Perbedaan Honda HRV dengan BRV, Lebih Bagus Mana?

Walaupun sekilas terlihat serupa, terdapat beberapa perbedaan Honda HRV dengan BRV yang perlu Anda ketahui sebelum membeli.

Dua model SUV keluaran Honda tersebut memang sama-sama populer. Maka tidak heran jika banyak calon pembeli yang membandingkannya, apalagi karena namanya mirip.

Namun, spesifikasi dari dua SUV tersebut sebenarnya cukup berbeda. Rentang harganya juga lumayan jauh. Supaya tidak salah pilih, mari kenali apa saja perbedaan antara Honda BRV dan HRV.

Baca juga: Perbedaan Toyota Rush dan Daihatsu Terios, Bagus Mana?

Perbedaan Honda HRV dengan BRV

Mobil Honda HRV dan BRV memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Simak perbandingan BRV dengan HRV berikut agar bisa mendapatkan mobil sesuai kebutuhan:

1. Kapasitas Penumpang

Perbedaan pertama yang terlihat jelas yaitu dari kapasitas penumpang yang mana berkaitan erat dengan dimensi mobil.

Secara umum, Honda BRV memiliki kapasitas lebih besar sehingga mampu menampung hingga 7 orang penumpang. Hal tersebut karena dimensi BRV juga lebih besar daripada HRV. Berkat itu, ruang kabin BRV lebih lega.

Sementara kapasitas dari Honda HRV maksimal hanya 5 orang penumpang. Mobil ini bagus sebagai kendaraan sehari-hari area perkotaan, tapi bisa kurang cocok sebagai mobil keluarga. 

Selain kapasitas penumpang, BRV juga memiliki bagasi yang lebih luas dan tangki bahan bakar yang lebih besar.

2. Jenis Mobil

Beda BRV dan HRV yang wajib Anda ketahui selanjutnya yaitu dari jenisnya. Meskipun memiliki nama yang mirip, rupanya dua mobil ini merupakan jenis yang berbeda.

BRV merupakan mobil jenis SUV (Sport Utility Vehicle). Mobil ini memiliki berbagai fitur sport dan berukuran lebih besar. Tingkat ground clearance cukup tinggi dari BRV membuatnya lebih tangguh untuk menempuh berbagai medan.

Sementara itu, Honda HRV termasuk jenis crossover. Mobil jenis ini memadukan fungsi SUV dengan hatchback. Jenis ini menawarkan keunggulan berupa konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan desain yang lebih kompak.

Biasanya, HRV lebih diminati untuk penggunaan pribadi di wilayah urban.

3. Fitur dan Performa

Berbicara soal perbedaan Honda HRV dengan BRV pastinya belum lengkap tanpa mencakup perbandingan fitur dan performa kendaraan.

Honda membekali HRV dan BRV dengan mesin yang sama, yaitu mesin 1.5L i-VTEC. Namun, terdapat perbedaan pada tenaga dan torsi. 

Honda HRV mampu menghasilkan tenaga yang lebih besar hingga 120 PS dengan torsi 145 Nm. Sedangkan BRV hanya dapat menghasilkan tenaga sebesar 117 PS dan torsi 145 Nm.

Dari segi performa, BRV memiliki akselerasi yang lebih lambat karena bobotnya lebih berat.

Mobil HRV keluaran terbaru hanya menyediakan pilihan transmisi otomatis atau CVT. Hal ini karena Honda HRV memang dirancang sebagai mobil kekinian. Sementara itu, BRV masih menyediakan opsi transmisi manual.

Baik BRV maupun HRV sudah memiliki fitur standar secara lengkap, termasuk fitur keselamatan, kenyamanan, dan hiburan. 

Namun, terdapat beberapa fitur tambahan yang hanya ada pada Honda HRV, seperti fitur keselamatan VSA (Vehicle Stability Assist) dan HSA (Hill Start Assist). 

Fitur hiburan yang ada di HRV juga lebih lengkap, seperti layar sentuh yang lebih besar, koneksi smartphone, dan sistem navigasi. Selain itu, tersedia juga fitur sunroof dan automatic climate control yang menawarkan kenyamanan ekstra selama perjalanan.

Baca juga: 7 Tips Membeli Mobil Avanza Bekas, Anti Kantong Terkuras

4. Target Pasar

Perbedaan Honda HRV dan BRV selanjutnya yang perlu jadi pertimbangan yakni target pasar masing-masing.

Dua mobil keluaran Honda ini menargetkan konsumen yang berbeda. Honda BRV lebih ideal sebagai mobil keluarga karena kapasitasnya lebih besar. 

Mobil ini juga memiliki harga yang lebih terjangkau menyesuaikan pasar kelas ekonomi menengah ke bawah. Maka biasanya, BRV menjadi kendaraan pilihan bagi kalangan menengah ke bawah yang mencari mobil modern dan tangguh.

Sementara itu, HRV memiliki target pasar lebih tinggi, yakni kalangan menengah ke atas. Ukuran mobil ini lebih kecil, tapi fitur dan spesifikasinya lebih mumpuni, sehingga cocok untuk kalangan menengah ke atas yang mencari kendaraan harian.

Selain itu, bentuknya yang lebih kompak banyak disukai oleh warga yang tinggal di daerah perkotaan. Honda HRV juga memiliki desain eksterior yang lebih unggul.

Baca juga: Ini Pilihan Tipe Mobil Avanza dari Terendah Sampai Tertinggi

5. Harga

Bagi pembeli yang bingung memilih BRV atau HRV, maka perbedaan harga bisa jadi pertimbangan yang penting.

Dua mobil produksi Honda ini tersedia dalam beberapa varian warna. Untuk semua varian, harga BRV lebih murah daripada HRV. 

Honda BRV baru memiliki harga sekitar Rp292,9 juta hingga Rp362,4 juta. Sementara itu, kisaran harga Honda HRV adalah antara Rp383,9 juta hingga Rp540,3 juta.

Sementara itu, untuk harga mobil bekas Honda BRV kisaran harganya mulai dari Rp219 juta hingga Rp305 juta. Sedangkan Honda HRV bekas dibanderol dengan harga mulai dari Rp197,5 sampai Rp.465 juta.

Bisa Anda lihat bahwa kisaran harga mobil bekas HRV lebih bervariasi. Namun, harga tersebut tentunya tergantung pada kondisi mobil bekas yang biasanya tidak lagi mulus.

Apabila Anda berminat membeli mobil bekas, maka sangat disarankan untuk melakukan pengecekan menyeluruh dan test drive. 

Itulah sejumlah perbedaan Honda HRV dengan BRV. Jadi, mobil mana yang menurut Anda lebih sesuai dengan kebutuhan? Ataukah keduanya kurang sesuai untuk Anda?

Temukan lebih banyak pilihan mobil bekas berkualitas di CarsGallery platform jual beli mobil bekas terpercaya. CarsGallery menyediakan berbagai tipe dan merk mobil bekas dengan kualitas yang terjamin.

Kunjungi langsung CarsGallery untuk mendapatkan mobil bekas bergaransi dan bersertifikat resmi.

4 Perbedaan Kijang LGX dan LSX, Cek Sebelum Membeli

Tahukah Anda apa yang menjadi perbedaan Kijang LGX dan LSX? Sebagaimana yang kita ketahui, Kijang adalah merek mobil yang cukup klasik di Indonesia.

Kijang sendiri merupakan salah satu merek mobil dari perusahaan Toyota yang sangat ikonik. Dari segi tampilan mungkin biasa saja, tetapi soal daya tahan boleh diandalkan.

Ada dua varian Toyota Kijang yang cukup populer yaitu Kijang LGX dan Kijang LSX. Apa perbedaan diantara kedua mobil ini?

Baca juga: Perbedaan Toyota Rush dan Daihatsu Terios, Bagus Mana?

Perbedaan Kijang LGX dan LSX

Kedua mobil Toyota Kijang ini sama bagusnya, hanya saja memang ada beberapa perbedaan. Mana yang lebih cocok untuk Anda, tentu saja Anda harus mengetahui perbedaannya terlebih dahulu yaitu.

1. Desain Eksterior

Salah satu perbedaan mencolok mobil Kijang LGX dan LSX adalah bagian desain luarnya. Terlihat jelas dari luar beda desain antara Kijang LGX dan Kijang LSX,

Kijang LGX memiliki grill depan yang lebih besar dan stylish daripada Kijang LSX. Selain itu, lampu depan milik Kijang LGX jauh lebih canggih sehingga terlihat lebih terang yang membuat pengendara tidak sulit berkendara saat malam.

Tidak hanya itu saja, velg Kijang LGX juga lebih modern sehingga terkesan jauh lebih mewah. Meski begitu, bukan berarti tidak ada keunggulan sama sekali pada Kijang LSX dari segi desain.

King LSX memiliki velg berupa velg baja dengan penutup velg plastik. Hal ini membuat lebih mudah merawatnya walaupun secara tampilan biasa saja.

2. Desain Interior

Perbedaan Kijang LGX dan LSX selanjutnya juga bisa Anda ketahui dari desain bagian dalamnya. Untuk bagian jok, Kijang LGX menggunakan bahan kulit sintetis sehingga dapat memberikan kenyamanan.

Sementara itu, untuk Kijang LSX berbahan kain. Meski secara tampilan biasa saja, tetapi bahannya membuat kursi Kijang LSX lebih mudah untuk Anda bersihkan.

Kijang LGX memiliki fitur hiburan yang cukup lengkap. Ada head unit dengan fitur modern seperti USB port dan bluetooth. Selain itu, mobil ini memiliki sistem audio yang lebih canggih.

