Mobil Listrik DFSK Gelora E Resmi Diluncurkan 

Mobil listrik DFSK Gelora E Resmi diluncurkan 15 April 2021 lalu. Langkah ini jadi momen penting karena Gelora E menjadi mobil niaga ringan dengan tenaga listrik pertama yang ada di Indonesia. 

Lebih tepatnya, peluncurannya berlangsung di Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021. Hal ini menjadi langkah penting pada industri otomotif nasional yang menuju transisi ke kendaraan dengan tingkat keramahan lingkungan tinggi. 

Baca Juga: Keunggulan Mobil Eropa Dibandingkan Mobil Keluaran Jepang

Spesifikasi dan Fitur Unggulan 

Mobil listrik DFSK Gelora E hanya tersedia dua varian: minibus dan blind van. Keduanya terancang demi memenuhi kebutuhan beragam sektor di bidang niaga. Baik untuk sektor logistik, transportasi, sampai dengan pariwisata. 

Dimensinya 4.500 mm, lebar 1.680 mm, dan tinggi 2.000 mm yang artinya, Gelora E punya kabin lapang dan luas. 

Pada varian minibus, misalnya, Anda bisa menggunakannya untuk tujuh penumpang. 

Sedangkan di varian blind van, ada ruang kargo 2,63 meter kubik yang sangat tepat buat angkut-angkut barang. 

Paling menarik memang tenaganya. Pasalnya, DFSK Gelora E ini memakai baterai lithium-ion dengan kapasitas 42 kWh yang berpengaruh pada jarak tempuhnya. 

Dari pengetesan, menurut beberapa sumber mobil ini bisa menempuh 300 kilometer untuk sekali isi penuh. 

Pengisian dayanya juga tak makan waktu lama karena fast-charging-nya, bisa membuat baterai dari 20% butuh waktu 80 menit saja untuk mencapai 80%. 

Baca Juga: 10 Mobil MPV Paling Irit dan Bandel, Cocok untuk Keluarga! 

Efisiensi Biaya Operasional 

Mobil listrik DFSK Gelora E resmi diluncurkan seolah jadi angin segar buat para peniaga, pedagang, hingga pebisnis. 

Pasalnya mobil ini terkenal dapat membuat biaya operasional lebih efisien. Biaya listrik Rp1.000 per kWh dan kebutuhan 42 kWh jelas hanya membutuhkan sedikit biaya. 

Artinya untuk membuat baterai Gelora E ini penuh, Anda hanya butuh Rp42 ribu saja. Jadi untuk 300 km, biaya yang perlu Anda keluarkan sangat rendah. 

Bahkan jauh lebih rendah jika membandingkannya dengan mobil yang memiliki mesin konvensional. 

Pada mesin mobil konvensional, Anda butuh setidaknya Rp260 ribu untuk menempuh jarak 300 km. Selisihnya bisa Rp210 ribu per 300 km yang karena ini, tentu menjadikan Gelora E tepat untuk kendaraan komersial atau bisnis. 

Sudah Mulai Produksi Lokal dan Menyesuaikan Harga

Pada awalnya, mobil listrik Gelora E impor utuh (CBU) langsung dari China. Tapi, Februari 2023 yang lalu, akhirnya DFSK memproduksinya di Indonesia. Tepatnya ada di Cikande, Banten.

Langkah ini tak hanya memberi keuntungan bagi negara, tapi juga mampu membuat konsumen lebih tersenyum lebar. 

Pasalnya, dengan membuat mobil ini dalam negeri, bisa terjadi penyesuaian harga yang membuatnya bisa lebih bersaing. 

Dengan adanya produksi di dalam negeri, data menyebut jika harganya bisa turun sampai Rp100 juta yang membuat Gelora E jauh lebih terjangkau buat konsumen yang ada di Indonesia. 

Baca Juga: Review BMW 520i M Sport Sedan Bisnis Terlaris di GIIAS 2024

Gelora E Jadi Kendaraan Operasional Jaga Satwa Nusantara

PT Sokonindo Automobile dikabarkan melakukan serah terima atas DFSK Gelora E tipe minibus ke pelanggannya pada 4 November 2024 kemarin. 

Penyerahan ini mereka lakukan ke pelanggannya yakni PT Dyandra Mitra Indah. Pelanggannya ini merupakan pengelola Jaga Satwa Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). 

Gelora E terpilih tentu karena sesuai dengan tema utama yang jadi gagasan TMII yakni kawasan wisata hijau. Maka dari itu, Gelora E yang merupakan kendaraan listrik minim emisi terpilih menjadi kendaraan operasional. 

Besar harapan agar ke depannya semakin banyak kendaraan komersial dan operasional menggunakan mobil yang lebih ramah terhadap lingkungan.



Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil 2024, Menyerah?

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memberi keputusan. Pada 2024 ini, target penjualannya bukan lagi 1,1 juta unit. Melainkan diturunkan. Gaikindo revisi target penjualan mobil menjadi 850.000 unit di tahun 2024. 

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, berkata pemicunya yakni jika kondisi dari pasar otomotif yang tengah lesu.

Menurutnya, angka-angka penjualan mobil memang tidak bisa mengalami peningkatan signifikan. 

Keputusan perubahan target Gaikindo ini berdasar pada hasil diskusi dengan sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) yang menjadi anggota dari Gaikindo. 

Sementara jika melihat angka penjualan dari Gaikindo, memang terjadi penurunan. 

Dari data yang ada, penjualan mobil dari pabrik ke dealer atau wholesales pada bulan Januari – September tahun 2024 ini turun hingga 16,2 persen. 

Detailnya sepanjang sembilan bulan, kisaran mobil yang terjual hanya 633.218 unit. Sedangkan untuk tahun lalu di rentang waktu yang sama terjual 755.778 unit. 

Tak hanya dari wholesales, tapi ritel pun mengalami penurunan. Tingkatnya mencapai 11,9% YoY tahun 2023. 

Di tahun 2024 bulan Januari – September, angka penjualan ritel hanya 657.223 unit. Berbeda dari data Gaikindo penjualan mobil 2023 pada periode yang sama, yakni terjual 746.246 unit. 

Baca Juga: Pindad Maung Pakai Komponen Ssangyong dan Mercedes-Benz

Produksi Mobil di Tanah Air Loyo, Apa Penyebabnya? 

Penjualan yang lesu, juga dibarengi dengan produksi yang loyo. Berdasarkan data, produksi mobil di September 2024 menurun 11,09% Year on Year (YoY) daripada September 2023 lalu. 

Pada periode 2023 lalu, angkanya mencapai 112.783 unit yang diproduksi. Tapi tahun ini di periode yang sama yakni 101.688 unit. 

Tak hanya YoY, tapi perbandingkan produksi bulanan juga lebih rendah karena terkoreksi sekitar 5,8%. 

Hal ini terjadi, menurut Gaikindo, karena beberapa penyebab. Sektor produksi jadi lemah karena Purchasing Manager’s Index (PMI) untuk manufaktur Indonesia terkontraksi. 

Angkanya di bawah 50 yakni tepatnya 49,2 tahun lalu. PMI yang lesu ini juga terjadi karena daya beli masyarakat Indonesia dari awal tahun hingga kini masih menurun. 

Selain itu, ada pula faktor seperti lemahnya nilai tukar rupiah, hingga suku bunga tinggi. 

“Memang daya beli masyarakatnya saja yang menurun. Akibatnya penjualan tidak bisa sebagus tahun lalu. Begitu juga dengan produksinya yang tak sehebat tahun lalu. Terlihat angka penjualan maupun angka produksi menurun,” kata Jongkie Sugiarto. 

Baca Juga: Mobil SUV Listrik Hyptec HT, Bikin EV Lain Ketar-ketir!

Harapan dari Para Pengusaha

Dalam kelesuan dan stagnasi tingkat penjualan ini, ada harapan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). 

Harapan itu agar pemerintahan yang baru saja terbentuk bisa memberi dampak positif untuk iklim usaha yang ada di Indonesia. 

Ajib Hamdani, Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, berharap jika ada dampak positif dari kabinet baru pada ekonomi nasional. 

Di sisi lain, Ajib juga menilai persoalan utama kini adalah reformasi struktural, terutama secara ekonomi. 

Menurut Ajib, perlu ada perubahan fundamental karena itu bisa mendorong efisiensi bisnis serta produktivitas. 

Baca Juga: VinFast Raih Penghargaan atas Kebijakan Sewa Baterainya!

