Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Sebelum memutuskan untuk membeli mobil SUV, Anda perlu perlu mempertimbangkan memilih antara 5 seater atau 7 seater.
Pasalnya, masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga Anda perlu menyesuaikan dengan kebutuhan. Apalagi terdapat beberapa poin perbedaan penting selain kapasitas penumpang.
Mari simak perbandingan lengkap antara dua jenis SUV tersebut.
5 Seater atau 7 Seater
Segmen Low SUV termasuk kendaraan yang paling populer di Indonesia, khususnya untuk mobil keluarga. Bagi Anda yang berencana membeli SUV, ada baiknya mengenali dulu perbandingan antara 5 seater vs 7 seater berikut:
Penumpang bisa menikmati lebih banyak pilihan tempat duduk dengan tersedianya jumlah jok yang lebih banyak. Kapasitas yang lebih tinggi juga membuat mobil mampu mengakomodasi lebih banyak penumpang dalam sekali perjalanan.
Biasanya, tipe 7 seater juga memiliki opsi konfigurasi jok yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Sebagai contoh, adanya fitur pelipatan pada baris ketiga untuk menambah ruang bagasi.
Sementara itu, mobil jenis 5 seater kapasitasnya lebih terbatas sehingga ruang yang tersedia juga bisa kurang memadai untuk keluarga besar.
Bagasi dan penyimpanan menjadi faktor pertimbangan yang tidak boleh Anda lewatkan, terutama jika sering bepergian membawa banyak barang.
Mobil SUV 7 seater menawarkan ruang yang lebih lega untuk penyimpanan. Selain bagasi, mobil umumnya dilengkapi opsi pelipatan kursi pada baris ketiga. Opsi ini memungkinkan Anda mendapatkan lebih banyak ruang penyimpanan.
Beberapa mobil bahkan menyediakan kompartemen penyimpanan tambahan pada bagian lantai dan atap.
Sedangkan pada mobil 5 seat SUV, ruang penyimpanan lebih terbatas karena dimensinya yang memang lebih kecil.
3. Tenaga dan Efisiensi
Perbedaan antara mobil 5 seater dan 7 seater tidak hanya terletak pada kapasitas penumpang saja. Namun, aspek performa juga memiliki perbedaan signifikan.
Mobil 7 seater cenderung menggunakan mesin yang lebih bertenaga daripada 5 seater. Hal ini karena 7 seater dirancang supaya mampu melaju dengan membawa beban yang lebih berat.
Namun, konsumsi bahan bakar dari 7 seater juga cenderung lebih tinggi daripada 5 seater.
Di sisi lain, mobil 5 seater biasanya menghasilkan tenaga lebih rendah, tapi lebih irit bahan bakar.
Bobot mobil termasuk faktor yang penting untuk dipertimbangkan karena berkaitan erat dengan performa dan efisiensi.
Secara umum, 7 seater memiliki bobot yang lebih berat. Hal ini karena kapasitas penumpang dan dimensi mobil yang lebih besar.
Maka untuk penggunaan dalam kota, 5 seater yang bobotnya lebih ringan merupakan opsi yang lebih ideal. Alasannya yaitu karena kemampuan maneuver 5 seater yang lebih baik.
5. Harga
Satu lagi pembanding yang perlu Anda pertimbangkan, yaitu harga mobil.
Umumnya, mobil 7 seater lebih mahal daripada 5 seater. Perbedaan harga ini karena mobil memiliki kapasitas yang lebih tinggi sekaligus berbagai fitur tambahan.
Itulah beberapa perbedaan antara dua jenis konfigurasi seater SUV. Jadi, pemilihan antara 5 seater atau 7 seater perlu menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Cari mobil keluarga yang murah dan bergaransi? Maka stok dari CarsGallery bisa jadi solusi terbaik bagi Anda. Kunjungi langsung CarsGallery untuk mengecek pilihan unitnya.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Berencana meminang mobil untuk aktivitas sehari-hari? Sebaiknya pertimbangkan MPV. Pasalnya, ada banyak keunggulan mobil MPV untuk kebutuhan harian Anda.
Selain terkenal dengan irit bahan bakar, mobil MPV juga populer dengan banyak keunggulan lain yang membuatnya sangat tepat buat mobilitas sehari-hari.
Apalagi jika di aktivitas harian Anda, ada kebutuhan untuk muat banyak barang. Jika demikian, maka MPV adalah pilihan yang paling sempurna.
Memang benar, ada banyak kelebihan mobil MPV jika menjadi mobil keluarga. Tapi, apakah benar MPV juga punya banyak keunggulan buat kebutuhan harian? Simak di sini:
1. Mobil MPV Punya Interior yang Fleksibel
Pertama, MPV ini memiliki interior yang begitu fleksibel. Mobil ini punya kursi-kursi yang foldable atau bisa Anda lipat sesuai kebutuhan.
Contohnya saja, ada bagian kursi belakang yang bisa Anda lipat agar space buat barang tambahan bisa lebih luas.
Kalau kendaraan lain, mungkin sulit. Tapi dengan MPV, Anda bisa muat barang jauh lebih banyak dan juga cocok buat muat penumpang lebih banyak.
2. Irit
MPV juga terkenal karena keiritan bahan bakarnya. Dari data yang ada, memang tipe-tipe mobil ini menduduki tahta kendaraan dengan tingkat penggunaan bahan bakar yang efisien.
Sebagai contoh, Hyundai Stargazer. Dengan hanya 1 liter saja, Anda sudah bisa menempuh 17 km di dalam kota serta 20 km per liter jika di jalan tol.
Selain itu, ada Datsun GO+ Panca yang bisa menempuh 20km/liter, Toyota Calya 19,2 km/liter, dan Avanza yang per 1 liter bahan bakarnya bisa 15,4 kilometer.
Jadi, mobil MPV adalah pilihan tepat buat kendaraan harian karena efisiensi penggunaan bahan bakarnya.
3. Fitur Keamanan Lengkap
Tak cuma nyaman, mobil-mobil MPV juga sudah terlengkapi dengan fitur keamanan yang bikin tenang ketika berkendara.
Sebut saja ada ESC, ESS, TPMS, dan juga dual SRS Airbag yang bisa meminimalisir risiko terjadinya sesuatu yang tidak Anda inginkan. Jika pun terjadi, maka ada fitur airbag yang meminimalisir risiko cedera fatal.
Bagi yang sering melewati berbagai jenis medan, baik aspal yang mulus hingga jalan pedesaan yang seringkali tidak rata, maka MPV bisa jadi kendaraan harian Anda.
Salah satu alasannya karena MPV punya ground clearance yang relatif tinggi dan cocok untuk hampir segala jenis medan.
Mau itu jalan berlubang, bergelombang, sampai dengan genangan air, mobil bisa tetap nyaman dan aman.
5. Cocok untuk Berbagai Jarak Tempuh
Mau jauh ataupun dekat, MPV juga cocok buat Anda gunakan. Pasalnya, mobil dengan tipe MPV punya ukuran kabin yang relatif luas.
Jadi, Anda maupun penumpang bisa lebih rileks dan merasa nyaman selama dalam perjalanan.
Namanya saja sudah ‘Multi-Purpose Vehicle’. Sudah jelas keunggulan utamanya dari segi keserbagunaannya itu.
Kalau butuh angkut banyak barang dan penumpang, bisa pakai MPV. Mau jalan jauh tapi cukup nyaman? MPV sangat stabil dan mantap untuk itu.
Takut boncos karena bahan bakar boros? Tenang, MPV juga sangat irit buat berbagai tipe perjalanan baik dekat maupun jauh.
Dengan berbagai keunggulan mobil MPV untuk kebutuhan harian ini, maka tak heran ada banyak unit berlalu-lalang di jalanan. Sudah irit, bandel, cocok buat berbagai kebutuhan juga.
Tertarik untuk dapat unit MPV buat aktivitas harian? Jangan lupa cek CarsGallery, ya! Unitnya masih mulus!
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Mau itu mobil MPV, SUV, LCGC, hingga Luxury Cars sekalipun, sepertinya cara merawatnya tak jauh berbeda. Jika penasaran seperti apa tips perawatannya, maka cek sini saja:
1. Ganti Oli adalah Hal Wajib
Mau itu MPV atau mobil mewah sekalipun, kebutuhan buat ganti oli rutin itu hal wajib.
