Review Mobil Camry Bekas: Kelebihan, Masalah, dan Harganya

Mobil Camry bekas memiliki daya tarik tersendiri kalau Anda mendambakan sedan mewah yang harganya terjangkau. 

Camry, memang sudah lama hadir di Indonesia. Dari model XV20 tahun 1999 yang mengganti mobil Toyota Corona. Sampai dengan XV50, hingga generasi terakhir yakni XV70 yang rilis tahun 2019 yang lalu. 

Di Indonesia, Camry udah hadir 8 generasi. Jadi, opsi atau variasi yang Anda pilih memang cukup bervariasi. 

Kalau generasi keenam yakni XV40, di Indonesia sangat identik jadi mobil menteri atau mobil pejabat-pejabat tinggi perusahaan. Bahkan sudah pernah jadi kendaraan resmi salah satu Menteri. 

Baca Juga: Review Mobil BRV Bekas: LSUV Terjangkau untuk Mobil Keluarga

Mengapa Mobil Camry Bekas Menarik untuk Dimiliki?

Ada banyak alasan mengapa Anda harus beli mobil Camry keluaran tahun berapa pun. Mengapa? Ini alasannya: 

1. Harganya Terjangkau

Pertama, harga mobil Camry lama atau bekas memang lebih bersahabat daripada mobil baru. 

Tentu, peluang Anda mendapatkan kemewahan juga kenyamanan dari sedan premium bisa lebih besar tanpa harus bayar lebih. 

Contohnya, buat model tahun 2020-an yang berteknologi hybrid, fitur-fiturnya canggih, sudah bisa Anda peroleh di harga Rp450 jutaan – Rp500 jutaan. 

Kisaran harga tersebut memang masih terbilang tinggi, tapi sudah hampir 50% dari harga model Camry terbaru yang hampir mendekati Rp1 miliar. 

Dengan beli mobil Camry bekas, maka Anda bisa dapat nilai lebih buat uang yang Anda punya. 

2. Desainnya Timeless

Siapa yang bisa menyangkal jika Camry memang memiliki desain yang terbilang timeless atau tak lekang oleh waktu. Desainnya mewah, elegan, baik untuk bagian interior maupun eksterior. 

Meski Anda beli Camry keluaran lama sekalipun, tetap tidak akan ketinggalan zaman. 

Kita coba ambil contoh dari generasi 6 yang meluncur tahun 2008. Walaupun sudah berumur, tapi desainnya masih sangat apik dan juga berkelas. 

Interiornya pun terancang memakai material yang berkualitas tinggi serta punya detail yang sangat menawan. 

Mewah banget dan tidak ada kesan murahan sama sekali. Jadi, ini juga yang bisa jadi alasan mengapa Anda layak untuk meminang mobil satu ini. 

3. Performa Mesin Andal

Selanjutnya performa memang tak boleh terlewat. Pasalnya, Camry juga punya mesin yang terkenal bandel dan jarang kena masalah serius. 

Apalagi kalau pemilik sebelumnya memang merawat unit Camry dengan baik. Kalau untuk pilihan, ada dua opsi yakni cc mobil Camry yang 2.400 dengan kode mesin 2AZ-FE dan juga 3.500 cc 2GR-FE. 

Kalau untuk yang mesin 2.400 cc, Anda bisa dapat Camry yang irit BBM dan performanya lumayan dengan teknologi VVT-i. 

Sementara untuk Camry bermesin 3.500 cc, konfigurasinya pakai V6 VVT-i yang jelas memberi hasil tenaga yang lebih besar juga akselerasi yang responsif. 

4. Kabin Luas dan Nyaman

Soal kenyamanan, sedan satu ini memang tak bisa Anda remehkan. Pasalnya, Camry terkenal dengan kenyamanan dan punya ruang kabin yang luas. 

Mobil Camry bekas memiliki tempat duduk nyaman buat lima penumpang orang dewasa. 

Ruang kepala dan ruang kakinya pun akan membuat perjalanan Anda terasa lebih menyenangkan. 

Kemudian, suspensinya memang terancang khusus buat meredam getaran dan guncangan di jalanan dan bisa memberi experience halus dan nyaman. 

Baca Juga: Review Mobil Timor Bekas: Masih Layak Beli atau Tidak?

Alasan untuk Tidak Membeli Mobil Camry Bekas

Kalau mempertimbangkan buat beli mobil, maka harus tahu juga alasan-alasan untuk tidak membelinya termasuk untuk Camry. Berikut ini penjelasannya: 

1. Boros BBM

Meski tadi kami sebut efisien, Anda perlu ingat kalau Camry itu sedan dengan cc besar. Mewah, nyaman, dan elegan memang, tapi apakah Anda sudah siap dengan kebiasaannya yang sering ‘minum’ bahan bakar? 

Kalau untuk model 2.400 cc – 3.500 cc, konsumsi bahan bakarnya memang relatif boros daripada mobil-mobil modern yang ada sekarang. 

Buat contoh saja, Camry XV40 bermesin 2.400 cc, bisa mencatatkan angka 7 – 8 km/liter saja buat jalanan dalam kota. 

Kalau untuk perjalanan luar kota, yakni 8 – 11 km/liter. Tentu, ini bisa jadi pertimbangan. Jika Anda memang tak keberatan soal bahan bakar, maka ambil saja tawaran Camry bekas dijual

2. Kualitas Rem dan Feedback Setir Kurang Maksimal

Ada sejumlah keluhan dari para pengguna Camry yang mengatakan kualitas rem dan juga feedback setirnya terbilang kurang. Bahkan banyak juga yang menganggap jika kualitasnya tak sebanding dengan mobil-mobil lain di kelasnya. 

Remnya terasa kurang pakem dan kurang responsif. Selain itu, feedback dari setirnya terasa kurang presisi. Memang, ini sangat subjektif. Tapi masih tetap layak jadi pertimbangan sebelum beli mobil Camry bekas

3. Tensioner Fan Belt

Selanjutnya, tensioner fan belt pada Camry XV40 memang perlu Anda waspadai karena sering bermasalah. 

Gejala masalah yang terjadi pada tensioner fan belt yakni suara ‘krek-krek’ dari fan belt dan juga pulley. 

Kalau Anda mendengar suara ini waktu memeriksa Camry, maka coba pertimbangkan ulang buat beli atau minta pertimbangan dari jasa inspeksi. 

4. Bushing Pecah

Selain itu, ada juga masalah umum yakni pecahnya bushing pada bagian kaki-kaki. Utamanya di bagian bushing dan support. 

Hal ini kerap terjadi karena usia penggunaan dan juga kontur jalanan yang buruk. Saat bushing pecah, maka Camry kerap menghasilkan suara berderit atau berdecit waktu Anda melewati jalanan yang tidak rata. 

Tak hanya itu, Camry bekas Anda mungkin bisa terpengaruh dari stabilitas dan juga pengendalian mobil. 

Baca Juga: Jeep Wrangler Rubicon: Kelebihan, Harga, dan Tips Belinya

5. Dashboard Bergelombang

Kemudian, dashboard di Camry bekas itu pakai material soft touch. Ini rentan bergelombang kalau sering terpapar dengan sinar matahari dan kurang memperoleh perawatan. 

Paparan sinar matahari yang terjadi secara terus-menerus bisa bikin material ini mengkerut atau mengembang. Jadi, tak heran kalau permukaan dashboardnya sering nampak bergelombang. 

Tak berpengaruh ke performa memang, tapi estetika interiornya jelas kurang apik. 

Tipe-tipe Mobil Camry

Camry hadir dengan sejumlah tipe yang punya fitur dan spesifikasi berbeda seperti: 

  • Tipe Standar: Tipe standar Camry memiliki dua varian, yaitu 2.5 V dan 2.5 G.
  • Tipe Hybrid: Tipe Hybrid hanya memiliki satu varian, yaitu 2.5 A/T.
  • Tipe G dan V: Antara tipe V dan tipe G memiliki spesifikasi yang kurang lebih sama, baik itu performa mesin sampai dengan kemudi. Toyota Camry 2020 pakai BBM bensin dengan tangki 60 liter plus bertenaga 180 hp. Selain itu, bisa menghasilkan torsi 239 Kgm.
  • Tipe 2.5 V: Tipe ini dilengkapi dengan Enchanting LED Front Lamp dan Bold LED Rear Lamp dengan desain aerodinamis.
  • Tipe 2.5 G: Bertransmisi otomatis 6 percepatan sequential buat tipe 2.5 V dan 2.5 G.

Harga Mobil Camry Bekas

Soal harga dari Camry bekas, masih sangat bergantung pada tahun pembuatannya, lokasi, sampai kondisi dari mobil itu sendiri. Berikut ini estimasi harga mobil bekasnya:

  • 2011 Toyota Camry 2.4 V AT: Rp145 Juta.
  • 2017 Toyota Camry 2.5 V: Sekitar Rp223 Juta – Rp245 Juta.
  • 2019 Toyota Camry 2.5 G: Rp317 Juta.
  • 2021 Toyota Camry 2.5 V: Rp445 Juta.
  • 2022 Toyota Camry 2.5 V: Rp575 Juta.

Memang, harganya begitu bervariasi. Ada yang masih di angka Rp100 jutaan dan ada yang lebih dari Rp500 jutaan. 

Review Mobil BRV Bekas: LSUV Terjangkau untuk Mobil Keluarga

Ingin SUV tapi dengan kabin senyaman mobil MPV? Sepertinya, mobil BRV bekas penting buat jadi pertimbangan Anda. 

Benar, mobil ini memang masuk dalam kategori SUV, tapi seat-nya masih senyaman mobil-mobil pilihan keluarga yakni MPV. 

Selain itu, mobil ini juga menggunakan platform yang sama dengan beberapa mobil yang populer. Misalnya seperti Honda Brio, Mobilio, dan juga Amaze. 

Jadi, tak heran jika beli mobil bekas BRV, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Udah SUV, harganya terjangkau, dan masih nyaman pula. 

Namun, tetap saja BRV juga punya poin-poin lain yang harus jadi pertimbangan. Kalau ingin tahu detail lainnya, simak di sini. 