Dua Bulan Terakhir Ini, Ada juga Harapan agar Penjualan Meningkat

Meski Gaikindo revisi target penjualan mobil, tentu masih berharap untuk dua bulan terakhir di tahun 2024 ini. Buktinya, mereka mengadakan berbagai macam acara pameran otomotif. 

Bahkan, pada Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 skalanya lebih besar daripada GJAW tahun lalu. Acara ini bakal terselenggara di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. 

Berbeda dengan penjualan mobil bekas yang oleh laman Kompas dikatakan naik tiga kali lipat pada tahun 2024 ini. Apalagi kini banyak platform jual-beli mobil bekas yang mampu memberi kualitas yang tinggi dengan harga terjangkau. 

Salah satunya seperti CarsGallery yang selalu menyiapkan mobil-mobil terbaiknya dengan jaminan lolos inspeksi + garansi.

Ciri-Ciri Mobil Mengalami Konsleting dan Cara Mengatasinya

Mobil terdiri dari banyak sistem yang kompleks, termasuk mesin, kelistrikan, dan elektronik, yang bekerja sama untuk memastikan bahwa kendaraan berjalan dengan benar. Namun, konsleting adalah masalah yang sering terjadi pada mobil. Ini terjadi ketika arus listrik terhubung pendek, menyebabkan aliran listrik tidak berjalan sesuai jalurnya dan dapat menyebabkan berbagai masalah, bahkan kebakaran.

Sangat penting untuk memahami tanda-tanda mobil yang mengalami konsleting untuk menjaga keamanan berkendara. Berikut ini adalah beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan jika mobil Anda mungkin mengalami konsleting listrik, serta beberapa tindakan yang dapat Anda ambil untuk memperbaikinya.

1. Lampu Indikator Aki Menyala.

Lampu indikator aki—juga dikenal sebagai baterai—menyala di dasbor. Aki adalah pusat daya listrik mobil, dan biasanya menyala sebagai peringatan jika sistem kelistrikan mobil mengalami masalah.

Hal ini dapat terjadi karena arus listrik yang tidak stabil, yang membuat aki bekerja lebih banyak. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak aki dan mengurangi kinerjanya. Lampu indikator aki menyala tidak selalu berarti ada konsleting; namun, jika terjadi bersamaan dengan gejala lain, ini merupakan sinyal yang harus diperhatikan.

2. Sekring yang Sering Terbakar atau Meleleh.

Sekring adalah bagian penting dari sistem kelistrikan mobil dan berfungsi untuk melindungi komponen lain dari kerusakan yang disebabkan oleh arus listrik yang berlebihan. Jika terjadi konsleting atau lonjakan arus, sekring akan “putus” untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Namun, jika sekring selalu terbakar atau meleleh bahkan setelah diganti, itu bisa menjadi tanda konsleting di bagian kelistrikan mobil. Konsleting menyebabkan aliran listrik yang lebih besar daripada kapasitas sekring, yang menyebabkan sekring seringkali bekerja terlalu keras dan akhirnya terbakar.

Anda dapat melakukan hal-hal berikut untuk mengetahui apakah ada masalah dengan sekring:

Periksa kotak sekring secara teratur. Jika ada sekring yang rusak atau terbakar, ganti dengan sekring baru dengan kapasitas yang sama. Jika kerusakan pada sekring yang sama terus terjadi, itu bisa menunjukkan bahwa ada masalah dengan kabel atau komponen yang terhubung dengan sekring tersebut.

3. Bau Terbakar di Dalam Kabin.

Mobil yang mengalami konsleting mungkin menimbulkan bau terbakar di dalam kabin. Bau ini dapat berasal dari komponen elektronik atau kabel yang terlalu panas akibat konsleting. Seringkali, bau terbakar terasa tajam dan menyerupai bau karet atau plastik yang meleleh.

Saat Anda mengendarai mobil, segera berhenti dan matikan mesin untuk mengidentifikasi sumber bau terbakar. Jika bau terbakar terus-menerus, itu bisa menunjukkan bahwa komponen terlalu panas.

4. Lampu Mobil Berkedip atau Meredup.

Masalah dengan lampu mobil, termasuk lampu depan, lampu belakang, dan lampu indikator di dasbor, dapat menunjukkan adanya konsleting. Jika arus listrik tidak stabil, lampu mobil bisa redup, berkedip-kedip, atau bahkan mati mendadak.

Lampu yang meredup atau berkedip menunjukkan masalah dengan aliran listrik yang tidak memadai. Dalam beberapa kasus, lampu bisa tiba-tiba padam, terutama saat berkendara di malam hari atau dalam cuaca buruk.

5. Komponen Elektronik Tidak Berfungsi dengan Baik.

Semua komponen elektronik mobil, seperti AC, jendela listrik, wiper, dan sistem audio, bergantung pada arus listrik yang stabil. Jika salah satu atau beberapa komponen ini tiba-tiba berhenti berfungsi, ini bisa menjadi tanda masalah kelistrikan, termasuk konsleting.

Sebagai contoh, hubungan arus pendek yang mengganggu kinerja komponen elektronik dapat menyebabkan AC tiba-tiba mati atau sistem audio sering mati-hidup sendiri. Selain itu, jendela listrik yang lambat atau macet juga dapat menjadi gejala masalah kelistrikan.

6. Aki Habis Cepat.

Ini bisa menjadi tanda bahwa ada konsleting pada sistem kelistrikan mobil. Konsleting menyebabkan arus listrik mengalir secara tidak normal ke aki, yang membuat aki bekerja lebih keras untuk menjaga aliran listrik ke seluruh komponen mobil. Akibatnya, aki bisa habis lebih cepat dari yang seharusnya.

Jika Anda sering mengalami aki yang cepat habis, periksa sistem kelistrikan mobil Anda untuk memastikan bahwa tidak ada konsleting yang menyebabkan masalah ini.

7. Mobil Sulit Menyala.

Masalah sistem kelistrikan, seperti konsleting, dapat menyebabkan mobil sulit dinyalakan. Konsleting juga dapat mengganggu distribusi arus listrik yang seharusnya mengalir dengan lancar untuk menyalakan mesin, dan konsleting juga dapat menyebabkan aki cepat habis.

Jika mobil sulit menyala meskipun akinya baru atau dalam kondisi baik, periksa sistem kelistrikan untuk memastikan bahwa tidak ada arus pendek yang mengganggu aliran listrik mobil.

8. Percikan Listrik atau Asap dari Kabel Mobil.

Tanda konsleting yang paling jelas dan signifikan adalah munculnya percikan listrik atau asap dari kabel mobil. Percikan listrik adalah gangguan arus listrik yang signifikan yang dapat terjadi karena hubungan pendek antara dua kabel atau komponen lainnya.

Jika Anda melihat percikan atau kabel yang mengeluarkan asap, matikan mesin dan cabut kunci mobil untuk mencegah kebakaran atau kerusakan yang lebih parah. Jika Anda tidak memiliki pengetahuan tentang kelistrikan mobil, sebaiknya jangan mencoba memperbaikinya sendiri.

Cara Mengatasi Konsleting Mobil: Jika Anda mencurigai adanya konsleting pada mobil Anda, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

Jika ada tanda-tanda konsleting, seperti bau terbakar atau percikan, matikan mesin dan cabut kunci untuk menghentikan aliran listrik.

Periksa Kondisi Kabel dan Sekring: Lihat kondisi sekring dan kabel di dalam kotak sekring. Jika sekring terbakar atau kabel terlihat rusak, ini bisa menandakan adanya konsleting. Ingatlah untuk menggunakan sekring dengan kapasitas yang sesuai saat menggantinya.

Gunakan Multimeter: Jika Anda memiliki multimeter, Anda dapat menggunakannya untuk memeriksa tegangan listrik pada bagian-bagian mobil. Multimeter dapat mendeteksi apakah ada arus listrik yang tidak normal pada bagian tertentu.

Konsultasikan dengan mekanik: Jika Anda tidak dapat menemukan penyebab konsleting mobil Anda atau jika Anda merasa tidak yakin, segera bawa mobil Anda ke bengkel yang terpercaya. Untuk memastikan bahwa semua komponen berfungsi dengan baik, mekanik yang berpengalaman harus menangani konsleting mobil.

Hindari Menggunakan Aksesori Listrik Berlebihan: Aksesori seperti lampu tambahan, sistem audio dengan watt besar, atau modifikasi lain yang memerlukan banyak listrik dapat menyebabkan sistem kelistrikan mobil terbebani terlalu banyak, yang dapat menyebabkan konsleting.

