Hasil Tes Hyundai All-new KONA Electric Tempuh 420 Km

Hyundai All-new KONA Electric tempuh 420 km sehingga terbukti mampu menempuh perjalanan yang sangat jauh. Hyundai All-new Kona Electric merupakan mobil listrik asal produsen Korea yang cukup populer. 

Mobil Hyundai All-new KONA Electric hadir dalam tiga varian di Indonesia yaitu Prime, Style, dan Signature. Khusus varian Prime dan Signature terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu long range dan standard range.

Secara spesifikasi, mobil Hyundai All-new KONA Electric varian Style, Prime standard range, dan Signature standard range memiliki baterai berkapasitas 48,9 kWh dengan motor penggerak berdaya 160 kW.

Ketiga varian mobil ini mampu menempuh lebih dari 400 km untuk sekali pengisian daya. Setelah pengujian perjalanan dari Jakarta ke Semarang, ternyata terbukti memang hanya sekali saja isi daya.

Baterai yang digunakan pada Hyundai All-new KONA Electric adalah baterai yang diproduksi di Indonesia. 

Baterai itu tepatnya diproduksi oleh PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power yang lokasinya berada di Karawang New Industry City, Jawa Barat.

PT Hyundai LG Indonesia Green Power merupakan perusahaan gabungan antara Hyundai Motor dan LG Energy Solutions. Baterai mobil Hyundai All-new KONA Electric sudah memenuhi standar global.

Baca Juga: Bocoran Mobil Baru Hyundai sebelum Akhir 2024

Proses pembuatannya telah melewati quality control dan quality assurance yang ketat, sehingga sudah terjamin kualitasnya. Tidak hanya itu, mobil listrik ini juga mempunyai berbagai fitur canggih berteknologi mutakhir.

Fitur Hyundai All-new KONA Electric Sangat Lengkap

Hyundai All-new KONA Electric mampu menampung hingga 5 orang yang di dalamnya terdapat curved panoramic display. Sebuah fitur yang menampilkan informasi berkendara, kapasitas baterai, estimasi jarak tempuh, dan audio.

Sama seperti seri mobil Hyundai lainnya, mobil satu ini masih terdapat tombol shortcut physical buttons supaya pengemudi lebih fokus ketika berkendara.

Masih di bagian dalamnya, Hyundai All-new KONA Electric hadir dengan fitur vehicle 2 load (outside & inside) yang berfungsi sebagai tempat pengisian daya elektronik seperti HP. Ada juga fitur konektivitas yaitu bluelink plus view around my vehicle.

Baca Juga: Xiaomi Bikin Mobil Listrik, Disebut Saingan Berat Tesla

Hyundai all-new KONA Electric mampu melaju dengan kecepatan maksimal 167 km/jam untuk long range dan 155 km/jam varian standard range. Dengan begitu, pengemudi bisa cepat sampai di tempat tujuan.

Fitur keamanannya juga tidak kalah apik. Pengemudi merasa lebih aman saat melewati jalan tol berkat adanya dukungan Hyundai Smartsense. Selain itu, terdapat fitur Lane Keeping Assist (LKA) yang bisa menjaga kendaraan tetap di jalur tepat.

Tidak sekedar itu saja, mobil ini juga aman apabila Anda gunakan dalam perjalanan jauh. Bukan hanya karena Hyundai All-new KONA Electric tempuh 420 km saja, tetapi juga karena Driver Attention Warning (DAW).

Baca Juga: Mobil Listrik Volvo EX30, Raja Baru Mobil Listrik Indonesia?

Driver Attention Warning (DAW) adalah salah satu fitur keamanan pada Hyundai All-new KONA Electric yang dapat menganalisa perilaku pengemudi selama berkendara. Hal ini tentunya dapat meminimalisir resiko kecelakaan.

Anda juga bisa mendapatkan berbagai mobil Hyundai lainnya di CarsGallery. Semua mobil sudah melewati proses inspeksi sehingga sangat terjamin dari segi kualitas.

Selain mobil Hyundai, mobil dari brand lainnya juga ada. Cek sekarang dan dapatkan promo terbaik CarsGallery!

