Mobil Taruna Bekas: Kelebihan, Kekurangan, dan Harganya

​​Cari mobil bekas yang tangguh, nyaman, dan masih terjangkau? Mobil Taruna bekas bisa jadi jawabannya. SUV kompak ini punya desain gagah dan kabin luas, cocok untuk keluarga atau petualangan sehari-hari.

Meski usianya tak lagi muda, Taruna bekas tetap menarik berkat mesin bandel dan perawatan yang relatif mudah. Harga jualnya pun stabil yang membuatnya jadi pilihan ekonomis.

Namun, sebelum memutuskan beli, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Kondisi mesin, kaki-kaki, hingga kelengkapan surat wajib Anda cek agar tidak kecewa. 

Lalu, apakah Daihatsu Taruna bekas masih layak Anda miliki? Simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga: 7 Rekomendasi Mobil Suzuki Terbaru 70 Jutaan Terbaik

Kelebihan Mobil Taruna Bekas

Sebelum beli Taruna, baiknya tahu dulu sejumlah kelebihan yang mobil ini tawarkan. Apa saja? Cek lengkapnya di sini: 

1. Desain Eksterior yang Timeless

Taruna bekas tetap menarik meski usianya lebih dari satu dekade. Desainnya sederhana tetapi tetap proporsional, sehingga tidak tampak ketinggalan zaman. 

Beberapa varian, seperti Taruna FGX, terlihat lebih sporty karena memiliki tambahan body kit. Selain itu, bodinya cukup tebal, sehingga lebih tahan terhadap benturan dan karat dibandingkan beberapa pesaingnya.

2. Kenyamanan dan Fungsionalitas

Taruna mobil bekas juga terbilang nyaman dan fungsional. Kabin Taruna menawarkan ruang yang lega untuk penumpang maupun barang bawaan. Bahkan saat terpakai untuk perjalanan jauh, baris kedua masih terasa nyaman. 

Varian FGX dan CL memiliki tiga baris tempat duduk. Jadi, Anda bisa mengangkut lebih banyak penumpang. 

Selain itu, bagasinya cukup luas untuk membawa perlengkapan liburan atau barang belanjaan.

3. Kemampuan Off-Road Ringan

Taruna juga memiliki ground clearance tinggi, sehingga mampu melewati jalanan rusak atau medan off-road ringan. 

Suspensi depannya menggunakan independent strut, sedangkan bagian belakang memakai rigid axle dengan per daun yang kokoh. 

Kedua suspensi ini akan membantu mobil tetap nyaman saat Anda kendarai tanpa mengurangi ketangguhan di berbagai kondisi jalan.

4. Perawatan Mesin Sangat Mudah

Selanjutnya, mobil Taruna bekas juga sangat terkenal dengan mesinnya yang memiliki mekanisme perawatan mudah. 

Taruna menggunakan mesin 1.5L dan 1.6L yang terkenal tangguh serta mudah dalam hal perawatan. 

Tenaganya memang tidak terlalu besar, tetapi tetap responsif untuk kebutuhan harian Anda.

Selain itu, suku cadangnya masih mudah Anda jumpai di pasaran dan harganya cukup terjangkau. Dengan ini tentu biaya perawatan dari mobil Taruna ini juga tidak terlalu tinggi. 

Baca Juga: 4 Mobil Sigra Bekas Harga 50 Juta Rupiah, Unit Mulus!

Kekurangan Mobil Taruna Bekas

Kalau cari mobil Taruna bekas, jangan lupa juga buat pertimbangkan kekurangannya. Ini poin-poinnya: 

1. Stabilitas di Kecepatan Tinggi

Taruna terasa kurang stabil saat melaju dalam kecepatan tinggi. Mobil ini cenderung limbung, terutama ketika bermanuver. 

Ground clearance yang tinggi dan suspensi yang lembut membuat Anda harus lebih berhati-hati saat menikung atau menyalip. 

