4 Perbedaan Kijang LGX dan LSX, Cek Sebelum Membeli

Tahukah Anda apa yang menjadi perbedaan Kijang LGX dan LSX? Sebagaimana yang kita ketahui, Kijang adalah merek mobil yang cukup klasik di Indonesia.

Kijang sendiri merupakan salah satu merek mobil dari perusahaan Toyota yang sangat ikonik. Dari segi tampilan mungkin biasa saja, tetapi soal daya tahan boleh diandalkan.

Ada dua varian Toyota Kijang yang cukup populer yaitu Kijang LGX dan Kijang LSX. Apa perbedaan diantara kedua mobil ini?

Baca juga: Perbedaan Toyota Rush dan Daihatsu Terios, Bagus Mana?

Perbedaan Kijang LGX dan LSX

Kedua mobil Toyota Kijang ini sama bagusnya, hanya saja memang ada beberapa perbedaan. Mana yang lebih cocok untuk Anda, tentu saja Anda harus mengetahui perbedaannya terlebih dahulu yaitu.

1. Desain Eksterior

Salah satu perbedaan mencolok mobil Kijang LGX dan LSX adalah bagian desain luarnya. Terlihat jelas dari luar beda desain antara Kijang LGX dan Kijang LSX,

Kijang LGX memiliki grill depan yang lebih besar dan stylish daripada Kijang LSX. Selain itu, lampu depan milik Kijang LGX jauh lebih canggih sehingga terlihat lebih terang yang membuat pengendara tidak sulit berkendara saat malam.

Tidak hanya itu saja, velg Kijang LGX juga lebih modern sehingga terkesan jauh lebih mewah. Meski begitu, bukan berarti tidak ada keunggulan sama sekali pada Kijang LSX dari segi desain.

King LSX memiliki velg berupa velg baja dengan penutup velg plastik. Hal ini membuat lebih mudah merawatnya walaupun secara tampilan biasa saja.

2. Desain Interior

Perbedaan Kijang LGX dan LSX selanjutnya juga bisa Anda ketahui dari desain bagian dalamnya. Untuk bagian jok, Kijang LGX menggunakan bahan kulit sintetis sehingga dapat memberikan kenyamanan.

Sementara itu, untuk Kijang LSX berbahan kain. Meski secara tampilan biasa saja, tetapi bahannya membuat kursi Kijang LSX lebih mudah untuk Anda bersihkan.

Kijang LGX memiliki fitur hiburan yang cukup lengkap. Ada head unit dengan fitur modern seperti USB port dan bluetooth. Selain itu, mobil ini memiliki sistem audio yang lebih canggih.

Berbeda halnya dengan Kijang LSX yang mempunyai fitur hiburan yang tidak terlalu banyak. Hanya ada radio dan pemutar CD saja.

Keunggulan lainnya dari desain interior Kijang LGX daripada Kijang LSX adalah adanya fitur-fitur tambahan penunjang kenyamanan seperti AC double blower, power window, dan central lock.

3. Mesin dan Performa

Anda juga dapat merasakan perbedaan antara Kijang LGX dan LSX dan mesin dan performanya. Hal yang paling terlihat perbedaan dari keduanya adalah transmisi dan suspensi.

Untuk Kijang LGX, ada yang menggunakan transmisi manual dan ada yang menggunakan transmisi otomatis. Sedangkan untuk Kijang LSX lebih banyak yang menggunakan transmisi manual.

Sementara itu, untuk suspensinya Kijang LGX yang membuat pengendara merasa nyaman. Berbeda dengan suspensi Kijang LSX yang mengutamakan fungsionalitas dan ketahanan.

Khusus untuk mesin, sebenarnya Kijang LGX dan Kijang LSX memiliki mesin yang tidak jauh berbeda. Hanya saja khusus untuk Toyota Kijang LGX terdapat fitur tambahan yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performanya.

Mobil Toyota Kijang LGX maupun LSX dibekali dengan mesin bensin 1.8 7K-E-4 silinder segaris OHV EFI 1.800 cc. Selain itu, terdapat juga versi mesin diesel 2.4 2L-4 silinder segaris 2400 cc indirect injection.

4. Nilai Jual

Dari segi harga, Toyota Kijang LGX lebih tinggi dari Toyota Kijang LSX. Kijang LGX bekas biasanya dijual seharga Rp100.000.000 dan LSX dibanderol seharga Rp50.000.000

Sama halnya juga untuk mobil baru. Harganya jauh lebih tinggi mobil Kijang LGX daripada Kijang LSX. Perbedaan harga dari kedua mobil ini tentu saja bukan tanpa alasan.

Kijang LGX memiliki tambahan fitur-fitur dan material yang lebih premium. Jadi, wajar saja apabila nilai jualnya jauh lebih mahal.

Apabila Anda tidak terlalu membutuhkan fitur-fitur mewah, maka Kijang LSX bisa Anda pertimbangkan untuk dibeli.

Baca juga: 7 Kelebihan dan Kekurangan Toyota Avanza, Lengkap!

Kelebihan dan Kekurangan Kijang LGX

Khusus untuk mobil Kijang Toyota LGX, mobil ini tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu.

1. Kelebihan Toyota LGX

  • Memiliki suspensi yang empuk sehingga dapat memberikan kenyamanan saat berkendara di jalan raya.
  • Memiliki ground clearance yang cukup tinggi sehingga memudahkan Anda dalam menghadapi berbagai medan jalan.
  • Mempunyai kabin yang cukup luas sehingga dapat menampung lebih dari 7 orang.
  • Perawatannya tergolong cukup mudah karena sparepartnya mudah untuk Anda dapatkan.

2. Kekurangan Toyota LGX

  • Cukup boros bahan bakar, salah satunya karena adanya AC blower pada mobil tersebut.
  • Suara mesin yang cukup keras. Sebagian orang mungkin akan terganggu dengan hal ini.

Baca juga: 6 Kelemahan Toyota Rush yang Sering Dikeluhkan

Kelebihan dan Kekurangan Kijang LSX

Sedangkan untuk mobil Kijang LSX, berikut ini kelebihan dan kekurangannya yang harus Anda ketahui.

1. Kelebihan Kijang LSX

  • Interiornya terutama pada bagian kursi mudah Anda bersihkan karena bahannya terbuat dari kain.
  • Harganya tidak terlalu mahal dengan kualitas yang sebenarnya tidak buruk sekali walaupun berapa sisi kalah unggul dengan Kijang LGX.
  • Perawatannya mudah karena sparepartnya tidak sulit untuk Anda temukan.

2. Kekurangan Kijang LSX

  • Kurangnya fitur hiburan sehingga sebagian orang kurang menyukainya.
  • Secara tampilan memang terlihat biasa dan tidak memberikan kesan premium.

Itulah di perbedaan Kijang LGX dan LSX yang bisa Anda pertimbangkan sebelum membelinya. Pada dasarnya, keduanya sama-sama bagus dan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Anda tidak pilih sesuai dengan kebutuhan. Anda bisa membeli mobil tersebut di platform jual beli mobil bekas CarsGallery. Marketplace yang menyediakan berbagai pilihan mobil dengan harga terjangkau.

Tidak hanya itu saja, mobil-mobilnya juga bergaransi dan memiliki sertifikasi resmi. Langsung saja kunjungi website CarsGallery untuk mengetahui informasi selengkapnya.

7 Jenis Baterai Mobil Listrik yang Ada di Pasaran, Apa Saja? 

Bagi sebuah mobil listrik, baterai merupakan salah satu komponen yang sangat penting. Jenis baterai mobil listrik pun tidak hanya terdiri dari satu jenis saja dengan karakteristik yang berbeda-beda. 

Baterai mobil listrik memiliki cara kerja dengan mengubah energi kimia yang tersimpan untuk kemudian menjadi energi listrik. Dalam satu sel baterai, umumnya akan tersimpan elektroda positif dan negatif yang dihubungkan dengan elektrolit.

Lantas, apa saja jenis baterai mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) itu? 

7 Jenis Baterai Mobil Listrik yang Ada di Pasaran

Sebagai referensi, berikut adalah beberapa jenis baterai mobil listrik yang penting Anda ketahui:

1. Li-ion (Lithium-ion) 

Pertama, ada baterai Lithium-ion. Ini merupakan salah satu jenis baterai yang pasti sangat familiar bagi mobil listrik. Jenis baterai ini juga banyak sekali penggunaannya di berbagai jenis perangkat elektronik, khususnya yang portabel. 

Bagi mobil listrik, jenis baterai ini akan memiliki kapasitas yang lebih besar dan memiliki efisiensi yang sangat tinggi. Artinya, rasio berat baterai dengan dayanya terbilang jauh dibandingkan dengan jenis baterai mobil listrik lainnya. 

Beberapa keunggulan jenis baterai li-ion yang pertama adalah bisa bertahan lebih lama, memiliki kepadatan daya yang lebih tinggi, dan mampu mengisi daya baterai dengan lebih cepat. 

Setiap baterai li-ion memiliki komponen yang nantinya akan membentuk karakteristik unik baterai tersebut. Beberapa komponen tersebut adalah Anoda, Elektrolit, Katoda, dan juga Pembatas. 

Ada beberapa jenis baterai li-ion yang umum ada di mobil listrik, seperti:

  • Lithium Cobalt Oxide (LCO0
  • Lithium Manganese Oxide (LMO) 
  • Lithium Titanate (LTO) 
  • Lithium Nickel Cobalt Aluminium Oxide (NCA) 
  • dan Lithium Iron Phosphate (LFP). 

