5 Mobil Sport Buatan Indonesia yang Jarang Diketahui

Banyak yang belum tahu bahwa ternyata ada beberapa mobil sport buatan Indonesia yang mampu bersaing dengan mobil produksi brand global. 

Tidak tanggung-tanggung mobil karya anak bangsa bahkan mengusung desain kelas dunia dengan kesan modern dan futuristik. Sisi teknologinya pun mampu menghasilkan performa berkualitas.

Simak cari tahu apa saja merk mobil sport produksi dalam negeri.

Baca juga: 7 Tips Membeli Mobil Avanza Bekas, Anti Kantong Terkuras

Mobil Sport Buatan Indonesia 

Berikut beberapa mobil sport Indonesia yang mampu bersanding dengan mobil pabrikan dari merk terkemuka:

1. SV-1

Mobil SV-1 merupakan hasil pengembangan oleh kerjasama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Coachbuilder Signal Custom. 

SV-1 merupakan mobil desain sporty dan futuristik yang menawan. Mobil ini memiliki desain body tanpa atap yang menegaskan kesan futuristik. Menyesuaikan desain tersebut, SV-1 menggunakan piranti kedap air sehingga aman meski terguyur hujan.

Menilik dapur pacu, SV-1 mengandalkan motor listrik dengan tenaga pacu mumpuni sebesar 115 PS pada 6400 rpm.

Mobil ini menggunakan motor tipe Advanced DC Series Wound Motor yang memiliki kapasitas 160 Ah dengan daya tegangan 144 volt. Menurut klaimnya, SV-1 bisa melaju dengan kecepatan hingga 150 km/jam.

Penggunaan motor listrik memberikan keunggulan tersendiri dari mobil ini karena lebih ramah lingkungan. 

Mobil sport buatan Indonesia ini dilengkapi dengan sistem solar panel dan baterai lithium untuk menyimpan energi listrik. Sehingga selain menggunakan cara pengisian daya biasa, bisa juga memanfaatkan tenaga surya.

Berkat kecanggihan teknologi yang tersemat di dalamnya, SV-1 berhasil mendapatkan gelar The Champion of Class Mild Accelera Auto Contest 2011. 

Mobil SV-1 layak mendapatkan gelar tersebut berkat teknologi yang ramah lingkungan. Selain itu, mobil juga memiliki berbagai fitur canggih seperti Digital Media Station dan Audio System Alpine.

Baca juga: 13 Nama Merk Mobil Buatan Indonesia, Ada yang Sudah Ekspor!

2. SKEV-1

Mobil SKEV-1 (Signal Kustom Electric Vehicle 1) berasal dari pengembang yang sama dengan SV-1, yaitu kolaborasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Coachbuilder Signal Custom. 

Kemunculan pertama kali SKEV-1 pada pameran di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong tahun 2011 sempat menghebohkan masyarakat. Pasalnya, mobil ini tampil dengan desain sporty mewah ala mobil balap Lemans.

Hal tersebut karena pengembangan mobil memang terinspirasi oleh laga balap Lemans dan Formula 1 serta tren mobil listrik yang ramah lingkungan.

Mobil SKEV-1 memiliki dandanan yang sangat menarik. Mulai dari subwoofer 10 inci, lampu jenis proyektor dan LED, layar sentuh LCD 7 inci, dan sistem audio canggih.

Material pembuatan mobil Mobil SKEV-1 terdiri dari logam, serat karbon, dan serat kaca. Kemudian, untuk melengkapi kesan mewah, mobil menggunakan dukungan ban Pirelli

Selain desain yang mampu bersaing dengan mobil sport luar negeri, SKEV-1 juga memiliki dapur pacu yang handal. Motor listrik yang tersemat dalam SKEV-1 dapat menghasilkan tenaga hingga 60 HP dan kecepatan maksimal mencapai 140 km/jam.

Mobil ini menggunakan baterai ion lithium berkapasitas 200 Ah. Dengan pengisian penuh, mobil mampu melaju hingga jarak maksimal 140 – 150 km.

Keunggulan lain SKEV-1 terletak pada penggunaan teknologi Energy Recovery Brake System (ERBS) yang mana mampu mendaur ulang energi listrik saat mengerem.

3. Mobil E&C

Mobil produk Indonesia asli selanjutnya yaitu mobil sport bernama E&C yang mana merupakan karya dari mahasiswa ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Surabaya.

E&C merupakan mobil listrik dengan desain futuristik dan mewah. Kabin mobil ini cukup lega, sehingga mampu menampung hingga 4 orang penumpang.

Dari segi dapur pacu, mobil ini menggunakan baterai lithium polymer 5 KWh sebagai sumber energi. Dengan baterai yang terisi penuh, mobil E&C mampu melaju hingga jarak maksimal 45 km.

Pengembangan mobil E&C diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda dalam berinovasi. Namun, mobil karya mahasiswa ini belum masuk skala produksi.

Baca juga: Kekurangan Dari Mobil Listrik

4. Selo

Mobil Selo hadir dengan tampilan yang membuat semua orang terkagum-kagum. Bahkan mungkin ada juga yang tidak percaya bahwa Selo merupakan mobil sport asal Indonesia.

Pasalnya, mobil Selo memiliki desain yang sangat sporty dan elegan ala sedan sport berkelas. Desain mobil Selo memang menyerupai Lamborghini, supercar produksi Italia.

Mobil yang dipamerkan di Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2013 di Bali ini merupakan karya dari Menteri BUMN saat itu, yaitu Dahlan Iskan. Dalam pengembangan mobil Selo, Dahlan Iskan menggandeng Ricky Elson.

Selain eksterior yang memukau, Selo juga memiliki performa yang handal. Mobil ini diklaim mampu melaju dengan kecepatan maksimal sebesar 220 km/jam. 

Selo menggunakan mesin berkapasitas 130 KW yang mampu menghasilkan kekuatan 182 HP. Sementara itu, kapasitas baterai mobil Selo adalah sebesar 360 V yang bisa menempuh jarak hingga 250 km.

Mobil listrik ini juga memiliki beragam fitur canggih, seperti gearbox dan regenerative brake.

5. Tuxuci

Sebelum mengembangkan mobil Selo, Dahlan Iskan sudah mengembangkan mobil listrik generasi pertama yang bernama Tuxuci.

Pengembangan mobil yang mulai tahun 2011 ini menggaet sejumlah pemuda berbakat, termasuk Ricky Elson dan Danet Suryatama.

Mobil sport Tuxuci hadir dengan konsep mewah dan desain futuristik. Tuxuci memiliki body yang kompak dengan dominasi warna merah. Bagian interior mobil memiliki tampilan ala Ferrari. 

Semntara itu, dapur pacu mobil dibekali dengan mesin 200 kW. Sebagai sumber energi, mobil sport buatan Indonesia ini mengandalkan baterai LiFEPO4 (Lithium Iron Phosphate) yang mana mampu menempuh jarak hingga 321 km saat terisi penuh.

Sayangnya, mobil sport ini gagal masuk proses produksi massal karena gagal dalam tes uji coba.

Beli Mobil Bekas dengan Aman

Alih-alih mobil sport buatan Indonesia, mobil bekas bisa menjadi pilihan alternatif bagi Anda yang perlu kendaraan dengan low budget. Namun, membeli mobil bekas bisa cukup menantang karena harus pintar memeriksa kualitas dan kelayakan mobil.

CarsGallery merupakan platform jual beli mobil bekas yang terpercaya. Kami menyediakan mobil bekas berkualitas dari berbagai merk dan tipe.

Segera kunjungi CarsGallery untuk mendapatkan mobil bekas bergaransi sesuai kebutuhan Anda.

FAQ

Apakah ada mobil listrik buatan Indonesia yang sudah dijual?

Ada. Contohnya Gelora E dan Kona Electric Indonesia.

Apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih mobil listrik?

Sebelum beli mobil listrik, sebaiknya Anda mempertimbangkan daya listrik rumah, kapasitas baterai mobil, dan jarak tempuh. Selain itu, ada baiknya memperhatikan garansi dan perawatan.

Berapa harga mobil sport di Indonesia?

Harga mobil sport bisa bervariasi tergantung merk dan varian. Kisaran harga mobil sport yaitu mulai dari Rp775 juta.



12 Rekomendasi Mobil Eropa di Indonesia, Paling Terjangkau

mobil Eropa di Indonesia menjadi pilihan yang bagus untuk siapa saja. Bahkan beberapa di antaranya menjadi pilihan utama orang-orang kaya di Indonesia untuk bekerja hingga liburan.

Sebab, mobil Eropa ini memiliki kualitas material yang lebih baik. Selain itu, menawarkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman. Berdasarkan testimoni sebagian pengguna, mobil Eropa jauh lebih kokoh.

Apalagi tidak semua mobil-mobil Eropa harganya mahal. Ada juga sebagian mobil yang dijual dengan harga terjangkau.

Rekomendasi Mobil Eropa di Indonesia

Berikut ini beberapa rekomendasi mobil Eropa terbaik di Indonesia yang bisa Anda beli untuk digunakan.

1. Renault Triber

Renault Triber merupakan salah satu mobil Eropa murah di Indonesia. Bahkan Anda bisa mendapatkannya dengan harga di bawah Rp200 juta saja.

Mobil Renault Triber adalah mobil MPV dengan 7 seater dan memiliki ukuran dimensi 3990 mm x 1739 mm x 1643 mm. Selain itu, tersedia pilihan dua jenis transmisi yaitu manual dan AMT.

Salah satu fitur menarik yang ada pada mobil ini yaitu kabinnya yang memiliki tiga baris kursi. Selain itu, tampilannya depannya terkesan mewah.

Tidak hanya itu saja, mobil ini memiliki sistem pengereman yang canggih. Hal ini bisa menghindarkan Anda dari kecelakaan yang membahayakan nyawa.

2. Mercedes-Benz A 200 Sedan

Berbeda dengan Renault Triber, Mercedes-Benz A 200 Sedan memiliki harga jual yang lebih tinggi sekitar Rp800 juta. Mobil ini memiliki dimensi 4558 mm x 1992 mm x 1411 mm.