2. Pedal Kopling Berat

Setiap kali menginjak kopling, Anda biasanya harus memberikan tenaga ekstra. Pedal kopling terasa lebih berat daripada mobil lain sekelasnya. Terutama saat Anda gunakan dalam perjalanan panjang atau macet. 

Bagi yang sering berkendara di kota, kaki kiri bisa cepat pegal. Agar lebih nyaman, Anda harus rutin mengecek kampas kopling dan sistem hidroliknya. Dengan itu, pedal koplingnya bisa tidak terlalu berat. 

3. Kabin Kurang Senyap

Suara dari luar gampang masuk ke dalam kabin Taruna, apalagi saat melaju di jalan raya atau melewati jalanan kasar. 

Bunyi mesin, deru angin, hingga suara kendaraan lain masih bisa terdengar cukup jelas. 

Hal ini karena sistem peredaman masih sederhana. Jika ingin mengurangi suara yang masuk dari luar, mungkin Anda bisa berkonsultasi dengan bengkel atau mekanik mobil andal untuk mengatasinya. 

4. Boros Bahan Bakar

Taruna memang tangguh, tetapi konsumsi bensinnya lebih besar daripada sejumlah mobil lain di kelasnya.

Mesin 1.6L memberikan tenaga yang cukup untuk perjalanan jauh, tapi pengemudi harus siap dengan biaya bahan bakar yang lebih tinggi. 

Kalau untuk varian karburator, konsumsinya 7 km/liter buat penggunaan di dalam kota. Sedangkan buat pemakaian ke luar kota atau jalan tol, bisa 10 km/liter. 

Jadi, kalau mau membeli mobil Taruna bekas, pertimbangkan juga soal penggunaan bahan bakar, ya!

Baca Juga: Rekomendasi 5 Mobil Xenia Bekas Dibawah 50 Juta!

5. Interiornya Kuno

Mobil Taruna bekas murah itu banyak tersedia di pasaran. Tapi, jangan kaget juga jika mobil ini punya interior yang kuno. 

Saat masuk ke dalam kabin, desain dasbor Taruna terasa kurang modern. Tampilan panel instrumennya juga masih sederhana, tanpa banyak fitur canggih seperti mobil keluaran terbaru. 

Meskipun tata letaknya cukup fungsional, Anda yang mengutamakan estetika mungkin akan merasa kurang puas kalau masih membeli dan memakai mobil ini. 

6. Suspensinya Perlu Perawatan Ekstra

Kemudian, kekurangan yang perlu banget jadi peritmbangan adalah bagian suspensi. Kalau beli Taruna, Anda mungkin harus merawat suspensi lebih ekstra. 

Pasalnya, jika unit yang Anda beli sering melewati jalanan rusak sebelumnya, suspensi Taruna bisa lebih cepat mengalami masalah. 

Bushing dan ball joint menjadi komponen yang paling rentan aus, terutama jika mobil sering membawa beban berat. 

7. Jok Belakang Berisik

Jok baris kedua pada varian F-Series sering menimbulkan bunyi saat mobil melaju. Suara “kretek-kretek” muncul akibat desain yang hanya bertumpu pada satu titik. 

Hanya saja, Anda masih bisa mengatasinya dengan cara tertentu. Caranya bisa menambahkan bantalan karet atau peredam tambahan agar suara tidak mengganggu kenyamanan selama perjalanan.

Tipe-tipe Mobil Daihatsu Taruna

Daihatsu Taruna punya tiga tipe atau varian utama yang diperjualbelikan di Indonesia. Apa saja? Cek di sini: 

  • C-Series (1999) hadir sebagai SUV kompak dengan mesin 1.500 – 1.600 cc dan konfigurasi short wheelbase. Varian CL (standar), CX (menengah), dan CSX (mewah) menawarkan fitur berbeda, dari tanpa AC hingga electric window.
  • F-Series lebih panjang (long wheelbase) dengan kapasitas 7 penumpang. Varian FL (standar), FX (AC double blower), FGX (mewah), dan FGZ (sporty) memberikan opsi bagi keluarga besar.
  • OXXY Series adalah versi terakhir (2006) dengan desain modern, mesin full injection 1.500 cc, velg 16 inci, dan fitur premium seperti rear stop lamp dan body kit.