Untuk menjaga mobil Anda aman dan berfungsi dengan baik, sangat penting untuk memahami tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mobil Anda mengalami konsleting. Jika Anda mencurigai adanya konsleting, segera lakukan pemeriksaan, matikan mesin, dan konsultasikan dengan mekanik untuk mengurangi risiko.

Tahun 2024 Penjualan Mobil di Indonesia Lesu, Ini Pemicunya!

Gaikindo merevisi target pasar otomotifnya menjadi 850 ribu unit tahun ini. Bahkan ada program Gaikindo Jakarta Auto Week dengan skala dua kali lebih besar dari sebelumnya. Penjualan mobil di Indonesia lesu menjadi penyebab mengapa dua hal ini terjadi. 

Padahal, kini pasar Indonesia tengah ramai dengan merk-merk mobil terbaru. Bahkan tak jarang menawarkan teknologi mumpuni dengan harga yang rendah. 

Tapi, perkembangan pabrikan mobil tak berimbang dengan luasnya pasar yang bisa dijangkau. Merk boleh semakin banyak masuk, tapi di pasar otomotif semuanya seolah ‘saling tusuk’ demi kebagian kue penjualan. 

Tak ada pertumbuhan signifikan dalam satu dekade terakhir. Pasalnya, hanya berkisar di antara tingkat penjualan 1 juta unit per tahun. Jarang lebih tinggi, bahkan pada tahun ini harus mendapatkan revisi. 

Baca Juga: Review BMW 520i M Sport Sedan Bisnis Terlaris di GIIAS 2024

Sebenarnya, Mengapa Penjualan Mobil di Indonesia Lesu?

Hal ini tentu membuat Anda bertanya, apa yang sedang terjadi dengan pasar penjualan mobil di Indonesia? 

Apakah masyarakat tak tertarik dengan teknologi teranyar? Apakah mahalnya harga menjadi faktor pertimbangan? Atau justru ada penyebab lain yang membuat banyak orang lebih menggenggam uang daripada membeli mobil? 

Guna menjawab ini mari simak paparan dari CEO MarkPlus Inc, Iwan Setiawan. MarkPlus Inc sudah menganalisis berbagai faktor yang menjadi pemicu mengapa kini penjualan mobil mengalami stagnasi dan kelesuan. 

Ia mengatakan setidaknya ada empat hal yang memicu lesunya pembelian mobil baru di Indonesia. 

Ada 56% konsumen yang memberi penilaian harga mobil baru ketinggian. 50% lainnya merasa pajak di Indonesia terlalu tinggi. Sedangkan 37% selanjutnya mengeluh soal suku bunga leasing yang menurut mereka memberatkan. 

Ada juga 26% responden yang berkata jika mereka lebih prefer membeli mobil bekas yang kualitasnya kini masih terasa seperti mobil baru. 

Selain itu, ada pula ungkapan dari Yannes Martinus Pasaribu, seorang Pengamat Otomotif. Ia mengungkapkan bahwa ada sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi lesunya penjualan mobil baru. 

Misalnya, ada kenaikan suku bunga dan inflasi yang akhirnya membuat cicilan mobil jadi lebih mahal. Kedua faktor itu juga, menurutnya, merupakan penyebab mengapa daya beli masyarakat menurun. 

Selain itu ada pula kondisi ekonomi global yang masih tak menentu dan akhirnya menjadikan masyarakat kelas menengah menjadi turun daya belinya. 

Baca Juga: Subaru Sports Car Festival 2024, Pamerkan Subaru BRZ 2025

Pendapatan Perkapita Orang Indonesia juga Menjadi Faktornya

Data penjualan mobil di Indonesia yang tidak tumbuh signifikan jelas menimbulkan tanya. Guna menjawab apa penyebabnya, paparan dari LPEM FEB UI menyebut bahwa salah satu faktornya yakni pendapatan perkapita orang-orang Indonesia. 

Memang, ada kenaikan sebanyak 3,65 persen. Tapi, kenaikan tersebut masih tergolong tipis. 

Dengan kenaikan tipis selama 2015 – 2022 ini, maka bukan hal mengejutkan jika penjualan mobil yang ada di Indonesia masih stagnan dan cenderung lesu. 

Baca Juga: Citroen C4 dan C4 X Meluncur di Paris Motor Show 2024

Butuh Kerja Sama untuk Menumbuhkan Market dan Meningkatkan Penjualan

Chief Operating Officer PT HMID, Fransiscus Soerjopranoto mengatakan jika pertumbuhan bisa dikatrol dengan kerja sama dalam menumbuhkan market dan meningkatkan penjualan. 

Menurutnya, market tumbuh karena ada dua hal: produsen yang mengenalkan produk terbaru dan satu lagi dukungan dari pemerintah untuk regulasinya. 

Pasalnya, beliau mengatakan jika di tahun 2012, market tumbuh karena pemerintah memberi regulasi mengenai LCGC. Selain itu, ia juga mencontohkan peningkatan penjualan terjadi ketika pabrik mobil mengenalkan produk baru. 

Terutama ketika Toyota mengeluarkan Avanza. Ketika itu, kenaikannya bisa 400 ribu unit untuk satu mobil ini saja. 

Penjualan mobil di Indonesia lesu tentu terjadi karena beragam faktor mulai dari kondisi ekonomi, pendapatan masyarakat, regulasi, dan banyak faktor lain. Besar harapan dengan berbagai ajang otomotif, penjualan bisa kembali meningkat. 

Berbeda halnya dengan pasar mobil bekas yang kini kian banyak peminatnya. Apalagi dengan hadirnya CarsGallery yang memiliki berbagai unit mobil berkualitas. Tak heran, peningkatan penjualan dalam pasar mobil seken terus meninggi.

Review Mitsubishi Mirage 2013: Spesifikasi dan Harganya

Mitsubishi Mirage 2013 adalah salah satu pilihan mobil perkotaan atau city car yang layak untuk Anda pertimbangkan. Apalagi jika Anda adalah pecinta mobil dengan ukuran yang compact dan tidak terlalu besar. 

Mobil ini juga menawarkan performa yang menarik tidak hanya dari segi eksterior maupun interiornya saja. Bahkan mobil ini pernah mendapatkan julukan “City Car of The Year” di tahun 2013 silam. 

Tentu ini menjadi bukti bahwa Mirage 2013 memang memiliki daya tarik yang luar biasa. Lantas, seperti apa sebenarnya review dari Mitsubishi Mirage 2013?

Sekilas Tentang Mitsubishi Mirage

Mirage pada dasarnya adalah mobil buatan Mitsubishi yang sudah hadir sejak tahun 1978 silam. Sampai saat ini, Mirage sudah memiliki 5 generasi dan setiap generasinya memiliki ciri khas dan daya tarik masing-masing. 

Salah satu daya tarik terbesar Mitsubishi Mirage adalah dari ukurannya yang tidak terlalu besar. Ukuran ini membuat Mirage sangat cocok untuk penggunaan harian terutama di perkotaan karena gesit dan lincah. 

Mitsubishi Mirage pun terkenal dengan konsumsi bahan bakarnya yang irit dan memiliki banyak fitur penunjang. Belum lagi dengan eksteriornya yang menarik dengan pilihan warna yang trendy. 

Tidak heran jika kemudian sampai saat ini, Mitsubishi Mirage masih memiliki peminat, termasuk untuk unit bekasnya. 

Baca Juga: Honda Nissan dan Mitsubishi Resmi Beraliansi, Ini Kabarnya!