Pasalnya, oli sangat berpengaruh ke kondisi dan juga performa mesin. Lambat sedikit saja Anda ganti oli, efeknya bisa cukup fatal.
Misalnya, mesin jadi aus dan ada risiko terbakar. Jadi, kalau mau tahu cara merawat mesin mobil agar tetap awet, maka jangan pernah telat ganti oli apalagi melupakannya.
Setidaknya, Anda bisa ganti sebulan atau setiap tiga bulan sekali tergantung intensitas pemakaian mobil.
2. Panaskan Mobil Sebelum Jalan
Tips merawat mobil MPV agar awet selanjutnya adalah memanaskan mobil sebelum Anda menggunakannya.
Jika mesin sudah dipanaskan sebelum jalan, maka mesin yang panas bisa memberi kinerja optimal.
Tapi, apa yang terjadi kalau mesin tidak dipanaskan dulu? Umumnya beban mesin jadi begitu besar karena dalam kondisi dingin, mesin tersebut belum siap untuk membawa beban.
3. Lakukan Perawatan di Bengkel Resmi
Nah, ini bisa jadi cara merawat mobil untuk pemula yang masih belum tahu apa-apa soal permesinan dan soal mobil.
Daripada Anda cek sendiri atau melakukan perawatan sendiri, sebaiknya langsung cek dan rawat di bengkel resmi.
Dengan merawat di bengkel resmi, maka mulai dari penggantian oli hingga suku cadang, sudah pasti dapat barang yang bagus buat mobil.
Bagian aki mobil juga harus rutin dapat pengecekan. Meski memang penggantiannya di 3 – 5 tahunan, tapi pengecekannya harus rutin.
Pasalnya, aki mobil seringkali mengalami masalah apalagi kalau Anda menggunakan cukup banyak aksesoris pada mobil.
Biasanya daya yang terserap untuk aksesoris itu sangat banyak dan aki bisa tekor kalau tidak Anda cek secara berkala.
5. Rutin Cek Kondisi Cairan dalam Mobil
Salah satu langkah perawatan mobil agar awet adalah rutin mengecek kondisi cairan dalam mobil. Bukan cuma oli, tapi Anda juga harus cek minyak rem, air radiator, air wiper, reservoir tank, dan juga cairan lainnya.
Kemudian, pastikan agar seluruh cairan yang ada sudah terisi sesuai dengan standar.
6. Jangan Sampai Pernah Kehabisan Bahan Bakar
Memastikan tangki bahan bakar tidak kosong juga menjadi tips merawat mobil MPV agar awet. Pasalnya, tangki yang penuh, tidak akan menyediakan tempat buat udara masuk ke dalam tangki.
Jika mobilnya banyak diam dan dalam keadaan tangki kosong, maka tangkinya bisa embun dan memicu karat.
Nah, kalau sudah karat, biasanya rawan dengan masalah kebocoran.
Terakhir, yakni dengan cek filter udara. Anda harus rutin juga cek ini karena bisa secara langsung berpengaruh ke performa mobil.
Selain itu, bersih dan terawatnya filter udara akan membuat penggunaan bahan bakar MPV lebih irit.
Dengan ini, mobil Anda bisa sangat awet dan berumur panjang. Mau mobil yang sudah terawat dengan sempurna seperti tips-tips di atas? Anda bisa pertimbangkan cek CarsGallery untuk melihat-lihat unitnya. Kunjungi sekarang!
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Kelegaan ruang kabin dan harga yang murah sering menjadi faktor penentu beli mobil MPV. Namun, faktor penting memilih MPV bukan hanya itu saja yang harus Anda perhatikan.
Ada faktor keselamatan yang akan menjaga keamanan Anda dan keluarga untuk berkendara. Fitur hiburan dan mesin yang tangguh perlu menjadi perhatian yang besar.
Jika Anda berencana membeli MPV dalam waktu dekat, berikut ini kami akan berikan faktor penting apa saja yang perlu diperhatikan.
7 Faktor Penting Memilih MPV untuk Keluarga Anda
Membeli mobil MPV tidaklah sulit karena ketersediaannya di pasar yang begitu banyak. Meskipun begitu, Anda harus mencari mobil yang aman dan nyaman dengan memperhatikan beberapa faktor berikut:
1. Kelengkapan Fitur Keselamatan
Rata-rata mobil MPV harus memiliki fitur keselamatan yang lengkap, mengingat mobil ini akan dikendarai hingga 7 penumpang.
Beberapa fitur keselamatan yang umum wajib ada antara lain, airbag di baris kursi depan, pengereman ABS dan EBD, 3-point seatbelt, headrest di setiap jok, dan ISOFIX bagi Anda yang berkendara dengan anak kecil atau bayi.
Tidak dapat dipungkiri bahwa mobil MPV yang iritmenjadi hal penting yang harus Anda perhatikan. Untungnya saat ini sudah cukup banyak mobil hybrid yang memadukan tenaga listrik dan bensin sehingga BBM pun cukup hemat.
Apabila Anda membeli mobil MPV bekas, ada baiknya cek dulu jenis mesinnya. MPV yang irit setidaknya memiliki kapasitas minimal 1.500 cc dan memiliki fitur tambahan seperti eco indicator atau cruise control.
Apabila dua faktor di atas telah terpenuhi, barulah Anda beranjak untuk mengecek keluasan kabin serta bagasinya. MPV sesuai untuk keluarga dan harus memiliki kapasitas minimal 7 penumpang.
Di setiap baris pastikan jarak kaki dan kepala masih cukup luas sehingga nyaman. Begitu juga dengan bagasi yang luas sehingga memudahkan Anda untuk membawa banyak barang.
4. Fitur AC
Mobil MPV biasanya berukuran lebih panjang dibandingkan city car atau SUV. Oleh karena itu, Anda harus memastikan fitur AC sudah double blower.
AC ini akan membuat penumpang di baris kedua dan ketiga tidak merasa gerah selama perjalanan. Apabila Anda membeli mobil MPV bekas, pastikan kondisi AC normal dan tidak terdapat kebocoran.
Masih di bagian kabin, Anda harus memastikan bahwa jok mobil masih terasa empuk untuk mobil bekas. Jok juga masih terlapisi oleh kulit bawaan pabrik yaitu kulit sintetis.
Jok dengan bahan kulit sintetis ini cocok untuk mobil MPV karena mudah pembersihannya. Anda pun tidak perlu khawatir dengan masalah perawatannya.
6. Suku Cadang Murah dan Mudah
Anda akan menemukan MPV favorit apabila suku cadangnya mudah dan murah harganya. Hal ini penting karena akan mempengaruhi biaya perawatan di masa depan.
Anda tentu tidak ingin bukan kondisi keuangan kacau karena suku cadang yang terlalu mahal. Alhasil, mobil pun tidak akan nyaman untuk memudahkan aktivitas harian.
7. Fitur Hiburan
Faktor terakhir adalah soal fitur hiburan yang akan menemani perjalanan Anda dan keluarga. Setidaknya mobil memiliki speaker yang jernih dan juga head unit yang memudahkan akses ke musik, telepon, bluetooth dan lainnya.
Mencermati semua faktor penting memilih MPV ini, Anda pasti akan segera mendapat mobil yang tepat.
Apabila ingin menemukan mobil dengan cepat, kunjungi langsung CarsGallery. Anda akan mendapatkan lebih banyak referensi mobil MPV maupun tipe yang lainnya.
Yuk, cek sekarang pilihan mobilnya yang bisa langsung Anda beli di CarsGallery lengkap dengan garansinya!
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Penting bagi para pengendara mencari suspensi mobil terbaik. Pasalnya, suspensi menjadi salah satu kunci yang memastikan kenyamanan dan keamanan Anda ketika sedang berada di jalan raya.
Selain itu, kualitas suspensi yang Anda gunakan akan sangat terasa di berbagai kondisi jalan raya. Saat ini banyak suspensi yang sudah memiliki teknologi canggih sehingga bisa memberikan performa maksimal untuk kendaraan.
Lantas, apa saja rekomendasi suspensi mobil terbaik yang ada di pasar otomotif Indonesia sekarang ini?
