untuk Anda. Kami jamin, semua mobil yang ada masih dalam kualitas prima!

FAQ

Apakah ada mobil buatan India harga 25 juta

Ada. Namanya adalah Tata Nano yang merupakan produk dari Tata Motors. Harganya Rp24 jutaan – Rp28,9 jutaan. 

Apa merk otomotif dari India yang populer di Indonesia? 

Ada Suzuki, Tata Motors, dan Renault. 

Apakah mobil India bagus? 

Banyak yang bagus, apalagi jika pabrikan ketiga mobil yang populer di Indonesia.

13 Nama Merk Mobil Buatan Indonesia, Ada yang Sudah Ekspor!

Indonesia sebenarnya bisa ikut dalam percaturan kompetisi industri otomotif. Pasalnya, terdapat beberapa nama merk mobil buatan Indonesia yang sudah cukup terkenal. 

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi mobil dari produsen kenamaan Jepang, Amerika, Eropa, dan bahkan China, cukup sulit untuk keep up dengan perkembangan yang ada. 

Meskipun masih belum bisa bertanding dalam area yang sama dengan produsen mobil luar negeri yang terkenal, tapi setidaknya Indonesia telah berinovasi untuk membuat mobilnya sendiri. 

Baca Juga: Deretan Tipe Daihatsu Taruna yang Bagus Lengkap dengan Harga

Daftar Nama Merk Mobil Buatan Indonesia

Rata-rata nama mobil buatan Indonesia memang sudah banyak yang berhenti produksi. Tapi, setidaknya bagi para pecinta otomotif harus tahu betul soal mobil yang diproduksi oleh anak bangsa ini: 

1. Maleo

Menjadi salah satu yang paling terkenal, konsep Maleo ini pencetusnya adalah BJ. Habibie. 

Kala itu, beliau tengah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi tahun 1993. Benar, mobil ini muncul saat era Presiden Soeharto. 

Penamaan mobil Maleo sendiri bukan tanpa alasan. Pasalnya, nama Maleo itu sendiri dari nama burung yang ada di Sulawesi. 

Tercanang sebagai mobil nasional, pengembangannya mengajak serta pabrikan Rover asal Inggris, serta sejumlah nama perusahaan lain. 

Tapi, setiap komponen yang ada dalam Maleo adalah hasil karya IPTN, Pindad, dan Krakatau Steel. 

Desainnya khas Eropa, mobil ini juga punya kapasitas 1.200 cc tiga silinder. Soal kecepatan maksimalnya lumayan, yakni 140 km/jam. 

Dulu, tahun 1997 Maleo harganya Rp25 juta. BJ Habibie sebenarnya mau memproduksi Maleo dengan versi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, yakni hidrogen. 

Namun, belum terwujud karena BJ Habibie harus fokus menggantikan Soeharto sebagai presiden dan hanya menjabat dalam waktu singkat. 

2. Morina

Salah satu dari sekian banyak nama nama merek mobil buatan Indonesia yang jangan sampai kita lupakan adalah Morina. 

Nama mobil ini merupakan akronim dari Mobil Rakyat Indonesia. Hingga kini, pick-up serba guna satu ini memang sangat terkenang. 

Morina merupakan mobil hasil dari PT Garmak Motor. Adapun komponen-komponen dalam mobil itu sendiri sudah merupakan produksi dalam negeri. 

Misalnya sasis, bodi, aki, dan juga ban sudah karya anak bangsa. Suspensinya juga telah per keong, maka untuk ukuran mobil saat itu sudah cukup empuk. 

Kabarnya, Morina ini terus kalah bertarung saat itu dengan banyaknya mobil berkualitas dari luar negeri. 

3. MR90 

Sepertinya, MR90 juga jangan sampai kita lupakan. Ini adalah hasil kolaborasi dengan Mazda yang memang membuat proyek kendaraan memakai nama MR 90. 

Khas penamaan mobil jaman dulu, nama tersebut merupakan singkatan dari Mobil Rakyat 90-an. 

Versi yang diambil adalah Mazda 323 Hatchback. Idenya adalah saat Subronto Laras menjabat posisi Komisaris Indomobil. 

Soebronto mengajak Mazda agar mau menghasilkan mobil buatan Indonesia pertama untuk kategori sedan. Ternyata, ketika produksi dan sudah masuk ke tahapan penjualan, hasilnya jauh dari target. 

Khas mobil zaman itu juga, kapasitasnya 1.300cc. Mobil ini menjadi kurang peminat terutama karena banyaknya aturan yang ada di Indonesia. 

Bahkan, harganya ketika itu memang lebih mahal daripada Toyota Kijang. Hal ini kemudian membuat MR90 jadi kurang punya peminat. 

Toyota Kijang yang juga salah satu nama merk mobil buatan Indonesia, harganya Rp18 juta. Tapi, Mazda MR90 ini Rp22 juta. Padahal, tanpa terkena pajak barang mewah, harganya bisa Rp12 juta saja. 

4. Timor dan Bimantara

Aturan soal mobil nasional muncul tahun 1996 soal Pembangunan Industri Mobil Nasional. 

Sesaat setelah aturan ini terbit, muncul merk Timor dan Bimantara. Penamaan kedua mobil ini berdasarkan nama putra Presiden Soeharto. 

Timor adalah singkatan Teknologi Industri Mobil Rakyat. Ada di bawah naungan PT Timor Putra Nasional yang merupakan milik Tommy Soeharto. 

Lantaran statusnya sebagai mobil nasional (mobnas), akhirnya mobil ini bebas pajak dan bea lain yang umumnya diterapkan buat mobil lainnya. 

Kemudian, ada Bimantara yang merupakan nama merk mobil di Indonesia. Masih sama, pencetusnya adalah putra dari Presiden Soeharto, yakni Bambang Trihatmodjo yang mengepalai PT Citra Mobil Nasional. 

Meskipun begitu, mobil ini bukan benar-benar produksi Indonesia karena hasil rebadge. 

Mobil Timor, merupakan hasil Rebadge Kia Sephia, bikinan Korea Selatan. Sedangkan Bimantara, menjadi rebadge dari mobil Hyundai Accent (X3) yang juga merupakan produk mobil Korea. 

Namun, nama merk mobil buatan Indonesia ini hanya rebadge saja tanpa berupaya untuk memproduksinya secara lokal. 

Akhirnya, tahun 1998 WTO memutuskan jika mobnas ini melanggar aturan pada perdagangan bebas di dunia. 

5. Mobil Esemka

Siapa yang tidak kenal dengan mobil buatan Indonesia Esemka ini? Sepertinya, di dunia otomotif sudah begitu populer. 

Awalnya, ekspektasi atas menjadikannya sebagai mobil nasional memang cukup tinggi. Pasalnya, Esemka ini memang benar-benar buatan anak bangsa sendiri. 

Pabrik dari Esemka itu sendiri punya kapasitas sampai 12.000 unit per tahun. Menariknya, akar dari produksinya adalah project pada sejumlah SMK di Indonesia. 

Dengan latar belakang ini, akhirnya proyek nama merk mobil buatan Indonesia sedikit demi sedikit terwujud. 

Sudah ada banyak model yang mereka rilis. Misalnya ada SUV dan pick up. Semua modelnya juga menampilkan performa, desain, hingga kenyamanan masing-masing. 

Menurut beberapa penggunanya, mobil Esemka ini memberi pengalaman yang tidak akan mereka lupakan. 

Pihak yang memproduksinya adalah PT. Solo Manufaktur Kreasi. Inisiasi awalnya sudah sejak 2007. Di tahun 2019, pabriknya resmi dan menjadi momen penting untuk pengembangan mobil nasional lebih lanjut. 

Sampai kini, Esemka telah berhasil untuk memproduksi Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. Harga mobil buatan Indonesia ini di kisaran Rp260 – Rp270 jutaan. 

Baca Juga: Ini Pilihan Tipe Mobil Avanza dari Terendah Sampai Tertinggi

6. AMMDes

Soal nama mobil buatan Indonesia satu ini, mungkin Anda belum terlalu akrab. AMMDes adalah Alat Mekanis Multiguna Pedesaan. 