Baca Juga: 5 Daftar Harga Mobil Rubicon Bekas dan Tips Belinya

Mengapa Harus Beli Mobil BRV Bekas?

Mobil BRV bisa jadi pilihan menarik karena beberapa alasan. Apalagi untuk Anda yang sedang cari SUV tangguh yang nyaman buat keluarga dan harganya terjangkau. Ini dia alasan mengapa Anda layak mempertimbangkan BRV: 

1. Harganya Lebih Terjangkau

Pertama, banyak yang bilang jika harga mobil BRV bekas sangat terjangkau untuk di pasar mobil bekas. 

Honda BR-V generasi pertama (2016 – 2019) misalnya, sudah bisa Anda dapatkan dengan harga cuma Rp150 jutaan saja. 

Tentunya, harga yang begini sangat worth mengingat fitur-fitur yang tersedia serta performa BR-V memang cukup baik. 

Kalau untuk ukuran mobil keluarga, harga segitu jelas terjangkau dan sudah lebih dari cukup buat penuhi kebutuhan Anda. 

2. Desain Eksterior Gagah dan Stylish

Selanjutnya, mobil BRV bekas juga punya tampilan gagah serta modern. BR-V punya lekukan bodi tegas serta aerodinamis. 

Dengan adanya desain ini, maka kesan tangguh juga elegan bisa Anda peroleh. Jadi, sangat tepat buat kebutuhan mobil keluarga tapi yang tetap keren buat jalan-jalan atau dipamerkan karena penampilannya sangat menarik. 

3. Kabinnya Luas dan Fleksibel

Kemudian, hadirnya kabin yang fleksibel dan juga luas menjadi salah satu keunggulan dari mobil satu ini. 

Dimensinya punya panjang 4.456 mm, lebar 1.735 mm, serta tinggi 1.666 mm. Kalau begini, tentu BR-V tergolong punya kabin yang sangat lapang. 

Apalagi, kursi di baris ketiganya bisa Anda lipat dengan konfigurasi 50:50. Jadi, penyesuaian ruang bagasinya bisa sesuai dengan kebutuhan. 

Butuh untuk bawa barang yang lebih banyak? BR-V bisa mengangkutnya dengan mudah. 

4. Performa Handal dan Efisien

Selanjutnya, BR-V juga terkenal dengan mesin 1.5L i-VTEC yang mampu memuntahkan tenaga 120 PS di 6.600 rpm. Selain itu, juga torsi 145 Nm di 4.600 rpm. 

BR-V ini juga punya performa yang responsif. Jadi, buat berkendara udah sangat nyaman baik untuk di jalanan perkotaan dan juga untuk perjalanan luar kota.

Bahkan penggunaan bahan bakarnya juga tergolong begitu irit, yakni 16 – 17 km/liter buat perjalanan luar kota. Kalau untuk perjalanan luar kota, yakni 11 – 13 km/liter. 

BRV isi bensin apa? Santai. Anda bisa mengisinya dengan bensin yang punya RON 90 atau Pertalite. Walaupun memang tetap lebih baik buat pakai BBM yang oktan minimalnya RON 91. 

Baca Juga: Jeep Wrangler Rubicon: Kelebihan, Harga, dan Tips Belinya

5. Fitur Keselamatan yang Relatif Lengkap

Sejumlah fitur keselamatan yang tersedia juga menjadikannya begitu cocok untuk kebutuhan mobil keluarga. 

Mobil BRV bekas ini punya Vehicle Stability Assist (VSA). Ada juga Hill Start Assist (HSA) yang bisa membantu Anda buat menjaga stabilitas kendaraan. 

Tentu saja, ini juga memudahkan Anda untuk start di tanjakan. Selain itu, ada pula fitur-fitur standar dalam keselamatan seperti rem ABS, dual airbag, dan juga EBD yang tersemat. 

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Membeli Mobil BRV Bekas

Ada sejumlah masalah umum yang jadi keluhan para pengguna BRV. Kalau Anda mau beli, maka pertimbangkan ini juga, ya: 

1. Masalah di Bagian Kaki-kaki Depan

Hal ini kerap jadi keluhan para pengguna BRV. Keluhan yang paling banyak yakni di kaki-kaki depan. 

Misalnya saja seperti bushing arm, boot, karet support shockbreaker, dan juga bagian engine mounting kanan. 

Karet boot drive shaft-nya pun sering bermasalah lantaran cincinnya sering terpisah dari boot. Kalau karet boot drive shaftnya rusak, maka bisa mengganggu kinerja dari penerus tenaga putar dari bagian mesin ke roda. 

2. Getaran di Kecepatan Tinggi

Selanjutnya, ada masalah yang kerap terjadi pada mobil BRV bekas yakni adanya getaran saat Anda berada di kecepatan tinggi. 

Apalagi kalau Honda BR-V tersebut berada pada jarak tempuh 50.000 km ke atas. Umumnya akan sering muncul masalah getaran saat Anda melaju di kecepatan 80 – 120 km/jam. 

3. Performa Transmisi CVT Kurang Responsif

Sejumlah pemilik BR-V juga mengeluhkan putaran bawah mesin yang katanya cenderung lambat. 

Utamanya di model dengan transmisi CVT. Kalau Anda membelinya, maka yang dirasakan yakni kurang bertenaga. Apalagi ketika menghadapi jalan menanjak. Performanya yang kurang akan sangat terasa.

4. Desainnya Kurang Mendapatkan Penyegaran

Sejak pertama kali hadir di Indonesia, yakni 2015, mobil BRV bekas tak kunjung dapat penyegaran yang terbilang signifikan. 

Jadi, tak heran kalau mobil ini kalah bersaing dengan produk-produk yang terbaru pada segmen crossover MPV. 

Baca Juga: Mobil Triton Bekas: Pikap Gagah Buat Pekerja Lapangan

5. Harga Jual Kembali yang Sering Merosot Tajam

Benar, ini juga yang wajib jadi perhatian. Kalau Anda beli mobil ini, maka wajib mentoleransi harga jualnya yang seringkali anjlok dan merosot tajam. 

Tipe-tipe Mobil BRV Bekas

Kalau Anda mencari mobil BRV, perhatikan dulu sejumlah tipe mobil BR-V di pasaran: 

  • S (M/T)
  • E (M/T, CVT)
  • Prestige (CVT)
  • Tipe 1.5 E CVT M/T lansiran 2017.
  • Tipe 1.5 E CVT Prestige A/T tahun 2018

Harga Mobil BRV Bekas

Dari data terakhir, berikut ini daftar harga dari mobil pabrikan Honda ini: 

Tipe Tahun Harga
1.5 S M/T 2017 Rp 145 juta
1.5 E M/T 2017 Rp 153 juta
1.5 E CVT 2017 Rp 168 juta
1.5 E CVT 2018 Rp 180 juta
1.5 E CVT Facelift 2019 Rp 187 juta
1.5 E CVT Facelift 2020 Rp 198 juta
1.5 E CVT Facelift 2021 Rp 210 juta

Kalau Anda menginginkan unit mobil satu ini, maka harus sediakan budget di kisaran Rp145 jutaan – Rp210 jutaan. Dengan begitu, unit terbaik bisa Anda dapatkan. 

Tak mau salah pilih mobilnya? Dapatkan langsung di CarsGallery. Seluruh unit yang ada sudah tercover jaminan lolos inspeksi dan bisa langsung aktifkan garansi. Cek CarsGallery sekarang!

Kami jamin, unitnya masih sangat prima, tidak ada masalah berat mulai dari eksterior hingga transmisi, dan jaminan harga terjangkau!

FAQ

BRV pajaknya berapa?

Pajaknya Rp5,5 jutaan – Rp6,6 jutaan per tahun. 

Berapa jumlah kursi di Honda BRV?

Untuk jumlah kursinya, ada 7 kursi yang tersedia. 

BRV masuk kategori apa? 

Pada dasarnya, mobil satu ini masuk ke kategori Low Sport Utility Vehicle atau LSUV.

Review Mobil Timor Bekas: Masih Layak Beli atau Tidak?

Ingin memiliki mobil sedan dengan harga terjangkau namun tetap menawarkan fitur yang lumayan lengkap di kelasnya? Mobil Timor Bekas bisa menjadi pertimbangan menarik. 

Apalagi jika Anda adalah seorang penggemar otomotif yang menghargai nilai sejarah industri mobil nasional. 

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk berburu mobil ‘problematik’ ini, penting untuk memahami seluk-beluknya. 

Mulai dari kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya, hingga perbedaan antara tipe SOHC karburator (S515) dan DOHC injeksi (S515i). 

Kalau ingin tahu soal seluk-beluk mobil sedan Timor bekas, kami akan mengupas tuntas dalam uraian ini!

Baca Juga: Mobil Penggerak Roda Belakang, Arti hingga Rekomendasinya

Kenapa Harus Membeli Mobil Timor Bekas?

Sebenarnya, alasan pembelian sedan Timor bisa bervariasi. Tapi, memang mobil ini menawarkan kelebihan tersendiri yang menjadikannya menarik buat Anda miliki seperti: 

1. Harga Terjangkau

Benar, beli mobil Timor tidak akan menguras banyak budget dari kantong Anda. Ini juga yang jadi salah satu daya tariknya. 

Dengan harga bekas mulai dari sekitar Rp20 jutaan untuk tipe SOHC dan Rp25 jutaan ke atas untuk DOHC tentu range harga tersebut begitu terjangkau. 

Timor membuka pintu kepemilikan mobil bagi Anda yang mungkin kesulitan untuk membeli mobil baru atau bekas dengan harga yang lebih tinggi. 

Tak heran juga jika mobil ini bisa menjadi pilihan ideal bagi mahasiswa, pekerja dengan gaji UMR, atau keluarga muda.

2. Suku Cadang Gampang Anda Dapatkan

Kekhawatiran utama saat membeli mobil bekas adalah ketersediaan suku cadang. Namun, untuk Timor, Anda tidak perlu terlalu khawatir. 