Sekilas Tentang Suspensi Mobil
Sebelumnya perlu Anda pahami lagi bahwa suspensi mobil adalah bagian dari kendaraan yang bertanggung jawab terhadap getaran atau guncangan. Ketika Anda melewati jalanan berlubang atau terjal, Anda pasti merasakan guncangan.
Nah, guncangan yang tidak terlalu keras itulah yang merupakan produk dari suspensi. Sistem suspensi yang optimal akan memastikan pengalaman di dalam mobil senantiasa mulus dan nyaman.
Dalam menjalankan tugasnya suspensi memiliki beberapa komponen vital, seperti:
1. Pegas
Pegas pada sistem suspensi mobil memiliki fungsi utama untuk meredam getaran, mempertahankan kestabilan kendaraan, serta menopang beban kendaraan. Berat kendaraan ini mencakup berat bodi mobil dan muatan.
Selain itu, komponen ini meredam getaran akibat permukaan jalan yang tidak rata, memastikan cengkraman ban optimal, dan melindungi komponen suspensi lain dari keausan berlebih, sehingga menjaga kenyamanan saat di jalan raya.
2. Stabilizer
Stabilizer bertanggung jawab untuk mengurangi kemiringan saat kendaraan berbelok. Inilah yang membuat Anda tetap aman dan nyaman ketika sedang melakukan manuver di jalan raya.
Selain itu, stabilizer juga membantu meningkatkan cengkraman ban di jalan, terutama saat kecepatan tinggi atau Anda sedang berada di jalanan menikung yang tajam.
3. Shock Absorber
Terakhir, ada shock absorber yang akan meredam guncangan atau getaran di jalan raya. Komponen inilah yang memastikan roda tetap menempel di permukaan jalan, meningkatkan stabilitas, pengendalian, dan keselamatan berkendara.
Dalam implementasinya, ada banyak brand suspensi yang memiliki kualitas unggul di pasaran, seperti:
1. Bilstein
Pilihan merk suspensi mobil terbaik yang bisa Anda temukan adalah Bilstein. Di Indonesia sendiri, brand ini tergolong populer khususnya bagi para penggemar otomotif di tanah air.
Popularitas brand suspensi ini bukan tanpa alasan. Brand yang berasal dari negara Jerman ini memiliki kualitas yang sangat unggul untuk meredam kejut, guncangan, dan getaran mobil di jalan raya.
Selain itu, suspensi inipun terkenal dengan kemampuannya dalam menahan bobot yang berat. Inilah yang membuat mobil bisa tetap terasa stabil dan nyaman meski Anda sedang melintas di jalanan yang tidak rata.
Hanya saja, suspensi ini memiliki kelemahan, yaitu Anda tidak memiliki opsi untuk mengatur tingkat empuknya. Selain itu, harga suspensi merk Bilstein pun tergolong pricey mencapai Rp6.000.000 sampai Rp7.000.000.
2. Ohlins
Pilihan merek suspensi mobil terbaik di pasaran selanjutnya adalah Ohlins. Berasal dari negara Swedia, suspensi ini menawarkan kualitas yang premium dan performa yang sangat baik untuk kendaraan.
Tidak heran jika brand ini sering menjadi pilihan suspensi untuk jenis mobil mewah. Selain itu, Ohlins juga sering menjadi pilihan kendaraan untuk ajang balapan otomotif bergengsi seperti contohnya MotoGP.
Akan tetapi, dengan kualitasnya Anda perlu berhati-hati karena saat ini ada juga produk Ohlins palsu. Untuk membedakan produk suspensi asli dan palsu, Anda bisa melihatnya dari nomor registrasi.
Karena Ohlins selalu membekali suspensi produksi mereka dengan nomor registrasi unik yang lengkap dengan kartu garansi. Harga suspensi Ohlins untuk mobil sendiri tergolong sangat mahal, mulai dari Rp40.000.000 sampai Rp55.000.000.
3. KONI
Selanjutnya ada brand KONI yang merupakan salah satu pilihan suspensi mobil terbaik yang ada di pasar Indonesia. Sudah populer sejak tahun 90-an, suspensi ini memang menjadi pemain lama dan sudah terkenal dengan kualitasnya.
Keunggulan dari brand ini adalah tingkat ketahanannya yang optimal untuk meredam dan menyerap seluruh guncangan saat berkendara. KONI pun memberikan pilihan suspensi yang beragam.
Tidak hanya untuk mobil biasa, tetapi untuk jenis mobil 4X4 pun ada. Dengan kualitas tersebut, suspensi KONI masih tergolong murah. Anda bisa membeli suspensi ini pada kisaran harga Rp700.000 sampai Rp900.000 saja.
Tokico adalah perusahaan Jepang yang memproduksi suspensi mobil dengan kualitas unggul. Produk Tokico menjadi pilihan berbagai brand mobil termasuk Avanza dan Serena.
Keunggulan brand Tokico adalah kemampuannya menghadirkan sistem suspensi yang awet dan tahan lama. Performanya pun empuk dan cocok sekali untuk meredam guncangan di jalanan Indonesia.
Selain itu, Tokico terkenal dengan harga unitnya yang sangat bersahabat. Harga suspensi mobil merk Tokico adalah mulai dari Rp550.000 saja. Tergolong sangat murah daripada brand suspensi lain.
5. Kayaba
Merk shockbreaker mobil populer di Indonesia lainnya adalah Kayaba atau KYB. Lagi-lagi perusahaan suspensi ini berasal dari Jepang dan sudah populer sejak tahun 1919 silam sehingga pengalamannya sudah tidak perlu Anda ragukan lagi.
Selain untuk mobil, Kayaba pun menghadirkan suspensi untuk sepeda motor. Banyak yang memilih brand Kayaba karena kemampuannya untuk memberikan stabilitas optimal untuk kendaraan.
Selain itu, Kayaba mampu meningkatkan kinerja handling mobil tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan sangat cocok untuk perjalanan jarak jauh dengan waktu tempuh yang lama.
Harga Kayaba pun sangat banyak variasinya. Untuk produk Kayaba Ultra, bisa Anda dapatkan di harga mulai dari Rp600.000. Sementara itu, untuk Kayaba Excel-G, bisa Anda dapatkan di harga mulai Rp800.000.
Terakhir, ada merk Monroe yang juga memiliki kualitas sangat baik. Bahan utama pembuat suspensi ini sangat bisa meredam dan menyerap guncangan di mobil sehingga Anda bisa mengemudikan dengan nyaman dan pastinya stabil.
Selain itu, Monroe memiliki tingkat keempukan yang tinggi dan bisa membuat Anda tidak merasakan terlalu banyak goncangan meski di kondisi jalanan yang tidak rata.
Tidak heran jika kemudian produsen mobil sekelas Suzuki menggunakan brand ini untuk mobil mereka. Contoh penggunaan brand Monroe bisa Anda temukan di Suzuki Ertiga.
Harga Monroe pun masih terbilang terjangkau. Mulai dari Rp900.000 sampai dengan Rp1.200.000 saja untuk tiap unitnya.
Pentingnya Memilih dan Memperhatikan Kondisi Suspensi Mobil
Sekarang Anda sudah memiliki referensi brand suspensi mobil terbaik yang ada di pasar otomotif tanah air kan? Memilih suspensi adalah investasi penting untuk kenyamanan dan keamanan berkendara.
Dengan mempertimbangkan berbagai merk dan tipe yang telah direkomendasikan, Anda dapat meningkatkan performa kendaraan sekaligus memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan nyaman di berbagai kondisi jalan.
Jika Anda juga sedang mencari mobil bekas berkualitas dengan kondisi suspensi yang mulus dan layak jalan, kunjungi saja CarsGallery.
Sebagai platform jual beli mobil bekas terbaik, CarsGallery menyediakan beragam pilihan kendaraan yang siap menemani perjalanan Anda.
FAQ
Apa saja jenis suspensi pada mobil?
Ada beberapa jenis suspensi yang bisa Anda temukan, mulai dari MacPherson, Torsion Beam, Multi Link, Rigid, dan lain sebagainya.
Berapa lama umur suspensi mobil?
Biasanya suspensi mobil bisa mencapai usia pakai 7 sampai dengan 8 tahun tergantung dari pemakaian dan brand suspensi.