Mobil ini sekaligus menunjukkan fungsi dari namanya, yakni demi kebutuhan pertanian di pedesaan. 

Menariknya, mobil satu ini benar-benar hasil rancangan dari talenta terbaik di Indonesia. Bukan rebadge atau sejenisnya. 

Mau tahu mobil Indonesia yang juga terkenal di dunia? AMMdes adalah salah satunya. Pasalnya, mereka sudah ekspor 10.000 unit lebih di kurun waktu lima tahun. 

Soal kemampuan utamanya adalah pengangkatan beban. AMMDes ini mampu mengangkut sampai 700 kilogram. Akhirnya, memang menjadi armada terbaik untuk transportasi di bidang pertanian. 

7. Beta 97

Kemudian, ada Beta 97. Produsennya adalah PT Bakrie Motor. Mereka menggarap juga mobil buatan Indonesia. 

Proyek ini, tapi berhenti karena krisis moneter era itu yang memang cukup mengguncang perekonomian Indonesia. 

Selama sembilan bulan, mobil ini sudah melewati sejumlah tahapan uji coba. Misalnya tes di bagian bodi, sistem kelistrikan, suspensi, sampai dengan rangkaian tes lain. 

Namun, begitu disayangkan karena alasan krisis moneter produksi Beta 97 harus berhenti. 

8. Kancil 

Nama merk mobil buatan Indonesia selanjutnya adalah Kancil. Mobil ini merupakan hasil dari PT. Karunia Abadi Niaga Citra Indonesia Lestari. 

Tepatnya tahun 1999, Kancil mulai mengorbit di Indonesia. Khas mobnas tahun 90-an, pastinya nama ini adalah akronim. 

Kancil merupakan akronim dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah. Mobilnya berukuran kecil, maka hanya bisa angkut maksimal empat penumpang saja. 

Efektivitasnya juga hanya akan terasa di kawasan perkotaan dan hanya sebagai kendaraan pribadi. 

9. Tawon

Inspirasi bisa datang dari mana saja termasuk dari serangga terbang yang sengatannya cukup bikin kerepotan. Ada mobil Tawon yang merupakan buatan Indonesia. 

Tawon, adalah hasil dari PT. Super Gasindo Jaya di 2010 lalu. Konsepnya yang sangat unik menjadikan banyak orang yang awalnya cukup melirik mobil satu ini. 

Mobil Tawon bisa jadi alternatif khusus masyarakat di pedesaan. Apalagi, klaimnya adalah Tawon punya tingkat efisiensi penggunaan bahan bakar alias irit. 

10. Selo

Memang ada cukup banyak mobil buatan Indonesia, hanya saja masih banyak yang belum notice atau mengetahuinya. 

Salah satu contohnya adalah Selo yang muncul tahun 2013 lalu. Ricky Nelson adalah orang yang merancang mobil satu ini. 

Bertipe supercar, dari segi eksteriornya saja mobil ini memberikan tampilan yang identik dengan Lamborghini dan Ferrari. 

Bedanya adalah supercar yang tenaganya menggunakan listrik. Soal kecepatan bisa melajui sampai 250km/jam. 

11. Tucuxi

Indonesia sepertinya memang begitu gacor dalam menghasilkan mobil listrik. Pasalnya, memang ada banyak nama merk mobil buatan Indonesia bertenaga listrik. 

Salah satunya adalah Tucuxi yang cukup menarik perhatian publik kala itu. Mobil ini merupakan hasil dari seorang alumni ITS Surabaya. 

Ia adalah Danet Suryatama, sosok yang mengenalkan Tucuxi tahun 2012. Pengenalan mobil ini atas dasar permintaan dari Dahlan Iskan yang pada tahun tersebut masih menjadi Menteri BUMN. 

Tucuxi sendiri sudah memakai baterai Lithium Iron Phosphate yang terkenal sebagai baterai yang tahan untuk menempuh jarak cukup jauh. 

Dalam sekali pengisian daya saja, Tucuxi mampu mencapai 321 kilometer yang mana sudah cukup bagus untuk kategori mobil listrik. 

Baca Juga: Kekurangan Dari Mobil Listrik

12. GEA 

Kemudian, ada GEA (Gulirkan Energi Alternatif) yang merupakan hasil dari pengembangan PT INKA. 

Mesin yang mereka pakai adalah Rusnas (Riset Unggulan Strategi Nasional) yang mana merupakan proyek BPPT. 

Dengan kapasitas mesin 640 cc, tentu GEA menjadi opsi city car terjangkau. Apalagi, harganya memang begitu murah yakni Rp45 jutaan. Sayangnya, kini nama GEA sudah tidak terlalu terdengar karena alasan tertentu. 

13. Mahesa

Pabrik atau produsen mobil asal Indonesia sepertinya begitu memahami berbagai jenis kebutuhan di area pedesaan. 

Terbukti dengan hadirnya Mahesa yang merupakan mobil untuk aktivitas di desa-desa. Perancangnya adalah Sukiyat. 

Kini, Mahesa sudah hadir dengan tiga varian model: double cabin, pick up, dan juga pertanian. 

Soal kapasitasnya memang tak terlalu besar yakni 650 cc dengan diesel 1 piston. Harganya jelas sangat terjangkau karena start dari Rp50 jutaan saja untuk satu modelnya. 

Ternyata, kita semua patut berbangga atas banyaknya nama merk mobil buatan Indonesia yang bahkan sudah berhasil ekspor ribuan unit. 

Berencana Beli Mobil Bekas? Sebaiknya ke Sini!

Jika Anda tertarik membeli mobil bekas, sebaiknya pilih penyedia terpercaya agar dapat unit mobil yang masih berkualitas. 

CarsGallery bisa menjadi pilihan terbaik dengan beragam pilihan unit mobil mulai dari tipe, jenis, model, hingga tahun keluaran yang begitu lengkap. Cek sekarang!

FAQ

Indonesia memproduksi mobil apa saja? 

Banyak, di antaranya Morina, Maleo, Esemka, hingga Mahesa. 

Berapa harga mobil Esemka? 

Mulai dari Rp260 jutaan. 

Apa mobil pertama buatan Indonesia? 

Mobil Mitra atau Mini Transport Rakyat.

Apakah Pertamax Lebih Irit dari Pertalite? Ini Jawabannya!

Perdebatan soal apakah Pertamax lebih irit dari Pertalite sepertinya jadi menarik untuk kami bahas. 

Pasalnya, masih ada yang cukup dilema saat harus mengisi mobil atau kendaraannya dengan Pertalite atau Pertamax. 

Ada yang hanya berpikir mengisi Pertalite karena harganya terjangkau, tapi tak jarang juga yang memilih Pertamax demi kualitas pembakaran yang optimal. 

Sebenarnya, mana yang jauh lebih irit dan apakah ada alasan di balik lebih iritnya suatu jenis bahan bakar? Mari, simak di sini. 

Baca Juga: 7 Jenis Baterai Mobil Listrik yang Ada di Pasaran, Apa Saja? 

Apakah Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

Dalam beberapa sumber memang ada dua perbedaan pendapat. Ada yang berkata Pertamax lebih irit, tapi juga beberapa berkata masih lebih irit Pertalite jika mobil yang diisi sudah cukup menggunakan Pertalite saja. 

Namun, secara garis besar pertanyaan lebih irit Pertamax atau Pertalite untuk mobil punya jawabannya, yakni Pertamax dengan alasan yang begitu masuk akal. 

Salah satu alasannya yakni dari segi RON dari masing-masing bahan bakar. RON pada Pertamax memang lebih tinggi daripada RON atau oktan Pertalite. 

Pada Pertamax, nilai oktannya adalah 92. Sedangkan nilai oktan pada Pertalite yakni 90. 

Memang, hanya selisih sedikit. Tapi, bisa menghasilkan performa yang berbeda untuk proses pembakaran. 

Alasan paling masuk akalnya karena dengan tingginya RON pada Pertamax, membuatnya jauh lebih memiliki efektivitas pada proses pembakaran. 

Sehingga, hasilnya adalah Pertamax memang lebih irit penggunaannya daripada pemakaian Pertalite untuk berbagai jenis kendaraan bermotor.