Mitsubishi Xpander Dijadikan Mobil Jenazah di Meksiko

Modifikasi mobil memang hal yang lumrah, terutama bagi pecinta otomotif. Akan tetapi, bagaimana jadinya jika modifikasi tersebut justru anti mainstream? Seperti Mitsubishi Xpander dijadikan mobil jenazah di Meksiko. 

Ya, Anda tidak salah dengar. Mitsubishi Xpander yang kita kenal sebagai salah satu low MPV populer di Indonesia ini, justru menjadi mobil jenazah di Meksiko. Lantas, bagaimana ulasan dari modifikasi ini? 

Baca Juga: Kanada Kenakan Tarif Impor 100 Persen Mobil Listrik China

Mitsubishi Xpander Dijadikan Mobil Jenazah di Meksiko

Modifikasi yang tidak biasa ini pertama kali muncul dari unggahan Carrozas Fúnebres México di Facebook. Ini merupakan sebuah rumah modifikasi yang cukup terkenal di Meksiko. 

Mereka kemudian merombak Mitsubishi Xpander Mexico menjadi mobil jenazah dengan tetap mempertahankan desain standarnya. Xpander yang mereka gunakan adalah Xpander facelift yang di Indonesia rilis pada tahun 2020 sampai 2021. 

Secara garis besar, ada beberapa hal yang masih mereka pertahankan pada modifikasi tersebut. Pertama, adalah dari desain eksterior mobil yang secara umum masih memakai standar pabrikan Xpander. 

Bahkan bisa Anda lihat bahwa mobil ini terlihat sangat mirip dengan tipe Xpander Cross. Kedua, velg OEM bawaan pabrik di mobil ini juga masih merek pertahankan. 

Ketiga, pintu bagasi belakang tetap sama dengan model lampu dan bumper yang menggunakan model Xpander pabrikan. 

Terakhir, bagian depan hingga setengah badan mobil ini juga tetap menggunakan desain dan ornamen asli standar dari Xpander pabrikan. Perubahan dan modifikasi terbesar baru bisa Anda lihat pada bagian tengah hingga belakang mobil ini. 

Berikut adalah beberapa modifikasi yang mereka lakukan:

1. Panjang Mobil 

Pertama, mobil Xpander mereka modifikasi ukurannya agar lebih panjang. Tujuan penambahan panjang ini adalah untuk menambah kapasitas bagasi supaya bisa menampung ukuran peti jenazah di dalam mobil. 

Baca Juga: Penjualan Mobil di Thailand Merosot, Ini Alasannya!

2. Fender Roda Belakang 

Perubahan pun bisa terjadi pada fender roda belakang mobil yang lebih mundur daripada standar Xpander pada umumnya. Letak yang lebih mundur ini membuat fender roda belakang jadi sejajar dengan pintu mobil baris kedua. 

3. Jendela Belakang 

Selain itu, mobil Xpander ini tidak memiliki jendela belakang seperti pada standar pabrik. Jendela belakang ini berubah menjadi panel body dan terdapat tambahan lis silver yang terlihat seperti garis jendela baris ketiga. 

Sementara itu, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai bagian interiornya. Karena memang tidak ada foto yang menampilkan interior mobil jenazah yang unik ini.

Hanya saja, mereka melepas jok baris ketiga untuk kemudian menggantinya dengan lantai yang rata. Kemudian mereka juga meletakkan sebuah tatakan khusus yang bisa menjadi tempat untuk meletakkan peti jenazah. 

Baca Juga: Harga Mobil Listrik Bekas di Korea Jatuh, Ini Alasannya!

Tentu Mitsubishi Xpander dijadikan mobil jenazah di Meksiko ini bisa menjadi bukti bahwa modifikasi memang bisa Anda lakukan secara bebas dan sesuai kebutuhan. Xpander pun menjadi salah satu pilihan tepat modifikasi berkat kelebihannya. 

Jika Anda juga tertarik untuk memodifikasi Mitsubishi Xpander bekas, maka pastikan memilih unit yang layak dan berada dalam performa terbaik ya. Tidak hanya soal eksterior maupun interior saja, tapi juga mesin, fitur, dan transmisinya. 

Sebab, hal ini bertujuan agar memastikan mobil bisa Anda gunakan dengan lancar setelah modifikasi. Untuk mendapatkannya, Anda bisa mengunjungi CarsGallery, platform jual beli mobil bekas yang bergaransi di Indonesia!