Mobil Avanza pakai suspensi apa?
Mobil Avanza menggunakan suspensi jenis MacPherson.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Sistem suspensi mobil menjadi salah satu komponen yang punya peran sangat vital. Tanpa adanya komponen ini, pengalaman berkendara ketika di jalan raya, akan terasa kurang nyaman dan tidak stabil.
Hal ini tidak terlepas dari fungsi sistem suspensi itu sendiri, yaitu meredam getaran yang berasal dari permukaan jalanan yang tidak rata. Dalam menjalankan perannya tersebut, suspensi mobil terdiri dari berbagai komponen yang berkaitan.
Berbagai komponen tersebut memiliki fungsi dan peran masing-masing. Suspensi pun memiliki lebih dari satu jenis yang bisa Anda temui di pasaran. Lantas, sebenarnya bagaimana sistem suspensi mobil tersebut?
Cara Kerja Sistem Suspensi Mobil
Pada dasarnya, suspensi adalah sebuah komponen yang tugasnya untuk meredam, menyerap, sekaligus mengurangi getaran ataupun goncangan yang berasal dari gesekan ban dan permukaan jalan raya.
Fungsi suspensi mobil ini terbagi menjadi dua. Pertama, adanya suspensi membantu pengendara dalam mempertahankan mobil mereka. Sementara yang kuda, untuk membantu mobil bisa tetap bergerak dengan nyaman dan aman.
Selain itu, sistem suspensi mobil pun akan menjadi pelindung kendaraan, tepatnya di bagian bawah. Untuk menjalankan fungsi ini, suspensi akan mencegah agar tidak ada benda asing seperti debu, lumpur, pasir, ataupun batu masuk ke bawah mobil.
Lantas, bagaimana cara kerja suspensi mobil itu? Cara kerja komponen ini bisa Anda lihat dari fungsi utamanya sebagai pemisah antara bodi kendaraan dan roda.
Pemisahan ini memerlukan elastisitas tinggi untuk memastikan gerakan roda yang tiba-tiba tidak langsung mempengaruhi bodi kendaraan. Nah, dalam hal ini, sistem suspensi bertindak sebagai pemisah dan pegas sebagai komponen utamanya.
Pegas pun tidak bekerja sendirian karena ada banyak komponen pendukung yang terlibat di dalamnya. Pertama, ketika kendaraan melintasi jalanan yang tidak rata, pegas bertugas menyerap guncangan dan getaran.
Setelah itu, peredam kejut atau shock absorber akan mengendalikan gerakan pegas dan menjaga kesimbangan mobil. Selain itu, shock absorber akan memastikan roda mobil tetap seimbang posisinya bahkan saat Anda sedang belok.
Perlu Anda pahami juga bahwa saat ini, beberapa kendaraan modern sudah memiliki sistem suspensi yang adaptif. Sistem suspensi ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan kinerjanya dengan banyak kondisi jalanan.
Ini tentu akan membuat pengalaman Anda ketika di jalan raya menjadi lebih nyaman sekaligus performa mobil bisa maksimal.
Selain itu, sistem suspensi yang baik memastikan roda tetap bersentuhan dengan jalan dan meningkatkan traksi dan efektivitas pengereman.
Agar bisa menjalankan sistemnya dengan maksimal, ada banyak komponen yang berperan dalam suspensi mobil, seperti:
1. Lengan Suspensi
Pertama, ada komponen bernama lengan suspensi yang tugasnya adalah menjadi penghubung chasis dan roda ban mobil.
Bentuknya engsel dan bisa bergerak bebas dan akan menggerakkan roda mobil ke atas maupun kebawah sesuai tekanan.
2. Pegas
Pegas adalah komponen paling vital yang ada di sistem suspensi kendaraan. Fungsi pegas adalah meredam dan menyerap seluruh guncangan atau getaran yang mobil Anda terima ketika sedang berada di jalan raya.
Umumnya setiap mobil bisa memiliki tipe pegas yang berbeda karena tergantung dari jenis mobil yang Anda miliki.
3. Stabilizer
Sesuai dengan namanya, komponen suspensi mobil yang satu ini memiliki peran utama untuk menyeimbangan kendaraan.
Tidak hanya supaya stabil saat di jalan karena guncangan, tapi ketika mobil Anda pakai untuk belok.
4. Shock Absorber
Terakhir, ada komponen yang bernama shock absorber. Sejalan dengan namanya, fungsi dari komponen ini memang adalah untuk penyerap atau absorber dari goncangan dan turbulensi ketika mobil menerima getaran tiba-tiba.
Tugasnya meredam proses osiklasi pada pegas sehingga Anda sebagai penumpang tidak akan merasakan getaran yang teramat kuat yang seringkali membuat pengalaman berkendara jadi tidak nyaman.
Setelah memahami bagaimana cara kerja sistem suspensi mobil, Anda harus paham bahwa suspensi tidak hanya terdiri dari 1 jenis saja. Mobil yang Anda miliki bisa saja memiliki jenis suspensi yang berbeda dengan mobil lainnya.
Berikut adalah beberapa jenis suspensi mobil yang bisa Anda temukan secara umum:
1. MacPherson
Pertama, ada jenis MacPherson yang terkenal akan kualitasnya yang sangat baik untuk meredam getaran. Suspensi jenis ini banyak diaplikasikan pada kendaraan ringan seperti sedan, MPV, hatchback, dan sejenisnya.
Ini akibat desain suspensi MacPherson yang sederhana dan hemat ruang membuatnya sangat cocok untuk kendaraan berukuran kecil. Selain itu, MacPherson Suspension juga masuk dalam golongan independent suspension.
Artinya, roda kanan dan kiri mobil tidak akan langsung terhubung.
2. Double Wishbone
Selanjutnya ada jenis Double Wishbone yang punya desain dan konstruksi sistem suspensi yang lebih rumit daripada MacPherson.
Karakteristik utama dari Double Wishbone adalah keberadaan dua penopang, yaitu lengan atas (upper arm) dan lengan bawah (lower arm).
Penopang inilah yang akan memastikan suspensi mobil bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Jika ada perbaikan suspensi Double Wishbone, maka harus ahli yang memperbaikinya.
3. Rigid
Banyak kendaraan truk atau bus yang memakai suspensi jenis Rigid. Alasannya karena daya tahan suspensi ini terbilang sangat baik untuk menopang beban berat pada kendaraan sehingga merupakan salah satu yang terkuat.
Ini berkat adanya bagian blok kaku di suspensi ini yang nantinya akan menopang body kendaraan. Roda kanan dan kiri kendaraan akan terhubung ke dalam blok tersebut.
4. Torsion Beam
Kemudian ada suspensi Torsion Beam yang merupakan hasil pengembangan dari suspensi Rigid. Tujuan adanya inovasi ini adalah agar kemampuan suspensi dalam memberikan kenyamanan jadi lebih baik.
Hasilnya, suspensi ini memiliki bentuk yang mirip sekali dengan huruf H. Dengan desain ini, roda kanan dan kiri mobil bisa bergerak dengan lebih fleksibel dan Anda pun bisa berkendara dengan lebih nyaman.
5. Multi Link
Terakhir, ada jenis suspensi Multi Link. Sesuai dengan namanya, jenis suspensi ini akan memiliki link atau bagian penghubung dalam jumlah yang banyak. Adanya link ini juga bukan tanpa alasan.
Link ini berperan sebagai lengan suspensi dan akan menopang serta mendukung gerakan roda mobil. Hasilnya, getaran dan guncangan mobil pun bisa lebih teredam secara optimal.
Pastikan Menjaga dan Mengecek Kondisi Suspensi Mobil
Mengingat betapa pentingnya sistem suspensi mobil, maka sudah sewajarnya Anda sebagai pemilik kendaraan selalu memastikan kondisinya. Termasuk ketika Anda membeli mobil dalam kondisi bekas.
Suspensi jadi bagian yang paling penting untuk Anda cek. Pasalnya, tanpa suspensi yang bekerja normal, pengalaman berkendara tidak akan menjadi mulus dan terasa sangat tidak nyaman.
Oleh karena itu, pastikan Anda membeli mobil bekas di platform jual beli mobil bekas terpercaya seperti CarsGallery. Dengan inspektor mobil yang berpengalaman dan dukungan garansi, CarsGallery menjamin mobil selalu dalam performa terbaik.