Baca Juga: Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

2. Ni-Cd (Nickel Cadmium) 

Selanjutnya, ada baterai Ni-Cd atau Nickel Cadmium. Cara kerja baterai mobil listrik ini adalah dengan menggunakan Kadmium sebagai elektroda negatif, kemudian Nikel Oksida Hidroksida sebagai elektroda positif. 

Kelebihan dari jenis baterai ini adalah umur pakainya yang panjang sampai 500-1.000 kali pengisian daya. Selain itu, kapasitas baterai mobil listrik ini juga terbilang besar. 

Sayangnya, bobot dari baterai ini terbilang berat dan terbilang cepat mengalami penurunan performa terutama ketika sudah melewati beberapa putaran pengosongan baterai. 

Meski banyak digunakan untuk kendaraan listrik di tahun 90-an, kini pemakaian Ni-Cd sudah sangat berkurang karena bahan Kadmium yang bisa beracun. 

3. Solid State 

Jenis baterai mobil listrik selanjutnya adalah Solid-state. Ini merupakan baterai yang tidak memiliki elektrolit cair seperti yang ada di baterai Lithium-ion. Baterai ini akan menggunakan elektrolit padat untuk menyimpan energi, seperti keramik. 

Meski tidak memiliki elektrolit cair, tapi fungsi dan kemampuan baterai Solid-state sebenarnya hampir mirip dengan Lithium-ion. Hanya saja, kemampuan pengisian energinya lebih baik sampai 10 kali lipat. 

Dalam industri mobil listrik, penggunaan baterai jenis Solid-state masih tergolong baru. Jenis baterai ini jauh lebih familiar dan lebih dulu untuk penggunaan perangkat seperti alat pacu jantung. 

4. Lead-acid 

Selanjutnya ada Lea-acid yang merupakan jenis baterai mobil listrik tertua untuk kendaraan listrik. Kelemahan baterai ini adalah bobotnya yang lebih berat dan kapasitasnya yang tidak terlalu besar. 

Akan tetapi, dari segi harga memang baterai ini terbilang lebih murah dan juga aman. Inilah yang kemudian membuat Lea-acid hanya digunakan pada kendaraan untuk sistem penyimpanan sekunder. 

Baca Juga: 9 Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Membanggakan

5. NiMH (Nickel-metal Hydride) 

Kemudian ada jenis baterai NiMH yang menggunakan hidrogen sebagai media untuk menyimpan energi. Baterai ini juga akan mudah Anda temukan pada peralatan medis dan komputer karena menawarkan kapasitas energi yang cukup baik. 

Di dalam baterai ini umumnya juga terdapat tambahan zat logam lain dan nikel yang tujuannya untuk mengontrol aliran hidrogen. Banyak kendaraan listrik hybrid atau HEV yang menggunakan jenis baterai ini. 

Keunggulan baterai NiMH adalah siklus hidupnya yang jauh lebih panjang daripada jenis baterai lain. Untuk komponen yang ada di dalam baterai ini pun terbilang aman dan mudah dalam daur ulang karena sedikit kandungan bahan beracun. 

Sayangnya, baterai ini memiliki biaya pembuatan yang tinggi dan tingkat kendurnya pun tergolong tinggi. Baterai ini juga cenderung bisa menghasilkan panas tinggi. Inilah yang membuatnya jadi kurang efektif sebagai baterai mobil listrik. 

6. Ultracapacitor 

Kemudian, ada jenis baterai mobil listrik yaitu Ultracapacitor. Ini merupakan baterai yang berbeda dengan baterai lainnya karena penyimpanan cairan terpolarisasi antara elektrolit dan elektroda. 

Baterai ini sangat cocok untuk penyimpanan sekunder di kendaraan listrik karena cara kerjanya bisa membantu baterai berjenis elektrokimia dalam meningkatkan tingkat beban. 

7. NMC (Ternary Lithium-ion) 

Terakhir, ada NMC yang merupakan salah satu jenis baterai yang terpopuler. Tegangan baterai mobil listrik ini yang tinggi menjadi salah satu keunggulannya. Selain itu, juga memiliki kapasitas dan stabilitas termal yang baik. 

Daripada jenis baterai Li-ion lainnya, NMC pun merupakan salah satu jenis baterai yang terbilang murah. 

Baca Juga: Rincian Biaya Service Mobil Berkala dan Sesuai Jenisnya

Harga Baterai Mobil Listrik 

Bagi pemilik mobil listrik, penting untuk selalu menjaga kesehatan baterai karena harga komponen yang satu ini tidaklah murah. Umumnya, harga baterai mobil listrik bisa mencapai 40%-60% dari harga mobil itu sendiri. 

Melansir dari berbagai sumber, harga baterai yang umumnya ada di pasaran saat ini adalah berkisar dari 190 juta sampai 800 juta rupiah tergantung dari ukuran, brand, dan juga kapasitas. 

Itulah beberapa jenis baterai mobil listrik yang bisa Anda simak. Bagi pemilik mobil memang penting untuk memahami dan mengecek berbagai komponen yang krusial pada mobil. Tidak hanya baru, tapi juga mobil bekas. 

Jika Anda mencari tempat jual beli mobil bekas yang terpercaya, CarsGallery adalah jawabannya. Disini tersedia banyak sekali pilihan mobil bekas dengan kualitas terbaik yang bisa menjadi pilihan. 

Tidak hanya memiliki harga terjangkau, tapi juga memiliki sertifikat yang resmi sekaligus garansi. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera kunjungi CarsGallery dan dapatkan mobil impian Anda!

6 Kelebihan Mobil Listrik, Lebih Ramah Lingkungan!

Kendaraan listrik atau electric vehicle merupakan kendaraan yang memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energi. Kelebihan mobil listrik adalah Anda tidak perlu membeli BBM alias bensin, melainkan hanya perlu mengisi penuh daya baterai. 

Saat ini, sudah banyak pengguna kendaraan yang beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik. Apalagi, dari sisi pemerintah juga sangat mendukung peralihan penggunaan electric vehicle berdasarkan kebijakan Perpres Nomor 55 Tahun 2019.

Dampak positif mobil listrik ketimbang mobil konvensional adalah ramah lingkungan. Maka dari itu, pemerintah mendorong penggunaan electric vehicle dalam rangka mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060. 

Baca juga: Kekurangan dari Mobil Listrik

6 Kelebihan Mobil Listrik

Beberapa merk mobil listrik yang beredar adalah Wuling Air EV, Hyundai, Toyota Bz4x, dan lain-lain. 

Meski mobil ini dibanderol dengan harga yang relatif mahal di pasaran, orang-orang masih mau membelinya karena keuntungan yang didapatkan berikut. 

1. Ramah Lingkungan

Mobil konvensional akan menghasilkan emisi gas berupa karbon dioksida yang merupakan salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Gas ini tidak hanya berdampak negatif pada lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan. 

Nah, di sinilah letak kelebihan mobil listrik ketimbang mobil biasa karena tidak menghasilkan emisi gas yang berbahaya. Pasalnya, mobil listrik tidak mengeluarkan sisa pembakaran bahan bakar minyak seperti halnya mobil biasa.

Dengan demikian, mobil listrik dapat mengurangi polusi udara yang mengganggu. Apalagi, saat ini jumlah pengguna kendaraan terus meningkat sehingga perlu upaya untuk meminimalisir pencemaran udara.  

2. Hemat BBM

Mobil konvensional baru bisa bergerak atau beroperasi ketika tangki bensinnya terisi. Itu artinya, pemilik mobil biasa harus membeli bensin secara rutin di SPBU atau pom terdekat lainnya. 

Namun, jika Anda memakai mobil listrik, Anda tidak perlu khawatir mengeluarkan uang untuk membeli BBM. 

Sebab, Anda menggunakan sumber energi listrik dari baterai agar mobil bisa berjalan. Inilah kelebihan mobil listrik dibanding mobil konvensional.

Jadi, Anda bisa menghemat biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk membeli bensin. Apalagi, tidak menutup kemungkinan dalam sebulan bisa habis membeli bensin ratusan ribu untuk menempuh jarak jauh. 

Baca juga: Subsidi Mobil Listrik: Aturan, Syarat, dan Daftar Mobilnya

3. Tidak Banyak Perawatan

Ketika Anda memiliki mobil biasa, Anda harus rutin merawat oli, busi, radiator, dan bagian mobil lainnya. Namun, dengan mobil listrik Anda tidak perlu melakukan perawatan yang terlalu rumit sebab komponen bergerak mobil ini lebih sedikit. 

Bisa dibilang mobil listrik lebih minim perawatan daripada mobil konvensional. Anda tidak perlu pusing harus ganti oli secara rutin atau pergi ke SPBU untuk mengisi bensin. Mobil listrik tidak butuh oli dan bensin sehingga menghemat pengeluaran. 

Namun, itu tidak berarti perawatan mobil listrik bisa Anda abaikan. Anda masih tetap harus memperbaiki atau mengganti komponen-komponen yang sudah tidak memadai. Selain itu, Anda juga harus rajin mengisi ulang baterai mobil listrik. 

4. Kabin Senyap

Kelebihan mobil listrik yang berikutnya adalah tidak mengeluarkan suara bising. Hal ini sangat cocok bagi Anda yang ingin berkendara dengan damai tanpa terganggu suara mesin yang berisik. 