Harga Mobil Taruna Bekas

Secara umum, harga Daihatsu Taruna bekas berkisar antara Rp37 juta hingga Rp110 juta. 

Untuk model-model yang lebih tua, seperti yang diproduksi pada awal 2000-an, harga biasanya berada di kisaran Rp37 juta hingga Rp60 juta. 

Sementara itu, untuk model yang lebih baru atau dalam kondisi sangat baik, harga bisa mencapai Rp80 juta hingga Rp110 juta.

Jadi, kalau Anda tanya berapa harga mobil Taruna bekas, siapkan saja budget sesuai dengan yang tertera di sini. 

Harganya masih terlalu tinggi atau Anda tertarik cek unit lain? Sebaiknya pertimbangkan untuk cek CarsGallery.co.id

Di CarsGallery, Anda dapat memperoleh unit mobil dengan harga terbaik serta jaminan telah lolos inspeksi. Kalau tak ingin kehabisan unit mobilnya, segera cek CarsGallery sekarang juga.



BYD Denza N9: SUV Kelas Atas Siap Saingi Range Rover

BYD resmi meluncurkan Denza N9, SUV premium terbaru yang siap bersaing di pasar otomotif global. BYD Denza N9 hadir dengan berbagai fitur canggih dan performa yang mengesankan. 

Peluncuran Denza N9 akan dijadwalkan pada Maret 2025, sementara pre-order telah dibuka sejak Februari 2025. 

Amunisi terbaru dari BYD pada segmen SUV premium ini memang sudah siap meluncur. Dalam waktu dekat, SUV mewah Denza N9 ini bakal segera rilis. 

Kehadirannya, akan melengkapi lini produk dari Denza yang kini ramai dengan N7, Z9, Z9 GT, dan juga D9. 

Nantinya, Denza N9 ini akan langsung berhadapan dengan beberapa merk SUV kelas atas. Sebut saja seperti Range Rover atau sejenisnya. 

Ingin tahu lebih lanjut mengenai BYD Denza N9 SUV? Mari cek lengkap di sini. 

Baca Juga: Fitur Unik Aion V: Kulkas Pintar yang Bisa Nyala 24 Jam!

Spesifikasi BYD Denza N9

Denza N9 tersedia dalam dua varian, yaitu plug-in hybrid (PHEV) dan full-electric (EV). 

Varian PHEV menggabungkan mesin bensin 2.0T dengan tiga motor listrik, menghasilkan total tenaga 680 kW atau setara 912 hp. 

Kombinasi ini memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari tiga detik. 

Jarak tempuhnya bisa mencapai 1.300 km dengan penggabungan mesin bensin dan motor listrik, serta lebih dari 200 km dalam mode listrik murni. 

Dimensi Denza N9 yang besar memberikan kesan mewah dan tangguh. SUV ini memiliki panjang 5.258 mm, lebar 2.030 mm, dan tinggi 1.830 mm, dengan wheelbase sepanjang 3.125 mm. 

Desainnya terinspirasi dari kendaraan premium seperti Range Rover, membuatnya tampil elegan sekaligus modern.

Interior Denza N9 terancang untuk kenyamanan maksimal dengan konfigurasi kursi 2+2+2. 

Baca Juga: MG Cyberster: Roadster EV Pertama di Dunia untuk Indonesia

Baris kedua terlengkapi dengan kursi kapten yang dapat Anda atur secara elektrik, termasuk fitur pijat, pemanasan, dan ventilasi. 

Kabin juga menawarkan layar kontrol tengah berukuran 17,3 inci, layar hiburan untuk penumpang depan, serta layar besar di langit-langit untuk hiburan tambahan. 