Baca Juga: 6 Kekurangan Mobil Listrik yang Perlu Dipertimbangkan! 

Kenapa Pertamax Lebih Irit dari Pertalite?

Dari uraian di atas, sebenarnya ada satu alasan yang membuat Pertamax lebih irit daripada bahan bakar Pertalite yang menjadi pengganti bensin. Namun, alasan detailnya bisa Anda temukan di sini: 

1. Nilai RON 

Alasan pertama sudah tentu dari segi nilai RON atau oktan yang terkandung dalam masing-masing jenis bahan bakar. 

Sudah jadi rahasia umum bahwa RON di Pertamax itu lebih tinggi. Nilainya adalah 92. Sedangkan RON di Pertalite dua angka lebih rendah daripada RON Pertamax yakni 90. 

Pada Pertamax, nilai RON-nya ini standarnya internasional. Begitu disarankan buat kendaraan dengan kompresi 10:1 – 11:1. 

Bahkan, Pertamax akan bekerja jauh lebih baik untuk kendaraan termasuk mobil yang sudah ada teknologi Electronic Fuel Injection (EFI) atau sederhananya, sudah injeksi. 

Semakin besar nilai RON suatu bahan bakar, maka semakin tinggi juga kualitas pembakaran dari suatu mesin. Baik itu pembakaran di mesin mobil dan juga motor. 

Jika ada RON 92, maka campurannya adalah 92 persen iso-oktana dan 8 persen n-heptana. Semakin kecil campuran n-heptana, maka kerak yang timbul akibat pembakaran juga lebih kecil. 

Hasilnya yakni 92 persen sisanya akan lebih sempurna terbakar. Dengan kata lain, keraknya lebih sedikit, tapi performanya lebih baik. 

Kecilnya kerak yang timbul ini juga meminimalisir masalah di pembakaran mesin sehingga tak heran, pembakaran jauh lebih optimal. 

2. Deterjen di Masing-masing Bahan Bakar

Ternyata, kandungan deterjen di setiap jenis bahan bakar juga berpengaruh atas irit atau tidaknya penggunaan. 

Kandungan deterjen Pertamax ini juga lebih tinggi daripada pengganti Premium, yakni Pertalite. 

Bukan deterjen untuk cuci baju, tapi deterjen di sini tujuannya lebih pada zat yang dapat membersihkan kerak karbon di bagian ruang pembakaran. 

Jadi, jika hasilnya lebih tinggi maka ruang bakar mesin jadi lebih bersih dan kinerjanya pasti optimal. 

Kandungan deterjen yang rendah di Pertalite, mengakibatkan kurang mampunya membersihkan kerak karbon, alhasil butuh lebih banyak cairan untuk membersihkannya agar lebih lancar. 

Maka dari itu, penggunaan satu liter Pertamax bisa berbeda dengan satu liter Pertalite. 

Jika saluran bersih dari kerak karbon, maka kinerja dari mesinnya juga lebih lancar. Sama halnya dengan service rutin pada kendaraan, maka hasilnya jauh lebih irit menggunakan Pertamax daripada Pertalite. 

Baca Juga: 6 Kelebihan Mobil Listrik, Lebih Ramah Lingkungan!

3. Kandungan Etanol

Soal etanol, Pertalite lebih tinggi. Tapi, ini bukan bermakna baik melainkan bisa berdampak buruk. 

Kandungan etanol yang tinggi di Pertalite ini bisa mengakibatkan korosi ke bagian logam mesin kendaraan Anda. 

Kemudian, korosi bisa menyebabkan kinerja mesin rusak jika terus-menerus terjadi. Umur mesin juga lebih pendek dan konsumsi bahan bakarnya jelas lebih banyak. 

Maka dari itu, penggunaan Pertamax bisa lebih irit karena kandungan etanolnya lebih rendah. 

4. Warna Cairan dan Efektivitas Pembakaran

Benar, jarak tempuh Pertamax vs Pertalite lebih baik Pertamax karena warna cairan dan efektivitas pembakarannya. 

Menurut sumber, warna ini bukan sekadar pembeda. Tapi, juga ada pengaruhnya buat mesin. 

Bahan bakar dengan warna tertentu memang berpengaruh ke efektivitas pembakaran mesin. Dalam hal ini, Pertamax juga lebih baik. 

Butuh Mobil yang Mesinnya Masih Terjaga? Ini Solusinya!

Memahami apakah Pertamax lebih irit dari Pertalite ini sebenarnya berguna agar lebih paham kondisi mesin kendaraan. 

Jika lebih sering menggunakan Pertamax, maka jelas kondisi mesinnya lebih baik. Anda bisa memperoleh mobil bekas dengan kondisi serupa di CarsGallery – Tempat Jual Beli Mobil Bekas. Dijamin puas!

Pembatasan Pembelian Pertalite Berlaku 17 Agustus 2024?

Kabar mengenai pembatasan pembelian Pertalite mulai ramai menjadi perbincangan. Apalagi, ada kabar jika prosesnya tarik-ulur yang membuat banyak pihak jadi bingung dengan penerapannya. 

Pembatasan untuk BBM Pertalite ini sebenarnya telah selesai pembahasannya menurut Luhut Binsar Pandjaitan. Tapi, masih belum tahu kapan penerapan pembatasan tersebut akan berlaku. 

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Pandjaitan mengabarkan bahwa ketetapan ini berlaku mulai 17 Agustus 2024. 

Pembatasan mengenai pembelian BBM bersubsidi ini merupakan akibat dari APBN yang tengah mengalami defisit. Perkiraannya juga akan terus melebar sampai akhir tahun 2024. 

Baca Juga: Daftar Mobil Baru di GIIAS 2024, Siapkan Budget Anda!

Presiden Sebut Belum Ada Pemikiran Pembatasan

Pembatasan Pertalite mulai kapan? Sebelum menjawabnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dari pemerintah sendiri belum ada keputusan soal ini. 

“Ndak, belum ada pemikiran ke sana (pembatasan BBM). Belum rapat juga,” kata Jokowi ketika pers mewawancarainya sebelum ke Abu Dhabi. 

Setali tiga uang dengan pernyataan Jokowi, Arifin Tasrif selaku Menteri ESDM juga menyatakan bahwa belum ada rencana pembatasan pada tanggal yang dikatakan Menko Marves Luhut Panjaitan. 

“Nggak ada batas-batas 17 Agustus,” kata Arifin Tasrif ketika ada di Kantor Kementerian ESDM. 

Menurutnya, mengenai revisi Perpres 191/2014 yang mengatur soal Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM masih ada di pembahasan beberapa menteri.

“Masih di antara tiga menteri,” lanjutnya. 

Rencana awal pembatasan BBM jenis Pertalite ini mulai menjadi perbincangan ketika Luhut Binsar Pandjaitan memberi wacana soal berlakukan pembatasan. 

Namun, Menko Marves juga tidak secara detail menjelaskan soal pembatasan tersebut. 

“Dan juga, pemberian subsidi yang tidak pada tempatnya. Sekarang pertamina sedang menyiapkan. Harapan kita 17 Agustus ini sudah bisa mulai. Di mana orang yang tak berhak dapat subsidi bisa kita kurangi,” menurut Luhut pada akun media sosialnya. 

Begitu juga dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menyebut jika tak ada rencana pembatasan seperti wacana yang tersebar pada 17 Agustus 2024. 

Dia juga menegaskan jika pemerintah baru merencanakan sosialisasi agar BBM bersubsidi bisa tepat sasaran dari 1 September 2024. 

Baca Juga: BYD Yangwang U8: Spesifikasi, Fitur, dan Harga Lengkap!

Ketentuan Mobil dan Motor yang Tidak Boleh Mengisi Pertalite

Apakah Pertalite termasuk bahan bakar bersubsidi? Benar, bahan bakar dengan RON 90 ini masih menerima subsidi dari pemerintah. 

Maka dari itu, pemerintah punya kewenangan untuk mengatur pembatasan bahkan menentukan harga dari BBM tersebut. 

Sebelum wacana pembatasan pembelian Pertalite ini mencuat, sebenarnya ada ketentuan mengenai pemberlakuannya. 

Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, mengungkapkan jika pembatasan ini berlaku untuk mobil yang mesinnya lebih dari 1.400 cc serta sepeda motor dengan mesin lebih dari 150 cc. 

Jika memang skenario ini benar-benar berlaku, maka cukup banyak mobil dan motor yang tidak akan memperoleh izin mengisi Pertalite. 

Baca Juga: Harga BYD Seal Terbaru dan Lengkap di Indonesia

Mobil dan Motor yang Masih Bisa Menggunakan Pertalite

Akhirnya, jika keputusannya akan diterapkan terdapat sejumlah nama mobil dan motor yang memenuhi ketentuan. Intinya, mobilnya tidak sampai 1.400 cc dan kapasitas mesin motor tidak lebih dari 150 cc. Berikut daftarnya: 

Mobil 

  • Agya
  • Calya
  • Raize 
  • Avanza
  • Ayla 
  • Sigra
  • Sirion
  • Rocky
  • Xenia 
  • Ignis
  • S-Presso
  • Brio
  • Picanto
  • Seltos
  • Rio
  • Formo S1
  • Kicks e-Power
  • Magnite
  • Peugeot 2007
  • Audi Q3

Motor

  • Vario 125
  • Honda Scoopy
  • Honda Beat
  • Yamaha Fazzio
  • Beat Street
  • Honda Genio

Tempat Jual Beli Mobil Bekas Terbaik

Jika Anda membutuhkan unit mobil bekas berkualitas dengan garansi, CarsGallery – Tempat Jual Beli Mobil Bekas adalah pilihan yang tepat. Segera hubungi sekarang!

Suzuki Stop Jual Ignis di Indonesia, Apa Alasannya? 

Suzuki Ignis telah tak nampak di situs resmi Suzuki Indonesia. Hal ini menjadi tanda bahwa kabar Suzuki stop jual Ignis di Indonesia memang benar terjadi. 

Ignis menjadi salah satu produk Suzuki yang impor dari India. Berada di antara S-Presso dan Baleno, akhirnya mobil yang awal rilis tahun 2017 ini harus tersuntik mati karena sejumlah alasan. 

Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga telah menyatakan hal ini benar bahwa Ignis tidak akan lagi ada di pasar Indonesia. 

“Iya, Ignis telah di-discontinue dari market Indonesia,” ujar Harold Donnel selaku CMO SIS. 

Baca Juga: Mobil Listrik Chery Omoda 5EV: Spesifikasi dan Harganya

Berhenti karena Alasan Sudah Beda Strategi

Menurut sejumlah kabar, penghentian Ignis di pasar Indonesia karena alasan strategi maupun rencana penggantiannya dengan Suzuki Fronx yang merupakan unit CKD Indonesia. 

Hal ini juga sesuai dengan kata Harold CMO SIS bahwa strateginya memang sudah berbeda. 

Ia mengatakan bahwa Suzuki akan lebih berfokus pada kendaraan elektrifikasi alias Electric Vehicle. 

“Sesuai dengan rencana korporasi kami yang bertahap mengambil fokus pada produk terelektrifikasi. Contohnya adalah XL7 Hybrid dan Ertiga Hybrid. Selain itu juga memperkuat keberadaan model buatan dalam negeri,” kata Harold.  

Memang, penjelasan soal penggantian Suzuki Ignis dengan Fronx tidak menjadi pernyataan langsung. 

Namun, Fronx hanya berpotensi besar menjadi SUV dengan teknologi Mild Hybrid. 

Baca Juga: Review Toyota Rush: SUV Murah tapi Fitur Melimpah

Ingin Menguatkan Model Produksi di Dalam Negeri

Selaku CMO, Harold juga mengatakan ada alasan lain mengapa produksi Suzuki Ignis berhenti dan tak akan ada lagi di market Indonesia. 

Alasannya karena Suzuki ingin menguatkan model-model yang produksinya ada di dalam negeri. 

Memangnya, Suzuki Ignis dibuat dimana? Mobil yang selama ini telah meramaikan pasar otomotif di Indonesia ini adalah hasil impor dari India. Tentunya, produksinya dari India. 

“Kami ingin memperkuat adanya model-model yang produksinya ada di dalam negeri,” ujar Harold. 

Ignis menjadi salah satu dari banyaknya produk Suzuki yang merupakan produk Impor dari India. 

Hingga kini, ‘teman-teman’ dari Ignis yang masih ada di pasaran seperti Baleno, Grand Vitara, S-Presso, Jimny 5 Doors, semuanya adalah impor dari India. 

Sedangkan untuk produk Suzuki yang produksinya di dalam negeri adalah Ertiga, Carry, XL7, dan APV. 

Besar kemungkinan bahwa di kemudian hari, Suzuki akan lebih menguatkan penetrasinya di pasar Indonesia dengan model produksi lokal. 

Baca Juga: Daftar Harga Toyota Gazoo Racing di Indonesia Tipe Terbaru

Menambah Daftar Mobil Impor India yang Tersuntik Mati 

Ignis pertama kali hadir di pasar Indonesia 17 April 2017. Dari sejarah modelnya, generasi pertama hadir tahun 2000 dan berhenti produksi 2008. Ignis lahir menjadi penerus Suzuki Splash yang produksinya berakhir pada 2018 lalu. 

Kabar Suzuki stop jual Ignis di Indonesia ini sekaligus menambah daftar mobil Suzuki impor dari India yang tersuntik mati di Indonesia. 

Namun, jika Anda masih ingin mendapatkan unitnya, pastikan membeli di CarsGallery yang merupakan tempat jual beli mobil bekas berkualitas. Unitnya sudah lolos inspeksi dan kondisinya pasti prima!

VinFast Bangun Pabrik Mobil Listrik di Subang, Ini Alasannya

VinFast akhirnya memilih lokasi pabrik perakitan mobil listriknya di Indonesia. Menariknya, VinFast bangun pabrik mobil listrik di Subang yang terbilang cukup unik. 

Pasalnya, VinFast bukan mengikuti produsen otomotif lain yang mendirikan pabriknya di kawasan Industri seperti Karawang dan Cikarang. 

Alasannya karena banyak hal. CEO dari PT VinFast Automobile Indonesia yakni Temmy Wiradjaja mengatakan jika ini memang strategi dari perusahaannya. 

Baca Juga: Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

CEO VinFast Indonesia Nilai Lokasinya Strategis

Temmy Wiradjaja memberikan penjelasan bahwa strategi ini terpilih karena perusahaannya melihat peluang besar di Subang. 

Apalagi, lahan yang tersedia di sana memang terbilang ideal yakni 170 hektar. 

“Ini merupakan kawasan strategis. Kita ada struktur yang berkembang di samping memanfaatkan dan memaksimalkan insentif pemerintah untuk harus punya pabrik di sini,” kata Temmy di Subang. 

Selain itu, Temmy juga mengatakan bahwa Subang menjadi lokasi yang pas lantaran pabrikan komponennya masih sejalur. 

“Di sepanjang jalan ini juga terdapat pabrikan komponen yang juga satu jalur untuk saling mendukung,” ujar Temmy. 

Baca Juga: 4 Cara Kerja Mobil Listrik Beserta Komponen dan Jenisnya

Chairman Vingroup juga Berkata Hal yang Sama

Selain oleh CEO VinFast Indonesia, Chairman Senior Advisor Vingroup pun mengatakan hal yang mirip. 

Menurut Nguyen Duc Thanh, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Subang tidak kalah saing dengan daerah pilihan produsen otomotif lainnya. Selain itu, juga akan ada kolaborasi yang cukup menjanjikan. 

Pernyataan tersebut juga terdukung oleh Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang mengatakan bahwa pemilihan pabrik di area Subang juga terbilang strategis. 

Alasannya karena memilih Subang, akan membuat aktivitas logistiknya jauh lebih mudah. 

“Airport tidak jauh, pelabuhan laut juga dekat. Kemudian, ada jalan tol yang bisa mendekatkan antara Jakarta ke Cirebon. Sehingga, ini adalah kawasan yang menjanjikan,” kata Moeldoko. 

Baca Juga: 6 Kekurangan Mobil Listrik yang Perlu Dipertimbangkan!