Meskipun sudah tidak lagi ada produksi, tapi suku cadang Timor relatif mudah Anda temukan. Baik secara online melalui berbagai marketplace dan forum otomotif, maupun di toko-toko suku cadang khusus. 

Bahkan, beberapa suku cadang dari mobil lain seperti Mazda dan KIA memiliki kompatibilitas dengan Timor. Jadi, Anda masih bisa menggunakannya. 

Mengapa bisa? Mobil Timor aslinya mobil apa? Tentu suku cadang dari KIA masih bisa terpakai karena mobil ini aslinya KIA Sephia. 

3. Desain Simpel dan Perawatan Mudah

Mobil bekas Timor juga punya keunggulan dari sisi desain dan perawatan. Pasalnya, mobil ini memang terkenal dengan desain yang simpel dan perawatannya yang mudah. 

Desain Timor yang sederhana bukan berarti ketinggalan zaman. Justru, kesederhanaan ini membuatnya mudah untuk dalam hal perawatan. Bahkan oleh Anda yang baru belajar tentang otomotif. 

Perawatan rutin seperti penggantian oli, filter, dan busi dapat Anda lakukan sendiri Jadi, bisa lebih menghemat biaya perawatan karena tak perlu pergi ke bengkel.

4. Fitur Sudah Lumayan

Selanjutnya, mobil Timor bekas meskipun keluaran lama, tetap menyediakan fitur yang sudah lumayan lengkap dan belum kalah banyak dengan mobil sezaman. 

Fitur-fitur seperti tilt steering (setir yang dapat Anda atur ketinggiannya), power window (jendela elektrik), electric mirror (spion elektrik), dan defogger depan belakang (penghilang embun), sudah tersedia. 

Pastinya, kehadiran fitur-fitur ini akan menambah kenyamanan berkendara dan tidak kalah dengan mobil-mobil sezamannya.

5. Punya Nilai Nostalgia

Bagi sebagian orang, memiliki Mobil Timor bukan hanya tentang memiliki mobil murah. 

Pasalnya, punya Timor itu juga jadi bukti kalau Anda memiliki sepotong sejarah industri otomotif nasional. 

Timor merupakan simbol dari ambisi Indonesia untuk memiliki industri mobil sendiri. Jadi, memiliki Timor dapat menjadi cara untuk mengenang dan menghargai perjalanan panjang industri ini. 

Selain itu, komunitas penggemar Timor juga cukup aktif. Maka dari itu, Anda berkesempatan untuk menambah relasi atau teman dengan pembelian mobil satu ini. 

Baca Juga: Mobil Triton Bekas: Pikap Gagah Buat Pekerja Lapangan

Alasan untuk Tidak Membeli Mobil Timor Bekas

Meski harganya terjangkau, sejarahnya yang begitu sentimental, sampai dengan berbagai alasan lain, tetap ada juga beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan. Sebelum beli mobil Timor, pertimbangkan ini: 

1. Bodi Tipis

Salah satu kritik utama terhadap Mobil Timor adalah kualitas bodinya yang tipis dan rentan penyok. 

Hal ini menjadi masalah keamanan yang krusial pada Timor. Bodi yang tipis kurang mampu menyerap energi benturan saat terjadi tabrakan, sehingga dapat meningkatkan risiko cedera bagi penumpang. 

Jika keamanan adalah prioritas utama Anda, maka mobil Timor bekas mungkin bukan pilihan yang tepat.

2. Dashboard dan Panel Plastik yang Rentan

Interior mobil Timor, terutama dashboard dan panel plastik, terkenal rentan terhadap kerusakan. 

Bahan plastik yang terpakai pun berkualitas rendah dan mudah retak atau pecah, terutama jika sering terpapar sinar matahari. 

Bahan vinyl pada dashboard juga rentan mengelupas karena panas dan usia. Dengan hal ini, maka bisa membuat tampilan interior terlihat kusam dan tidak terawat. 

Kalau harus memperbaiki atau mengganti komponen interior yang rusak, Anda harus keluar biaya yang tidak sedikit.

3. Sensitivitas Sensor pada Tipe DOHC

Kalau ada yang jual mobil Timor bekas, maka perhatikan atau cek dulu adanya masalah elektrikal atau tidak. 

Pasalnya, pada tipe DOHC (S515i) terlengkapi dengan berbagai sensor yang memantau kinerja mesin. 

Namun, sensor-sensor ini cukup sensitif dan rentan mengalami malfungsi. Jika satu sensor bermasalah, hasilnya performa mesin bisa terganggu secara signifikan. 

Bahkan mobil bisa mogok. Mendeteksi dan memperbaiki masalah sensor membutuhkan peralatan khusus dan tenaga ahli, sehingga bisa memakan biaya yang mahal.

4. Tipe SOHC tanpa Power Window

Kemudian, tipe SOHC juga ada minusnya yakni dari segi fitur. Tipe SOHC (S515) tidak punya power window. Banyak anggapan kalau hal ini jadi kekurangan yang signifikan pada mobil Timor. 

Padahal, penggunaan power window tentu memberikan kemudahan dan kenyamanan saat berkendara. Terutama saat membuka atau menutup jendela secara cepat. 

Tapi jika fitur ini tidak tersedia, membuka dan menutupnya jadi lebih lama dan susah. 

Baca Juga: Mobil Sirion Bekas: Kelebihan, Masalah Umum, dan Harganya

5. Masalah Karburator di Tipe SOHC

Timor SOHC (S515) sering mengalami masalah pada karburator. Masalah ini bisa menyebabkan stasioner tidak langsam atau putaran mesin yang tidak stabil saat idle. 

Masalah ini dapat mengganggu kenyamanan berkendara dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. 

Tipe-tipe Mobil Timor Bekas

Mau tahu lebih jauh soal unit yang tersedia di pasaran? Anda bisa cek dulu apa saja tipe yang tersedia dari mobil yang katanya rebrand dari KIA Sephia ini: 

1. Tipe S515 (SOHC Karburator)

Model ini pertama kali hadir pada tahun 1996 dengan mesin 1.500 cc SOHC dan sistem karburator. Mesin pada kendaraan ini juga terpakai pada mobil Mazda 323 Trendy. 

2. Timor S515i (DOHC Injeksi)

Tipe ini hadir pertama kali pada tahun 1997 dengan mesin 1.500 cc DOHC dan sistem injeksi. 

Mobil Timor S515i banyak diklaim memiliki kecepatan lebih unggul daripada pendahulunya. Pasalnya, mobil ini punya kemampuan berakselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 12,2 detik. 

Harga Mobil Timor Bekas

Kalau mau beli Timor, mending cek dulu range harganya di sini: 

  • Kisaran Umum: Harga bekas sedan Timor mulai dari sekitar Rp20 jutaan. 
  • Timor SOHC (Karburator): Harga pasaran untuk model SOHC (karburator) berkisar antara Rp20 juta hingga Rp25 juta.
  • Timor DOHC (Injeksi): Model DOHC (injeksi) memiliki harga mulai dari Rp25 jutaan hingga Rp35 jutaan. 

Jadi, itulah uraian lengkap soal mobil Timor bekas. Harganya memang murah dan bisa membawa nostalgia. Tapi, sudah siap dengan berbagai kendalanya, belum? 

Kalau mau dapetin unit yang bebas kendala, pertimbangkan buat beli di CarsGallery, ya!

4 Tips Titip Jual Mobil di CarsGallery agar Cepat Laku

CarsGallery, kini telah menyediakan layanan bagi Anda yang ingin menjual mobil. Tinggal titipkan dan tak perlu waktu lama, mobil Anda akan laku dengan segera. Jika ingin lebih mudah laku, perhatikan berbagai tips titip jual mobil di CarsGallery

Menjual mobil bekas bisa jadi proses yang panjang dan melelahkan. Selain menyiapkan berbagai dokumen, Anda juga perlu memasarkan mobil, meladeni calon pembeli, hingga tawar-menawar harga. 

Jika tidak Anda lakukan dengan strategi yang tepat, mobil bisa tidak kunjung laku atau terjual dengan harga di bawah standar. 

Untungnya, ada cara yang lebih praktis untuk menjual mobil bekas, yaitu dengan menitipkannya untuk jual mobil di CarsGallery. Dengan layanan titip jual, Anda tidak perlu lagi repot mengurus penjualan mobil seorang diri.

Baca Juga: 4 Cara Melakukan Drifting Mobil untuk Pemula

Tips Titip Jual Mobil di CarsGallery

Layanan titip jual mobil di CarsGallery, bakal beri Anda banyak keuntungan mulai dari bisa cepat laku sampai dengan dapat harga jual yang kompetitif. Tapi sebelum menitipkannya, pastikan menyimak tips berikut: 

1. Persiapkan Mobil dengan Matang

Langkah pertama dan terpenting adalah mempersiapkan mobil Anda sebaik mungkin. 

Mulailah dengan membersihkan mobil secara menyeluruh, baik eksterior maupun interior. 

Cuci mobil hingga kinclong, dan jika perlu, poles body mobil agar tampil lebih menarik. 

Jangan lupa vakum interior mobil dan singkirkan semua sampah atau barang pribadi yang tertinggal. 

Selain itu, perbaiki kerusakan ringan yang ada, seperti baret, penyok, atau lampu yang mati. Hal ini akan meningkatkan nilai jual mobil Anda secara signifikan. 

Terakhir, pastikan mobil dalam kondisi prima dengan melakukan servis rutin. Ganti oli, filter, dan komponen lain yang memang sudah waktunya diganti. 

Lengkapi juga semua dokumen legalitas mobil seperti STNK, BPKB, faktur pembelian, dan buku servis.

2. Tentukan Harga Sesuai Kondisi Mobil Anda

Kalau mau titip jual mobil di showroom CarsGallery, pastikan dulu Anda riset soal harga mobil bekas sesuai tipenya di pasaran. 

Nantinya, Anda bisa mencari referensi harga mobil sejenis di situs jual beli mobil online atau berkonsultasi dengan ahli di CarsGallery.

Pertimbangkan juga kondisi mobil Anda saat menentukan harga. Jika mobil dalam kondisi baik dan terawat, maka Anda bisa menawarkan harga yang lebih tinggi. 

