Suspensi Multilink: Definisi, Cara Kerja, dan Kelebihannya

BMW, Audi, Hyundai, Mercedes-Benz… Deretan merek mobil ternama ini memiliki satu kesamaan penting. Mereka mempercayakan suspensi Multilink untuk menghadirkan pengalaman berkendara terbaik bagi para penggunanya. 

Suspensi ini bukan suspensi biasa karena Multilink adalah sistem kompleks yang terancang buat memberikan kenyamanan dan juga handling yang presisi. 

Tapi, apa sebenarnya suspensi mobil Multilink itu? Mengapa para produsen mobil premium begitu mengandalkannya? 

Dan bagaimana teknologi ini secara langsung mempengaruhi performa dan kenyamanan mobil Anda saat melaju di jalanan? 

Mari kita selami lebih dalam dan ungkap rahasia di balik suspensi Multilink yang revolusioner ini.

Baca Juga: Apa itu Suspension? Ini Dia Fungsi dan Cara Kerjanya

Apa Itu Suspensi Multilink

Suspensi Multi-link adalah sistem suspensi independen yang canggih dan menawarkan kenyamanan berkendara serta handling yang sangat presisi. 

Sistem ini berbeda dari suspensi sederhana seperti MacPherson strut karena menggunakan tiga atau lebih lengan (link) suspensi terpisah. 

Setiap link yang ada juga mengontrol gerakan roda secara spesifik. Hal ini memungkinkan insinyur yang membuat mobil untuk menyetel karakteristik suspensi secara detail. 

Hasilnya, suspensi Multilink punya kemampuan untuk menyerap guncangan jalan dengan baik, meminimalkan body roll saat menikung, dan menjaga kontak ban dengan permukaan jalan secara optimal. 

Desain yang kompleks ini membuat suspensi tersebut banyak digunakan pada mobil-mobil premium dan berkinerja tinggi. Jadi, kalau BMW, Audi, Hyundai, bahkan sampai Mercedes-Benz memakainya sudah bukan hal yang mengagetkan lagi. 

Cara Kerja Suspensi Multi-Link

Memahami apa yang dimaksud suspensi multi-link akan kurang lengkap jika tanpa tahu cara kerjanya. 

Cara kerjanya yakni  dengan menghubungkan roda dan bodi mobil melalui tiga atau lebih lengan (link). 

Setiap link yang ada juga memiliki tugas spesifik, seperti meredam benturan vertikal, lateral, dan lainnya. Jadi, suspensi dapat memanipulasi arah gaya yang roda mobil terima. 

Saat roda bergerak karena jalan yang tidak rata, link-link ini memungkinkan roda untuk bergerak naik-turun secara independen. Selain itu juga meminimalkan guncangan pada bodi mobil. 

Karena beban terbagi ke beberapa link, maka sistem ini bekerja lebih ringan dan lebih awet. Desain ini pun menjaga sudut geometri roda tetap konstan.

Baca Juga: Mengenal Suspensi Torsion Beam: Komponen dan Kelebihannya

Kenapa Produsen Mobil Premium Selalu Mengandalkan Suspensi Multilink? 

Jawaban paling sederhananya, tentu karena kelebihan suspensi multi-link itu sendiri. Nah, apa saja kelebihannya? Cek sini ya: 

1. Pengaturan yang Mudah dan Presisi

Salah satu keunggulan utama suspensi Multi-Link adalah kemampuannya untuk Anda atur dengan mudah dan presisi. 

Pada sistem suspensi yang lebih sederhana, seperti MacPherson strut, perubahan satu parameter suspensi (misalnya, camber) mempengaruhi parameter lainnya (misalnya, toe). 

Hal ini membuat proses penyetelan menjadi rumit dan memerlukan kompromi. Namun, pada suspensi Multi-Link, setiap link mengontrol aspek tertentu dari pergerakan roda.

Akibatnya, perubahan pada satu link tidak memengaruhi link lainnya. Ini memungkinkan para insinyur mobil bisa menyetel karakteristik suspensi dengan sangat detail dan presisi, sehingga memberi kenyamanan dan handling yang optimal. 

2. Fleksibilitas yang Lebih Baik

Kemudian, berbagai komponen suspensi Multi Link sangat mendukung fleksibilitasnya. 

Suspensi Multilink memang menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih besar daripada suspensi lainnya. 

Pasalnya, dari segi desain, sangat memungkinkan roda bergerak dan berartikulasi lebih bebas, sehingga suspensi menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi jalan dan gaya berkendara. 

Fleksibilitas ini sangat penting dalam aplikasi yang membutuhkan optimasi performa suspensi dalam berbagai situasi. 

