Ada aturan mengenai usia mobil bekas yang masih layak pakai dan tidak. Dalam aturan tersebut, jika melebihi standar yang sudah ada maka mobil terkait akan masuk dalam kategori tidak layak pakai.
Bila telah melewati batas usianya, maka mobilnya juga tak layak jalan dan harusnya melalui proses daur ulang.
Usia mobil sangat berpengaruh terhadap performa, efisiensi pemakaian bahan bakar, biaya perawatan, sampai dengan kenyamanan berkendara.
Tapi sebenarnya, berapa sih usia ideal mobil bekas yang kategorinya masih layak pakai?
Baca Juga: 4 Tips Memilih Tempat Beli Mobil Bekas Terpercaya
Daftar Isi :
ToggleUsia Mobil Layak Pakai Idealnya Berapa Tahun?
Dari segi aturan, kendaraan layak pakai di jalan raya itu usianya memang tak boleh lebih dari 10 tahun.
Meski telah bergulir beberapa tahun, tapi aturan ini memang baru berlaku buat angkutan umum dan belum untuk mobil pribadi.
Itu secara aturan. Tapi, beda lagi jika Anda memang memiliki keinginan membeli mobil bekas, maka mobil yang usianya 5 – 10 tahun masih dianggap layak.
Mobil dalam rentang usia tersebut biasanya masih punya teknologi yang relevan serta suku cadang yang gampang Anda temukan.
Tak hanya itu, depresiasi nilai kendaraannya juga cenderung lebih stabil daripada mobil baru.
Berapa kilometer wajar mobil bekas? Jika usianya 5 tahun, mungkin kisaran normalnya di 75.000 km – 100.000 km.
Sedangkan untuk yang usianya 10 tahun, tinggal double saja angkanya yakni 150.000 – 200.000 km.
Kalau odometer mobilnya berada di atas 100.000 km, maka mungkin mobil tersebut jadi mobil operasional atau taksi.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Avanza Bekas, Mobil Sejuta Umat
Pertimbangan Membeli Mobil Bekas Berusia di Atas 10 Tahun
Jika usia mobil bekas yang masih layak pakai idealnya 5 – 10 tahun, bagaimana jika ingin membeli mobil yang usianya di atas 10 tahun? Simak sini:
1. Ketersediaan Suku Cadang
Pastikan suku cadang untuk model mobil yang Anda incar masih tersedia di pasaran.
Mobil yang sudah tidak produksi lagi atau jarang beredar mungkin memiliki suku cadang yang sulit Anda temukan atau mahal.
Ketersediaan suku cadang yang melimpah akan memudahkan perawatan dan perbaikan di masa mendatang.
2. Kondisi Mesin
Saat akan membeli, pastikan kondisi mesinnya secara menyeluruh. Mesin mobil yang baik, harusnya bebas rembesan oli atau cairan yang lainnya.
Kemudian, dengarkan suara mesin ketika menyala. Apakah suaranya halus yang jadi tanda kondisinya sehat atau justru kasar yang menandakan kondisinya buruk?
Cek juga apakah ada asap yang keluar dari knalpot. Pasalnya, asap putih atau hitam pekat bisa jadi indikasi ada masalah serius pada bagian mesin.
Baca Juga: Catat! Ini 6 Cara Memilih Mobil Matic Bekas yang Awet
3. Riwayat Perawatan
Selanjutnya, tanyakan juga seperti apa perawatan mobil sebelumnya. Anda bisa mengetahui riwayat perawatannya dari catatan servis pemilik sebelumnya.
Ini penting karena mobil yang sebelumnya memang rutin servis sesuai jadwal, cenderung punya performa lebih baik dan usia pakainya lebih panjang.
Anda bisa meminta catatan servis dari pemiliknya langsung untuk tahu apakah perawatan untuk mobilnya sudah baik atau belum.
4. Kondisi Kaki-kaki dan Suspensi
Selanjutnya, Anda juga harus memperhatikan kondisi kaki-kaki mobil. Pasalnya, komponen seperti tie rod, ball joint, dan juga shockbreaker cukup rentan aus terutama untuk mobil yang usianya 10 tahun.
Cek apakah ada bunyi-bunyi yang aneh ketika Anda mengendarai mobil. Adanya bunyi yang muncul bisa jadi tanda kalau komponen tertentu mengalami masalah.
Dengan memperhatikan berapa usia mobil bekas yang masih layak pakai dan pertimbangan sebelum beli, Anda akan terhindar dari mobil bekas yang penggunaannya kurang nyaman.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.