Namun, penting untuk bersikap realistis. Jangan menetapkan harga yang terlalu tinggi karena justru akan membuat calon pembeli enggan untuk melirik mobil Anda. 

Harga yang realistis akan menarik lebih banyak calon pembeli potensial yang sudah menjadi langganan untuk beli mobil di CarsGallery. 

Baca Juga: Kenalan dengan Drift Mobil: Definisi, Sejarah, dan Tekniknya

3. Manfaatkan Fitur dan Layanan CarsGallery

Selanjutnya, tips titip jual mobil di CarsGallery bisa dengan memanfaatkan segenap fitur yang sudah tersedia. 

Cara memaksimalkannya bisa dengan mengambil foto mobil dengan kualitas tinggi dari berbagai sudut. 

Foto yang jelas dan menarik, nantinya akan membuat mobil Anda lebih menonjol. Selain itu, deskripsikan mobil Anda dengan jujur dan detail terutama pada bagian form untuk mengisi detail dari mobil. 

Caranya, Anda bisa sebutkan semua fitur, merek, tipe model, varian, transmisi, tahun keluaran, warna, tipe registrasi, jarak tempuh, kondisi, dan riwayat servis mobil. 

Terakhir, jangan ragu untuk menjalin komunikasi yang baik dengan pihak CarsGallery. Kami dapat memberikan informasi dan bantuan yang Anda butuhkan selama proses titip jual mobil online secara transparan dan komunikatif. 

Baca Juga: 5 Cara Menabung Beli Mobil Harga 100 Juta, Efektif!

4. Bersabar dan Terus Berupaya Responsif

Proses penjualan mobil terkadang membutuhkan waktu. Jadi, jangan terburu-buru menerima penawaran pertama. 

Beri waktu bagi calon pembeli untuk melihat dan mempertimbangkan mobil Anda. Jawab pertanyaan dari calon pembeli dengan cepat dan responsif kalau memang mereka bertanya. 

Hal ini akan menunjukkan bahwa Anda serius dalam menjual mobil Anda. Kemudian, bersiaplah untuk bernegosiasi harga dengan calon pembeli. 

Tapi, Anda harus menetapkan harga minimal yang Anda inginkan dan bersedia untuk sedikit menurunkan harga kalau memang perlu. 

Dengan mengikuti berbagai tips titip jual mobil di CarsGallery ini, maka mobil Anda bisa lebih cepat laku. 

Takut prosesnya ribet? Santai. CarsGallery tidak akan menyulitkan Anda. Cukup beri tahu kami kondisi mobil yang ingin Anda titip jual, pilih tanggal inspeksi, dan juga sertakan lokasinya. 

Setelah itu, tim kami akan mendatangi langsung lokasi yang Anda tuliskan. Kalau mau titip jual mobil bekas, CarsGallery saja!

Mobil Penggerak Roda Belakang, Arti hingga Rekomendasinya

Ada sejumlah sistem penggerak yang digunakan pada mobil. Salah satunya adalah sistem mobil penggerak roda belakang atau populer dengan sebutan RWD (Rear-Wheel Drive). 

Di Indonesia, Anda akan banyak menemui mobil penggerak roda belakang murah dengan handling yang lebih baik, enak buat nanjak, punya traksi yang mantap, dan juga pengendalian di kondisi kering yang lebih baik. 

Menariknya, sistem RWD ini juga jadi penggerak yang paling banyak terpakai di Indonesia. Memang, sistem penggerak baru boleh menarik, tapi dari kenyamanan tetap belum bisa menandingi sistem penggerak roda belakang. 

Baca Juga: Mengenal 41 Komponen Mesin Mobil, Lengkap dengan Fungsinya!

Apa Itu Mobil Penggerak Roda Belakang

Mobil penggerak roda belakang (RWD) merupakan kendaraan yang menggunakan sistem penggerak mesin yang menyalurkan tenaga ke bagian roda belakang. 

Sistem ini begitu populer karena sangat unggul dalam melibas jalanan rusak dan juga tanjakan. 

Salah satu alasannya karena lebih meratanya distribusi bobot yang menyebabkan handling mobil jauh lebih baik. Selain handling, stabilitas ketika menikung dan juga akselerasi bisa lebih baik. 

Pada mobil dengan sistem RWD, biasanya mesin terpasang memanjang pada bagian depan kendaraan, tapi bagian transmisinya di bagian belakang. 

Selain itu, sistem RWD juga memakai poros penerus (drive shaft) guna menyalurkan tenaga dari bagian transmisi ke roda belakang. 

Kelebihan Mobil Penggerak Roda Belakang

Pemilihan unit mobil penggerak roda belakang bisa membawa cukup banyak manfaat bagi Anda, seperti: 

1. Pembagian Bobot yang Lebih Merata

Pertama, daripada mobil penggerak roda depan, sistem RWD mobil lebih baik karena pembagian bobotnya jauh lebih merata atau seimbang. 

Mesin RWD biasanya ada di bagian depan, transmisi di tengah, dan gardan diferensial di belakang. 

Pembagian bobotnya memang mendekati ideal, yakni 50:50 dan ini dapat meningkatkan keseimbangan mobil secara menyeluruh. 

Maka dari itu, mobil penggerak roda belakang jauh lebih stabil, handling lebih nyaman, dan juga responsif atas input kemudi. 

2. Lebih Durable alias Lebih Awet

Salah satu alasan mengapa RWD sering jadi pilihan yakni durabilitas dari sistem penggeraknya. 

Dari segi cara kerja, RWD ini cuma bertugas untuk mengarahkan mobil. Nah, roda belakang itu yang akan bertugas untuk menyalurkan tenaga yang membuat mobil bergerak maju. 

Sistem yang bisa memisahkan fungsi dan tugas ini, kemudian bisa mengurangi beban di masing-masing roda. 

Akhirnya, komponen-komponen seperti sistem kemudi, suspensi, juga komponen penggerak tidak akan bekerja seperti pada sistem Front Wheel Drive (FWD). 

Pada FWD, biasanya kedua fungsi tersebut bergabung hanya di roda depan. Jadi, tidak heran jika penggerak FWD cenderung lebih mudah rusak daripada penggerak RWD. 

3. Andal di Tanjakan

Indonesia itu kontur daerahnya berbeda-beda. Ada banyak tanjakan yang harus Anda lewati ketika bepergian. 

Maka dari itu, Anda butuh mobil yang cukup andal untuk menanjak. Nah, sistem penggerak yang paling tepat untuk jalan menanjak adalah sistem RWD. 

Di mobil RWD, pergeseran dari bobot ini justru lebih menguntungkan lantaran menambah traksi di bagian roda penggerak. 

Roda belakang akan terasa lebih ‘menggigit’ pada permukaan jalan. Jadi, risiko selip memang lebih mudah apabila Anda melewati tanjakan yang curam. 

Hal inilah yang juga membuat sistem RWD begitu ideal buat daerah yang kontur jalannya berbukit dan juga pegunungan. 

4. Respons Kemudi Lebih Baik

Pada mobil penggerak roda belakang, Anda bisa mendapatkan kendaraan yang respons kemudinya jauh lebih baik daripada FWD. 

Pasalnya, roda depan pada sistem RWD cuma mengarahkan mobil. Tak heran jika koneksinya lebih langsung dan juga jauh lebih intuitif antara roda dan setir. Hal ini kemudian membuat Anda bisa lebih presisi buat mengendalikan arah kendaraan. 

Ini pun berlaku meski kendaraan bergerak cepat atau saat Anda melakukan manuver. 

5. Pengendalian yang Seimbang juga Kesan Sporty

Mobil RWD sering diasosiasikan dengan karakter handling yang seimbang. Selain itu, sensasi berkendaranya juga sporty. 

Hal ini terjadi karena pembagian bobotnya sangat baik, respon kemudinya sangat presisi, dan kemampuannya buat menyalurkan tenaga ke roda belakang bisa memberi pengalaman yang menyenangkan. 

Maka dari itu, tak heran juga jika penggerak roda belakang jadi pilihan banyak penggemar otomotif yang mau proses berkendaranya lebih dinamis. 

Baca Juga: 5 Komponen Mesin Mobil yang Sering Bermasalah, Hati-hati!

Kekurangan Mobil RWD

Selain ada poin kelebihan, RWD juga punya kekurangan. Saat akan membelinya, Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut: 

1. Kurang Efisien dalam Penyaluran Tenaga

Sistem RWD memerlukan serangkaian komponen kompleks untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. 

Proses ini melibatkan gearbox (transmisi), drive shaft (poros penggerak), dan gardan belakang (diferensial). 

Setiap komponen memiliki gesekan internalnya sendiri, yang menyebabkan sebagian tenaga mesin hilang dalam bentuk panas atau getaran. 

Akibatnya, tenaga yang sampai ke roda penggerak menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan tenaga yang bisa mesinnya hasilkan. 

Dalam beberapa kasus, reduksi tenaga ini bisa mencapai hingga 30%, yang berarti performa mobil secara keseluruhan menjadi kurang optimal.

2. Bobot Lebih Berat

Selanjutnya, Mobil RWD cenderung memiliki bobot yang lebih besar daripada mobil FWD. 

Hal ini terjadi karena keberadaan komponen tambahan yang diperlukan untuk mentransfer tenaga dari mesin di bagian depan ke roda belakang. 

Drive shaft dan diferensial adalah contoh komponen tambahan yang signifikan. Bobot yang lebih besar ini dapat mempengaruhi akselerasi, pengereman, dan efisiensi bahan bakar.

3. Biasanya Sedikit Lebih Boros daripada Sistem Penggerak Lain

Sebagai konsekuensi dari efisiensi yang lebih rendah dan bobot yang lebih berat, mobil RWD umumnya lebih boros bahan bakar dibandingkan mobil FWD dengan mesin yang sebanding. 

Mesin harus bekerja lebih keras untuk mengatasi bobot yang lebih besar dan kehilangan tenaga dalam sistem penggerak, yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi bahan bakar. 