Mercedes-Benz A 200 Sedan hadir dengan mesin  1.332 cc dengan konfigurasi empat silinder. Transmisinya menggunakan 7G-DCT Automatic.

Mobil ini banyak dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan dan keamanan. Adapun fitur-fitur tersebut antara lain yaitu active parking assist untuk membantu saat parkir dan active brake assist untuk mencegah terjadi kecelakaan.

Selain itu, mobil sedan dari Eropa ini juga dianggap sebagai mobil paling aerodinamis di Indonesia dan desainnya sangat cocok untuk anak muda.

Baca juga: 13 Nama Merk Mobil Buatan Indonesia, Ada yang Sudah Ekspor!

3. VW Polo

Harganya sekitar Rp300 juta, mobil ini berjenis hatchback dengan teknologi turbo bermesin 1200 cc. VW Polo memiliki ukuran dimensi 3971 mm x 1682 mm x 1469 mm.

VW Polo memiliki torsi 175 nm dan kecepatan maksimum 190 kmph. Salah keunggulannya adalah performa yang sangat mumpuni.

Salah satu fitur terbaik yang ada pada mobil Volkswagen Polo adalah cruise control. Fitur ini sangat membantu ketika Anda mengendarai mobil di jalan bebas hambatan.

Tidak sekedar itu saja, mobil VW Polo juga memiliki kapasitas tempat duduk yang cukup banyak yaitu 5 kursi. Kuotanya cukup untuk satu keluarga. Kendaraan ini juga tergolong hemat bahan bakar.

4. Renault KWID Climber

Rekomendasi mobil Eropa di Indonesia selanjutnya yaitu Renault KWID Climber. Mobil ini berjenis SUV dengan mesin 1L Petrol Engine, 3 Cylinder 12 Valve dan mesin berkapasitas 999 cc.

Karena mesinnya tergolong kecil, maka mobil ini dijual cukup murah dengan harga mulai dari Rp183 juta. Meski begitu, bukan berarti Renault KWID Climber tidak memiliki keunggulan sama sekali.

Renault KWID Climber memiliki desain yang tangguh dan profesional. Selain itu, mesin yang kecil membuatnya lebih efisien.

Tidak hanya itu, mobil SUV Eropa ini juga sudah dilengkapi dengan dual SRS airbag, sensor, dan kamera parkir. Fitur ini sangat berguna ketika Anda memarkirkan kendaraan.

5. Peugeot 2008

Rekomendasi mobil Eropa di Indonesia berikutnya adalah Peugeot 2008 yang memiliki dimensi 4.312 mm x 1.785 mm x 1.545 mm. Kapasitas tempat duduknya adalah 5 kursi.

Mesinnya berkapasitas 1199 cc yang dapat mengeluarkan tenaga sebesar 128 Hp dan torsi 230 Nm. Mobil Peugeot 2008 menggunakan transmisi otomatis dan harga jualnya sekitar Rp550 juta.

Peugeot memiliki fitur berkendara yang cukup lengkap. Fitur-fitur tersebut antara lain Advanced Driving Assist System (ADAS), Drive Attention Assist 3, Electronic Stability Programme (ESP), dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, mobil ini juga memiliki lampu utama dengan desain 3Claws dan berteknologi LED. Anda bisa berkendara pada malam hari dengan lebih jelas karena lampunya sangat terang.

Baca juga: Deretan Tipe Daihatsu Taruna yang Bagus Lengkap dengan Harga

6. MG ZS

Mobil yang berasal dari Inggris ini mungkin kurang familiar bagi sebagian orang. Tetapi soal performa, sebenarnya tidak kalah bagus dengan mobil Eropa lainnya.

MG ZS adalah mobil SUV dengan mesin 1500 cc dengan tenaga maksimal 114 ps pada 6.000 rpm. Sementara itu, mobil ini menggunakan transmisi otomatis 4-percepatan.

Harganya sekitar Rp350 juta yang memiliki ukuran dimensi 4323 mm x 1809 mm x 1653 mm. Kapasitas tempat duduknya adalah 5 kursi dengan bahan yang cukup nyaman.

Selain kualitas material kabinnya yang bagus, mobil MG ZS juga memiliki fitur safety yang cukup lengkap. Dengan begitu, Anda bisa berkendara jauh lebih aman.

7. Peugeot 5008

Secara umum, mobil Peugeot 5008 ini memang mirip seperti Peugeot 3008. Hanya saja, harganya sedikit mahal dan ada beberapa komponen yang sedikit berbeda.

Untuk saat ini, harga Peugeot 5008 sekitar Rp715 juta. Dengan kapasitas kursi yang lebih banyak yaitu 7 tempat duduk dan dimensinya yang juga lebih besar yaitu 4.670 mm x 1.855 mm x 1.655 mm.

Harga Peugeot 5008 di Indonesia tergolong murah. Berbeda dengan di negara lain yang umumnya dijual seharga lebih dari 1 milyar.

Dari segi fitur dan performa, mobil ini tergolong bagus. Bahkan jauh lebih bagus daripada mobil Peugeot 3008.

8. Mini Countryman Cooper

Salah satu pilihan terbaik mobil Eropa di Indonesia selanjutnya adalah Mini Countryman Cooper atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mini Cooper. Berbeda dengan mobil sebelumnya, mobil ini masih cukup banyak peminatnya.

Mobil Countryman mampu menghasilkan  tenaga 136 hp dan torsi hingga 220 Nm. Sementara itu, mesinnya berkapasitas 1998 cc 3 silinder berteknologi TwinPower Turbo.

Mobil ini memiliki ukuran dimensi 4299 mm x 1822 mm x 1557 mm. Harganya mulai dari Rp850 juta dengan berbagai keunggulan.

Selain mesinnya yang bertenaga, mobil Mini Countryman Cooper ini juga memiliki jok dengan material kulit yang berkualitas sehingga membuat Anda lebih nyaman saat duduk di kursi tersebut.

9. VW Tiguan All Space 

Rekomendasi mobil Eropa di Indonesia yang bisa Anda gunakan selanjutnya adalah VW Tiguan All Space. Mobil ini berjenis SUV dengan dijual seharga Rp650 juta dengan kapasitas mesin 1398 cc dan kapasitas kursi berjumlah 7.

Mobil VW Tiguan All Space memiliki ukuran dimensi 4728 mm x 2111 mm x 1686 mm. Selain itu, Mobil ini sudah menggunakan sistem pencahayaan full LED dan memiliki fitur konektivitas modern yaitu head unit dengan Apple CarPlay dan Android Auto.

Selain itu, Anda akan dibuat nyaman mengendarai mobil satu ini. Sebab, VW Tiguan memiliki fitur Dynaudio yang memberikan kenyamanan telinga saat mendengarkan musik sambil berkendara.

Tidak sekedar itu saja, mobil ini juga memiliki fitur area view dan park assist yang siap membantu Anda ketika akan parkir di suatu tempat.

10. BMW 218i

Pilihan mobil Eropa selanjutnya yaitu BMW 218i. Mobil ini harganya sekitar Rp900 juta dengan mesin berkapasitas 1499 cc dan didukung konfigurasi mesin B38 BMW Twin Power Turbo.

Selain itu, mobil ini juga menggunakan konfigurasi transmisi 7-Speed Steptronic transmission with double clutch. Hal ini membuat performanya cukup gahar saat Anda menggunakannya di jalan.

Selain itu, keunggulan lain dari mobil BMW 218i adalah desainnya yang terlihat tegas dan sporty. Cocok untuk jiwa muda yang menyukai tantangan dan keandalan.

Tidak cukup sampai di situ, mobil BMW 218i memiliki kabin yang cukup luas dengan kapasitas maksimal 5 kursi. Mobil ini memiliki dimensi 4.526 mm x 2.081 mm x 1.420 mm.

Baca juga: Inilah 6 Perbedaan Terios TX dan TS yang Wajib Diketahui 

11. Renault Koleos

Renault Koleos tergolong sebagai mobil SUV dengan desain yang terlihat mewah. Mobil ini mempunyai ukuran dimensi 4.675 mm, lebar 1.843 mm, dan tinggi 1.678 mm.

Untuk mesinnya berkapasitas 2.488 cc dengan tenaga maksimum 169 hp dan torsi maksimum 266 nm. Mobil Eropa yang satu ini menggunakan transmisi CVT dan mesin berteknologi DOHC yang bertenaga.

Selain itu, Renault Koleos juga mempunyai ruang kabin yang cukup luas sehingga bisa menampung hingga 5 orang. Interiornya tidak kalah cantik dengan mobil-mobil Eropa lainnya yang mana nampak modern. 

Mobil Renault Koleos dijual seharga Rp600 juta yang sayangnya saat ini jumlahnya sudah mulai berkurang di Indonesia. Renault Koleos menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya.

12. Audi Q3

Audi Q3 merupakan salah satu rekomendasi mobil Eropa dengan harga tinggi, yaitu Rp950 juta. Akan tetapi, harga ini sebanding dengan kualitasnya yang juga tinggi.

Mobil Audi Q3 menggunakan mesin berteknologi Petrol Engine, In-Line 4-Cylinder 16 Valve DOHC, dan Exhaust Gas Turbocharging berkapasitas 1395 cc. Mesinnya dapat mengeluarkan torsi 250 nm dan tenaga maksimal 150 hp.

Bahan bakar mobil ini adalah bensin dan menggunakan transmisi otomatis 6 percepatan. Sementara itu, ukuran dimensinya adalah 4.484 mm x 1.849 mm x 1.585 mm.

Beberapa keunggulan dari mobil ini yaitu mesin bertenaga, desainnya yang premium bergaya Eropa, dan memiliki fitur keselamatan yang cukup lengkap.

Jadi, itulah rekomendasi mobil Eropa di Indonesia yang kualitasnya bagus. Mobil-mobil tersebut juga bisa Anda beli secara online tanpa ribet datang ke dealer.

