Mengenal Sistem Suspensi Mobil: Cara Kerja dan Jenisnya

Sistem suspensi mobil menjadi salah satu komponen yang punya peran sangat vital. Tanpa adanya komponen ini, pengalaman berkendara ketika di jalan raya, akan terasa kurang nyaman dan tidak stabil. 

Hal ini tidak terlepas dari fungsi sistem suspensi itu sendiri, yaitu meredam getaran yang berasal dari permukaan jalanan yang tidak rata. Dalam menjalankan perannya tersebut, suspensi mobil terdiri dari berbagai komponen yang berkaitan. 

Berbagai komponen tersebut memiliki fungsi dan peran masing-masing. Suspensi pun memiliki lebih dari satu jenis yang bisa Anda temui di pasaran. Lantas, sebenarnya bagaimana sistem suspensi mobil tersebut? 

Cara Kerja Sistem Suspensi Mobil 

Pada dasarnya, suspensi adalah sebuah komponen yang tugasnya untuk meredam, menyerap, sekaligus mengurangi getaran ataupun goncangan yang berasal dari gesekan ban dan permukaan jalan raya. 

Fungsi suspensi mobil ini terbagi menjadi dua. Pertama, adanya suspensi membantu pengendara dalam mempertahankan mobil mereka. Sementara yang kuda, untuk membantu mobil bisa tetap bergerak dengan nyaman dan aman. 

Selain itu, sistem suspensi mobil pun akan menjadi pelindung kendaraan, tepatnya di bagian bawah. Untuk menjalankan fungsi ini, suspensi akan mencegah agar tidak ada benda asing seperti debu, lumpur, pasir, ataupun batu masuk ke bawah mobil. 

Lantas, bagaimana cara kerja suspensi mobil itu? Cara kerja komponen ini bisa Anda lihat dari fungsi utamanya sebagai pemisah antara bodi kendaraan dan roda. 

Pemisahan ini memerlukan elastisitas tinggi untuk memastikan gerakan roda yang tiba-tiba tidak langsung mempengaruhi bodi kendaraan. Nah, dalam hal ini, sistem suspensi bertindak sebagai pemisah dan pegas sebagai komponen utamanya.

Pegas pun tidak bekerja sendirian karena ada banyak komponen pendukung yang terlibat di dalamnya. Pertama, ketika kendaraan melintasi jalanan yang tidak rata, pegas bertugas menyerap guncangan dan getaran. 

Setelah itu, peredam kejut atau shock absorber akan mengendalikan gerakan pegas dan menjaga kesimbangan mobil. Selain itu, shock absorber akan memastikan roda mobil tetap seimbang posisinya bahkan saat Anda sedang belok. 

Perlu Anda pahami juga bahwa saat ini, beberapa kendaraan modern sudah memiliki sistem suspensi yang adaptif. Sistem suspensi ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan kinerjanya dengan banyak kondisi jalanan. 

Ini tentu akan membuat pengalaman Anda ketika di jalan raya menjadi lebih nyaman sekaligus performa mobil bisa maksimal. 

Selain itu, sistem suspensi yang baik memastikan roda tetap bersentuhan dengan jalan dan meningkatkan traksi dan efektivitas pengereman. 

Baca Juga: Ciri Suspensi Mobil Bekas Rusak

Komponen Sistem Suspensi Mobil 

Agar bisa menjalankan sistemnya dengan maksimal, ada banyak komponen yang berperan dalam suspensi mobil, seperti: 

1. Lengan Suspensi

Pertama, ada komponen bernama lengan suspensi yang tugasnya adalah menjadi penghubung chasis dan roda ban mobil. 

Bentuknya engsel dan bisa bergerak bebas dan akan menggerakkan roda mobil ke atas maupun kebawah sesuai tekanan. 

2. Pegas

Pegas adalah komponen paling vital yang ada di sistem suspensi kendaraan. Fungsi pegas adalah meredam dan menyerap seluruh guncangan atau getaran yang mobil Anda terima ketika sedang berada di jalan raya. 

Umumnya setiap mobil bisa memiliki tipe pegas yang berbeda karena tergantung dari jenis mobil yang Anda miliki. 

3. Stabilizer 

Sesuai dengan namanya, komponen suspensi mobil yang satu ini memiliki peran utama untuk menyeimbangan kendaraan. 

Tidak hanya supaya stabil saat di jalan karena guncangan, tapi ketika mobil Anda pakai untuk belok. 

4. Shock Absorber 

Terakhir, ada komponen yang bernama shock absorber. Sejalan dengan namanya, fungsi dari komponen ini memang adalah untuk penyerap atau absorber dari goncangan dan turbulensi ketika mobil menerima getaran tiba-tiba. 

Tugasnya meredam proses osiklasi pada pegas sehingga Anda sebagai penumpang tidak akan merasakan getaran yang teramat kuat yang seringkali membuat pengalaman berkendara jadi tidak nyaman. 

Baca Juga: Perbedaan Oli Transmisi dan Oli Mesin Mobil

Jenis Suspensi Mobil 

Setelah memahami bagaimana cara kerja sistem suspensi mobil, Anda harus paham bahwa suspensi tidak hanya terdiri dari 1 jenis saja. Mobil yang Anda miliki bisa saja memiliki jenis suspensi yang berbeda dengan mobil lainnya. 

Berikut adalah beberapa jenis suspensi mobil yang bisa Anda temukan secara umum:

1. MacPherson 

Pertama, ada jenis MacPherson yang terkenal akan kualitasnya yang sangat baik untuk meredam getaran. Suspensi jenis ini banyak diaplikasikan pada kendaraan ringan seperti sedan, MPV, hatchback, dan sejenisnya. 

Ini akibat desain suspensi MacPherson yang sederhana dan hemat ruang membuatnya sangat cocok untuk kendaraan berukuran kecil. Selain itu, MacPherson Suspension juga masuk dalam golongan independent suspension. 

Artinya, roda kanan dan kiri mobil tidak akan langsung terhubung. 

2. Double Wishbone 

Selanjutnya ada jenis Double Wishbone yang punya desain dan konstruksi sistem suspensi yang lebih rumit daripada MacPherson. 

Karakteristik utama dari Double Wishbone adalah keberadaan dua penopang, yaitu lengan atas (upper arm) dan lengan bawah (lower arm).

Penopang inilah yang akan memastikan suspensi mobil bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Jika ada perbaikan suspensi Double Wishbone, maka harus ahli yang memperbaikinya. 

3. Rigid

Banyak kendaraan truk atau bus yang memakai suspensi jenis Rigid. Alasannya karena daya tahan suspensi ini terbilang sangat baik untuk menopang beban berat pada kendaraan sehingga merupakan salah satu yang terkuat. 

Ini berkat adanya bagian blok kaku di suspensi ini yang nantinya akan menopang body kendaraan. Roda kanan dan kiri kendaraan akan terhubung ke dalam blok tersebut. 

4. Torsion Beam 

Kemudian ada suspensi Torsion Beam yang merupakan hasil pengembangan dari suspensi Rigid. Tujuan adanya inovasi ini adalah agar kemampuan suspensi dalam memberikan kenyamanan jadi lebih baik. 

Hasilnya, suspensi ini memiliki bentuk yang mirip sekali dengan huruf H. Dengan desain ini, roda kanan dan kiri mobil bisa bergerak dengan lebih fleksibel dan Anda pun bisa berkendara dengan lebih nyaman. 

5. Multi Link 

Terakhir, ada jenis suspensi Multi Link. Sesuai dengan namanya, jenis suspensi ini akan memiliki link atau bagian penghubung dalam jumlah yang banyak. Adanya link ini juga bukan tanpa alasan. 

Link ini berperan sebagai lengan suspensi dan akan menopang serta mendukung gerakan roda mobil. Hasilnya, getaran dan guncangan mobil pun bisa lebih teredam secara optimal. 

Baca Juga: Komponen dan Manfaat Melakukan Servis Pertama Mobil Baru

Pastikan Menjaga dan Mengecek Kondisi Suspensi Mobil 

Mengingat betapa pentingnya sistem suspensi mobil, maka sudah sewajarnya Anda sebagai pemilik kendaraan selalu memastikan kondisinya. Termasuk ketika Anda membeli mobil dalam kondisi bekas. 