Berbeda halnya dengan Kijang LSX yang mempunyai fitur hiburan yang tidak terlalu banyak. Hanya ada radio dan pemutar CD saja.

Keunggulan lainnya dari desain interior Kijang LGX daripada Kijang LSX adalah adanya fitur-fitur tambahan penunjang kenyamanan seperti AC double blower, power window, dan central lock.

3. Mesin dan Performa

Anda juga dapat merasakan perbedaan antara Kijang LGX dan LSX dan mesin dan performanya. Hal yang paling terlihat perbedaan dari keduanya adalah transmisi dan suspensi.

Untuk Kijang LGX, ada yang menggunakan transmisi manual dan ada yang menggunakan transmisi otomatis. Sedangkan untuk Kijang LSX lebih banyak yang menggunakan transmisi manual.

Sementara itu, untuk suspensinya Kijang LGX yang membuat pengendara merasa nyaman. Berbeda dengan suspensi Kijang LSX yang mengutamakan fungsionalitas dan ketahanan.

Khusus untuk mesin, sebenarnya Kijang LGX dan Kijang LSX memiliki mesin yang tidak jauh berbeda. Hanya saja khusus untuk Toyota Kijang LGX terdapat fitur tambahan yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performanya.

Mobil Toyota Kijang LGX maupun LSX dibekali dengan mesin bensin 1.8 7K-E-4 silinder segaris OHV EFI 1.800 cc. Selain itu, terdapat juga versi mesin diesel 2.4 2L-4 silinder segaris 2400 cc indirect injection.

4. Nilai Jual

Dari segi harga, Toyota Kijang LGX lebih tinggi dari Toyota Kijang LSX. Kijang LGX bekas biasanya dijual seharga Rp100.000.000 dan LSX dibanderol seharga Rp50.000.000

Sama halnya juga untuk mobil baru. Harganya jauh lebih tinggi mobil Kijang LGX daripada Kijang LSX. Perbedaan harga dari kedua mobil ini tentu saja bukan tanpa alasan.

Kijang LGX memiliki tambahan fitur-fitur dan material yang lebih premium. Jadi, wajar saja apabila nilai jualnya jauh lebih mahal.

Apabila Anda tidak terlalu membutuhkan fitur-fitur mewah, maka Kijang LSX bisa Anda pertimbangkan untuk dibeli.

Baca juga: 7 Kelebihan dan Kekurangan Toyota Avanza, Lengkap!

Kelebihan dan Kekurangan Kijang LGX

Khusus untuk mobil Kijang Toyota LGX, mobil ini tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu.

1. Kelebihan Toyota LGX

  • Memiliki suspensi yang empuk sehingga dapat memberikan kenyamanan saat berkendara di jalan raya.
  • Memiliki ground clearance yang cukup tinggi sehingga memudahkan Anda dalam menghadapi berbagai medan jalan.
  • Mempunyai kabin yang cukup luas sehingga dapat menampung lebih dari 7 orang.
  • Perawatannya tergolong cukup mudah karena sparepartnya mudah untuk Anda dapatkan.

2. Kekurangan Toyota LGX

  • Cukup boros bahan bakar, salah satunya karena adanya AC blower pada mobil tersebut.
  • Suara mesin yang cukup keras. Sebagian orang mungkin akan terganggu dengan hal ini.

Baca juga: 6 Kelemahan Toyota Rush yang Sering Dikeluhkan

Kelebihan dan Kekurangan Kijang LSX

Sedangkan untuk mobil Kijang LSX, berikut ini kelebihan dan kekurangannya yang harus Anda ketahui.

1. Kelebihan Kijang LSX

  • Interiornya terutama pada bagian kursi mudah Anda bersihkan karena bahannya terbuat dari kain.
  • Harganya tidak terlalu mahal dengan kualitas yang sebenarnya tidak buruk sekali walaupun berapa sisi kalah unggul dengan Kijang LGX.
  • Perawatannya mudah karena sparepartnya tidak sulit untuk Anda temukan.

2. Kekurangan Kijang LSX

  • Kurangnya fitur hiburan sehingga sebagian orang kurang menyukainya.
  • Secara tampilan memang terlihat biasa dan tidak memberikan kesan premium.

Itulah di perbedaan Kijang LGX dan LSX yang bisa Anda pertimbangkan sebelum membelinya. Pada dasarnya, keduanya sama-sama bagus dan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Anda tidak pilih sesuai dengan kebutuhan. Anda bisa membeli mobil tersebut di platform jual beli mobil bekas CarsGallery. Marketplace yang menyediakan berbagai pilihan mobil dengan harga terjangkau.

Tidak hanya itu saja, mobil-mobilnya juga bergaransi dan memiliki sertifikasi resmi. Langsung saja kunjungi website CarsGallery untuk mengetahui informasi selengkapnya.

7 Jenis Baterai Mobil Listrik yang Ada di Pasaran, Apa Saja? 

Bagi sebuah mobil listrik, baterai merupakan salah satu komponen yang sangat penting. Jenis baterai mobil listrik pun tidak hanya terdiri dari satu jenis saja dengan karakteristik yang berbeda-beda. 

Baterai mobil listrik memiliki cara kerja dengan mengubah energi kimia yang tersimpan untuk kemudian menjadi energi listrik. Dalam satu sel baterai, umumnya akan tersimpan elektroda positif dan negatif yang dihubungkan dengan elektrolit.

Lantas, apa saja jenis baterai mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) itu? 

7 Jenis Baterai Mobil Listrik yang Ada di Pasaran

Sebagai referensi, berikut adalah beberapa jenis baterai mobil listrik yang penting Anda ketahui:

1. Li-ion (Lithium-ion) 

Pertama, ada baterai Lithium-ion. Ini merupakan salah satu jenis baterai yang pasti sangat familiar bagi mobil listrik. Jenis baterai ini juga banyak sekali penggunaannya di berbagai jenis perangkat elektronik, khususnya yang portabel. 

Bagi mobil listrik, jenis baterai ini akan memiliki kapasitas yang lebih besar dan memiliki efisiensi yang sangat tinggi. Artinya, rasio berat baterai dengan dayanya terbilang jauh dibandingkan dengan jenis baterai mobil listrik lainnya. 

Beberapa keunggulan jenis baterai li-ion yang pertama adalah bisa bertahan lebih lama, memiliki kepadatan daya yang lebih tinggi, dan mampu mengisi daya baterai dengan lebih cepat. 

Setiap baterai li-ion memiliki komponen yang nantinya akan membentuk karakteristik unik baterai tersebut. Beberapa komponen tersebut adalah Anoda, Elektrolit, Katoda, dan juga Pembatas. 

Ada beberapa jenis baterai li-ion yang umum ada di mobil listrik, seperti:

  • Lithium Cobalt Oxide (LCO0
  • Lithium Manganese Oxide (LMO) 
  • Lithium Titanate (LTO) 
  • Lithium Nickel Cobalt Aluminium Oxide (NCA) 
  • dan Lithium Iron Phosphate (LFP). 

Baca Juga: Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

2. Ni-Cd (Nickel Cadmium) 

Selanjutnya, ada baterai Ni-Cd atau Nickel Cadmium. Cara kerja baterai mobil listrik ini adalah dengan menggunakan Kadmium sebagai elektroda negatif, kemudian Nikel Oksida Hidroksida sebagai elektroda positif. 

Kelebihan dari jenis baterai ini adalah umur pakainya yang panjang sampai 500-1.000 kali pengisian daya. Selain itu, kapasitas baterai mobil listrik ini juga terbilang besar. 

Sayangnya, bobot dari baterai ini terbilang berat dan terbilang cepat mengalami penurunan performa terutama ketika sudah melewati beberapa putaran pengosongan baterai. 

Meski banyak digunakan untuk kendaraan listrik di tahun 90-an, kini pemakaian Ni-Cd sudah sangat berkurang karena bahan Kadmium yang bisa beracun. 

3. Solid State 

Jenis baterai mobil listrik selanjutnya adalah Solid-state. Ini merupakan baterai yang tidak memiliki elektrolit cair seperti yang ada di baterai Lithium-ion. Baterai ini akan menggunakan elektrolit padat untuk menyimpan energi, seperti keramik. 

Meski tidak memiliki elektrolit cair, tapi fungsi dan kemampuan baterai Solid-state sebenarnya hampir mirip dengan Lithium-ion. Hanya saja, kemampuan pengisian energinya lebih baik sampai 10 kali lipat. 

Dalam industri mobil listrik, penggunaan baterai jenis Solid-state masih tergolong baru. Jenis baterai ini jauh lebih familiar dan lebih dulu untuk penggunaan perangkat seperti alat pacu jantung. 

4. Lead-acid 

Selanjutnya ada Lea-acid yang merupakan jenis baterai mobil listrik tertua untuk kendaraan listrik. Kelemahan baterai ini adalah bobotnya yang lebih berat dan kapasitasnya yang tidak terlalu besar. 

Akan tetapi, dari segi harga memang baterai ini terbilang lebih murah dan juga aman. Inilah yang kemudian membuat Lea-acid hanya digunakan pada kendaraan untuk sistem penyimpanan sekunder. 

Baca Juga: 9 Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Membanggakan

5. NiMH (Nickel-metal Hydride) 

Kemudian ada jenis baterai NiMH yang menggunakan hidrogen sebagai media untuk menyimpan energi. Baterai ini juga akan mudah Anda temukan pada peralatan medis dan komputer karena menawarkan kapasitas energi yang cukup baik. 

Di dalam baterai ini umumnya juga terdapat tambahan zat logam lain dan nikel yang tujuannya untuk mengontrol aliran hidrogen. Banyak kendaraan listrik hybrid atau HEV yang menggunakan jenis baterai ini. 