Perbedaan konsumsi bahan bakar bisa mencapai 10% atau lebih, tergantung pada model mobil dan gaya berkendara.

4. Kurang Baik untuk Jalanan Licin dan Berpasir

Selain itu, mobil RWD seringkali kurang ideal untuk kondisi jalan yang licin atau berpasir. 

Pada permukaan dengan traksi rendah, roda belakang cenderung kehilangan cengkeraman, yang dapat menyebabkan oversteer (kehilangan kendali di mana bagian belakang mobil berayun keluar). 

Kalau ingin membelinya, maka Anda perlu memiliki keterampilan mengemudi yang lebih mahir untuk mengatasi situasi ini. 

Mobil FWD, di sisi lain, cenderung lebih mudah dalam kondisi licin karena roda depan menarik mobil memberikan stabilitas yang lebih baik.

5. Kabinnya Sempit

Satu hal yang jangan sampai terlupa jadi pertimbangan yakni kondisi dari kabinnya. Biasanya, mobil RWD itu kabinnya lebih sempit. 

Hal ini karena tata letak mesin yang memanjang (longitudinal) pada mobil RWD seringkali memakan lebih banyak ruang di bagian depan mobil. 

Selain itu, jalur untuk transmisi dan drive shaft di bawah lantai kabin juga mengurangi ruang untuk penumpang dan barang bawaan. 

Akibatnya, mobil RWD cenderung memiliki ruang kabin dan bagasi yang lebih sempit daripada mobil sistem penggerak FWD dengan ukuran yang sama.

Baca Juga: 8 Cara Merawat Mesin Mobil Bekas agar Awet Bebas Mogok!

6. Biaya Produksi dan Perawatannya Lebih Mahal

Produksi mobil RWD umumnya lebih mahal karena memerlukan lebih banyak komponen dan proses perakitan yang lebih rumit. 

Biaya perawatan juga cenderung lebih tinggi karena komponen-komponen RWD, seperti drive shaft dan diferensial, memerlukan perawatan berkala dan penggantian jika rusak.

Daftar Mobil Penggerak Roda Belakang

Hampir semua merk mobil yang ada di Indonesia memiliki unit dengan penggerak roda belakang. Tapi, dari semua merk yang ada, mana yang terbaik? Jika ingin tahu, maka simak daftar mobil penggerak roda belakang berikut: 

Merek Model Kategori Keunggulan
Toyota Rush SUV Kompak Interior luas, fitur lengkap
Fortuner SUV Tangguh di berbagai medan, kabin luas
GR Supra Mobil Sport Performa tinggi, handling superior
86 Mobil Sport Desain sporty, pengendalian responsif
Alphard/Vellfire MPV Mewah Kenyamanan maksimal, fitur premium
Hilux (kabin tunggal) Pikap Tangguh, andal untuk pekerjaan berat
Hiace Van Kapasitas besar, ideal untuk transportasi penumpang
Daihatsu Terios SUV Kompak Ukuran kompak, cocok untuk perkotaan, fitur keselamatan lengkap
Gran Max Minibus/Pikap Serbaguna, andal untuk bisnis
Luxio Minibus Kabin luas, nyaman untuk keluarga
Mitsubishi Pajero Sport SUV Tangguh, fitur lengkap, desain menarik
Triton LGX Pikap Andal untuk pekerjaan berat, performa baik
L300 Pikap/Minibus Legendaris, andal untuk transportasi barang dan penumpang
Suzuki APV MPV Kabin luas
Carry (Pikap) Pikap Andal untuk bisnis
Hyundai Ioniq 5 Mobil Listrik Teknologi canggih, ramah lingkungan
Kia Big Up (Pikap) Pikap Andal untuk pekerjaan berat
MG 4 EV Mobil Listrik Performa baik, desain modern

Di daftar mobil penggerak roda belakang tersebut, sudah ada keluaran lama dan juga yang terbaru. Pertimbangkan untuk memilih unit di atas kalau Anda mau mobil terbaik dengan penggerak roda belakang.

Tips Membeli Mobil Penggerak Roda Belakang

Kalau Anda mau beli mobil penggerak roda belakang terbaru atau yang lama, bisa saja dan sangat boleh. Tapi, pertimbangkan dulu tips pembeliannya: 

1. Tentukan Kebutuhan Anda

Sebelum membeli, penting untuk memahami tujuan penggunaan mobil. Jika Anda sering berkendara di medan yang sulit atau menanjak, mobil RWD mungkin lebih cocok karena distribusi bobot yang baik dan traksi yang lebih stabil di roda belakang. 

2. Periksa Fitur dan Spesifikasi

Pastikan untuk memeriksa spesifikasi teknis mobil RWD yang Anda pertimbangkan. Fitur seperti sistem suspensi, jenis mesin, dan teknologi keselamatan sangat penting. 

Mobil dengan fitur canggih seperti kontrol stabilitas, sistem pengereman anti-lock (ABS), dan airbag tambahan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

3. Perhatikan Biaya Perawatan

Mobil RWD biasanya memiliki biaya perawatan yang lebih tinggi daripada mobil FWD. 

Pastikan untuk mempertimbangkan biaya suku cadang dan perawatan rutin saat memilih mobil RWD. 

Memilih model dengan reputasi baik dalam hal keandalan dapat mengurangi biaya perawatan jangka panjang.

Dapatkan Unit Mobil Penggerak Roda Belakang Terbaik di CarsGallery!

Mau dapat unit mobil RWD terbaik? Pertimbangkan untuk dapatkan unitnya di CarsGallery

Pertimbangkan juga untuk jual mobil bekas Anda untuk dapat harga kompetitif dan agar cepat laku di CarsGallery!

FAQ

Apa kelebihan mobil penggerak belakang?

Minim selip di tanjakan, handling nyaman, akselerasi optimal, suspensi depan lebih awet, tahan lama. 

Mengapa memilih penggerak roda belakang? 

Sangat tepat untuk jalanan kering, tidak memiliki torque steer, tangguh di medan ekstrim, dan kuat menarik beban. 

Mengapa mobil mewah berpenggerak roda belakang?

Keseimbangan performa dan kenyamanan, handling responsif, pengalaman berkendara yang lebih sporty.



Suspensi Multilink: Definisi, Cara Kerja, dan Kelebihannya

BMW, Audi, Hyundai, Mercedes-Benz… Deretan merek mobil ternama ini memiliki satu kesamaan penting. Mereka mempercayakan suspensi Multilink untuk menghadirkan pengalaman berkendara terbaik bagi para penggunanya. 

Suspensi ini bukan suspensi biasa karena Multilink adalah sistem kompleks yang terancang buat memberikan kenyamanan dan juga handling yang presisi. 

Tapi, apa sebenarnya suspensi mobil Multilink itu? Mengapa para produsen mobil premium begitu mengandalkannya? 

Dan bagaimana teknologi ini secara langsung mempengaruhi performa dan kenyamanan mobil Anda saat melaju di jalanan? 

Mari kita selami lebih dalam dan ungkap rahasia di balik suspensi Multilink yang revolusioner ini.

Baca Juga: Apa itu Suspension? Ini Dia Fungsi dan Cara Kerjanya

Apa Itu Suspensi Multilink

Suspensi Multi-link adalah sistem suspensi independen yang canggih dan menawarkan kenyamanan berkendara serta handling yang sangat presisi. 

Sistem ini berbeda dari suspensi sederhana seperti MacPherson strut karena menggunakan tiga atau lebih lengan (link) suspensi terpisah. 

Setiap link yang ada juga mengontrol gerakan roda secara spesifik. Hal ini memungkinkan insinyur yang membuat mobil untuk menyetel karakteristik suspensi secara detail. 

Hasilnya, suspensi Multilink punya kemampuan untuk menyerap guncangan jalan dengan baik, meminimalkan body roll saat menikung, dan menjaga kontak ban dengan permukaan jalan secara optimal. 

Desain yang kompleks ini membuat suspensi tersebut banyak digunakan pada mobil-mobil premium dan berkinerja tinggi. Jadi, kalau BMW, Audi, Hyundai, bahkan sampai Mercedes-Benz memakainya sudah bukan hal yang mengagetkan lagi. 

Cara Kerja Suspensi Multi-Link

Memahami apa yang dimaksud suspensi multi-link akan kurang lengkap jika tanpa tahu cara kerjanya. 

Cara kerjanya yakni  dengan menghubungkan roda dan bodi mobil melalui tiga atau lebih lengan (link). 

Setiap link yang ada juga memiliki tugas spesifik, seperti meredam benturan vertikal, lateral, dan lainnya. Jadi, suspensi dapat memanipulasi arah gaya yang roda mobil terima. 

Saat roda bergerak karena jalan yang tidak rata, link-link ini memungkinkan roda untuk bergerak naik-turun secara independen. Selain itu juga meminimalkan guncangan pada bodi mobil. 

Karena beban terbagi ke beberapa link, maka sistem ini bekerja lebih ringan dan lebih awet. Desain ini pun menjaga sudut geometri roda tetap konstan.

Baca Juga: Mengenal Suspensi Torsion Beam: Komponen dan Kelebihannya

Kenapa Produsen Mobil Premium Selalu Mengandalkan Suspensi Multilink? 

Jawaban paling sederhananya, tentu karena kelebihan suspensi multi-link itu sendiri. Nah, apa saja kelebihannya? Cek sini ya: 

1. Pengaturan yang Mudah dan Presisi

Salah satu keunggulan utama suspensi Multi-Link adalah kemampuannya untuk Anda atur dengan mudah dan presisi. 

Pada sistem suspensi yang lebih sederhana, seperti MacPherson strut, perubahan satu parameter suspensi (misalnya, camber) mempengaruhi parameter lainnya (misalnya, toe). 

Hal ini membuat proses penyetelan menjadi rumit dan memerlukan kompromi. Namun, pada suspensi Multi-Link, setiap link mengontrol aspek tertentu dari pergerakan roda.

Akibatnya, perubahan pada satu link tidak memengaruhi link lainnya. Ini memungkinkan para insinyur mobil bisa menyetel karakteristik suspensi dengan sangat detail dan presisi, sehingga memberi kenyamanan dan handling yang optimal. 