Mobil listrik hampir tidak mengeluarkan suara mesin sama sekali ketika melaju di jalanan. Bahkan, Anda mungkin hanya akan mendengar suara ban mobil bersentuhan dengan aspal saking senyapnya. 

Hal ini akan meningkatkan kenyamanan selama berkendara baik untuk pengemudi maupun penumpang. Sebab, mereka akan menikmati pengalaman perjalanan yang mulus tanpa terganggu suara mesin. 

5. Bebas Aturan Ganjil Genap

Keuntungan dan kekurangan mobil listrik memang patut Anda pertimbangkan baik-baik. Salah satu keuntungan yang akan Anda peroleh jika mengendarai mobil listrik adalah terbebas dari aturan ganjil genap. 

Ganjil genap adalah aturan yang tertuang dalam PERGUB (Peraturan Gubernur) DKI Jakarta Nomor 76 Tahun 2020. Peraturan ini melarang mobil dengan nomor kendaraan ganjil atau genap untuk melintasi jalan tertentu pada tanggal tertentu. 

Misalnya, Anda mempunyai mobil dengan nomor pelat ganjil dan ingin melintas di jalan tertentu pada tanggal ganjil maka diperbolehkan. Sementara itu, mobil dengan plat genap dilarang melintas pada tanggal ganjil. Hal ini saling berlaku kebalikannya. 

Tujuan dari aturan ganjil genap adalah untuk mengurangi kemacetan. Anda harus mencermati jalan-jalan tertentu yang menerapkan aturan ini. Sebab, jika ketahuan melanggarkan akan terkena sanksi. 

Nah, untungnya mobil listrik tidak perlu mematuhi aturan ganjil genap ini. Jadi, pengemudi bisa melaju kapan saja dengan tenang tanpa harus memperhatikan hari ini tanggal genap atau ganjil untuk tahu boleh melintas atau tidak. 

Baca juga: 9 Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Membanggakan 

6. Bisa Isi Baterai di Rumah

Salah satu kelebihan menggunakan mobil listrik selanjutnya adalah Anda bisa mengisi baterai mobil di rumah. Selama ini, mobil konvensional harus pergi ke SPBU terdekat untuk mengisi BBM. 

Namun, mobil listrik sedikit beda karena Anda bisa mengisinya ke SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau diisi ulang di rumah sendiri. Inilah yang menjadi keunggulan mobil listrik karena Anda tidak perlu repot-repot mengantre. 

Apalagi, antrean bensin biasanya sangat panjang dan memakan waktu yang lama. Nah, sekarang Anda bisa santai karena isi ulang daya mobil listrik bisa dilakukan dari rumah. 

Demikian pembahasan mengenai kelebihan mobil listrik yang bisa jadi alasan untuk membelinya. Namun, Anda juga harus mempertimbangkan dari sisi kekurangannya untuk membuat keputusan yang matang. 

Bagi Anda yang tertarik menjual mobil bekas sebagai tambah budget untuk membeli mobil listrik, bisa menjualnya ke CarsGallery. CarsGallery menerima pembelian dan penjualan mobil bekas yang bergaransi dan bersertifikat resmi. Yuk, hubungi kami!

6 Kekurangan Mobil Listrik yang Perlu Dipertimbangkan!

Seiring kemajuan teknologi yang makin pesat, industri otomotif di dunia mulai beralih dari kendaraan bahan bakar konvensional ke kendaraan listrik. Termasuk Indonesia yang mulai berpindah ke mobil listrik. Tapi, tahukah Anda kekurangan mobil listrik?

Seperti namanya, mobil listrik adalah kendaraan yang menggunakan listrik sebagai sumber energinya. Jika mobil konvensional memakai bensin sebagai bahan bakar, mobil listrik memanfaatkan baterai yang dapat diisi ulang sebagai bahan bakarnya. 

Penggunaan mobil listrik ini bertujuan untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Apalagi, kendaraan listrik dapat mengurangi emisi yang berdampak buruk terhadap lingkungan. 

Baca juga: Penjualan Mobil Listrik di Eropa Turun, Apa Alasannya?

Kekurangan Mobil Listrik

Sejak terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, kini sudah banyak mobil atau motor listrik yang beredar di pasaran. 

Kelebihan mobil listrik memang ramah lingkungan dan minim perawatan, namun Anda juga harus tetap mempertimbangkan dari sisi kekurangannya. Berikut adalah kekurangan kendaraan mobil listrik. 

1. Harga Mobil Listrik Terbilang Mahal

Bagi sebagian orang, mobil listrik terbilang relatif mahal daripada mobil konvensional. Harga yang paling murah mulai dari dua ratus jutaan. Misalnya seperti mobil Wuling Air EV dengan harga sekitar Rp206 – Rp299,5 juta. 

Akibat harganya yang mahal inilah orang-orang masih ragu untuk beralih ke mobil listrik. Apalagi jika Anda hendak mengincar mobil dengan spesifikasi lebih tinggi seperti Hyundai Ioniq 5 harganya sudah menyentuh Rp759 – Rp870 juta. 

Tentu dengan range harga yang sedemikian tingginya, beberapa orang lebih memilih membeli mobil biasa dengan budget terbatas. Namun, jika memiliki budget yang sesuai, tidak ada salahnya untuk membeli mobil listrik. 

2. Isi Daya Baterai Cukup Lama

Cara kerja mobil listrik adalah dengan memanfaatkan baterai yang telah diisi ulang agar bisa beroperasi. Maka dari itu, sebagai pengguna kendaraan listrik Anda perlu rajin mengisi daya baterai. 

Masalahnya, mengecas baterai mobil listrik bisa memakan waktu cukup lama, yakni berjam-jam. Bahkan jika Anda mengisinya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tetap butuh 1 sampai 2 jam supaya baterai penuh. 

Jika membandingkannya dengan mengisi ulang bensin di SPBU yang tidak sampai setengah jam ketika tidak macet, tentu pengisian daya baterai mobil listrik ini cukup lama. Jadi, Anda harus banyak bersabar dan telaten ketika mengecas baterai. 

3. Jarak Tempuh Terbatas

Kekurangan mobil listrik yang mesti Anda pertimbangkan lagi adalah dari sisi jangkauan tempuhnya. Jika Anda terbiasa mengemudi untuk keperluan jarak jauh, mungkin akan sedikit kesulitan memakai mobil listrik. 

Berbeda dari mobil biasa yang dapat menempuh rata-rata 480 ribuan kilometer saat tangki bensin penuh, mobil listrik hanya bisa menempuh jarak 96 – 193 ribuan kilometer per pengisian daya. 

Jadi, Anda harus mengisi ulang daya selama beberapa jam hingga penuh untuk melanjutkan perjalanan. Dilihat dari efisiensi waktu, mobil listrik akan memakan waktu lebih lama untuk sampai di tempat tujuan di luar rata-rata jarak tempuhnya. 

Baca juga: Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

4. Tempat Pengisian Daya Sedikit

Hal yang penting dari mobil listrik adalah baterainya. Anda harus memastikan bahwa daya baterai cukup untuk digunakan selama berkendara. Namun, sayangnya kekurangan mobil listrik adalah tempat pengisian dayanya yang masih sedikit. 

Dilansir dari situs PLN, hingga akhir tahun 2023 SPKLU yang beroperasi sudah ada sebanyak 1.081 unit baik dari milik PLN sendiri, mitra, dan swasta. 

Padahal jumlah kendaraan listrik atau electric vehicle yang beroperasi di Indonesia lebih dari 60 ribu unit. Angka tersebut tentu berbanding jauh dengan jumlah stasiun pengisi daya yang tersebar. 

Maka dari itu, cara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatasi kekurangan mobil listrik ini adalah dengan terus mengupayakan pertambahan unit SPKLU di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik.

5. Harga Baterai Mahal

Baterai merupakan komponen yang paling vital dalam mobil listrik. Sebab tanpa adanya baterai yang terisi, mobil tidak bisa beroperasi. 

Nah, yang menjadi minus mobil listrik adalah harga baterainya yang mahal sehingga harga mobil listriknya juga tinggi.

Rata-rata harga baterai mobil listrik dibanderol mulai dari ratusan juta hingga miliaran. 

Angka tersebut tentu terbilang tinggi dan hanya bisa kalangan tertentu jangkau. Apalagi, baterai cenderung lebih mahal harganya jika kapasitasnya semakin besar.

Sebagai contoh baterai Toyota bZ4X harga baterainya mencapai Rp540 juta. Kapasitas baterai tersebut yakni 71,4 kWh dan bisa menempuh hingga 500 km. 

Contoh lainnya adalah baterai Wuling Air EV varian Long Range yang harganya mendekati Rp 100 juta. Jika dibandingkan dengan Toyota bZ4X, kapasitas baterai Wuling Air EV Long Range hanya 26,7 kWH sehingga harganya lebih murah. 

Baca juga: BYD Sea Lion 07, SUV Listrik Mewah Hanya Rp400 Jutaan

6. Limbah Baterai

Kekurangan mobil listrik bagi lingkungan adalah dapat menyebabkan limbah. Electric vehicle memang tidak menghasilkan emisi, tapi kendaraan listrik ini tetap menimbulkan limbah baterai. 