Rekomendasi Tempat Jual Beli Mobil Bekas

Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas, termasuk mobil Eropa seperti di atas, ada rekomendasi marketplace online jual beli mobil bekas yang berkualitas yaitu CarsGallery.

Mobil yang tersedia tentu saja bukan mobil biasa, melainkan mobil bersertifikasi resmi dengan suku cadang original. Bahkan, Anda bisa mencobanya terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran.

Jangan sampai salah pilih, marketplace jual beli mobil bekas terbaik hanya di CarsGallery. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

FAQ

Bagaimana ketersediaan mobil-mobil tersebut di Indonesia?

Rata-rata mobil Eropa memang sudah sedikit di Indonesia. Mobil yang tersisa biasanya hanya mobil-mobil bekasnya saja.

Mengapa harga mobil Eropa cenderung murah?

Salah satu alasannya adalah permintaan pasar yang rendah karena mayoritas orang Indonesia lebih suka dengan mobil dari Jepang atau Korea.

Apakah ada perbedaan cara perawatan mobil Eropa dengan mobil dari negara lain?

Secara umum sama, karena komponen-komponennya juga hampir sama.



9 Mobil India di Indonesia, Ternyata Ada yang Laris Manis!

Terkenal dengan harga yang kompetitif serta punya desain menarik, menjadikan mobil India di Indonesia bisa kebagian ‘kue’ penjualan. 

Masyarakat memang juga semakin akrab dengan produk dari negara penghasil baja terbesar kedua di dunia ini. 

Menurut GAIKINDO, penjualan merek mobil India memang relatif kecil. Tapi, masih terdapat sejumlah model yang peluangnya besar untuk memperoleh tingkat penjualan tinggi di Indonesia. 

Secara merk, GAIKINDO mengatakan jika lima tahun lalu terdapat tiga merk yang cukup terkenal di Indonesia dari India yakni Tata Motors, Renault, dan Suzuki. Kini, semakin banyak produsen mobil India yang mulai memasarkan di Indonesia. 

Baca Juga: Mobil Terios Lama: Perkembangan Menarik di Setiap Generasi

Produk Mobil India di Indonesia

Sampai kini, masih banyak merk mobil India yang begitu eksis di Indonesia. Kepopulerannya tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya India mampu menghadirkan desain mobil ciamik dengan harga terjangkau. Apa saja? Cek di sini: 

1. Mahindra

Pertama, ada Mahindra yang juga cukup populer di Indonesia. Bisa dibilang, merk ini adalah salah satu yang terbesar di negaranya sendiri. 

Menariknya, produsen asal India ini juga telah menembus pasar Australia, Afrika Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, bahkan juga berani bertanding di pasar Eropa. 

Merk mobil satu ini milik Mahindra Bersaudara dan Malik Ghulam Mohammed. Pabriknya mulai berdiri tahun 1945 dan menjadi pabrik perakit Willys Jeep khusus di India. 

Kemudian, Mahindra merambah ke pasar sepeda motor, traktor, sparepart, dan sejumlah sektor lain. Hingga akhirnya 1979 menjadi momen terbaik karena Mahindra punya lisensi membuat Diesel Peugeot 4-Silinder serta transmisi. 

Setelahnya, mereka juga merancang sekitar 20 model kendaraan. Contohnya adalah Scorpio dan Bolero. 

Memang, Mahindra bukan termasuk mobil India murah di Indonesia karena mereka menyasar kalangan menengah ke atas sejak 2019 lalu. 

Adapun jenis yang mereka jual adalah kendaraan mobil pick up atau kendaraan komersial saja yakni Scorpio. 

Kendaraan ini hadir dengan kabin tunggal dan kabin ganda yang bisa Anda pilih. Di pasar global, ini yang terlaris. 

Soal harga, double cab-nya sekitar Rp318 jutaan dan single cab-nya jelas lebih murah, yakni Rp270 jutaan. Ada juga Bolero Maxi Truck yang harganya Rp336,5 jutaan. 

2. Hindustan Motors

Selanjutnya, ada Hindustan Motors yang menjadi salah satu produsen mobil tertua yang ada di India. Pada tahun 1957, mereka hadir dengan mobil ikonik yang namanya Abassador. 

Terinspirasi dari Morris Oxford asal Inggris, Abassador bisa bertahan kurang lebih 50 tahun. 

Sampai tahun 2014, akhirnya mereka menutup pabrik karena tingkat penjualan yang rendah. 

Namun, tahun 2017 Hindustan Motors terbeli oleh induk usaha Peugeot, Citroen, dan DS yang bernama PSA Group. Kini, mobilnya juga cukup populer di Indonesia. 

3. Maruti Suzuki

Sebenarnya, mobil India di Indonesia ini saham terbesarnya ada di tangan Suzuki. Dominasi Maruti di India, menjadikan penjualan Suzuki semakin baik. 

Maruti Suzuki juga cukup populer di Indonesia karena memang pemegang saham terbesarnya mengekspor cukup banyak produk ke Indonesia. 

Dari laman berita lokal di India, tersebut bahwa Maruti berdiri 1981 dan pada 1982 Suzuki baru masuk menjadi salah satu pemegang sahamnya. 

Sedari awal, sebenarnya Maruti hanya bekerja sama untuk impor mobil Suzuki saja. 

Soal terkenal atau tidaknya produk Maruti Suzuki ini, Anda mungkin telah mendengar sejumlah nama yang begitu populer di Indonesia. 

Contohnya adalah Ertiga, Grand Vitara, Ignis, dan XL yang menjadi produk impor Indonesia dari pabrikan Maruti Suzuki di India. 

Soal harga mobil India di Indonesia satu ini memang juga menyasar kelas menengah ke atas karena ada di kisaran Rp230 jutaan – Rp390 jutaan untuk setiap unit mobil barunya. 

Baca Juga: Perbedaan Honda HRV dengan BRV, Lebih Bagus Mana?

4. Tata Motors

Meskipun menurut JawaPos penjualan mobil India Tata semakin merana, tetap tidak menutup kemungkinan bahwa di kemudian hari produsen mobil satu ini menampilkan taringnya. 

Tata Motors menjadi mobil India di Indonesia yang cukup populer. Pabrikannya juga punya sejumlah mobil lain seperti Jaguar yang kala itu terbilang mewah dan juga Land Rover. 

Produsen asal India ini hadir di Tanah Air sekitar September 2013 yang lalu. Kendaraan pertama yang hadir di sini cukup lengkap yakni dari tipe MPV, SUV, bahkan Hatchback. 

Unitnya yakni bernama Aria, Vista, dan Safari Storme. Vista, menjadi mobil yang menargetkan pasar anak muda dengan kapasitas 1.400 cc. 

Aria, menjadi model mobil MPV dengan diesel 2.200 cc. Beda dengan Safari Storme yang merupakan SUV dengan sasaran orang dengan kebutuhan durabilitas lebih tinggi meskipun masih sama-sama 2.200 cc. 

Bisa kami bilang bahwa ini adalah mobil India yang harganya sangat terjangkau. Tata Vista, sekitar Rp129 jutaan saja. Kemudian, untuk Aria dan Safari Storme hanya Rp249 jutaan – Rp279 jutaan. 

Namun, Tata Motors akhirnya mengubah strategi dengan hanya menjual mobil komersial saja di tahun 2017. 

Alasannya karena persaingan segmen mobil penumpang di Indonesia sangat ketat sehingga menyulitkan Tata Motors mengerek penjualannya. 

Kini, mobil Tata Motors hanya menyasar kendaraan komersial seperti pickup single maupun double cabin. Sampai juga dengan truk ukuran sedang dan besar. 

Contohnya seperti Proma ACE, Tata Ultra, LPT 913, Xenon Super ACE, dan LP 713. 

5. Renault

Jangan salah, meskipun Renault merupakan mobil dari Prancis, mobil-mobilnya yang ada di Indonesia itu impornya dari India. 

Alasan utamanya jelas yakni karena Renault sendiri punya dua sumber pabrik yakni Tiongkok dan India. Pabrik ini menjadi yang terbesar yang dimiliki oleh Renault selain di Perancis. 

Mobil-mobil Renault yang ada di Indonesia Renault Duster 4×2 dan Renault Duster 4×4. 

Selain itu, ada juga Renault Triber yang merupakan low MPV dengan kapasitas sampai 7 penumpang. 

Davy J. Tulian, selaku COO Maxindo Renault Indonesia, mengatakan jika Renault Triber itu ia bawa dari India dalam bentuk impor utuh. 

Sebutan lainnya adalah Completely Built Up atau CBU. Memang, harganya masih terbilang tinggi di Indonesia karena tidak mengimpor parts dan merakitnya di Indonesia. 

Baca Juga: 4 Perbedaan Kijang LGX dan LSX, Cek Sebelum Membeli

6. Hyundai, KIA, Volkswagen, dan Jeep

Kaget? Santai dulu, berbagai merk mobil ini juga ada yang diproduksi di India. GAIKINDO sendiri merilis laporan bahwa dari 47.799 unit mobil yang impor, 8.652 unit di antaranya itu datang dari India. 

Namun, memang nilai unit terbanyak itu datang dari Suzuki yakni 8.171 unit. Sisa angka lainnya di antaranya KIA dengan total 411 unit, Volkswagen 69 unit, dan Hyundai i10. 

Sepertinya, memang tak semua mobil India di Indonesia bukan merupakan produsen dari Bollywood itu sendiri, melainkan banyak hasil kerja sama dengan produsen mobil ternama di dunia. 

Butuh Mobil Bekas? Kunjungi CarsGallery!

CarsGallery akan menyediakan berbagai jenis kebutuhan mobil bekas berkualitas untuk Anda. Kami jamin, semua mobil yang ada masih dalam kualitas prima!

FAQ

Apakah ada mobil buatan India harga 25 juta

Ada. Namanya adalah Tata Nano yang merupakan produk dari Tata Motors. Harganya Rp24 jutaan – Rp28,9 jutaan. 

Apa merk otomotif dari India yang populer di Indonesia? 

Ada Suzuki, Tata Motors, dan Renault. 

Apakah mobil India bagus? 

