Keyless Entry pada Mobil: Cara Kerja hingga Kekurangannya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Print

Saat bicara soal mobil modern, tentu kita tidak bisa melewatkan soal keyless entry pada mobil. Pada mobil-mobil modern, kini sudah tersemat fitur keyless entry yang

Saat bicara soal mobil modern, tentu kita tidak bisa melewatkan soal keyless entry pada mobil. Pada mobil-mobil modern, kini sudah tersemat fitur keyless entry yang amat memudahkan dan juga membuatnya lebih aman. 

Dengan fitur atau mekanisme ini, Anda sebagai pemilik mobil sudah tak perlu lagi membuka pintu atau menyalakan mesin dengan kunci fisik. 

Cukup dengan bawa key fob atau smart key di saku, dan mobil akan langsung meresponnya. Pintu akan terbuka dan Anda bisa langsung menyalakannya sesaat setelah masuk ke dalam kabin mobil. 

Kemudahan mobil keyless tentu amat menggoda. Namun, keyless entry juga hadir dengan tantangannya sendiri. Ada keuntungan yang bisa membuat Anda merasa begitu terbantu, dan ada pula risiko yang perlu Anda waspadai. 

Agar lebih jelas, mari kita bedah semuanya di sini. 

Baca Juga: 6 Cara Ganti Baterai Kunci Mobil, Mudah dan Aman!

Jadi, Apa Itu Keyless Entry pada Mobil? 

Saat memperhatikan mobil-mobil keluaran terbaru, hampir semua membawa fitur keyless entry. Cukup teknis memang, tapi fungsinya sangat sederhana, yakni agar Anda tidak perlu lagi menggunakan kunci konvensional. 

Keyless entry, merupakan sistem yang bisa memungkinkan Anda membuka dan mengunci pintu mobil tanpa harus menancap atau memutar kunci fisik secara manual. 

Biasanya, cukup dengan membawa remote atau smart key di saku, mobil akan secara otomatis mengenali sinyalnya. 

Prinsip kerja keyless entry tentu berbeda dengan non keyless. Perbedaannya ada pada komunikasi antar chip di kunci dengan sensor pada mobil. 

Ketika Anda mendekat, mobil akan langsung memahami bahwa si pemilik sudah datang. Anda pun cukup membukanya dengan sentuhan pada gagang atau bahkan otomatis. 

Sejumlah mobil modern lain juga melengkapi fitur ini dengan tombol start/stop. Jadi, mesin bisa menyala tanpa harus menggunakan kunci fisik lagi. 

Intinya, keyless entry adalah fitur yang membuat aktivitas masuk dan keluar mobil jadi lebih praktis, aman, sekaligus modern. 

Cara Kerja Keyless Mobil

Baik keyless dan non-keyless, memiliki mekanisme kerja atau cara kerjanya sendiri. Kalau untuk cara kerja keyless entry pada mobil, mungkin sedikit panjang: 

1. Berawal dari Komunikasi Antara Smart Key dengan yang Tertanam pada Mobil

Cara kerja sistem keyless entry berawal dari adanya komunikasi antara kunci pintar atau smart key dengan unit penerima sinyal yang sudah tertanam pada mobil. 

Di dalam smart key terdapat chip elektronik yang memancarkan gelombang radio berfrekuensi rendah. 

Gelombang inilah yang kemudian ditangkap oleh antena atau sensor penerima yang dipasang di beberapa titik pada mobil, biasanya di pintu, bagasi, dan area kabin.

2. Sensor Mulai Membaca Sinyal

Begitu Anda mendekat sambil membawa smart key, sensor pada mobil akan mulai membaca sinyal yang dipancarkan. 

Sistem kemudian mencocokkan data unik yang sudah terprogram di dalam smart key dengan data yang tersimpan di komputer mobil. 

Jika data yang sesuai, maka sistem akan memberikan perintah agar kunci pintu terbuka ketika Anda menekan tombol pada gagang pintu atau bahkan secara otomatis tanpa sentuhan, tergantung teknologi yang ada di dalamnya. 

3. Prosesnya Berlangsung Dua Arah

Dalam cara kerja keyless entry pada mobil, prosesnya berlangsung dua arah. Maksudnya, selain menerima sinyal dari smart key, mobil juga mengirim kode acak. 

Smart key harus merespons dengan kode jawaban yang benar sesuai algoritma enkripsi. 

Mekanisme inilah yang membuat sistem keyless entry lebih aman daripada kunci konvensional, karena peluang pencurian dengan cara menyalin sinyal secara sederhana menjadi jauh lebih kecil.

4. Biasanya juga Terintegrasi dengan Fitur Keyless Ignition atau Push Start

Prinsip kerjanya sama, hanya saja sensor ditempatkan di dalam kabin. Ketika Anda duduk di kursi pengemudi dengan smart key berada di dalam mobil, sensor mendeteksi keberadaannya. 

Sistem akan memberi izin pada mesin untuk menyala saat Anda menekan tombol start/stop. Tanpa smart key di dalam kabin, tombol tersebut tidak akan berfungsi.

Dengan rangkaian kerja keyless entry pada mobil yang berlapis ini, sistem tersebut bisa memastikan jika cuma pemilik dengan smart key-lah yang bisa mengakses dan menyalakan mobil. 

Baca Juga: Ini 6 Tanda Anda Harus Ganti Baterai Remote Mobil!

Komponen Keyless Mobil

Dalam mendukung mekanisme atau cara kerjanya, ada berbagai komponen yang saling bekerja sama, seperti: 

1. Key Fob atau Remote Smart Key

Key fob merupakan komponen paling penting dalam sistem keyless entry karena berfungsi sebagai sumber sinyal utama.