Sebab, ketika masa baterai sudah berakhir maka baterai perlu diganti. Nah, baterai lama yang tak terpakai akan berpotensi menjadi limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang bisa berakibat mencemari lingkungan. 

Jadi, itulah 6 kekurangan mobil listrik yang perlu Anda pertimbangkan sebelum membeli. Jika budget yang saat ini Anda miliki belum banyak, barangkali Anda tertarik membeli mobil bekas dengan harga terjangkau di CarsGallery. 

CarsGallery adalah jasa yang melayani jual beli mobil bekas beserta sertifikat resmi dan garansi. Cara membeli mobil bekas lewat kami juga sangat mudah Anda tinggal memilih mobil, tes jalan, pembayaran, dan mobil akan dikirim ke rumah.

Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

Apa saja komponen mobil listrik (electronic vehicle/EV)? Sebagai pemilik kendaraan listrik, Anda tentu harus memahami setiap komponen dari EV dan fungsinya masing-masing.

Memahami komponen dari EV dan cara kerjanya memungkinkan Anda memperpanjang umur kendaraan. Selain itu, Anda juga bisa mengoptimalkan kinerja setiap komponen dan memastikan seluruhnya berfungsi dengan baik untuk menjaga performa mobil.

Baca Juga: Subsidi Mobil Listrik: Aturan, Syarat, dan Daftar Mobilnya

Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

Berikut ini sejumlah komponen penting dari EV yang perlu Anda cermati sebagai pemilik kendaraan.

1. Baterai

Komponen paling penting dari EV adalah baterai. Baterai pada mobil listrik adalah komponen terbesar dan termahal. Fungsinya menyimpan energi dan memberi daya pada seluruh mobil termasuk motor listrik yang memungkinkan mobil bergerak.

Komponen inilah yang menentukan berapa banyak daya dan jangkauan yang dimiliki kendaraan. Baterai terdiri dari sejumlah baterai terpisah yang saling terhubung, bisa antara 5 hingga 25 baterai, letaknya di kotak baterai.

Dalam kotak baterai ini terdapat semua komponen elektronik yang mengontrol dan memantau baterai tersebut. Misalnya, sistem pengapian akan membuka dan menutup saklar untuk menyalakan dan mematikan mobil.

Selain itu, di dalam kotak baterai juga terdapat sistem manajemen baterai. Fungsinya untuk memantau tegangan, suhu, dan arus yang mengalir melalui baterai saat pengisian dan pengosongan. 

Sistem ini memastikan bahwa baterai tidak rusak oleh suhu atau tegangan berlebihan.

Kotak baterai memiliki sistem pendingin yang terhubung ke radiator eksternal dan pompa air. Sistem pendingin ini mengalirkan pendingin di dalam setiap baterai untuk memastikan bahwa semua baterai berjalan pada suhu yang sama.

2. Inventer 

Inverter atau pengontrol daya berfungsi mengubah arus searah dari baterai menjadi arus bolak-balik. Lalu, arus tersebut dikirimkan ke motor listrik. Tanpanya, motor akan berputar dengan kecepatan penuh sepanjang waktu.

Inventer ini terhubung ke throttle kendaraan serta sistem manajemen baterai. Inverter memiliki banyak arus yang mengalir melaluinya, terutama jika Anda mengemudi dengan cepat.

Komponen mobil listrik ini juga terhubung ke sistem pendingin baterai sehingga memungkinkan pendingin untuk menjaga suhu tetap terkendali.

Inverter kendaraan listrik dapat mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah saat pengereman. Proses ini dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai atau biasa disebut pengereman regeneratif.

3. Motor Listrik

EV menggunakan motor listrik untuk menggerakkan roda. Cara kerjanya yaitu energi listrik ditransfer dari baterai ke motor, lalu diubah menjadi energi mekanik. 

Komponen motor listrik bervariasi, beberapa menggunakan arus searah (DC), beberapa menggunakan arus bolak-balik (AC). Motor yang paling umum untuk konversi kendaraan listrik adalah AC karena lebih efisien. 

Jumlah motor listrik dan penempatannya menentukan apakah EV menggunakan penggerak roda depan, belakang, atau semua roda. Motor listrik jauh lebih sederhana daripada mesin pembakaran internal. Komponen ini juga tidak memerlukan perawatan.

4. Charger

Charger atau pengisi daya adalah perangkat yang mengubah arus bolak-balik yang berasal dari jaringan listrik menjadi arus searah. Komponen EV ini mengisi baterai kendaraan listrik tempat penyimpanan energi yang menggerakkan mobil.

Pengisi daya dalam kendaraan listrik berfungsi memastikan bahwa pengisian baterai pada kecepatan yang sesuai. Pengisi daya dipasang di dalam mobil sehingga baterai dapat diisi ulang di mana pun mobil berada.

Komponen ini mempengaruhi seberapa cepat energi mobil akan terisi. Namun, semuanya tergantung sumber daya. Jika sumber daya tidak cukup besar, charger pun tidak bisa mengisi dengan cepat.

5. DC Converter

Konverter DC/DC (arus searah) adalah perangkat yang mengubah daya DC bertegangan tinggi. Komponen EV ini mengubah DC dari sistem baterai bertegangan tinggi menjadi baterai 12V standar untuk mengoperasikan sistem.

Sistem ini mencakup lampu, wiper, dan sistem penguncian. Setelah konversi, mobil tidak harus mengulang kabel sistem 12V-nya sehingga akan menghemat biaya.

6. Thermal Management System

Sistem manajemen termal terdiri dari radiator, kipas, dan pompa pendingin. Radiator berfungsi mendinginkan cairan pendingin dalam sistem. 

Kipas berfungsi membantu mengalirkan udara dingin ke dalam pendingin. Pompa pendingin berfungsi membantu mentransfer panas dari komponen mobil listrik.

Ketiganya merupakan komponen penting dari EV yang berfungsi mengatur suhu baterai, motor listrik, dan elektronika daya untuk memastikan mereka beroperasi pada suhu optimal.

Tanpa sistem manajemen termal, komponen-komponen tersebut akan rentan terhadap kerusakan karena panas berlebih atau kondisi yang terlalu dingin. Sistem manajemen termal juga membantu memaksimalkan efisiensi dan jangkauan.

7. Charger Pot

Charger pot atau pot pengisian dipasang di tempat pengisian bahan bakar. Komponen ini terhubung langsung ke sistem pengisian dalam mobil yang akan mengisi baterai bertegangan tinggi.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa Anda dapat mengisi konversi mobil listrik menggunakan soket 3-pin. Meskipun lambat, komponen ini memungkinkan Anda tidak perlu mencari stasiun pengisian.

8. Transmisi

Mobil listrik memiliki transmisi. Komponen transmisi mobil listrik menggunakan satu percepatan, berbeda dengan kendaraan berbahan bakar bensin yang menggunakan transmisi multi-percepatan. 

Transmisi satu percepatan pada mobil listrik mengurangi putaran tinggi (RPM) dari motor listrik dan menyesuaikannya dengan RPM roda. 

Transmisi ini lebih sederhana, lebih kompak, dan memiliki lebih sedikit komponen yang bergerak. Itulah sebabnya komponen ini lebih andal dan mudah dirawat. Mobil listrik juga berakselerasi lebih cepat, lebih tenang, dan lebih halus.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik di Eropa Turun, Apa Alasannya? 

Cara Kerja Mobil Listrik

Alih-alih mesin pembakaran internal, mobil listrik digerakkan oleh motor listrik. Motor ini ditenagai oleh paket baterai bertegangan tinggi yang memberikan energi listrik ke motor berdasarkan seberapa jauh Anda menekan pedal akselerator.

Saat Anda menekan pedal akselerator kendaraan, akan terjadi proses-proses berikut ini.

  • Pengontrol motor (inverter) menerima input dan menghitung berapa banyak daya yang dibutuhkan dari baterai.
  • Inverter kemudian mengirimkan sejumlah energi listrik ke motor berdasarkan seberapa keras Anda menekan pedal.
  • Energi listrik diubah menjadi energi mekanik (rotasi) oleh motor menggunakan elektromagnet dan kumparan kawat.
  • Poros output pada motor berputar di dalam transmisi.
  • Transmisi menyesuaikan rotasi ini menjadi kecepatan yang menyebabkan roda berputar dan mobil bergerak.

Dengan perkembangan teknologi yang berkelanjutan, mobil listrik akan menjadi lebih terjangkau dan populer. Ada banyak bagian berbeda yang bekerja bersama untuk membuat mobil listrik berfungsi.

Baca Juga: Review BYD Denza D9, Mobil Listrik Mewah Selevel Alphard

Beli Mobil Listrik Bekas di Sini!

Anda bisa memaksimalkan kinerja komponen mobil listrik dengan harga yang tetap ekonomis. Keputusan untuk membeli mobil bekas bisa menjadi investasi berharga dengan budget terbatas, tetapi sudah bisa mendapatkan mobil performa prima.

Saat berencana membeli mobil bekas, pastikan memilih platform jual beli mobil bekas yang terpercaya. Banyaklah bertanya kepada penyedia mobil bekas hingga Anda mengetahui kondisi mobil yang sebenarnya.

Tempat jual mobil bekas seperti CarsGallery tentu menyediakan informasi yang transparan terkait harga dan kondisi mobil. Anda juga bisa meminta rekomendasi mobil terbaik sesuai budget atau kriteria lainnya.

