Salah satu bagian penting untuk kenyamanan mobil adalah evaporator AC. Evaporator AC mobil ini sendiri menjadi komponen pendukung yang perannya sangat krusial.
Saking krusialnya, jika Anda tak menjaga evaporator AC dengan baik, maka kenyamanan adalah hal yang harus Anda korbankan ketika menggunakan mobil.
Sebab tanpa peran ini, AC yang ada dalam kabin tidak akan menghembuskan udara dingin sama sekali.
Ingin tahu seberapa penting hingga detail lain tentang evaporator AC pada mobil? Simak di sini.
Baca Juga: Cara Kerja Sistem Kopling Mobil dan 8 Komponen Utamanya
Daftar Isi :
ToggleApa Itu Evaporator AC Mobil?
Jadi, evaporator AC mobil merupakan komponen yang ada di dalam sistem AC mobil yang fungsinya untuk menyerap panas yang ada di dalam kabin.
Kemudian, tugasnya adalah mengubah udara panas yang terserap jadi udara sejuk. Dari segi fisik, evaporator ini bentuknya seperti radiator kecil yang ada dalam dashboard kendaraan.
Komponen ini nantinya akan bekerja dengan menyerap udara panas yang ada pada kabin, melakukan proses pendinginan lewat penyerapan panas oleh refrigeran, lalu menghembuskan udara sejuk kembali ke kabin mobil.
Kalau Anda penasaran bagian apa yang membuat kabin terasa sejuk terutama ketika cuaca di luar mobil sedang panas, maka itu adalah peran dari evaporator.
Cara Kerja Evaporator AC Mobil
Setiap komponen dalam mobil itu mempunyai cara kerja tersendiri, termasuk juga dengan evaporator.
Sangat penting bagi Anda yang punya mobil untuk memahaminya. Berikut tahapannya:
1. Kompresi Refrigeran
Pertama, kompresor akan memampatkan refrigeran ke dalam bentuk gas. Kemudian akan meningkatkan tekanan sebelum mengalirkan refrigeran ke kondensor.
2. Kondensasi
Pada bagian kondensor, nantinya gas refrigeran yang bertekanan tinggi tersebut akan melalui proses pendinginan dan akan berubah jadi cairan.
Proses ini akan membuat panas yang ada dalam bagian kabin terlepas ke lingkungan luar.
3. Ekspansi
Selanjutnya, refrigeran yang sudah berbentuk cair bertekanan tinggi akan bergerak melewati katup ekspansi.
Masuknya refrigeran ke bagian tersebut akan menurunkan tekanannya secara drastis. Nantinya, penurunan tekanan tersebut akan membuat suhu refrigeran turun secara signifikan.
4. Evaporasi
Kemudian, refrigeran yang bertekanan rendah serta suhunya rendah pula akan masuk ke bagian evaporator.
Pada tahap ini, refrigeran akan menyerap panas dari udara yang ada dalam kabin. Proses ini akan membuat refrigerant menguap serta berubah lagi ke dalam bentuk gas.
Proses penyerapan panas tersebutlah yang akan mendinginkan udara dan bisa dihembuskan lagi ke kabin dengan blower.
5. Sirkulasi Ulang
Nantinya, refrigeran yang sudah kembali jadi gas akan kembali lagi ke bagian kompresor. Untuk apa? Tentu untuk memulai siklus selanjutnya.
Proses ini, memang akan terus berlangsung selama Anda menyalakan AC. Inilah yang sebenarnya menjadi cara kerja evaporator AC mobil yang memastikan suhu kabin tetap sejuk dan nyaman untuk Anda.
Baca Juga: 10 Ciri Kampas Kopling Mobil Habis, Wajib Langsung Ganti!
Fungsi Evaporator AC Mobil
Meski fungsi utamanya yakni sebagai bagian yang membuat kabin dalam mobil jadi sejuk dan nyaman, tetap ada sejumlah fungsi lain evaporator dalam sistem AC mobil Anda. Misalnya:
1. Mendinginkan Udara dalam Kabin
Fungsi utama dari bagian evaporator yakni mendinginkan udara yang masuk ke bagian dalam kabin kendaraan.
Ketika udara panas dari kabin melewati bagian evaporator, maka panas tersebut akan terserap oleh refrigeran. Jadi, udara yang berhembus kembali ke bagian kabin bisa jadi lebih dingin.
2. Mengurangi Kelembaban Udara
Tak hanya menurunkan suhu, tapi evaporator AC mobil juga membantu mengurangi tingkat kelembaban udara yang ada dalam kabin.
Saat udara hangat dan lembab bersentuhan dengan bagian permukaan evaporator yang sangat dingin, maka uap air yang ada dalam udara akan mengembun.
Lalu, uap air tersebut akan menempel ke bagian permukaan evaporator. Hal ini akan menghasilkan udara yang minim uap air atau lebih kering dan sangat nyaman untuk Anda yang berada dalam kabin.
3. Menyaring Partikel Kotoran
Selanjutnya, evaporator AC mobil universal juga berperan untuk menyaring debu serta partikel kecil yang ada di udara.
Proses penyaringan ini terjadi sebelum debu tersalurkan ke dalam kabin. Nantinya, proses penyaringan ini akan membuat evaporator bekerja sama dengan bagian filter AC.
Tujuannya yakni memastikan udara yang ada dalam kabin bisa tetap bersih dan juga sehat bagi Anda sebagai pengemudi maupun penumpang.
4. Menjaga Kinerja Optimal Sistem AC
Dengan fungsinya yang bisa menyerap panas secara efektif, evaporator akan membantu kinerja AC tetap efisien.