Review Mitsubishi Mirage 2013 

Agar lebih mengenal Mitsubishi Mirage 2013, inilah review lengkap yang bisa Anda simak:

1. Spesifikasi Mitsubishi Mirage 2013

Perlu Anda pahami bahwa Mitsubishi Mirage 2013 memiliki 3 (tiga) tipe berbeda. Setiap tipe ini memiliki spesifikasi yang cukup berbeda antara satu dengan lainnya, seperti berikut:

a. Mitsubishi Mirage 1L 5MT 

  • Dimensi: Panjang 3.711 mm, lebar 1.666 mm, tinggi 1.491 mm
  • Kapasitas mesin: 999 cm3
  • Sistem bahan bakar: Direct Injection 
  • Sistem penggerak: Front Wheel Drive
  • Gearbox: CVT
  • Wheelbase: 2450 inch 
  • Ground clearance: 5.9 inch
  • Tenaga:  51 KW pada 6.000 rpm, 59 HP pada 6.000 rpm, dan 68 BHP pada 6.000 rpm 
  • Torsi: 63 lb-ft pada 5.000 rpm dan 85 nm pada 5.000 rpm 

b. Mitsubishi Mirage 1.2L MIVEC 5MT 

  • Dimensi: Panjang 3.711 mm, lebar 1.666 mm, tinggi 1.491 mm
  • Kapasitas mesin: 1.193 cm3 
  • Sistem bahan bakar: Multipoint Injection 
  • Sistem penggerak: Front Wheel Drive 
  • Gearbox: Manual dengan 5 percepatan
  • Wheelbase: 2450 inch 
  • Ground clearance: 5.9 inch
  • Tenaga: 57 KW pada 6.000 rpm, 77 HP pada 6.000 rpm, dan 76 BHP pada 6.000 rpm 
  • Torsi: 74 lb-ft pada 4.000 rpm dan 100 nm pada 4.000 rpm 

c. Mitsubishi Mirage 1.2L MIVEC CVT 

  • Dimensi: Panjang 3.711 mm, lebar 1.666 mm, tinggi 1.491 mm
  • Kapasitas mesin: 1.193 cm3
  • Sistem bahan bakar: Multipoint Injection 
  • Sistem penggerak: Front Wheel Drive 
  • Gearbox: Automatic transmission 
  • Wheelbase: 2450 inch
  • Ground clearance: 5.9 inch
  • Tenaga: 57 KW pada 6.000 rpm, 77 HP pada 6.000 rpm, dan 76 BHP pada 6.000 rpm 
  • Torsi: 74 lb-ft pada 4.000 rpm dan 100 nm pada 4.000 rpm. 

2. Eksterior dan Interior yang Cheerful dan Modern 

Mirage 2013 memiliki desain eksterior yang terkesan cheerful, tetapi tetap memiliki sentuhan sporty dan modern. Pilihan warna yang tersedia untuk mobil ini juga sangat bervariasi, bahkan ada warna Metallic Lipstick Pink. 

Sementara itu, untuk bagian interior pun tidak kalah menarik. Mobil ini menggunakan dominasi hitam yang memberikan nuansa premium dan elegan. 

Baca Juga: 5 Keunggulan Mitsubishi All New Triton, Wajib Beli?

3. Kabin yang Terasa Lega dan Fitur Lengkap 

Meski memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, nyatanya Mitsubishi Mirage 2013 memiliki kabin yang tergolong lega. Bahkan bagian bagasi bisa Anda andalkan untuk membawa cukup banyak muatan. 

Berada di dalam mobil ini pun terasa nyaman berkat pengaturan kursinya yang terasa tidak sempit. Hanya saja, karena memang merupakan mobil yang terjangkau, Anda tidak akan menjumpai fitur interior yang mewah di mobil ini. 

Mobil ini masih memiliki CD Player, Radio, 2 speaker, dan koneksi Bluetooth. Jadi hiburan Anda selama berada di mobil bisa Anda dapatkan dari berbagai fitur tersebut. 

4. Suspensi yang Nyaman 

Kelebihan Mitsubishi Mirage lainnya adalah suspensinya yang terasa nyaman dan empuk. Selain itu, setir mobil ini pun terasa ringan. Jadi, Anda bisa lebih nyaman ketika mengemudikan mobil ini khususnya untuk rute perjalanan jauh.

5. Mesin yang Efisien dan Irit 

Terakhir, mobil ini menawarkan mesin dengan performa yang terbilang baik dan efisien. Mitsubishi juga telah menyematkan teknologi Eco Driving di Mirage. Catatan konsumsi bensin di mobil ini terbilang cukup impresif. 

Pemakaian normal di jalanan kota, Mitsubishi Mirage 2013 mencatatkan konsumsi BBM 13 sampai 14 km per liter. Jika menggunakan mode Eco Driving catatan konsumsi bensinnya mencapai 24,2 km per liter untuk transmisi manual. 

Sementara itu, untuk versi CVT, Mitsubishi Mirage mencatatkan angka konsumsi BBM sebesar 22 km per liternya.

Baca Juga: 7 Alasan Mitsubishi XForce Diburu Kaum Hawa di 2024

Harga Mitsubishi Mirage 2013 

Dengan berbagai kelebihan yang Mirage miliki, mobil ini memang memiliki peminat yang cukup besar di Indonesia. Hanya saja, jika ingin membeli mobil ini, Anda hanya bisa mendapatkan versi bekasnya saja saat ini. 

Karena sejak tahun 2018 silam, Mitsubishi sudah mengumumkan bahwa mereka tidak akan memproduksi Mirage 2013 lagi. Jadi, hanya unit bekas yang tersedia di Indonesia saat ini. 

Harga Mitsubishi Mirage 2013 bekas sendiri terbilang terjangkau. Anda bisa mendapatkan mobil ini di kisaran harga mulai dari Rp69.000.000 sampai dengan Rp115.000.000. 

Itulah review Mitsubishi Mirage 2013 yang bisa Anda simak. Jika tertarik untuk membeli mobil ini, maka pastikan hanya membelinya di platform jual beli mobil bekas terbaik seperti CarsGallery. 

Dengan inspektor profesional dan SOP pemeriksaan yang ketat, seluruh unit mobil bekas terjamin layak dan siap pakai. Bahkan ada layanan garansi yang akan melindungi mobil hingga 30 hari dan bisa Anda perpanjang sampai 1 tahun.



Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi Mirage, Layak Beli?

Apakah Anda mengincar Mitsubishi Mirage bekas? Jika benar, pastikan untuk mengetahui setiap kelebihan dan kekurangan Mitsubishi Mirage terlebih dahulu. Ini akan membantu memutuskan apakah ini merupakan city car yang tepat bagi Anda.

Benar, city car ini sebelumnya sudah sangat populer di Indonesia semenjak debut pada tahun 2012. Meski sudah dihentikan produksi oleh Mitsubishi secara global, popularitas Mirage masih cukup kuat dalam pasar mobil bekas.

Tentunya, kendaraan ini tersedia dengan harga cukup murah. Tetapi ini bukan berarti kendaraan ini sangat murahan. Terdapat banyak kelebihan yang mampu menarik hati para pecinta otomotif.

Lantas, apa saja setiap kelebihan dan kelemahan Mitsubishi Mirage yang menonjol? Mari simak artikel berikut ini untuk mencari tahu lebih lengkap.

Mengenal Mitsubishi Mirage

Mitsubishi Mirage pertama kali diperkenalkan sebagai Global Small Concept Car pada ajang Geneva Motor Show 2011. Kemudian, mobil ini resmi debut saat Tokyo Motor Show 2011.

Setahun kemudian, mobil ini pertama kali meluncur di Indonesia pada tahun 2012. Tahun tersebut sekaligus menjadi tahun debutnya di pasaran Tanah Air. Saat itu, Mirage berhasil terjual kurang lebih 3.164 unit.

Pada tahun berikutnya, angka ini naik dua kali lipat, yakni 6.183 unit. Sejak saat itu, mobil city car ini cukup populer di kalangan masyarakat hingga mampu bersaing dengan pesaingnya.

Walau sempat mengalami facelift pada 2016, angka penjualannya justru menurun. Ini menjadi tren dalam tiga tahun.

Akhirnya, pihak Mitsubishi Indonesia resmi menghentikan produksi dan distribusi Mirage di Tanah Air pada tahun 2018. Pihaknya beralasan berambisi untuk fokus pada Mitsubishi Xpander yang bersaing di segmen mobil keluarga.

Sementara itu, Mirage juga berhenti produksi di Jepang pada tahun 2023. Di Amerika Serikat, distribusi mobil ini akan berhenti pada tahun 2025.

Meski masa kejayaannya yang cukup singkat, Mitsubishi Mirage berhasil meraih beberapa prestasi kebanggaan. Contohnya gelar City Car of the Year 2013, yakni mobil perkotaan terbaik di Tanah Air.

Terlebih, versi bekasnya juga masih banyak peminatnya. Tidak mengherankan masih banyak dealer yang menjual Mirage bekas di Indonesia.

Baca Juga: 7 Alasan Mitsubishi XForce Diburu Kaum Hawa di 2024

Kelebihan dan Kekurangan Mitsubishi Mirage

Lantas, apa setiap kelebihan yang membuat Mitsubishi Mirage menonjol? Kemudian, apa saja kekurangan yang patut menjadi perhatian? Berikut adalah pembahasannya secara umum:

1. Kelebihan Mitsubishi Mirage

Pertama, Mitsubishi memiliki berbagai kelebihan yang menjadi daya tarik bagi pecinta otomotif. Mari memulai dengan kelebihan paling menonjol, yakni efisiensi konsumsi BBM yang terbilang tinggi.

