Terkenal dengan sebutan mobil yang mesinnya haus bahan bakar, sebenarnya seberapa ‘boros’ konsumsi BBM mobil Rubicon?
Mobil Rubicon ini masuk dalam kategori SUV yang pembuatannya khusus untuk off-road. Jadi, siapa saja yang ingin mendapatkan mobil tangguh dan nyaman buat medan ekstrim, tak ada jawaban terbaik selain Rubicon.
Sudah banyak pihak yang menguji coba. Memang ada dua versi pendapat, ada yang bilang boros dan masih banyak juga yang mengatakan irit. Sebenarnya, berapa sih konsumsi BBM-nya? Cek sini!
Dari segi konsumsi bahan bakarnya mungkin bisa bervariasi. Hal ini masih tergantung dengan kondisi berkendara dan juga kondisi jalanan yang Anda lewati. Berikut ini rinciannya:
1. Mesin dan Performa
Jeep Wrangler Rubicon JL misalnya, punya mesin 4 silinder turbo berkapasitas 1.995 cc dan bisa menghasilkan 270 HP. Torsi yang dihasilkan 400 Nm.
Performa ini muncul lewat gearbox otomatis 8 percepatan 4×4. Sejumlah model lain, punya mesin 3.6 V6 AT yang bisa menghasilkan performa lebih tinggi, yakni 285 HP serta torsi 353 Nm.
Jadi kalau ada yang tanya berapa cc Jeep Rubicon? Jawabannya masih sangat bervariasi karena tergantung pada jenis mesin apa yang Anda gunakan.
2. Konsumsi Bahan Bakar
Buat memberikan informasi detail soal konsumsinya, berikut ini rinciannya:
Dalam Kota: Sekitar 8,3 km/l. Beberapa pengujian menunjukkan konsumsi 9,5 liter/km di dalam kota.
Luar Kota (Tol): Sekitar 10,9 km/l. Pengujian lain menunjukkan sekitar 10,6 km per liter di jalan tol.
Rute Jakarta-Bandung: Pengujian pada rute dari Jakarta ke Bandung, yang mencakup tanjakan, menghasilkan konsumsi bahan bakar sekitar 9 km/liter. Perjalanan kembali dari Bandung ke Jakarta, dengan kecepatan rata-rata 90 – 100 km/jam, menghasilkan tingkat konsumsi yang lebih baik yaitu 10,4 km/liter.
Penggunaan Harian: Penggunaan harian di Jakarta dengan kecepatan rata-rata 20 – 25 km/jam menghasilkan konsumsi bahan bakar 7 km/liter, turun menjadi 6 km/liter saat lalu lintas padat.
Kombinasi Dalam Kota dan Tol: Beberapa sumber menyebutkan konsumsi bahan bakar gabungan sekitar 5,9 – 6,8 km/liter.
Selain tahu konsumsi BBM Jeep Wrangler diesel, penting pula buat Anda tahu seberapa besar kapasitas tangki juga jarak tempuhnya.
Soal kapasitas, Jeep Wrangler Rubicon punya tangki bahan bakar besar dengan kapasitas 81 liter. Tapi, dalam sejumlah model ada yang punya kapasitas tangki sebesar 70 liter.
Bahkan ada juga versi tahun 2023 yang tangki bahan bakarnya lebih kecil, yakni 66 liter atau 17,5 galon.
Dengan konsumsi 8,3 km per liter dan tangki 81 liter, maka secara teoretis, Jeep Wrangler Rubicon bisa mencapai jarak tempuh sekitar 673 km.
Hanya saja, meski konsumsi BBM mobil Rubiconsudah Anda ketahui, angkanya masih bisa berbeda.
Pasalnya, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi penggunaannya seperti gaya mengemudi dan juga kondisi dari jalanan yang Anda lewati.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Sebagai SUV off-road terbaik, Jeep Wrangler Rubiconhadir dengan teknologi yang canggih juga performa luar biasa buat menaklukkan berbagai jenis medan.
Sasisnya tangguh, sudah sistem 4×4 Rock-Track, dan juga telah ada diferensial pengunci Truk-Lock, menjadikan mobil ini bisa memberi traksi maksimal di jalur yang ekstrim. Baik batuan terjal sampai medan berlumpur, Rubicon sangat mampu melibasnya.
Desain khas Wrangler tetap ada, tapi dengan imbuhan modern yang meningkatkan kenyamanan berkendara.