Suspensi jadi bagian yang paling penting untuk Anda cek. Pasalnya, tanpa suspensi yang bekerja normal, pengalaman berkendara tidak akan menjadi mulus dan terasa sangat tidak nyaman. 

Oleh karena itu, pastikan Anda membeli mobil bekas di platform jual beli mobil bekas terpercaya seperti CarsGallery. Dengan inspektor mobil yang berpengalaman dan dukungan garansi, CarsGallery menjamin mobil selalu dalam performa terbaik. 

FAQ 

Berapa jenis sistem suspensi?

Setidaknya ada 5 jenis suspensi mobil yaitu MacPherson, Torsion Beam, Multi Link, Rigid, dan Double Wishbone. 

Bagaimana cara kerja per pada sistem suspensi?

Pegas atau per akan meredam berbagai getaran atau guncangan yang Anda dapatkan ketika di jalan raya. 

Apa yang terjadi jika suspensi mobil terlalu lembut?

Mobil akan terasa sangat ringan seperti mengayun. Bahkan ban atau roda pun bisa menyentuh spakbor dan goncangan di jalan raya tidak bisa lagi diredam dengan baik.



9 Komponen Suspensi Mobil dan Fungsi Pentingnya

Mengenali setiap komponen suspensi mobil merupakan satu lagi hal yang sangat penting bagi pemilik mobil. Pasalnya, suspensi merupakan elemen krusial bagi mobil agar bisa berjalan secara stabil dan mulus.

Suspensi sendiri terdiri beberapa komponen, masing-masing secara harfiah bekerja sama untuk tercapainya sebuah fungsi, yakni meredam getaran di jalanan. Inilah mengapa, suspensi merupakan komponen penting agar berkendara bisa nyaman.

Tanpa sistem ini, mobil tidak akan mungkin mampu berjalan secara mulus. Selain itu, body dan ban tidak akan terasa presisi dan terasa stabil.

Apa Itu Komponen Suspensi?

Seperti yang terungkap sebelumnya, suspensi mobil merupakan sistem agar membantu mobil tetap stabil. Lebih tepatnya, sistem ini akan memaksimalkan kinerja supaya pengalaman berkendara bisa lebih nyaman dan aman.

Seperti yang sudah terungkap sebelumnya, suspensi berfungsi sebagai peredam getaran, tekanan, dan gerakan naik turun yang berasal dari permukaan jalan. Umumnya, getaran tersebut dari permukaan jalan berlubang, berbatu, dan tidak rata.

Lantas, bagaimana cara kerjanya? Suspensi akan meredam getaran yang muncul sehingga tidak akan berimbas ke bagian kabin. Artinya, sistem ini akan berfungsi agar getaran tersebut tidak terasa bagi pengemudi dan penumpang.

Letak komponen suspensi mobil adalah tepat di antara keempat roda dan bodi mobil. Ini bertujuan agar bodi tetap stabil baik ketika diam dan melaju.

Anda sudah mengetahui bahwa bobot mobil secara keseluruhan begitu berat mulai dari komponen lain hingga kabin. Agar tetap seimbang saat melaju, suspensi mengandalkan gaya pegas untuk meningkatkan daya elastisitas mobil itu sendiri.

Seperti yang terlihat, jika ada masalah pada suspensi, getaran akan terasa pada kabin. Alhasil, ini akan membuat pengalaman perjalan menjadi tidak nyaman.

Komponen Suspensi Penting Bagi Mobil

Lantas, apa saja setiap komponen yang ada di suspensi? Terdapat sembilan komponen penting beserta penjelasannya sebagai berikut:

1. Pegas

Anda sudah mengetahui suspensi menggunakan gaya pegas untuk menyeimbangkan bagian bodi dan keempat roda. Jika bertanya apa saja komponen suspensi, sudah pasti pegas adalah salah satunya berdasarkan penjelasan tersebut.

Memang, pegas pada suspensi berperan sangat penting sebagai penyerap kejutan dan getaran dari interaksi gesekan roda mobil dengan jalan. Dengan begitu, getaran tidak akan berlanjut menuju bodi mobil, sehingga tidak akan terasa di kabin.

Fungsi lain pegas pada suspensi adalah untuk menambah kemampuan cengkeraman roda di jalan. Fungsi ini sekaligus menambah kenyamanan bagi pengendara dan penumpang.

Pada mobil, pegas yang terpakai terbagi menjadi tiga tipe. Ketiganya adalah tipe koil, tipe daun, dan tipe batang torsi.

2. Shock Absorber

Jika mengenal setiap komponen suspensi dan fungsinya, shock absorber wajib Anda ketahui. Seperti pegas, komponen ini juga berperan sebagai peredam kejut. Bedanya, shock absorber akan menyerap kejut berasal dari sistem suspensi itu sendiri.

Artinya, shock absorber akan membantu meredakan gerakan naik turun dari pegas yang menyerap getaran. Kedua interaksi ini menghasilkan daya balik dengan besaran sama.

Alhasil, bukan tanpa alasan mengapa shock absorber berada di rongga pegas. Terlebih, komponen ini akan membuat sistem suspensi secara keseluruhan lebih stabil saat pegas melakukan gerakan naik turun.

Baca Juga: Ciri Suspensi Mobil Bekas Rusak

3. Ball Joint

Komponen ketiga pada suspensi yang tidak kalah penting perannya adalah ball joint. Pada dasarnya, ball joint berperan sebagai penerima beban, baik secara lateral dan horizontal.

Menariknya, ball joint sekaligus berperan penting saat mobil melakukan belokan, yakni sebagai sumbu putaran. Bagaikan sebuah engsel, komponen suspensi ini juga mampu berputar secara sudut 360 derajat.

Secara harfiah, komponen ini kurang lebih mirip dengan persendian manusia. Maka dari itu, ball joint menjadi penghubung antara upper arm dan setiap roda mobil.

4. Upper Arm

Sebagai sambungan dari ball joint, upper arm pada mobil ibaratnya bagian lengan atas. Secara independen, fungsinya sendiri sebagai penghubung antara knuckle arm dan rangka mobil.

Dari sini, bagian atas knuckle arm akan terasa stabil berkat tugas upper arm yang menahannya. Pada saat yang sama, komponen ini akan ikut tersambung pada shaft berpelumas secara berdekatan.

Baca Juga: 5 Komponen Mesin Mobil yang Sering Bermasalah, Hati-hati!

5. Lower Arm

Terkait dengan upper arm, terdapat pula lower arm pada sistem suspensi mobil. Fungsinya sendiri agar bodi mobil dan roda-roda mobil dapat terhubung, jadi ini mendukung fungsi upper arm itu sendiri.

Nantinya, lower arm akan mampu bergerak vertikal karena keberadaan engsel yang menghubungkannya pada roda-roda mobil. Oleh karena itu, setiap roda mobil bisa bergerak.

6. Knuckle Arm

Terletak di bagian depan roda mobil, knuckle arm juga berperan sangat penting sebagai komponen dalam sistem suspensi. Mengenali sekaligus merawat komponen adalah tindakan penting agar sistem secara keseluruhan bisa terjaga.

Mengapa knuckle arm berperan sangat penting? Ini karena fungsinya sendiri secara harfiah sebagai tuan rumah setiap komponen lain pada suspensi seperti shockbreaker dan lower arm.

7. Stabilizer Bar

Ada juga stabilizer bar pada sistem komponen suspensi. Terlihat dari namanya, komponen ini akan menyeimbangkan bagian bodi mobil dan roda kanan serta kiri ketika melakukan belokan. Nantinya, fungsi ini akan menghasilkan gaya sentrifugal.

Mengapa sampai melibatkan gaya sentrifugal? Ini agar komponen ini mampu membuat bodi mobil seimbang ketika pengendara mengebut dengan kecepatan tinggi sebelum melakukan belokan.

Dari sini, Anda sudah mengetahui tanpa komponen ini, mobil kemungkinan besar akan terguling sehingga mengalami kecelakaan. Memang, stabilizer bar pada dasarnya akan menjaga keseimbangan saat berbelok.