2. Fleksibilitas yang Lebih Baik

Kemudian, berbagai komponen suspensi Multi Link sangat mendukung fleksibilitasnya. 

Suspensi Multilink memang menawarkan fleksibilitas yang jauh lebih besar daripada suspensi lainnya. 

Pasalnya, dari segi desain, sangat memungkinkan roda bergerak dan berartikulasi lebih bebas, sehingga suspensi menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi jalan dan gaya berkendara. 

Fleksibilitas ini sangat penting dalam aplikasi yang membutuhkan optimasi performa suspensi dalam berbagai situasi. 

Contohnya, mobil rally harus mengatasi medan kasar dan tidak rata. Atau juga mobil off-road membutuhkan kemampuan menaklukkan rintangan sulit. 

Suspensi Multi-Link memberikan performa yang konsisten dan optimal, terlepas dari kondisi jalan atau tuntutan pengemudi.

3. Handling yang Terprediksi dan Konstan

Keunggulan lain dari suspensi Multilink adalah kemampuannya untuk menjaga sudut alignment roda (seperti camber dan toe) tetap stabil. 

Bahkan saat suspensi terkompresi akibat guncangan atau saat menikung. Pada suspensi yang lebih sederhana, sudut-sudut ini dapat berubah signifikan saat suspensi bergerak. Jadi, akan sangat mempengaruhi handling dan stabilitas mobil. 

Namun, desain multi-link yang canggih meminimalkan perubahan sudut alignment. Maka hasilnya, bisa memberikan handling yang lebih stabil, terprediksi, dan responsif. 

4. Grip Berkualitas serta Handling Mudah

Pengaturan presisi, fleksibilitas, dan stabilitas sudut alignment bisa menghasilkan grip berkualitas dan pengendalian yang mudah pada Multilink. 

Suspensi ini akan menjaga kontak ban dengan permukaan jalan secara optimal. Jadi, bisa memaksimalkan traksi dan memungkinkan mobil berakselerasi, mengerem, dan menikung lebih efektif. 

Nantinya, Anda akan merasakan peningkatan signifikan dalam respons kemudi, stabilitas, dan rasa percaya diri saat mengemudi. 

Baca Juga: Mengenal Sistem Suspensi Mobil: Cara Kerja dan Jenisnya

5. Kemampuan Meredam Getaran yang Sangat Baik

Selanjutnya, multilink adalah suspensi yang terancang untuk menyerap serta meredam getaran jalan dengan begitu efektif. 

Hal ini karena desain multi-link memang bisa menyerap guncangan baik kecil dan besar secara lebih baik. 

6. Kontrol yang Lebih Baik atas Gerak Roda

Selain itu, suspensi multilink juga dapat memberikan kontrol yang lebih baik atas gerak roda daripada suspensi lain. 

Setiap link pada suspensi memang terancang buat mengontrol aspek tertentu di bagian roda. Misalnya untuk gerakan vertikal, lateral, dan juga longitudinal. 

Dengan pemisahan fungsi masing-masing link, akhirnya suspensi ini membuat mobil bisa merespon input dari pengemudi yang lebih cepat juga akurat. Hasilnya, handling pun lebih presisi serta responsif. 

Jadi, dengan inilah pabrik mobil-mobil premium seringkali menyematkan suspensi multi-link pada produknya. 

Kalau Anda ingin tahu seperti apa mobil dengan suspensi ini, pertimbangkan untuk cek CarsGallery karena ada banyak unit dengan kondisi prima dan sudah lolos inspeksi. 

Ingin jual mobil dengan suspensi multi-link? Langsung pakai layanan jual mobil yang juga tersedia di CarsGallery!

4 Cara Melakukan Drifting Mobil untuk Pemula

Terpesona dengan aksi drifting para profesional yang piawai meliuk-liuk di lintasan? Jangan langsung tergiur untuk mencoba meniru manuver ekstrim mereka. Drifting, meski terlihat mudah, tapi cara melakukan drifting mobil terbilang kompleks. 

Kalau Anda mau mencobanya, maka masih membutuhkan latihan bertahap dan pemahaman mendalam tentang karakteristik mobil yang Anda kendalikan. 

Setiap gerakan setir, injakan pedal gas, dan penggunaan rem harus terukur dan terkontrol. 

Jika ingin belajar, maka bisa membaca panduan langkah demi langkah yang dirancang khusus untuk pemula. 

Kami akan membahas mulai dari persiapan dasar, seperti pemilihan mobil yang cocok dan pengecekan kondisi kendaraan, hingga teknik-teknik awal yang bisa Anda kuasai di area latihan yang aman. 

Baca Juga: Waduh Kenapa Kopling Mobil Manual Bisa Selip?

Bagaimana Cara Melakukan Drifting Mobil?

Drifting merupakan teknik mengemudi dengan membiarkan bagian ban belakang selip lebih besar daripada ban depan. 

Hal ini perlu Anda lakukan saat mobil dalam kecepatan tinggi. Secara umum, ada beberapa cara drift mobil yang dapat Anda pelajari: 

1. Clutch Kick (Mobil Manual)

Teknik ini adalah salah satu cara paling umum untuk memulai drift pada mobil manual. 

Biasanya, teknik ini akan bekerja pada kecepatan medium, misalnya saat akan memasuki tikungan atau di area yang cukup luas. 

Cara melakukan drifting mobil dengan teknik ini, Anda bisa injak pedal kopling penuh, lalu lepas (tendang) dengan cepat sambil menginjak pedal gas secara bersamaan. 

Tindakan ini akan menciptakan kejutan pada transmisi dan memutus traksi ban belakang secara tiba-tiba, sehingga mobil akan mulai sliding. 

Kuncinya adalah melakukan tendangan kopling dengan tepat. Jangan terlalu kuat agar mobil tidak spin (berputar tak terkendali), dan jangan terlalu lemah agar efek sliding tidak terasa. 

Setelah mobil mulai drift, kontrol sudut drift dengan setir (melakukan countersteering) dan pedal gas.

2. Hand Brake Drift (Mobil Manual & Otomatis)

Selanjutnya, ada cara nge-drift mobil manual dan matic yang berguna untuk situasi pada tikungan yang sempit atau kalau Anda mau drift mendadak. 

Teknik ini cukup fleksibel karena bisa Anda lakukan pada mobil manual maupun mobil matic. 

Untuk mobil manual, cara melakukan drifting mobil tersebut yakni Anda bisa masuk ke tikungan dengan kecepatan yang sesuai. 

Kemudian, injak pedal kopling penuh, lalu tarik tuas rem tangan. Tarikan rem tangan akan mengunci ban belakang dan menghilangkan traksi. 

Sambil rem tangan Anda tarik, lepas kopling secara perlahan sambil menginjak pedal gas untuk menjaga momentum. 

Lakukan countersteering untuk mengendalikan arah drift. Setelah mobil mulai drift, maka langsung lepaskan rem tangan secara bertahap dan kendalikan drift dengan setir dan pedal gas.

Nah untuk mobil otomatis, bisa dengan memindahkan tuas transmisi ke posisi gigi rendah (L atau 1) untuk mendapatkan tenaga maksimal. 

Kemudian, masuk ke tikungan dengan kecepatan yang tepat. Putar setir ke arah yang Anda inginkan, lalu tarik tuas rem tangan dengan cepat dan tepat. 

Lakukan countersteering secara instingtif untuk mencegah mobil berputar. Lepaskan rem tangan secara bertahap dan kendalikan drift dengan setir dan pedal gas. Tapi, teknik ini memang membutuhkan latihan dan reflek yang cepat. Jadi, hati-hati. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengemudi Mobil Matic, Cek di Sini!

3. Braking Drift

Bagaimana cara melakukan drift? Anda bisa mencoba braking drift untuk memindahkan bobot kendaraan karena ini juga bisa memicu terjadinya drifting. 

Tindakan ini akan memindahkan sebagian besar bobot kendaraan ke roda depan, sehingga mengurangi traksi pada roda belakang. 

Ketika roda belakang kehilangan traksi, maka mobil akan mulai sliding. Selaraskan tekanan pada pedal rem dan gas. Jangan menginjak rem terlalu keras karena bisa menyebabkan mobil berhenti mendadak. 

Setelah itu, seperti biasa, lakukan counter steering untuk mengendalikan arah drift. Teknik ini membutuhkan feeling yang baik terhadap keseimbangan mobil dan kemampuan untuk memprediksi seberapa besar bobot yang perlu dipindahkan.

Baca Juga: 16 Cara Mengemudikan Mobil Manual, Pemula Harus Tahu!

4. Scandinavian Flick

Kalau ini adalah teknik yang cukup kompleks. Anda pun membutuhkan koordinasi yang baik untuk melakukannya. 

Pertama, putar setir ke arah luar tikungan atau berlawanan arah dengan posisi yang mau Anda tuju. Lalu, putar setir secara langsung ke tikungan yang sebenarnya. 

Hal itu akan membuat bagian belakang mobil Anda terayun ke arah tikungan. Kemudian, langsung countersteering secara cepat buat mengendalikan drift. 

Selain keempat teknik ini, masih ada cara lain seperti power slide, shift lock, dan dynamic drift atau Kansei Drift. Tapi, empat teknik di atas adalah hal wajib untuk Anda lakukan sebagai pemula. 

Butuh mobil buat drift? Pertimbangkan untuk dapatkan unitnya di CarsGallery. Banyak unit yang bisa Anda modifikasi buat kebutuhan drifting. 

Mau jual mobil? Ada juga layanan titip jual di CarsGallery agar mobil lama Anda bisa laku lebih cepat dengan harga kompetitif. Cek sekarang!

Kenalan dengan Drift Mobil: Definisi, Sejarah, dan Tekniknya

Saat mendengar kata ‘ngedrift’ apa yang pertama kali terbayang dalam kepala Anda? Ngedrift mobil adalah hal yang selalu membuat kita terbayang mobil meluncur di tikungan dengan asap putih yang mengepul dari ban. 