Suspensinya, sudah heavy-duty, ground clearancenya optimal, dan ada fitur seperti Off-Road+ Mode serta Trail Rated Badge yang bikin perjalanan Anda tetap stabil dan aman. Berencana membeli unitnya? Simak dulu ulasan di sini.
Apa yang Membuat Jeep Wrangler Rubicon Menarik untuk Dimiliki?
Gagah doang sudah bisa jadi alasan untuk punya mobil ini? Terlalu sepele. Pasalnya, masih ada banyak alasan mengapa Anda layak meminang mobil tangguh yang satu ini:
1. Punya Kemampuan Off-Road yang Tiada Tanding
Pertama, Rubicon ini memang khusus buat menaklukkan medan berat. Mobil ini pun terlengkapi dengan sistem 4×4 Rock-Track, ban all-terrain berukuran besar, sampai dengan pengunci diferensial dan belakang.
Kehadiran fitur-fitur tersebut, membuat Rubicon jadi punya traksi optimal serta kemampuan untuk bermanuver pada berbagai kondisi medan.
2. Desainnya Khas dan Fungsional
Selain tangguh, Rubicon juga punya desain ikonik yang punya grille tujuh slot juga lampu bulat.
Wrangler Rubicon tetap mempertahankan estetika klasiknya yang sangat populer. Makin menarik lagi karena Wrangler Rubicon memberi fleksibilitas dengan atap dan pintu yang bisa dilepas-pasang.
3. Interior Tahan Air dan Sudah Berteknologi Modern
Lantaran ‘habitat’ asli Jeep Wrangler Rubicon 4 pintu ini adalah medan yang terjal dan seringnya berlumpur, mobil ini memang terancang buat menghadapi kondisi ekstrim.
Buktinya, Wrangler Rubicon memasang interiornya dengan material yang tahan air. Hal ini kemudian memungkinkan pembersihan yang mudah saat Anda baru pulang dari off-road.
Ada juga sistem infotainment modern layar sentuh yang bisa mendukung konektivitas dengan ponsel pintar.
4. Punya Komunitas yang Solid
Saat Anda meminang Jeep Wrangler Rubicon, maka Anda berkesempatan juga bergabung dengan komunitas pecinta Jeep yang begitu kuat dan solid.
Komunitasnya pun sering mengadakan acara, perjalanan, off-road bersama, dan sejenisnya. Hal ini tentu bisa jadi nilai tambah untuk Anda dalam hal koneksi dan juga pengalaman.
Hal yang Wajib Jadi Pertimbangan Sebelum Beli Jeep Wrangler Rubicon
Kalau beli mobil ini, apalagi yang bekas, harap perhatikan dulu beberapa poin ini. Anda harus mampu mentolerir hal berikut kalau ingin meminangnya:
1. Konsumsi Bahan Bakar yang Tinggi
Pertama, Rubicon ini punya mesin 2.0L turbo 4-silinder yang konsumsi bahan bakar rata-ratanya di kisaran 8,3 km per liter dalam kota. Kalau untuk luar kota, mentok di 10,9 km/liter saat lewat jalan tol.
Kapasitas tangki bahan bakarnya 81 liter, dan Anda bisa menempuh 672 km kalau kondisinya ideal. Bisa lebih boros sesuai dengan gaya berkendara dan kondisi jalanan yang Anda lewati.
2. Biaya Perawatan
Nah ini juga, biaya perawatan. Soal biaya maintenance rutin, masih bisa terbilang tinggi. Kalau dari data, yakni $694 – $1.800 per tahun. Jika dalam rupiah, maka kisaran Rp10 jutaan – Rp26 jutaan tergantung dengan suku cadang dan jenis maintenancenya.
Kalau ganti oli misalnya, setiap 12.000 km, maka Anda harus bayar sekitar $145 atau Rp2,1 jutaan.
3. Kabinnya Bising
Memang, Rubicon ini terkenal karena desain yang bisa lepas-pasang atap juga pintu. Tapi, ini juga yang bikin isolasi suaranya jadi kurang maksimal.
Maka dari itu, tak heran kalau dalam kabin mobil, utamanya ketika Anda mengendarainya dengan kecepatan tinggi akan lebih bising.
4. Handling di Jalan Raya Kurang Responsif
Tempat asli dari Rubicon ini adalah di jalanan terjal, ekstrim, dan pokoknya untuk off-road.
