Denza Z9 GT Curi Perhatian di IIMS 2025 dengan Crab Walk-nya

Denza Z9 GT, sedan listrik berdesain hatchback yang sporty, berhasil menarik perhatian pengunjung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. 

Debut mobil premium ini di IIMS 2025, berdampingan dengan MPV premium Denza D9 yang telah lebih dulu hadir di Indonesia Januari lalu.

Booth Denza menjadi ramai karena rasa ingin tahu publik, terutama mengenai teknologi unik yang hadir pada mobil BYD kali ini. 

Baca Juga: BYD Yangwang U8: Spesifikasi, Fitur, dan Harga Lengkap!

Denza Z9 GT Hadir dengan ‘Crab Walk’ yang Canggih

Fitur unggulan yang paling menarik perhatian dari mobil satu ini adalah kemampuannya melakukan manuver ‘crab walk’ atau berjalan seperti kepiting. 

BYD, induk perusahaan Denza, membekali mobil ini dengan tiga electric motor yang bekerja independen. 

Luther Panjaitan, Head of Marketing PR & Government Relations BYD Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan produk BYD ini berputar atau berjalan menyamping.

Selama demonstrasi di IIMS 2025, mobil dengan kemampuan crab-walknya ini menunjukkan kelihaiannya berputar dengan kecepatan rendah. 

Roda belakang bergerak aktif, sementara roda depan terkunci, memungkinkan mobil berputar 360 derajat. Fitur ini sangat membantu Anda saat parkir atau bermanuver di area sempit.

Teknologi ini tersemat ini berkat penggunaan e³ Platform yang merupakan sistem penggerak tiga motor independen yang dikembangkan oleh BYD. 

Selain ‘Crab Walk’, e³ Platform juga menawarkan fitur keselamatan canggih untuk mencegah kecelakaan. 

Sistem tersebut berpadu dengan Vehicle Motion Control (VMC). Tujuannya yakni memberi kendali penuh terhadap persebaran tenaga dan kestabilan kendaraan.

Baca Juga: Harga BYD Seal Terbaru dan Lengkap di Indonesia

Masih Melakukan Studi untuk Peluang Pasar di Indonesia

BYD membuka peluang untuk memasarkan Denza Z9 GT di Indonesia, namun keputusan final akan bergantung pada hasil studi pasar yang komprehensif. 

Luther Panjaitan menekankan perlunya riset dan pengembangan lebih lanjut. Tentunya agar teknologi canggih pada mobil ini tidak membuat harga mobil listrik BYD satu menjadi terlalu mahal.

Mobil canggih satu ini terlengkapi dengan dua unit LiDAR sensor di bagian depan untuk deteksi objek yang lebih presisi. 

Penempatan strategis sensor ini bisa meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam membaca kondisi sekitar. Selain itu, sensor tersebut juga dapat mengurangi koefisien drag. 

Selanjutnya, Denza juga mengembangkan teknologi Divine Eye yang akan semakin meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna di masa depan. 

Kehadirannya di IIMS 2025 juga menjadi sinyal bahwa inovasi terus berlanjut di pasar mobil listrik. 

Dengan teknologi ‘Crab Walk’ dan e³ Platform, Denza Z9 GT menawarkan pengalaman berkendara yang lebih aman, nyaman, dan menyenangkan. 

Baca Juga: BYD Sea Lion 07, SUV Listrik Mewah Hanya Rp400 Jutaan

Potensi Denza Z9 GT Jadi Pemimpin Segmen di Pasar Mobil Listrik

Denza Z9 GT menawarkan performa tinggi dengan tiga motor listrik yang menghasilkan tenaga mendekati 1.000 dk. 

Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dapat tercapai hanya dalam 3,4 detik. Selain itu, baterai 100 kWh yang tersemat memungkinkan mobil ini mencapai jarak tempuh hingga 630 km. 

Selain itu, ada juga varian PHEV. Pada varian PHEV mengombinasikan mesin bensin 2.000cc turbo bertenaga 203 hp dengan tiga motor listrik yang menghasilkan total tenaga 858 hp dan jarak tempuh kombinasi mencapai 1.100 km.

Jika BYD memutuskan untuk memasarkan mobil ini di Indonesia, Denza Z9 GT berpotensi menjadi pemimpin di segmen mobil listrik premium. 

Kalau Anda tertarik mendapatkannya, cukup tunggu kabar terbaru mengenai rilis atau tidaknya mobil futuristik satu ini. 

Tapi jika ingin beli mobil listrik bekas atau mobil bermesin biasa, pertimbangkan langsung dapatkan unitnya di CarsGallery.

Indomobil dan Changan Automobile Bekerja Sama, Apa Isinya?