Baca Juga: Cari Tahu Tune Up Mobil Apa Saja yang Perlu Diperhatikan

8. Strut Bar

Jika membahas komponen suspensi apa saja, strut bar tentu berperan penting sebagai penghubung antara stabilizer bar dan shock absorber. Berbentuk mirip lengan, fungsinya agar roda mobil bisa bergerak secara vertikal dan berbelok.

Maka dari itu, fungsi sebenarnya dari strut bar adalah agar menjaga kemiringan roda depan. Ini akan membantu roda setir bisa berbalik dengan sendiri setelah mobil berbelok.

9. Bumper

Terakhir, ternyata bumper merupakan bagian dari suspensi mobil. Bumper sendiri terdiri dari beberapa komponen seperti bounding dan rebounding. Keduanya berfungsi sebagai pelindung shock absorber dan berbagai komponen lain seperti rame dan axle.

Pada dasarnya, bounding dan rebounding memiliki fungsi yang berlawanan. Bounding akan membuat kendaraan dalam posisi mengerut. Sementara itu, rebonding akan membuat kendaraan berada di posisi mengembang.

Seperti strut bar, keberadaan bumper juga sangat penting bagi suspensi mobil. Jadi, fungsinya agar setiap komponen lain tidak mengalami kerusakan akibat getaran oleh pegas.

Demikianlah penjelasan tentang setiap komponen suspensi mobil yang penting. Peran suspensi mobil sangat penting agar pengalaman berkendara tetap aman dan nyaman. Maka, jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan pada komponen ini.

Kerusakan sistem suspensi mobil kerap menjadi keluhan para pembeli mobil bekas sehingga membuat berkendara tidak nyaman. CarsGallery telah melakukan inspeksi setiap mobil bekas, termasuk bagian suspensi, tetap layak pakai.

FAQ

Apa fungsi suspensi mobil?

Suspensi berfungsi agar getaran, kejutan, dan guncangan tidak akan terasa di kabin.

Mengapa suspensi mobil penting?

Perannya agar meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi dan pengendara selama perjalanan.

Kapan saatnya mengganti suspensi?

Saatnya mengganti setiap komponen suspensi jika mobil terasa tidak stabil saat perjalanan.



Jenis-jenis Suspensi Mobil dan Ciri Khasnya

Jenis-jenis suspensi itu beraneka ragam dan masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri. Suspensi atau peredam kejut menjadi salah satu bagian penting pada mobil yang terletak diantara roda dan body mobil.

Suspensi dapat menyerap getaran saat mobil melewati jalan yang tidak rata. Jadi, mobil tidak akan terpental dan Anda bakal terhindar dari kecelakaan. Suspensi membuat perjalanan Anda menjadi aman dan nyaman.

Jenis-jenis Suspensi Mobil

Suspensi mobil itu ada beberapa jenis dan masing-masing pasti memiliki kelebihdan kekurangan. Berikut ini macam macam suspensi mobil beserta penjelasannya yang harus Anda ketahui.

1. Suspensi Axle Rigid

Suspensi axle rigid adalah suspensi khusus bagian belakang roda mobil. Axle Rigid ada yang dalam bentuk pegas dan ada yang dalam bentuk per.

Selain itu, pada suspensi yang satu ini terdapat poros dengan tampilan cukup mencolok sehingga sangat terlihat. Suspensi Axle terbilang sangat tahan lama karena digunakan pada kendaraan berat seperti truk.

2. Suspensi Double Wishbone

Suspensi Double Wishbone adalah suspensi yang memakai dua lengan berbentuk wishbone untuk menopang roda. Peredam kejut yang satu ini banyak digunakan pada mobil-mobil modern seperti mobil sport.

Ciri dari suspensi Double Wishbone adalah memiliki dua lengan yang disebut upper arm dan lower arm sebagai penopang sistem suspensi. Pada lengan tersebut terdapat dua titik mounting yang terhubung pada knuckle.

Suspensi ini mampu meredam tekanan dari berbagai arah, baik dari atas, samping, maupun depan dengan sangat baik. Toyota Hilux, Kijang Innova, dan Toyota Fortuner adalah beberapa mobil yang menggunakan suspensi Double Wishbone.

3. Suspensi MacPherson Strut

Jenis suspensi mobil selanjutnya adalah MacPherson Strut. Mobil-mobil seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, dan Honda Brio menggunakan suspensi yang satu ini.

Suspensi MacPherson Strut memiliki model yang terbilang cukup sederhana. Ada satu tiang atau strut sebagai penghubung roda dan kerangka mobil.

Suspensi ini sangat sangat terkenal di dunia otomotif. Bukan hanya karena desainnya yang simpel dan ringan, melainkan juga karena perawatannya yang mudah dan murah sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang.

Baca juga: Ciri Suspensi Mobil Bekas Rusak

4. Suspensi Multi Link

Suspensi mobil berikutnya yaitu Multi Link. Pada dasarnya suspensi Multi Link merupakan pengembangan dari double wishbone.

Jika Double Wishbone memiliki dua lengan, maka Multi Link memiliki tiga lengan yang masing-masing ada tugasnya. Suspensi ini memang tergolong rumit, tetapi soal handling memang yang terbaik.

Suspensi Multi Link memiliki kecepatan peredaman yang mumpuni sehingga banyak digunakan pada mobil bertenaga besar. Mobil-mobil sport seperti BMW, Audi, dan Hyundai adalah mobil yang menggunakan suspensi Multi Link.

Satu sisi, memang suspensi ini sangat bagus, tetapi di sisi lain harganya mahal dan perawatannya terbilang cukup rumit.

6. Suspensi Rigid LeafSpring

Jenis-jenis suspensi pada mobil keenam yaitu Rigid LeafSpring yang terbuat dari logam. Bentuknya mirip seperti daun yang bertumpuk untuk meredam guncangan.

Jenis suspensi Rigid LeafSpring ini banyak terdapat pada truk dan kendaraan berat lainnya. Keunggulannya yaitu mampu menangani beban sangat berat dan sangat andal pada medan yang kasar.

Selain pada truk, suspensi ini juga bisa terdapat di mobil-mobil lawas. Meskipun bersifat kaku, akan tetapi suspensi satu ini sangat tahan lama sehingga bisa Anda gunakan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Baca juga: Fungsi Ball Joint pada Kaki-Kaki Mobil

7. Suspensi Trailing Arm

Suspensi Trailing Arm adalah suspensi yang menggunakan lengan trailing arm. Lengan ini terhubung ke kerangka mobil sisi kiri dan sisi kanan.

Cara kerja Suspensi Trailing Arm yaitu saat mobil melewati jalan berlubang atau tidak rata, lengan trailing arm akan bergerak turun atau naik untuk menyerap guncangan tersebut.

Suspensi ini banyak terdapat pada mobil keluarga seperti MPV karena mampu memberikan kenyamanan dan stabilitas yang sangat baik. Trailing Arm biasanya digunakan pada bagian belakang roda mobil.

8. Suspensi Independen

Pada suspensi independen, roda mobil bisa bergerak secara independen atau pergerakan roda depan tidak terpengaruh dengan roda belakang, begitu juga sebaliknya.

Mayoritas mobil modern sudah menggunakan jenis suspensi satu ini, baik pada roda sebelah kiri maupun roda sebelah kanan. Mobil dengan sistem suspensi independen tidak masalah jika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

9. Suspensi Torsion Beam

Suspensi Torsion Beam pada dasarnya merupakan suspensi yang memiliki peredam lebih baik daripada jenis-jenis suspensi rigid.

Bentuk suspensi Torsion Beam mirip seperti suspensi Rigid yaitu memanjang, tetapi diinovasi menjadi bentuk huruf H. Torsion Beam mampu menopang dan menyeimbangkan mobil dengan sangat baik.

Suspensi Torsion Beam bisa Anda temukan pada mobil-mobil yang mempunyai roda penggerak depan dan compact car. Contoh mobil yang menggunakan Torsion Beam adalah Honda Fit dan Honda Freed. 

10. Suspensi Pneumatic

Suspensi Pneumatic merupakan salah satu contoh suspensi pada mobil yang cukup banyak digunakan. Jenis suspensi ini menggunakan udara bertekanan tinggi untuk menstabilkan mobil.