Saat evaporator AC bekerja dengan baik, bagian kompresor dan komponen AC yang ada tak perlu bekerja secara keras guna menghasilkan udara yang sejuk.
Dengan ini pula, maka Anda tidak perlu banyak service AC dan bisa menjaga usia pakai dari AC mobil.
5. Bagian yang Menjaga Stabilitas Suhu dalam Kabin
Merasa kurang nyaman dalam kabin tidak akan Anda rasakan jika evaporator AC mobil bekerja secara optimal.
Pasalnya, evaporator juga memiliki fungsi utama untuk menjaga stabilitas suhu yang ada pada kabin.
Evaporator akan memastikan suhu yang ada pada kabin mobil stabil sesuai dengan pengaturan yang Anda inginkan.
Sudah pasti, ini sangat penting untuk kenyamanan Anda selama dalam perjalanan. Apalagi jika Anda melakukan perjalanan ketika udara sedang panas.
Baca Juga: Mengenal 9 Jenis Oli Shell Populer dan Perbedaannya
Jenis-jenis Evaporator AC Mobil
Evaporator itu tidak hanya ada satu jenis. Pasalnya, memang terdapat sejumlah jenis evaporator yang sangat umum dipakai dalam sistem AC mobil. Berikut ini jenis-jenisnya:
1. Evaporator Plat Fin
Pertama, ada plat fin yang desainnya memakai plat tipis. Fungsinya adalah meningkatkan efisiensi dari fungsi utama bagian ini, yakni menyerap panas.
Desainnya yang kompak dan simpel, menjadikannya sangat tepat untuk hampir semua jenis kendaraan.
2. Serpentine
Kemudian, ada Serpentine. Desainnya zigzag dan desain tersebut memang memiliki tujuan. Desain ini bertujuan agar distribusi udara bisa lebih merata.
Bentuknya pipih dan ada bagiannya yang sedikit melengkung. Desain tersebut sangat membantunya untuk efisiensi proses pendinginan.
3. Drawn Cube
Jenis terakhir yakni drawn cube. Seperti namanya, bentuknya adalah kubus yang memiliki saluran refrigerant lebih besar buat pendinginan yang lebih optimal.
Kemudian, untuk bagian siripnya nampak pipih dan ada lubang yang fungsinya menjadi media sirkulasi.
Tujuan dari desain tersebut ternyata agar sirkulasi udara yang ada dalam mobil jadi lebih baik dan lebih sejuk.
Sepertinya, sebelum Anda melakukan hal-hal seperti penggantian, sebaiknya tanyakan dulu jenis evaporator apa yang mobil Anda gunakan. Tujuannya agar Anda tak salah ketika membelinya.
Akibat Jarang Bersihkan Evaporator AC Mobil
Lantaran menjadi bagian penting dalam sistem pendingin, maka merawatnya dengan baik sudah menjadi kewajiban. Jika tidak, mungkin Anda akan merasakan ini:
1. Penurunan Kinerja Pendinginan
Saat evaporator AC mobil bocor atau mengalami masalah lain karena tak Anda rawat, maka yang bisa terjadi adalah mengalami penurunan kinerja untuk mendinginkan kabin.
Apalagi jika bagian evaporator sangat penuh dengan kotoran dan juga debu yang menumpuk. Hal tersebut akan membuat proses penyerapan panas dan aliran udara terganggu.
Hasilnya, udara yang AC mobil Anda hasilkan jadi kurang sejuk atau bahkan tidak dingin sama sekali.
2. Bau Tak Sedap dalam Kabin
Selanjutnya, jika Anda jarang membersihkan evaporator maka akan muncul bau tak sedap dalam kabin.
Evaporator yang sangat kotor akan menjadi tempat ideal buat pertumbuhan bakteri serta jamur.
Nantinya, mikroorganisme tersebut akan menghasilkan bau tak sedap yang kemudian berhembus ke bagian dalam kabin ketika Anda menyalakan AC.
Hal inilah yang sebenarnya membuat bau tak sedap muncul dari bagian AC mobil.
3. Menyebabkan Komponen AC Lain Rusak
Jika Anda jarang membersihkannya, maka kotoran tersebut berpotensi membuat refrigerant bocor.
Selain itu, jika kotor, maka kotorannya akan masuk ke bagian lain seperti kompresor. Akhirnya, kerusakan lebih lanjut akan terjadi.
4. Mobil Boros Bahan Bakar
Terakhir, ternyata jarang membersihkan evaporator AC mobil juga berpengaruh pada penggunaan bahan bakar.
Dikatakan lebih boros dari biasanya. Hal ini terjadi karena evaporator yang kotor akan memaksa sistem AC buat bekerja lebih keras.
Hal inilah yang membuat mesin jadi bekerja lebih berat dan akhirnya membuat pemakaian bahan bakar lebih boros.
Jadi, itulah uraian lengkap tentang bagian evaporator. Jangan lupa untuk selalu merawat dan menjaga bagian ini agar kabin mobil lebih nyaman.
FAQ
Berapa harga evaporator AC mobil?
Harga evaporator itu bervariasi, mulai dari Rp500.000 yang paling murah hingga Rp3 jutaan.
Apa yang terjadi kalau evaporator rusak?
Biasanya bau apek, mengalami kebocoran air yang akan menetes dari dashboard, dan AC tak lagi dingin.
Berapa lama usia evaporator AC mobil?
Rata-rata usia evaporator yakni 5 – 10 tahun.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.