Fitur teknologi canggih menjadi daya tarik utama Denza N9. Pasalnya, SUV ini juga terlengkapi dengan sistem kemudi roda belakang untuk manuver lebih lincah, mode “tank turn” untuk berputar di tempat, dan “crab walk” yang memungkinkan kendaraan bergerak menyamping. 

Sistem suspensi udara pintar DiSus-A yang ada pun bisa memastikan kenyamanan berkendara di berbagai kondisi jalan. 

Denza N9 juga menawarkan solusi praktis bagi penggunanya. Bagasi seluas 520 liter mampu menampung lima koper besar atau perlengkapan golf dengan mudah. 

Selain itu, terdapat kulkas kecil di kabin untuk menjaga minuman tetap dingin atau hangat selama perjalanan.

Baca Juga: Hyundai Staria Hybrid Hanya Rilis di Korea, Indonesia Kapan?

BYD Denza N9 Harga

Harga Denza N9 berkisar antara 450 ribu hingga 550 ribu yuan atau sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,2 miliar. 

Dengan harga tersebut, Anda bisa memperoleh SUV dengan performa tinggi, kenyamanan premium, dan teknologi mutakhir.

BYD menargetkan Denza N9 sebagai pesaing utama di segmen SUV premium global. 

Kendaraan ini diposisikan untuk bersaing dengan model seperti Range Rover dan Li Xiang L9. Strategi BYD mencakup ekspansi ke pasar Eropa setelah sukses di China.

Dengan peluncuran Denza N9, BYD mempertegas posisinya sebagai pemain utama dalam industri otomotif listrik dan hybrid. 

Dengan harga, spesifikasi, dan juga berbagai teknologi canggih yang tersemat pada BYD Denza N9, apakah Anda tertarik untuk membawanya pulang? 

Kalau mau, sabar. Pasalnya, mobil ini masih akan rilis pada Maret 2025.

XPeng Resmi Masuk Indonesia sekaligus Kenalkan Dua Modelnya

XPeng, produsen mobil listrik asal Tiongkok, resmi memasuki pasar Indonesia. Tepatnya pada 28 Februari 2025 melalui kemitraan strategis dengan Erajaya Active Lifestyle (ERAL). Dengan ini, akhirnya XPeng resmi masuk Indonesia

Langkah ini menandai ekspansi global XPeng yang semakin agresif, sekaligus memperkenalkan teknologi kendaraan listrik canggih kepada konsumen Indonesia. 

Dengan menggandeng ERAL sebagai agen pemegang merek, XPeng mengatakan komitmennya. Mereka berkomitmen untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan yang mulus dan inovatif bagi pengguna lokal. 

Baca Juga: Fitur Unik Aion V: Kulkas Pintar yang Bisa Nyala 24 Jam!

XPeng Kenalkan Dua Model Unggulan

Dalam peluncurannya di Jakarta, XPeng memperkenalkan dua model unggulan, yaitu X9 dan G6. 

Model X9 merupakan MPV premium tujuh penumpang yang dirancang untuk kenyamanan keluarga maupun kebutuhan bisnis. 

Mobil ini pun terlengkapi dengan berbagai fitur canggih. Misalnya saja sistem infotainment 21,4 inci, sistem pendingin dan pemanas pintar di dalam kabin, serta performa tinggi dengan tenaga mencapai 315 dk dan torsi 450 Nm.

Sementara itu, G6 adalah SUV coupe berukuran sedang dengan beberapa keunggulan. Misalnya seperti pengisian daya super cepat 800 volt dan jangkauan perjalanan yang panjang.

Kedua model ini dirancang untuk pasar setir kanan, menjadikan Indonesia sebagai salah satu prioritas utama XPeng di kawasan Asia Tenggara. 

Baca Juga: Hyundai Staria Hybrid Hanya Rilis di Korea, Indonesia Kapan?