Investasi Awal Bernilai Ratusan Juta Dollar AS

Pabrik yang akan hadir di Subang ini, dibangun dengan nilai investasi awal yang cukup tinggi karena bernilai ratusan juta Dollar Amerika Serikat (AS). 

Nilainya adalah US$200 juta atau jika dalam rupiah yakni Rp3,23 triliun dengan kurs Rp16.160. 

Pabrik ini nantinya mampu beroperasi dengan kemampuan produksi tahunan sekitar 50.000 unit kendaraan. 

Dalam produksinya, pabrik anyar di Subang satu ini akan mencakup area produksi seperti General Assembly Shop, Body Shop, Paint Shop, bahkan area pengujian. 

Kemudian, VinFast sendiri menjadwalkan bahwa pabriknya akan mulai beroperasi di kuartal keempat tahun 2025 mendatang. 

Mobil pertama yang akan mereka produksi adalah model e-SUV termasuk seri VF 3 sampai dengan VF 7 khusus pasar Indonesia. 

Butuh Mobil Bekas? Cek Sini!

Jika Anda kini tengah mencari unit mobil bekas, ada baiknya memilih CarsCheck. CarsCheck merupakan platform jual beli mobil bekas yang akan memastikan setiap unit kendaraan yang dijual masih berkualitas. Hubungi sekarang!

Anjlok! Ini Angka Penjualan Mobil Semester 1 2024

Penjualan mobil baru  yang ada dalam negeri tengah mengalami kelesuan. Sebab, angka penjualan mobil semester 1 2024 ternyata mengalami penurunan. 

Bahkan, masih cukup jauh dari target yang ditetapkan oleh GAIKINDO dan totalnya lebih kecil daripada penjualan mobil tahun lalu. 

Sekretaris umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, menyatakan jika masih belum ada niatan melakukan revisi atas target tahunan karena masih perlu diskusi lebih lanjut. Terutama berdiskusi dengan para anggota yang tergabung dalam GAIKINDO. 

Baca Juga: Daftar Mobil Baru di GIIAS 2024, Siapkan Budget Anda!

Lesu, Berapa Angka Penjualan Mobil Semester 1 2024

Benar, bahkan banyak yang berkata jika penjualan mobil 2024 ini terbilang anjlok karena turun jauh dari tingkat penjualan pada tahun sebelumnya. 

Bahkan tingkat penjualan mobil baru pada tahun lalu, hampir menyentuh target tahunan yang ditetapkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). 

Adapun nilai penjualannya terbagi ke dalam dua kategori utama: wholesale dan retail sales. Masing-masing menunjukkan angka yang juga berbeda. 

Angka Penjualan Wholesales

Bagi yang telah lama di dunia otomotif dan mengikuti berita, sudah tentu paham dengan wholesales.

Jadi, wholesales merupakan data penjualan mobil yang ada di Indonesia pada laporan yang dibuat GAIKINDO. Bahkan setiap bulan. 

Maka, setiap pecinta berita otomotif dapat melakukan tracking mengenai tingkat penjualan hingga memahami mobil pabrikan mana saja yang paling laris. 

Penjualan wholesale ini, artinya merupakan angka terjualnya mobil dari produsen langsung pada dealer resmi atau distributor resmi. 

Proses penjualannya biasanya punya sebutan lain yakni bulk buying atau penjualan dalam jumlah besar. 

Pasalnya, perusahaan atau produsen mobil tidak akan kena pajak penjualan karena memberikannya pada dealer resmi sendiri. 

Soal angka penjualan mobil semester 1 2024 whole sales, yakni mencapai 408.012 unit mobil. 

Angka ini hanya pada semester pertama atau bulan Januari – Juni 2024. Dari angka tersebut, ada kesimpulan bahwa capaiannya turun sebanyak 19,4% daripada periode yang sama tahun 2023 lalu. 

Padahal, penjualan mobil 2023 kategori whole sales mencapai 506.427 unit. Jadi, selisih unit terjualnya adalah sekitar 98.415 mobil. 

Baca Juga: Daftar Harga Mobil BYD di Indonesia, Termurah Rp400 Jutaan!

Angka Penjualan Mobil Retail Sales 2024

Sedangkan untuk retail sales, juga mengalami hal serupa yakni mengalami penurunan cukup signifikan. Maka, tak heran banyak pengamat otomotif yang berkata jika penjualan mobil di tahun ini memang sedang lesu karena banyak penurunan. 

Sekadar informasi, retail sales berbeda dengan wholesale. Retail sales merupakan penjualan dari pihak dealer ke end-user atau pengguna akhir/konsumen. 

Beda dengan wholesale, tingkat penjualannya bergantung atas seberapa besar permintaan dari konsumen. 

Semakin tinggi minat konsumen, maka semakin tinggi juga hasil penjualannya. Selain itu, perbedaan mendasar lain adalah dari segi penetapan harga. 

Biasanya penjual retail atau dealer, menentukan harga lebih tinggi daripada langsung dari produsen mobil. Tentu tujuannya demi memperoleh laba. 

Selain laba, alasan penetapan harga lebih tinggi lainnya adalah karena penjualan retail memang kena pajak penjualan barang. Jadi, masuk akal untuk menentukan harga lebih tinggi daripada langsung membeli dari pabrik. 

Rata-rata Penjualan Bulanan Mobil Tahun 2024

Dari data yang ada, bisa juga mengetahui rata-rata penjualan bulanan. GAIKINDO merilis bahwa rata-rata penjualan bulanannya adalah penjualan yang bisa terbukukan yakni 71.000 unit. 

Guna mencapai target tahunannya yang 1,1 juta unit, memang masih menjadi tantangan tersendiri bagi industri mobil yang ada di Indonesia. 

Begitu menarik jika membandingkannya dengan angka penjualan di tahun 2023. Pada dua semester, totalnya ada 1 juta unit yang terjual.

Jadi, rata-rata unit mobil yang bisa terjual pada tahun lalu sekitar 84.000 unit. Masih selisih 13.000 unit untuk mencapai rata-rata yang sama dengan tahun lalu. 

Apalagi, selisih target dengan total penjualan sebenarnya hanya 100.000 unit mobil dan ini menjadi angka yang cukup tinggi. 

Baca Juga: Masuk ke Indonesia, BYD M6 Buat Persaingan Dagang Otomotif

Gara-gara The Fed? 

Kukuh Kumara dalam wawancaranya, mengatakan jika ada alasan mengapa terjadi perlambatan industri otomotif di Indonesia. 

Menurutnya, ini terjadi dan terasa sejak The Fed, bank sentral Amerika Serikat, menaikkan suku bunga acuannya di kuartal ketiga tahun 2023 yang lalu. 

Sudah pasti, kenaikan suku bunga dari The Fed juga membuat Bank Indonesia (BI) akan melakukan hal yang sama. 

Sejak itu, BI akhirnya pun mengerek tingkat suku bunga acuannya sampai saat ini masih berada di level 6,25%. 

Mengapa Industri Otomotif Terpengaruh? 

Naiknya suku bunga ini juga akhirnya mengerek naik kebijakan berbagai lembaga perbankan dan pembiayaan. 

Mereka menjadi lebih selektif atas pengucuran kredit untuk pembelian kendaraan bermotor. 

Maka, tak heran jika akibatnya akan terasa pada permintaan mobil baru dari end user yang ingin memperoleh mobil dengan skema kredit. 

Apalagi dengan Pemilu 2024, akhirnya angka penjualan mobil semester 1 2024 mengalami penurunan hingga belasan persen. 

Banyak yang Beralih ke Pembelian Mobil Bekas

Turunnya angka permintaan ini mungkin juga karena banyaknya mobil bekas berkualitas yang tersedia di pasaran. Termasuk di CarsGallery.

Besar kemungkinan, masyarakat lebih suka membeli mobil bekas karena harganya yang terjangkau. Apalagi, CarsGallery mampu menawarkan mobil dengan kualitas prima plus garansi di setiap pembeliannya. Berminat? Hubungi kami!