Cara kerja suspensi Pneumatic yaitu dengan memanfaatkan gas atau udara dan mendapatkan dukungan dari sistem kerja kompresor. Bahkan ketinggiannya bisa Anda atur langsung dari dalam kabin.

Komponen-komponen yang ada pada suspensi Pneumatic yaitu airbag karet elastis, sistem kontrol tekanan udara, sistem kontrol elektronik, pipa penghubung, dan tangki penyimpanan udara.

Sayangnya harga setiap komponennya tergolong mahal. Selain itu, daya tahan suspensi Pneumatic tidak begitu baik sehingga kurang cocok Anda gunakan untuk jangka panjang.

Baca juga: 10 Merk Shockbreaker Motor yang Empuk, Cek Ulasannya

11. Suspensi Udara

Suspensi udara itu kurang lebih mirip dengan suspensi Pneumatic. Jika suspensi Pneumatic menggunakan sistem pneumatic, maka suspensi udara memakai sistem udara bertekanan.

Salah satu keunggulan dari suspensi udara yaitu ketinggiannya dapat Anda atur dengan mudah tanpa harus membongkar kaki kaki mobil. Bahkan beberapa varian bisa Anda kendalikan smartphone atau software yang ada di dalam mobil.

Misal, Anda akan melewati jalan berlubang, maka Anda bisa menaikkan langsung ground clearancenya. Selain itu, Anda dapat mengatur tekanan angin supaya kendaraan bisa menyerap guncangan dengan sangat baik.

Selain banyak digunakan pada mobil, suspensi ini juga cukup banyak digunakan pada bus-bus di Indonesia.

Nah, sekarang sudah tahu kan apa saja jenis-jenis suspensi mobil itu? Kalau Anda yang sedang mencari mobil bekas berkualitas tanpa cacat termasuk pada bagian suspensinya, CarsGallery jawabannya.

CarsGallery, Tempat Terbaik Jual Beli Mobil Bekas

CarsGallery adalah website tempat jual beli mobil bekas dengan harga sangat terjangkau. Mobilnya sudah pasti berkualitas karena melewati proses inspeksi yang sangat ketat.

CarsGallery bisa Anda akses langsung dari berbagai perangkat sehingga proses penjualan ataupun pembelian mobil bisa sangat mudah. Semua mobil yang ada bersertifikasi dan mendapatkan garansi hingga satu tahun,

Dapatkan penawaran terbaik mobil bekas berkualitas hanya di CarsGallery, Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

FAQ

Apa saja fungsi suspensi mobil?

Suspensi mobil berfungsi untuk meredam guncangan, menambah stabilitas, dan menopang bodi mobil pada poros-porosnya.

Apa hubungan antara suspensi, roda, dan bodi mobil?

Suspensi menjadi penghalang benturan antara roda dan bodi mobil sehingga tidak terjadi kerusakan atau guncangan hebat.

Apakah suspensi bisa diganti?

Ya, Anda dapat menggantinya dengan suspensi yang sesuai jika sudah rusak.



Apa itu Suspension? Ini Dia Fungsi dan Cara Kerjanya

Kebutuhan mobilitas yang kian tinggi membuat semakin banyak orang membeli mobil. Sayangnya, kebanyakan pemilik baru masih awam mengenai bagian-bagian mobil sehingga tidak paham apa itu suspension.

Padahal suspensi termasuk bagian krusial dalam menjaga kestabilan selama mobil melaju. Sistem ini juga berperan penting bagi kenyamanan berkendara. Mari kenali lebih mendalam mengenai sistem suspensi.

Apa itu Suspension?

Suspensi mobil adalah sistem kendaraan yang menjadi penghubung antara roda dengan chasis (rangka mobil). 

Produsen mobil merancang sistem suspensi sedemikian rupa sehingga mampu menjaga stabilitas ketika melaju. Sistem ini juga berperan meredam getaran dan guncangan yang muncul selama perjalanan.

Berkat adanya suspensi yang bagus, mobil bisa melalui berbagai kontur jalan dengan aman. Anda juga tetap merasa nyaman sewaktu berkendara melalui jalan bergelombang atau tidak rata karena kinerja sistem suspensi.

Baca Juga: Cari Tahu Tune Up Mobil Apa Saja yang Perlu Diperhatikan

Fungsi Suspensi

Selain mengetahui suspension itu apa, penting bagi pemilik mobil untuk memahami fungsinya. Berikut penjelasan tentang berbagai fungsi suspensi:

1. Pengendalian dan Stabilitas

Suspensi yang berkualitas baik mampu meningkatkan handling (pengendalian) serta menjaga mobil tetap stabil selama melaju.

Sebaliknya, penggunaan suspensi yang buruk membuat pengendalian mobil cenderung lebih sulit. Hal ini terutama pengemudi rasakan ketika menggunakan kecepatan tinggi atau berbelok.

2. Menjaga Kenyamanan Berkendara

Sistem suspensi bekerja meredam guncangan yang timbul karena kontak antara roda dan permukaan jalan, khususnya saat melalui medan yang tidak rata.

Manfaat tersebut sangat berpengaruh bagi kenyamanan perjalanan. Sehingga penting untuk memastikan suspensi berkualitas baik dan terawat, terutama jika sering berkendara jauh.

3. Mendukung Efisiensi Bahan Bakar

Penggunaan suspensi berkualitas juga bermanfaat mengurangi gaya gesek yang terjadi pada ban dan komponen lain. Alhasil, pengoperasian mobil bisa berjalan dengan lancar tanpa membuang-buang tenaga. 

Dampaknya yaitu konsumsi bahan bakar mobil yang menjadi semakin hemat.

 4. Memperpanjang Umur Mobil

Kinerja suspensi yang bagus juga bisa membantu memperpanjang umur berbagai komponen mobil. 

Hal ini karena suspensi yang berkualitas akan mengurangi beban yang timbul pada komponen lain. Dengan demikian, risiko kerusakan bisa menjadi lebih kecil.

Baca Juga: Ternyata Ini Fungsi Filter BBM di Mobil

Cara Kerja Sistem Suspensi 

Supaya lebih memahami apa itu suspension dan cara kerjanya, perlu mengulas fungsi dari setiap komponen penyusunnya, sebagai berikut:

1. Pegas

Pegas termasuk salah satu komponen kunci dalam sistem suspensi. Fungsi dari pegas adalah untuk meredam semua gerakan mengejutkan seperti goncangan dan benturan saat roda melibas jalan. 

Sistem suspensi bisa menggunakan beberapa jenis pegas, antara lain pegas koil, pegas batang, dan pegas daun. Kombinasi kerja dari berbagai pegas tersebut mampu meningkatkan daya cengkeram roda sehingga kenyamanan terjaga dengan baik.

2. Shock Absorber

Shock absorber merupakan komponen suspensi yang berfungsi meredam gerakan naik turun (osilasi). Gerakan naik turun ini biasa muncul karena gaya pegas selama peredaman getaran.

Kinerja shock absorber memanfaatkan tekanan cairan hidrolik untuk menetralkan gaya pegas. Tanpa komponen ini, maka berbagai komponen mobil bisa terpental-pental saat melaju. 

3. Lengan Suspensi

Lengan suspensi merupakan komponen yang menghubungkan roda dengan chasis mobil. Komponen ini tersusun dari engsel yang mampu bergerak vertikal.

Struktur serupa engsel tersebut membantu roda sehingga bisa bergerak ke atas atau ke bawah menyesuaikan tekanan. Dengan demikian, mobil bisa melaju dengan stabil meskipun melewati jalan yang tidak rata.

4. Ball Joint

Fungsi dari komponen ini adalah untuk memberikan sokongan untuk menahan beban horizontal atau lateral. Karena mempermudah gerakan roda saat berbelok, ball joint juga dikenal dengan nama sumbu putar.

5. Knuckle Arm

Knuckle arm merupakan komponen yang berperan meneruskan putaran dari roda mobil. Fungsi lain dari komponen suspensi ini adalah menjaga mobil tetap stabil saat berbelok.