Menariknya, tercatat bahwa Mirage mampu menghemat kurang lebih 11 km/liter jika dalam perkotaan. Sementara untuk di luar kota, angka ini meningkat sampai 21,9 km/liter.

Alhasil, mobil bermesin tiga silinder ini memiliki kemampuan efisiensi bahan bakar yang tinggi. Ini menjadikannya mampu bersaing dengan berbagai produk mobil LCGC.

Sedangkan untuk performa, efisiensi menjadi hal menonjol, terutama pada generasi ke-5. Terlebih, suspensi mobil ini terbilang empuk sehingga memaksimalkan kenyamanan saat berkendara.

Selanjutnya, akselerasinya terbilang maksimal. Dengan mesin DOHC MIVEC tiga silinder berkapasitas 1.193 cc, tercatat tenaga maksimal bisa mencapai 76 HP pada putaran 6.000 rpm.

Juga pada Mirage generasi ke-5, sistem kemudi sudah termasuk fitur Electronic Power Steering (EPS). Jadi, Anda bisa lebih mudah dalam mengendalikan setir saat mobil bermanuver.

Selain itu, Mirage memiliki eksterior yang terkesan mewah dan sporty untuk kelas city car dan hatchback. Ini menjadi salah satu faktor yang membuatnya memenangkan City Car of the Year 2013 di Indonesia.

Namun, yang menjadi highlight utamanya adalah fitur climate control. Fitur ini mampu memudahkan pengemudi menyesuaikan tingkat kesejukan dalam kabin mobil. Alhasil, fitur ini menonjolkan kenyamanan bagi pengendara dan penumpang.

Baca Juga: 10 City Car Terbaik: Irit BBM, Bandel, dan Harga Terjangkau!

2. Kekurangan Mitsubishi Mirage

Di balik kelebihan tersebut, terdapat kekurangan dari Mitsubishi Mirage yang patut menjadi perhatian. 

Pertama, banyak yang mengeluhkan mobil ini kerap mengalami getaran pada mesin.Ini karena peredaman getaran terasa kurang kuat, terutama saat mobil mulai berjalan. 

Pasalnya, Mirage memiliki mesin 3-silinder yang berjumlah ganjil. Akibatnya, terjadinya ketidakseimbangan pada mobil ketika piston bergerak.

Setidaknya, getaran ini tidak begitu terasa pada versi facelift tahun 2016. Jika masih kurang nyaman juga, Anda bisa menambah peredam tambahan demi mengurangi getaran dan suara bising ini di kabin.

Bahkan, fitur keamanan dan kenyamanan Mirage terbilang kurang lengkap. Hanya varian tertinggi, Exceed, memiliki fitur yang cukup lengkap seperti ABS, EBD, dan immobilizer.

Terlebih, fakta bahwa Mirage merupakan city car dan hatchback pun terlihat pada kapasitas kabin yang kecil. Memiliki kapasitas maksimal empat orang, mobil ini akan terasa kurang cocok untuk perjalanan jarak jauh, apalagi membawa banyak muatan.

Baca Juga: 12 Pilihan Mobil Hatchback Terbaik 2024 Lengkap dengan Harga

Apakah Masih Layak Beli?

Setelah melihat setiap kekurangan dan kelebihan Mitsubishi Mirage, apakah masih layak beli? Lebih tepatnya, tergantung berbagai situasi tertentu.

Jika Anda merupakan keluarga baru yang memiliki satu anak, tentu Mirage akan cocok sebagai kendaraan impian. Tetapi mungkin kendaraan ini tidak begitu cocok jika jumlah total anggota keluarga lebih dari empat.

Selain itu, mobil dari Mitsubishi ini mungkin akan cocok bagi pecinta otomotif yang mengincar gaya sporty. Walau begitu, mobil ini mungkin tidak memiliki aspek kenyamanan begitu banyak daripada city car dan hatchback lain.

Itulah pembahasan kelebihan dan kekurangan Mitsubishi Mirage. Apakah Anda masih tertarik untuk membeli versi bekasnya?

Ingin jual beli mobil bekas bergaransi dan mengutamakan kualitas? Segera kunjungi CarsGallery untuk mulai mencari mobil idaman Anda!

Tanda-Tanda Mobil Pernah Terendam Banjir dan Cara Mengidentifikasinya

Membeli mobil bekas mungkin menjadi pilihan yang menarik bagi banyak orang karena harganya yang lebih murah. Namun, saat membeli mobil bekas, sangat penting untuk mempertimbangkan riwayat perjalanan mobil tersebut, terutama apakah mobil tersebut pernah mengalami kerusakan yang signifikan akibat banjir.

Untuk menghindari pembelian yang tidak menguntungkan, Anda harus mengetahui tanda-tanda mobil yang pernah terendam banjir. Ini karena mobil tersebut sering mengalami masalah di berbagai bagian, seperti mesin, sistem kelistrikan, dan interior, dan bahkan dapat mengalami kerusakan yang berlangsung lama.

Anda dapat menemukan tanda-tanda berikut untuk mengetahui apakah mobil bekas tersebut pernah terendam banjir.

1. Aroma Tidak Sedap dan Lembap di Dalam Kabin.

Ini adalah tanda paling umum bahwa mobil yang pernah terendam banjir memiliki bau tidak sedap dan basah di dalam kabinnya. Bau basah ini biasanya menyerupai bau lumpur atau tanah basah. Bau ini masih tercium, bahkan jika kabin telah dibersihkan atau diberi pengharum.

Anda dapat melakukan pengecekan dengan metode berikut:

Menghirup udara seluruh mobil. Bau lembap yang tidak biasa mungkin merupakan indikasi awal.
Bagian-bagian yang tidak terlihat harus diperiksa, seperti lipatan jok, kolong kursi, dan bagian bawah karpet, karena area-area ini sering mengandung sisa air dan bau yang sulit dihilangkan.

2. Periksa Karpet dan Jok yang Tidak Wajar atau Baru.

Mobil yang pernah terendam banjir biasanya memiliki jok atau karpet yang telah diganti atau dibersihkan terlalu banyak. Ini mungkin menunjukkan bahwa pemilik sebelumnya mencoba menyembunyikan kerusakan yang disebabkan oleh banjir. Lihat juga apakah karpet basah atau ada tanda-tanda penggantian yang mencurigakan.

Rekomendasi untuk mengecek:

Keluarkan karpet di bagian bawah untuk melihat apakah ada lumpur atau bekas kelembapan yang tersisa.
Selain itu, perhatikan apakah karpet dan jok mobil terlihat terlalu baru dibandingkan dengan usianya. Ini bisa menunjukkan bahwa karpet atau jok telah diganti karena banjir.

3. Periksa Sistem Kelistrikan dan Komponen Elektronik.

Mobil yang telah terendam banjir. Masalah sistem kelistrikan biasanya muncul. Air dapat merusak bagian elektrik mobil yang penting, seperti lampu, klakson, sistem audio, dan sistem kontrol di dalamnya.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk memeriksa kelistrikan mobil Anda:

Untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik, nyalakan semua lampu di dalam dan di luar mobil. Ada potensi masalah kelistrikan jika lampu redup atau tidak menyala.
Lihat bagian elektronik lain seperti AC, wiper, dan sistem audio. Pastikan semua komponen bekerja dengan benar.
Untuk mengetahui apakah ada kontak air sebelumnya, periksa kabel atau soket untuk karat atau jamur.

4. Kondisi Mesin dan Saringan Udara.

Mesin adalah komponen yang sangat penting yang dapat rusak jika mobil terendam banjir. Jika mesin mobil pernah terendam air, tanda-tanda seperti karat atau korosi pada komponen dan sistem pembakaran serta bekas lumpur atau saringan udara basah dapat menunjukkan bahwa air masuk ke dalam ruang mesin.

Metode untuk memeriksa mesin mobil yang terkena air:

Lihat bagaimana kondisi filter udara. Ada kemungkinan bahwa air pernah masuk melalui saringan udara jika ada tanda-tanda lumpur atau kelembapan yang mencurigakan.
Lihat bagian logam mesin yang rawan karat, seperti baut, untuk karat. Karat yang tidak wajar dapat menunjukkan bahwa mesin telah terendam air.
Saat mesin dihidupkan, perhatikan suara yang dihasilkan olehnya. Jika terdengar suara yang tidak biasa atau mesin terasa tersendat, itu mungkin akibat dari kerusakan mesin yang disebabkan oleh air.