Beli mobil bekas bersertifikasi dan bergaransi hanya di CarsGallery. Hubungi tim CarsGallery untuk informasi lebih lanjut!

FAQ

Apakah mobil listrik menyebabkan polusi?

Ya, meskipun saat Anda mengendarai mobil listrik tidak ada emisi knalpot, tetapi ada polusi. 

Ketika menilai dampak lingkungan, penting juga untuk mengevaluasi emisi dari produksi bahan bakar (well-to-wheel emissions) dan emisi sepanjang masa pakai (lifecycle emissions).

Berapa lama umur baterai mobil listrik?

Umur baterai mobil listrik bervariasi tergantung pada jenis baterai, kondisi penggunaan, dan perawatan. Secara umum, komponen mobil listrik ini dapat bertahan antara 8 hingga 15 tahun atau lebih dengan penggunaan dan perawatan yang baik.

Berapa lama waktu pengisian daya pada mobil listrik?

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya EV tergantung pada jenis stasiun pengisian daya dan model EV. Terdapat pembagian pengisian daya sebagai Level 1, Level 2, atau Pengisian Cepat Arus Searah (DC) berdasarkan kemampuannya. 

Apakah EV memungkinkan fast charging?

Ya, menggunakan fast charger (pengisi daya cepat) yang dapat mengisi baterai kendaraan listrik dengan cepat. Fast charger menggunakan arus searah (DC) langsung untuk mengisi baterai sehingga memungkinkan pengisian lebih cepat.



4 Cara Kerja Mobil Listrik Beserta Komponen dan Jenisnya

Cara kerja mobil listrik tentu sangat berbeda dari kendaraan dengan mesin mobil konvensional. Berdasarkan sistem penggerak, mobil listrik memiliki mobilitas lebih sederhana. Bahkan jenisnya pun beragam.

Sekarang ini mobil listrik sedang tren dan banyak perusahaan elektrifikasi mulai mengeluarkan produk serupa. Apalagi saat ini pemerintah Indonesia juga sudah mulai menunjukkan dukungannya melalui pembangunan infrastruktur.

Namun, seiring dengan perkembangannya masih banyak calon pengguna yang bingung bagaimana mobil listrik bisa berjalan. Untuk menjawab kebingungan tersebut, Anda bisa cek informasi lengkapnya pada artikel di bawah ini.

Baca juga: 9 Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Membanggakan

Cara Kerja Mobil Listrik

Tertarik untuk menggunakan mobil dengan teknologi listrik? Tentu Anda wajib tahu seperti apa cara kerjanya terlebih dahulu.

Berbeda dengan mobil konvensional berbahan dasar minyak, mobil listrik memiliki cara kerja yang lebih sederhana. Aliran listriknya didapatkan dari baterai untuk kemudian mengalir pada mobil.

Proses inilah yang nantinya akan membantu menggerakkan roda pada mobil listrik yang Anda naiki.

Penjelasan sederhana cara kerja dari mobil listrik meliputi beberapa tahapan, antara lain:

  • Ketika Anda mulai menekan pedal akselerasi, nantinya control module akan mengatur aliran daya listrik dari baterai ke inverter.
  • Setelah itu, inverter akan mengubah arus listrik dari yang awalnya DC menjadi AC. Kemudian arus listrik ini akan disalurkan ke motor traksi sesuai dengan tekanan tekanan yang ada di pedal akselerasi.
  • Berikutnya, mobil traksi akan melakukan perubahan daya listrik menjadi energi kinetik atau rotasi atau putaran.
  • Terakhir, putaran rotasi inilah yang kemudian akan menggerakkan transmisi untuk membuat roda berputar. Sehingga, mobil bisa berjalan. Sangat sederhana dan lebih mudah daripada menyalakan mesin mobil konvensional.

Baca juga: Review BYD Denza D9, Mobil Listrik Mewah Selevel Alphard

Komponen Mobil Listrik

Setiap mobil listrik tentu memiliki komponen yang berbeda-beda dengan fungsi yang tidak sama. Namun, ada tiga komponen utama yang wajib ada di dalam mobil listrik dan penting untuk Anda ketahui, antara lain:

1. Power Inverter

Power inverter merupakan poin paling penting yang harus ada dalam mobil listrik. Keberadaan dari komponen ini memiliki fungsi untuk merubah DC (arus searah) menjadi AC (arus bolak balik).

Di mana, arus bolak balik ini nantinya akan digunakan untuk memberikan daya pada motor traksi. Selain itu, power inverter sendiri juga memiliki peran sebagai alat pengisi baterai mobil.

Saat mobil melambat, nantinya power inverter mulai bekerja dengan cara merubah arusnya dari AC ke DC untuk ditampung kembali ke dalam baterai.

2. Traction Battery Pack

Selanjutnya, komponen yang penting untuk melancarkan cara kerja mobil listrik adalah Traction Battery Pack. Berperan sebagai wadah untuk menampung daya listrik, Traction Battery Pack merupakan komponen yang tidak boleh tertinggal.

Untuk sistem penyimpanan daya listriknya adalah DC atau arus searah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi serta inovasi dari teknisi mobil, baterai untuk mobil listrik mengalami perkembangan dan menghasilkan beberapa jenis.

Saat ini mobil listrik paling umum menggunakan Lithium-ion Battery karena dinilai menghasilkan daya tahan yang lebih tinggi.

3. Motor Traksi

Terakhir, komponen penting dari mobil listrik adalah motor traksi. Peran dari motor traksi di sini sebagai tujuan akhir arus listrik baterai. Biasanya setiap mobil listrik memiliki lebih dari satu motor traksi dengan fungsi menggerakkan roda mobil.

Sederhananya mobil traksi ini bisa Anda anggap sebagai dinamo yang umumnya terdapat di mobil mainan anak.

Mobil traksi sendiri memiliki peran untuk mengubah daya listrik menjadi kinetik dengan proses interaksi elektromagnetik dan juga magnet permanen.

Jika Anda bandingkan dengan mesin konvensional, mobil traksi memiliki efisiensi pemakaian energi lebih tinggi. Sebab, motor traksi mampu mengkonversi daya listrik ke kinetik secara utuh.

Baca juga: Wajib Tahu! Berikut Komponen Mobil Listrik dan Fungsinya

Jenis Jenis Mobil Listrik

Sejauh perkembangan otomotif saat ini, mobil listrik sudah mengeluarkan empat jenis berbeda. Berikut beberapa jenisnya:

1. Hybrid Electric Vehicle (HEV)

Pertama ada jenis mobil listrik HEV yang mempunyai 2 sistem penggerak yaitu mobil traksi dan mesin pembakaran di bagian dalam. Jenis mobil hybrid ini bisa memutar roda dengan bensin ataupun motor traksi melalui daya baterai.

Hanya saja HEV masih belum mendukung charging port. Sehingga baterainya tidak bisa diisi ulang. Contoh jenis mobil ini seperti Camry Hybrid, Toyota C-HR Hybrid, Honda Civic Hybrid, dan lainnya.

2. Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Berikutnya adalah Fuel Cell Electric Vehicle atau FCEV yang memanfaatkan hidrogen untuk menghasilkan listrik. Mobil jenis ini memiliki tangka untuk menampung hidrogen.

Cara kerja mobil ini tidak jauh berbeda dari HEV, di mana hydrogen nantinya akan disalurkan pada sistem fuel Cell. Setelah itu, energi kimianya dikonversi menjadi energi listrik dan memperdaya mobil untuk melakukan pengisian baterai.

3. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

Selanjutnya masih ada PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle yang juga mempunyai 2 sistem penggerak seperti HEV. Bedanya, pada PHEV sudah memiliki sistem charging port yang membuat baterai mobil bisa dilakukan pengisian ulang.

Selain itu, mobil dengan teknologi PHEV beroperasi menggunakan dua mode, yaitu mode listrik dan mode hybrid di mana motor dan juga mesin akan bekerja secara bersamaan.

4. Battery Electric Vehicle (BEV)

Terakhir adalah jenis mobil yang beroperasi dengan listrik dari baterai seutuhnya yaitu Battery Electric Vehicle (BEV). Pada mobil ini Anda tidak akan menemukan mesin pembakaran bagian dalam, untuk listrik sendiri tersimpan di battery pack.

Pengisiannya dengan cara menghubungkan baterai pada sumber listrik eksternal. Beberapa jenis mobil listrik ini antara lain seperti BMW i3, Nissan Leaf, Tesla Model 3, Hyundai Ioniq, dan beberapa jenis mobil lainnya.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai cara kerja mobil listrik beserta komponen lengkapnya. Meski menarik jangan memaksakan diri untuk membeli apabila budget belum mencukupi.

Anda bisa coba kunjungi platform jual beli mobil bekas CarsCheck saja untuk menemukan mobil berkualitas dan ramah di kantong. CarsCheck sendiri merupakan jasa yang menjual mobil bekas dengan jaminan kualitas. 

Seluruh mobil yang dijual di sini telah melewati pengecekan secara detail oleh inspektor profesional dan berpengalaman. Jadi, jangan ragu lagi untuk membeli mobil bekas dengan kualitas terbaik di CarsCheck

9 Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Membanggakan 

Bersamaan dengan gerakan penggunaan energi terbarukan yang makin banyak disuarakan, muncul inovasi mobil listrik sebagai kendaraan ramah lingkungan. Bahkan, sudah banyak juga mobil listrik buatan Indonesia.