Apa Aja Penyebab Baterai Mobil Listrik Boros

Karena mereka lebih efisien dan memiliki dampak negatif yang lebih rendah terhadap lingkungan daripada kendaraan berbahan bakar fosil, mobil listrik menjadi lebih populer.

Pengguna mobil listrik, bagaimanapun, sering mengalami masalah dengan daya baterai yang cepat habis, terutama ketika baterai tampak lemah atau tidak mampu melakukan jarak tempuh yang direncanakan.

Coba kita bicara tentang alasan mengapa baterai mobil listrik menjadi boros dan cara memperbaikinya agar lebih efisien.

  • Pola Penggunaan Mobil dan Cara Berkendara Mempengaruhi Kinerja Baterai.

Pengemudi yang sering mengemudi secara agresif atau tidak efisien dapat membuat baterai lebih cepat menguras. Kebiasaan yang dapat menyebabkan baterai boros termasuk:

Akselerasi Mendadak dan Pengereman Keras: Ketika pengemudi menekan pedal gas dengan kuat untuk akselerasi cepat, mobil listrik menggunakan lebih banyak daya daripada akselerasi yang lembut. Selain itu, pengereman mendadak merusak energi, yang seharusnya dapat dihindari oleh fitur pengereman regeneratif sebagian besar mobil listrik.

Mengemudi pada Kecepatan Tinggi: Mobil listrik lebih efisien saat bergerak pada kecepatan rendah hingga menengah. Namun, berkendara pada kecepatan tinggi, terutama di jalan raya, meningkatkan hambatan udara, yang membuat motor listrik bekerja lebih keras untuk mempertahankan kecepatan, yang pada akhirnya membuat baterai lebih boros.

Solusi: Hindari pengereman keras dan akselerasi mendadak untuk menghemat baterai. Untuk mempertahankan kecepatan konstan, terutama di jalan raya, gunakan fitur cruise control mobil listrik.

  • Kondisi Cuaca Ekstrem.

Kondisi cuaca ekstrim juga merupakan faktor yang sangat memengaruhi daya tahan baterai mobil listrik. Umumnya digunakan pada mobil listrik, baterai lithium-ion sangat sensitif terhadap suhu ekstrim, baik tinggi maupun rendah.

Suhu Panas: Suhu tinggi membuat baterai mobil listrik kurang efisien karena membutuhkan lebih banyak daya untuk menjaga suhu sistem stabil. Suhu tinggi juga dapat mempercepat degradasi baterai dalam jangka panjang, menyebabkan baterai kehilangan kapasitasnya lebih cepat daripada yang seharusnya.

Suhu Dingin: Baterai mobil listrik cenderung kurang efisien dalam menyimpan dan melepaskan energi saat suhunya dingin. Ini menurunkan daya tahan baterai mobil, terutama saat dinyalakan di pagi hari. Selain itu, pemanas kabin mengkonsumsi banyak daya, yang dapat memperburuk masalah ini.

Solusi: Hindari memarkir mobil di tempat yang sangat dingin atau di bawah sinar matahari langsung. Untuk menjaga suhu kendaraan tetap moderat, gunakan carport atau garasi. Beberapa mobil listrik juga memiliki fitur yang disebut “pre-conditioning”, yang memungkinkan kamu mengatur suhu kabin dan baterai sebelum berkendara, yang membantu mengurangi beban pada baterai dalam cuaca ekstrim.

  • Beban Mobil yang Berlebihan.

Motor listrik membutuhkan lebih banyak daya untuk menggerakkan mobil dengan beban yang lebih besar. Oleh karena itu, membawa beban berlebih, seperti barang-barang yang tidak perlu atau penumpang, akan membuat baterai cepat habis.

Beban Ekstra: Memasang rak atap, membawa barang berat di bagasi, atau mengangkut banyak orang dalam satu waktu dapat membuat mobil membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk bergerak. Ini terutama dirasakan ketika mobil menanjak atau di jalan yang tidak rata.

Solusi: Kurangi beban kendaraan dengan tidak membawa barang-barang yang tidak diperlukan. Ini akan menghemat baterai. Saat melakukan perjalanan jauh, pastikan kendaraan kamu ringan dan efisien. Jika memungkinkan, hindari penggunaan rak atap atau perangkat lain yang meningkatkan hambatan angin dan menambah bobot kendaraan.