Penyebab dan 8 Cara Menghilangkan Kecoa di Mobil Paling Jitu

Mau membersihkan kecoa yang ada dalam mobil? Sebaiknya, pertimbangkan cara menghilangkan kecoa di mobil paling jitu dari kami. 

Tentu jadi hal menyebalkan saat binatang purba yang telah bermutasi ini masuk ke dalam kabin mobil. 

Tak hanya menjadi indikasi bahwa mobil jorok, tapi kecoa juga bisa membawa serangkaian penyakit yang membahayakan untuk tubuh Anda. 

Jadi, tidak ada poin positif jika kecoa bisa dengan santai berbaring dan berjalan dengan bebas di kabin mobil. Maka dari itu, cara menghilangkan semut dan kecoa di mobil dari kami sangat Anda butuhkan. 

Penyebab Kecoa Masuk ke Kabin Mobil Anda

Sebelum tahu cara menghilangkan kecoa di mobil, sangat penting memahami penyebab atau sesuatu yang memicu kecoa masuk ke dalam mobil Anda. Berikut ini penjelasannya: 

1. Banyak Sisa Makanan

Pertama, sisa makanan. Kecoa pasti tak suka kalau ada dalam kabin yang kadang suhunya panas atau dingin. 

Tapi, karena ada sisa makanan yang jadi sumber energinya, maka kecoa bisa saja masuk dan tidak menghiraukan panas maupun dingin kabin mobil Anda. 

Cobalah lihat apakah ada remahan keripik yang berceceran? Sebilah roti yang tak termakan? Atau sedikit kentang goreng yang Anda makan di dalam mobil? 

Coba juga cek sisa saus, tumpahan dari minuman-minuman yang manis, dan sejenisnya. 

Jika ada, maka benar itu adalah salah satu penyebab kecoa masuk ke dalam kabin mobil Anda. 

2. Sering Menjadikan Kabin Sebagai Tempat Berlindung

Kemudian, kecoa terkadang menjadikan kabin mobil untuk tempat berlindung agar aman dari cuaca buruk di lingkungan. 

Nah, kabin mobil terasa seperti ‘rumah’ yang aman dan mampu melindungi kecoa dari adanya suhu panas yang ekstrim hingga hujan. 

Tubuhnya yang kecil bisa saja menyelinap tanpa Anda tahu. Bisa dari ban mobil, lalu lewat bagian mesin, dan terkadang masuk langsung ke bagian kabin. 

Cara Menghilangkan Kecoa di Mobil 

Memang, dari beberapa sumber ada sejumlah cara efektif yang mampu membasmi kecoa dari dalam kabin mobil. Namun, tak semuanya efektif. Maka dari itu, pertimbangkan saja metode dari kami ini: 

1. Ketahui Sumbernya

Banyak yang melupakan hal penting ini. Padahal, untuk mengatasi kecoa itu harus tahu dulu sumber datangnya kecoa dari mana. 

Percuma jika rutin membersihkannya, tapi kebiasaan-kebiasaan Anda saat berada dalam kabin mobil masihlah mengundang kecoa datang. 

Sumber utamanya biasanya karena Anda sering menyimpan makanan atau minuman dalam kabin mobil. 

Jika ada makanan hingga minuman, maka bau dari sisa makanan itu menempel cukup lama meskipun makanannya sudah Anda buang atau pindahkan. 

Maka dari itu, cara pertama adalah mengetahui sumbernya dan jangan terlalu sering melakukannya dalam kabin mobil. 

2. Pakai Bahan Kimia

Cara menghilangkan semut dan kecoa di mobil yang paling gampang itu bisa dengan pakai sejumlah bahan kimia. Contohnya memakai insektisida. 

Benar, itu adalah bahan kimia yang efektif dalam mengatasi serangga termasuk semut dan kecoa. 

Istilah pembersihan semacam ini dikenal dengan fumigasi atau mini fogging. Jika ingin melakukannya, sebaiknya hati-hati karena Anda pakai bahan kimia untuk kabin mobil. 

Anak-anak harus jauh dan jangan sampai dekat dengan jangkauan. Soal langkah-langkahnya memang mudah yakni: 

  • Beli insektisida. 
  • Kemudian, tutup semua lubang pada mobil termasuk jendela dan pintu. 
  • Semprotkan insektisida sebanyak mungkin ke hampir seluruh bagian kabin. 
  • Tutup jendela dan pintunya secara rapat. 
  • Paling tidak tunggu 12 jam. 
  • Jika ada kecoa yang terperangkap, maka mereka akan mati setelah dapat semprotan insektisida. 
  • Lalu, bersihkan kabin dari semua bangkai kecoa dan serangga yang bersarang. 
  • Cobalah datang ke jasa pembasmi kecoa di mobil jika tidak ingin repot melakukannya sendiri dan mobil bisa langsung wangi. 

3. Pakai Kapur Barus

Ini adalah cara lama, tapi memang efektif untuk hampir semua tempat termasuk di kabin mobil. Kapur barus, memang masih menjadi alat yang terbilang efektif untuk mengusir dan membasmi kecoa. 

Formulasi khususnya bisa Anda pakai sekaligus dengan menggunakan insektisida. Tujuannya agar keduanya bisa memberi hasil yang lebih optimal. 

Jika kecoa telah menghirup kapur barusnya, maka biasanya ia akan terbirit-birit ke luar mobil. Tapi, jika tak ada celah agar keluar, maka udara beracun insektisida akan mereka hirup. Benar, mereka akan mati tak lama lagi. 

4. Pakai Parfum

Jangan salah, ada loh cara mengusir kecoa dengan parfum. Tapi, aroma parfum yang harus Anda pilih adalah yang tak disukai oleh kecoa. 

Intinya adalah menggunakan wewangian yang memang kecoa tak suka. Misalnya, dari bawang putih, citrus, pinus, oregano, mint, lavender, minyak serai, dan sejenisnya. 

Kalau mau pakai parfum biasa, sebenarnya juga tak masalah karena kecoa juga tidak suka dengan wewangian. 

Yup, kabin mobil yang wangi umumnya jarang jadi tempat bersarangnya kecoa. Maka, jika ada kecoa artinya kabin Anda memang bau dan jorok. 

Buat mengusirnya dengan parfum, semprotkan pada area yang paling sering jadi tempat kecoa lewat. Jika menciumnya, biasanya mereka akan cenderung menjauh. 

5. Buang Sampah Rutin Setelah Turun dari Mobil

Kemudian, cara menghilangkan kecoa di mobil tentu saja dengan membuang sampah-sampah pada mobil secara rutin. 

Jangan tunggu menumpuk, tapi sebaiknya buanglah sampah setiap Anda turun dari mobil dan selesai berkendara. 

Membuang sampah seperti wadah sisa makan atau bungkus makanan akan efektif sebagai langkah pencegahan. 

Biasakanlah hal ini sekaligus coba pakai vacuum cleaner jika ingin membersihkan celah-celah kecil pada bagian kabin mobil. 

6. Pakai Bubuk Kopi

Benar, bubuk kopi juga efektif menghilangkan dan mengusir kecoa kecil di mobil. Alasannya karena kopi punya aroma asam dan tak disukai oleh kecoa. 

Maka, Anda bisa membasmi kecoa pada kabin hanya dengan menaburkan bubuk kopi saja pada beberapa sudut kabin. 

Cobalah taburkan secara rutin paling tidak sebulan sekali. Ini tujuannya agar kecoa tercegah ketika akan masuk ke mobil. 

Mau lebih ekstrim? Pakai bubuk kopi sebagai gantungan di mobil atau wewangian untuk kabin. 

7. Pakai Lem Kecoa

Nah, kalau ini sebenarnya metode untuk menjebak si kecoa yang suka berleha-leha dan tinggal dalam mobil. 

Cara menjebak kecoa dalam mobil adalah dengan memakai lem kecoa. Sudah banyak, kok, toko yang menyediakan perangkap kecoa. 

Anda bisa membelinya secara online atau mengunjungi toko terdekat yang menjual lem kecoa ini. 

Cara satu ini praktis dan juga tidak menghasilkan bau dalam kabin seperti ketika menggunakan insektisida, bahan kimia lain, atau parfum dan bahan alami tertentu. 