Keunggulan baterai NiMH adalah siklus hidupnya yang jauh lebih panjang daripada jenis baterai lain. Untuk komponen yang ada di dalam baterai ini pun terbilang aman dan mudah dalam daur ulang karena sedikit kandungan bahan beracun. 

Sayangnya, baterai ini memiliki biaya pembuatan yang tinggi dan tingkat kendurnya pun tergolong tinggi. Baterai ini juga cenderung bisa menghasilkan panas tinggi. Inilah yang membuatnya jadi kurang efektif sebagai baterai mobil listrik. 

6. Ultracapacitor 

Kemudian, ada jenis baterai mobil listrik yaitu Ultracapacitor. Ini merupakan baterai yang berbeda dengan baterai lainnya karena penyimpanan cairan terpolarisasi antara elektrolit dan elektroda. 

Baterai ini sangat cocok untuk penyimpanan sekunder di kendaraan listrik karena cara kerjanya bisa membantu baterai berjenis elektrokimia dalam meningkatkan tingkat beban. 

7. NMC (Ternary Lithium-ion) 

Terakhir, ada NMC yang merupakan salah satu jenis baterai yang terpopuler. Tegangan baterai mobil listrik ini yang tinggi menjadi salah satu keunggulannya. Selain itu, juga memiliki kapasitas dan stabilitas termal yang baik. 

Daripada jenis baterai Li-ion lainnya, NMC pun merupakan salah satu jenis baterai yang terbilang murah. 

Baca Juga: Rincian Biaya Service Mobil Berkala dan Sesuai Jenisnya

Harga Baterai Mobil Listrik 

Bagi pemilik mobil listrik, penting untuk selalu menjaga kesehatan baterai karena harga komponen yang satu ini tidaklah murah. Umumnya, harga baterai mobil listrik bisa mencapai 40%-60% dari harga mobil itu sendiri. 

Melansir dari berbagai sumber, harga baterai yang umumnya ada di pasaran saat ini adalah berkisar dari 190 juta sampai 800 juta rupiah tergantung dari ukuran, brand, dan juga kapasitas. 

Itulah beberapa jenis baterai mobil listrik yang bisa Anda simak. Bagi pemilik mobil memang penting untuk memahami dan mengecek berbagai komponen yang krusial pada mobil. Tidak hanya baru, tapi juga mobil bekas. 

Jika Anda mencari tempat jual beli mobil bekas yang terpercaya, CarsGallery adalah jawabannya. Disini tersedia banyak sekali pilihan mobil bekas dengan kualitas terbaik yang bisa menjadi pilihan. 

Tidak hanya memiliki harga terjangkau, tapi juga memiliki sertifikat yang resmi sekaligus garansi. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera kunjungi CarsGallery dan dapatkan mobil impian Anda!

6 Kelebihan Mobil Listrik, Lebih Ramah Lingkungan!

Kendaraan listrik atau electric vehicle merupakan kendaraan yang memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energi. Kelebihan mobil listrik adalah Anda tidak perlu membeli BBM alias bensin, melainkan hanya perlu mengisi penuh daya baterai. 

Saat ini, sudah banyak pengguna kendaraan yang beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik. Apalagi, dari sisi pemerintah juga sangat mendukung peralihan penggunaan electric vehicle berdasarkan kebijakan Perpres Nomor 55 Tahun 2019.

Dampak positif mobil listrik ketimbang mobil konvensional adalah ramah lingkungan. Maka dari itu, pemerintah mendorong penggunaan electric vehicle dalam rangka mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. 

Baca juga: Kekurangan dari Mobil Listrik

6 Kelebihan Mobil Listrik

Beberapa merk mobil listrik yang beredar adalah Wuling Air EV, Hyundai, Toyota Bz4x, dan lain-lain. 

Meski mobil ini dibanderol dengan harga yang relatif mahal di pasaran, orang-orang masih mau membelinya karena keuntungan yang didapatkan berikut. 

1. Ramah Lingkungan

Mobil konvensional akan menghasilkan emisi gas berupa karbon dioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Gas ini tidak hanya berdampak negatif pada lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan. 

Nah, di sinilah letak kelebihan mobil listrik ketimbang mobil biasa karena tidak menghasilkan emisi gas yang berbahaya. Pasalnya, mobil listrik tidak mengeluarkan sisa pembakaran bahan bakar minyak seperti halnya mobil biasa.

Dengan demikian, mobil listrik dapat mengurangi polusi udara yang mengganggu. Apalagi, saat ini jumlah pengguna kendaraan terus meningkat sehingga perlu upaya untuk meminimalisir pencemaran udara.  

2. Hemat BBM

Mobil konvensional baru bisa bergerak atau beroperasi ketika tangki bensinnya terisi. Itu artinya, pemilik mobil biasa harus membeli bensin secara rutin di SPBU atau pom terdekat lainnya. 

Namun, jika Anda memakai mobil listrik, Anda tidak perlu khawatir mengeluarkan uang untuk membeli BBM. 

Sebab, Anda menggunakan sumber energi listrik dari baterai agar mobil bisa berjalan. Inilah kelebihan mobil listrik dibanding mobil konvensional.

Jadi, Anda bisa menghemat biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membeli bensin. Apalagi, tidak menutup kemungkinan dalam sebulan bisa habis membeli bensin ratusan ribu untuk menempuh jarak jauh. 

Baca juga: Subsidi Mobil Listrik: Aturan, Syarat, dan Daftar Mobilnya

3. Tidak Banyak Perawatan

Ketika Anda memiliki mobil biasa, Anda harus rutin merawat oli, busi, radiator, dan bagian mobil lainnya. Namun, dengan mobil listrik Anda tidak perlu melakukan perawatan yang terlalu rumit sebab komponen bergerak mobil ini lebih sedikit. 

Bisa dibilang mobil listrik lebih minim perawatan daripada mobil konvensional. Anda tidak perlu pusing harus ganti oli secara rutin atau pergi ke SPBU untuk mengisi bensin. Mobil listrik tidak butuh oli dan bensin sehingga menghemat pengeluaran. 

Namun, itu tidak berarti perawatan mobil listrik bisa Anda abaikan. Anda masih tetap harus memperbaiki atau mengganti komponen-komponen yang sudah tidak memadai. Selain itu, Anda juga harus rajin mengisi ulang baterai mobil listrik. 

4. Kabin Senyap

Kelebihan mobil listrik yang berikutnya adalah tidak mengeluarkan suara bising. Hal ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berkendara dengan damai tanpa terganggu suara mesin yang berisik. 

Mobil listrik hampir tidak mengeluarkan suara mesin sama sekali ketika melaju di jalanan. Bahkan, Anda mungkin hanya akan mendengar suara ban mobil bersentuhan dengan aspal saking senyapnya. 

Hal ini akan meningkatkan kenyamanan selama berkendara baik untuk pengemudi maupun penumpang. Sebab, mereka akan menikmati pengalaman perjalanan yang mulus tanpa terganggu suara mesin. 

5. Bebas Aturan Ganjil Genap

Keuntungan dan kekurangan mobil listrik memang patut Anda pertimbangkan baik-baik. Salah satu keuntungan yang akan Anda peroleh jika mengendarai mobil listrik adalah terbebas dari aturan ganjil genap. 

Ganjil genap adalah aturan yang tertuang dalam PERGUB (Peraturan Gubernur) DKI Jakarta Nomor 76 Tahun 2020. Peraturan ini melarang mobil dengan nomor kendaraan ganjil atau genap untuk melintasi jalan tertentu pada tanggal tertentu. 

Misalnya, Anda mempunyai mobil dengan nomor pelat ganjil dan ingin melintas di jalan tertentu pada tanggal ganjil maka diperbolehkan. Sementara itu, mobil dengan plat genap dilarang melintas pada tanggal ganjil. Hal ini saling berlaku kebalikannya. 

Tujuan dari aturan ganjil genap adalah untuk mengurangi kemacetan. Anda harus mencermati jalan-jalan tertentu yang menerapkan aturan ini. Sebab, jika ketahuan melanggarkan akan terkena sanksi. 

Nah, untungnya mobil listrik tidak perlu mematuhi aturan ganjil genap ini. Jadi, pengemudi bisa melaju kapan saja dengan tenang tanpa harus memperhatikan hari ini tanggal genap atau ganjil untuk tahu boleh melintas atau tidak. 

Baca juga: 9 Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Membanggakan 

6. Bisa Isi Baterai di Rumah

Salah satu kelebihan menggunakan mobil listrik selanjutnya adalah Anda bisa mengisi baterai mobil di rumah. Selama ini, mobil konvensional harus pergi ke SPBU terdekat untuk mengisi BBM. 

Namun, mobil listrik sedikit beda karena Anda bisa mengisinya ke SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau diisi ulang di rumah sendiri. Inilah yang menjadi keunggulan mobil listrik karena Anda tidak perlu repot-repot mengantre. 

Apalagi, antrean bensin biasanya sangat panjang dan memakan waktu yang lama. Nah, sekarang Anda bisa santai karena isi ulang daya mobil listrik bisa dilakukan dari rumah. 

Demikian pembahasan mengenai kelebihan mobil listrik yang bisa jadi alasan untuk membelinya. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan dari sisi kekurangannya untuk membuat keputusan yang matang. 

Bagi Anda yang tertarik menjual mobil bekas sebagai tambah budget untuk membeli mobil listrik, bisa menjualnya ke CarsGallery. CarsGallery menerima pembelian dan penjualan mobil bekas yang bergaransi dan bersertifikat resmi. Yuk, hubungi kami!

