Setir mobil berat bikin tenaga cepat terkuras. Apalagi saat harus parkir, putar balik, atau bermanuver pelan. Anda mungkin mengira setir berat cuma soal kebiasaan atau faktor usia mobil, padahal penyebabnya bisa datang dari banyak sisi.
Mulai dari hal sederhana sampai urusan mekanis yang butuh penanganan serius. Karena itu, memahami sumber masalah sejak awal akan membantu Anda menentukan langkah paling masuk akal, tanpa buang waktu dan biaya.
Ingin tahu apa saja kenapa setir mobil berat hingga cara untuk mengatasinya? Cek semua di sini.
Baca Juga: Pemula Wajib Tahu! Ini 4 Cara Meringankan Setir Mobil Manual
Daftar Isi :
Toggle8 Penyebab Setir Mobil Berat, Wajib Tahu Sebelum Terlambat
Setir mobil yang berat itu tak bakal datang tiba-tiba karena pasti ada penyebabnya. Apa saja penyebabnya?
1. Tekanan Ban Tidak Sesuai
Ban menjadi titik pertama yang menerima beban kendaraan, sekaligus komponen awal yang memengaruhi rasa putaran setir.
Saat tekanan ban terlalu rendah, maka permukaan ban menempel ke aspal lebih lebar, lalu gesekan meningkat, dan setir terasa lebih berat saat diputar.
Kondisi ini paling sering terasa saat mobil melaju pelan, saat parkir, atau ketika keluar dari posisi diam.
Sebaliknya, tekanan ban yang tidak merata antara sisi kiri dan kanan juga memicu rasa berat yang aneh.
Setir bisa terasa lebih berat ke satu arah, lalu terasa ringan ke arah lain. Masalah ini sering muncul tanpa disadari karena ban tampak baik-baik saja secara visual, padahal tekanannya sudah melenceng dari standar pabrikan.
2. Masalah pada Sistem Power Steering
Penyebab setir mobil berat saat belok maupun bermanuver, bisa jadi karena sistem power steering mobil Anda bermasalah.
Sistem power steering berperan besar dalam meringankan kerja tangan pengemudi. Saat sistem ini terganggu, setir langsung berubah karakter. Putaran terasa lebih berat, respons melambat, dan rasa nyaman menghilang.
Setir mobil berat bisa terjadi karena:
a. Cairan Power Steering Kurang
Pada mobil dengan power steering hidrolik, cairan berfungsi sebagai media penghantar tekanan. Saat volumenya kurang, tekanan hidrolik turun, lalu bantuan putaran setir ikut melemah. Efeknya terasa jelas, terutama saat belok tajam atau bermanuver pelan.
Kondisi ini sering terjadi karena kebocoran kecil yang luput dari perhatian. Selang retak halus, sambungan longgar, atau seal mulai aus bisa membuat cairan berkurang perlahan tanpa tanda mencolok.
b. Cairan yang Kotor atau Kedaluwarsa
Cairan power steering punya usia pakai. Saat cairan terlalu lama digunakan, sifat pelumasnya menurun, lalu aliran menjadi kurang lancar. Endapan kotoran ikut terbentuk, kemudian menyumbat jalur sempit dalam sistem.
Akibatnya, pompa harus bekerja lebih keras, lalu setir terasa berat, kadang tersendat, dan tidak lagi halus saat diputar.
Baca Juga: Kenapa Sih Setir Mobil Bisa Bergetar dan Cara Ngatasinya
c. Pompa Power Steering Rusak
Pompa bertugas menciptakan tekanan hidrolik. Saat pompa aus, bocor, atau mengalami penurunan performa, tekanan tidak lagi stabil. Kondisi ini membuat bantuan setir melemah secara konsisten.
d. Belt (Sabuk) Power Steering Putus atau Aus
Belt berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke pompa power steering. Saat belt retak, melar, atau aus, maka tenaga tidak tersalur maksimal. Pompa gagal bekerja optimal, lalu efeknya langsung terasa pada setir.
3. Komponen di Steering Gear atau Rack & Pinion Mengalami Kerusakan
Setir mobil berat dan bunyi? Penyebabnya bisa saja di kerusakan rack & pinion atau steering gear.
Rack steer menghubungkan putaran setir dengan gerakan roda. Komponen ini bekerja secara mekanis, lalu menerima beban besar setiap kali mobil berbelok.
Saat bagian dalam rack mengalami aus, karat, atau kekeringan pelumas, gerakan menjadi berat dan tidak mulus.