Contohnya, mobil rally harus mengatasi medan kasar dan tidak rata. Atau juga mobil off-road membutuhkan kemampuan menaklukkan rintangan sulit. 

Suspensi Multi-Link memberikan performa yang konsisten dan optimal, terlepas dari kondisi jalan atau tuntutan pengemudi.

3. Handling yang Terprediksi dan Konstan

Keunggulan lain dari suspensi Multilink adalah kemampuannya untuk menjaga sudut alignment roda (seperti camber dan toe) tetap stabil. 

Bahkan saat suspensi terkompresi akibat guncangan atau saat menikung. Pada suspensi yang lebih sederhana, sudut-sudut ini dapat berubah signifikan saat suspensi bergerak. Jadi, akan sangat mempengaruhi handling dan stabilitas mobil. 

Namun, desain multi-link yang canggih meminimalkan perubahan sudut alignment. Maka hasilnya, bisa memberikan handling yang lebih stabil, terprediksi, dan responsif. 

4. Grip Berkualitas serta Handling Mudah

Pengaturan presisi, fleksibilitas, dan stabilitas sudut alignment bisa menghasilkan grip berkualitas dan pengendalian yang mudah pada Multilink. 

Suspensi ini akan menjaga kontak ban dengan permukaan jalan secara optimal. Jadi, bisa memaksimalkan traksi dan memungkinkan mobil berakselerasi, mengerem, dan menikung lebih efektif. 

Nantinya, Anda akan merasakan peningkatan signifikan dalam respons kemudi, stabilitas, dan rasa percaya diri saat mengemudi. 

Baca Juga: Mengenal Sistem Suspensi Mobil: Cara Kerja dan Jenisnya

5. Kemampuan Meredam Getaran yang Sangat Baik

Selanjutnya, multilink adalah suspensi yang terancang untuk menyerap serta meredam getaran jalan dengan begitu efektif. 

Hal ini karena desain multi-link memang bisa menyerap guncangan baik kecil dan besar secara lebih baik. 

6. Kontrol yang Lebih Baik atas Gerak Roda

Selain itu, suspensi multilink juga dapat memberikan kontrol yang lebih baik atas gerak roda daripada suspensi lain. 

Setiap link pada suspensi memang terancang buat mengontrol aspek tertentu di bagian roda. Misalnya untuk gerakan vertikal, lateral, dan juga longitudinal. 

Dengan pemisahan fungsi masing-masing link, akhirnya suspensi ini membuat mobil bisa merespon input dari pengemudi yang lebih cepat juga akurat. Hasilnya, handling pun lebih presisi serta responsif. 

Jadi, dengan inilah pabrik mobil-mobil premium seringkali menyematkan suspensi multi-link pada produknya. 

Kalau Anda ingin tahu seperti apa mobil dengan suspensi ini, pertimbangkan untuk cek CarsGallery karena ada banyak unit dengan kondisi prima dan sudah lolos inspeksi. 

Ingin jual mobil dengan suspensi multi-link? Langsung pakai layanan jual mobil yang juga tersedia di CarsGallery!

4 Cara Melakukan Drifting Mobil untuk Pemula

Terpesona dengan aksi drifting para profesional yang piawai meliuk-liuk di lintasan? Jangan langsung tergiur untuk mencoba meniru manuver ekstrim mereka. Drifting, meski terlihat mudah, tapi cara melakukan drifting mobil terbilang kompleks. 

Kalau Anda mau mencobanya, maka masih membutuhkan latihan bertahap dan pemahaman mendalam tentang karakteristik mobil yang Anda kendalikan. 

Setiap gerakan setir, injakan pedal gas, dan penggunaan rem harus terukur dan terkontrol. 

Jika ingin belajar, maka bisa membaca panduan langkah demi langkah yang dirancang khusus untuk pemula. 

Kami akan membahas mulai dari persiapan dasar, seperti pemilihan mobil yang cocok dan pengecekan kondisi kendaraan, hingga teknik-teknik awal yang bisa Anda kuasai di area latihan yang aman. 

Baca Juga: Waduh Kenapa Kopling Mobil Manual Bisa Selip?

Bagaimana Cara Melakukan Drifting Mobil?

Drifting merupakan teknik mengemudi dengan membiarkan bagian ban belakang selip lebih besar daripada ban depan. 

Hal ini perlu Anda lakukan saat mobil dalam kecepatan tinggi. Secara umum, ada beberapa cara drift mobil yang dapat Anda pelajari: 

1. Clutch Kick (Mobil Manual)

Teknik ini adalah salah satu cara paling umum untuk memulai drift pada mobil manual. 