6 Kekurangan Mobil Listrik yang Perlu Dipertimbangkan!

Seiring kemajuan teknologi yang makin pesat, industri otomotif di dunia mulai beralih dari kendaraan bahan bakar konvensional ke kendaraan listrik. Termasuk Indonesia yang mulai berpindah ke mobil listrik. Tapi, tahukah Anda kekurangan mobil listrik?

Seperti namanya, mobil listrik adalah kendaraan yang menggunakan listrik sebagai sumber energinya. Jika mobil konvensional memakai bensin sebagai bahan bakar, mobil listrik memanfaatkan baterai yang dapat diisi ulang sebagai bahan bakarnya. 

Penggunaan mobil listrik ini bertujuan untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Apalagi, kendaraan listrik dapat mengurangi emisi yang berdampak buruk terhadap lingkungan. 

Baca juga: Penjualan Mobil Listrik di Eropa Turun, Apa Alasannya?

Kekurangan Mobil Listrik

Sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, kini sudah banyak mobil atau motor listrik yang beredar di pasaran. 

Kelebihan mobil listrik memang ramah lingkungan dan minim perawatan, namun Anda juga harus tetap mempertimbangkan dari sisi kekurangannya. Berikut adalah kekurangan kendaraan mobil listrik. 

1. Harga Mobil Listrik Terbilang Mahal

Bagi sebagian orang, mobil listrik terbilang relatif mahal daripada mobil konvensional. Harga yang paling murah mulai dari dua ratus jutaan. Misalnya seperti mobil Wuling Air EV dengan harga sekitar Rp206 – Rp299,5 juta. 

Akibat harganya yang mahal inilah orang-orang masih ragu untuk beralih ke mobil listrik. Apalagi jika Anda hendak mengincar mobil dengan spesifikasi lebih tinggi seperti Hyundai Ioniq 5 harganya sudah menyentuh Rp759 – Rp870 juta. 

Tentu dengan range harga yang sedemikian tingginya, beberapa orang lebih memilih membeli mobil biasa dengan budget terbatas. Namun, jika memiliki budget yang sesuai, tidak ada salahnya untuk membeli mobil listrik. 

2. Isi Daya Baterai Cukup Lama

Cara kerja mobil listrik adalah dengan memanfaatkan baterai yang telah diisi ulang agar bisa beroperasi. Maka dari itu, sebagai pengguna kendaraan listrik Anda perlu rajin mengisi daya baterai. 

Masalahnya, mengecas baterai mobil listrik bisa memakan waktu cukup lama, yakni berjam-jam. Bahkan jika Anda mengisinya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tetap butuh 1 sampai 2 jam supaya baterai penuh. 

Jika membandingkannya dengan mengisi ulang bensin di SPBU yang tidak sampai setengah jam ketika tidak macet, tentu pengisian daya baterai mobil listrik ini cukup lama. Jadi, Anda harus banyak bersabar dan telaten ketika mengecas baterai. 

3. Jarak Tempuh Terbatas

Kekurangan mobil listrik yang mesti Anda pertimbangkan lagi adalah dari sisi jangkauan tempuhnya. Jika Anda terbiasa mengemudi untuk keperluan jarak jauh, mungkin akan sedikit kesulitan memakai mobil listrik. 

Berbeda dari mobil biasa yang dapat menempuh rata-rata 480 ribuan kilometer saat tangki bensin penuh, mobil listrik hanya bisa menempuh jarak 96 – 193 ribuan kilometer per pengisian daya. 

Jadi, Anda harus mengisi ulang daya selama beberapa jam hingga penuh untuk melanjutkan perjalanan. Dilihat dari efisiensi waktu, mobil listrik akan memakan waktu lebih lama untuk sampai di tempat tujuan di luar rata-rata jarak tempuhnya. 

Baca juga: Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

4. Tempat Pengisian Daya Sedikit

Hal yang penting dari mobil listrik adalah baterainya. Anda harus memastikan bahwa daya baterai cukup untuk digunakan selama berkendara. Namun, sayangnya kekurangan mobil listrik adalah tempat pengisian dayanya yang masih sedikit. 

Dilansir dari situs PLN, hingga akhir tahun 2023 SPKLU yang beroperasi sudah ada sebanyak 1.081 unit baik dari milik PLN sendiri, mitra, dan swasta. 

Padahal jumlah kendaraan listrik atau electric vehicle yang beroperasi di Indonesia lebih dari 60 ribu unit. Angka tersebut tentu berbanding jauh dengan jumlah stasiun pengisi daya yang tersebar. 

Maka dari itu, cara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatasi kekurangan mobil listrik ini adalah dengan terus mengupayakan pertambahan unit SPKLU di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik.

5. Harga Baterai Mahal

Baterai merupakan komponen yang paling vital dalam mobil listrik. Sebab tanpa adanya baterai yang terisi, mobil tidak bisa beroperasi. 

Nah, yang menjadi minus mobil listrik adalah harga baterainya yang mahal sehingga harga mobil listriknya juga tinggi.

Rata-rata harga baterai mobil listrik dibanderol mulai dari ratusan juta hingga miliaran. 

Angka tersebut tentu terbilang tinggi dan hanya bisa kalangan tertentu jangkau. Apalagi, baterai cenderung lebih mahal harganya jika kapasitasnya semakin besar.

Sebagai contoh baterai Toyota bZ4X harga baterainya mencapai Rp540 juta. Kapasitas baterai tersebut yakni 71,4 kWh dan bisa menempuh hingga 500 km. 

Contoh lainnya adalah baterai Wuling Air EV varian Long Range yang harganya mendekati Rp 100 juta. Jika dibandingkan dengan Toyota bZ4X, kapasitas baterai Wuling Air EV Long Range hanya 26,7 kWH sehingga harganya lebih murah. 

Baca juga: BYD Sea Lion 07, SUV Listrik Mewah Hanya Rp400 Jutaan

6. Limbah Baterai

Kekurangan mobil listrik bagi lingkungan adalah dapat menyebabkan limbah. Electric vehicle memang tidak menghasilkan emisi, tapi kendaraan listrik ini tetap menimbulkan limbah baterai. 

Sebab, ketika masa baterai sudah berakhir maka baterai perlu diganti. Nah, baterai lama yang tak terpakai akan berpotensi menjadi limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang bisa berakibat mencemari lingkungan. 

Jadi, itulah 6 kekurangan mobil listrik yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membeli. Jika budget yang saat ini Anda miliki belum banyak, barangkali Anda tertarik membeli mobil bekas dengan harga terjangkau di CarsGallery. 

CarsGallery adalah jasa yang melayani jual beli mobil bekas beserta sertifikat resmi dan garansi. Cara membeli mobil bekas lewat kami juga sangat mudah Anda tinggal memilih mobil, tes jalan, pembayaran, dan mobil akan dikirim ke rumah.

Penyebab Kaca Mobil Berembun Saat Hujan dan Cara Mengatasinya

Kaca mobil yang berembun saat hujan adalah masalah umum yang sering dihadapi oleh para pengemudi. Embun pada kaca mengurangi visibilitas dan bisa menjadi ancaman keselamatan saat berkendara. Fenomena ini disebabkan oleh perbedaan suhu dan kelembapan antara bagian dalam dan luar kendaraan.

Penyebab Kaca Mobil Berembun

  1. Perbedaan Suhu
    • Saat hujan, suhu di luar mobil biasanya lebih rendah dibandingkan dengan suhu di dalam mobil. Udara di dalam mobil yang hangat dan lembap bertemu dengan permukaan kaca yang dingin, menyebabkan uap air mengembun dan membentuk embun.
  2. Kelembapan Udara
    • Udara yang hangat mampu menampung lebih banyak uap air dibandingkan udara yang dingin. Ketika suhu di dalam mobil lebih tinggi daripada di luar, uap air yang ada di dalam udara akan mengembun saat menyentuh kaca yang lebih dingin. Kelembapan ini bisa berasal dari napas penumpang, pakaian yang basah, atau air hujan yang masuk ke dalam mobil.
  3. Kondisi Kaca dan Kebersihan
    • Kaca yang kotor atau berminyak cenderung lebih mudah berembun. Kotoran dan minyak pada permukaan kaca memberikan tempat bagi uap air untuk menempel dan mengembun lebih cepat.
  4. Ventilasi yang Tidak Memadai
    • Ventilasi yang buruk di dalam mobil dapat menyebabkan penumpukan kelembapan. Jika sistem ventilasi atau AC tidak bekerja dengan baik, udara di dalam mobil tidak akan bersirkulasi dengan efektif, yang dapat menyebabkan kaca berembun.

Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun

  1. Menggunakan Defroster atau Defogger
    • Defroster atau defogger adalah fitur standar pada sebagian besar mobil modern yang dirancang untuk menghilangkan embun dari kaca. Defroster mengarahkan udara panas ke kaca depan untuk menguapkan embun, sedangkan defogger biasanya menggunakan elemen pemanas pada kaca belakang.
  2. Mengatur Suhu dan Ventilasi
    • Atur suhu di dalam mobil agar sesuai dengan suhu di luar. Menurunkan suhu AC atau membuka sedikit jendela dapat membantu menyeimbangkan suhu dan mengurangi embun. Pastikan ventilasi mobil dalam keadaan baik dan udara dapat bersirkulasi dengan lancar.
  3. Menggunakan Produk Anti-Embun
    • Ada berbagai produk anti-embun yang tersedia di pasaran yang dapat diaplikasikan pada kaca mobil. Produk ini bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung pada kaca yang mencegah uap air menempel dan mengembun.
  4. Membersihkan Kaca Secara Rutin
    • Kaca yang bersih lebih tahan terhadap embun. Membersihkan kaca secara rutin dengan pembersih kaca yang baik akan menghilangkan kotoran dan minyak yang bisa menjadi tempat menempelnya uap air.
  5. Menggunakan AC dengan Tepat
    • Menggunakan AC dalam mode defrost atau defog dapat membantu menghilangkan embun dengan cepat. Mode ini mengarahkan udara dingin dan kering ke kaca, yang membantu mengurangi kelembapan di dalam mobil.
  6. Membuka Jendela Sedikit
    • Membuka jendela sedikit saat hujan dapat membantu mengurangi embun dengan membiarkan udara lembap keluar dan menggantinya dengan udara luar yang lebih kering. Ini membantu menyeimbangkan kelembapan di dalam mobil.
  7. Menggunakan Kain atau Lap Khusus
    • Menyimpan kain mikrofiber atau lap khusus anti-embun di dalam mobil dapat membantu menghilangkan embun dengan cepat jika terjadi. Mengelap kaca secara manual adalah solusi sementara yang efektif.
  8. Mengurangi Sumber Kelembapan
    • Pastikan tidak ada sumber kelembapan yang berlebihan di dalam mobil. Misalnya, pastikan pakaian dan payung yang basah tidak dibiarkan di dalam mobil. Menggunakan alas kaki yang bersih dan kering juga dapat membantu.