Kemudian, cara pemakaiannya juga relatif mudah karena Anda hanya perlu meletakkan lem kecoa pada bagian karpet mobil. Saat lewat, kecoa yang ada akan terjebak dan tinggal menunggu waktunya saja ia mati. 

8. Bahan-bahan Alami yang Bisa Jadi Pertimbangan

Selain memakai kopi, Anda juga bisa mempertimbangkan pemakaian bahan alami lain yang terbilang jitu mengusir dan melibas semua kecoa dalam kabin. Misalnya, pakai baking soda.

Caranya juga gampang karena Anda hanya perlu menaburkan baking soda ke karpet. Selain itu, daun salam, daun pandan, daun serai, hingga bunga melati juga dapat Anda manfaatkan guna mengusir kecoa. 

Itulah beberapa cara menghilangkan kecoa di mobil yang sering mengganggu kenyamanan berkendara Anda. Pilih salah satunya dan jangan lupa cegah penyebabnya. 

Butuh Layanan Bengkel Terbaik? Cek Sini!

Selain merawat bagian dalam mobil agar kecoa tak mudah masuk dan bisa teratasi, Anda juga penting merawat bagian lain pada mobil agar performanya terjaga. 

Demi memenuhinya, pertimbangkan layanan dari HaloBengkel untuk yang terbaik. Anda bisa mengandalkan kami untuk kebutuhan darurat bahkan untuk pengecekan mobil bekas yang Anda inginkan. 

Melalui kami, ada tiga layanan utama yakni HaloBengkel Inspection untuk jasa inspeksi mobil bekas, HaloBengkel Warranty untuk garansi mobil bekas, dan HaloBengkel Era untuk kebutuhan darurat mobil Anda. 

FAQ

Kenapa banyak kecoa kecil di mobil?

Faktor utamanya adalah sisa sampah makanan dan minuman dalam kabin mobil. 

Kecoa takut dengan aroma apa?

Paling bagus pakai kapur barus dan bawang putih. 

Apakah kecoa takut dengan kapur barus? 

Benar, karena kapur barus efektif jika ingin memerangi kecoa. 



7 Cara Netral Mobil Matic yang Mudah dan Aman!

Informasi soal cara netral mobil matic sepertinya begitu dibutuhkan terutama oleh orang yang baru saja mengoperasikan mobil matic. 

Memang, prosesnya cukup berbeda jika membandingkannya dengan mobil transmisi manual. Jika mobil manual, membuat transmisi ke posisi netral sepertinya mudah. 

Sebaliknya, justru belum banyak yang tahu menetralkan transmisi mobil matic. Utamanya saat sedang parkir paralel. 

Umumnya parkir paralel harus Anda ikuti terutama jika tempat parkirnya tidak begitu luas. Akhirnya, Anda harus mengikuti aturan agar mobil tidak dalam kondisi memakai parking brake, tapi harus dalam posisi netral. 

Tujuannya agar pihak yang menjaga parkir bisa mendorongnya ketika ada mobil lain yang harus keluar dan butuh sedikit ruang. 

Baca Juga: Ternyata Ini Yang Bikin Mobil Gagal Nanjak

Mengapa Parkir Paralel harus Membuat Mobil dalam Posisi Netral? 

Parkir paralel itu sendiri menjadi suatu solusi atas kawasan umum tapi kapasitas untuk parkirnya kurang luas dan kebutuhan parkirnya tinggi. 

Adanya mekanisme parkir paralel, akhirnya bisa sedikit menambah kapasitas meskipun parkir seri seperti biasa telah penuh. 

Buat pengguna mobil dengan transmisi manual, tentu bukan hal sulit untuk membuat tuas transmisi ke dalam posisi netral. Beda dengan matic. Jika tidak parkir dalam kondisi netral, maka ada pihak yang kesulitan. 

Sudah menjadi aturan umum bahwa setiap mobil matic tidak boleh menggunakan posisi transmisi ke kondisi parking brake atau posisi P saat parkirnya paralel. 

Pasalnya, jika mobil Anda menghalangi posisi mobil di depan atau belakang yang harus keluar, maka penjaga parkir akan kesulitan untuk memindahkannya. 

Masalahnya, cukup banyak yang belum memahami membuat posisi netral mobil matic. Apalagi, jika salah justru bisa mempengaruhi kondisi dari mobil itu sendiri. 

Pada kesempatan ini, kami akan memberi tahu Anda bagaimana cara membuat posisi netral pada mobil matic secara mudah dan dengan benar. 

Baca Juga: Penyebab Bunyi pada Roda Mobil dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Netral Mobil Matic untuk Parkir? 

Cara gigi netral mobil matic sebenarnya hampir sama untuk hampir seluruh tipe dan keluaran mobil matic. Meskipun terkadang masih terdapat sejumlah perbedaan cara, secara umum mekanismenya hampir sama. Begini caranya: 

1. Geser Transmisi Mobil ke Posisi ‘P’

Memang, di langkah pertama Anda harus lebih dulu mengatur transmisi mobil agar ke dalam posisi ‘P’. Tapi, jangan dibiarkan saja dan terus meninggalkan parkiran. 

Melainkan Anda hanya perlu mengatur posisi tersebut untuk tanda bahwa mobil yang Anda kendarai sedang akan melakukan parkir. 

Momen saat tuas berada di posisi ‘P’, maka semua roda pada mobil akan dalam kondisi terkunci. 

2. Mematikan Mesin Mobil 

Sebenarnya, posisi ‘P’ pada transmisi itu syarat kalau Anda ingin mematikan mesin mobil. 

Setelah memastikan transmisinya dalam posisi ‘P’, Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya yakni dengan mematikan mesin terlebih dahulu. 

3. Cabut Kunci Kontak

Kemudian, setelah mesin mobil sudah mati, maka cara netral mobil matic tak hanya berhenti pada tahap ini. 

Bukan berarti setelah Anda mencabut kunci kontak mobil tugasnya sudah selesai. Setelah mencabut kontak, maka Anda perlu menggunakan fungsi tombol yang semua mobil matic punya. 

Tombol itu adalah ‘Shift Lock’. Nah, fungsi tombol ini sebenarnya untuk membantu mobil Anda berada dalam posisi netral ketika parkir. 

5. Pakai Fitur Shift Lock

Lantaran semua mobil transmisi matic pasti memiliki ini, maka sudah pasti cara parkir mobil matic yang benar adalah memanfaatkannya. 

Caranya pun sederhana, Anda hanya perlu menekan tombol tersebut. Silakan tekan kemudian tahan tombol Shift Lock. 

Sembari menahan tombolnya, tangan Anda harus sekaligus memindahkan posisi tuas transmisi menuju posisi ‘N’ lagi setelah tadi membuatnya pada posisi ‘P’. 

‘N’ itu tandanya netral. Nah, setelah Anda melihat tuas sudah berada dalam posisi netral, barulah bisa melepas tombol shift lock yang tengah Anda tekan. 

Pemakaian shift lock ini sangat berguna karena akan membuat masih bisa terdorong saat berada dalam posisi parkir paralel. 

Memang, mungkin banyak dari Anda kalau tidak perlu pindah tuas transmisi dulu ke ‘P’ seperti di awal. 

Tapi, fungsi dari mengarahkan tuas transmisi ke ‘P’ itu tujuannya agar Anda bisa melepas kunci mobil. 

Jika tidak, maka kunci mobil tidak akan bisa Anda cabut. Dengan demikian, Anda pasti kebingungan soal bagaimana cara memarkirnya. 

6. Tak Perlu Handbrake

Terbiasa memegang mobil transmisi manual sangat mungkin untuk juga membawa kebiasaannya. 

Saat parkir, rata-rata pengendara mobil manual akan menarik handbrake atau rem tangan agar mobilnya tak berjalan. 

Nah, dalam mobil transmisi matic, Anda tak perlu khawatir karena sudah ada shift lock. Posisi mobil bakal aman, kecuali jika memang mendapatkan dorongan. 

Sehingga, proses untuk memarkir mobil matic Anda bisa lebih sederhana dengan adanya tambahan tombol Shift Lock. 