Selain itu, ada pula suara mesin yang meraung-raung, kontrol kemudi yang nampak mulus, sekaligus sukar untuk dilakukan orang biasa. 

Adegan-adegan semacam ini bisa lebih mudah Anda temukan di film-film aksi, video game balap, dan juga balapan mobil seperti Formula Drift atau D1 Grand Prix. 

Ingin lebih tahu apa yang dimaksud dengan nge-drift? Sekaligus mau tahu lebih jauh soal mobil yang menikung dengan kontrol sulit ini? Berikut penjelasannya. 

Baca Juga: Bingung Cara Parkir Netral Mobil Matic? Simak Lengkapnya!

Apa Itu Drift Mobil? 

Jadi, ngedrift mobil adalah sebuah seni mengemudi yang memadukan kontrol dan presisi, melibatkan tindakan sengaja membuat mobil oversteer dan kehilangan traksi roda belakang saat berbelok, sambil mempertahankan kendali. 

Berasal dari jalanan Jepang pada tahun 1960-an, drifting berkembang dari kegiatan ilegal menjadi olahraga otomotif yang diakui secara global.

Teknik dasar meliputi “clutch kick” untuk menggoyahkan mobil, “power over” memanfaatkan tenaga mesin besar, “braking drift” menggunakan pengereman, dan “e-brake drift” dengan rem tangan. Variasi ini memerlukan penguasaan yang berbeda.

Dalam kompetisi, juri menilai angle (sudut drift), speed (kecepatan), line (ketepatan jalur), dan style (gaya unik). 

Lebih dari sekadar kecepatan, drifting adalah pertunjukan visual yang membutuhkan keterampilan tinggi, keberanian, dan pemahaman mendalam tentang perilaku mobil. Ini adalah perpaduan antara seni dan teknik di balik kemudi.

Baca Juga: Pemula Wajib Tahu! Ini 4 Cara Meringankan Setir Mobil Manual

Sejarah dan Asal Usul Drift

Setelah itu apa itu ngedrift mobil, sekarang waktunya belajar sejarah dan asal usulnya. 

Drifting lahir di Jepang pada 1960-an. Tepatnya bermula dari komunitas motor sport Rolling Zoku yang mempraktikkan teknik opposite lock di jalanan berkelok. 

Kunimitsu Takahashi, seorang pembalap, secara tak sengaja menemukan bahwa mobil yang meluncur di tikungan dapat mencapai waktu putaran lebih cepat. 

Ia terus mengasah teknik ini, membuatnya terkenal dan menginspirasi banyak pembalap muda.

Keiichi Tsuchiya, yang dijuluki “Drift King”, mengembangkan teknik drifting di jalanan pegunungan. 

Pada tahun 1987, Tsuchiya merilis video drifting yang sangat mempopulerkan olahraga ini. 

Kompetisi drift pertama diadakan pada tahun 1988 di sirkuit Tsukuba oleh majalah otomotif Jepang “Option”. 

Tepat di tahun 2021, D1 Grand Prix yang merupakan kompetisi drift profesional pertama akhirnya terselenggara di Jepang.

Di Indonesia, drift mulai dikenal pada awal 2000-an dengan pengaruh budaya otomotif Jepang dan film-film populer. 

Pada tahun 2005, acara drift mulai terselenggara, dan pada tahun 2010, Jakarta International Drifting diadakan sebagai kompetisi drift “proper” pertama di Indonesia. Sejak 2011, berbagai seri kejuaraan drift nasional mulai terselenggara secara rutin.

Baca Juga: Cara Menyalakan Mobil Manual yang Benar, Cek Sekarang!

Teknik-teknik Dasar Drift

Meski cara drift mobil itu rumit, tapi ada beberapa teknik dasar yang bisa coba Anda pelajari dengan bantuan profesional.

Ngedrift mobil adalah teknik yang melibatkan beberapa teknik dasar yang memungkinkan Anda Untuk mengendalikan mobil saat oversteer. 

Salah satunya adalah Clutch Kick, yang menggunakan kopling secara cepat untuk mengganggu keseimbangan mobil. Sehingga roda belakang kehilangan traksi. Teknik ini efektif untuk memulai atau mempertahankan drift.

Selanjutnya, ada Power Over yang mengandalkan tenaga mesin yang besar untuk membuat roda belakang berputar lebih cepat dari traksi yang tersedia. 

Hasilnya adalah oversteer. Teknik ini ideal untuk mobil bertenaga tinggi dan efektif pada kecepatan tinggi.

Kemudian, ada Braking Drift yang memanfaatkan rem untuk memindahkan berat mobil ke depan saat memasuki tikungan. 

Hal ini bisa mengurangi traksi pada roda belakang dan mempermudah terjadinya oversteer. Teknik ini berguna pada kecepatan rendah atau sedang.

Selain itu, terdapat pula teknik E-Brake Drift menggunakan rem tangan untuk mengunci roda belakang secara tiba-tiba, menyebabkan hilangnya traksi. Efektif untuk memulai drift pada kecepatan rendah atau menyesuaikan sudut drift.

Apa itu mobil drift? Mobil tersebut adalah yang bisa mendukung teknik Weight Transfer yang memanfaatkan perpindahan berat mobil secara cepat. 

Biasanya dengan mengerem atau menggas tiba-tiba untuk menciptakan ketidakstabilan yang memicu drift.

Terakhir, Feint Drift (atau Scandinavian Flick) melibatkan pembelokan setir ke arah berlawanan sebelum memasuki tikungan. 

Lalu dengan cepat membelokkan kembali ke arah tikungan. Teknik ini menciptakan perpindahan berat yang dramatis dan memudahkan terjadinya oversteer pada tikungan tajam.

Sudah cukup tahu tentang mobil drift? Dapatkan unit mobil yang cocok untuk drifting di CarsGallery

Budgetnya belum cukup? Pertimbangkan untuk jual mobil Anda dengan layanan titip jual di CarsGallery!

5 Daftar Harga Mobil Rubicon Bekas dan Tips Belinya

Sebelum membeli Jeep Wrangler Rubicon yang gagah, baiknya tahu dulu harga mobil Rubicon bekas yang dapat dikategorikan sebagai mobil “sultan” dan menempati kasta tertinggi di kelasnya. 

Harga mobil Rubicon bekas sendiri sangat bervariasi. Biasanya terpengaruhi oleh sejumlah faktor seperti tahun pembuatan, tipe atau trim, kondisi kendaraan, dan bahkan lokasi penjualan. 

Ingin tahu soal berapa budget yang harus Anda persiapkan untuk mobil Rubicon bekas? Simak lengkap di sini. 

Baca Juga: Jeep Wrangler Rubicon: Kelebihan, Harga, dan Tips Belinya

Daftar Harga Mobil Rubicon Bekas

Kalau Anda ingin tahu harga mobil Rubicon bekas di Jakarta atau di daerah lain, baiknya cek informasi di sini sebagai referensi: 

1. Jeep Wrangler Rubicon 3.8 Unlimited (2011)

Pertama, ada Jeep Wrangler Rubicon 3.8 Unlimited (2011). Dengan dimensi yang gagah, panjang 4.751 mm dan lebar 1.877 mm, maka Rubicon 2011 ini bisa memberikan kesan yang kuat di jalan. 

Showroom yang menjualnya, mengklaim bahwa mobil ini dalam kondisi siap pakai, dengan mesin yang terawat dan interior yang rapi. 

Odometer menunjukkan angka 55 ribu kilometer, yang tergolong wajar untuk mobil seusianya. Plat nomornya B genap, dan pajak STNK masih berlaku alias masih hidup sampai tahun 2025. 

Harga yang perlu Anda keluarkan untuk untuk Rubicon 2011 ini adalah Rp750 juta. Angka ini sepertinya cukup kompetitif, mengingat kondisi dan spesifikasi yang lumayan mumpuni. 

Memang, jarang ada Rubicon 500 juta karena harga dari SUV gagah ini relatif tinggi. 

2. Jeep Wrangler 3.8 Rubicon Unlimited (2010)

Selanjutnya, Anda bisa mempertimbangkan Wrangler 3.8 Rubicon yang tipe Unlimited. Ini adalah mobil keluaran tahun 2010. Anda bisa mendapatkannya di area Jakarta Selatan. 

Dari segi dapur pacunya, lebih tinggi karena tipe unlimited. Varian mesinnya yang 3.778 cc dan bisa menghasilkan 196 HP. Torsi yang bisa dihasilkan 315 Nm. Sangat tepat buat medan sulit karena transmisinya otomatis dan sudah pakai sistem penggerak 4×4. 

Dari segi harga, mobil ini di kisaran Rp650 jutaan. Penjualnya juga bilang surat-surat serta dokumennya lengkap, kelistrikan aman, AC sudah pasti dingin, kaki-kaki tidak bunyi, mesinnya juga kering dan halus. 

Selain harga mobil Rubicon bekas yang tertera, ada juga keterangan jika nilai pajak per tahunnya Rp6 juta dan plat B genap. 

Mobil ini juga sudah terlengkapi dengan part pendukung buat kebutuhan off-road. Misalnya saja ada Winch derek serta lampu kabut tambahan. 

Paling menariknya lagi, mobil ini masih belum pernah terpakai untuk off-road. Anda bisa cek langsung sendiri untuk inspeksi. Kalau butuh unit sejenis, bisa juga pertimbangkan cek CarsGallery.

3. Jeep Wrangler 3.0 Rubicon SUV 2015

Kemudian, ada Rubicon 3.0 tahun 2015. Harga mobil bekas Rubicon 4 pintu ini di kisaran Rp1,15 miliar untuk cash dan Rp1.075 miliar untuk pembelian kredit. 

Kalau Anda mau beli kredit, harus TDP dulu Rp310 juta dengan angsuran Rp26,4 juta per bulan. Tenor cicilannya selama 4 tahun. 

Dari segi mesin, mobil ini memakai mesin 2.985 cc yang bisa memuntahkan tenaga sampai 230 HP dengan torsi 285 Nm. 

Transmisinya otomatis, jadi udah enak banget buat berkendara baik di jalanan kota sampai jalanan ekstrim. 

