7 Penyakit Mobil Grand Livina dan Penanganannya

Apa saja yang menjadi penyakit mobil Grand Livina? Jika Anda memiliki mobil satu ini tentu saja harus mengetahuinya sebagai bentuk antisipasi supaya bisa mencari solusi atas problem tersebut.

Grand Livina adalah mobil dari band Nissan berjenis MPV yang memiliki dimensi berukuran 4.510 mm x 1.750 mm x 1.695 mm. Mobil ini memiliki performa baik dan ruang kabin yang cukup luas.

Mobil Grand Livina memang bagus, tetapi bukan berarti tidak ada kekurangannya sama sekali. Grand Livina memiliki penyakit tertentu yang kerap dikeluhkan pengemudi.

Penyakit Mobil Grand Livina

Berikut ini berbagai penyakit yang ada pada mobil Nissan Grand Livina.

1. Setir Terlalu Ringan

Mungkin bagi sebagian pengemudi setir yang ringan ini dapat memperingan beban saat sedang menyetir mobil. Akan tetapi, sebenarnya hal tersebut kurang tepat.

Jika Anda menggunakan setir ringan, maka akan sangat beresiko terutama ketika mengemudikan mobil dalam kecepatan tinggi. Feelnya menjadi berkurang sehingga mengakibatkan Anda tidak bisa melakukan perputaran secara tepat.

Sebagian pengemudi merasakan sendiri masalah setir ini. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir dengan penyakit ini. Setir Grand Livina bisa Anda atur dengan cara membongkar kaki-kaki roda depan.

2. Pedal Kopling Ambles

Salah satu kelemahan Livina yang sering pengemudi keluhkan adalah pedal kopling yang ambles. Problem terjadi pada mobil Grand Livina dengan transmisi manual.

Kopling ambles ini kerap terjadi pada varian 1.5 dan 1.8. Gejalanya yaitu pedal kopling kadang tidak kembali setelah diinjak. Tentu saja hal ini sangat membahayakan apabila terjadi saat Anda berkendara di jalan raya.

Problem ini penyebabnya adalah dari master kopling yang bocor. Kebocoran ini terjadi pada jalurnya yang membuat oli berkurang dan tidak dapat memberikan tekanan balik pada pedal.

Baca Juga: Yuk, Kenali 7 Masalah Mobil Daihatsu Ayla Sebelum Membeli

3. Suara Kabin yang Sedikit Bising

Penyakit mobil Grand Livina lainnya adalah suara kabin yang bising. Pastinya suara bising ini sangat mengganggu pengemudi maupun penumpang yang ada di dalam mobil tersebut.

Selain itu, suara bising juga berasal dari pintu sebelah kiri. Pintu cenderung bergetar saat melewati jalan yang tidak rata. Penyebabnya yaitu pintu yang sedikit kurang rapat.

Supaya tidak mengganggu perjalanan Anda dengan mobil ini, apabila mengalami masalah yang sama Anda bisa menambah lapisan peredam pada bagian tersebut. Peredam itu bertujuan untuk mengurangi suara bising.

4. AC Panas

Salah satu penyakit pada mobil Grand Livina yang pernah orang-orang rasakan adalah AC-nya yang sangat panas. Tentu saja hal ini sangat mengganggu dan membuat siapapun yang ada di dalam mobil merasa tidak nyaman.

Masalah AC panas ini disebabkan karena komponen-komponen yang rusak seperti evaporator bocor dan selang bocor. Selain itu, masalah AC ini juga terjadi karena pemilik mobil sendiri.

Evaporator yang jarang dibersihkan membuatnya kotor sehingga mengakibatkan kebocoran. Tidak hanya itu saja, Jika Anda jarang melakukan service AC mobil pasti membuat AC jadi bermasalah.