7. Bisa Minta Penyangga Roda agar Tak Bergeser

Sebenarnya, ini bukan masuk ke dalam cara parkir netral mobil matic yang utama. Tapi, perannya begitu penting untuk keamanan. 

Jika Anda akan memarkir mobil cukup lama dengan cara menetralkan transmisinya, maka mintalah penyangga roda.

Hal ini menjadi langkah preventif agar nantinya mobil matic kesayangan tidak bergeser sendiri. 

Apalagi saat tempat parkir yang Anda pilih berlokasi di tanjakan atau permukaan miring. 

Pasanglah penyangga roda pada bagian roda belakang agar posisi mobil tetap seperti semula. 

Baca Juga: Dampak Mobil Sering Melewati Lubang di Jalan

Sebenarnya, Mendorong Mobil Matic dalam Posisi ‘N’ Itu Berisiko

Meskipun Anda sudah melakukan cara parkir mobil matic yang benar, masih ada beberapa risiko yang dapat muncul. 

Terutama jika ada yang mendorong atau menarik mobil Anda, apalagi dalam keadaan netral. 

Saat mobil matic tidak menyala di tempat parkir dan ada yang mendorongnya, potensi kerusakan komponen transmisinya itu sangat besar. 

Pasalnya, meski dalam posisi ‘N’ sekalipun, setiap komponen pada transmisi ikut berputar ketika ada yang menarik dan mendorongnya. 

Mobil matic itu sistem transmisinya sangat kompleks, bahkan lebih daripada mobil dengan transmisi manual. 

Akhirnya, mesin mobil matic tidak akan mengalirkan oli/pelumas jika tidak dalam keadaan menyala atau beroperasi. 

Lantaran tetap terhubung selama mesin mati, maka berbagai macam komponen lain seperti bearing, kopling, sampai gigi transmisi sangat besar potensinya untuk rusak. 

Mengapa? Terutama karena mendapatkan dorongan dan paksaan untuk berputar. Oli tidak berjalan, mesin berputar, dan justru inilah yang membahayakan karena gesekan yang terjadi dalam komponen tidak mendapatkan pelumasnya. 

Lantas, Apakah Parkir dalam Posisi ‘N’ Berbahaya?

Meskipun Anda telah melakukan cara netral mobil matic sesuai anjuran, memang sebaiknya memarkir kendaraan di tempat parkir yang proper. 

Jika memang parkirnya paralel, mintalah kepada penjaga parkir untuk tidak terlalu sering menarik dan mendorongnya. 

Kalaupun memang ada masalah ketika parkir paralel pada mobil matic Anda, segera hubungi HaloBengkel untuk dapat bantuannya!

FAQ

Apakah mobil matic bisa parkir paralel?

Bisa. Tapi, harus dalam keadaan transmisi ‘N’. 

Apa arti ‘N’ di mobil matic?

Artinya Netral atau mesin tak tersambung dengan transmisi. Jadi, roda tak terkunci. 

Apakah boleh menarik dan mendorong mobil matic?

Sebaiknya jangan terlalu sering karena membahayakan sistem transmisinya yang sensitif.



Spesifikasi Mobil Civic Turbo: Mesin, Dimensi, dan Harganya

Generasi pertama Honda Civic muncul di pasaran Indonesia sekitar tahun 1975 dan sepertinya Honda menemukan model generasi terbaiknya pada 2016. Pasalnya, spesifikasi mobil Civic Turbo dari desain hingga mesinnya memang berbeda. 

Saat pertama kali rilis, paling tidak Honda telah berhasil menjual lebih dari 1.400 unit yang menandakan bahwa banyak pembeli mobil kelas menengah-atas begitu menyukainya. 

Alasannya tak lain dan tak bukan karena tersemat kata ‘turbo’ sebagai kata kunci guna membangkitkan adrenalin dari peminat mobil kelas tersebut. Tapi, sebenarnya seberapa menarik Civic Turbo ini? Mari, temukan spesifikasi lengkapnya di sini. 

Baca Juga: Review Toyota Rush: SUV Murah tapi Fitur Melimpah

Spesifikasi Mobil Civic Turbo

Kami akan memberikan beberapa bagian untuk menjelaskan secara penuh spesifikasi dari mobil ganteng satu ini: 

1. Dimensi

Pertama adalah dari segi dimensinya. Saat rilis, Civic Turbo tersedia dalam tiga pilihan: 

  • Honda Civic Hatchback RS 1.5 Turbo
  • Honda Civic Sedan 1.5 Turbo
  • Honda Civic Type R 2.0 Turbo

Pastinya, setiap varian ini punya ukuran masing-masing yang berbeda. Meskipun punya perbedaan, tapi tetap kapasitas kabinnya untuk lima orang. 

Lebih lengkap soal dimensi di setiap varian dalam panjang x lebar x tingginya bisa Anda cek di sini: 

  • Civic Hatchback RS 1.5 Turbo: 4,6 m x 2,1 m x 1,4 m
  • Dimensi Civic Turbo Sedan 1.5 Turbo: 4,5 meter x 2,1 m x 1,4 meter
  • Civic Type R 2.0 Turbo: 4,6 m x 2,1 m x 1,42 m

2. Mesin

Soal mesin memang juga menjadi hal menarik. Masing-masing jelas memiliki mesin yang juga berbeda. 

Pada Honda Civic Type R 2.0 Turbo ada: 

  • Mesin 2.0L Petrol Engine 
  • 1996 cc 
  • In-Line 4 Cylinder 16 Valve DOHC

Dengan kombinasi mesin tersebut, maka Civic Type R 2.0 Turbo mampu menghasilkan tenaga 306 hp dengan torsi 400 Nm. 

Selanjutnya, untuk kedua varian lain yakni sedan dan hatchback, punya kesamaan dapur pacunya. Adapun mesinnya yakni: 

  • Kapasitas 1498 cc
  • Mesin: 1.5 Petrol Engine
  • 4 Cylinder 16 Valve DOHC

Bersama dengan ketiga kombinasi tersebut, memang tenaganya lebih rendah daripada Type R yakni 171 hp dengan torsi 220 Nm. 

Jadi, jika Anda ingin meminang mobil yang lebih ngacir maka pertimbangkan Type R karena kapasitas mesin lebih besar dan tenaga yang lebih kuat. 

Baca Juga: Daftar Harga Toyota Gazoo Racing di Indonesia Tipe Terbaru

3. Eksterior dan Interior

Pada bagian eksterior memang menjadikan Honda Civic Turbo menarik. Khususnya buat anak muda karena nampak sporty. 

Pada varian Hatchback, ada aero kit di bumper depan-belakang. Plus juga side sill garnish pada bagian sampingnya. 

Kesan sporty pada Hatchback Civic menjadi lebih kuat dengan alloy wheel yang ukurannya 17 inch dengan desain Two Tone. 

Jika mau elegan, maka Civic Sedan 1.5 Turbo pilihannya. Pasalnya, ada Rear Chrome Lower Garnish, Front Lower Bumper aerodinamis, yang juga lengkap dengan LED Fog Light. 

Terakhir, pada Type R memang menjadikannya sangat maskulin. Apalagi punya alloy wheel yang ukurannya lebih besar daripada dua varian lain karena berukuran 20 inch. 

Sedangkan untuk bagian interior memang tak jauh berbeda. Misalnya, ada kursi, steer, juga knob dengan lapisan kulit sintetis. Maka dari itu, tak ada yang menarik membahas interiornya. 

Baca Juga: Harga Toyota MR2 Bekas Tinggi Meski Sudah Tidak Produksi

4. Harga mobil CIVIC Turbo 

Setiap variannya juga tentu ditawarkan dengan harga berbeda. Jika Anda ingin mendapatkannya, maka cek harga dari masing-masing tipe di sini: 

  • Honda Civic Turbo Hatchback: Rp431,6 juta – Rp499 juta
  • Honda Civic Turbo Sedan: Rp533 juta – Rp616,8 juta
  • Honda Civic Type R: :Rp1,18 miliar

Itulah spesifikasi mobil Civic Turbo lengkap dengan harganya. Jika butuh mobil bekas Civic Turbo berkualitas atau merk mobil lainnya, jangan lupa kunjungi CarsGallery, ya!

Exit mobile version