Banyak yang bagus, apalagi jika pabrikan ketiga mobil yang populer di Indonesia.

13 Nama Merk Mobil Buatan Indonesia, Ada yang Sudah Ekspor!

Indonesia sebenarnya bisa ikut dalam percaturan kompetisi industri otomotif. Pasalnya, terdapat beberapa nama merk mobil buatan Indonesia yang sudah cukup terkenal. 

Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi mobil dari produsen kenamaan Jepang, Amerika, Eropa, dan bahkan China, cukup sulit untuk keep up dengan perkembangan yang ada. 

Meskipun masih belum bisa bertanding dalam area yang sama dengan produsen mobil luar negeri yang terkenal, tapi setidaknya Indonesia telah berinovasi untuk membuat mobilnya sendiri. 

Baca Juga: Deretan Tipe Daihatsu Taruna yang Bagus Lengkap dengan Harga

Daftar Nama Merk Mobil Buatan Indonesia

Rata-rata nama mobil buatan Indonesia memang sudah banyak yang berhenti produksi. Tapi, setidaknya bagi para pecinta otomotif harus tahu betul soal mobil yang diproduksi oleh anak bangsa ini: 

1. Maleo

Menjadi salah satu yang paling terkenal, konsep Maleo ini pencetusnya adalah BJ. Habibie. 

Kala itu, beliau tengah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi tahun 1993. Benar, mobil ini muncul saat era Presiden Soeharto. 

Penamaan mobil Maleo sendiri bukan tanpa alasan. Pasalnya, nama Maleo itu sendiri dari nama burung yang ada di Sulawesi. 

Tercanang sebagai mobil nasional, pengembangannya mengajak serta pabrikan Rover asal Inggris, serta sejumlah nama perusahaan lain. 

Tapi, setiap komponen yang ada dalam Maleo adalah hasil karya IPTN, Pindad, dan Krakatau Steel. 

Desainnya khas Eropa, mobil ini juga punya kapasitas 1.200 cc tiga silinder. Soal kecepatan maksimalnya lumayan, yakni 140 km/jam. 

Dulu, tahun 1997 Maleo harganya Rp25 juta. BJ Habibie sebenarnya mau memproduksi Maleo dengan versi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, yakni hidrogen. 

Namun, belum terwujud karena BJ Habibie harus fokus menggantikan Soeharto sebagai presiden dan hanya menjabat dalam waktu singkat. 

2. Morina

Salah satu dari sekian banyak nama nama merek mobil buatan Indonesia yang jangan sampai kita lupakan adalah Morina. 

Nama mobil ini merupakan akronim dari Mobil Rakyat Indonesia. Hingga kini, pick-up serba guna satu ini memang sangat terkenang. 

Morina merupakan mobil hasil dari PT Garmak Motor. Adapun komponen-komponen dalam mobil itu sendiri sudah merupakan produksi dalam negeri. 

Misalnya sasis, bodi, aki, dan juga ban sudah karya anak bangsa. Suspensinya juga telah per keong, maka untuk ukuran mobil saat itu sudah cukup empuk. 

Kabarnya, Morina ini terus kalah bertarung saat itu dengan banyaknya mobil berkualitas dari luar negeri. 

3. MR90 

Sepertinya, MR90 juga jangan sampai kita lupakan. Ini adalah hasil kolaborasi dengan Mazda yang memang membuat proyek kendaraan memakai nama MR 90. 

Khas penamaan mobil jaman dulu, nama tersebut merupakan singkatan dari Mobil Rakyat 90-an. 

Versi yang diambil adalah Mazda 323 Hatchback. Idenya adalah saat Subronto Laras menjabat posisi Komisaris Indomobil. 

Soebronto mengajak Mazda agar mau menghasilkan mobil buatan Indonesia pertama untuk kategori sedan. Ternyata, ketika produksi dan sudah masuk ke tahapan penjualan, hasilnya jauh dari target. 

Khas mobil zaman itu juga, kapasitasnya 1.300cc. Mobil ini menjadi kurang peminat terutama karena banyaknya aturan yang ada di Indonesia. 

Bahkan, harganya ketika itu memang lebih mahal daripada Toyota Kijang. Hal ini kemudian membuat MR90 jadi kurang punya peminat. 

Toyota Kijang yang juga salah satu nama merk mobil buatan Indonesia, harganya Rp18 juta. Tapi, Mazda MR90 ini Rp22 juta. Padahal, tanpa terkena pajak barang mewah, harganya bisa Rp12 juta saja. 

4. Timor dan Bimantara

Aturan soal mobil nasional muncul tahun 1996 soal Pembangunan Industri Mobil Nasional. 

Sesaat setelah aturan ini terbit, muncul merk Timor dan Bimantara. Penamaan kedua mobil ini berdasarkan nama putra Presiden Soeharto. 

Timor adalah singkatan Teknologi Industri Mobil Rakyat. Ada di bawah naungan PT Timor Putra Nasional yang merupakan milik Tommy Soeharto. 

Lantaran statusnya sebagai mobil nasional (mobnas), akhirnya mobil ini bebas pajak dan bea lain yang umumnya diterapkan buat mobil lainnya. 

Kemudian, ada Bimantara yang merupakan nama merk mobil di Indonesia. Masih sama, pencetusnya adalah putra dari Presiden Soeharto, yakni Bambang Trihatmodjo yang mengepalai PT Citra Mobil Nasional. 

Meskipun begitu, mobil ini bukan benar-benar produksi Indonesia karena hasil rebadge. 

Mobil Timor, merupakan hasil Rebadge Kia Sephia, bikinan Korea Selatan. Sedangkan Bimantara, menjadi rebadge dari mobil Hyundai Accent (X3) yang juga merupakan produk mobil Korea. 

Namun, nama merk mobil buatan Indonesia ini hanya rebadge saja tanpa berupaya untuk memproduksinya secara lokal. 

Akhirnya, tahun 1998 WTO memutuskan jika mobnas ini melanggar aturan pada perdagangan bebas di dunia. 

5. Mobil Esemka

Siapa yang tidak kenal dengan mobil buatan Indonesia Esemka ini? Sepertinya, di dunia otomotif sudah begitu populer. 

Awalnya, ekspektasi atas menjadikannya sebagai mobil nasional memang cukup tinggi. Pasalnya, Esemka ini memang benar-benar buatan anak bangsa sendiri. 

Pabrik dari Esemka itu sendiri punya kapasitas sampai 12.000 unit per tahun. Menariknya, akar dari produksinya adalah project pada sejumlah SMK di Indonesia. 

Dengan latar belakang ini, akhirnya proyek nama merk mobil buatan Indonesia sedikit demi sedikit terwujud. 

Sudah ada banyak model yang mereka rilis. Misalnya ada SUV dan pick up. Semua modelnya juga menampilkan performa, desain, hingga kenyamanan masing-masing. 

Menurut beberapa penggunanya, mobil Esemka ini memberi pengalaman yang tidak akan mereka lupakan. 

Pihak yang memproduksinya adalah PT. Solo Manufaktur Kreasi. Inisiasi awalnya sudah sejak 2007. Di tahun 2019, pabriknya resmi dan menjadi momen penting untuk pengembangan mobil nasional lebih lanjut. 

Sampai kini, Esemka telah berhasil untuk memproduksi Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. Harga mobil buatan Indonesia ini di kisaran Rp260 – Rp270 jutaan. 

Baca Juga: Ini Pilihan Tipe Mobil Avanza dari Terendah Sampai Tertinggi

6. AMMDes

Soal nama mobil buatan Indonesia satu ini, mungkin Anda belum terlalu akrab. AMMDes adalah Alat Mekanis Multiguna Pedesaan. 

Mobil ini sekaligus menunjukkan fungsi dari namanya, yakni demi kebutuhan pertanian di pedesaan. 

Menariknya, mobil satu ini benar-benar hasil rancangan dari talenta terbaik di Indonesia. Bukan rebadge atau sejenisnya. 

Mau tahu mobil Indonesia yang juga terkenal di dunia? AMMdes adalah salah satunya. Pasalnya, mereka sudah ekspor 10.000 unit lebih di kurun waktu lima tahun. 

Soal kemampuan utamanya adalah pengangkatan beban. AMMDes ini mampu mengangkut sampai 700 kilogram. Akhirnya, memang menjadi armada terbaik untuk transportasi di bidang pertanian. 

7. Beta 97

Kemudian, ada Beta 97. Produsennya adalah PT Bakrie Motor. Mereka menggarap juga mobil buatan Indonesia. 

Proyek ini, tapi berhenti karena krisis moneter era itu yang memang cukup mengguncang perekonomian Indonesia. 

Selama sembilan bulan, mobil ini sudah melewati sejumlah tahapan uji coba. Misalnya tes di bagian bodi, sistem kelistrikan, suspensi, sampai dengan rangkaian tes lain. 

Namun, begitu disayangkan karena alasan krisis moneter produksi Beta 97 harus berhenti. 

8. Kancil 

Nama merk mobil buatan Indonesia selanjutnya adalah Kancil. Mobil ini merupakan hasil dari PT. Karunia Abadi Niaga Citra Indonesia Lestari. 

Tepatnya tahun 1999, Kancil mulai mengorbit di Indonesia. Khas mobnas tahun 90-an, pastinya nama ini adalah akronim. 

Kancil merupakan akronim dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah. Mobilnya berukuran kecil, maka hanya bisa angkut maksimal empat penumpang saja. 

Efektivitasnya juga hanya akan terasa di kawasan perkotaan dan hanya sebagai kendaraan pribadi. 

9. Tawon

Inspirasi bisa datang dari mana saja termasuk dari serangga terbang yang sengatannya cukup bikin kerepotan. Ada mobil Tawon yang merupakan buatan Indonesia. 

Tawon, adalah hasil dari PT. Super Gasindo Jaya di 2010 lalu. Konsepnya yang sangat unik menjadikan banyak orang yang awalnya cukup melirik mobil satu ini. 

Mobil Tawon bisa jadi alternatif khusus masyarakat di pedesaan. Apalagi, klaimnya adalah Tawon punya tingkat efisiensi penggunaan bahan bakar alias irit. 