Baca Juga: 6 Masalah Mobil Avanza Bekas yang Sering Muncul

5. Masalah Kelistrikan

Sebagian orang masih beranggapan bahwa Grand Livina produk gagal karena seringnya mengalami masalah kelistrikan. Terutama pada mobil Grand Livina generasi awal.

Sistem kelistrikannya sangat rumit sehingga sangat sulit untuk memasang aksesoris tambahan seperti foglamp atau klakson dengan sparepart aftermarket. Walaupun pemasangannya sudah benar, tetapi masih ada saja masalah atau gangguan.

Ada beberapa orang yang mengeluhkan extra fan justru menyala terus setelah pemasangan fog lamp dan klakson. Padahal, urutan pemasangannya sudah benar mulai dari aki kemudian melalui relay.

Beruntung bengkel resmi bisa menemukan solusi atas permasalahan ini. Nissan berhasil mengembalikan jalur kelistrikan menjadi normal kembali.

6. Mesin Mobil Ngelitik

Masalah yang sering terjadi pada mobil Grand Livina bekas 50 juta adalah mesinnya yang ngelitik. Faktor terbesar yang membuat hal ini bisa terjadi karena proses pembakaran yang tidak sempurna.

Adapun penyebab mesin mobil ngelitik pada Grand Livina antara lain filter udara kotor, kesalahan pemakaian BBM, koil rusak, atau busi yang kotor.

Tetapi Anda tidak perlu khawatir karena mesin mobil ngelitik ada solusinya. Anda cukup melakukan pemberian carbon clean pada kepala piston dan valve.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan tune up secara menyeluruh. Tidak sekedar itu saja, pastikan juga Anda menggunakan BBM sesuai rekomendasi.

Baca Juga: Masalah-Masalah yang Muncul pada Mobil dengan Sunroof dan Cara Mengatasinya

7. Tidak Kuat Menanjak

Kelemahan Grand Livina di tanjakan juga banyak yang mengeluhkannya. Biasanya hal ini terjadi pada Grand Livina generasi lawas yang memang tidak begitu sempurna.

Ada banyak hal yang menyebabkan Grand Livina tidak kuat di tanjakan antara lain yaitu membawa beban yang terlalu berat, ban tapak tidak tercengkram dengan baik, saluran pembakaran bocor, atau masalah pada mesin dan kelistrikan.

Bahkan problem yang sama juga bisa terjadi pada mobil Grand Livina apabila Anda jarang melakukan perawatan mobil. Selain itu, Anda juga harus melakukan tune up untuk mengembalikan performanya secara menyeluruh.

Perawatan Grand Livina dapat Anda lakukan dengan beberapa cara yaitu service berkala, menggunakan BBM sesuai rekomendasi, melindungi mobil dengan penutup, dan rutin mencuci mobil.

Tidak hanya itu saja, Anda harus memastikan mobil terisi bahan bakarnya jangan sampai kosong sama sekali.

Jadi, itulah dia berbagai penyakit mobil Grand Livina yang harus Anda waspadai. Bagi Anda yang ingin membeli mobil Grand Livina bekas tanpa ada masalah, jawabannya adalah CarsGallery.

CarsGallery adalah platform jual beli mobil bekas berkualitas. Semua mobil yang ada di CarsGallery sudah teruji dan pasti aman karena melewati proses inspeksi yang sangat ketat.

Termasuk itu mobil Grand Livina yang sudah tidak mengalami penyakit seperti penjelasan di atas. Info selengkapnya, Anda bisa langsung menghubungi customer service CarsGallery.



Cara Merawat Ban Serep Mobil Secara Rutin agar Tetap Prima

Meskipun ban serep sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan berkendara, mereka sering diabaikan. Ban serep harus selalu dalam kondisi baik jika ban utama rusak, seperti bocor atau kempes selama perjalanan. 

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara merawat ban serep mobil secara teratur untuk memastikan bahwa mereka tetap berfungsi dengan baik saat diperlukan.