6. Upper dan Lower Arm

Knuckle arm dihubungkan ke chasis mobil oleh komponen bernama upper dan lower arm. Komponen ini juga ikut berkontribusi menjaga kestabilan saat bermanuver.

7. Stabilizer Bar

Stabilizer bar memegang peran penting dalam menyeimbangkan body sehingga posisinya tetap stabil. Kinerja komponen ini tidak hanya ketika mobil mengalami guncangan, tapi juga saat melaju.

8. Lateral Control Rod

Saat mobil mendapatkan beban pada bagian samping, lateral control rod bekerja sebagai penahan axle.

9. Strut Bar

Selanjutnya ada strut bar yang posisinya sebagai penahan lower arm. Fungsi dari komponen ini adalah menjaga kemiringan roda depan sehingga sesuai standar.

Dengan demikian, setir bisa langsung otomatis berbalik saat mobil beralih dari posisi berbelok menjadi lurus.

10. Bumper

Bumper mobil juga termasuk bagian dari sistem suspensi. Bagian ini tidak hanya berfungsi sebagai pengaman area belakang body, tapi juga memegang peran penting.

Pada bagian ini terdapat bounding yang mana dapat memberikan perlindungan bagi mobil saat komponen pegas mengerut melebihi standar.

Jenis-jenis Suspensi

Mobil bisa menggunakan jenis suspensi yang berbeda-beda tergantung produsen. Berikut beberapa jenis yang umum digunakan:

1. MacPherson

Jenis suspensi ini termasuk salah satu yang paling sering Anda jumpai pada mobil modern, seperti MPV dan sedan. 

MacPherson mengandalkan pegas dan shock absorber yang tersusun dalam satu unit. Konstruksi yang sederhana dan bobot ringan menjadi keunggulan utama dari suspensi ini.

2. Double Wishbone

Suspensi double wishbone menawarkan handling yang lebih handal saat bermanuver. Namun, jenis ini menuntut biaya mahal untuk perawatan. Biasanya jenis suspensi ini terdapat pada mobil SUV dan sedan.

3. Axle Rigid

Axle rigid termasuk jenis suspensi yang sederhana. Meski begitu, suspensi rigid memiliki konstruksi yang kuat sehingga mampu menopang beban berat sambil tetap mempertahankan kinerja stabil.

Penggunaannya biasanya pada roda belakang. Jenis axle rigid lebih cocok untuk tipe mobil berukuran besar.

Sekian penjelasan tentang  apa itu suspension. Selain memahami fungsi dan cara kerjanya, Anda sebaiknya juga memastikan memberikan perawatan yang memadai demi menjaga kualitas suspensi.

Baca Juga: 10 Merk Shockbreaker Motor yang Empuk, Cek Ulasannya

Tempat Beli Mobil Siap Pakai Bergaransi

CarsGallery menawarkan solusi praktis untuk membeli mobil dengan aman, termasuk bagi orang yang awam masalah seluk beluk kendaraan dan permesinan.

Setiap mobil yang Anda jumpai dari stok CarsGallery sudah melalui inspeksi sehingga kualitasnya terbukti bagus. Mobil juga mendapatkan perlindungan ekstra dari garansi terpercaya. Yuk, cek langsung ke CarsGallery.

FAQ

Apakah membawa beban berlebihan bisa merusak suspensi?

Ya. Beban berlebih bisa mengarah pada keausan komponen suspensi yang semakin cepat.

Perawatan apa yang perlu dilakukan untuk menjaga suspensi?

Beberapa perawatan sistem suspensi meliputi alignment roda, keseimbangan ban, pengecekan berkala kondisi pegas dan shock absorber.

Tindakan apa yang sebaiknya diambil jika shock absorber bocor?

Anda sebaiknya segera memeriksakan dan melakukan penggantian jika mendeteksi kebocoran pada shock absorber.

Apa saja tanda suspensi perlu perbaikan?

Mengingat apa itu suspension dan fungsinya, Anda bisa mengenali tanda kerusakan berupa guncangan berlebihan dan munculnya suara berdecit.



7 Perbedaan iDSI dan VTEC pada Honda Jazz, Wajib Diketahui

Memiliki desain timeless dan tampilan yang menawan membuat Honda Jazz masih banyak diminati hingga kini. Calon pembeli mobil ini biasanya menanyakan perbedaan iDSI dan VTEC.

Honda Jazz memang tersedia dalam dua varian dengan spesifikasi mesin yang berbeda, yaitu mesin i-DSI (Intelligent Dual and Sequential Ignition) dan V-TEC (Variable Valve Timing and Lift Electronic Control).

Lantas, apa perbedaan antara dua varian Jazz tersebut? Mari simak jawaban lengkapnya.

Perbedaan iDSI dan VTEC 

Pada awal kehadirannya di tanah air pada tahun 2002 silam, Honda Jazz mengusung mesin i-DSI. Hingga kemudian Honda memperkenalkan varian V-TEC pada tahun 2005. 

Bagi Anda berminat membeli Honda Jazz, berikut perbedaaan iDSI vs VTEC dari berbagai aspek yang perlu diketahui:

1. Teknologi Mesin

Perbedaan utama antara kedua varian Jazz ini terletak pada teknologi yang tersemat dalam dapur pacunya.

Jazz i-DSI mengusung teknologi Intelligent Dual and Sequential Ignition yang unggul dalam hal efisiensi sehingga mobil lebih irit BBM.

Sementara itu, Jazz V-TEC mengandalkan teknologi Variable Valve Timing and Lift Electronic Control yang mampu menghasilkan peningkatan tenaga dan torsi. Berkat dukungan V-TEC, pengemudi bisa mendapat sensasi berkendara yang lebih responsif.

Baca Juga: Ternyata Ini Fungsi Filter BBM di Mobil

2. Performa

Bedanya iDSI dan VTEC juga terlihat dari sisi performa. Honda membekali mesin yang sama pada kedua varian Jazz, yaitu mesin L15A SOHC 1.496 cc. 

Namun, ternyata terdapat perbedaan yang cukup signifikan dari output kedua varian. Jazz V-TEC mampu memuntahkan tenaga yang lebih besar sehingga menghasilkan performa yang lebih buas.

Jazz i-DSI menghasilkan tenaga sebesar 87 PS dan torsi 128 Nm pada 2.700 rpm. Sementara varian V-TEC mampu menghasilkan output hingga 110 PS dengan torsi puncak 143 Nm pada 4.800 Nm.

3. Efisiensi Bahan Bakar

Perbedaan iDSI dan VTEC yang kerap menjadi pertimbangan penting selanjutnya yaitu dari aspek efisiensi.

Teknologi i-DSI menggunakan sistem injeksi bahan bakar ganda yang mampu membuat konsumsi bahan bakar lebih optimal. Hal ini karena i-DSI bekerja dengan mengontrol volume bahan bakar yang masuk ke ruang pembakaran.

Di sisi lain, Jazz bermesin V-TEC lebih mengedepankan performa tinggi. Sehingga konsumsi bahan bakarnya tidak seirit varian i-DSI.

Tingkat efisiensi Honda Jazz i-DSI mencatatkan angka 11 – 13 km per liter untuk rute dalam kota. Sementara untuk rute luar kota, tercatat angka efisiensi mencapai 14 – 16 km per liter.

Jazz V-TEC terbilang lebih boros dengan besar konsumsi 10 km per liter untuk rute dalam kota dan 13 – 14 km per liter pada rute luar kota.

4. Karakteristik Berkendara

Karena perbedaan spesifikasi dari dapur pacu, masing-masing varian Jazz menghasilkan sensasi berkendara yang berbeda.

Honda Jazz i-DSI merupakan pilihan yang lebih ideal bagi Anda yang lebih suka berkendara dengan stabil. Terlebih lagi, jika mengutamakan penggunaan BBM yang irit.

Sementara itu, Jazz V-TEC menghasilkan tenaga dorongan yang lebih besar pada putaran tinggi. Alhasil, Anda akan mendapatkan sensasi berkendara yang lebih sporty dan responsif dengan akselerasi yang lebih kuat.

Baca Juga: Apakah Konsumsi BBM Fortuner Diesel Irit? Ini Jawabannya!