Mengapa Mengatasi Kaca Berembun Penting?

  1. Keselamatan Berkendara
    • Kaca yang berembun dapat menghalangi pandangan pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Mengatasi masalah embun dengan cepat sangat penting untuk memastikan visibilitas yang baik dan keselamatan berkendara.
  2. Kenyamanan Pengemudi dan Penumpang
    • Kaca yang berembun tidak hanya mengganggu visibilitas tetapi juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengemudi dan penumpang. Kondisi dalam mobil yang terlalu lembap atau terlalu kering bisa membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.
  3. Pencegahan Kerusakan
    • Mengatasi embun dengan cara yang salah, seperti mengelap kaca dengan tangan atau kain yang tidak bersih, dapat menyebabkan goresan pada kaca. Menggunakan metode yang tepat dan produk khusus dapat mencegah kerusakan pada kaca mobil.

Tips Tambahan untuk Mengurangi Kelembapan di Dalam Mobil

  1. Gunakan Dehumidifier Mobil
    • Dehumidifier mobil adalah perangkat kecil yang dirancang untuk mengurangi kelembapan di dalam mobil. Ini dapat membantu mengurangi risiko embun pada kaca.
  2. Periksa Kondisi Seal Kaca dan Pintu
    • Pastikan seal atau karet pada kaca dan pintu dalam kondisi baik untuk mencegah air masuk ke dalam mobil. Seal yang bocor dapat meningkatkan kelembapan di dalam mobil dan menyebabkan embun pada kaca.
  3. Parkir di Tempat yang Kering
    • Jika memungkinkan, parkir mobil di tempat yang kering dan terlindungi dari hujan. Ini dapat membantu mengurangi masuknya kelembapan ke dalam mobil.

Kaca mobil yang berembun saat hujan adalah masalah umum yang dapat mengurangi visibilitas dan mengganggu kenyamanan berkendara. Penyebab utama masalah ini adalah perbedaan suhu dan kelembapan antara bagian dalam dan luar mobil. Dengan memahami penyebabnya dan menggunakan metode yang tepat untuk mengatasi embun, pengemudi dapat memastikan visibilitas yang baik dan menjaga keselamatan di jalan. Menggunakan defroster, mengatur ventilasi, membersihkan kaca secara rutin, dan mengurangi sumber kelembapan di dalam mobil adalah beberapa cara efektif untuk mengatasi masalah kaca berembun.

Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

Apa saja komponen mobil listrik (electronic vehicle/EV)? Sebagai pemilik kendaraan listrik, Anda tentu harus memahami setiap komponen dari EV dan fungsinya masing-masing.

Memahami komponen dari EV dan cara kerjanya memungkinkan Anda memperpanjang umur kendaraan. Selain itu, Anda juga bisa mengoptimalkan kinerja setiap komponen dan memastikan seluruhnya berfungsi dengan baik untuk menjaga performa mobil.

Baca Juga: Subsidi Mobil Listrik: Aturan, Syarat, dan Daftar Mobilnya

Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

Berikut ini sejumlah komponen penting dari EV yang perlu Anda cermati sebagai pemilik kendaraan.

1. Baterai

Komponen paling penting dari EV adalah baterai. Baterai pada mobil listrik adalah komponen terbesar dan termahal. Fungsinya menyimpan energi dan memberi daya pada seluruh mobil termasuk motor listrik yang memungkinkan mobil bergerak.

Komponen inilah yang menentukan berapa banyak daya dan jangkauan yang dimiliki kendaraan. Baterai terdiri dari sejumlah baterai terpisah yang saling terhubung, bisa antara 5 hingga 25 baterai, letaknya di kotak baterai.

Dalam kotak baterai ini terdapat semua komponen elektronik yang mengontrol dan memantau baterai tersebut. Misalnya, sistem pengapian akan membuka dan menutup saklar untuk menyalakan dan mematikan mobil.

Selain itu, di dalam kotak baterai juga terdapat sistem manajemen baterai. Fungsinya untuk memantau tegangan, suhu, dan arus yang mengalir melalui baterai saat pengisian dan pengosongan. 

Sistem ini memastikan bahwa baterai tidak rusak oleh suhu atau tegangan berlebihan.

Kotak baterai memiliki sistem pendingin yang terhubung ke radiator eksternal dan pompa air. Sistem pendingin ini mengalirkan pendingin di dalam setiap baterai untuk memastikan bahwa semua baterai berjalan pada suhu yang sama.

2. Inventer 

Inverter atau pengontrol daya berfungsi mengubah arus searah dari baterai menjadi arus bolak-balik. Lalu, arus tersebut dikirimkan ke motor listrik. Tanpanya, motor akan berputar dengan kecepatan penuh sepanjang waktu.

Inventer ini terhubung ke throttle kendaraan serta sistem manajemen baterai. Inverter memiliki banyak arus yang mengalir melaluinya, terutama jika Anda mengemudi dengan cepat.

Komponen mobil listrik ini juga terhubung ke sistem pendingin baterai sehingga memungkinkan pendingin untuk menjaga suhu tetap terkendali.

Inverter kendaraan listrik dapat mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah saat pengereman. Proses ini dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai atau biasa disebut pengereman regeneratif.

3. Motor Listrik

EV menggunakan motor listrik untuk menggerakkan roda. Cara kerjanya yaitu energi listrik ditransfer dari baterai ke motor, lalu diubah menjadi energi mekanik. 

Komponen motor listrik bervariasi, beberapa menggunakan arus searah (DC), beberapa menggunakan arus bolak-balik (AC). Motor yang paling umum untuk konversi kendaraan listrik adalah AC karena lebih efisien. 

Jumlah motor listrik dan penempatannya menentukan apakah EV menggunakan penggerak roda depan, belakang, atau semua roda. Motor listrik jauh lebih sederhana daripada mesin pembakaran internal. Komponen ini juga tidak memerlukan perawatan.

4. Charger

Charger atau pengisi daya adalah perangkat yang mengubah arus bolak-balik yang berasal dari jaringan listrik menjadi arus searah. Komponen EV ini mengisi baterai kendaraan listrik tempat penyimpanan energi yang menggerakkan mobil.

Pengisi daya dalam kendaraan listrik berfungsi memastikan bahwa pengisian baterai pada kecepatan yang sesuai. Pengisi daya dipasang di dalam mobil sehingga baterai dapat diisi ulang di mana pun mobil berada.

Komponen ini mempengaruhi seberapa cepat energi mobil akan terisi. Namun, semuanya tergantung sumber daya. Jika sumber daya tidak cukup besar, charger pun tidak bisa mengisi dengan cepat.

5. DC Converter

Konverter DC/DC (arus searah) adalah perangkat yang mengubah daya DC bertegangan tinggi. Komponen EV ini mengubah DC dari sistem baterai bertegangan tinggi menjadi baterai 12V standar untuk mengoperasikan sistem.

Sistem ini mencakup lampu, wiper, dan sistem penguncian. Setelah konversi, mobil tidak harus mengulang kabel sistem 12V-nya sehingga akan menghemat biaya.

6. Thermal Management System

Sistem manajemen termal terdiri dari radiator, kipas, dan pompa pendingin. Radiator berfungsi mendinginkan cairan pendingin dalam sistem. 

Kipas berfungsi membantu mengalirkan udara dingin ke dalam pendingin. Pompa pendingin berfungsi membantu mentransfer panas dari komponen mobil listrik.

Ketiganya merupakan komponen penting dari EV yang berfungsi mengatur suhu baterai, motor listrik, dan elektronika daya untuk memastikan mereka beroperasi pada suhu optimal.

Tanpa sistem manajemen termal, komponen-komponen tersebut akan rentan terhadap kerusakan karena panas berlebih atau kondisi yang terlalu dingin. Sistem manajemen termal juga membantu memaksimalkan efisiensi dan jangkauan.

7. Charger Pot

Charger pot atau pot pengisian dipasang di tempat pengisian bahan bakar. Komponen ini terhubung langsung ke sistem pengisian dalam mobil yang akan mengisi baterai bertegangan tinggi.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa Anda dapat mengisi konversi mobil listrik menggunakan soket 3-pin. Meskipun lambat, komponen ini memungkinkan Anda tidak perlu mencari stasiun pengisian.

8. Transmisi

Mobil listrik memiliki transmisi. Komponen transmisi mobil listrik menggunakan satu percepatan, berbeda dengan kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan transmisi multi-percepatan. 

Transmisi satu percepatan pada mobil listrik mengurangi putaran tinggi (RPM) dari motor listrik dan menyesuaikannya dengan RPM roda. 