10. Selo

Memang ada cukup banyak mobil buatan Indonesia, hanya saja masih banyak yang belum notice atau mengetahuinya. 

Salah satu contohnya adalah Selo yang muncul tahun 2013 lalu. Ricky Nelson adalah orang yang merancang mobil satu ini. 

Bertipe supercar, dari segi eksteriornya saja mobil ini memberikan tampilan yang identik dengan Lamborghini dan Ferrari. 

Bedanya adalah supercar yang tenaganya menggunakan listrik. Soal kecepatan bisa melajui sampai 250km/jam. 

11. Tucuxi

Indonesia sepertinya memang begitu gacor dalam menghasilkan mobil listrik. Pasalnya, memang ada banyak nama merk mobil buatan Indonesia bertenaga listrik. 

Salah satunya adalah Tucuxi yang cukup menarik perhatian publik kala itu. Mobil ini merupakan hasil dari seorang alumni ITS Surabaya. 

Ia adalah Danet Suryatama, sosok yang mengenalkan Tucuxi tahun 2012. Pengenalan mobil ini atas dasar permintaan dari Dahlan Iskan yang pada tahun tersebut masih menjadi Menteri BUMN. 

Tucuxi sendiri sudah memakai baterai Lithium Iron Phosphate yang terkenal sebagai baterai yang tahan untuk menempuh jarak cukup jauh. 

Dalam sekali pengisian daya saja, Tucuxi mampu mencapai 321 kilometer yang mana sudah cukup bagus untuk kategori mobil listrik. 

Baca Juga: Kekurangan Dari Mobil Listrik

12. GEA 

Kemudian, ada GEA (Gulirkan Energi Alternatif) yang merupakan hasil dari pengembangan PT INKA. 

Mesin yang mereka pakai adalah Rusnas (Riset Unggulan Strategi Nasional) yang mana merupakan proyek BPPT. 

Dengan kapasitas mesin 640 cc, tentu GEA menjadi opsi city car terjangkau. Apalagi, harganya memang begitu murah yakni Rp45 jutaan. Sayangnya, kini nama GEA sudah tidak terlalu terdengar karena alasan tertentu. 

13. Mahesa

Pabrik atau produsen mobil asal Indonesia sepertinya begitu memahami berbagai jenis kebutuhan di area pedesaan. 

Terbukti dengan hadirnya Mahesa yang merupakan mobil untuk aktivitas di desa-desa. Perancangnya adalah Sukiyat. 

Kini, Mahesa sudah hadir dengan tiga varian model: double cabin, pick up, dan juga pertanian. 

Soal kapasitasnya memang tak terlalu besar yakni 650 cc dengan diesel 1 piston. Harganya jelas sangat terjangkau karena start dari Rp50 jutaan saja untuk satu modelnya. 

Ternyata, kita semua patut berbangga atas banyaknya nama merk mobil buatan Indonesia yang bahkan sudah berhasil ekspor ribuan unit. 

Berencana Beli Mobil Bekas? Sebaiknya ke Sini!

Jika Anda tertarik membeli mobil bekas, sebaiknya pilih penyedia terpercaya agar dapat unit mobil yang masih berkualitas. 

CarsGallery bisa menjadi pilihan terbaik dengan beragam pilihan unit mobil mulai dari tipe, jenis, model, hingga tahun keluaran yang begitu lengkap. Cek sekarang!

FAQ

Indonesia memproduksi mobil apa saja? 

Banyak, di antaranya Morina, Maleo, Esemka, hingga Mahesa. 

Berapa harga mobil Esemka? 

Mulai dari Rp260 jutaan. 

Apa mobil pertama buatan Indonesia? 

Mobil Mitra atau Mini Transport Rakyat.

Apakah Pertamax Lebih Irit dari Pertalite? Ini Jawabannya!

Perdebatan soal apakah Pertamax lebih irit dari Pertalite sepertinya jadi menarik untuk kami bahas. 

Pasalnya, masih ada yang cukup dilema saat harus mengisi mobil atau kendaraannya dengan Pertalite atau Pertamax. 

Ada yang hanya berpikir mengisi Pertalite karena harganya terjangkau, tapi tak jarang juga yang memilih Pertamax demi kualitas pembakaran yang optimal. 

Sebenarnya, mana yang jauh lebih irit dan apakah ada alasan di balik lebih iritnya suatu jenis bahan bakar? Mari, simak di sini. 

Baca Juga: 7 Jenis Baterai Mobil Listrik yang Ada di Pasaran, Apa Saja? 

Apakah Pertamax Lebih Irit dari Pertalite

Dalam beberapa sumber memang ada dua perbedaan pendapat. Ada yang berkata Pertamax lebih irit, tapi juga beberapa berkata masih lebih irit Pertalite jika mobil yang diisi sudah cukup menggunakan Pertalite saja. 

Namun, secara garis besar pertanyaan lebih irit Pertamax atau Pertalite untuk mobil punya jawabannya, yakni Pertamax dengan alasan yang begitu masuk akal. 

Salah satu alasannya yakni dari segi RON dari masing-masing bahan bakar. RON pada Pertamax memang lebih tinggi daripada RON atau oktan Pertalite. 

Pada Pertamax, nilai oktannya adalah 92. Sedangkan nilai oktan pada Pertalite yakni 90. 

Memang, hanya selisih sedikit. Tapi, bisa menghasilkan performa yang berbeda untuk proses pembakaran. 

Alasan paling masuk akalnya karena dengan tingginya RON pada Pertamax, membuatnya jauh lebih memiliki efektivitas pada proses pembakaran. 

Sehingga, hasilnya adalah Pertamax memang lebih irit penggunaannya daripada pemakaian Pertalite untuk berbagai jenis kendaraan bermotor.

Baca Juga: 6 Kekurangan Mobil Listrik yang Perlu Dipertimbangkan! 

Kenapa Pertamax Lebih Irit dari Pertalite?

Dari uraian di atas, sebenarnya ada satu alasan yang membuat Pertamax lebih irit daripada bahan bakar Pertalite yang menjadi pengganti bensin. Namun, alasan detailnya bisa Anda temukan di sini: 

1. Nilai RON 

Alasan pertama sudah tentu dari segi nilai RON atau oktan yang terkandung dalam masing-masing jenis bahan bakar. 

Sudah jadi rahasia umum bahwa RON di Pertamax itu lebih tinggi. Nilainya adalah 92. Sedangkan RON di Pertalite dua angka lebih rendah daripada RON Pertamax yakni 90. 

Pada Pertamax, nilai RON-nya ini standarnya internasional. Begitu disarankan buat kendaraan dengan kompresi 10:1 – 11:1. 

Bahkan, Pertamax akan bekerja jauh lebih baik untuk kendaraan termasuk mobil yang sudah ada teknologi Electronic Fuel Injection (EFI) atau sederhananya, sudah injeksi. 

Semakin besar nilai RON suatu bahan bakar, maka semakin tinggi juga kualitas pembakaran dari suatu mesin. Baik itu pembakaran di mesin mobil dan juga motor. 

Jika ada RON 92, maka campurannya adalah 92 persen iso-oktana dan 8 persen n-heptana. Semakin kecil campuran n-heptana, maka kerak yang timbul akibat pembakaran juga lebih kecil. 

Hasilnya yakni 92 persen sisanya akan lebih sempurna terbakar. Dengan kata lain, keraknya lebih sedikit, tapi performanya lebih baik. 

Kecilnya kerak yang timbul ini juga meminimalisir masalah di pembakaran mesin sehingga tak heran, pembakaran jauh lebih optimal. 

2. Deterjen di Masing-masing Bahan Bakar

Ternyata, kandungan deterjen di setiap jenis bahan bakar juga berpengaruh atas irit atau tidaknya penggunaan. 

Kandungan deterjen Pertamax ini juga lebih tinggi daripada pengganti Premium, yakni Pertalite. 

Bukan deterjen untuk cuci baju, tapi deterjen di sini tujuannya lebih pada zat yang dapat membersihkan kerak karbon di bagian ruang pembakaran. 

Jadi, jika hasilnya lebih tinggi maka ruang bakar mesin jadi lebih bersih dan kinerjanya pasti optimal. 

Kandungan deterjen yang rendah di Pertalite, mengakibatkan kurang mampunya membersihkan kerak karbon, alhasil butuh lebih banyak cairan untuk membersihkannya agar lebih lancar. 

Maka dari itu, penggunaan satu liter Pertamax bisa berbeda dengan satu liter Pertalite. 

Jika saluran bersih dari kerak karbon, maka kinerja dari mesinnya juga lebih lancar. Sama halnya dengan service rutin pada kendaraan, maka hasilnya jauh lebih irit menggunakan Pertamax daripada Pertalite. 

Baca Juga: 6 Kelebihan Mobil Listrik, Lebih Ramah Lingkungan!

3. Kandungan Etanol

Soal etanol, Pertalite lebih tinggi. Tapi, ini bukan bermakna baik melainkan bisa berdampak buruk. 

Kandungan etanol yang tinggi di Pertalite ini bisa mengakibatkan korosi ke bagian logam mesin kendaraan Anda. 

Kemudian, korosi bisa menyebabkan kinerja mesin rusak jika terus-menerus terjadi. Umur mesin juga lebih pendek dan konsumsi bahan bakarnya jelas lebih banyak. 

Maka dari itu, penggunaan Pertamax bisa lebih irit karena kandungan etanolnya lebih rendah. 

4. Warna Cairan dan Efektivitas Pembakaran

Benar, jarak tempuh Pertamax vs Pertalite lebih baik Pertamax karena warna cairan dan efektivitas pembakarannya. 

Menurut sumber, warna ini bukan sekadar pembeda. Tapi, juga ada pengaruhnya buat mesin. 

Bahan bakar dengan warna tertentu memang berpengaruh ke efektivitas pembakaran mesin. Dalam hal ini, Pertamax juga lebih baik. 

Butuh Mobil yang Mesinnya Masih Terjaga? Ini Solusinya!