Di dalamnya terdapat chip elektronik yang terprogram dengan identitas unik dan terlengkapi baterai agar dapat memancarkan sinyal radio.

2. Baterai di Key Fob

Selanjutnya, ada baterai. Baterai di dalam key fob berperan sebagai sumber daya agar chip elektronik bisa memancarkan sinyal radio secara konsisten. 

Karena seluruh sistem keyless bergantung pada sinyal ini, baterai yang melemah akan langsung memengaruhi kinerja.

3. Antena atau Transceiver di Mobil

keyless entry pada mobil

Antena pada mobil berfungsi sebagai penerima dan pengirim sinyal. Mobil umumnya memiliki  antena berfrekuensi rendah (LF) dan radio frequency (RF) yang terpasang di berbagai titik, misalnya pada gagang pintu, bumper belakang, atau konsol tengah.

4. Body Control Unit (ECU)

Ini juga komponen keyless entry pada mobil yang sangat penting, ECU. Perannya sebagai pusat kendali dari seluruh sistem keyless. 

Unit ini bertugas mengaktifkan antena luar ketika mendeteksi key fob di sekitar mobil, dan mengaktifkan antena dalam saat key fob berada di kabin. 

Setelah menerima sinyal dari antena, ECU memverifikasi identitas key fob dengan data yang sudah tersimpan di sistem. 

Jika cocok, ECU mengirimkan perintah untuk membuka kunci pintu atau mengizinkan mesin menyala melalui tombol start/stop.

5. Modul Immobilizer

Komponen keyless entry mobil satu ini bertugas untuk mengamankan mesin. Maksudnya, sistem ini hanya mengizinkan mesin menyala jika key fob yang dikenali benar-benar berada di dalam kabin. 

Modul membaca sinyal transponder dari key fob, lalu mencocokkan kodenya dengan database yang tersimpan di ECU.

6. Sistem Enkripsi atau Rolling Code

Terakhir, ada sistem enkripsi atau sebutan lainnya rolling code. Fungsinya jadi pengaman komunikasi antara key fob dan mobil. 

Teknologi rolling code, membuat kode akses berubah secara otomatis setiap Anda menggunakannya. 

Proses ini terkendalikan oleh algoritma khusus yang bisa menghasilkan kode acak, sehingga walaupun ada pihak yang berusaha menyadap sinyal, kode yang terekam tidak bisa terpakai ulang. 

Baca Juga: 6 Cara Ganti Baterai Remote Mobil, Praktis tapi Solutif!

Keyless Entry pada Mobil Memang Bikin Praktis, tapi Ada juga Kekurangannya!

Meski bikin praktis, keyless entry pada mobil juga masih punya kekurangan. Apa saja? Cek sini: 

1. Risiko Hacking Lewat Relay Attack

Pencuri bisa mengeksploitasi celah keamanan meskipun sistem keyless entry sudah menggunakan enkripsi. 

Mereka menangkap sinyal key fob dengan perangkat khusus, lalu memperpanjang jangkauan sinyal tersebut agar mobil terbuka walaupun key fob berada jauh dari kendaraan. 

Mereka juga bisa menggunakan emulator untuk meniru sinyal key fob. Dengan begitu, keyless entry jadi lebih rentan terhadap pencurian berbasis teknologi daripada kunci konvensional.

2. Key Fob Bisa Mati Mendadak

Key fob berfungsi hanya ketika baterainya aktif. Jika baterai habis atau komponen internal rusak karena air, key fob berhenti memancarkan sinyal. Kondisi ini membuat Anda tidak bisa membuka pintu atau menyalakan mesin. 

Anda perlu menyiapkan kunci cadangan dan memahami prosedur darurat yang pabrikan sediakan agar tetap bisa mengatasi situasi tersebut.

3. Biaya Penggantian Tinggi

keyless entry pada mobil

Ketika Anda kehilangan key fob, Anda harus menyiapkan biaya yang jauh lebih tinggi daripada kunci konvensional. 

Pasalnya, Anda perlu membeli perangkat baru sekaligus melakukan pemrograman ulang agar key fob sesuai dengan sistem mobil. 

Apalagi, hanya bengkel resmi yang memegang peralatan khusus untuk proses ini, dan mereka membebankan biaya tambahan untuk jasanya. 

4. Ketergantungan pada Sinyal dan Teknologi

Sistem keyless entry bekerja hanya jika komunikasi sinyal berjalan lancar. Jika perangkat lain mengganggu frekuensi, mobil gagal mendeteksi key fob meskipun jarak kunci keyless mobil dekat. 

Gangguan ini sering muncul di area padat jaringan atau lokasi dengan interferensi elektromagnetik tinggi. Ketika kondisi ini terjadi, pintu tetap terkunci dan Anda merasa frustrasi.

Memang, keyless entry pada mobil bisa membuat penggunaan kendaraan roda empat jauh lebih praktis. Dengan cara kerjanya, keyless entry tidak lagi mengharuskan Anda memasukkan kunci saat buka pintu hingga menyalakan kendaraan. 

Namun, di balik kemudahan itu ada risiko dan kekurangan yang muncul. Mulai dari lebih rawan kena relay attack hingga biaya mahal untuk penggantian. 

Dalam memilih mobil, memang harus Anda pertimbangkan matang terutama untuk memilih yang keyless atau non-keyless. Tapi untuk kualitas mobil, langsung percayakan saja pada CarsGallery. 

Tim kami sudah bertahun-tahun memeriksa setiap mobil yang tersedia. Inspeksi kami begitu ketat dan juga menyeluruh. 

Jadi, kalau Anda memang butuh mobil bekas yang masih berkualitas, CarsGallery senantiasa menjadi jawaban terbaik untuk menghadirkannya untuk Anda. 

Other Post

Related Post