FAQ
Berapa jenis sistem suspensi?
Setidaknya ada 5 jenis suspensi mobil yaitu MacPherson, Torsion Beam, Multi Link, Rigid, dan Double Wishbone.
Bagaimana cara kerja per pada sistem suspensi?
Pegas atau per akan meredam berbagai getaran atau guncangan yang Anda dapatkan ketika di jalan raya.
Apa yang terjadi jika suspensi mobil terlalu lembut?
Mobil akan terasa sangat ringan seperti mengayun. Bahkan ban atau roda pun bisa menyentuh spakbor dan goncangan di jalan raya tidak bisa lagi diredam dengan baik.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Mengenali setiap komponen suspensi mobil merupakan satu lagi hal yang sangat penting bagi pemilik mobil. Pasalnya, suspensi merupakan elemen krusial bagi mobil agar bisa berjalan secara stabil dan mulus.
Suspensi sendiri terdiri beberapa komponen, masing-masing secara harfiah bekerja sama untuk tercapainya sebuah fungsi, yakni meredam getaran di jalanan. Inilah mengapa, suspensi merupakan komponen penting agar berkendara bisa nyaman.
Tanpa sistem ini, mobil tidak akan mungkin mampu berjalan secara mulus. Selain itu, body dan ban tidak akan terasa presisi dan terasa stabil.
Apa Itu Komponen Suspensi?
Seperti yang terungkap sebelumnya, suspensi mobil merupakan sistem agar membantu mobil tetap stabil. Lebih tepatnya, sistem ini akan memaksimalkan kinerja supaya pengalaman berkendara bisa lebih nyaman dan aman.
Seperti yang sudah terungkap sebelumnya, suspensi berfungsi sebagai peredam getaran, tekanan, dan gerakan naik turun yang berasal dari permukaan jalan. Umumnya, getaran tersebut dari permukaan jalan berlubang, berbatu, dan tidak rata.
Lantas, bagaimana cara kerjanya? Suspensi akan meredam getaran yang muncul sehingga tidak akan berimbas ke bagian kabin. Artinya, sistem ini akan berfungsi agar getaran tersebut tidak terasa bagi pengemudi dan penumpang.
Letak komponen suspensi mobil adalah tepat di antara keempat roda dan bodi mobil. Ini bertujuan agar bodi tetap stabil baik ketika diam dan melaju.
Anda sudah mengetahui bahwa bobot mobil secara keseluruhan begitu berat mulai dari komponen lain hingga kabin. Agar tetap seimbang saat melaju, suspensi mengandalkan gaya pegas untuk meningkatkan daya elastisitas mobil itu sendiri.
Seperti yang terlihat, jika ada masalah pada suspensi, getaran akan terasa pada kabin. Alhasil, ini akan membuat pengalaman perjalan menjadi tidak nyaman.
Komponen Suspensi Penting Bagi Mobil
Lantas, apa saja setiap komponen yang ada di suspensi? Terdapat sembilan komponen penting beserta penjelasannya sebagai berikut:
1. Pegas
Anda sudah mengetahui suspensi menggunakan gaya pegas untuk menyeimbangkan bagian bodi dan keempat roda. Jika bertanya apa saja komponen suspensi, sudah pasti pegas adalah salah satunya berdasarkan penjelasan tersebut.
Memang, pegas pada suspensi berperan sangat penting sebagai penyerap kejutan dan getaran dari interaksi gesekan roda mobil dengan jalan. Dengan begitu, getaran tidak akan berlanjut menuju bodi mobil, sehingga tidak akan terasa di kabin.
Fungsi lain pegas pada suspensi adalah untuk menambah kemampuan cengkeraman roda di jalan. Fungsi ini sekaligus menambah kenyamanan bagi pengendara dan penumpang.
Pada mobil, pegas yang terpakai terbagi menjadi tiga tipe. Ketiganya adalah tipe koil, tipe daun, dan tipe batang torsi.
2. Shock Absorber
Jika mengenal setiap komponen suspensi dan fungsinya, shock absorber wajib Anda ketahui. Seperti pegas, komponen ini juga berperan sebagai peredam kejut. Bedanya, shock absorber akan menyerap kejut berasal dari sistem suspensi itu sendiri.
Artinya, shock absorber akan membantu meredakan gerakan naik turun dari pegas yang menyerap getaran. Kedua interaksi ini menghasilkan daya balik dengan besaran sama.
Alhasil, bukan tanpa alasan mengapa shock absorber berada di rongga pegas. Terlebih, komponen ini akan membuat sistem suspensi secara keseluruhan lebih stabil saat pegas melakukan gerakan naik turun.
Komponen ketiga pada suspensi yang tidak kalah penting perannya adalah ball joint. Pada dasarnya, ball joint berperan sebagai penerima beban, baik secara lateral dan horizontal.
Menariknya, ball joint sekaligus berperan penting saat mobil melakukan belokan, yakni sebagai sumbu putaran. Bagaikan sebuah engsel, komponen suspensi ini juga mampu berputar secara sudut 360 derajat.
Secara harfiah, komponen ini kurang lebih mirip dengan persendian manusia. Maka dari itu, ball joint menjadi penghubung antara upper arm dan setiap roda mobil.
4. Upper Arm
Sebagai sambungan dari ball joint, upper arm pada mobil ibaratnya bagian lengan atas. Secara independen, fungsinya sendiri sebagai penghubung antara knuckle arm dan rangka mobil.
Dari sini, bagian atas knuckle arm akan terasa stabil berkat tugas upper arm yang menahannya. Pada saat yang sama, komponen ini akan ikut tersambung pada shaft berpelumas secara berdekatan.
Terkait dengan upper arm, terdapat pula lower arm pada sistem suspensi mobil. Fungsinya sendiri agar bodi mobil dan roda-roda mobil dapat terhubung, jadi ini mendukung fungsi upper arm itu sendiri.
Nantinya, lower arm akan mampu bergerak vertikal karena keberadaan engsel yang menghubungkannya pada roda-roda mobil. Oleh karena itu, setiap roda mobil bisa bergerak.
6. Knuckle Arm
Terletak di bagian depan roda mobil, knuckle arm juga berperan sangat penting sebagai komponen dalam sistem suspensi. Mengenali sekaligus merawat komponen adalah tindakan penting agar sistem secara keseluruhan bisa terjaga.
Mengapa knuckle arm berperan sangat penting? Ini karena fungsinya sendiri secara harfiah sebagai tuan rumah setiap komponen lain pada suspensi seperti shockbreaker dan lower arm.
7. Stabilizer Bar
Ada juga stabilizer bar pada sistem komponen suspensi. Terlihat dari namanya, komponen ini akan menyeimbangkan bagian bodi mobil dan roda kanan serta kiri ketika melakukan belokan. Nantinya, fungsi ini akan menghasilkan gaya sentrifugal.
Mengapa sampai melibatkan gaya sentrifugal? Ini agar komponen ini mampu membuat bodi mobil seimbang ketika pengendara mengebut dengan kecepatan tinggi sebelum melakukan belokan.
Dari sini, Anda sudah mengetahui tanpa komponen ini, mobil kemungkinan besar akan terguling sehingga mengalami kecelakaan. Memang, stabilizer bar pada dasarnya akan menjaga keseimbangan saat berbelok.
Jika membahas komponen suspensi apa saja, strut bar tentu berperan penting sebagai penghubung antara stabilizer bar dan shock absorber. Berbentuk mirip lengan, fungsinya agar roda mobil bisa bergerak secara vertikal dan berbelok.
Maka dari itu, fungsi sebenarnya dari strut bar adalah agar menjaga kemiringan roda depan. Ini akan membantu roda setir bisa berbalik dengan sendiri setelah mobil berbelok.
9. Bumper
Terakhir, ternyata bumper merupakan bagian dari suspensi mobil. Bumper sendiri terdiri dari beberapa komponen seperti bounding dan rebounding. Keduanya berfungsi sebagai pelindung shock absorber dan berbagai komponen lain seperti rame dan axle.
Pada dasarnya, bounding dan rebounding memiliki fungsi yang berlawanan. Bounding akan membuat kendaraan dalam posisi mengerut. Sementara itu, rebonding akan membuat kendaraan berada di posisi mengembang.