1. Periksa Tekanan Angin Secara Berkala.

Ini adalah salah satu perawatan paling dasar yang harus dilakukan pada ban serep. Banyak orang lupa memeriksa tekanan ban serep karena tidak digunakan setiap hari. Padahal, kurangnya tekanan angin dapat membuat ban serep tidak berfungsi dengan baik saat dibutuhkan.

Alasan Penting: Ban yang kempes atau tidak memiliki cukup angin dapat merusak kinerja ban saat digunakan. Anda mungkin tidak dapat menggunakan ban serep dengan aman dalam situasi darurat jika tidak memiliki tekanan yang tepat.

Cara Merawat: Periksa tekanan angin ban serep setiap kali Anda mengecekan ban utama; idealnya, lakukan pengecekan ini setiap sebulan. Untuk mengetahui tekanan angin ban, gunakan pengukur tekanan ban, yang biasanya tertera di bagian dalam pintu mobil atau dalam buku manual kendaraan.

2. Jaga Ban Serep Bersih.

Ban serep di bagian bawah atau di belakang mobil sering terkena debu, kotoran, air, atau bahkan lumpur. Kondisi kotor ini dapat mempercepat kerusakan ban serep, seperti karat pada pelek atau ban yang menjadi getas. Kotoran yang menumpuk pada ban serep dapat mempercepat aus atau membuat permukaan ban rapuh, dan kotoran yang dibiarkan terlalu lama dapat menyebabkan karat pada pelek.

Cara Menjaga: Bersihkan ban serep secara teratur, terutama jika ban dipasang di luar mobil, seperti di kolong mobil atau di bagian belakang SUV. Untuk menghilangkan kotoran yang menempel, Anda dapat mencuci ban serep dengan air sabun dan sikat lembut. Pastikan ban benar-benar kering sebelum menyimpannya kembali untuk menghindari kelembapan yang dapat menyebabkan karat.

3. Rotasi Ban Serep dengan Ban Utama.

Jika ban serep tidak pernah digunakan atau dirawat, permukaannya dapat mengeras atau retak karena terlalu lama tidak digunakan. Oleh karena itu, sangat disarankan agar ban serep dirotasi dengan ban utama untuk memastikan bahwa semua ban mengalami tingkat keausan yang sama.

Alasan Penting: Rotasi ban serep dapat membantu memperpanjang usia ban. Ini juga memungkinkan Anda untuk memastikan bahwa ban serep tetap dalam kondisi baik saat dibutuhkan.

Cara Merawat: Jadwal rotasi ban serep biasanya dilakukan setiap 10.000–12.000 kilometer. Konsultasikan dengan mekanik Anda tentang pola rotasi yang paling cocok untuk ban dan jenis mobil Anda. Saat melakukan rotasi, periksa tekanan angin dan kondisi ban serep.

4. Periksa Kondisi Fisik.

Ban Serep Selain memeriksa tekanan angin, sangat penting untuk memeriksa kualitas fisik ban serep juga. Ban serep yang sudah lama tidak digunakan bisa rusak atau retak, terutama dinding samping ban. Keretakan kecil pada dinding ban dapat fatal jika ban digunakan dalam kecepatan tinggi.

Alasan Penting: Ban yang sudah aus, retak, atau mengeras berisiko pecah saat digunakan, terutama di jalan yang tidak baik atau saat mengemudi dengan kecepatan tinggi.

Cara Merawat: Periksa ban serep untuk retakan, benjolan, atau tanda-tanda aus. Meskipun ban belum pernah digunakan, Anda harus segera mengganti ban serep dengan yang baru jika Anda menemukan kerusakan tersebut. Bahkan jika ban tidak digunakan, usia ban dapat menua dan kehilangan elastisitasnya. Usia ban yang aman rata-rata adalah lima hingga enam tahun, tergantung pada bagaimana disimpan dan dirawat.