Melihat dari odometernya, masih di isaran 47 ribu km. Anda bisa dapat mobil ini dalam keadaan pajak hidup, service record dari bengkel resmi yang lengkap, dan mobilnya warna merah. 

Selanjutnya, fitur-fitur yang tersedia dari harga mobil Rubicon bekas 1 miliaran rupiah ini juga lengkap. 

Pasalnya, ada fitur seperti Axel Lock Sway Bar, 4×4 Differential, Headlamp, Automatic LED, Cruise Control, Rear LED Parking Camera, Auto Start Stop Button, dan juga Variable Speed Intermittent Wipers. 

Baca Juga: Mobil Triton Bekas: Pikap Gagah Buat Pekerja Lapangan

4. Jeep Wrangler 3.6 Rubicon Unlimited 2013

Masih di versi 3.6 L, ada lagi Rubicon Unlimited 2013. Lokasinya juga berada di Jakarta Selatan. 

Ada dua pilihan harga yakni Rp1,1 miliar untuk cash dan Rp1,09 miliar untuk kredit. Warnanya keren, yakni Commando Green. 

Jika Anda tipe orang yang suka mobil-mobil dengan warna langka, maka unit satu ini bisa jadi pilihan. 

Jarak tempuhnya baru di 43 ribu km dan pajaknya masih aktif. Mesinnya 3.604 cc yang bisa menggelontorkan tenaga sampai 285 HP dan juga torsi 347 Nm. Soal transmisi, masih sama yakni otomatis. 

Dari segi kondisi harga mobil Rubicon bekas Rp1 miliaran ini, overall masih aman. Transmisinya bagus, halus, bebas kebocoran, eksterior masih 100% original catnya, interiornya masih original, sway bar/axle lock-nya pun masih berfungsi dengan baik. 

Hanya saja, terdapat beberapa modifikasi seperti: 

  • Rigid Spot Light 2 pcs
  • OME Lift Kit & Shock Breaker
  • Rigid Light Bar
  • Spot Light Bumper Warn
  • Bumper depan-belakang AEV yang original
  • Winch Warn
  • JW Speaker Headlamp
  • Ban Toyo Open Country
  • Stop Lamp Guard
  • AEV Mudguard
  • Front Light Bar Bracket

5. Jeep Wrangler 2.0 Rubicon Unlimited 2021

Ingin unit yang lebih baru? Sekarang Anda juga bisa dapat mobil Jeep Wrangler 2.0 Rubicon Unlimited 2021. Kalau tadi banyak Rubicon 4 pintu, yang sekarang ini versi dua pintunya. 

Lansiran 2021, mobil ini bisa Anda peroleh di area Jakarta. Harga mobil Rubicon bekas ini Rp1,795 miliar buat pembelian tunai. Sedangkan untuk kredit di sekitar Rp1,695 miliar. 

Dari jantung pacu, memang tak sebesar yang lain karena mesinnya 2.0 L Turbo yang bisa menghasilkan tenaga 270 HP plus torsi maksimalnya 400 Nm. 

Transmisinya 8-speed otomatis dan dari keterangan penjual, jarak tempuhnya baru 2 ribu kilometer dan ini asli. Bahkan ini adalah penjualan dari tangan pertama dan baru. 

Maticnya normal serta responsif, mesinnya masih halus, kaki-kakinya juga empuk. Seluruh fitur yang tersedia pun masih normal dan juga responsif. 

Jadi, itu adalah beberapa referensi harga mobil Rubicon bekas yang bisa Anda siapkan. Setidaknya, harga Rubicon berbagai tahun keluaran lain tak jauh berbeda. 

Masih terlalu mahal tapi tetap pengin off-road? Pertimbangkan buat beli Jeep bekas 30 jutaan di CarsGallery. 

Baca Juga: Review Mobil Fortuner Bekas: SUV Gagah dengan Mesin Buas

Tips Membeli Rubicon Bekas

Udah kebelet beli Rubicon bekas? Jangan buru-buru. Sebaiknya, Anda pertimbangkan dulu beberapa tips berikut: 

  • Pastikan untuk membeli Wrangler Rubicon yang bukan bekas penggunaan off-road ekstrim. 
  • Selalu cek bagian kaki-kaki untuk tahu apakah mobil tersebut terpakai untuk off-road ekstrim atau tidak. 
  • Ikut komunitas Wrangler kalau Anda memang sedang berburu. 

Duit Masih Belum Cukup? Jual Saja Mobil Lama Anda di Sini!

Kalau butuh uang tambahan untuk beli Rubicon, baiknya jual saja mobil lama Anda untuk tambah-tambah. Bisa langsung titip jual mobil di CarsGallery biar lebih mudah terjualnya!

FAQ

Berapa pajak mobil Jeep Rubicon?

Pajak Rubicon bervariasi, mulai dari Rp23.201.000 – Rp33 jutaan per tahun. 

Apakah Jeep Rubicon boros?

Benar, Rubicon memang terkenal dengan mesin yang sangat haus dengan bahan bakar. 

Berapa harga Rubicon baru?

Harga off-the-roadnya bisa sampai Rp1,6 miliar – Rp1,9 miliar.



Seberapa ‘Boros’ Konsumsi BBM Mobil Rubicon?

Terkenal dengan sebutan mobil yang mesinnya haus bahan bakar, sebenarnya seberapa ‘boros’ konsumsi BBM mobil Rubicon

Mobil Rubicon ini masuk dalam kategori SUV yang pembuatannya khusus untuk off-road. Jadi, siapa saja yang ingin mendapatkan mobil tangguh dan nyaman buat medan ekstrim, tak ada jawaban terbaik selain Rubicon. 

Sudah banyak pihak yang menguji coba. Memang ada dua versi pendapat, ada yang bilang boros dan masih banyak juga yang mengatakan irit. Sebenarnya, berapa sih konsumsi BBM-nya? Cek sini!

Baca Juga: Jeep Wrangler Rubicon: Kelebihan, Harga, dan Tips Belinya

Seberapa ‘Boros’ Konsumsi BBM Mobil Rubicon?

Dari segi konsumsi bahan bakarnya mungkin bisa bervariasi. Hal ini masih tergantung dengan kondisi berkendara dan juga kondisi jalanan yang Anda lewati. Berikut ini rinciannya: 

1. Mesin dan Performa

Jeep Wrangler Rubicon JL misalnya, punya mesin 4 silinder turbo berkapasitas 1.995 cc dan bisa menghasilkan 270 HP. Torsi yang dihasilkan 400 Nm. 

Performa ini muncul lewat gearbox otomatis 8 percepatan 4×4. Sejumlah model lain, punya mesin 3.6 V6 AT yang bisa menghasilkan performa lebih tinggi, yakni 285 HP serta torsi 353 Nm. 

Jadi kalau ada yang tanya berapa cc Jeep Rubicon? Jawabannya masih sangat bervariasi karena tergantung pada jenis mesin apa yang Anda gunakan. 

2. Konsumsi Bahan Bakar

Buat memberikan informasi detail soal konsumsinya, berikut ini rinciannya: 

  • Dalam Kota: Sekitar 8,3 km/l. Beberapa pengujian menunjukkan konsumsi 9,5 liter/km di dalam kota.
  • Luar Kota (Tol): Sekitar 10,9 km/l. Pengujian lain menunjukkan sekitar 10,6 km per liter di jalan tol.
  • Rute Jakarta-Bandung: Pengujian pada rute dari Jakarta ke Bandung, yang mencakup tanjakan, menghasilkan konsumsi bahan bakar sekitar 9 km/liter. Perjalanan kembali dari Bandung ke Jakarta, dengan kecepatan rata-rata 90 – 100 km/jam, menghasilkan tingkat konsumsi yang lebih baik yaitu 10,4 km/liter.
  • Penggunaan Harian: Penggunaan harian di Jakarta dengan kecepatan rata-rata 20 – 25 km/jam menghasilkan konsumsi bahan bakar 7 km/liter, turun menjadi 6 km/liter saat lalu lintas padat.
  • Kombinasi Dalam Kota dan Tol: Beberapa sumber menyebutkan konsumsi bahan bakar gabungan sekitar 5,9 – 6,8 km/liter.

Baca Juga: Mobil Triton Bekas: Pikap Gagah Buat Pekerja Lapangan

3. Kapasitas Tangki dan Jarak Tempuh

Selain tahu konsumsi BBM Jeep Wrangler diesel, penting pula buat Anda tahu seberapa besar kapasitas tangki juga jarak tempuhnya. 

Soal kapasitas, Jeep Wrangler Rubicon punya tangki bahan bakar besar dengan kapasitas 81 liter. Tapi, dalam sejumlah model ada yang punya kapasitas tangki sebesar 70 liter. 

Bahkan ada juga versi tahun 2023 yang tangki bahan bakarnya lebih kecil, yakni 66 liter atau 17,5 galon. 

Dengan konsumsi 8,3 km per liter dan tangki 81 liter, maka secara teoretis, Jeep Wrangler Rubicon bisa mencapai jarak tempuh sekitar 673 km. 

Hanya saja, meski konsumsi BBM mobil Rubicon sudah Anda ketahui, angkanya masih bisa berbeda. 

Pasalnya, ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi penggunaannya seperti gaya mengemudi dan juga kondisi dari jalanan yang Anda lewati. 

Baca Juga: Review Mobil Honda Jazz Bekas Lengkap dengan Harganya

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efisiensi Bahan Bakar Rubicon

Dalam berkendara, terdapat beberapa faktor yang sangat berpengaruh atas efisiensi pemakaian bahan bakar Rubicon seperti: 

  • Gaya mengemudi, jika halus bisa lebih efisien tapi jika kasar, bisa boros. 
  • Kondisi jalanan ketika Anda berkendara. 
  • Mode penggerak yakni 4×2 atau 4×4. 
  • Berat kendaraan. 
  • Jenis bahan bakar yang Anda gunakan. 

Kalau Anda mau dapatkan unitnya, bisa kunjungi Carsgallery.co.id, ya!

Exit mobile version