Bakal Mulai Produksi Lokal di Indonesia Semester Kedua 2025

Kabar XPeng resmi masuk Indonesia ini tentu jadi kabar baik. Apalagi unitnya bakal diproduksi secara lokal. 

XPeng pun mengumumkan rencana produksi lokal di Indonesia. Kabarnya, akan mulai pada semester kedua tahun 2025. 

Strategi ini bertujuan untuk mengintegrasikan rantai pasok secara lokal sekaligus memenuhi kebutuhan spesifik konsumen Indonesia. 

Dengan memproduksi kendaraan secara lokal, XPeng berharap dapat menghadirkan solusi mobilitas yang lebih efisien dan terjangkau. 

Selain itu, langkah ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia. Terutama untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik menuju target dua juta unit pada tahun 2030.

Kemitraan dengan ERAL tidak hanya terbatas pada distribusi kendaraan, tetapi juga mencakup pengembangan jaringan dealer dan layanan purna jual. 

ERAL akan membangun fasilitas layanan di lokasi strategis guna memastikan kemudahan akses bagi konsumen.

Sebagai perusahaan yang telah sukses membawa berbagai merek teknologi global ke Indonesia, seperti DJI, ERAL dianggap sebagai mitra ideal untuk mendukung pertumbuhan XPeng di pasar lokal. 

Kolaborasi ini juga menyoroti pendekatan “teknologi global dengan pengalaman lokal” yang menjadi fokus utama XPeng dalam ekspansinya ke berbagai negara.

Baca Juga: Indomobil dan Changan Automobile Bekerja Sama, Apa Isinya?

Indonesia Terpilih Jadi Pasar Kunci

XPeng resmi masuk Indonesia juga bukan tanpa alasan. Indonesia terpilih sebagai pasar kunci karena punya potensi besar sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. 

Dengan populasi yang terus tumbuh dan meningkatnya kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan, XPeng melihat peluang besar untuk memperkenalkan teknologi mobilitas cerdas berbasis AI kepada masyarakat Indonesia.

Selain itu, peluncuran ini juga menjadi bagian dari strategi XPeng untuk menjadikan kawasan Asia Pasifik sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan dalam skala global. 

Kehadiran XPeng di Indonesia tidak hanya menambah pilihan kendaraan listrik bagi konsumen tetapi juga meningkatkan persaingan di segmen mobil listrik premium. 

Dengan teknologi mutakhir dan komitmen terhadap keberlanjutan, XPeng berharap dapat memenangkan hati konsumen Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu merek mobil listrik paling inovatif di dunia. 

Apakah nanti unit-unit XPeng akan mendominasi pasar otomotif di Indonesia atau justru kalah dengan produsen mobil listrik lain dari negaranya sendiri?

Toyota Catat 2.728 SPK Selama IIMS 2025, Zenix Paling Laku!

PT Toyota Astra Motor (TAM) kembali mencatatkan pencapaian gemilang di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Toyota catat 2.728 SPK selama IIMS 2025 yang berlangsung pada 13–23 Februari 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta ini. 

Selama pameran otomotif bergengsi ini, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap berbagai lini produk Toyota, khususnya kendaraan elektrifikasi.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pencapaian Toyota pada IIMS 2024 yang mencatatkan 2.540 SPK. 

Pertumbuhan sebesar 7,4% ini menegaskan posisi Toyota sebagai salah satu merek otomotif terdepan di Indonesia, terutama dalam menghadirkan kendaraan yang mengedepankan teknologi ramah lingkungan.

Baca Juga: BYD Sea Lion 7: SUV yang Dominasi Penjualan di IIMS 2025

Kijang Innova Zenix Hybrid Jadi Unit Andalan

Dari total SPK Toyota selama IIMS 2025, Kijang Innova Zenix Hybrid Electric Vehicle (HEV) menjadi model paling banyak peminat. Pasalnya, unit ini memberi kontribusi sebesar 614 SPK atau sekitar 22,5% dari total pemesanan. 

Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin tertarik pada kendaraan berbasis elektrifikasi yang menawarkan efisiensi bahan bakar sekaligus ramah lingkungan.

Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat terhadap produk-produk Toyota di IIMS tahun ini.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan pelanggan terhadap Toyota. Pencapaian ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari pentingnya kendaraan elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix Hybrid yang tidak hanya efisien tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Henry.

Selain Kijang Innova Zenix Hybrid, model konvensional seperti Toyota Avanza dan Toyota Rush juga tetap menjadi favorit konsumen. 

Avanza mencatatkan 335 SPK, sementara Rush menyumbang 216 SPK. Ini membuktikan bahwa meskipun tren elektrifikasi terus berkembang, kendaraan konvensional dengan harga terjangkau dan fitur lengkap masih memiliki pasar yang kuat di Indonesia.

Baca Juga: Kia New Sonet Mejeng Sebagai ‘Senjata Andalan’ di IIMS 2025

Dukungan Insentif Pemerintah dan Tren Elektrifikasi

Peningkatan penjualan kendaraan hybrid Toyota tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui program insentif pajak untuk kendaraan ramah lingkungan. 

Kebijakan ini menjadi salah satu faktor pendorong utama meningkatnya minat konsumen terhadap mobil hybrid dan listrik. 

Selain itu, momentum menjelang libur Lebaran juga turut memengaruhi tingginya permintaan kendaraan baru selama pameran berlangsung.

Henry Tanoto menambahkan bahwa keberhasilan Toyota di IIMS 2025 juga didukung oleh strategi perusahaan dalam menghadirkan berbagai pilihan kendaraan sesuai kebutuhan konsumen. 

“Kami percaya bahwa inovasi teknologi dan dukungan pemerintah akan menjadi katalis utama dalam mempercepat adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Toyota Siap Jual Mobil Balap di Indonesia Tahun Ini!

Keunggulan Kijang Innova Hybrid

Sebagai model unggulan, Kijang Innova Zenix Hybrid menawarkan kombinasi sempurna antara performa tinggi dan efisiensi bahan bakar. 

Dengan teknologi hybrid generasi terbaru, mobil ini mampu memberikan pengalaman berkendara yang nyaman sekaligus hemat energi. 

Desain modern dan fitur canggih seperti Toyota Safety Sense (TSS) juga menjadi daya tarik utama bagi konsumen Indonesia.

Selain varian hybrid, Kijang Innova Zenix bensin juga mencatatkan kinerja penjualan yang baik dengan total 181 SPK. 

Sedangkan model legendaris lainnya seperti Innova Reborn berhasil meraih 174 SPK. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tren elektrifikasi semakin kuat, varian berbahan bakar konvensional tetap diminati oleh segmen tertentu.

Komitmen Toyota Menuju Masa Depan Berkelanjutan

Toyota catat 2.728 SPK pada IIMS 2025 kali ini sepertinya menjadi cerminan dari keberhasilan mereka yang berkomitmen untuk mendukung mobilitas berkelanjutan melalui program global mereka, yaitu Toyota BEYOND ZERO.

Mazda Jual 243 Mobil di IIMS 2025, CX-5 Laris Manis!

Produsen otomotif Jepang, Mazda, mencatatkan hasil penjualan yang melampaui target awal. Pasalnya, Mazda jual 243 mobil di IIMS 2025 pada 13 – 23 Februari yang lalu. 

Angka tersebut melebihi target karena awalnya Mazda menetapkan dalam acara IIMS 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat ini, targetnya 200 unit terjual. 

Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia bilang, jika pertumbuhan permintaan kendaraan premium di INdonesia makin baik. 

Permintaan tersebut mencerminkan bahkan pelanggan yang lebih mengutamakan kualitas, teknologi, dan juga desain. 