5. Desain Eksterior

Bedanya iDSI dengan VTEC juga cukup kentara dari tampilan luarnya. Dua varian mobil Honda tersebut memang memiliki desain eksterior yang berbeda.

Jazz i-DSI hadir dengan desain yang stylish sehingga tidak terlihat out to date meskipun terbilang mobil berumur. 

Sementara itu, Jazz V-TEC lebih menonjolkan kesan sporty. Kesan tersebut diperkuat dengan tambahan body kit hitam pada bagian bumper depan dan belakang. Kemudian sisi samping body mendapatkan tambahan side skirt.

Honda juga menambahkan lampu sein pada cover spion Jazz V-TEC yang membuatnya makin estetik.

Meskipun begitu, interior kedua varian Jazz ini tidak punya perbedaan signifikan. Warna gelap dari kombinasi hitam dan abu-abu dominan melapisi ruang kabin.

6. Kelengkapan Fitur

Berfokus pada performa yang lebih sporty, Jazz V-TEC dilengkapi dengan rem cakram pada setiap roda. Hal ini memungkinkan mobil mendapatkan daya cengkram yang lebih baik saat deselerasi.

Tipe paling tinggi dari Jazz V-TEC juga sudah memiliki berbagai fitur keselamatan modern, seperti EBD (Electronic Brake Distribution Force), dan ABS (Anti Lock Braking System).

Kelengkapan fitur tersebut memberikan kenyamanan dan keselamatan yang lebih terjamin. 

Sementara itu, Jazz i-DSI cukup tertinggal dalam aspek kelengkapan fitur. Sistem pengereman pada varian ini hanya menyediakan cakram pada roda depan, sedangkan untuk roda belakang mobil menggunakan tromol.

Baca Juga: 4 Perbedaan Rem Tromol dan Rem Cakram, Bagus Mana?

7. Harga

Bicara soal apa perbedaan iDSI dan VTEC pastinya tidak bisa melewatkan masalah harga.

Umumnya, Jazz VTEC memiliki harga yang lebih tinggi daripada i-DSI. Salah satu alasannya yaitu karena fiturnya lebih lengkap. 

Namun, berhubung Honda Jazz produksinya sudah terhenti sejak 2021 lalu, Anda hanya bisa mendapatkan unit bekas. Maka dari itu, terdapat berbagai faktor lain yang mempengaruhi harga, seperti kondisi dan tahun produksi.

Itulah poin-poin penting perbedaan iDSI dan VTEC yang perlu Anda pertimbangkan. Terlepas dari mana varian yang lebih tepat bagi Anda, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan kualitas mobil bekas sebelum beli.

CarsGallery merupakan platform jual beli mobil bekas yang memberikan jaminan garansi untuk setiap unit dalam stoknya. 

Mobil bekas dari platform ini sudah lulus inspeksi dan mengantongi sertifikasi sebagai bukti kualitas. Pilihan unit yang tersedia juga bervariasi dari segi merk, tahun produksi, maupun harga. Yuk, cek langsung stok ready CarsGallery.

  



Apa Kode Mesin Innova Bensin? Catat Kodenya Ini 

Innova menjadi salah satu terobosan Toyota untuk kelas mobil MPV dengan bermesin bensin dan diesel. Untuk bisa membedakan keduanya, Anda perlu tahu kode mesin Innova bensin dan diesel. 

Apalagi jika Anda berencana untuk membeli Toyota Innova bekas dalam waktu dekat ini, maka mengetahui kelebihan dari mesinnya bisa menjadi bahan pertimbangan. 

Apa kode mesinnya baik itu untuk mesin bensin dan diesel? Seperti apa keunggulan dari masing-masing mesin? Simak dulu dalam artikel ini hingga akhir. 

Kode Mesin Innova Bensin dan Diesel 

Toyota Innova hadir sejak 2004 yang telah mengalami banyak perubahan, tetapi tidak untuk kode mesinnya. Berikut ini kode mesin yang bisa Anda perhatikan:

1.  Kode 1TR-FTV 

Kode 1TR-FTV yang pertama ini adalah untuk mesin Innova yang kapasitasnya 2.000 cc dengan 4 silinder DOHC. Toyota telah menggunakan mesin dengan kode ini sejak peluncuran Innova pada tahun 2004 lalu hingga saat ini. 

Mesinnya sudah menggunakan teknologi Dual VVT-i yang memiliki keunggulan dari segi irit bbm. Tenaga yang mampu dihasilkan adalah 137 hp dengan torsi tertinggi di 183,3 Nm. 

Toyota menggunakan mesin ini pada varian Innova bensin dari G, V, dan juga Q. Jadi, apapun varian yang Anda pilih akan mendapatkan kode mesin yang sama. 

Baca Juga: Urutan Generasi Innova dari Mesin 2KD hingga Innova Zenix!

2. Kode 2TR 

Pada tahun 2022, Toyota kembali mengeluarkan tipe Innova tertinggi untuk tipe V yang mesinnya berkapasitas 2,700 cc bertenaga bensin. Mesinnya sendiri memiliki kode 2TR dan hanya terdapat pada generasi kelima Kijang Innova. 

Keistimewaan dari mesin ini bukan hanya kapasitasnya yang besar, tetapi juga kemampuannya untuk kendaraan heavy duty. Apabila disamakan dengan mobil lain, mesin ini tidak kalah untuk mobil seperti Hilux, Hiace, bahkan Fortuner. 

Selain cc Innova bensin yang besar. tenaga yang keluar pun cukup tinggi yaitu 156,8 dk untuk 5.200 rpm. Torsi puncaknya ada di angka 244 Nm di 3.800 rpm. 

Kemampuannya untuk memuntahkan tenaga yang tinggi menjadikan Innova ini meraih predikat mobil yang tercepat. Mobil ini pun hanya tersedia dalam satu varian saja yaitu tipe Innova V. 

Baca Juga: 5 Perbedaan Innova Tipe E dan G, Lebih Bagus Mana?

3. Kode 2GD-FTV Diesel 

Kode mesin Innova Reborn diesel yang digunakan adalah 2GD-FTV dengan kapasitas 2.400 cc. Mobil ini memiliki 4 silinder DOHC yang memiliki teknologi VNT Intercooler sehingga mesin tidak mudah panas. 

Kemampuannya adalah memuntahkan tenaga 146,9 hp dengan torsi 359,9 Nm. Selain itu, tersedia dalam transmisi manual 5 percepatan. 

Baca juga: Toyota Innova SUV atau MPV? Ini Jawaban Selengkapnya

Inilah kode mesin Innova bensin yang perlu Anda cermati. Selalu perhatikan kode mesin ini untuk memastikan Anda tidak salah pilih mobil. 

Supaya memilih mobil dengan tepat, Anda pun bisa mengakses platform jual beli mobil bekas di CarsGallery. Semua tipe mobil dari berbagai merek tersedia dengan kualitas terjamin dan bergaransi. 

Jika ingin mendapatkan mobil bekas yang ramah di kantong dan pasti berkualitas Anda bisa mengunjungi CarsGallery sekarang!



Kenali 7 Tipe Mobil Rush sebelum Membeli agar Tidak Menyesal

Selain Innova dan Avanza, Toyota juga memiliki mobil andalan warga Indonesia yaitu Rush. Ada sederet tipe mobil Rush yang hadir dalam beberapa tahun terakhir dengan banyak varian. 

Anda yang ingin membeli mobil Toyota yang lebih compact dengan tampilan cukup sporty, maka Rush bisa menjadi pilihannya. Karena tipenya begitu banyak, Anda harus tahu dulu sebelum membeli. 

Kami telah merangkum apa saja tipe Toyota Rush yang bisa menjadi acuan Anda membeli nantinya. Simak langsung informasinya pada artikel ini. 

7 Tipe Mobil Rush dan Harganya 

Rush merupakan salah satu tipe mobil yang ada di segmen low MPV cukup banyak diandalkan. Tipenya pun ada beberapa varian yang memiliki keunggulan masing-masing, yaitu:

1.  Rush Tipe S

Tipe Toyota Rush lama yang merupakan generasi pertama rilis pada tahun 2006, memiliki dua tipe yaitu S dan G. Khusus untuk tipe S ini tersedia dalam manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan. 