5. Lindungi Ban Serep dari Paparan Sinar Matahari Langsung.

Jika ban serep disimpan di luar mobil, seperti di bagian belakang SUV atau di atas mobil off-road, ban akan lebih sering terpapar sinar matahari langsung. Sinar matahari ultraviolet dapat merusak karet ban, membuatnya lebih cepat mengeras dan retak. Ini penting karena paparan sinar matahari langsung dapat mengurangi umur ban. Ban getas tidak aman untuk digunakan sebagai pengganti ban utama karena lebih mudah pecah saat digunakan.

Cara Merawat: Untuk melindungi ban serep dari cahaya matahari, Anda dapat menggunakan cover atau pelindung ban serep yang terbuat dari bahan tahan cuaca. Pastikan pelindung ban tersebut dipasang dengan baik untuk melindungi ban dari cuaca tambahan seperti hujan dan debu.

6. Pastikan Ban Serep Terpasang dengan Baik.

Jika ban serep dipasang di belakang kendaraan atau di bagian bawah mobil, pastikan posisi dan pengikatannya benar-benar aman. Ban yang longgar dapat menyebabkan getaran atau suara berisik saat berkendara, dan dalam situasi terburuk, ban dapat terlepas saat mobil melaju.

Alasan Penting: Ban serep yang tidak terpasang dengan benar dapat lepas saat mobil berjalan, terutama di jalan bergelombang. Hal ini dapat menyebabkan kecelakaan yang membahayakan Anda dan pengendara lain.

Cara Merawat: Periksa ban serep secara berkala untuk memastikan bahwa ia terpasang dengan benar dan aman. Jika ban serep dipasang di bagasi, pastikan area tersebut bebas dari benda lain yang dapat merusak ban. Pastikan baut dan pengunci ban tidak longgar dan tidak ada bagian yang rusak atau korosi.

7. Cek Komponen Pendukung.

Ban Serep Selain memeriksa kondisi ban, jangan lupa untuk memeriksa komponen yang mendukung ban serep, seperti dongkrak, kunci roda, dan peralatan lainnya yang diperlukan untuk mengganti ban. Peralatan ini harus dalam kondisi baik dan tersedia untuk digunakan.

Alasan Penting: Ban serep yang bagus tidak akan berguna kecuali Anda memiliki alat yang lengkap dan dapat digunakan untuk menggantinya. Dalam situasi darurat, biasanya tidak ada cukup waktu untuk mencari peralatan tambahan.

Cara Merawat: Pastikan bahwa semua alat yang diperlukan untuk mengganti ban serep tersedia dan dalam kondisi baik. Simpan peralatan di tempat yang mudah dijangkau dan cek secara berkala untuk memastikan tidak ada yang hilang atau rusak.

Ban serep, terutama jenis space-saver (ban serep kecil), dibuat untuk digunakan dalam jarak dan kecepatan terbatas. Tidak disarankan untuk digunakan dalam perjalanan jauh atau kecepatan tinggi.

Fakta Penting: Menggunakan ban serep di luar batas kapasitasnya dapat menimbulkan risiko, terutama pada stabilitas dan keamanan mobil saat berkendara.

Cara Merawat: Pastikan Anda mengetahui batas penggunaan ban serep sesuai dengan rekomendasi pabrik. Setelah Anda tiba di bengkel atau lokasi aman, ganti ban utama mobil Anda dengan ban utama yang sesuai secepat mungkin.

Livina vs Xpander, Ini 5 Perbandingannya!

Livina vs Xpander telah menjadi topik perdebatan untuk menunjukkan manakah mobil tipe MPV terbaik? Tentunya, kedua mobil itu telah populer bagi masyarakat Indonesia karena cocok sebagai mobil keluarga.

Memang tidak salah Livina dan Xpander kerap dibandingkan dan disamakan. Faktanya, masing-masing produsen mobil tersebut, Nissan dan Mitsubishi sudah beraliansi. Bahkan, Nissan memiliki 34 persen saham Mitsubishi Motors sejak 2016.