Mobil listrik produksi dalam negeri merupakan hasil karya dari berbagai pengembang. Mulai dari mahasiswa, institusi, hingga sejumlah produsen otomotif ternama. 

Menariknya lagi, beberapa mobil listrik produk asli Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dari mobil produksi mancanegara. Simak lebih lanjut untuk mengenal produk mobil listrik dalam negeri.

Baca Juga: Kekurangan Dari Mobil Listrik

Mobil Listrik Buatan Indonesia 

Pengembangan mobil listrik sudah cukup lama dilakukan, baik oleh pemerintah maupun produsen otomotif. Berikut beberapa mobil listrik buatan Indonesia:

1. Mobil Listrik Tucuxi

Tucuxi merupakan mobil listrik yang dikembangkan oleh Dahlan Iskan yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri BUMN. Mobil listrik Indonesia ini resmi rilis tahun 2012.

Dalam pembuatan mobil Tucuxi, Dahlan Iskan bekerjasama dengan Ricky Elson, yang mana merupakan alumni Institut Teknologi Sepuluh November dan lulusan University of Michigan.

Mobil listrik Tucuxi memiliki desain yang terinspirasi oleh lumba-lumba. Bagian depan mobil berbentuk oval, sementara desain body cenderung minimalis dan kompak.

Sumber energi mobil ini berasal dari baterai lithium-fero-phosphate berkapasitas 16 kWh. Dalam sekali pengisian, baterai tersebut mampu menghasilkan energi untuk menempuh perjalanan hingga jarak 120 km.

Selain itu, baterai sudah menggunakan fitur fast charging. Sehingga waktu pengisian daya hingga penuh hanya perlu waktu sekitar 15 menit.

Tucuxi dapat melaju dengan kecepatan mencapai 200 km/jam. Sementara itu, jarak tempuh maksimalnya mencapai 400 km.

Mobil listrik ini juga sudah memiliki berbagai fitur standar, seperti AC, power steering, dan power window. Namun, pengembangan mobil ini terpaksa terhenti akibat tidak lolos uji emisi dan terjadinya kecelakaan ketika Dahlan Iskan melakukan test drive.

2. Mobil Listrik Gendhis

Mobil listrik asli buatan Indonesia ini pertama kali tampil dalam ajang APEC 2013 yang berlangsung di Bali. Pengembangnya sama dengan Tucuxi, yakni Ricky Elson.

Gendhis merupakan mobil listrik dengan tipe MPV (Multi Purpose Vehicle) berkapasitas 7 orang. Dari segi eksterior, Gendhis memiliki body yang cukup bongsor dengan warna yang unik dan menarik perhatian. 

Mobil ini memiliki pintu slider yang serupa dengan pintu Daihatsu Luxio. Tujuan penggunaan jenis pintu ini adalah untuk memudahkan penumpang keluar masuk.

Sayangnya, mobil ini baru berbentuk prototipe dan belum ada konfirmasi untuk rencana produksi Gendhis secara luas.

3. DFSK Gelora E

Selanjutnya, ada mobil listrik buatan Indonesia yang sudah ikut meramaikan segmen komersial, yaitu DFSK Gelora E. Produksi mobil ini dilakukan di Cikande, Tangerang.

Mobil produksi PT Sokonindo Automobile awalnya memperkenalkan mobil Gelora versi bensin. Hingga kemudian mereka menghadirkan mobil Gelora E yang murni mengandalkan energi listrik.

DFSK Gelora E menggunakan baterai berkapasitas 42 kWh. Menurut klaimnya, baterai ini mampu menyediakan energi untuk menempuh perjalanan hingga 300 km dalam sekali pengisian.

Sudah tersedia juga fitur fast charging yang memungkinkan pengisian daya lebih singkat. 

Mobil DFSK Gelora E tersedia dalam dua varian, yaitu blind van dan minibus. Harga versi blind van adalah sekitar Rp350 juta, sedangkan varian minibus dibanderol dengan harga sekitar Rp399 juta.

4. Fin Komodo Bledhex

Fin Komodo Bledhex merupakan mobil listrik buatan lokal yang pertama kali rilis tahun 2021 silam. 

Dari segi tampilan, Fin Komodo Bledhex memiliki desain sporty yang menonjolkan kesan futuristik. Bentuknya juga cukup unik karena menyerupai satwa langka komodo.

Sementara itu, dapur pacu mobil ditenagai oleh baterai dengan kapasitas sebesar 60kWh. Menurut klaimnya, baterai tersebut dapat menempuh jarak hingga 400 km dengan sekali pengisian.

Mobil listrik yang terwujud dari kerjasama antara PT Fin Komodo Teknologi dan PT Bledhex Teknologi ini memiliki harga sekitar Rp1,5 miliar.

Dengan harga yang cukup fantastis, Fin Komodo Bledhex juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti voice command, smart dashboard, hingga autonomous driving.

5. Mobil Listrik Si Elang

Si Elang merupakan mobil listrik buatan anak bangsa, yakni oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tidar. 

Mobil Si Elang terbuat dari bahan besi galvanis, sementara bagian kaca depan dan samping terbuat dari fiberglass.

Mobil listrik ini menggunakan penggerak motor listrik dengan tenaga sebesar 350 watt. Sementara itu, kecepatan maksimal Si Elang saat melaju adalah 40 km/jam. 

Mobil hasil karya mahasiswa ini kapasitas baterainya hanya dapat bertahan selama 3 jam. Karena masih berupa prototipe, mobil ini belum tersedia untuk komersial secara meluas. 

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik di Eropa Turun, Apa Alasannya? 

6. Hyundai Ioniq 5

Hyundai Ioniq 5 banyak dikenal sebagai merek mobil listrik buatan Indonesia. Perakitan mobil ini berlangsung di Pabrik Hyundai Cikarang. Namun, sebenarnya produksi mobil dilakukan oleh PT Hyundai Motors Indonesia.

Perilisan pertama Hyundai Ioniq 5 yaitu pada event Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022. 

Mobil ini memiliki baterai yang tangguh, sehingga mampu menempuh jarak terjauh mencapai 481 km dalam sekali pengisian. Dukungan fitur ultra-fast charging memungkinkan pengisian daya 80% berlangsung dalam 18 menit saja.

Hyundai Ioniq 5 menggunakan platform E-GPM (Electric Global Modular Platform) yang mampu meningkatkan handling saat berbelok dan stabilitas kendaraan ketika melaju dengan kecepatan tinggi.

Mobil ini tersedia dalam 2 varian, yaitu Prime Standard dan Signature Standard. Anda bisa mendapatkan mobil listrik dari Hyundai dengan harga sekitar Rp800 juta.

7. Bimasena

Mobil listrik buatan Indonesia selanjutnya bernama Bimasena. Mobil listrik ini hadir dalam tipe sedan.

PT Bimasena Power Indonesia membekali mobil listrik ini dengan baterai lithium-air dengan kapasitas besar. Jenis baterai ini juga lebih ramah lingkungan.

Baterai Bimasena memiliki kapasitas sebesar 100 kWh dan mampu menempuh jarak mencapai 600 km dalam sekali pengisian.

Bimasena menawarkan kenyamanan dan kemewahan bagi pengguna. Tampilan luar body mobil tampak elegan dan berkelas dengan desain yang aerodinamis. 

Bagian interior mobil pun tidak kalah menawan dengan penggunaan material premium seperti leather seats. Tersemat juga berbagai fitur canggih seperti cruise control, parking sensors, dan sunroof.

Mobil listrik Bimasena memiliki harga sekitar Rp2 miliar.

8. Gesits

Mobil listrik ciptaan Indonesia yang satu ini merupakan produksi dari kerjasama PT Gesits Technologies Indo dengan Institut Teknologi Bandung.

Gesits merupakan mobil tipe skuter yang cocok untuk penggunaan di daerah kota besar. Mobil ini memiliki desain yang ramping, ringan, dan praktis, sehingga ideal untuk menempuh jalanan kota yang padat kendaraan.

Baterai dari mobil listrik ini memiliki kapasitas sebesar 5 kWh. Karena kapasitasnya kecil, mobil hanya bisa menempuh jarak maksimal 80 km dalam sekali pengisian.

Mobil listrik ini sudah memiliki berbagai fitur kekinian, seperti smart key dan anti-theft system. Bagi Anda yang tertarik menggunakan mobil listrik, maka Gesits bisa jadi pilihan tepat. Mobil ini juga sangat terjangkau, harganya sekitar Rp25 juta.

Baca Juga: Subsidi Mobil Listrik: Aturan, Syarat, dan Daftar Mobilnya

9. New MG ZS EV

Ada lagi mobil listrik rakitan dalam negeri. Kali ini berasal dari pabrikan asal Inggris, MG Motor Indonesia mengumumkan perilisan mobil listrik terbaru awal tahun 2024.

New MG ZS EV merupakan mobil listrik yang perakitannya berlangsung di pabrik MG yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Pembuatannya juga mengandalkan oleh tenaga lokal.

Mobil tipe SUV ini memiliki desain yang stylish dan serangkaian teknologi terkini. Dalam sekali pengisian daya, mobil New MG ZS EV mampu menempuh jarak hingga 403 km. Sementara jangkauan tempuh maksimalnya mencapai 520 km.

Untuk mendapatkan mobil listrik terbaru ini, Anda perlu menyiapkan uang sekitar Rp450 juta.