Seperti strut bar, keberadaan bumper juga sangat penting bagi suspensi mobil. Jadi, fungsinya agar setiap komponen lain tidak mengalami kerusakan akibat getaran oleh pegas.
Demikianlah penjelasan tentang setiap komponen suspensi mobil yang penting. Peran suspensi mobil sangat penting agar pengalaman berkendara tetap aman dan nyaman. Maka, jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan pada komponen ini.
Kerusakan sistem suspensi mobil kerap menjadi keluhan para pembeli mobil bekas sehingga membuat berkendara tidak nyaman. CarsGallery telah melakukan inspeksi setiap mobil bekas, termasuk bagian suspensi, tetap layak pakai.
FAQ
Apa fungsi suspensi mobil?
Suspensi berfungsi agar getaran, kejutan, dan guncangan tidak akan terasa di kabin.
Mengapa suspensi mobil penting?
Perannya agar meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi dan pengendara selama perjalanan.
Kapan saatnya mengganti suspensi?
Saatnya mengganti setiap komponen suspensi jika mobil terasa tidak stabil saat perjalanan.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Jenis-jenis suspensi itu beraneka ragam dan masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri. Suspensi atau peredam kejut menjadi salah satu bagian penting pada mobil yang terletak diantara roda dan body mobil.
Suspensi dapat menyerap getaran saat mobil melewati jalan yang tidak rata. Jadi, mobil tidak akan terpental dan Anda bakal terhindar dari kecelakaan. Suspensi membuat perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.
Jenis-jenis Suspensi Mobil
Suspensi mobil itu ada beberapa jenis dan masing-masing pasti memiliki kelebihdan kekurangan. Berikut ini macam macam suspensi mobil beserta penjelasannya yang harus Anda ketahui.
1. Suspensi Axle Rigid
Suspensi axle rigid adalah suspensi khusus bagian belakang roda mobil. Axle Rigid ada yang dalam bentuk pegas dan ada yang dalam bentuk per.
Selain itu, pada suspensi yang satu ini terdapat poros dengan tampilan cukup mencolok sehingga sangat terlihat. Suspensi Axle terbilang sangat tahan lama karena digunakan pada kendaraan berat seperti truk.
2. Suspensi Double Wishbone
Suspensi Double Wishbone adalah suspensi yang memakai dua lengan berbentuk wishbone untuk menopang roda. Peredam kejut yang satu ini banyak digunakan pada mobil-mobil modern seperti mobil sport.
Ciri dari suspensi Double Wishbone adalah memiliki dua lengan yang disebut upper arm dan lower arm sebagai penopang sistem suspensi. Pada lengan tersebut terdapat dua titik mounting yang terhubung pada knuckle.
Suspensi ini mampu meredam tekanan dari berbagai arah, baik dari atas, samping, maupun depan dengan sangat baik. Toyota Hilux, Kijang Innova, dan Toyota Fortuner adalah beberapa mobil yang menggunakan suspensi Double Wishbone.
3. Suspensi MacPherson Strut
Jenis suspensi mobil selanjutnya adalah MacPherson Strut. Mobil-mobil seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, dan Honda Brio menggunakan suspensi yang satu ini.
Suspensi MacPherson Strut memiliki model yang terbilang cukup sederhana. Ada satu tiang atau strut sebagai penghubung roda dan kerangka mobil.
Suspensi ini sangat sangat terkenal di dunia otomotif. Bukan hanya karena desainnya yang simpel dan ringan, melainkan juga karena perawatannya yang mudah dan murah sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang.
Suspensi mobil berikutnya yaitu Multi Link. Pada dasarnya suspensi Multi Link merupakan pengembangan dari double wishbone.
Jika Double Wishbone memiliki dua lengan, maka Multi Link memiliki tiga lengan yang masing-masing ada tugasnya. Suspensi ini memang tergolong rumit, tetapi soal handling memang yang terbaik.
Suspensi Multi Link memiliki kecepatan peredaman yang mumpuni sehingga banyak digunakan pada mobil bertenaga besar. Mobil-mobil sport seperti BMW, Audi, dan Hyundai adalah mobil yang menggunakan suspensi Multi Link.
Satu sisi, memang suspensi ini sangat bagus, tetapi di sisi lain harganya mahal dan perawatannya terbilang cukup rumit.
6. Suspensi Rigid LeafSpring
Jenis-jenis suspensi pada mobil keenam yaitu Rigid LeafSpring yang terbuat dari logam. Bentuknya mirip seperti daun yang bertumpuk untuk meredam guncangan.
Jenis suspensi Rigid LeafSpring ini banyak terdapat pada truk dan kendaraan berat lainnya. Keunggulannya yaitu mampu menangani beban sangat berat dan sangat andal pada medan yang kasar.
Selain pada truk, suspensi ini juga bisa terdapat di mobil-mobil lawas. Meskipun bersifat kaku, akan tetapi suspensi satu ini sangat tahan lama sehingga bisa Anda gunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Suspensi Trailing Arm adalah suspensi yang menggunakan lengan trailing arm. Lengan ini terhubung ke kerangka mobil sisi kiri dan sisi kanan.
Cara kerja Suspensi Trailing Arm yaitu saat mobil melewati jalan berlubang atau tidak rata, lengan trailing arm akan bergerak turun atau naik untuk menyerap guncangan tersebut.
Suspensi ini banyak terdapat pada mobil keluarga seperti MPV karena mampu memberikan kenyamanan dan stabilitas yang sangat baik. Trailing Arm biasanya digunakan pada bagian belakang roda mobil.
8. Suspensi Independen
Pada suspensi independen, roda mobil bisa bergerak secara independen atau pergerakan roda depan tidak terpengaruh dengan roda belakang, begitu juga sebaliknya.
Mayoritas mobil modern sudah menggunakan jenis suspensi satu ini, baik pada roda sebelah kiri maupun roda sebelah kanan. Mobil dengan sistem suspensi independen tidak masalah jika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
9. Suspensi Torsion Beam
Suspensi Torsion Beam pada dasarnya merupakan suspensi yang memiliki peredam lebih baik daripada jenis-jenis suspensi rigid.
Bentuk suspensi Torsion Beam mirip seperti suspensi Rigid yaitu memanjang, tetapi diinovasi menjadi bentuk huruf H. Torsion Beam mampu menopang dan menyeimbangkan mobil dengan sangat baik.
Suspensi Torsion Beam bisa Anda temukan pada mobil-mobil yang mempunyai roda penggerak depan dan compact car. Contoh mobil yang menggunakan Torsion Beam adalah Honda Fit dan Honda Freed.
10. Suspensi Pneumatic
Suspensi Pneumatic merupakan salah satu contoh suspensi pada mobil yang cukup banyak digunakan. Jenis suspensi ini menggunakan udara bertekanan tinggi untuk menstabilkan mobil.
Cara kerja suspensi Pneumatic yaitu dengan memanfaatkan gas atau udara dan mendapatkan dukungan dari sistem kerja kompresor. Bahkan ketinggiannya bisa Anda atur langsung dari dalam kabin.
Komponen-komponen yang ada pada suspensi Pneumatic yaitu airbag karet elastis, sistem kontrol tekanan udara, sistem kontrol elektronik, pipa penghubung, dan tangki penyimpanan udara.
Sayangnya harga setiap komponennya tergolong mahal. Selain itu, daya tahan suspensi Pneumatic tidak begitu baik sehingga kurang cocok Anda gunakan untuk jangka panjang.
Suspensi udara itu kurang lebih mirip dengan suspensi Pneumatic. Jika suspensi Pneumatic menggunakan sistem pneumatic, maka suspensi udara memakai sistem udara bertekanan.
Salah satu keunggulan dari suspensi udara yaitu ketinggiannya dapat Anda atur dengan mudah tanpa harus membongkar kaki kaki mobil. Bahkan beberapa varian bisa Anda kendalikan smartphone atau software yang ada di dalam mobil.
Misal, Anda akan melewati jalan berlubang, maka Anda bisa menaikkan langsung ground clearancenya. Selain itu, Anda dapat mengatur tekanan angin supaya kendaraan bisa menyerap guncangan dengan sangat baik.