5. Kondisi Karet dan Segel di Bagian Mobil yang Terendam Banjir.

Karet dan segel, yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke dalam kabin atau mesin, seringkali aus atau longgar setelah banjir.

Apa yang harus diperhatikan:

Lihat karet di bagasi, pintu, dan jendela. Jika karet terlihat rusak, longgar, atau tidak rapat, itu bisa menunjukkan bahwa mobil pernah terkena banjir.
Selain itu, perhatikan segel di komponen mesin, terutama di bagian yang sulit dibersihkan. Jika karet rusak atau mengelupas, itu bisa menunjukkan bahwa mobil telah terendam air selama beberapa waktu.

6. Lumpur atau Pasir Tertinggal di Bagian Tersembunyi.

Mobil Banjir sering meninggalkan lumpur atau pasir di area tersembunyi seperti bawah karpet, celah pintu, atau di dalam kap mesin. Walaupun sudah dibersihkan, sisa-sisa lumpur ini seringkali sulit dihilangkan sepenuhnya.

Metode untuk memastikan:

Lihat apakah ada lumpur yang tersisa dengan mengangkat karpet di bagian bawah jok.
Periksa apakah ada pasir atau residu lumpur yang terjebak di celah pintu dan bagian bawah dashboard.

7. Cek Panel Instrumen dan Komponen Dasbor.

Jika ada embun di bagian dalam kaca panel instrumen atau indikator yang tidak berfungsi dengan baik, itu mungkin tanda kerusakan akibat air.

Rekomendasi untuk memeriksa:

Cek kondisi tombol dasbor. Periksa apakah lampu indikator menyala terus atau berkedip-kedip. Jika ada sesuatu yang terasa lengket atau tidak responsif, itu bisa menjadi tanda kerusakan yang disebabkan oleh banjir yang terlalu lembab.

8. Periksa Suspensi dan Rem Mobil.

Jika mobil terendam banjir, air dapat menggenangi suspensi dan rem, menyebabkan korosi atau karat pada bagian-bagian tersebut, yang dapat mengganggu performa berkendara.

Metode untuk memastikan:

Lihat bagian suspensi di bawah mobil untuk melihat karat atau kotoran yang menempel di sana.
Coba mengendarai mobil untuk menguji sistem pengereman. Mungkin ada masalah dengan rem yang terendam air jika rem tidak bekerja atau berdecit.

Untuk menghindari mendapatkan mobil bekas yang bermasalah, sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda mobil yang pernah terendam banjir. Mobil yang terendam air sering mengalami masalah pada mesin, sistem kelistrikan, dan interiornya, yang mengurangi kinerja dan kenyamanan berkendara. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli, periksa setiap bagian mobil dengan teliti.

Jika Anda ragu, Anda harus meminta mekanik atau profesional untuk memeriksa kondisi mobil Anda. Dengan cara ini, Anda dapat lebih yakin bahwa mobil yang Anda beli dalam kondisi baik dan tidak memiliki masalah tersembunyi yang disebabkan oleh banjir.

6 Mobil Mitsubishi yang Ada Sunroof, Pilih yang Mana? 

Fitur sunroof mobil menjadi ikon elegansi serta kemewahan, dan Anda bisa menemukan fitur ini pada Mitsubishi. Banyak koleksi mobil Mitsubishi yang ada sunroof sejak keluaran tahun 2012. 

Tipe sunroof yang rilis pun ada beragam, mulai dari pop out sunroof hingga yang terbaru panoramic sunroof. Meskipun beberapa Mitsubishi dengan sunroof sudah tidak rilis lagi, tapi banyak masyarakat Indonesia yang mengincarnya. 

 Tertarik membeli Mitsubishi dengan fitur ini? Yuk, simak dulu apa saja variannya. 

6 Mobil Mitsubishi yang Ada Sunroof

Sunroof merupakan fitur pada bagian atap mobil yang bisa terbuka dan tertutup dan terbuat dari plat atau kaca. Berkat sunroof, cahaya alami akan masuk ke dalam kabin yang memberikan suasana terbuka, terang, dan lebih luas. 

Penambahan fitur sunroof juga salah satu hal yang membuat brand mobil Mitsubishi menjadi terkenal. Fiturnya pun semakin berkembang dari tahun ke tahun pada beberapa varian mobil, seperti:

1. Mitsubishi Outlander Sport 

Pertama kali meluncur di Indonesia tahun 2012, Mitsubishi Outlander merupakan mobil SUV yang rasanya seperti sedan. Mobil dengan mesin berkapasitas 2.000 cc ini langsung rilis dengan fitur panoramic sunroof. 

Fitur panoramic sunroof memiliki ukuran yang cukup luas sehingga membuat cahaya matahari masuk ke kabin secara maksimal. Anda pun akan merasa nyaman saat berkendara di perkotaan, pegunungan, atau pantai saat siang hari. 

Mobil Mitsubishi yang atapnya bisa dibuka ini harga bekasnya sekarang ada di angka Rp130 jutaan. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga barunya dulu yaitu Rp325 juta untuk varian PX yang tertinggi. 

Baca Juga: 7 Alasan Mitsubishi XForce Diburu Kaum Hawa di 2024

2. Mitsubishi Pajero Sport 

Pajero menjadi mobil yang rilis di Indonesia sejak 2009. Khusus Mitsubishi yang ada sunroof varian Pajero baru muncul pada facelift ketiganya di tahun 2017. 

Tipe sunroof Mitsubishi Pajero Sport adalah elektrik yang bisa terbuka dan tertutup dengan mudah. Anda juga bisa membukanya sesuai dengan kebutuhan, tanpa harus membuka keseluruhan. 

Berbeda dengan Mitsubishi Outlander Sport yang desainnya cenderung elegan, Pajero Sport tampil maskulin. Harga barunya saat ini untuk tipe yang memiliki sunroof mulai dari Rp700 jutaan. 

3. Mitsubishi Eclipse Cross 

Satu lagi mobil Mitsubishi yang ada sunroof dan rilis di tahun 2019 lalu. Mobil SUV yang kompak ini memiliki desain sangat sporty serta modern. 

Bagian atapnya memiliki fitur panoramic sunroof yang terbuat dari bahan kaca dan sudah elektrik. Panoramic sunroof Mitsubishi Eclipse Cross berukuran cukup besar yang ada di kursi baris depan dan baris kedua. 

Sinar matahari yang masuk ke dalam kabin mampu memperlihatkan kesan interior yang lebih luas. Sayangnya, Mitsubishi Eclipse Cross tidak lagi tersedia varian barunya di Indonesia. 

Anda masih bisa membeli versi bekasnya dengan harga Rp275 jutaan untuk km hingga 60.000. 

Baca Juga: 5 Perbedaan Pajero Dakar dan Exceed, Simak Sebelum Beli!

4. Mitsubishi Outlander PHEV

Mobil Mitsubishi sunroof untuk varian Outlander juga tersedia pada tipe PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) yang merupakan mobil hybrid.  

Mitsubishi Outlander PHEV memiliki kapasitas 5 penumpang dengan mesin bensin berkapasitas 2.400 cc. Fitur sunroof-nya lebih istimewa karena sudah menggunakan anti trapping electric. 

Soal harga, Mitsubishi Outlander PHEV paling tinggi yaitu mulai dari Rp898 jutaan hingga Rp1,3 miliar. Harganya yang tinggi menjadikannya tidak tersedia lagi di Indonesia karena permintaan pasar yang rendah.  

5. Mitsubishi Lancer EX

Pada pasar mobil sedan, Mitsubishi juga meluncurkan Mitsubishi Lancer EX di tahun 2009. Hanya saja mobil Mitsubishi yang ada sunroof untuk tipe ini baru rilis tahun 2016. 

Fitur sunroof yang ada pun juga terbuat dari kaca, tapi hanya bisa dibuka tutup secara manual saja. Meskipun begitu, ukuran sunroof cukup lebar yang membuat sinar matahari bisa bebas menyinari kabin. 

Saat ini Mitsubishi Lancer EX sudah tidak diproduksi lagi karena telah berhenti sejak tahun 2017. Anda masih bisa membeli varian bekasnya dengan harga mulai sekitar Rp200 jutaan saja. 

6. Mitsubishi ASX

Jenis mobil yang ada sunroof terakhir dari Mitsubishi adalah tipe ASX yang merupakan mobil SUV. Mobil dengan mesin bensin 1.600 cc ini rilis dengan full hybrid dan baru diproduksi Juni 2024 lalu di Spanyol. 