Kalau Anda mengendarainya di jalan raya, maka kemungkinan besar jadi kurang responsif dan terasa canggung.
Anda mungkin perlu menyesuaikan gaya berkendara terutama ketika bermanuver maupun untuk parkir di area yang sempit.
5. Ruang Bagasinya Sempit
Benar, tampilannya memang besar. Tapi, ruang bagasi Rubicon ini terbilang terbatas. Anda bisa mempertimbangkan ini kalau sering bawa banyak barang maupun peralatan ketika bepergian.
6. Potensi Masalah Teknis
Sejumlah model Wrangler, terkenal dengan beberapa masalah teknis seperti atap yang bocor, masalah elektronik, sampai dengan komponen lain yang butuh perhatian khusus.
Sebelum beli, baiknya inspeksi dulu atau beli saja langsung di CarsGallery untuk unit terbaiknya.
Nah, ini juga yang harus jadi pertimbangan. Kalau Anda beli Rubicon, maka wajib untuk mengetahui biaya pajaknya.
Untuk pajak tahunan, memang bervariasi. Buat model tahun 2014 misalnya, yang mesinnya 3.6L 4 pintu otomatis, biaya pajaknya Rp12.537.100 per tahun.
Lebih lanjut, untuk Rubicon tahun 2023 bisa Rp24.125.000 – Rp25.763.000. Untuk Rubicon tahun 2024, mulai dari Rp25.769.300 – Rp33.000.000 per tahun.
Harga Mobil Rubicon Bekas
Harga Rubicon di pasaran otomotif Indonesia itu jelas berbeda-beda. Kalau Anda ingin membelinya, maka cek informasi harga berdasarkan tahun keluarannya di sini:
Rubicon tahun 2010: Rp799.000.000
Rubicon tahun 2012: Rp835.000.000
Rubicon tahun 2013: Rp925.000.000
Rubicon tahun 2014: Rp890.000.000
Rubicon tahun 2015: Rp1.050.000.000
Rubicon tahun 2018: Rp1.755.000.000
Rubicon tahun 2019: Rp1.710.000.000
Rubicon tahun 2022: Rp1.785.000.000
Jadi, perbedaan harga Jeep Wrangler Rubicon memang berbeda-beda tergantung dengan tahun keluaran. Selain itu, tentu juga berbeda karena faktor kondisi mobil itu sendiri.
Tips Membeli Jeep Wrangler Rubicon
Tak ingin salah pilih? Baiknya simak dulu tips pembelian Wrangler Rubicon yang ada di sini:
1. Cek Mesin dan Sistem Off-Road
Mobil ini memang terancang khusus buat medan ekstrim, jadi yang paling masuk akal buat kamu cek adalah mesin dan juga sistem off-roadnya. Misalnya dari sistem diferensial, transfer case, dan juga sway bar disconnect.
2. Cek Modifikasi yang Dilakukan
Pemilik Rubicon biasanya memodifikasi mobilnya biar performa off-road lebih baik. Nah, kalau mau beli bekas, jangan lupa buat menanyakan itu.
Setelahnya, pastikan apakah modifikasi tersebut akan mempengaruhi performa mesin dan suspensinya atau tidak.
3. Hindari Bekas Off-Road Ekstrim
Loh, kok tidak boleh? Ya tentu, karena aktivitas ini memang bikin keausan di komponen yang penting seperti kaki-kaki maupun sistem suspensi.
4. Beli di Platform atau Showroom Terpercaya
Benar, Anda bisa membelinya di platform atau showroom terpercaya seperti di CarsGallery.
Di sini, semua unit mobil yang tersedia sudah terjamin lolos inspeksi. Bahkan kini, CarsGallery juga menyediakan titip jual mobil kalau Anda punya mobil lama dan ingin ganti dengan yang baru.
Ingin tahu lengkapnya? Cek CarsGallery sekarang!
FAQ
Berapa pajak Jeep Wrangler Rubicon?
Mulai dari Rp12.537.100 – Rp33.000.000 per tahun.
Berapa cc Jeep Wrangler Rubicon?
Varian mesin Turbo, 1.995 cc, mesin 3.6L Pentastar V6 sebesar 3.600 cc, dan mesin 6.5L HEMI V8 sebesar 6.400 cc.
Apakah Jeep Rubicon boros?
Benar, konsumsi bahan bakarnya cukup tinggi yakni 8,3 km/liter untuk dalam kota dan 10,9 km/liter untuk di jalan tol.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.