Memahami apakah Pertamax lebih irit dari Pertalite ini sebenarnya berguna agar lebih paham kondisi mesin kendaraan. 

Jika lebih sering menggunakan Pertamax, maka jelas kondisi mesinnya lebih baik. Anda bisa memperoleh mobil bekas dengan kondisi serupa di CarsGallery – Tempat Jual Beli Mobil Bekas. Dijamin puas!

Pembatasan Pembelian Pertalite Berlaku 17 Agustus 2024?

Kabar mengenai pembatasan pembelian Pertalite mulai ramai menjadi perbincangan. Apalagi, ada kabar jika prosesnya tarik-ulur yang membuat banyak pihak jadi bingung dengan penerapannya. 

Pembatasan untuk BBM Pertalite ini sebenarnya telah selesai pembahasannya menurut Luhut Binsar Pandjaitan. Tapi, masih belum tahu kapan penerapan pembatasan tersebut akan berlaku. 

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Pandjaitan mengabarkan bahwa ketetapan ini berlaku mulai 17 Agustus 2024. 

Pembatasan mengenai pembelian BBM bersubsidi ini merupakan akibat dari APBN yang tengah mengalami defisit. Perkiraannya juga akan terus melebar sampai akhir tahun 2024. 

Baca Juga: Daftar Mobil Baru di GIIAS 2024, Siapkan Budget Anda!

Presiden Sebut Belum Ada Pemikiran Pembatasan

Pembatasan Pertalite mulai kapan? Sebelum menjawabnya, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dari pemerintah sendiri belum ada keputusan soal ini. 

“Ndak, belum ada pemikiran ke sana (pembatasan BBM). Belum rapat juga,” kata Jokowi ketika pers mewawancarainya sebelum ke Abu Dhabi. 

Setali tiga uang dengan pernyataan Jokowi, Arifin Tasrif selaku Menteri ESDM juga menyatakan bahwa belum ada rencana pembatasan pada tanggal yang dikatakan Menko Marves Luhut Panjaitan. 

“Nggak ada batas-batas 17 Agustus,” kata Arifin Tasrif ketika ada di Kantor Kementerian ESDM. 

Menurutnya, mengenai revisi Perpres 191/2014 yang mengatur soal Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM masih ada di pembahasan beberapa menteri.

“Masih di antara tiga menteri,” lanjutnya. 

Rencana awal pembatasan BBM jenis Pertalite ini mulai menjadi perbincangan ketika Luhut Binsar Pandjaitan memberi wacana soal berlakukan pembatasan. 

Namun, Menko Marves juga tidak secara detail menjelaskan soal pembatasan tersebut. 

“Dan juga, pemberian subsidi yang tidak pada tempatnya. Sekarang pertamina sedang menyiapkan. Harapan kita 17 Agustus ini sudah bisa mulai. Di mana orang yang tak berhak dapat subsidi bisa kita kurangi,” menurut Luhut pada akun media sosialnya. 

Begitu juga dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menyebut jika tak ada rencana pembatasan seperti wacana yang tersebar pada 17 Agustus 2024. 

Dia juga menegaskan jika pemerintah baru merencanakan sosialisasi agar BBM bersubsidi bisa tepat sasaran dari 1 September 2024. 

Baca Juga: BYD Yangwang U8: Spesifikasi, Fitur, dan Harga Lengkap!

Ketentuan Mobil dan Motor yang Tidak Boleh Mengisi Pertalite

Apakah Pertalite termasuk bahan bakar bersubsidi? Benar, bahan bakar dengan RON 90 ini masih menerima subsidi dari pemerintah. 

Maka dari itu, pemerintah punya kewenangan untuk mengatur pembatasan bahkan menentukan harga dari BBM tersebut. 

Sebelum wacana pembatasan pembelian Pertalite ini mencuat, sebenarnya ada ketentuan mengenai pemberlakuannya. 

Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim, mengungkapkan jika pembatasan ini berlaku untuk mobil yang mesinnya lebih dari 1.400 cc serta sepeda motor dengan mesin lebih dari 150 cc. 

Jika memang skenario ini benar-benar berlaku, maka cukup banyak mobil dan motor yang tidak akan memperoleh izin mengisi Pertalite. 

Baca Juga: Harga BYD Seal Terbaru dan Lengkap di Indonesia

Mobil dan Motor yang Masih Bisa Menggunakan Pertalite

Akhirnya, jika keputusannya akan diterapkan terdapat sejumlah nama mobil dan motor yang memenuhi ketentuan. Intinya, mobilnya tidak sampai 1.400 cc dan kapasitas mesin motor tidak lebih dari 150 cc. Berikut daftarnya: 

Mobil 

  • Agya
  • Calya
  • Raize 
  • Avanza
  • Ayla 
  • Sigra
  • Sirion
  • Rocky
  • Xenia 
  • Ignis
  • S-Presso
  • Brio
  • Picanto
  • Seltos
  • Rio
  • Formo S1
  • Kicks e-Power
  • Magnite
  • Peugeot 2007
  • Audi Q3

Motor

  • Vario 125
  • Honda Scoopy
  • Honda Beat
  • Yamaha Fazzio
  • Beat Street
  • Honda Genio

Tempat Jual Beli Mobil Bekas Terbaik

Jika Anda membutuhkan unit mobil bekas berkualitas dengan garansi, CarsGallery – Tempat Jual Beli Mobil Bekas adalah pilihan yang tepat. Segera hubungi sekarang!

Suzuki Stop Jual Ignis di Indonesia, Apa Alasannya? 

Suzuki Ignis telah tak nampak di situs resmi Suzuki Indonesia. Hal ini menjadi tanda bahwa kabar Suzuki stop jual Ignis di Indonesia memang benar terjadi. 

Ignis menjadi salah satu produk Suzuki yang impor dari India. Berada di antara S-Presso dan Baleno, akhirnya mobil yang awal rilis tahun 2017 ini harus tersuntik mati karena sejumlah alasan. 

Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga telah menyatakan hal ini benar bahwa Ignis tidak akan lagi ada di pasar Indonesia. 

“Iya, Ignis telah di-discontinue dari market Indonesia,” ujar Harold Donnel selaku CMO SIS. 

Baca Juga: Mobil Listrik Chery Omoda 5EV: Spesifikasi dan Harganya

Berhenti karena Alasan Sudah Beda Strategi

Menurut sejumlah kabar, penghentian Ignis di pasar Indonesia karena alasan strategi maupun rencana penggantiannya dengan Suzuki Fronx yang merupakan unit CKD Indonesia. 

Hal ini juga sesuai dengan kata Harold CMO SIS bahwa strateginya memang sudah berbeda. 

Ia mengatakan bahwa Suzuki akan lebih berfokus pada kendaraan elektrifikasi alias Electric Vehicle. 

“Sesuai dengan rencana korporasi kami yang bertahap mengambil fokus pada produk terelektrifikasi. Contohnya adalah XL7 Hybrid dan Ertiga Hybrid. Selain itu juga memperkuat keberadaan model buatan dalam negeri,” kata Harold.  

Memang, penjelasan soal penggantian Suzuki Ignis dengan Fronx tidak menjadi pernyataan langsung. 

Namun, Fronx hanya berpotensi besar menjadi SUV dengan teknologi Mild Hybrid. 

Baca Juga: Review Toyota Rush: SUV Murah tapi Fitur Melimpah

Ingin Menguatkan Model Produksi di Dalam Negeri

Selaku CMO, Harold juga mengatakan ada alasan lain mengapa produksi Suzuki Ignis berhenti dan tak akan ada lagi di market Indonesia. 

Alasannya karena Suzuki ingin menguatkan model-model yang produksinya ada di dalam negeri. 

Memangnya, Suzuki Ignis dibuat dimana? Mobil yang selama ini telah meramaikan pasar otomotif di Indonesia ini adalah hasil impor dari India. Tentunya, produksinya dari India. 

“Kami ingin memperkuat adanya model-model yang produksinya ada di dalam negeri,” ujar Harold. 

Ignis menjadi salah satu dari banyaknya produk Suzuki yang merupakan produk Impor dari India. 

Hingga kini, ‘teman-teman’ dari Ignis yang masih ada di pasaran seperti Baleno, Grand Vitara, S-Presso, Jimny 5 Doors, semuanya adalah impor dari India. 

Sedangkan untuk produk Suzuki yang produksinya di dalam negeri adalah Ertiga, Carry, XL7, dan APV. 

Besar kemungkinan bahwa di kemudian hari, Suzuki akan lebih menguatkan penetrasinya di pasar Indonesia dengan model produksi lokal. 

Baca Juga: Daftar Harga Toyota Gazoo Racing di Indonesia Tipe Terbaru

Menambah Daftar Mobil Impor India yang Tersuntik Mati 

Ignis pertama kali hadir di pasar Indonesia 17 April 2017. Dari sejarah modelnya, generasi pertama hadir tahun 2000 dan berhenti produksi 2008. Ignis lahir menjadi penerus Suzuki Splash yang produksinya berakhir pada 2018 lalu. 

Kabar Suzuki stop jual Ignis di Indonesia ini sekaligus menambah daftar mobil Suzuki impor dari India yang tersuntik mati di Indonesia. 

Namun, jika Anda masih ingin mendapatkan unitnya, pastikan membeli di CarsGallery yang merupakan tempat jual beli mobil bekas berkualitas. Unitnya sudah lolos inspeksi dan kondisinya pasti prima!

VinFast Bangun Pabrik Mobil Listrik di Subang, Ini Alasannya

VinFast akhirnya memilih lokasi pabrik perakitan mobil listriknya di Indonesia. Menariknya, VinFast bangun pabrik mobil listrik di Subang yang terbilang cukup unik. 

Pasalnya, VinFast bukan mengikuti produsen otomotif lain yang mendirikan pabriknya di kawasan Industri seperti Karawang dan Cikarang. 

Alasannya karena banyak hal. CEO dari PT VinFast Automobile Indonesia yakni Temmy Wiradjaja mengatakan jika ini memang strategi dari perusahaannya. 