Transmisi ini lebih sederhana, lebih kompak, dan memiliki lebih sedikit komponen yang bergerak. Itulah sebabnya komponen ini lebih andal dan mudah dirawat. Mobil listrik juga berakselerasi lebih cepat, lebih tenang, dan lebih halus.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik di Eropa Turun, Apa Alasannya? 

Cara Kerja Mobil Listrik

Alih-alih mesin pembakaran internal, mobil listrik digerakkan oleh motor listrik. Motor ini ditenagai oleh paket baterai bertegangan tinggi yang memberikan energi listrik ke motor berdasarkan seberapa jauh Anda menekan pedal akselerator.

Saat Anda menekan pedal akselerator kendaraan, akan terjadi proses-proses berikut ini.

  • Pengontrol motor (inverter) menerima input dan menghitung berapa banyak daya yang dibutuhkan dari baterai.
  • Inverter kemudian mengirimkan sejumlah energi listrik ke motor berdasarkan seberapa keras Anda menekan pedal.
  • Energi listrik diubah menjadi energi mekanik (rotasi) oleh motor menggunakan elektromagnet dan kumparan kawat.
  • Poros output pada motor berputar di dalam transmisi.
  • Transmisi menyesuaikan rotasi ini menjadi kecepatan yang menyebabkan roda berputar dan mobil bergerak.

Dengan perkembangan teknologi yang berkelanjutan, mobil listrik akan menjadi lebih terjangkau dan populer. Ada banyak bagian berbeda yang bekerja bersama untuk membuat mobil listrik berfungsi.

Baca Juga: Review BYD Denza D9, Mobil Listrik Mewah Selevel Alphard

Beli Mobil Listrik Bekas di Sini!

Anda bisa memaksimalkan kinerja komponen mobil listrik dengan harga yang tetap ekonomis. Keputusan untuk membeli mobil bekas bisa menjadi investasi berharga dengan budget terbatas, tetapi sudah bisa mendapatkan mobil performa prima.

Saat berencana membeli mobil bekas, pastikan memilih platform jual beli mobil bekas yang terpercaya. Banyaklah bertanya kepada penyedia mobil bekas hingga Anda mengetahui kondisi mobil yang sebenarnya.

Tempat jual mobil bekas seperti CarsGallery tentu menyediakan informasi yang transparan terkait harga dan kondisi mobil. Anda juga bisa meminta rekomendasi mobil terbaik sesuai budget atau kriteria lainnya.

Beli mobil bekas bersertifikasi dan bergaransi hanya di CarsGallery. Hubungi tim CarsGallery untuk informasi lebih lanjut!

FAQ

Apakah mobil listrik menyebabkan polusi?

Ya, meskipun saat Anda mengendarai mobil listrik tidak ada emisi knalpot, tetapi ada polusi. 

Ketika menilai dampak lingkungan, penting juga untuk mengevaluasi emisi dari produksi bahan bakar (well-to-wheel emissions) dan emisi sepanjang masa pakai (lifecycle emissions).

Berapa lama umur baterai mobil listrik?

Umur baterai mobil listrik bervariasi tergantung pada jenis baterai, kondisi penggunaan, dan perawatan. Secara umum, komponen mobil listrik ini dapat bertahan antara 8 hingga 15 tahun atau lebih dengan penggunaan dan perawatan yang baik.

Berapa lama waktu pengisian daya pada mobil listrik?

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya EV tergantung pada jenis stasiun pengisian daya dan model EV. Terdapat pembagian pengisian daya sebagai Level 1, Level 2, atau Pengisian Cepat Arus Searah (DC) berdasarkan kemampuannya. 

Apakah EV memungkinkan fast charging?

Ya, menggunakan fast charger (pengisi daya cepat) yang dapat mengisi baterai kendaraan listrik dengan cepat. Fast charger menggunakan arus searah (DC) langsung untuk mengisi baterai sehingga memungkinkan pengisian lebih cepat.



4 Cara Kerja Mobil Listrik Beserta Komponen dan Jenisnya

Cara kerja mobil listrik tentu sangat berbeda dari kendaraan dengan mesin mobil konvensional. Berdasarkan sistem penggerak, mobil listrik memiliki mobilitas lebih sederhana. Bahkan jenisnya pun beragam.

Sekarang ini mobil listrik sedang tren dan banyak perusahaan elektrifikasi mulai mengeluarkan produk serupa. Apalagi saat ini pemerintah Indonesia juga sudah mulai menunjukkan dukungannya melalui pembangunan infrastruktur.

Namun, seiring dengan perkembangannya masih banyak calon pengguna yang bingung bagaimana mobil listrik bisa berjalan. Untuk menjawab kebingungan tersebut, Anda bisa cek informasi lengkapnya pada artikel di bawah ini.

Baca juga: 9 Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Membanggakan

Cara Kerja Mobil Listrik

Tertarik untuk menggunakan mobil dengan teknologi listrik? Tentu Anda wajib tahu seperti apa cara kerjanya terlebih dahulu.

Berbeda dengan mobil konvensional berbahan dasar minyak, mobil listrik memiliki cara kerja yang lebih sederhana. Aliran listriknya didapatkan dari baterai untuk kemudian mengalir pada mobil.

Proses inilah yang nantinya akan membantu menggerakkan roda pada mobil listrik yang Anda naiki.

Penjelasan sederhana cara kerja dari mobil listrik meliputi beberapa tahapan, antara lain:

  • Ketika Anda mulai menekan pedal akselerasi, nantinya control module akan mengatur aliran daya listrik dari baterai ke inverter.
  • Setelah itu, inverter akan mengubah arus listrik dari yang awalnya DC menjadi AC. Kemudian arus listrik ini akan disalurkan ke motor traksi sesuai dengan tekanan tekanan yang ada di pedal akselerasi.
  • Berikutnya, mobil traksi akan melakukan perubahan daya listrik menjadi energi kinetik atau rotasi atau putaran.
  • Terakhir, putaran rotasi inilah yang kemudian akan menggerakkan transmisi untuk membuat roda berputar. Sehingga, mobil bisa berjalan. Sangat sederhana dan lebih mudah daripada menyalakan mesin mobil konvensional.

Baca juga: Review BYD Denza D9, Mobil Listrik Mewah Selevel Alphard

Komponen Mobil Listrik

Setiap mobil listrik tentu memiliki komponen yang berbeda-beda dengan fungsi yang tidak sama. Namun, ada tiga komponen utama yang wajib ada di dalam mobil listrik dan penting untuk Anda ketahui, antara lain:

1. Power Inverter

Power inverter merupakan poin paling penting yang harus ada dalam mobil listrik. Keberadaan dari komponen ini memiliki fungsi untuk merubah DC (arus searah) menjadi AC (arus bolak balik).

Di mana, arus bolak balik ini nantinya akan digunakan untuk memberikan daya pada motor traksi. Selain itu, power inverter sendiri juga memiliki peran sebagai alat pengisi baterai mobil.

Saat mobil melambat, nantinya power inverter mulai bekerja dengan cara merubah arusnya dari AC ke DC untuk ditampung kembali ke dalam baterai.

2. Traction Battery Pack

Selanjutnya, komponen yang penting untuk melancarkan cara kerja mobil listrik adalah Traction Battery Pack. Berperan sebagai wadah untuk menampung daya listrik, Traction Battery Pack merupakan komponen yang tidak boleh tertinggal.

Untuk sistem penyimpanan daya listriknya adalah DC atau arus searah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi serta inovasi dari teknisi mobil, baterai untuk mobil listrik mengalami perkembangan dan menghasilkan beberapa jenis.

Saat ini mobil listrik paling umum menggunakan Lithium-ion Battery karena dinilai menghasilkan daya tahan yang lebih tinggi.

3. Motor Traksi

Terakhir, komponen penting dari mobil listrik adalah motor traksi. Peran dari motor traksi di sini sebagai tujuan akhir arus listrik baterai. Biasanya setiap mobil listrik memiliki lebih dari satu motor traksi dengan fungsi menggerakkan roda mobil.

Sederhananya mobil traksi ini bisa Anda anggap sebagai dinamo yang umumnya terdapat di mobil mainan anak.

Mobil traksi sendiri memiliki peran untuk mengubah daya listrik menjadi kinetik dengan proses interaksi elektromagnetik dan juga magnet permanen.

Jika Anda bandingkan dengan mesin konvensional, mobil traksi memiliki efisiensi pemakaian energi lebih tinggi. Sebab, motor traksi mampu mengkonversi daya listrik ke kinetik secara utuh.

Baca juga: Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

Jenis Jenis Mobil Listrik

Sejauh perkembangan otomotif saat ini, mobil listrik sudah mengeluarkan empat jenis berbeda. Berikut beberapa jenisnya:

1. Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Pertama ada jenis mobil listrik HEV yang mempunyai 2 sistem penggerak yaitu mobil traksi dan mesin pembakaran di bagian dalam. Jenis mobil hybrid ini bisa memutar roda dengan bensin ataupun motor traksi melalui daya baterai.

Hanya saja HEV masih belum mendukung charging port. Sehingga baterainya tidak bisa diisi ulang. Contoh jenis mobil ini seperti Camry Hybrid, Toyota C-HR Hybrid, Honda Civic Hybrid, dan lainnya.

2. Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Berikutnya adalah Fuel Cell Electric Vehicle atau FCEV yang memanfaatkan hidrogen untuk menghasilkan listrik. Mobil jenis ini memiliki tangka untuk menampung hidrogen.

Cara kerja mobil ini tidak jauh berbeda dari HEV, di mana hydrogen nantinya akan disalurkan pada sistem fuel Cell. Setelah itu, energi kimianya dikonversi menjadi energi listrik dan memperdaya mobil untuk melakukan pengisian baterai.

3. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

Selanjutnya masih ada PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle yang juga mempunyai 2 sistem penggerak seperti HEV. Bedanya, pada PHEV sudah memiliki sistem charging port yang membuat baterai mobil bisa dilakukan pengisian ulang.

Selain itu, mobil dengan teknologi PHEV beroperasi menggunakan dua mode, yaitu mode listrik dan mode hybrid di mana motor dan juga mesin akan bekerja secara bersamaan.

4. Battery Electric Vehicle (BEV)

Terakhir adalah jenis mobil yang beroperasi dengan listrik dari baterai seutuhnya yaitu Battery Electric Vehicle (BEV). Pada mobil ini Anda tidak akan menemukan mesin pembakaran bagian dalam, untuk listrik sendiri tersimpan di battery pack.

Pengisiannya dengan cara menghubungkan baterai pada sumber listrik eksternal. Beberapa jenis mobil listrik ini antara lain seperti BMW i3, Nissan Leaf, Tesla Model 3, Hyundai Ioniq, dan beberapa jenis mobil lainnya.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai cara kerja mobil listrik beserta komponen lengkapnya. Meski menarik jangan memaksakan diri untuk membeli apabila budget belum mencukupi.

Anda bisa coba kunjungi platform jual beli mobil bekas CarsCheck saja untuk menemukan mobil berkualitas dan ramah di kantong. CarsCheck sendiri merupakan jasa yang menjual mobil bekas dengan jaminan kualitas. 

Seluruh mobil yang dijual di sini telah melewati pengecekan secara detail oleh inspektor profesional dan berpengalaman. Jadi, jangan ragu lagi untuk membeli mobil bekas dengan kualitas terbaik di CarsCheck

9 Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Membanggakan 

Bersamaan dengan gerakan penggunaan energi terbarukan yang makin banyak disuarakan, muncul inovasi mobil listrik sebagai kendaraan ramah lingkungan. Bahkan, sudah banyak juga mobil listrik buatan Indonesia.

Mobil listrik produksi dalam negeri merupakan hasil karya dari berbagai pengembang. Mulai dari mahasiswa, institusi, hingga sejumlah produsen otomotif ternama. 

Menariknya lagi, beberapa mobil listrik produk asli Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dari mobil produksi mancanegara. Simak lebih lanjut untuk mengenal produk mobil listrik dalam negeri.

Baca Juga: Kekurangan Dari Mobil Listrik

Mobil Listrik Buatan Indonesia 

Pengembangan mobil listrik sudah cukup lama dilakukan, baik oleh pemerintah maupun produsen otomotif. Berikut beberapa mobil listrik buatan Indonesia:

1. Mobil Listrik Tucuxi

Tucuxi merupakan mobil listrik yang dikembangkan oleh Dahlan Iskan yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri BUMN. Mobil listrik Indonesia ini resmi rilis tahun 2012.

Dalam pembuatan mobil Tucuxi, Dahlan Iskan bekerjasama dengan Ricky Elson, yang mana merupakan alumni Institut Teknologi Sepuluh November dan lulusan University of Michigan.

Mobil listrik Tucuxi memiliki desain yang terinspirasi oleh lumba-lumba. Bagian depan mobil berbentuk oval, sementara desain body cenderung minimalis dan kompak.

Sumber energi mobil ini berasal dari baterai lithium-fero-phosphate berkapasitas 16 kWh. Dalam sekali pengisian, baterai tersebut mampu menghasilkan energi untuk menempuh perjalanan hingga jarak 120 km.

Selain itu, baterai sudah menggunakan fitur fast charging. Sehingga waktu pengisian daya hingga penuh hanya perlu waktu sekitar 15 menit.

Tucuxi dapat melaju dengan kecepatan mencapai 200 km/jam. Sementara itu, jarak tempuh maksimalnya mencapai 400 km.

Mobil listrik ini juga sudah memiliki berbagai fitur standar, seperti AC, power steering, dan power window. Namun, pengembangan mobil ini terpaksa terhenti akibat tidak lolos uji emisi dan terjadinya kecelakaan ketika Dahlan Iskan melakukan test drive.

2. Mobil Listrik Gendhis

Mobil listrik asli buatan Indonesia ini pertama kali tampil dalam ajang APEC 2013 yang berlangsung di Bali. Pengembangnya sama dengan Tucuxi, yakni Ricky Elson.

Gendhis merupakan mobil listrik dengan tipe MPV (Multi Purpose Vehicle) berkapasitas 7 orang. Dari segi eksterior, Gendhis memiliki body yang cukup bongsor dengan warna yang unik dan menarik perhatian. 

Mobil ini memiliki pintu slider yang serupa dengan pintu Daihatsu Luxio. Tujuan penggunaan jenis pintu ini adalah untuk memudahkan penumpang keluar masuk.

Sayangnya, mobil ini baru berbentuk prototipe dan belum ada konfirmasi untuk rencana produksi Gendhis secara luas.

3. DFSK Gelora E

Selanjutnya, ada mobil listrik buatan Indonesia yang sudah ikut meramaikan segmen komersial, yaitu DFSK Gelora E. Produksi mobil ini dilakukan di Cikande, Tangerang.

Mobil produksi PT Sokonindo Automobile awalnya memperkenalkan mobil Gelora versi bensin. Hingga kemudian mereka menghadirkan mobil Gelora E yang murni mengandalkan energi listrik.

DFSK Gelora E menggunakan baterai berkapasitas 42 kWh. Menurut klaimnya, baterai ini mampu menyediakan energi untuk menempuh perjalanan hingga 300 km dalam sekali pengisian.

Sudah tersedia juga fitur fast charging yang memungkinkan pengisian daya lebih singkat. 

Mobil DFSK Gelora E tersedia dalam dua varian, yaitu blind van dan minibus. Harga versi blind van adalah sekitar Rp350 juta, sedangkan varian minibus dibanderol dengan harga sekitar Rp399 juta.

4. Fin Komodo Bledhex

Fin Komodo Bledhex merupakan mobil listrik buatan lokal yang pertama kali rilis tahun 2021 silam. 

Dari segi tampilan, Fin Komodo Bledhex memiliki desain sporty yang menonjolkan kesan futuristik. Bentuknya juga cukup unik karena menyerupai satwa langka komodo.

Sementara itu, dapur pacu mobil ditenagai oleh baterai dengan kapasitas sebesar 60kWh. Menurut klaimnya, baterai tersebut dapat menempuh jarak hingga 400 km dengan sekali pengisian.

Mobil listrik yang terwujud dari kerjasama antara PT Fin Komodo Teknologi dan PT Bledhex Teknologi ini memiliki harga sekitar Rp1,5 miliar.

Dengan harga yang cukup fantastis, Fin Komodo Bledhex juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti voice command, smart dashboard, hingga autonomous driving.

5. Mobil Listrik Si Elang

Si Elang merupakan mobil listrik buatan anak bangsa, yakni oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tidar. 

Mobil Si Elang terbuat dari bahan besi galvanis, sementara bagian kaca depan dan samping terbuat dari fiberglass.

Mobil listrik ini menggunakan penggerak motor listrik dengan tenaga sebesar 350 watt. Sementara itu, kecepatan maksimal Si Elang saat melaju adalah 40 km/jam. 

Mobil hasil karya mahasiswa ini kapasitas baterainya hanya dapat bertahan selama 3 jam. Karena masih berupa prototipe, mobil ini belum tersedia untuk komersial secara meluas. 

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik di Eropa Turun, Apa Alasannya? 

6. Hyundai Ioniq 5

Hyundai Ioniq 5 banyak dikenal sebagai merek mobil listrik buatan Indonesia. Perakitan mobil ini berlangsung di Pabrik Hyundai Cikarang. Namun, sebenarnya produksi mobil dilakukan oleh PT Hyundai Motors Indonesia.

Perilisan pertama Hyundai Ioniq 5 yaitu pada event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022. 

Mobil ini memiliki baterai yang tangguh, sehingga mampu menempuh jarak terjauh mencapai 481 km dalam sekali pengisian. Dukungan fitur ultra-fast charging memungkinkan pengisian daya 80% berlangsung dalam 18 menit saja.

Hyundai Ioniq 5 menggunakan platform E-GPM (Electric Global Modular Platform) yang mampu meningkatkan handling saat berbelok dan stabilitas kendaraan ketika melaju dengan kecepatan tinggi.

Mobil ini tersedia dalam 2 varian, yaitu Prime Standard dan Signature Standard. Anda bisa mendapatkan mobil listrik dari Hyundai dengan harga sekitar Rp800 juta.

7. Bimasena

Mobil listrik buatan Indonesia selanjutnya bernama Bimasena. Mobil listrik ini hadir dalam tipe sedan.

PT Bimasena Power Indonesia membekali mobil listrik ini dengan baterai lithium-air dengan kapasitas besar. Jenis baterai ini juga lebih ramah lingkungan.

Baterai Bimasena memiliki kapasitas sebesar 100 kWh dan mampu menempuh jarak mencapai 600 km dalam sekali pengisian.

Bimasena menawarkan kenyamanan dan kemewahan bagi pengguna. Tampilan luar body mobil tampak elegan dan berkelas dengan desain yang aerodinamis. 

Bagian interior mobil pun tidak kalah menawan dengan penggunaan material premium seperti leather seats. Tersemat juga berbagai fitur canggih seperti cruise control, parking sensors, dan sunroof.

Mobil listrik Bimasena memiliki harga sekitar Rp2 miliar.

8. Gesits

Mobil listrik ciptaan Indonesia yang satu ini merupakan produksi dari kerjasama PT Gesits Technologies Indo dengan Institut Teknologi Bandung.