Selain banyak digunakan pada mobil, suspensi ini juga cukup banyak digunakan pada bus-bus di Indonesia.
Nah, sekarang sudah tahu kan apa saja jenis-jenis suspensi mobil itu? Kalau Anda yang sedang mencari mobil bekas berkualitas tanpa cacat termasuk pada bagian suspensinya, CarsGallery jawabannya.
CarsGallery, Tempat Terbaik Jual Beli Mobil Bekas
CarsGallery adalah website tempat jual beli mobil bekas dengan harga sangat terjangkau. Mobilnya sudah pasti berkualitas karena melewati proses inspeksi yang sangat ketat.
CarsGallery bisa Anda akses langsung dari berbagai perangkat sehingga proses penjualan ataupun pembelian mobil bisa sangat mudah. Semua mobil yang ada bersertifikasi dan mendapatkan garansi hingga satu tahun,
Dapatkan penawaran terbaik mobil bekas berkualitas hanya diCarsGallery, Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.
FAQ
Apa saja fungsi suspensi mobil?
Suspensi mobil berfungsi untuk meredam guncangan, menambah stabilitas, dan menopang bodi mobil pada poros-porosnya.
Apa hubungan antara suspensi, roda, dan bodi mobil?
Suspensi menjadi penghalang benturan antara roda dan bodi mobil sehingga tidak terjadi kerusakan atau guncangan hebat.
Apakah suspensi bisa diganti?
Ya, Anda dapat menggantinya dengan suspensi yang sesuai jika sudah rusak.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Kebutuhan mobilitas yang kian tinggi membuat semakin banyak orang membeli mobil. Sayangnya, kebanyakan pemilik baru masih awam mengenai bagian-bagian mobil sehingga tidak paham apa itu suspension.
Padahal suspensi termasuk bagian krusial dalam menjaga kestabilan selama mobil melaju. Sistem ini juga berperan penting bagi kenyamanan berkendara. Mari kenali lebih mendalam mengenai sistem suspensi.
Apa itu Suspension?
Suspensi mobil adalah sistem kendaraan yang menjadi penghubung antara roda dengan chasis (rangka mobil).
Produsen mobil merancang sistem suspensi sedemikian rupa sehingga mampu menjaga stabilitas ketika melaju. Sistem ini juga berperan meredam getaran dan guncangan yang muncul selama perjalanan.
Berkat adanya suspensi yang bagus, mobil bisa melalui berbagai kontur jalan dengan aman. Anda juga tetap merasa nyaman sewaktu berkendara melalui jalan bergelombang atau tidak rata karena kinerja sistem suspensi.
Selain mengetahui suspension itu apa, penting bagi pemilik mobil untuk memahami fungsinya. Berikut penjelasan tentang berbagai fungsi suspensi:
1. Pengendalian dan Stabilitas
Suspensi yang berkualitas baik mampu meningkatkan handling (pengendalian) serta menjaga mobil tetap stabil selama melaju.
Sebaliknya, penggunaan suspensi yang buruk membuat pengendalian mobil cenderung lebih sulit. Hal ini terutama pengemudi rasakan ketika menggunakan kecepatan tinggi atau berbelok.
2. Menjaga Kenyamanan Berkendara
Sistem suspensi bekerja meredam guncangan yang timbul karena kontak antara roda dan permukaan jalan, khususnya saat melalui medan yang tidak rata.
Manfaat tersebut sangat berpengaruh bagi kenyamanan perjalanan. Sehingga penting untuk memastikan suspensi berkualitas baik dan terawat, terutama jika sering berkendara jauh.
3. Mendukung Efisiensi Bahan Bakar
Penggunaan suspensi berkualitas juga bermanfaat mengurangi gaya gesek yang terjadi pada ban dan komponen lain. Alhasil, pengoperasian mobil bisa berjalan dengan lancar tanpa membuang-buang tenaga.
Dampaknya yaitu konsumsi bahan bakar mobil yang menjadi semakin hemat.
4. Memperpanjang Umur Mobil
Kinerja suspensi yang bagus juga bisa membantu memperpanjang umur berbagai komponen mobil.
Hal ini karena suspensi yang berkualitas akan mengurangi beban yang timbul pada komponen lain. Dengan demikian, risiko kerusakan bisa menjadi lebih kecil.
Supaya lebih memahami apa itu suspension dan cara kerjanya, perlu mengulas fungsi dari setiap komponen penyusunnya, sebagai berikut:
1. Pegas
Pegas termasuk salah satu komponen kunci dalam sistem suspensi. Fungsi dari pegas adalah untuk meredam semua gerakan mengejutkan seperti goncangan dan benturan saat roda melibas jalan.
Sistem suspensi bisa menggunakan beberapa jenis pegas, antara lain pegas koil, pegas batang, dan pegas daun. Kombinasi kerja dari berbagai pegas tersebut mampu meningkatkan daya cengkeram roda sehingga kenyamanan terjaga dengan baik.
2. Shock Absorber
Shock absorber merupakan komponen suspensi yang berfungsi meredam gerakan naik turun (osilasi). Gerakan naik turun ini biasa muncul karena gaya pegas selama peredaman getaran.
Kinerja shock absorber memanfaatkan tekanan cairan hidrolik untuk menetralkan gaya pegas. Tanpa komponen ini, maka berbagai komponen mobil bisa terpental-pental saat melaju.
3. Lengan Suspensi
Lengan suspensi merupakan komponen yang menghubungkan roda dengan chasis mobil. Komponen ini tersusun dari engsel yang mampu bergerak vertikal.
Struktur serupa engsel tersebut membantu roda sehingga bisa bergerak ke atas atau ke bawah menyesuaikan tekanan. Dengan demikian, mobil bisa melaju dengan stabil meskipun melewati jalan yang tidak rata.
4. Ball Joint
Fungsi dari komponen ini adalah untuk memberikan sokongan untuk menahan beban horizontal atau lateral. Karena mempermudah gerakan roda saat berbelok, ball joint juga dikenal dengan nama sumbu putar.
5. Knuckle Arm
Knuckle arm merupakan komponen yang berperan meneruskan putaran dari roda mobil. Fungsi lain dari komponen suspensi ini adalah menjaga mobil tetap stabil saat berbelok.
6. Upper dan Lower Arm
Knuckle arm dihubungkan ke chasis mobil oleh komponen bernama upper dan lower arm. Komponen ini juga ikut berkontribusi menjaga kestabilan saat bermanuver.
7. Stabilizer Bar
Stabilizer bar memegang peran penting dalam menyeimbangkan body sehingga posisinya tetap stabil. Kinerja komponen ini tidak hanya ketika mobil mengalami guncangan, tapi juga saat melaju.
8. Lateral Control Rod
Saat mobil mendapatkan beban pada bagian samping, lateral control rod bekerja sebagai penahan axle.
9. Strut Bar
Selanjutnya ada strut bar yang posisinya sebagai penahan lower arm. Fungsi dari komponen ini adalah menjaga kemiringan roda depan sehingga sesuai standar.
Dengan demikian, setir bisa langsung otomatis berbalik saat mobil beralih dari posisi berbelok menjadi lurus.
10. Bumper
Bumper mobil juga termasuk bagian dari sistem suspensi. Bagian ini tidak hanya berfungsi sebagai pengaman area belakang body, tapi juga memegang peran penting.
Pada bagian ini terdapat bounding yang mana dapat memberikan perlindungan bagi mobil saat komponen pegas mengerut melebihi standar.
Jenis-jenis Suspensi
Mobil bisa menggunakan jenis suspensi yang berbeda-beda tergantung produsen. Berikut beberapa jenis yang umum digunakan:
1. MacPherson
Jenis suspensi ini termasuk salah satu yang paling sering Anda jumpai pada mobil modern, seperti MPV dan sedan.
MacPherson mengandalkan pegas dan shock absorber yang tersusun dalam satu unit. Konstruksi yang sederhana dan bobot ringan menjadi keunggulan utama dari suspensi ini.
2. Double Wishbone
Suspensi double wishbone menawarkan handling yang lebih handal saat bermanuver. Namun, jenis ini menuntut biaya mahal untuk perawatan. Biasanya jenis suspensi ini terdapat pada mobil SUV dan sedan.