Berkat kedua fakta tersebut, keduanya memakai platform dan teknologi yang sama untuk membuat mobil, termasuk Livina serta Xpander. Sekilas, kedua MPV itu memiliki persamaan, tetapi setidaknya masih memiliki keunikan masing-masing.

Sekali lagi, kedua produk mobil ini menyasar target pasar yang sama. Tapi yang mana lebih baik? Artikel ini akan membantu Anda membandingkan kedua produk ini.

Perbedaan Livina vs Xpander

Terdapat berbagai aspek yang menjadi faktor pembeda antara Livina dan Xpander. Berikut adalah pembahasan perbedaannya:

1. Eksterior

Aspek Nissan Livina vs Xpander pertama yang terlihat berbeda terlihat dari eksterior. Tentunya, Xpander menggunakan bahasa desain dinamis khas Mitsubishi. Ciri khas tersebut berupa corak seperti huruf X bernama Dynamic Shield.

Formula desain huruf X itu juga tampil pada pintu bagasi, begitu juga dengan bagian depan. Kap mesinnya pun menggunakan tampilan polos dan terdapat lekukan pada setiap tepi.

Untuk lampu belakang, Xpander memakai lampu LED yang terlihat membentuk seperti sebuah huruf. Diffuser-nya ikut terpasang seakan menyatu bersama bodi. Sementara lampu depan Xpander terlihat lebih besar pada bagian atas dan bawah.

Lain halnya dengan Nissan Livina, terutama pada model terbaru. Seperti mobil modern Nissan lain, Livina menggunakan bahasa desain V-Motion sebagai dasarnya.

Bahasa desain tersebut sangat tercermin pada pintu bagasi, yakni tampilan yang menyerupai huruf V. Pada bagian bumper belakang, Livina berfokus pada tampilan lebih polos, sementara pada kap mesin terlihat banyak garis vertikal.

Desain lampu belakang livina memiliki diffuser terpisah dan memiliki LED lebih tebal. Tidak hanya itu, terdapat bentuk garis khas Nissan dalam desain tersebut. Beralih ke lampu depan, Livina memiliki lampu bentuk memanjang pada atas dan oval di bawah.

Untuk total dimensinya, Xpander memiliki dimensi 4.475 mm. Livina sedikit unggul dengan dimensi 4.510 mm.

Baca Juga: 4 Mobil Kapasitas Besar untuk Keluarga, Muat Banyak!

2. Interior

Perbandingan Livina dan Xpander selanjutnya terlihat pada interior. Secara desain, keduanya terlihat cukup mirip. Baik Xpander dan Livina memiliki power outlet 12V pada setiap baris bangku. Bahkan, masing-masing mobil bisa menampung 7 orang.

Setidaknya, ada berbagai perbedaan yang mencolok. Pertama, Livina memiliki infotainment touchscreen 7 inci yang mendukung Android Auto dan Apple Carplay pada varian tertentu.

Mitsubishi Xpander memiliki head unit 7 inci khusus varian Ultimate. Selain itu, ada juga tombol pemutar pada model terbaru.

Beralih ke kursi atau jok. Xpander masih menggunakan fabric sebagai bahan utama jok, termasuk varian Ultimate. Untuk varian tertinggi Livina, terdapat balutan kulit premium pada jok. Selain itu, jok kedua mobil tersebut dapat terlipat sesuai kebutuhan.

Perbandingan interior Livina vs Xpander tak berhenti sampai di situ, keduanya mengambil warna berbeda. Livina dominan dengan warna gelap dengan area plafon berfokus pada warna terang. Xpander justru dominan dengan warna terang.

3. Mesin

Perbandingan Mitsubishi Xpander vs Livina selanjutnya terdapat pada aspek mesin. Pertama, keduanya memakai mesin DOHC dengan kapasitas 1.499 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimal 104 dk dan torsi 141 NM.

