Saat akan membeli mobil bekas, sebaiknya pilih mobil bekas yang kilometernya masih rendah. Pasalnya, akan ada banyak dampak mobil kilometer tinggi yang bisa Anda rasakan.
Pembelian mobil bekas memang akan memberikan banyak keuntungan, terutama dari segi harga.
Hanya saja, kilometernya jangan sampai terlalu tinggi karena banyak efek negatif yang bisa Anda rasakan.
Selain memperhatikan kondisi fisik mobil secara keseluruhan, cek seberapa jauh mobil tersebut sudah melaju juga tak kalah pentingnya.
Baca Juga: 6 Cara Merawat Mobil Matic agar Awet dan Tidak Rusak
Daftar Isi :
ToggleBerapa KM Mobil Bekas Yang Bagus?
Saat akan membeli mobil bekas, maka tentu salah satu faktor pertimbangannya adalah kilometer atau jarak tempuh mobil.
Tapi, berapa angka kilometer idealnya? Apa standarnya?
Hanya sebagai acuan saat Anda mau beli mobil bekas, total kilometer dari mobil bekas yang ideal atau normal buat penggunaan pribadi adalah 15.000 km – 20.000 km.
Jika Anda menemukan angka odometer mobil bekas di bawah angka 10.000 km, maka mobil tersebut memang jarang digunakan oleh pemiliknya.
Tapi, kalau angkanya berada di atas 20.000 km untuk setahun penggunaan, artinya mobil tersebut terpakai dengan intensitas yang cukup tinggi.
Kemudian, kalau mobil yang Anda inginkan telah berusia 5 tahun, maka jumlah kilometer yang bisa jadi acuan yakni 75.000 km – 100.000 km.
Pada umumnya, mobil bekas yang punya angka total kilometer di atas 100.000 km buat pemakaian 5 tahun merupakan mobil untuk kendaraan operasional atau komersial.
Jika Anda mendapati mobil impian punya kilometer yang tinggi, mungkin perlu pertimbangan ulang.
Hal ini karena Anda akan merasakan banyak dampak mobil kilometer tinggi yang bisa Anda rasakan. Seperti apa dampaknya? Anda bisa baca di uraian selanjutnya.
Baca Juga: Cara Cuci Mesin Mobil yang Benar dan Estimasi Biayanya
Dampak Mobil Kilometer Tinggi
Kalau kilometer mobil sudah 200 ribu atau sudah masuk dalam kategori tinggi, ada beberapa risiko yang mungkin akan Anda hadapi:
1. Berisiko Mengalami Turun Mesin
Mobil yang memiliki kilometer tinggi mungkin mengalami risiko penurunan performa mesin.
Jika kondisinya parah, bisa jadi akan menyebabkan turun mesin. Perbaikan ini merupakan langkah yang membuat mesin mobil dilepas dari bagian sasis kendaraan.
Proses turun mesin sendiri akan membongkar atau memperbaiki mesin secara menyeluruh.
Tak murah, karena Anda mungkin harus keluar biaya sekitar Rp3 juta – Rp5 jutaan lebih tergantung pada jenis kerusakan yang ada pada mobil.
2. Perlu Ganti Komponen Mobil
Selanjutnya, dampak mobil 300 ribu km atau sudah tinggi yakni kemungkinan kalau komponen-komponen mobil sudah banyak yang rusak.
Mobil yang kilometernya tinggi dapat menandakan jika mobil ini sering terpakai oleh pemilik sebelumnya.
Bahkan, sebagian besar orang akan menyebutnya sebagai mobil tua atau mobil capek.
Jika begini, dampak mobil kilometer tinggi yang bisa Anda rasakan yakni kemungkinan besar butuh banyak penggantian komponen.
Mengapa? Tentu agar performanya dapat kembali optimal dan bisa nyaman Anda gunakan.
Komponen-komponen yang biasanya perlu penggantian seperti rem, velg, suspensi, sistem kelistrikan, dan yang lain.
Dengan begitu, Anda mungkin membutuhkan biaya yang lebih besar untuk mengganti komponen mobil yang mengalami kerusakan.
Kalau tak ingin banyak biaya, maka jangan lupa untuk cek dulu secara detail mobilnya.
Jika komponen yang rusak memang terlalu banyak, cobalah untuk membatalkan pembelian dan mencari dulu unit yang lain.
3. Nilai Jual Kembali yang Rendah
Selanjutnya, dampak kilometer mobil sudah 100 ribu atau sudah tinggi yakni nilai jualnya lebih rendah daripada mobil-mobil dengan jarak tempuh yang lebih rendah.
Hal ini tentu karena persepsi umum yang menganggap mobil kilometer tinggi rentan mengalami kerusakan dan butuh perawatan intensif.
Dalam jangka panjang, tentu ini akan menjadi masalah saat Anda mau menjual mobilnya lagi di kemudian hari.
Baca Juga: 10 Cara Menghilangkan Baret di Mobil yang Mudah dan Murah
4. Penurunan Kualitas Eksterior dan Interior
Kilometer yang tinggi itu menunjukkan jika mobil tersebut memang sudah terpakai secara intensif.
Jika demikian, maka jelas dampak mobil kilometer tinggi selanjutnya adalah mengalami penurunan kualitas eksterior dan juga interior.
Paparan matahari dan hujan, akan secara terus-menerus mengakibatkan warna cat mobil memudar.
Kemudian, interior, jok, setir, dan pedal juga akan mengalami aus. Jika interior begini, maka itu juga jadi tanda umum kalau mobil tersebut punya jarak tempuh tinggi.
5. Boros Bahan Bakar
Seiring makin bertambahnya usia dan pemakaian, maka efisiensi bahan bakar mobil akan menurun.
Mesin yang sudah menempuh jarak jauh, biasanya cenderung mengalami penurunan performa.
Salah satu bukti penurunan performanya adalah penggunaan bahan bakar yang lebih boros. Hal ini tentu akan berpengaruh pada biaya operasional untuk mobil Anda.
Tips Membeli Mobil dengan Kilometer Tinggi
Kalau Anda masih tetap menginginkan unit mobil bekas yang kilometernya tinggi, maka perhatikan dulu beberapa hal ini:
- Cek Riwayat Servis Menyeluruh: mobil yang jarak tempuhnya tinggi dapat jadi pilihan yang layak. Pastikan Anda memeriksa buku servis dan riwayat servisnya.
- Cek Mesinnya secara Detail: Anda patt cek mesin seperti cek suara, cek asap knalpot, dan juga memastikan oli mesin tak bercampur dengan air ataupun busa.
- Periksa Transmisi dan Sistem Kelistrikan: kalau mobil bertransmisi otomatis, maka pastikan perpindahan giginya halus dan tidak memiliki hentakan kasar.
- Cek Suspensi dan Sistem Kemudi: mobil yang sudah punya jarak tempuh tinggi sering mengalami aus pada bagian ini, maka penting untuk selalu Anda cek sebelum beli.
Mau Mobil Kilometer Rendah tapi Harga Tetap Murah? Cek Sini!
Pusing memilih unit dengan kilometer tinggi? Sebaiknya pertimbangkan saja beli di CarsGallery.
Pasalnya, semua unit yang ada di sini sudah melalui tahapan inspeksi mendetail yang dilakukan oleh tim HaloBengkel.
Tim HaloBengkel sendiri merupakan rekanan CarsGallery yang berfokus untuk perawatan mobil dan layanan inspeksi. Penasaran dengan semua unitnya? Langsung cek, ya!
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.