  • Penggunaan Fitur yang Mengonsumsi Energi Tinggi.

Mobil listrik modern memiliki banyak fitur teknologi canggih dan kenyamanan, seperti AC, pemanas kabin, pemanas kursi, sistem infotainment, dan lampu-lampu. Fitur-fitur ini dapat menguras baterai secara signifikan jika digunakan secara bersamaan.

Salah satu faktor terbesar yang menguras daya baterai adalah penggunaan AC atau pemanas kabin terlalu lama. Ketika mobil perlu mendinginkan atau memanaskan kabin, sistem ini menggunakan banyak daya baterai.

Sistem Infotainment: Sistem hiburan dan navigasi yang terus menyala—terutama dengan layar besar dan sistem audio berkualitas tinggi—memakan lebih banyak daya daripada AC atau pemanas.

Solusi: Gunakan fitur dengan hati-hati. Sebagai contoh, matikan AC atau pemanas jika tidak diperlukan. Saat cuaca tidak terlalu ekstrim, gunakan mode ventilasi atau buka jendela untuk sirkulasi udara. Selain itu, ketika daya baterai menjadi prioritas, kurangi penggunaan sistem infotainment.

Peluang franchise bengkel mobil no 1 by Halobengkel

  • Pengisian Daya yang Tidak Optimal.

Pengisian daya yang tidak tepat, seperti mengisi penuh baterai atau membiarkan baterai kosong, dapat mempercepat degradasi baterai.

Overcharging dan Deep Discharge: Mengisi baterai hingga penuh sepenuhnya (seratus persen) dan membiarkan baterai dalam keadaan penuh untuk waktu yang lama dapat mempercepat kapasitas baterai. Sebaliknya, membiarkan baterai turun terus-menerus ke 0% juga dapat merusak baterai.

Solusi: Usahakan untuk menghemat 20%–80% baterai setiap hari. Banyak mobil listrik saat ini memiliki fitur yang memungkinkan kamu membatasi pengisian daya baterai hingga batas tertentu, yang membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

  • Baterai mobil listrik tidak akan rusak selamanya.

Baterai mobil listrik, seperti baterai perangkat elektronik lainnya, akan rusak karena penggunaan. Jika ada degradasi ini, baterai mobil mungkin tidak dapat menyimpan jumlah daya yang sama seperti saat baru-baru ini, yang mengakibatkan jarak tempuh mobil berkurang.

Baterai dapat rusak lebih cepat karena siklus pengisian dan pengosongan yang berulang, penggunaan dalam kondisi suhu ekstrem, dan penggunaan fitur berat seperti AC dan pemanas.

Solusi: Memelihara dan mengisi baterai dengan benar dapat memperlambat degradasinya. Perhatikan peringatan pabrikan tentang batas pengisian baterai dan servis baterai secara teratur untuk memastikan kondisi baterai dalam kondisi terbaik.

6 Persiapan Mudik Naik Mobil Pribadi agar Aman di Perjalanan

Melakukan persiapan mudik naik mobil sangat penting untuk keselamatan di jalan raya. Apalagi, tradisi mudik sangat identik dengan perjalanan yang panjang, jauh, dan terbilang melelahkan. 

Jika menggunakan transportasi umum, mungkin sah-sah saja untuk tak banyak persiapan. Tapi, jauh berbeda jika Anda ingin mudik dengan mobil pribadi. Persiapannya tentu harus matang. 

Selain itu, pengecekan kondisi, perlengkapan, bahkan hingga kondisi fisik juga harus Anda jaga ketika akan mudik ketika lebaran. 

Nah, bagi yang ingin prepare mudik dengan mobil pribadi, siapkan dan lakukan berbagai hal yang kami tulis di sini. 

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mobil Paling Nyaman untuk Perjalanan Jauh

Persiapan Mudik Naik Mobil Pribadi, Apa yang Harus Dilakukan?

Berikut adalah beberapa langkah atau hal yang penting Anda lakukan dan persiapkan ketika mudik Lebaran: 

1. Cek Kondisi Mobil Secara Menyeluruh

Pertama dan yang paling penting adalah memastikan kondisi mobil baik-baik saja dan tak ada masalah yang berarti. 