Terlihat bahwa mesin tersebut membuat Livina dan Xpander memiliki performa bertenaga dalam kelas MPV. Dari sini, keduanya cocok untuk perjalan sehari-hari bersama keluarga berkat kemampuan akselerasi baik.

Terlebih, kedua MPV ini tersedia dalam varian transmisi manual 5-speed dan matic 4-speed.  Meski begitu, Livina varian terbaru bertransmisi otomatis mungkin berbeda daripada varian sebelumnya jika mempertimbangkan aspek pengalaman mengemudi.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Mobil Keluarga untuk Kenyamanan Ekstra

4. Fitur Keselamatan

Fitur keselamatan ikut menjadi faktor pembeda. Pertama, Livina memiliki HAS, Traction Control System, Vehicle Dynamic Control, Auto Hazard Light on Emergency Braking, dan kamera belakang.

Livina juga memiliki sensor parkir khusus varian VE dan VL. Kamera parkir pun ikut hadir di varian tertingginya.

Xpander tidak memiliki sensor parkir untuk setiap variannya, sedangkan Auto Hazard on Emergency Braking hanya terpasang di varian Ultimate. Namun, Xpander Ultimate memiliki Cruise Control, sesuatu yang tidak dimiliki Livina.

Fitur keselamatan lain di Xpander di antaranya Dual SRS Airbag, ABS, ESS, HAS, ASC, dan Pedestrian Protection.

Baca Juga: Kenapa Harga Mobil di Indonesia Mahal? Ini 5 Alasannya!

5. Harga

Perbandingan Xpander vs Livina tidak lengkap jika tidak membahas harganya. Kami akan menggunakan model terbaru sebagai penjelasan harga kedua mobil ini.

Berdasarkan laman resmi Mitsubishi, Xpander tersedia dengan harga mulai dari Rp263 juta untuk model GLS MT. Varian tertingginya, Ultimate CVT, tersedia mulai dari Rp324,5 juta.

Sementara Nissan Livina tersedia mulai dari Rp292,5 juta. Harga tertingginya pun bisa mencapai Rp327 juta.

Itulah informasi tentang perbandingan Livina vs Xpander. Apakah Anda akan memilih Nissan Livina atau Mitsubishi Xpander? Pilihan tetap di tangan Anda.

Ingin membeli versi bekasnya yang lebih ekonomis? Tunggu dulu! Pastikan Anda membeli mobil bekas yang berkualitas dan bergaransi demi kenyamanan. Inilah mengapa CarsGallery dapat memudahkan Anda untuk melakukannya.

Segera beli mobil bekas berkualitas dan bergaransi dengan cara lebih mudah di CarsGallery sekarang juga!



Kelebihan dan Kekurangan Grand Livina yang Perlu Diketahui

Mengenali berbagai kelebihan dan kekurangan Grand Livina termasuk langkah wajib bagi Anda yang mempertimbangkan membelinya. Mobil jenis MPV ini sempat menjadi primadona sebagai kendaraan keluarga.

Selain punya kapasitas penumpang yang besar, Nissan Grand Livina juga terkenal memberikan kenyamanan ala sedan. Nissan juga menawarkan beragam varian yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.

Namun, sebagaimana mobil lain, MPV yang banyak digandrungi ini juga memiliki sejumlah kekurangan. Simak lebih lanjut informasi selengkapnya.

Kelebihan dan Kekurangan Grand Livina

Nissan pertama kali meluncurkan MPV bertajuk Grand Livina pada tahun 2006. Mobil yang lebih kerap menjadi pilihan kendaraan keluarga ini punya beberapa kelebihan dan kekurangan, sebagai berikut:

Kelebihan Grand Livina

Grand Livina sudah mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat sebagai pilihan keluarga. Hal ini berkat berbagai kelebihan yang ditawarkan, meliputi:

1. Kabin yang Nyaman

Bukan hanya bagian eksterior yang tampil modern, Grand Livina punya interior dengan desain elegan. Ruang kabinnya cukup lega dan nyaman.