Masalah pada rack steer sering terasa sebagai setir berat yang konsisten, bukan hanya pada kondisi tertentu. Kadang muncul bunyi halus, kadang setir terasa seret saat kembali ke posisi lurus.
4. Komponen Suspensi dan Understeel Aus
Penyebab setir mobil berat lainnya bisa karena suspensi dan understeel aus. Suspensi dan understeel memegang peran penting dalam menjaga geometri roda.
Ball joint, tie rod, bushing, bearing strut, serta stabilizer bekerja bersama agar roda bergerak selaras dengan setir.
Saat salah satu komponen aus, gaya yang seharusnya mengalir halus justru terhambat. Setir terasa berat, respons melambat, dan arah belok kurang presisi.
5. Wheel Alignment Tidak Tepat
Sudut roda yang tidak sesuai membuat roda bekerja melawan arah yang seharusnya. Akibatnya, setir harus melawan gaya tambahan saat berputar. Mobil bisa terasa menarik ke satu sisi, lalu setir terasa berat untuk menjaga arah lurus.
Masalah ini sering muncul setelah mobil melewati jalan rusak, menghantam lubang, atau naik trotoar tanpa sengaja. Walau tampak sepele, efeknya terasa jelas saat berkendara harian.
Baca Juga: Fungsi Ball Joint pada Kaki-Kaki Mobil
6. Masalah pada Suspensi
Suspensi yang lemah atau aus mengubah distribusi beban saat mobil berbelok. Shock absorber yang kehilangan daya redam membuat roda tidak stabil, lalu gaya putar setir ikut terganggu.
Saat suspensi gagal bekerja optimal, setir terasa lebih berat saat manuver, terutama pada tikungan atau saat kecepatan rendah. Selain itu, rasa getar dan tidak mantap sering ikut muncul.
7. Sistem Power Steering Elektrik (EPS) Bermasalah
Mobil modern banyak mengandalkan EPS. Sistem ini memakai motor listrik, sensor torsi, dan modul kontrol.
Saat salah satu bagian bermasalah, bantuan setir bisa berkurang drastis atau hilang sama sekali.
Gangguan EPS sering muncul tiba-tiba. Setir mendadak berat, lalu indikator peringatan menyala.
Masalah ini tidak selalu mekanis, tapi sering berkaitan dengan kelistrikan atau sensor yang gagal membaca input dengan benar.
8. Rem Tersangkut atau Komponen Rem Tidak Ideal
Terakhir, penyebab setir mobil berat lainnya yakni rem nyangkut atau komponen rem tidak ideal.
Rem yang tidak kembali sempurna setelah pengereman menambah hambatan pada roda. Hambatan ini membuat roda sulit berputar bebas, lalu setir ikut terasa berat.
Kondisi ini sering muncul akibat kaliper macet, kampas rem aus tidak merata, atau pelumasan yang kurang. Banyak orang tidak mengaitkan masalah rem dengan setir, padahal efeknya saling berkaitan.
Cara Mengatasi Setir Mobil Berat
Setelah memahami penyebabnya, langkah penanganan sebaiknya berjalan bertahap. Mulai dari pemeriksaan ringan, lalu berlanjut ke langkah teknis jika perlu. Pendekatan ini membantu Anda menghemat waktu, tenaga, serta biaya:
- Cek dan sesuaikan tekanan ban: Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan karena tekanan ideal langsung mengurangi gesekan berlebih.
- Periksa cairan power steering: Cek level, warna, dan kejernihan cairan secara berkala.
- Periksa belt power steering: Amati kondisi belt secara visual untuk memastikan tidak ada retak, aus, atau kelonggaran.
- Lakukan spooring dan balancing rutin: Penyetelan sudut roda dan keseimbangan putaran ban membantu setir kembali lurus, ringan, dan konsisten saat berkendara.
- Periksa komponen understeel: Ball joint, tie rod, dan bushing yang prima menjaga gerakan setir tetap mulus dan presisi.
- Servis rack and pinion: Penanganan profesional pada rack steer mengembalikan akurasi kemudi dan menghilangkan rasa berat yang mengganggu.
- Cek sistem EPS: Diagnostik sistem elektrik membantu mendeteksi gangguan sensor, motor, atau modul sejak awal.
- Periksa sistem rem: Rem yang bebas hambatan memastikan roda berputar lancar, sehingga setir kembali ringan dan natural.
Jadi, itu yang bisa kamu ketahui soal penyebab hingga cara mengatasi setir mobil berat. Jangan lupa rutin cek ke bengkel, ya!
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.