Mobil ini memiliki mesin dengan kode 3SZ-VE yang sudah memiliki teknologi DOHC dengan kapasitas mesin 1.500 cc. Khusus untuk tipe S ini juga, Anda bisa melihat grill trapesium yang memiliki logo Toyota. 

Sebagai tipe pertama, Rush 2006 tipe S ini tersedia bekas dengan harga tidak sampai 100 juta rupiah. Anda bisa membeli dengan harga sekitar 85 jutaan rupiah saja. 

Baca Juga: Review dan Spesifikasi Toyota Rush 2024 Terbaru All Varian

2. Rush Tipe G 

Tipe mobil Rush yang berada di atas tipe S adalah tipe G. Saat pertama rilis 2006 hanya tersedia dalam versi manual dengan 5 percepatan saja. Kapasitas mesinnya juga sama yaitu 1.500 cc yang bisa memuntahkan tenaga 109 PS di torsi 145 Nm. 

Keunikan dari mobil varian ini adalah sudah memiliki fog lamp untuk tahun tersebut. Tampilannya pun cukup sporty yang membuat Anda percaya diri melindas jalanan. 

Soal harga, mobil Rush tipe G tahun 2006 tersedia bekas mulai dari 90 jutaan rupiah. Sangat murah untuk ukuran mobil yang tampilannya cukup modern dan bertenaga. 

3. Rush TRD Sportivo 

Sejak rilis 2006, Rush menjadi mobil yang banyak disukai karena desainnya yang kompak. Toyota pun tidak ingin ketinggalan pasar dengan meluncurkan tipe mobil Rush TRD Sportivo. 

Rilis pertama kali tahun 2013, TRD Sportivo ini memiliki eksterior yang semakin gagah. Varian ini jugalah yang menggantikan tipe S yang kini sudah tidak tersedia lagi. 

Pada tahun 2016, Toyota melakukan inovasi TRD Sportivo menjadi TRD Sportivo Ultimo yang lebih modern tampilannya. Mobil ini memiliki lampu LED dengan bumper bawah dan velg alloy yang baru. 

Toyota masih menggunakan mesin yang sama yaitu berkode 3SZ-VE DOHC dengan kapasitasnya 1.500 cc. 

Khusus untuk TRD Sportivo Ultimo, Anda bisa memilih mobil dengan transmisi manual 5 percepatan atau transmisi otomatis 4 percepatan. 

Mesinnya mampu memuntahkan tenaga sampai 109 hp dengan torsi puncak 145 Nm. Harga bekasnya saat ini bisa Anda dapatkan di angka 200 jutaan rupiah, baik itu TRD Sportivo atau TRD Sportivo Ultimo. 

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Toyota Rush, Baca Sebelum Beli!

4. Rush G M/T

Memasuki tahun 2021, Toyota masih meluncurkan inovasi terbesarnya pada All New Toyota Rush. Setidaknya ada empat varian yang bisa Anda temukan sampai saat ini baik baru maupun bekasnya. 

Untuk tipe yang pertama adalah G M/T yaitu tipe terendah yang memiliki kode mesin 2NR-V berkapasitas 1.500 cc. Mobil ini mampu menghasilkan tenaga 102 dk pada 6.000 rpm. 

Tersedia dalam transmisi manual dengan 5 percepatan, mobil ini tidak kalah tangguh dengan versi sebelumnya. Khusus varian ini, Anda bisa membelinya dengan harga kisaran 280 jutaan rupiah untuk barunya, sedangkan bekasnya sekitar Rp150 jutaan. 

5. Rush G A/T 

Pada tingkatan tipe mobil Rush yaitu varian G ini, ada juga untuk versi otomatis dengan 4 percepatan. Beda dengan varian lainnya adalah sudah memiliki banyak fitur berteknologi canggih seperti stop dan start engine button. 

Kode mesin dan kapasitasnya sama-sama 1.500 cc 2NR-V dengan tenaga sama seperti tipe Rush manual. Jika Anda lebih tertarik untuk transmisi otomatis ini, maka perlu membayar sekitar 290 jutaan rupiah. 

Terpaut 10 juta rupiah antara varian transmisi otomatis dan manualnya. 

6. Rush GR Sport M/T

Lebih suka dengan mobil yang tampilannya paling sporty? Anda bisa mendapatkannya dengan membeli Toyota Rush tipe GR Sport M/T. 

Kabinnya jauh lebih mewah serta elegan jika dibandingkan tipe G apalagi dengan layar ukuran 8 inci pada bagian dashboard

Layarnya yang luas dan touchscreen memudahkan Anda untuk memutar lagu atau video. Tersedia juga konektivitas ke smartphone agar Anda bisa dengan mudah mengakses hiburan selama perjalanan. 

Soal mesin juga sama berkapasitas 1.500 cc. Harga mobilnya sendiri ada sekitar 300 jutaan rupiah. 

Baca Juga: Interior Mobil Rush Facelift 2024, Makin Nyaman dan Canggih!

7. Rush GR Sport A/T

Pada Toyota Rush tipe terendah sampai tertinggi, transmisi otomatis kini sudah tersedia, termasuk pada di tipe Rush GR Sport ini. Varian tertinggi ini memiliki fitur keamanan sangat lengkap, seperti EBD, ABS, hingga hill start assist. 

Varian tertinggi dari Rush kini bisa Anda beli dengan harga 310 jutaan. Sebagai varian terbaru, mesinnya sudah berkapasitas 1.500 cc yang tenaga maksimalnya 104 ps di 6.000 rpm. 

Setelah mengetahui apa saja tipe mobil Rush ini, mana yang menarik untuk Anda? Pastikan untuk membeli mobil berkualitasnya di CarsGallery

Anda bisa menemukan mobil Rush bekas dari keluaran lama hingga terbaru serta merek-merek lainnya. Semua mobilnya terjamin dengan garansi dan sudah melewati tahapan inspeksi profesional. 

Tunggu apalagi? Kunjungi CarsGallery sekarang agar Anda bisa segera memiliki mobil pribadi!



Apa Arti STNK Only? Penting Tahu Sebelum Beli Mobil Bekas!

Tahukah Anda apa arti STNK Only? Apakah ini ada hubungannya dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan?

Ya, memang seperti itu. STNK only ini berkaitan langsung dengan mobil bekas dan dokumen-dokumen pendukungnya. Supaya tidak salah mengira, silakan simak artikel ini sampai selesai.

Baca Juga: 6 Cara Mengurus SIM Hilang, Syarat, dan Biayanya

Apa Arti STNK Only?

STNK only artinya sebutan mobil bekas yang hanya memiliki kelengkapan STNK atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saja. Mobil ini tidak memiliki BPKB.

Padahal seharusnya, setiap kendaraan pasti memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

STNK sebagai dokumen izin penggunaan kendaraan di jalan, sementara itu BPKB merupakan bukti kepemilikan kendaraan. Kedua dokumen ini sama-sama diterbitkan oleh Kepolisian.

Baca juga: Kenali SIM A untuk Pengendara Apa dan Tips Mendapatkannya

STNK Only Apakah Aman?

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah aman mobil bekas yang hanya memiliki satu dokumen saja? Apakah nantinya jika mobil tersebut Anda gunakan polisi akan menilang?

Jawabannya bisa saja iya. Sebab kendaraan tidak memiliki bukti sah kepemilikan dalam bentuk BPKB. Darimana Anda tahu jika mobil tersebut pasti milik penjual jika tidak ada buktinya?

Akan tetapi di sisi lain mobil atau kendaraan bekas apapun yang hanya memiliki STNK tidak serta merta mobil curian. Bisa jadi, mobil tersebut BPKB-nya harus ditahan karena belum menyelesaikan proses kredit mobil.

Selain itu, mobil yang tidak tersedia BPKB bisa jadi BPKB-nya hilang, rusak, terbakar, atau menjadi jaminan hutang.

Di Indonesia, hal ini sangat lumrah terjadi. Banyak sekali forum online maupun offline yang menjual kendaraan STNK only. Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terbiasa melakukan transaksi seperti ini.