Penambahan power panoramic sunroof pun tidak terlupakan yang membuat cahaya alami masuk dengan maksimal. Material yang digunakan adalah kaca yang berkualitas dan tidak menimbulkan rasa panas. 

Mobil Mitsubishi dengan sunroof ini masih belum diketahui kapan akan masuk pasar Indonesia. Yang pasti, harganya diperkirakan menyaingi Mitsubishi Outlander PHEV. 

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Pajero, Wajib Tahu Sebelum Beli!

Tips Merawat Sunroof di Mobil Mitsubishi 

Kehadiran fitur sunroof memang memberikan keistimewaan tersendiri karena kesan mewahnya, tapi tidak dengan perawatan. Anda harus melakukan perawatan ekstra untuk menjaganya tetap berfungsi. Berikut ini beberapa tips untuk merawatnya:

1. Jangan di Bawah Sinar Matahari Langsung 

Anda wajib memarkir mobil di tempat yang teduh, karena sinar matahari langsung yang terlalu lama akan merusak elastisitas karet. Jadi, meskipun sudah menggunakan kaca berkualitas, sinar matahari bisa merusak komponen lainnya. 

2. Membersihkan Sunroof dengan Rutin 

Semua tipe sunroof harus rajin dibersihkan, karena banyak kotoran seperti pasir dan kerikil yang menempel di rel. Kotoran yang menumpuk bisa membuat jalur rel macet dan sistem buka tutup sunroof menjadi rusak. 

3. Rutin Melumasi Rel Sunroof 

Demi kinerja sistem sunroof terus normal, Anda juga perlu melumasi rel dengan pelumas. Biasanya Anda perlu mengingatkan mekanik saat servis untuk mengecek dan melumasinya. 

4. Mengeringkan Sunroof setelah Hujan 

Jangan biarkan tetesan air hujan menempel terlalu lama pada sunroof karena akan menimbulkan bercak atau jamur yang sulit dihilangkan. Anda bisa segera membilas mobil dengan air setelah hujan dan mengeringkannya. 

Ingin Mobil Sunroof Mitsubishi Murah? Cek di CarsGallery

Mitsubishi kerap menjadi pilihan mobil dengan fitur sunroof terbaik dari segi material kaca hingga teknologinya. Sayangnya, beberapa varian sudah tidak tersedia kondisi barunya. 

Tapi tenang, untuk bisa membeli Mitsubishi ber-sunroof varian bekas Anda bisa mencarinya di CarsGallery. Tidak hanya Mitsubishi, Anda bisa mendapatkan mobil Honda HRV Prestige, Hyundai Tucson, Wuling Cortez yang juga memiliki sunroof. 

Ayo, pilih langsung mobil dengan sunroof yang akan memberikan pengalaman berkendara super mewah. Hubungi kami di CarsGallery untuk mendapatkan rekomendasinya. 

FAQ

Apakah Mitsubishi Outlander memiliki sunroof?

Ya, Mitsubishi Outlander Sport yang merupakan tipe SUV memiliki fitur sunroof. 

Apakah semua mobil Pajero memiliki sunroof? 

Tidak semua variannya memiliki sunroof, hanya varian Dakar 4X2 dan Dakar 4X4 Ultimate yang memilikinya. 

Mengapa Mitsubishi Outlander tidak diproduksi lagi? 

Penjual mobil Mitsubishi yang ada sunroof ini dihentikan karena permintaannya di pasar yang terus menurun. 

Apakah Outlander SEL 2024 memiliki sunroof? 

Ya, Mitsubishi Outlander SEL 2024 memiliki sunroof panorama yang bertenaga listrik. 

Apa perbedaan sunroof dan moonroof? 

Sunroof cara kerjanya dengan mengangkat panel ke atap mobil, sedangkan moonroof cara kerjanya ke arah dalam di sisi belakang mobil tanpa mengganggu aliran udara.



Risiko Mobil Matik Menerobos Banjir

Untuk pengemudi, menghadapi hujan dan banjir di jalan sudah menjadi tantangan tersendiri, terutama di kota-kota besar. Ketika air banjir mulai menggenang, banyak pengendara mobil harus membuat keputusan sulit: apakah mereka harus melanjutkan perjalanan mereka untuk menghindari banjir atau mencari jalan lain. Dibandingkan dengan mobil dengan transmisi manual, pemilik mobil matik harus mempertimbangkan lebih banyak kemungkinan dan risiko saat menerobos banjir.

Untuk alasan apa kendaraan matik rentan terhadap banjir?

Dibandingkan dengan mobil manual, mobil matic memiliki sistem transmisi yang berbeda. Mobil matic memiliki sistem transmisi yang mengatur perpindahan gigi secara otomatis tanpa memerlukan kopling manual. Komponen-komponen dalam sistem ini sangat sensitif terhadap air, terutama saat komponen elektronik atau sistem transmisi terkena lumpur atau kotoran. Ini terutama berlaku untuk pengubah torque, kontrol hidrolik, dan sensor elektronik.

Selain itu, mobil matik memiliki sistem komputer yang mengontrol perpindahan gigi dan kinerja mesin. Air atau korsleting pada komponen ini dapat mengganggu kinerja mobil secara signifikan.

Risiko Utama Menerobos Banjir dengan Mobil Matik

1. Kerusakan pada Sistem Transmisi.

Kerusakan pada sistem transmisi otomatis adalah risiko terbesar yang dihadapi mobil matik saat menerobos banjir. Sistem transmisi mobil matik sangat rumit, dengan banyak bagian yang dirancang khusus untuk mengatur perpindahan gigi dengan tepat. Oli transmisi dapat tercampur dengan air jika air masuk ke dalam transmisi, terutama air yang kotor atau berlumpur. Hal ini menyebabkan gesekan yang tidak terkendali dan kerusakan pada komponen transmisi.

Air masuk ke dalam sistem transmisi dapat menyebabkan slip pada kopling di torque converter, menyebabkan transmisi tidak bekerja dengan baik. Jika ini terjadi, perbaikan transmisi dapat sangat mahal, dan kadang-kadang perlu penggantian seluruh sistem transmisi.

2. Kerusakan pada Komponen Elektronik.

Mobil matik modern memiliki berbagai komponen elektronik untuk mendukung kinerja mesin dan transmisi. Komponen ini mengatur perpindahan gigi, throttle, dan fitur lainnya. Ketika mobil matik terendam atau banjir, komponen elektroniknya dapat terlepas atau rusak.

Selain itu, sensor mobil matik yang terkena air dapat salah membaca kondisi mesin, yang dapat menyebabkan perpindahan gigi yang salah atau transmisi yang tidak berfungsi. Jika terjadi kerusakan ini, mobil mungkin tidak dapat dijalankan atau masuk ke limp mode, mode darurat yang memungkinkan mobil berjalan dengan kecepatan terbatas.

3. Terjadinya Hammer Air pada Mesin.

Dalam situasi banjir, fenomena water hammer adalah salah satu bahaya terbesar bagi semua jenis mesin mobil, termasuk mobil matik. Water hammer terjadi ketika air masuk ke ruang bakar mesin melalui saluran udara (intake) mobil saat mobil melewati genangan yang cukup tinggi. Piston mesin yang bergerak mencoba memampatkan air, tetapi tekanan berlebihan dapat menyebabkan piston, joint rod, atau bahkan blok mesin rusak parah.

Kerusakan yang disebabkan oleh water hammer dapat sangat parah dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar. Karena transmisi otomatis membuat pengemudi sulit mengontrol putaran mesin dengan tepat, terutama saat menerobos banjir, mobil matik menghadapi risiko yang lebih besar.

4. Overheating pada Mesin dan Transmisi.

Pada mobil matik, sistem transmisi juga perlu didinginkan untuk menjaga kinerjanya yang optimal. Dalam situasi banjir, pendingin ini dapat terendam, dan aliran udara yang digunakan untuk mendinginkan oli transmisi dapat terganggu, menyebabkan suhu transmisi meningkat.

Jika suhu oli transmisi terlalu tinggi, viskositas oli akan menurun, membuat sistem transmisi lebih rentan terhadap kerusakan. Slip transmisi atau kerusakan yang lebih serius pada komponen transmisi dapat terjadi sebagai akibat dari kondisi ini.

5. Kerusakan pada Sistem Rem dan Komponen Lainnya.

Air dapat merusak sistem pengereman dan komponen suspensi jika mobil menerobos banjir. Ini dapat menyebabkan kinerja rem menurun karena bantalan rem basah atau kehilangan daya cengkeram. Selain itu, jika air masuk ke dalam komponen seperti bearing roda atau bushing dan mereka tidak dibersihkan atau dilumasi ulang segera, mereka juga dapat rusak.