3. Axle Rigid
Axle rigid termasuk jenis suspensi yang sederhana. Meski begitu, suspensi rigid memiliki konstruksi yang kuat sehingga mampu menopang beban berat sambil tetap mempertahankan kinerja stabil.
Penggunaannya biasanya pada roda belakang. Jenis axle rigid lebih cocok untuk tipe mobil berukuran besar.
Sekian penjelasan tentang apa itu suspension. Selain memahami fungsi dan cara kerjanya, Anda sebaiknya juga memastikan memberikan perawatan yang memadai demi menjaga kualitas suspensi.
CarsGallery menawarkan solusi praktis untuk membeli mobil dengan aman, termasuk bagi orang yang awam masalah seluk beluk kendaraan dan permesinan.
Setiap mobil yang Anda jumpai dari stok CarsGallery sudah melalui inspeksi sehingga kualitasnya terbukti bagus. Mobil juga mendapatkan perlindungan ekstra dari garansi terpercaya. Yuk, cek langsung ke CarsGallery.
FAQ
Apakah membawa beban berlebihan bisa merusak suspensi?
Ya. Beban berlebih bisa mengarah pada keausan komponen suspensi yang semakin cepat.
Perawatan apa yang perlu dilakukan untuk menjaga suspensi?
Beberapa perawatan sistem suspensi meliputi alignment roda, keseimbangan ban, pengecekan berkala kondisi pegas dan shock absorber.
Tindakan apa yang sebaiknya diambil jika shock absorber bocor?
Anda sebaiknya segera memeriksakan dan melakukan penggantian jika mendeteksi kebocoran pada shock absorber.
Apa saja tanda suspensi perlu perbaikan?
Mengingat apa itu suspension dan fungsinya, Anda bisa mengenali tanda kerusakan berupa guncangan berlebihan dan munculnya suara berdecit.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.
Memiliki desain timeless dan tampilan yang menawan membuat Honda Jazz masih banyak diminati hingga kini. Calon pembeli mobil ini biasanya menanyakan perbedaan iDSI dan VTEC.
Honda Jazz memang tersedia dalam dua varian dengan spesifikasi mesin yang berbeda, yaitu mesin i-DSI (Intelligent Dual and Sequential Ignition) dan V-TEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control).
Lantas, apa perbedaan antara dua varian Jazz tersebut? Mari simak jawaban lengkapnya.
Perbedaan iDSI dan VTEC
Pada awal kehadirannya di tanah air pada tahun 2002 silam, Honda Jazz mengusung mesin i-DSI. Hingga kemudian Honda memperkenalkan varian V-TEC pada tahun 2005.
Bagi Anda berminat membeli Honda Jazz, berikut perbedaaan iDSI vs VTEC dari berbagai aspek yang perlu diketahui:
1. Teknologi Mesin
Perbedaan utama antara kedua varian Jazz ini terletak pada teknologi yang tersemat dalam dapur pacunya.
Jazz i-DSI mengusung teknologi Intelligent Dual and Sequential Ignition yang unggul dalam hal efisiensi sehingga mobil lebih irit BBM.
Sementara itu, Jazz V-TEC mengandalkan teknologi Variable Valve Timing and Lift Electronic Control yang mampu menghasilkan peningkatan tenaga dan torsi. Berkat dukungan V-TEC, pengemudi bisa mendapat sensasi berkendara yang lebih responsif.
Bedanya iDSI dan VTEC juga terlihat dari sisi performa. Honda membekali mesin yang sama pada kedua varian Jazz, yaitu mesin L15A SOHC 1.496 cc.
Namun, ternyata terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari output kedua varian. Jazz V-TEC mampu memuntahkan tenaga yang lebih besar sehingga menghasilkan performa yang lebih buas.
Jazz i-DSI menghasilkan tenaga sebesar 87 PS dan torsi 128 Nm pada 2.700 rpm. Sementara varian V-TEC mampu menghasilkan output hingga 110 PS dengan torsi puncak 143 Nm pada 4.800 Nm.
3. Efisiensi Bahan Bakar
Perbedaan iDSI dan VTEC yang kerap menjadi pertimbangan penting selanjutnya yaitu dari aspek efisiensi.
Teknologi i-DSI menggunakan sistem injeksi bahan bakar ganda yang mampu membuat konsumsi bahan bakar lebih optimal. Hal ini karena i-DSI bekerja dengan mengontrol volume bahan bakar yang masuk ke ruang pembakaran.
Di sisi lain, Jazz bermesin V-TEC lebih mengedepankan performa tinggi. Sehingga konsumsi bahan bakarnya tidak seirit varian i-DSI.
Tingkat efisiensi Honda Jazz i-DSI mencatatkan angka 11 – 13 km per liter untuk rute dalam kota. Sementara untuk rute luar kota, tercatat angka efisiensi mencapai 14 – 16 km per liter.
Jazz V-TEC terbilang lebih boros dengan besar konsumsi 10 km per liter untuk rute dalam kota dan 13 – 14 km per liter pada rute luar kota.
4. Karakteristik Berkendara
Karena perbedaan spesifikasi dari dapur pacu, masing-masing varian Jazz menghasilkan sensasi berkendara yang berbeda.
Honda Jazz i-DSI merupakan pilihan yang lebih ideal bagi Anda yang lebih suka berkendara dengan stabil. Terlebih lagi, jika mengutamakan penggunaan BBM yang irit.
Sementara itu, Jazz V-TEC menghasilkan tenaga dorongan yang lebih besar pada putaran tinggi. Alhasil, Anda akan mendapatkan sensasi berkendara yang lebih sporty dan responsif dengan akselerasi yang lebih kuat.
Bedanya iDSI dengan VTEC juga cukup kentara dari tampilan luarnya. Dua varian mobil Honda tersebut memang memiliki desain eksterior yang berbeda.
Jazz i-DSI hadir dengan desain yang stylish sehingga tidak terlihat out to date meskipun terbilang mobil berumur.
Sementara itu, Jazz V-TEC lebih menonjolkan kesan sporty. Kesan tersebut diperkuat dengan tambahan body kit hitam pada bagian bumper depan dan belakang. Kemudian sisi samping body mendapatkan tambahan side skirt.
Honda juga menambahkan lampu sein pada cover spion Jazz V-TEC yang membuatnya makin estetik.
Meskipun begitu, interior kedua varian Jazz ini tidak punya perbedaan signifikan. Warna gelap dari kombinasi hitam dan abu-abu dominan melapisi ruang kabin.
6. Kelengkapan Fitur
Berfokus pada performa yang lebih sporty, Jazz V-TEC dilengkapi dengan rem cakram pada setiap roda. Hal ini memungkinkan mobil mendapatkan daya cengkram yang lebih baik saat deselerasi.
Tipe paling tinggi dari Jazz V-TEC juga sudah memiliki berbagai fitur keselamatan modern, seperti EBD (Electronic Brake Distribution Force), dan ABS (Anti Lock Braking System).
Kelengkapan fitur tersebut memberikan kenyamanan dan keselamatan yang lebih terjamin.
Sementara itu, Jazz i-DSI cukup tertinggal dalam aspek kelengkapan fitur. Sistem pengereman pada varian ini hanya menyediakan cakram pada roda depan, sedangkan untuk roda belakang mobil menggunakan tromol.
Bicara soal apa perbedaan iDSI dan VTEC pastinya tidak bisa melewatkan masalah harga.
Umumnya, Jazz VTEC memiliki harga yang lebih tinggi daripada i-DSI. Salah satu alasannya yaitu karena fiturnya lebih lengkap.
Namun, berhubung Honda Jazz produksinya sudah terhenti sejak 2021 lalu, Anda hanya bisa mendapatkan unit bekas. Maka dari itu, terdapat berbagai faktor lain yang mempengaruhi harga, seperti kondisi dan tahun produksi.
Itulah poin-poin penting perbedaan iDSI dan VTEC yang perlu Anda pertimbangkan. Terlepas dari mana varian yang lebih tepat bagi Anda, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kualitas mobil bekas sebelum beli.
Mobil bekas dari platform ini sudah lulus inspeksi dan mengantongi sertifikasi sebagai bukti kualitas. Pilihan unit yang tersedia juga bervariasi dari segi merk, tahun produksi, maupun harga. Yuk, cek langsung stok ready CarsGallery.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.