Anda memang harus cek kelayakannya karena akan melakukan perjalanan jauh. Tahap pengecekannya bisa berawal dari cek rem, ban, lampu, kaca, mesin, transmisi, kampas, dan semua bagiannya. 

Selain itu, level oli juga harus Anda pastikan berada di batas aman. Kemudian, penting pula untuk tahu tak ada bagian yang aus maupun retak di permukaan ban dan juga rem masih bisa berfungsi dengan optimal. 

Lebih lanjut lagi, pengecekan sistem kelistrikan seperti kondisi aki, kabel, hingga alternatornya juga harus dalam kondisi yang baik. 

Air radiator agar mesin tak panas, hingga kaki-kaki yang tak bermasalah, juga jadi ceklis yang harus tercentang sebelum Anda melakukan mudik. 

2. Siapkan Dongkrak, Ban Serep, dan Toolkit

Perlengkapan mudik yang jangan sampai Anda lupakan adalah dongkrak, ban serep, dan juga toolkit. 

Ban serep serta dongkrak, tentu berguna karena bisa saja di tengah perjalanan, ban mobil Anda mengalami bocor atau tiba-tiba kempes. Maka dari itu, cara terbaik untuk mengatasinya adalah langsung menggantinya dengan ban serep. 

Tapi, pastikan pula ban serep yang Anda sediakan sudah terisi dengan angin terlebih dahulu. 

Selanjutnya, persiapan mudik naik mobil pribadi yang tak kalah penting adalah toolkit. Anda juga harus membawa box berisi perkakas buat kebutuhan darurat mobil ketika dalam perjalanan. 

Adapun isi toolkit itu sendiri bisa berupa obeng, kunci L, pisau lipat, gunting, kunci inggris, selotip, kabel, lakban, bahkan sampai senter. 

Baca Juga: 9 Tips Mengemudi di Jalan Tol agar Aman Selama Perjalanan

3. Kotak P3K

Ada satu hal yang sering terlupakan yakni kotak P3K. Banyak yang menganggapnya tak penting karena merasa bisa beli obat-obatan ketika di jalanan. 

Padahal, tak ada yang tahu kondisi darurat seperti terjebak macet atau sejenisnya. Jadi, sebaiknya bawalah kotak P3K berisikan berbagai macam obat pribadi. 

Misalnya seperti obat demam, diare, pusing, batuk, bahkan sampai plester dan koyo untuk mencegah pegal-pegal berlebih di jalan. 

4. Pelajari Rute dan Lokasi SPBU

Nah, ini juga jadi persiapan mudik naik mobil yang harus Anda pertimbangkan. Anda wajib mengetahui rute perjalanan mana yang akan dipilih. 

Di awal, Anda harus cek adakah jalur alternatif yang setidaknya membuat Anda tak perlu melawan kemacetan. 

Selain itu, yang lebih penting lagi adalah memahami lokasi SPBU. Dengan mengetahuinya, maka Anda bebas dari kekhawatiran bahan bakar mobil habis di tengah-tengah perjalanan. 

5. Selalu Sedia Uang Tunai

Benar, kini memang sudah era cashless yang memungkinkan pembayaran tak hanya memakai uang tunai. 

Tapi, kalau mau perjalanan jauh, Anda mungkin harus sedia uang tunai cukup banyak. Pasalnya, di perjalanan jauh mungkin Anda akan kesulitan untuk menemukan ATM atau penukaran uang. 

Tersedianya uang cash, akan membuat Anda termudahkan ketika ingin membeli makanan juga minuman selama dalam perjalanan. 

Baca Juga: 11 Daftar Mobil Keluarga Besar, Kapasitas Hingga 10 Orang!

6. Service Mobil Lebih Dahulu

Pengecekan saja mungkin tidak cukup. Tapi, Anda mungkin harus melakukan service mobil baik itu kecil ataupun besar sesuai dengan permasalahan. 

Dengan ini, setidaknya Anda sudah memastikan bahwa persiapan perjalanan jauh naik mobil sudah begitu matang dan mencegah terjadinya hal tak diinginkan ketika dalam perjalanan. 

Itulah berbagai persiapan mudik naik mobil yang harus Anda lakukan dan sediakan untuk perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Semoga membantu!



Exit mobile version