Biasanya, teknik ini akan bekerja pada kecepatan medium, misalnya saat akan memasuki tikungan atau di area yang cukup luas. 

Cara melakukan drifting mobil dengan teknik ini, Anda bisa injak pedal kopling penuh, lalu lepas (tendang) dengan cepat sambil menginjak pedal gas secara bersamaan. 

Tindakan ini akan menciptakan kejutan pada transmisi dan memutus traksi ban belakang secara tiba-tiba, sehingga mobil akan mulai sliding. 

Kuncinya adalah melakukan tendangan kopling dengan tepat. Jangan terlalu kuat agar mobil tidak spin (berputar tak terkendali), dan jangan terlalu lemah agar efek sliding tidak terasa. 

Setelah mobil mulai drift, kontrol sudut drift dengan setir (melakukan countersteering) dan pedal gas.

2. Hand Brake Drift (Mobil Manual & Otomatis)

Selanjutnya, ada cara nge-drift mobil manual dan matic yang berguna untuk situasi pada tikungan yang sempit atau kalau Anda mau drift mendadak. 

Teknik ini cukup fleksibel karena bisa Anda lakukan pada mobil manual maupun mobil matic. 

Untuk mobil manual, cara melakukan drifting mobil tersebut yakni Anda bisa masuk ke tikungan dengan kecepatan yang sesuai. 

Kemudian, injak pedal kopling penuh, lalu tarik tuas rem tangan. Tarikan rem tangan akan mengunci ban belakang dan menghilangkan traksi. 

Sambil rem tangan Anda tarik, lepas kopling secara perlahan sambil menginjak pedal gas untuk menjaga momentum. 

Lakukan countersteering untuk mengendalikan arah drift. Setelah mobil mulai drift, maka langsung lepaskan rem tangan secara bertahap dan kendalikan drift dengan setir dan pedal gas.

Nah untuk mobil otomatis, bisa dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi gigi rendah (L atau 1) untuk mendapatkan tenaga maksimal. 

Kemudian, masuk ke tikungan dengan kecepatan yang tepat. Putar setir ke arah yang Anda inginkan, lalu tarik tuas rem tangan dengan cepat dan tepat. 

Lakukan countersteering secara instingtif untuk mencegah mobil berputar. Lepaskan rem tangan secara bertahap dan kendalikan drift dengan setir dan pedal gas. Tapi, teknik ini memang membutuhkan latihan dan reflek yang cepat. Jadi, hati-hati. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengemudi Mobil Matic, Cek di Sini!

3. Braking Drift

Bagaimana cara melakukan drift? Anda bisa mencoba braking drift untuk memindahkan bobot kendaraan karena ini juga bisa memicu terjadinya drifting. 

Tindakan ini akan memindahkan sebagian besar bobot kendaraan ke roda depan, sehingga mengurangi traksi pada roda belakang. 

Ketika roda belakang kehilangan traksi, maka mobil akan mulai sliding. Selaraskan tekanan pada pedal rem dan gas. Jangan menginjak rem terlalu keras karena bisa menyebabkan mobil berhenti mendadak. 

Setelah itu, seperti biasa, lakukan counter steering untuk mengendalikan arah drift. Teknik ini membutuhkan feeling yang baik terhadap keseimbangan mobil dan kemampuan untuk memprediksi seberapa besar bobot yang perlu dipindahkan.

Baca Juga: 16 Cara Mengemudikan Mobil Manual, Pemula Harus Tahu!

4. Scandinavian Flick

Kalau ini adalah teknik yang cukup kompleks. Anda pun membutuhkan koordinasi yang baik untuk melakukannya. 

Pertama, putar setir ke arah luar tikungan atau berlawanan arah dengan posisi yang mau Anda tuju. Lalu, putar setir secara langsung ke tikungan yang sebenarnya. 

Hal itu akan membuat bagian belakang mobil Anda terayun ke arah tikungan. Kemudian, langsung countersteering secara cepat buat mengendalikan drift. 

Selain keempat teknik ini, masih ada cara lain seperti power slide, shift lock, dan dynamic drift atau Kansei Drift. Tapi, empat teknik di atas adalah hal wajib untuk Anda lakukan sebagai pemula. 

Butuh mobil buat drift? Pertimbangkan untuk dapatkan unitnya di CarsGallery. Banyak unit yang bisa Anda modifikasi buat kebutuhan drifting. 

Mau jual mobil? Ada juga layanan titip jual di CarsGallery agar mobil lama Anda bisa laku lebih cepat dengan harga kompetitif. Cek sekarang!

Exit mobile version