Mulai dari kursi pengemudi yang memungkinkan posisi lebih rileks dengan desain memanjang dan lebih rendah. Apabila menilik pesaing MPV sekelasnya, maka belum ada yang dapat menyaingi kenyamanan posisi mengemudi Grand Livina.

Para penumpang juga bisa mendapatkan kenyamanan berkendara yang baik dari mobil ini. Jok pada baris kedua kabin dilengkapi dengan sandaran tangan yang bisa dilipat. 

MPV ini juga memiliki beberapa mode pelipatan bangku. Penumpang bisa meratakan baris kedua dengan ketiga, sehingga berupa permukaan datar yang nyaman untuk tidur atau penyimpanan barang.

Adanya kompartemen penyimpanan under floor pada bagian bagasi meningkatkan kepraktisan mobil. Tersedia juga laci penyimpanan dan cup holder pada setiap baris jok.

2. Fitur Lengkap

Pembahasan kelebihan dan kekurangan Grand Livina belum lengkap tanpa menilik fitur.

Nissan melengkapi MPV ini dengan berbagai fitur modern untuk meningkatkan pengalaman berkendara pengguna. Beberapa fitur unggulannya meliputi Display Wide 6 inch touch screen, konektivitas USB/iPhone/iPod, bluetooth, dan DVD.

Pada Grand Livina keluaran 2015, pengguna dimanjakan dengan fitur hiburan mewah berupa Roof Monitor 10 inch.

Pengguna juga bisa menikmati kenyaman lebih dengan deretan fitur canggih seperti sensor parkir dan kamera belakang. Ada juga beragam fitur keamanan seperti SRS airbag dan safety belt reminder.

3. Irit Bahan Bakar

Menyoal kelebihan dan kelemahan Grand Livina, tingkat konsumsi bahan bakar wajib mendapat perhatian.

Nissan merancang MPV ini sebagai kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang irit. Mobil ini mampu menempuh jarak sekitar 9 – 12 km dengan menggunakan 1 liter bensin untuk perjalanan dalam kota.

Tingkat konsumsi tersebut terbilang irit apabila dibandingkan dengan MPV lain sekelasnya.

Baca Juga: Trik Mengemudi Mobil Perkotaan Lebih Nyaman dan Irit BBM

4. Suspensi Empuk

Meskipun tidak terlihat, suspensi berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan perjalanan. 

Nissan membekali MPV ini dengan suspensi yang sangat baik dan empuk. Alhasil, Grand Livina memiliki handling yang lebih nyaman dan memudahkan pengemudi. 

Suspensi yang berkualitas jempolan juga memungkinkan mobil melibas jalanan dengan kontur tidak rata tanpa banyak masalah.

5. Eksterior Elegan dan Banyak Varian

Tampilan eksterior Grand Livina menjadi daya tarik tersendiri. Mobil ini memiliki desain yang stylish dan elegan sehingga sangat cocok untuk masyarakat urban. Kesan tersebut makin menonjol dengan desain lampu V motion grill yang menawan.

Sempat masuk jajaran MPV primadona, Grand Livina hadir dengan banyak varian. Sebut saja SV, VX, HWS, dan HWS Autech. Nissan juga menawarkan dua jenis transmisi, yaitu manual dan CVT. 

Kekurangan Grand Livina

Di samping berbagai kelebihannya, Grand Livina memiliki sejumlah kekurangan yang perlu Anda perhatikan, sebagai berikut:

1. AC Bukan Double Blower

Kelemahan Grand Livina yang pertama yaitu belum adanya AC double blower sebagaimana mobil sekelasnya.

Padahal kebanyakan kompetitor memiliki sistem pendinginan kabin dengan double blower yang menjamin penumpang bisa menikmati hawa sejuk hingga baris paling belakang.