Beli Mobil Lebih Murah dan Mudah

Mobil bekas menawarkan alternatif yang lebih ramah kantong, termasuk jika dibandingkan dengan kebanyakan mobil listrik buatan Indonesia.

Anda bisa melakukan pembelian mobil bekas dengan mudah dan aman melalui platform jual beli mobil bekas CarsGallery. Platform ini menyediakan berbagai tipe dan merek mobil bekas dengan kualitas yang terjamin bagus.

Mobil dari CarsGallery juga dilengkapi dengan garansi dan sertifikat resmi. Langsung saja kunjungi CarsGallery untuk menemukan mobil incaran Anda.

FAQ

Apa bedanya mobil listrik dari mobil biasa?

Perbedaan utamanya terletak pada jenis bahan bakar. Mobil listrik mengandalkan energi yang berasal dari listrik.

Apa kelebihan dari mobil listrik?

Kelebihan utama mobil listrik yaitu dari efisiensi energi karena mobil ini menggunakan sumber energi terbarukan dan tidak mengkonsumsi bahan bakar minyak, sehingga lebih ramah lingkungan.

Bisa tidak menggunakan mobil listrik untuk perjalanan antar kota?

Bisa. Namun, Anda perlu melakukan pengisian daya sesuai kebutuhan.



Cara Membaca Odometer Mobil, Sangat Mudah!

Bagaimanakah cara membaca odometer mobil? Bagi Anda yang belum tahu, odometer adalah alat pengukur pada kendaraan yang berfungsi untuk penunjuk jarak tempuh mobil.

Angka yang tertera pada odometer biasanya menggunakan satuan kilometer. Ada dua jenis odometer yaitu odometer analog dan odometer digital.

Odometer memang seharusnya ada di mobil atau kendaraan Anda. Alat ini sangat penting sebagai pengingat bagi pengendara supaya tahu sudah sampai kilometer berapa.

Dengan begitu, alat ini juga bisa mengingatkan pengendara kapan harus servis atau ganti oli. Karena setiap sekian kilometer, Anda harus rutin melakukan servis kendaraan.

Jenis-Jenis Odometer Mobil

Odometer mobil terbagi menjadi dua jenis berdasarkan cara kerjanya yaitu sebagai berikut.

1. Odometer Analog

Odometer analog adalah odometer yang perputaran angkanya bergerak secara mekanis atau manual. Biasanya, odometer ini ada pada mobil-mobil lawas.

Saat bekerja, odometer analog ini memanfaatkan kabel fleksibel terbuat dari logam panjang saat mobil melaju di jalan.

2. Odometer Digital

Jika mobil lawas banyak menggunakan odometer analog, mobil keluaran terbaru banyak yang sudah memakai odometer digital.

Cara kerjanya sudah menggunakan sistem komputerisasi sehingga hasilnya lebih akurat daripada odometer mekanik atau manual. Ada magnet khusus yang terpasang pada odometer ini supaya hasilnya semakin akurat.

Cara Membaca Odometer Mobil

Sebagian dari Anda mungkin belum terlalu memahami bagaimana caranya membaca odometer pada mobil. Anda tidak perlu bingung karena tidak sulit

Berikut ini cara membaca angka-angka yang ada pada odometer yang harus Anda ketahui.

1. Perhatikan Angkanya

Cara membaca odometer mobil yang pertama, Anda harus memperhatikan angka yang tertera pada odometer tersebut. Angka tersebut merupakan angka yang menampilkan jarak tempuh mobil dalam kilometer (km).

Misalnya di sana ada angka 15.000, maka mobil sudah berjalan sejauh 15.000 kilometer. Pastikan Anda tidak salah melihat, jangan melihat angka yang satuannya km/h. Lihat angka yang satuannya km.

2. Cek Angka Awal Sebagai Acuan Servis

Untuk kebutuhan servis, Anda harus melihat angka awal terlebih dahulu. Misalnya, Anda melihat angka di odometer 15.000 kemudian mobil berjalan lagi dan tertulis 30.000.

Hal tersebut menunjukkan mobil Anda sudah berjalan sejauh 30.000 km. Kalau jumlah kilometernya sudah memenuhi syarat untuk servis, maka segeralah lakukan servis tersebut.

Cara Cek Keaslian Odometer Mobil

Sebenarnya, walaupun Anda telah mengikuti cara membaca odometer seperti di atas, hasilnya menjadi tidak akurat kalau odometernya tidak asli. Maka dari itu, Anda harus mengecek keasliannya dengan cara sebagai berikut.

1. Cek Apakah Ada Bekas Congkelan

Odometer yang asli atau masih baru biasanya tidak ada congkelan, karena langsung dipasang. Berbeda dengan pemalsuan odometer yang mengharuskan pelakunya untuk melakukan pencongkelan, terutama odometer analog.

Angka yang ada pada odometer tidak bisa dipalsukan kalau odometer tersebut tidak dicongkel. Jika memang ada penyongkelan, pasti terlihat bekas congkelannya.

2. Bandingkan dengan Kondisi Mobil

Selanjutnya, Anda bisa mengecek kondisi mobil Anda lalu bandingkan dengan angka yang ada pada odometer. Mobil yang sudah tua tetapi angka odometernya kecil patut untuk Anda curigai.

Karena sangat tidak mungkin mobil tua yang sudah sering dibawa kemana-kemana angka odometernya masih kecil. Bisa jadi odometer tersebut palsu atau tidak berfungsi dengan baik.

3. Cek Tahun Produksi Mobil

Periksa juga tahun produksi mobil karena hal ini sangat berkaitan langsung dengan odometernya. Semakin muda tahun produksinya, maka semakin kecil angka yang ada pada odometer.

Sebaliknya mobil yang sudah tua, angka odometernya pasti besar. Jadi, jika Anda menemukan adanya ketidaksesuaian, maka kemungkinan besar odometer tersebut palsu.

Anda dapat mengecek tahun produksi mobil pada STNK atau nomor rangka mobil. Nah, nomor rangka mobil ini biasanya ada di bawah jok, kap mesin, atau body mobil.

4. Lihat Kondisi Ban Mobil

Sekarang coba cek kondisi ban mobil Anda, apakah sudah waktunya diganti? Jika memang sudah waktunya Anda mengganti ban mobil, maka angka yang tertera di odometer adalah 30.000 hingga 35.000 km.

Jika tidak sesuai, bukan tidak mungkin jika odometer itu palsu. Atau kemungkinan lain odometer tersebut tidak berfungsi dengan baik.

Perbedaan Speedometer dan Odometer

Masih banyak orang yang menganggap odometer itu sama dengan speedometer. Padahal keduanya berbeda meskipun letaknya berada di satu tempat yang sama.

Supaya tidak salah membedakan, ketahui terlebih dahulu perbedaan speedometer dan odometer berikut ini:

1. Kegunaannya Berbeda

Dari segi fungsi, speedometer dan odometer memiliki fungsi yang sangat jauh berbeda. Speedometer berfungsi untuk mengukur kecepatan sedangkan fungsi odometer untuk mengetahui jarak tempuh kendaraan.

2. Perbedaan Penulisan Satuannya

Perbedaan antara speedometer dan odometer selanjutnya bisa Anda lihat dari penulisan satuan. Speedometer menggunakan satuan km/h atau km/jam, sedangkan odometer menggunakan satuan km.

Sekarang Anda sudah mengetahui apa itu odometer dan cara membaca odometer mobil. Karena komponen ini sangat penting, pastikan kondisinya selalu dalam keadaan bagus.

Khusus bagi Anda yang akan membeli mobil bekas, odometer harus dalam kondisi bagus. Jangan sampai Anda menyesal kemudian karena ada masalah pada salah satu komponennya.

Di CarsGallery, Anda bisa menemukan banyak sekali pilihan mobil bekas dengan kondisi yang masih sangat bagus semua komponennya tanpa terkecuali. Selain bisa membeli, Anda juga bisa menjual mobil Anda.

Tentu saja dengan pelayanan terbaik dan transparan. Pilihan terbaik jual beli mobil bekas hanya di CarsGallery.

Wajib Tahu! Fungsi Odometer bagi Kendaraan Ternyata Ini!

Banyak yang mungkin tidak begitu kenal dengan fungsi odometer. Sering sekali, odometer dianggap mirip dengan speedometer. Padahal, keduanya memiliki perbedaan secara signifikan. Nyatanya, masih banyak yang tidak memahami fungsi sebenarnya.

Odometer sendiri terbilang kompleks ketimbang speedometer. Nyatanya, komponen ini merupakan saudara dari speedometer. Letaknya pun bersebelahan dengan speedometer, tachometer, dan informasi tangki bensin.

Bahkan, komponen ini bahkan bisa merupakan indikator kapan saatnya membawa mobil ke bengkel untuk melakukan servis berkala. Lebih praktisnya lagi, sudah ada teknologi digital yang memudahkan bagi setiap pengguna kendaraan.

Apakah Anda masih belum mengetahui fungsi dari odometer? Supaya tidak keliru menyamakannya dengan speedometer, mari simak artikel ini sampai habis.

Speedometer vs Odometer

Pertama, mari kita bedakan apa itu speedometer dan odometer. Terlihat dari namanya saja, speedometer adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur kecepatan mobil. Satuan yang terlihat dari speedometer dapat berupa km per jam atau mil per jam.