Kerusakan pada rem dan komponen suspensi dapat membahayakan kinerja mobil dan keselamatan pengemudi dan penumpang.

Bagaimana Mengemudi Mobil Matik Menghadapi Genangan Air: Saat hujan atau banjir, menghindari genangan air adalah pilihan terbaik. Namun, jika terpaksa harus melewati genangan air, ini adalah beberapa saran yang dapat Anda gunakan:

Periksa Kedalaman Air: Jika banjir setinggi setengah roda mobil atau mendekati grill depan, Anda harus memastikan bahwa air tidak terlalu dalam.

Laju dengan Kecepatan Stabil: Saat melewati genangan air, jalankan mobil dengan kecepatan yang stabil. Jangan meningkatkan kecepatan terlalu cepat atau menginjak pedal gas terlalu dalam karena ini dapat menyebabkan air masuk ke ruang bakar atau transmisi.

Jika Ada, Gunakan Mode Low Gear (L) Jika Ada: Beberapa mobil matik memiliki mode low gear atau mode manual. Mode ini memastikan putaran mesin tetap stabil, sehingga lebih mudah mengontrol mobil saat melewati genangan air.

Hindari Menginjak Rem Secara Mendadak: Saat melewati banjir, injak rem dengan cepat dapat menyebabkan air masuk ke dalam sistem pengereman. Untuk memastikan bahwa rem kering dan berfungsi dengan baik, coba injak rem dengan perlahan setelah Anda selesai.

Cek Kondisi Mobil Setelah Terkena Banjir: Setelah mobil terjebak dalam banjir, pastikan untuk memeriksa komponen penting seperti oli transmisi, oli mesin, dan komponen elektronik. Jika ada tanda-tanda bahwa air masuk ke sistem, sebaiknya segera periksa mobil di bengkel untuk perbaikan cepat.

Mobil matik sangat rentan terhadap banjir, terutama karena komponen elektronik dan sistem transmisi otomatis rentan terhadap air. Jika air masuk ke ruang bakar atau sistem transmisi, kerusakan serius dapat terjadi yang memerlukan biaya perbaikan yang besar. Risiko seperti water hammer, overheating, dan kerusakan rem adalah beberapa masalah yang dapat muncul jika mobil matik terpaksa melalui banjir.

Hindari jalanan yang tergenang air tinggi jika memang perlu, tetapi jika terpaksa, pastikan untuk menerobos banjir dengan hati-hati dan segera cek mobil Anda untuk menghindari kerusakan serius. Pemilik mobil matik dapat mempertahankan kinerja terbaik dan mengurangi risiko kerusakan akibat banjir dengan melakukan tindakan pencegahan yang tepat.

7 Keluhan Pengguna Mitsubishi Mirage yang Wajib Anda Ketahui

Ada cukup banyak keluhan pengguna Mitsubishi Mirage. Padahal mobil yang rilis tahun 2012 di Indonesia ini digadang-gadang dapat menandingi Honda Jazz dan Toyota Yaris. Tapi sayangnya hal itu tidak terjadi.

Sejak tahun 2018, tren penjualan Mitsubishi Mirage terus mengalami penurunan. Banyak pembeli yang merasa kecewa dengan performa setelah menggunakan mobil ini.

Keluhan Pengguna Mitsubishi mirage

Mobil Mitsubishi Mirage memiliki beberapa masalah dan penyakit yang kerap dikeluhkan oleh pemakainya yaitu

1. Kapasitas Kabin Kecil

Ruang kabin mobil Mitsubishi Mirage tidak terlalu besar sehingga pengguna mengeluhkannya karena terlalu sempit. Dan pastinya mobil ini tidak bisa diisi oleh banyak orang.

Mitsubishi Mirage hanya bisa menampung 4 orang saja sehingga mobil ini kurang cocok menjadi mobil keluarga. Anda yang memiliki keluarga besar tidak mungkin bisa membawa mobil ini.

2. Kurangnya Fitur Keamanan dan Keselamatan

Salah satu penyebab kenapa Mitsubishi Mirage kurang laku adalah minimnya fitur keamanan dan keselamatan. Padahal fitur ini sangat penting guna memastikan pengemudi dan penumpang bisa berkendara dengan aman dan nyaman.

Mitsubishi Mirage, terutama yang tipe GLX dan GLS masih belum memiliki fitur Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD) dan immobilizer yang ketiganya baru tersedia di Mirage Exceed. 

Fitur keamanan dan keselamatan yang tersedia hanyalah dual SRS airbag dan sabuk pengaman saja. Tentu saja itu masih kurang, pengguna masih banyak yang ingin lebih dari itu agar bisa berkendara dengan aman.

3. Bintik di Kaca

Masalah Mitsubishi Mirage lainnya adalah adanya bintik pada bagian kaca. Bintik ini berwarna putih yang sangat mengganggu pandangan supir saat mengendarainya.

Selain itu, adanya bintik putih membuat kualitas kaca mobil menjadi jelek. Bahkan banyak pengguna yang harus mengganti kaca dengan yang baru karena kemunculannya yang sangat mengganggu dan sulit menghilangkannya.

Baca juga: 6 Kekurangan Mobil Listrik yang Perlu Dipertimbangkan!

4. Mesin Bergetar

Beberapa varian dari Mitsubishi Mirage ternyata memiliki masalah pada performa mesinnya. Performanya kurang kuat dan terasa getarannya ketika mobil berjalan.

Pasti pengguna merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Beruntung untuk Mirage facelift 2016 sedikit lebih baik sebab peredamannya sudah mulai berkurang walaupun belum 100% baik.

Anda masih harus menambah peredam lagi supaya kebisingan dari suara mesin bisa berkurang. Jadi dari segi mesin, Mitsubishi Mirage kurang begitu bagus.

5. Interior Mudah Kotor

Memang semua mobil pasti akan kotor pada waktunya, tetapi untuk mobil cepat sekali kotor. Terlebih lagi interiornya yang berwarna cerah membuat kotorannya sangat mudah terlihat.

Jadi, Anda harus sering-sering membersihkan bagian interiornya. Dan pastinya jika sering Anda bersihkan harus mengeluarkan biaya yang sedikit lebih mahal.

Sekalipun Anda mencucinya sendiri, Anda tetap harus membeli lebih banyak sabun karena harus mencucinya berkali kali. Bahkan dalam seminggu, Anda bisa mencuci hingga 4 kali jika setiap hari Anda gunakan.

Baca Juga: 7 Penyakit Mobil Grand Livina dan Penanganannya

6. Suspensi Terlalu Empuk

Suspensi empuk memang bagus, tetapi jika terlampau empuk justru merugikan. Bantingan Mirage yang terlalu empuk membuat roda bisa tenggelam ke dalam spakbor saat menikung kencang.

Body roll besar yang menyebabkan tingkat kelincahan atau akselerasi bodi menjadi berkurang. Padahal Mitsubishi Mirage sangat kental dengan aura sportnya.

7. Harga Murah, Sayang Kualitasnya Terlalu Rendah

Memang sangat menguntungkan bisa mendapatkan mobil dengan harga murah. Terlebih lagi, harga Mitsubishi Mirage hanya Rp170 jutaan saja. Hanya saja, banyak pengguna yang kecewa dengan harga yang terlalu murah ini.

Sayangnya kualitasnya juga terlalu rendah dan masih banyak kekurangan. Memang ada harga ada kualitas, tetapi jika kualitasnya sangat kurang baik tentu tidak benar juga.

MItsubishi harus bisa meningkatkan sedikit kualitasnya. Setidaknya menambah beberapa fitur keamanan baru atau fitur lainnya yang bisa menambah sedikit value pada mobil.

Baca Juga: Yuk, Kenali 7 Masalah Mobil Daihatsu Ayla Sebelum Membeli

Itulah dia beberapa keluhan pengguna Mitsubishi Mirage yang harus Anda ketahui sebelum membelinya. Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas berkualitas, CarsGallery adalah pilihan yang tepat.

CarsGallery merupakan marketplace jual beli mobil bekas yang sudah melewati proses inspeksi. Semua mobil yang ada di marketplace ini sudah terjamin sehingga tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Tidak sekedar itu saja, semua mobil yang dijual di CarsGallery bergaransi. Dapatkan mobil impian Anda sekarang juga!



Exit mobile version