Sebagai ganti double blower, Nissan menambahkan kisi-kisi AC pada sela antara jok pengemudi dan penumpang baris pertama. Meskipun begitu, udara sejuk perlu waktu lebih lama untuk mencapai jok belakang.

2. Kabin yang Kurang Senyap

Menilik review Nissan Grand Livina, banyak yang memuji kenyamanan kabin yang lega. Namun, ada pula pengguna yang merasa kurang nyaman karena sistem peredam yang tidak maksimal.

Hal tersebut mengakibatkan suara-suara dari sekitar terdengar dari dalam kabin, sehingga bisa mengganggu kenyamanan penumpang.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Mobil Keluarga untuk Kenyamanan Ekstra

3. Ground Clearance yang Rendah

Termasuk juga pertimbangan penting dalam kelebihan dan kekurangan Grand Livina, yaitu tingkat ground clearance.

MPV keluaran Nissan ini terkesan ceper karena memang memiliki ground clearance yang rendah. Hal ini membuat mobil dapat melaju dengan lebih stabil di jalan perkotaan yang rata.

Namun, Anda perlu menimbang kembali jika sering berkendara melalui jalan dengan kontur tidak rata. Grand Livina kurang ideal untuk menjelajah medan yang bervariasi, seperti jalan berlubang.

4. Tidak Tersedia Kunci Immobilizer

Grand Livina juga belum memiliki fitur immobilizer. Padahal fitur ini sangat bermanfaat karena dapat mencegah mesin menyala tanpa kunci asli. 

Absennya immobilizer menyebabkan Grand Livina lebih rentan terhadap risiko pencurian. Jadi, pengguna sebaiknya mempertimbangkan penggunaan kunci ganda untuk memberikan keamanan tambahan.

5. Perawatan Khusus untuk Transmisi CVT 

Satu lagi yang tidak boleh terlewat dari kelebihan dan kekurangan Grand Livina matic, yaitu perawatan transmisi yang menuntut ketelatenan. 

Menurut beberapa ulasan, transmisi CVT dari Grand Livina perlu dimanja karena tidak sekuat transmisi torque converter. Pengguna MPV ini perlu melakukan penggantian oli transmisi setiap 40.000 km.

Anda juga perlu memperhatikan kebiasaan penggunaan. Hindari asal injak pedal gas ketika berkendara. Anda juga sebaiknya tidak memindahkan tuas ke posisi P saat berhenti lama dengan mesin hidup.

Baca Juga: 4 Mobil Kapasitas Besar untuk Keluarga, Muat Banyak!

Mobil Murah Bergaransi

Terlepas dari sejumlah kekurangannya, Grand Livina bisa menjadi kendaraan ideal bagi keluarga. Terlebih lagi, bagi Anda yang mencari mobil keluarga dengan harga murah.

Anda bisa mendapatkan Grand Livina dengan kondisi prima dari tempat jual beli mobil bekas dengan harga sekitar Rp90 juta. 

Mau mobil bekas yang bergaransi? CarsGallery merupakan tempat yang tepat bagi Anda untuk mendapatkan mobil berkualitas dengan jaminan garansi. Kunjungi CarsGallery sekarang untuk temukan unit ready.

FAQ

Berapa harga mobil baru merek Grand Livina?

Untuk unit baru, harganya sekitar Rp270 juta.

Apakah Grand Livina cocok untuk berkendara keluar kota?

MPV ini kurang cocok untuk berkendara jauh, apalagi jika harus menerjang medan dengan kontur tidak rata. Hal ini karena Grand Livina punya ground clearance yang rendah dan mesin kurang bertenaga.

Mengapa Nissan Grand Livina banyak menjadi pilihan mobil keluarga?

Sebagaimana pembahasan kelebihan dan kekurangan Grand Livina di atas, mobil ini ideal untuk kendaraan keluarga. Beberapa alasannya yaitu karena punya kabin yang nyaman dan lega, serta menyediakan banyak ruang penyimpanan.

Exit mobile version