Sementara itu, odometer merupakan sebuah komponen pengukur total jarak tempuh sebuah kendaraan. Artinya, odometer akan menghitung keseluruhan jarak yang ditempuh oleh kendaraan semenjak pertama kali terpakai.

Dari sini, kita bisa simpulkan perbedaan speedometer dan odometer terletak dari tujuannya. Speedometer berfokus pada mengukur kecepatan, sedangkan odometer berfokus pada pengukuran total jarak tempuh kendaraan, baik mobil dan motor.

Fungsi Odometer

Setelah mengenal apa itu odometer, Anda juga sudah mengenal fungsi sesungguhnya, bukan? Tidak salah lagi, odometer memiliki fungsi menampilkan total jarak tempuh sebuah kendaraan dari awal penggunaan.

Sama seperti speedometer, satuan yang tampak dari odometer adalah mil atau kilometer. Jika melihat mobil di Indonesia, satuan yang terpakai adalah kilometer.

Seperti yang terungkap dari awal, letak odometer umumnya berdampingan dengan speedometer, tachometer, dan indikator tangki bensin pada dashboard. Namun, beberapa kendaraan justru tidak menyediakan speedometer.

Selain itu, odometer juga dapat berperan sebagai indikator untuk menentukan keputusan Anda dalam membeli mobil bekas. Jarak tempuh yang lebih rendah tentunya memiliki harga lebih tinggi, alhasil ini menjadi faktor dalam penentuan harga jual.

Tidak mengherankan, jika jarak tempuhnya sudah jauh, tenaga dari mobil akan berkurang. Bahkan, sering sekali ada oknum penjual yang justru mereset odometer kembali menjadi nol demi menaikkan harga jual.

Cara membaca odometer mobil sebenarnya sederhana. Lihat pada angka pada indikator. Misalnya, jika odometer sudah menunjukkan angka 10.000, berarti total jarak tempuh mobil tersebut sudah mencapai 10.000 km.

Cara Kerja Odometer Berdasarkan Jenisnya

Selanjutnya, odometer terbagi menjadi dua jenis berdasarkan teknologinya. Sangat penting bagi Anda untuk memahami cara kerja kedua jenis ini sebelum membeli mobil bekas.

1. Odometer Analog

Pertama, ada odometer mekanik atau analog. Cara kerja odometer analog menggunakan gaya putar dari sebuah kabel fleksibel. Kabel tersebut umumnya sudah terhubung pada komponen lain.

Jenis odometer ini sudah sangat umum pada mobil keluaran lama mengingat teknologi saat itu masih menggunakan analog.

Cara kerjanya sangat sederhana berkat sifatnya yang rewindable. Dengan kata lain, apabila mobil melaju atau mundur, odometer akan menghitung secara otomatis. Maka, odometer akan menghitung mundur jika mobil dalam kondisi mundur.

Sayangnya, odometer analog sangat mudah untuk di-reset, sehingga banyak konsumen mobil bekas yang terkecoh akan kualitasnya. Untungnya, mengecek jejak atau tanda odometer pernah terbuka secara manual akan sangat terlihat.

2. Odometer Digital

Jenis kedua adalah odometer elektronik atau digital. Jenis ini sudah terpasang pada mobil keluaran terbaru berkat perkembangan teknologi yang semakin canggih. Alhasil, sistem komputerisasi akan berdampak pada cara kerjanya.

Artinya, komputer akan menghitung total jarak tempuh berdasarkan tegangan yang terjadi. Odometer ini akan mendeteksi tegangan dari magnet khusus pada salah satu frame roda mobil demi menjamin akurasinya.

Magnet tersebut nantinya akan membantu perhitungan jarak tempuh mobil berdasarkan sinyalnya. Karena ini, pengecekan kualitas akan sangat sulit.

Bagaimana? Sudah paham tentang fungsi odometer? Tentu ini akan sangat penting dalam penjualan mobil bekas. Odometer tentu menjadi faktor apakah mobil bekas berkualitas atau bahkan memiliki pertanda yang janggal.

Tidak perlu khawatir. Anda tidak akan menemukan Odometer yang termanipulasi di CarsGallery! Kami jamin setiap mobil bekas dalam kondisi yang berkualitas dengan jujur dan tanpa zonk.

Tunggu apa lagi? Kunjungi CarsGallery sebagai platform jual beli mobil bekas terbaik untuk Anda.

Apa itu Odometer? Ternyata Ini Fungsi dan Cara Kerjanya

Mungkin masih banyak pemilik mobil belum mengetahui apa itu odometer, perangkat yang terpasang di panel instrument cluster mobil. Perangkat ini memiliki fungsi yang tidak kalah penting dari speedometer mobil.

Perlu diketahui, setiap komponen mobil memiliki fungsi yang sangat penting guna menjaga keselamatan dan keamanan saat berkendara. Begitu pula halnya dengan odometer memiliki fungsi yang cukup krusial.

Lantas, sebenarnya odometer itu apa? Apa kegunaan odometer pada mobil? Berikut kami jelaskan pengertian, fungsi, dan cara kerjanya. Yuk, simak!

Apa itu Odometer?

Ketika Anda membeli mobil bekas, salah satu komponen mobil yang harus Anda periksa adalah odometer atau odograf. Jika Anda kurang paham dengan perangkat ini, berikut ini penjelasan tentang apa itu odometer.

Odometer adalah alat untuk mengukur jarak tempuh dari mobil yang letaknya ada di instrument cluster. Angka pada alat ini mempresentasikan jumlah kilometer yang telah mobil tempuh sejak awal penggunaannya.

Alat pengukur ini juga dilengkapi tripmeter yang berfungsi untuk mengatur jarak. Selain itu, Anda juga dapat mengecek konsumsi bahan bakar melalui alat ini.

Apakah odometer dan speedometer itu sama? Tentu berbeda, Anda dapat kenali perbedaan speedometer dan odometer dari fungsi dan kegunaannya.

Meskipun odometer kurang populer daripada speedometer, tetapi alat ini dapat memudahkan pengemudi untuk mengetahui intensitas kerja mobil. Dengan begitu, pengemudi tahu kapan harus perawatan mobil.

Apa Fungsi Odometer?

Odometer tidak hanya sebagai perangkat pelengkap, tetapi perangkat ini memiliki fungsi yang sangat penting pada sebuah mobil. Alat ini bisa membantu saat membeli mobil bekas apakah masih layak atau tidak.

Apabila hasil pengecekan ternyata menunjukan jarak tempuh yang cukup tinggi, ini menunjukkan mobil bekerja terlalu keras. Biasanya, mobil mengalami penurunan kualitas mesin sehingga perlu perawatan ekstra.

Selain itu, fungsi odometer yang tak kalah penting adalah sebagai acuan melakukan service atau mengganti oli mobil. Ini tentunya memudahkan pemilik mobil melakukan perawatan dan service secara berkala.

Tentu Ini sangat berbeda dengan fungsi speedometer mobil yakni untuk mengukur kecepatan mobil. Meski kedua instrumen ini sama-sama penting untuk keamanan dan keselamatan pada saat berkendara.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan membeli mobil bekas, Anda dapat mengecek odograf atau menanyakan total jarak tempuh mobil tersebut. Sebab, pengecekan fisik saja tidak cukup menentukan kondisi mobil.

Bagaimana Cara Kerja Odometer?

Setelah mengetahui apa itu odometer dan fungsinya, selanjutnya ketahui cara kerja perangkat ini pada mobil. Alat ukur ini sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu analog dan elektronik. Berikut cara kerja kedua jenis fotometer:

1. Analog

Odometer analog adalah alat ukur yang bekerja secara mekanis. Putaran dari alat ukur ini berupa kabel fleksibel yang terbuat dari logam panjang. Bagian logam ini berputar seiring bertambahnya jarak tempuh.

Jenis odometer mobil analog ini biasanya terpasang pada mobil lama dan bersifat rewindable. Alat akan bergerak melakukan perhitungan berdasarkan pengaruh gear dan gigi pada saat mobil maju atau mundur.

Cara mengecek kualitas odograf analog sangatlah mudah, hal ini karena ketika alat ukur ini dibuka manual akan ada tanda atau jejaknya. Dengan pengecekan ini, Anda pun dapat mengetahui kondisi mobil.

2. Elektronik

Odometer elektronik adalah alat ukur yang telah memakai angka pada panelnya. Cara kerja odometer elektronik ini dengan memanfaatkan sistem komputer untuk menghitung tegangan yang terjadi pada mobil.

Dari hasil perhitungan tegangan ini akan menjadi acuan untuk menghitung jarak tempuh mobil. Agar kinerja alat ukur odometer ini semakin optimal, salah satu frame roda mobil ada magnet khusus yang menempel.

Fungsi magnet tersebut adalah untuk memberi sinyal agar dapat menghitung jarak tempuh mobil secara akurat. Hanya saja, cara mengecek jenis elektronik ini lebih sulit daripada alat ukur jenis mekanik atau analog.

Itulah penjelasan mengenai apa itu odometer yang memiliki fungsi untuk mengukur jarak tempuh. Selain itu, alat ukur ini juga memberi kemudahan jika ingin membeli mobil bekas apakah masih bagus atau tidak.

Nah, bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas berkualitas, hubungi CarsGallery! Kami menyediakan layanan jual beli mobil bekas dari berbagai brand dan merek sesuai dengan kebutuhan Anda. Yuk, order sekarang!

Exit mobile version