Baca Juga: Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

CEO VinFast Indonesia Nilai Lokasinya Strategis

Temmy Wiradjaja memberikan penjelasan bahwa strategi ini terpilih karena perusahaannya melihat peluang besar di Subang. 

Apalagi, lahan yang tersedia di sana memang terbilang ideal yakni 170 hektar. 

“Ini merupakan kawasan strategis. Kita ada struktur yang berkembang di samping memanfaatkan dan memaksimalkan insentif pemerintah untuk harus punya pabrik di sini,” kata Temmy di Subang. 

Selain itu, Temmy juga mengatakan bahwa Subang menjadi lokasi yang pas lantaran pabrikan komponennya masih sejalur. 

“Di sepanjang jalan ini juga terdapat pabrikan komponen yang juga satu jalur untuk saling mendukung,” ujar Temmy. 

Baca Juga: 4 Cara Kerja Mobil Listrik Beserta Komponen dan Jenisnya

Chairman Vingroup juga Berkata Hal yang Sama

Selain oleh CEO VinFast Indonesia, Chairman Senior Advisor Vingroup pun mengatakan hal yang mirip. 

Menurut Nguyen Duc Thanh, Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Subang tidak kalah saing dengan daerah pilihan produsen otomotif lainnya. Selain itu, juga akan ada kolaborasi yang cukup menjanjikan. 

Pernyataan tersebut juga terdukung oleh Moeldoko selaku Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang mengatakan bahwa pemilihan pabrik di area Subang juga terbilang strategis. 

Alasannya karena memilih Subang, akan membuat aktivitas logistiknya jauh lebih mudah. 

“Airport tidak jauh, pelabuhan laut juga dekat. Kemudian, ada jalan tol yang bisa mendekatkan antara Jakarta ke Cirebon. Sehingga, ini adalah kawasan yang menjanjikan,” kata Moeldoko. 

Baca Juga: 6 Kekurangan Mobil Listrik yang Perlu Dipertimbangkan!

Investasi Awal Bernilai Ratusan Juta Dollar AS

Pabrik yang akan hadir di Subang ini, dibangun dengan nilai investasi awal yang cukup tinggi karena bernilai ratusan juta Dollar Amerika Serikat (AS). 

Nilainya adalah US$200 juta atau jika dalam rupiah yakni Rp3,23 triliun dengan kurs Rp16.160. 

Pabrik ini nantinya mampu beroperasi dengan kemampuan produksi tahunan sekitar 50.000 unit kendaraan. 

Dalam produksinya, pabrik anyar di Subang satu ini akan mencakup area produksi seperti General Assembly Shop, Body Shop, Paint Shop, bahkan area pengujian. 

Kemudian, VinFast sendiri menjadwalkan bahwa pabriknya akan mulai beroperasi di kuartal keempat tahun 2025 mendatang. 

Mobil pertama yang akan mereka produksi adalah model e-SUV termasuk seri VF 3 sampai dengan VF 7 khusus pasar Indonesia. 

Butuh Mobil Bekas? Cek Sini!

Jika Anda kini tengah mencari unit mobil bekas, ada baiknya memilih CarsCheck. CarsCheck merupakan platform jual beli mobil bekas yang akan memastikan setiap unit kendaraan yang dijual masih berkualitas. Hubungi sekarang!

Anjlok! Ini Angka Penjualan Mobil Semester 1 2024

Penjualan mobil baru  yang ada dalam negeri tengah mengalami kelesuan. Sebab, angka penjualan mobil semester 1 2024 ternyata mengalami penurunan. 

Bahkan, masih cukup jauh dari target yang ditetapkan oleh GAIKINDO dan totalnya lebih kecil daripada penjualan mobil tahun lalu. 

Sekretaris umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, menyatakan jika masih belum ada niatan melakukan revisi atas target tahunan karena masih perlu diskusi lebih lanjut. Terutama berdiskusi dengan para anggota yang tergabung dalam GAIKINDO. 

Baca Juga: Daftar Mobil Baru di GIIAS 2024, Siapkan Budget Anda!

Lesu, Berapa Angka Penjualan Mobil Semester 1 2024

Benar, bahkan banyak yang berkata jika penjualan mobil 2024 ini terbilang anjlok karena turun jauh dari tingkat penjualan pada tahun sebelumnya. 

Bahkan tingkat penjualan mobil baru pada tahun lalu, hampir menyentuh target tahunan yang ditetapkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). 

Adapun nilai penjualannya terbagi ke dalam dua kategori utama: wholesale dan retail sales. Masing-masing menunjukkan angka yang juga berbeda. 

Angka Penjualan Wholesales

Bagi yang telah lama di dunia otomotif dan mengikuti berita, sudah tentu paham dengan wholesales.

Jadi, wholesales merupakan data penjualan mobil yang ada di Indonesia pada laporan yang dibuat GAIKINDO. Bahkan setiap bulan. 

Maka, setiap pecinta berita otomotif dapat melakukan tracking mengenai tingkat penjualan hingga memahami mobil pabrikan mana saja yang paling laris. 

Penjualan wholesale ini, artinya merupakan angka terjualnya mobil dari produsen langsung pada dealer resmi atau distributor resmi. 

Proses penjualannya biasanya punya sebutan lain yakni bulk buying atau penjualan dalam jumlah besar. 

Pasalnya, perusahaan atau produsen mobil tidak akan kena pajak penjualan karena memberikannya pada dealer resmi sendiri. 

Soal angka penjualan mobil semester 1 2024 whole sales, yakni mencapai 408.012 unit mobil. 

Angka ini hanya pada semester pertama atau bulan Januari – Juni 2024. Dari angka tersebut, ada kesimpulan bahwa capaiannya turun sebanyak 19,4% daripada periode yang sama tahun 2023 lalu. 

Padahal, penjualan mobil 2023 kategori whole sales mencapai 506.427 unit. Jadi, selisih unit terjualnya adalah sekitar 98.415 mobil. 

Baca Juga: Daftar Harga Mobil BYD di Indonesia, Termurah Rp400 Jutaan!

Angka Penjualan Mobil Retail Sales 2024

Sedangkan untuk retail sales, juga mengalami hal serupa yakni mengalami penurunan cukup signifikan. Maka, tak heran banyak pengamat otomotif yang berkata jika penjualan mobil di tahun ini memang sedang lesu karena banyak penurunan. 

Sekadar informasi, retail sales berbeda dengan wholesale. Retail sales merupakan penjualan dari pihak dealer ke end-user atau pengguna akhir/konsumen. 

Beda dengan wholesale, tingkat penjualannya bergantung atas seberapa besar permintaan dari konsumen. 

Semakin tinggi minat konsumen, maka semakin tinggi juga hasil penjualannya. Selain itu, perbedaan mendasar lain adalah dari segi penetapan harga. 

Biasanya penjual retail atau dealer, menentukan harga lebih tinggi daripada langsung dari produsen mobil. Tentu tujuannya demi memperoleh laba. 

Selain laba, alasan penetapan harga lebih tinggi lainnya adalah karena penjualan retail memang kena pajak penjualan barang. Jadi, masuk akal untuk menentukan harga lebih tinggi daripada langsung membeli dari pabrik. 

Rata-rata Penjualan Bulanan Mobil Tahun 2024

Dari data yang ada, bisa juga mengetahui rata-rata penjualan bulanan. GAIKINDO merilis bahwa rata-rata penjualan bulanannya adalah penjualan yang bisa terbukukan yakni 71.000 unit. 

Guna mencapai target tahunannya yang 1,1 juta unit, memang masih menjadi tantangan tersendiri bagi industri mobil yang ada di Indonesia. 

Begitu menarik jika membandingkannya dengan angka penjualan di tahun 2023. Pada dua semester, totalnya ada 1 juta unit yang terjual.

Jadi, rata-rata unit mobil yang bisa terjual pada tahun lalu sekitar 84.000 unit. Masih selisih 13.000 unit untuk mencapai rata-rata yang sama dengan tahun lalu. 

Apalagi, selisih target dengan total penjualan sebenarnya hanya 100.000 unit mobil dan ini menjadi angka yang cukup tinggi. 

Baca Juga: Masuk ke Indonesia, BYD M6 Buat Persaingan Dagang Otomotif

Gara-gara The Fed? 

Kukuh Kumara dalam wawancaranya, mengatakan jika ada alasan mengapa terjadi perlambatan industri otomotif di Indonesia. 

Menurutnya, ini terjadi dan terasa sejak The Fed, bank sentral Amerika Serikat, menaikkan suku bunga acuannya di kuartal ketiga tahun 2023 yang lalu. 

Sudah pasti, kenaikan suku bunga dari The Fed juga membuat Bank Indonesia (BI) akan melakukan hal yang sama. 

Sejak itu, BI akhirnya pun mengerek tingkat suku bunga acuannya sampai saat ini masih berada di level 6,25%. 

Mengapa Industri Otomotif Terpengaruh? 

Naiknya suku bunga ini juga akhirnya mengerek naik kebijakan berbagai lembaga perbankan dan pembiayaan. 

Mereka menjadi lebih selektif atas pengucuran kredit untuk pembelian kendaraan bermotor. 

Maka, tak heran jika akibatnya akan terasa pada permintaan mobil baru dari end user yang ingin memperoleh mobil dengan skema kredit. 

Apalagi dengan Pemilu 2024, akhirnya angka penjualan mobil semester 1 2024 mengalami penurunan hingga belasan persen. 

Banyak yang Beralih ke Pembelian Mobil Bekas

Turunnya angka permintaan ini mungkin juga karena banyaknya mobil bekas berkualitas yang tersedia di pasaran. Termasuk di CarsGallery.

Besar kemungkinan, masyarakat lebih suka membeli mobil bekas karena harganya yang terjangkau. Apalagi, CarsGallery mampu menawarkan mobil dengan kualitas prima plus garansi di setiap pembeliannya. Berminat? Hubungi kami!

Penyebab dan 8 Cara Menghilangkan Kecoa di Mobil Paling Jitu

Mau membersihkan kecoa yang ada dalam mobil? Sebaiknya, pertimbangkan cara menghilangkan kecoa di mobil paling jitu dari kami. 