Gesits merupakan mobil tipe skuter yang cocok untuk penggunaan di daerah kota besar. Mobil ini memiliki desain yang ramping, ringan, dan praktis, sehingga ideal untuk menempuh jalanan kota yang padat kendaraan.

Baterai dari mobil listrik ini memiliki kapasitas sebesar 5 kWh. Karena kapasitasnya kecil, mobil hanya bisa menempuh jarak maksimal 80 km dalam sekali pengisian.

Mobil listrik ini sudah memiliki berbagai fitur kekinian, seperti smart key dan anti-theft system. Bagi Anda yang tertarik menggunakan mobil listrik, maka Gesits bisa jadi pilihan tepat. Mobil ini juga sangat terjangkau, harganya sekitar Rp25 juta.

Baca Juga: Subsidi Mobil Listrik: Aturan, Syarat, dan Daftar Mobilnya

9. New MG ZS EV

Ada lagi mobil listrik rakitan dalam negeri. Kali ini berasal dari pabrikan asal Inggris, MG Motor Indonesia mengumumkan perilisan mobil listrik terbaru awal tahun 2024.

New MG ZS EV merupakan mobil listrik yang perakitannya berlangsung di pabrik MG yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Pembuatannya juga mengandalkan oleh tenaga lokal.

Mobil tipe SUV ini memiliki desain yang stylish dan serangkaian teknologi terkini. Dalam sekali pengisian daya, mobil New MG ZS EV mampu menempuh jarak hingga 403 km. Sementara jangkauan tempuh maksimalnya mencapai 520 km.

Untuk mendapatkan mobil listrik terbaru ini, Anda perlu menyiapkan uang sekitar Rp450 juta.

Beli Mobil Lebih Murah dan Mudah

Mobil bekas menawarkan alternatif yang lebih ramah kantong, termasuk jika dibandingkan dengan kebanyakan mobil listrik buatan Indonesia.

Anda bisa melakukan pembelian mobil bekas dengan mudah dan aman melalui platform jual beli mobil bekas CarsGallery. Platform ini menyediakan berbagai tipe dan merek mobil bekas dengan kualitas yang terjamin bagus.

Mobil dari CarsGallery juga dilengkapi dengan garansi dan sertifikat resmi. Langsung saja kunjungi CarsGallery untuk menemukan mobil incaran Anda.

FAQ

Apa bedanya mobil listrik dari mobil biasa?

Perbedaan utamanya terletak pada jenis bahan bakar. Mobil listrik mengandalkan energi yang berasal dari listrik.

Apa kelebihan dari mobil listrik?

Kelebihan utama mobil listrik yaitu dari efisiensi energi karena mobil ini menggunakan sumber energi terbarukan dan tidak mengkonsumsi bahan bakar minyak, sehingga lebih ramah lingkungan.

Bisa tidak menggunakan mobil listrik untuk perjalanan antar kota?

Bisa. Namun, Anda perlu melakukan pengisian daya sesuai kebutuhan.



Dampak Mobil Sering Melewati Lubang di Jalan

Kondisi jalan yang berlubang merupakan tantangan tersendiri bagi para pengendara. Selain memberikan pengalaman berkendara yang tidak nyaman, sering melewati lubang di jalan dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada kendaraan. Mulai dari masalah pada suspensi hingga kerusakan pada ban, dampaknya bisa sangat merugikan.

1. Kerusakan Suspensi

Suspensi adalah salah satu komponen yang paling rentan terhadap kerusakan akibat sering melewati lubang di jalan. Fungsi utama suspensi adalah menyerap guncangan dan menjaga stabilitas kendaraan. Jika mobil sering melewati lubang, komponen suspensi seperti pegas, peredam kejut (shock absorber), dan strut dapat mengalami keausan atau kerusakan.

  • Peredam Kejut: Guncangan yang berlebihan dapat menyebabkan peredam kejut bocor atau kehilangan efektivitasnya, sehingga mengurangi kenyamanan berkendara dan meningkatkan risiko kerusakan lebih lanjut.
  • Peregangan Pegas: Pegas yang terus-menerus menerima guncangan keras dapat menjadi lemah atau patah, yang bisa mengurangi kemampuan suspensi dalam menyerap guncangan.

2. Kerusakan Ban

Ban adalah komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan, sehingga sering melewati lubang dapat menyebabkan berbagai masalah pada ban.

  • Benjolan pada Ban: Guncangan keras bisa menyebabkan benjolan pada dinding ban, yang merupakan tanda bahwa struktur internal ban telah rusak. Ban dengan benjolan berisiko tinggi untuk meledak.
  • Pecah Ban: Ban yang terus-menerus terkena benturan keras bisa mengalami pecah atau robek, yang sangat berbahaya terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi.
  • Keausan Tidak Merata: Melewati lubang secara terus-menerus dapat menyebabkan keausan ban yang tidak merata, yang akan mengurangi traksi dan umur ban.

3. Penyelarasan Roda

Sering melewati lubang di jalan dapat menyebabkan penyelarasan roda (wheel alignment) berubah. Penyelarasan roda yang tidak tepat bisa mengakibatkan beberapa masalah serius, termasuk:

  • Kendaraan Menarik ke Satu Sisi: Jika penyelarasan roda tidak tepat, kendaraan mungkin akan menarik ke satu sisi, yang bisa membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.
  • Keausan Ban yang Cepat: Penyelarasan yang salah menyebabkan ban aus lebih cepat dan tidak merata, sehingga mengurangi umur pakai ban dan meningkatkan biaya penggantian.

4. Kerusakan Velg dan Rims

Velg dan rims juga bisa mengalami kerusakan serius jika mobil sering melewati lubang di jalan. Benturan keras dapat menyebabkan velg bengkok atau retak, yang akan mempengaruhi keseimbangan roda dan kenyamanan berkendara.

  • Velg Bengkok: Velg yang bengkok dapat menyebabkan getaran pada kemudi dan mengurangi stabilitas kendaraan.
  • Retakan pada Velg: Retakan pada velg, meskipun kecil, dapat berkembang menjadi masalah besar jika tidak segera diperbaiki. Retakan bisa menyebabkan kebocoran udara dari ban, yang akan menurunkan tekanan ban dan meningkatkan risiko kecelakaan.

5. Masalah pada Sistem Kemudi

Sistem kemudi juga dapat terpengaruh oleh seringnya melewati lubang di jalan. Komponen seperti tie rod, ball joint, dan power steering dapat mengalami kerusakan akibat benturan keras.

  • Tie Rod dan Ball Joint: Komponen ini menghubungkan roda ke sistem kemudi. Guncangan keras bisa merusak tie rod dan ball joint, yang akan mempengaruhi pengendalian kendaraan.
  • Power Steering: Sistem power steering bisa mengalami kebocoran atau kehilangan efisiensi jika terkena benturan keras secara terus-menerus, yang akan membuat kemudi menjadi berat dan sulit dikendalikan.

6. Kerusakan pada Sistem Knalpot

Sistem knalpot yang terletak di bawah mobil juga rentan terhadap kerusakan jika sering terkena benturan lubang di jalan. Komponen seperti pipa knalpot, catalytic converter, dan muffler bisa mengalami kerusakan atau kebocoran.

  • Pipa Knalpot Retak: Benturan keras bisa menyebabkan pipa knalpot retak atau patah, yang akan menimbulkan kebisingan berlebihan dan menurunkan efisiensi bahan bakar.
  • Kebocoran pada Catalytic Converter: Catalytic converter yang bocor atau rusak bisa menyebabkan emisi gas buang meningkat dan mengurangi kinerja mesin.

7. Kerusakan pada Bodi Mobil

Selain komponen mekanis, bodi mobil juga bisa mengalami kerusakan akibat sering melewati lubang di jalan. Benturan keras dapat menyebabkan kerusakan pada bumper, undercarriage, dan panel bodi lainnya.

  • Kerusakan Bumper: Bumper yang sering terkena benturan bisa retak atau lepas, yang tidak hanya mempengaruhi estetika tetapi juga keselamatan.
  • Undercarriage: Bagian bawah mobil yang terkena benturan keras bisa mengalami kerusakan atau korosi, yang akan mengurangi umur pakai kendaraan.

Cara Mencegah dan Mengurangi Kerusakan

Untuk mencegah dan mengurangi kerusakan akibat sering melewati lubang di jalan, berikut beberapa tips yang dapat diikuti:

  1. Periksa Kondisi Jalan: Jika memungkinkan, pilihlah jalur yang lebih baik dan hindari jalan yang berlubang.
  2. Kurangi Kecepatan: Kurangi kecepatan saat mendekati lubang untuk mengurangi dampak benturan.
  3. Jaga Jarak Aman: Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan untuk memberi waktu lebih dalam menghindari lubang.
  4. Periksa Ban dan Suspensi Secara Berkala: Lakukan pemeriksaan rutin pada ban dan sistem suspensi untuk mendeteksi kerusakan lebih awal.
  5. Pastikan Tekanan Ban Sesuai: Tekanan ban yang sesuai dapat membantu menyerap guncangan dan mengurangi risiko kerusakan.

Melewati lubang di jalan secara sering dapat menyebabkan berbagai kerusakan serius pada kendaraan, mulai dari sistem suspensi, ban, penyelarasan roda, velg, sistem kemudi, knalpot, hingga bodi mobil. Untuk menjaga kinerja dan umur panjang kendaraan, penting untuk menghindari jalan berlubang sejauh mungkin dan melakukan perawatan rutin serta pemeriksaan komponen yang rentan terhadap kerusakan. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat meminimalkan risiko dan menjaga mobil tetap dalam kondisi optimal.

Exit mobile version