“Kami juga melihat tren yang berkembang, di mana konsumen semakin tertarik pada solusi mobilitas berkelanjutan, termasuk kendaraan elektrifikasi dan hibrida,” ujar Ricky. 

Baca Juga: Fitur Unik Aion V: Kulkas Pintar yang Bisa Nyala 24 Jam!

Ini Rincian Unit Mazda yang Terjual Selama IIMS 2025

Lebih detail lagi, terdapat beberapa unit Mazda yang terjual dalam ajang pameran otomotif kali ini. 

Misalnya, Mazda CX-5 mencatatkan penjualan sebanyak 114 unit. Pada urutan selanjutnya, ada Mazda CX-3 yang terjual sebanyak 46 unit. 

Kemudian, dilanjutkan oleh Mazda  Hatchback yang berhasil mencatatkan penjualan sampai dengan 27 unit dan sejumlah model Mazda lain sebanyak 56 unit. 

Tak ketinggalan juga, unit mobil hybrid dari Mazda juga terjual dengan hasil positif. 

The All-New Mazda CX-80 plug in hybrid electric vehicle (PHEV) terjual sebanyak 6 unit saat IIMS 2025. 

Hal ini sekaligus menunjukkan seberapa besar minat masyarakat Indonesia pada SUV hibrida dari Mazda di Indonesia. 

Dengan angka tersebut, maka total penjualannya adalah 243 unit. Nilai transaksinya juga cukup fantastis yakni Rp162,57 miliar. 

Baca Juga: Hyundai Staria Hybrid Hanya Rilis di Korea, Indonesia Kapan?

Pencapaian IIMS 2025 Meningkat Sebanyak 19 Persen

Pengusaha Agen Pemegang Merek (APM) tercatat mampu membukukan tingkat penjualan tinggi selama IIMS 2025. 

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan jika data resmi menyebut ada peningkatan 19% penjualan daripada tahun lalu. Total transaksinya yakni 8 triliun. 

Sementara untuk unit kendaraan yang terjual, yakni 22.322 unit selama 11 hari. Ini tercatat berdasarkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). 

Angka tersebut menunjukkan jika minat masyarakat Indonesia untuk pembelian unit mobil baru masih sangat tinggi. 

“Pencapaian IIMS 2025 adalah hasil dari kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah, agen pemegang merek, sponsor, asosiasi, komunitas, media, dan tentu saja para pecinta dunia otomotif,” kata Daswar. 

Lebih lanjut, ia bilang jika pada IIMS 2025 ini memang menarik minat banyak masyarakat untuk berkunjung. 

Hal tersebut nampak dari total pengunjung yang datang di 11 hari atau selama acara berlangsung. 

Total pengunjung yang datang yakni 579.337 orang yang artinya, naik 3% daripada tahun lalu. 

Baca Juga: BYD Sea Lion 7: SUV yang Dominasi Penjualan di IIMS 2025

Penjualan Toyota Astra Naik

Salah satu APM yang juga mengalami peningkatan penjualan adalah PT Toyota Astra Motor (TAM). 

Dalam 11 hari, Toyota berhasil mendapatkan 2.728 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Rata-rata didominasi SPK untuk kendaraan MPV. 

Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM, bilang jika model yang paling banyak masyarakat minati adalah Kijang Innova Zenix Hybrid. 

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme pelanggan terhadap produk-produk Toyota di IIMS 2025, terutama terhadap pilihan kendaraan elektrifikasi seperti Kijang Innova Zenix Hybrid yang kembali mendominasi SPK,” ujar Henry. 

Lebih detail lagi, Kijang Innova Zenix HEV mencatatkan 614 SPK, Avanza 335 SPK, dan Rush di 216 SPK. 

Tak hanya PT TAM, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga mengalami peningkatan penjualan. 

Dengan ini, tak hanya Mazda jual 243 mobil di IIMS 2025. Tapi, hampir semua pengusaha APM mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan di IIMS 2025.

Exit mobile version