Tentu jadi hal menyebalkan saat binatang purba yang telah bermutasi ini masuk ke dalam kabin mobil. 

Tak hanya menjadi indikasi bahwa mobil jorok, tapi kecoa juga bisa membawa serangkaian penyakit yang membahayakan untuk tubuh Anda. 

Jadi, tidak ada poin positif jika kecoa bisa dengan santai berbaring dan berjalan dengan bebas di kabin mobil. Maka dari itu, cara menghilangkan semut dan kecoa di mobil dari kami sangat Anda butuhkan. 

Penyebab Kecoa Masuk ke Kabin Mobil Anda

Sebelum tahu cara menghilangkan kecoa di mobil, sangat penting memahami penyebab atau sesuatu yang memicu kecoa masuk ke dalam mobil Anda. Berikut ini penjelasannya: 

1. Banyak Sisa Makanan

Pertama, sisa makanan. Kecoa pasti tak suka kalau ada dalam kabin yang kadang suhunya panas atau dingin. 

Tapi, karena ada sisa makanan yang jadi sumber energinya, maka kecoa bisa saja masuk dan tidak menghiraukan panas maupun dingin kabin mobil Anda. 

Cobalah lihat apakah ada remahan keripik yang berceceran? Sebilah roti yang tak termakan? Atau sedikit kentang goreng yang Anda makan di dalam mobil? 

Coba juga cek sisa saus, tumpahan dari minuman-minuman yang manis, dan sejenisnya. 

Jika ada, maka benar itu adalah salah satu penyebab kecoa masuk ke dalam kabin mobil Anda. 

2. Sering Menjadikan Kabin Sebagai Tempat Berlindung

Kemudian, kecoa terkadang menjadikan kabin mobil untuk tempat berlindung agar aman dari cuaca buruk di lingkungan. 

Nah, kabin mobil terasa seperti ‘rumah’ yang aman dan mampu melindungi kecoa dari adanya suhu panas yang ekstrim hingga hujan. 

Tubuhnya yang kecil bisa saja menyelinap tanpa Anda tahu. Bisa dari ban mobil, lalu lewat bagian mesin, dan terkadang masuk langsung ke bagian kabin. 

Cara Menghilangkan Kecoa di Mobil 

Memang, dari beberapa sumber ada sejumlah cara efektif yang mampu membasmi kecoa dari dalam kabin mobil. Namun, tak semuanya efektif. Maka dari itu, pertimbangkan saja metode dari kami ini: 

1. Ketahui Sumbernya

Banyak yang melupakan hal penting ini. Padahal, untuk mengatasi kecoa itu harus tahu dulu sumber datangnya kecoa dari mana. 

Percuma jika rutin membersihkannya, tapi kebiasaan-kebiasaan Anda saat berada dalam kabin mobil masihlah mengundang kecoa datang. 

Sumber utamanya biasanya karena Anda sering menyimpan makanan atau minuman dalam kabin mobil. 

Jika ada makanan hingga minuman, maka bau dari sisa makanan itu menempel cukup lama meskipun makanannya sudah Anda buang atau pindahkan. 

Maka dari itu, cara pertama adalah mengetahui sumbernya dan jangan terlalu sering melakukannya dalam kabin mobil. 

2. Pakai Bahan Kimia

Cara menghilangkan semut dan kecoa di mobil yang paling gampang itu bisa dengan pakai sejumlah bahan kimia. Contohnya memakai insektisida. 

Benar, itu adalah bahan kimia yang efektif dalam mengatasi serangga termasuk semut dan kecoa. 

Istilah pembersihan semacam ini dikenal dengan fumigasi atau mini fogging. Jika ingin melakukannya, sebaiknya hati-hati karena Anda pakai bahan kimia untuk kabin mobil. 

Anak-anak harus jauh dan jangan sampai dekat dengan jangkauan. Soal langkah-langkahnya memang mudah yakni: 

  • Beli insektisida. 
  • Kemudian, tutup semua lubang pada mobil termasuk jendela dan pintu. 
  • Semprotkan insektisida sebanyak mungkin ke hampir seluruh bagian kabin. 
  • Tutup jendela dan pintunya secara rapat. 
  • Paling tidak tunggu 12 jam. 
  • Jika ada kecoa yang terperangkap, maka mereka akan mati setelah dapat semprotan insektisida. 
  • Lalu, bersihkan kabin dari semua bangkai kecoa dan serangga yang bersarang. 
  • Cobalah datang ke jasa pembasmi kecoa di mobil jika tidak ingin repot melakukannya sendiri dan mobil bisa langsung wangi. 

3. Pakai Kapur Barus

Ini adalah cara lama, tapi memang efektif untuk hampir semua tempat termasuk di kabin mobil. Kapur barus, memang masih menjadi alat yang terbilang efektif untuk mengusir dan membasmi kecoa. 

Formulasi khususnya bisa Anda pakai sekaligus dengan menggunakan insektisida. Tujuannya agar keduanya bisa memberi hasil yang lebih optimal. 

Jika kecoa telah menghirup kapur barusnya, maka biasanya ia akan terbirit-birit ke luar mobil. Tapi, jika tak ada celah agar keluar, maka udara beracun insektisida akan mereka hirup. Benar, mereka akan mati tak lama lagi. 

4. Pakai Parfum

Jangan salah, ada loh cara mengusir kecoa dengan parfum. Tapi, aroma parfum yang harus Anda pilih adalah yang tak disukai oleh kecoa. 

Intinya adalah menggunakan wewangian yang memang kecoa tak suka. Misalnya, dari bawang putih, citrus, pinus, oregano, mint, lavender, minyak serai, dan sejenisnya. 

Kalau mau pakai parfum biasa, sebenarnya juga tak masalah karena kecoa juga tidak suka dengan wewangian. 

Yup, kabin mobil yang wangi umumnya jarang jadi tempat bersarangnya kecoa. Maka, jika ada kecoa artinya kabin Anda memang bau dan jorok. 

Buat mengusirnya dengan parfum, semprotkan pada area yang paling sering jadi tempat kecoa lewat. Jika menciumnya, biasanya mereka akan cenderung menjauh. 

5. Buang Sampah Rutin Setelah Turun dari Mobil

Kemudian, cara menghilangkan kecoa di mobil tentu saja dengan membuang sampah-sampah pada mobil secara rutin. 

Jangan tunggu menumpuk, tapi sebaiknya buanglah sampah setiap Anda turun dari mobil dan selesai berkendara. 

Membuang sampah seperti wadah sisa makan atau bungkus makanan akan efektif sebagai langkah pencegahan. 

Biasakanlah hal ini sekaligus coba pakai vacuum cleaner jika ingin membersihkan celah-celah kecil pada bagian kabin mobil. 

6. Pakai Bubuk Kopi

Benar, bubuk kopi juga efektif menghilangkan dan mengusir kecoa kecil di mobil. Alasannya karena kopi punya aroma asam dan tak disukai oleh kecoa. 

Maka, Anda bisa membasmi kecoa pada kabin hanya dengan menaburkan bubuk kopi saja pada beberapa sudut kabin. 

Cobalah taburkan secara rutin paling tidak sebulan sekali. Ini tujuannya agar kecoa tercegah ketika akan masuk ke mobil. 

Mau lebih ekstrim? Pakai bubuk kopi sebagai gantungan di mobil atau wewangian untuk kabin. 

7. Pakai Lem Kecoa

Nah, kalau ini sebenarnya metode untuk menjebak si kecoa yang suka berleha-leha dan tinggal dalam mobil. 

Cara menjebak kecoa dalam mobil adalah dengan memakai lem kecoa. Sudah banyak, kok, toko yang menyediakan perangkap kecoa. 

Anda bisa membelinya secara online atau mengunjungi toko terdekat yang menjual lem kecoa ini. 

Cara satu ini praktis dan juga tidak menghasilkan bau dalam kabin seperti ketika menggunakan insektisida, bahan kimia lain, atau parfum dan bahan alami tertentu. 

Kemudian, cara pemakaiannya juga relatif mudah karena Anda hanya perlu meletakkan lem kecoa pada bagian karpet mobil. Saat lewat, kecoa yang ada akan terjebak dan tinggal menunggu waktunya saja ia mati. 

8. Bahan-bahan Alami yang Bisa Jadi Pertimbangan

Selain memakai kopi, Anda juga bisa mempertimbangkan pemakaian bahan alami lain yang terbilang jitu mengusir dan melibas semua kecoa dalam kabin. Misalnya, pakai baking soda.

Caranya juga gampang karena Anda hanya perlu menaburkan baking soda ke karpet. Selain itu, daun salam, daun pandan, daun serai, hingga bunga melati juga dapat Anda manfaatkan guna mengusir kecoa. 

Itulah beberapa cara menghilangkan kecoa di mobil yang sering mengganggu kenyamanan berkendara Anda. Pilih salah satunya dan jangan lupa cegah penyebabnya. 

Butuh Layanan Bengkel Terbaik? Cek Sini!

Selain merawat bagian dalam mobil agar kecoa tak mudah masuk dan bisa teratasi, Anda juga penting merawat bagian lain pada mobil agar performanya terjaga. 

Demi memenuhinya, pertimbangkan layanan dari HaloBengkel untuk yang terbaik. Anda bisa mengandalkan kami untuk kebutuhan darurat bahkan untuk pengecekan mobil bekas yang Anda inginkan. 

Melalui kami, ada tiga layanan utama yakni HaloBengkel Inspection untuk jasa inspeksi mobil bekas, HaloBengkel Warranty untuk garansi mobil bekas, dan HaloBengkel Era untuk kebutuhan darurat mobil Anda. 

FAQ

Kenapa banyak kecoa kecil di mobil?

Faktor utamanya adalah sisa sampah makanan dan minuman dalam kabin mobil. 

Kecoa takut dengan aroma apa?

Paling bagus pakai kapur barus dan bawang putih. 

Apakah kecoa takut dengan kapur barus? 

Benar, karena kapur barus efektif jika ingin memerangi kecoa. 



Exit mobile version