Indomobil dan Changan Automobile bekerja sama sebagai mitra strategis dengan penandatanganan Distributor Agreement untuk pendistribusian kendaraan Changan di Indonesia. 

Penandatanganan kesepakatan ini terjadi di Jakarta pada hari Jumat, 21 Februari 2025. 

Pihak yang datak yakni Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, Andrew Nasuri, dan Vice President of Changan Auto Southeast Asia Co. Ltd, Chou Qing.

Kemitraan ini melibatkan Changan Automobile lewat anak perusahaannya yakni Mobitech Co., Ltd.

Anak perusahaan tersebut bergerak dalam bidang ekspor impor internasional dan juga operasi pasar di luar negeri. 

Sementara itu, PT IMG Sejahtera Langgeng, yang merupakan ana perusahaan Indomobil Group, punya tanggung jawab untuk mendistribusikan dan menjual kendaraan Changan di area Indonesia. 

Baca Juga: 5 Tempat Populer Jual Beli Mobil Bekas di Kota Besar

Indomobil Bangga dengan Kemitraan Strategis Ini

Andrew Nasuri, selaku Direktur Indomobil Group, sangat bangga dengan kerja sama kemitraan ini. 

Ia juga menjelaskan bahwa pertumbuhan pesat perusahaan otomotif Tiongkok menjadi alasan utama Indomobil Group tertarik untuk menjalin kemitraan.

Selain itu, Andrew juga menambahkan bahwa Indomobil melihat peluang besar, terutama dengan dominasi pasar oleh industri otomotif China saat ini. 

Indomobil menilai Changan memiliki pengalaman yang mumpuni dan lini produk yang beragam. Maka dari itu, Changan menjadi pilihan yang tepat sebagai mitra. 

Shen Xinhua, General Manager Changan Southeast Asia Business Unit, juga mengungkapkan alasan ketertarikan Changan.

Ia mengatakan Changan mau bekerja sama dengan Indomobil karena portofolio perusahaan yang luas, sejarah yang panjang, serta tim yang besar dan berpengalaman. 

Selanjutnya, Shen Xinhua juga menambahkan bahwa Indonesia, dengan populasi yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang kuat, menjadi pasar yang menjanjikan bagi Changan.

Baca Juga: 6 Keunggulan Mobil MPV untuk Kebutuhan Harian

Belum Ada Rincian Lebih Lanjut Soal Model Kendaraan

Meskipun telah resmi bekerja sama, tapi baik Indomobil maupun Changan belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai model kendaraannya. 

Apa yang akan mereka pasarkan hingga kapan peluncurannya masih belum ada yang tahu. 

Mengenai ini, Andrew Nasuri menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan studi untuk menentukan model yang paling sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik konsumen Indonesia. 

Indomobil mengatakan akan berkomitmen dalam menghadirkan kendaraan listrik (EV) yang relevan dengan permintaan pasar Indonesia dan meyakini bahwa Changan memiliki portofolio yang kuat di segmen ini. 

Baca Juga: 7 Faktor Penting Memilih MPV Aman dan Nyaman untuk Keluarga 

Berencana Perkuat Posisi di Pasar Mobil Indonesia

Kedua perusahaan memiliki tujuan untuk memperkuat posisi mereka di pasar kendaraan roda empat Indonesia. 

Untuk mencapai tujuan ini, mereka berencana untuk membangun infrastruktur pendukung. Termasuk pabrik, jaringan dealer, dan juga tenaga penjualan yang terlatih.

Fokus utama mereka adalah memperkenalkan berbagai kendaraan listrik yang terancang untuk pemenuhan kebutuhan dari konsumen yang ada di Indonesia. 

Changan Automobile, sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di Tiongkok, memiliki sejarah panjang dalam inovasi kendaraan. 

Changan menawarkan produk-produk modern dan berkualitas tinggi yang selaras dengan tren global dan kebutuhan pasar Indonesia.

Sedangkan Indomobil adalah perusahaan otomotif yang telah mempunyai jaringan purna jual yang luas dan ekosistem bisnis Salim Group yang solid. Mereka berencana mendukung kesuksesan dari Changan di pasaran otomotif Indonesia. 

Indomobil dan Changan Automobile bekerja sama dan punya ekspansi lebih lanjut. 

Termasuk melalui strategi pemasaran yang efektif dan potensi perakitan secara lokal di wilayah Indonesia.

Kedua perusahaan optimis bahwa kolaborasi ini akan memberi dampak positif buat perkembangan industri kendaraan penumpang dan juga kendaraan komersial di Indonesia. 

Indomobil juga memastikan perakitan mobil Changan di pabrik Indonesia. Nantinya, perakitan akan menggunakan skema Completely Knock Down (CKD) dan akan diperkenalkan sebelum akhir tahun ini.

Exit mobile version