Baca Juga: Syarat Perpanjang SIM Online dan Offline, Biaya dan Caranya

Beli Mobil Bekas dengan Dokumen Lengkap!

Membeli mobil bekas yang tidak memiliki BPKB tetap sangat beresiko. Status mobil tersebut bisa saja ilegal dan sangat berpotensi terkena masalah hukum ke depannya.

Anda tidak memiliki bukti atau legitimasi yang kuat sebagai pemilik kendaraan tersebut. Bukan tidak mungkin polisi akan memeriksa Anda dan kendaraan untuk membuktikan apakah kendaraannya hasil curian atau bukan.

Daripada Anda was-was dan ujung-ujungnya harus berurusan dengan polisi, lebih baik beli mobil bekas yang memiliki surat-surat lengkap yaitu ada STNK dan BPKB. Anda bisa berkendara dengan aman dimanapun.

Kalau Anda ingin mencari mobil bekas terbaik yang memiliki dokumen lengkap, Anda bisa membelinya di CarsGallery. Marketplace yang menyediakan mobil bekas berbagai merek dengan harga terjangkau.

Proses pembelian sangat mudah karena bisa dilakukan secara daring. Tinggal kunjungi website CarsGallery lalu order mobil impian Anda dari sana

Dapatkan mobil bekas terbaik dengan dokumen lengkap hanya di CarsGallery. Hubungi customer service kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut.


Apakah Fortuner Ada Sunroof? Ini Jawaban Toyota!

Apakah Fortuner ada sunroof? Pertanyaan tersebut kerap muncul semenjak Toyota luncurkan Fortuner terbarunya pada Jumat, 6 September 2024. Produk tersebut merupakan refresh dari model pendahulunya.

Sementara itu, Mitsubishi Pajero Sport, salah satu pesaing utamanya, sudah memiliki sunroof dan panoramic sunroof. Mendengar hal tersebut, banyak penggemar yang berharap mobil SUV Toyota itu mengikuti langkah yang sama.

Memang, sunroof akan membuat mobil terkesan lebih high-end dan elegan pada penampilannya. Bahkan, fitur ini juga menambah pengalaman mengemudi lebih fantastis.

Jadi, benarkah Fortuner terbaru kini memiliki sunroof mengikuti berbagai kompetitornya, termasuk Pajero Sport? 

Apakah Fortuner Ada Sunroof?

Pertanyaan utama dari artikel ini adalah benarkah Fortuner kini menyediakan sunroof? Ternyata, pihak PT Toyota Astra Motor belum menambahkan fitur tersebut pada SUV buatannya.

Tentu hal ini cukup mengecewakan para pecinta dunia otomotif, terutama mobil SUV. Padahal, beberapa pesaing beratnya, seperti Mitsubishi Pajero Sport, telah menyematkan fitur tersebut.

Ternyata Ini Jawaban Toyota

Pihak PT Toyota Astra Motor telah mengatakan bahwa sunroof bukanlah prioritas utama dalam pembaharuan New Fortuner. Mereka justru berfokus pada perkembangan lain yang lebih menjadi prioritas.

Dilansir dari Kompas.com, Anton Jimmi Suwandy selaku Marketing Director mengaku kebutuhan konsumen menjadi faktor utama dalam pembaharuan tersebut. Baginya, mayoritas konsumen belum begitu membutuhkan sunroof.

Sambil menjawab pertanyaan, “apakah Toyota Fortuner ada sunroof?” Anton mengaku pihaknya berfokus pada perkembangan dari sisi penggunaan konsumen. Alhasil, ini menjawab kebutuhan pasar.

“Ini berdasarkan desain mobil Toyota dan prioritas permintaan konsumen, ada tiga hal. Pertama, sisi desain di-refresh. Kedua, berbagai fitur unggulan seperti Toyota Safety Sense. Ketiga, tenaga mesin tambah 4×4,” tutur Anton.

Sebagai tanggapan terhadap kebutuhan pasar, ia mengaku pihak Toyota telah mempertimbangkan value secara keseluruhan. Selain itu, ini juga menjadi bagian dari strategi bagi perusahaan.

“Jika melihat permintaan konsumen, tiga hal tadi merupakan prioritas utama. Maka, bukannya kita tidak menginginkannya, tapi lebih memilih mana yang menjadi prioritas,” katanya.

Baca Juga: Toyota Fortuner vs Land Cruiser, Bagai Bumi dan Langit?

Mengenal Toyota Fortuner Terbaru

Sudah memahami jawaban dari “apakah Fortuner ada sunroofnya?”. Selanjutnya, mari kenali Toyota Fortuner versi refresh yang telah meluncur pada 6 September lalu. Mobil ini tersedia dalam opsi penggerak 4×2 dan 4×2.

Seperti sebelumnya, setiap varian memiliki opsi pilihan mesin masing-masing. Keduanya tidak lain termasuk GR Sport.

Seperti yang terlihat dari jawaban pihak PT Toyota Astra Motor, Fortuner terbaru memperlihatkan perkembangan pada desain dan fitur khasnya. Mulai dari desain, setiap varian tampil lebih gagah dan modern.

Intinya, seluruh bagian bumper, gril, dan pelek mengalami perubahan. Setiap perubahan ini menjadikannya semakin maskulin dan sporty. Jika ingin kustomisasi, Toyota Customization Option juga tersedia untuk mempercantik tampilan mobil.

Beralih ke varian 4×4, terdapat pembaruan lain yang menarik perhatian. Salah satunya adalah lampu dengan desain berlapis tiga bersama dengan kaliper rem terbaru.

Khusus versi GR Sport, tampilan eksterior terlihat semakin sporty daripada varian reguler lain. Ini karena terdapat pelek dan backdoor garnish khusus. Bahkan, terdapat pula cermin digital di ruang kabin yang termasuk DVR.

Berbicara tentang fitur keamanan, fitur khas Toyota Safety Sense tetap tersemat. Fitur keamanan tersebut sudah termasuk lane departure alert, dynamic radar cruise control, pre-collision system, dan blind spot monitor.

Ada pula fitur tambahan seperti T Intouch, yakni paket yang termasuk in-car WiFi hotspot dan Remote Immobilizer. Setiap fitur tersebut melengkapi fitur canggih yang menunjang kenyamanan, hiburan, dan keamanan.

Beralih pada kapasitas mesin. Fortuner versi 4×2 varian SRZ memiliki kapasitas mesin 2.694 cc dengan tenaga maksimal 163 PS. Versi 4×2 varian VRZ memiliki kapasitas mesin 2.755 cc dengan tenaga maksimal 203 PS.

Sementara itu, Fortuner versi 4×4 terbaru memiliki kapasitas mesin 2.755 cc dengan tenaga maksimal 203 PS. Menariknya, mesin tersebut tersemat di varian VRZ dan GR Sport.

Sekali lagi, apakah mobil Fortuner ada sunroof? Terlihat dari penjelasan pihak Toyota sebelumnya, mobil SUV besutannya itu belum memiliki fitur tersebut.

Rekomendasi Produk Mobil Toyota yang Ada Sunroof

Penggemar setia tidak perlu kecewa karena brand mobil asal Jepang itu memiliki produk lain yang tersemat sunroof. Berikut adalah berbagai contoh produk yang tersedia di Indonesia:

1. Toyota Alphard

Alphard merupakan salah satu MPV premium terkenal dari Toyota. Salah satu variannya, yakni New Alphard 2.5 G A/T, memiliki sunroof yang cukup lebar pada hampir seluruh bagian mobil.

Sunroof pada Alphard pastinya berkualitas tinggi dan terlihat berkelas karena terbuat dari material berkualitas tinggi. Dengan begitu, fitur tersebut terjamin akan bertahan lama.

Baca Juga: Lebih Nyaman Fortuner atau Pajero? Ini Dia Pemenangnya

2. Toyota Corolla Cross

Jika jawaban dari “apakah Fortuner ada sunroof?” mengecewakan, Corolla Cross mungkin sangat pas untuk Anda. Sama seperti Fortuner, Corolla Cross juga merupakan SUV yang terkenal dengan versatilitasnya.

Versi SUV dari Corolla ini ternyata memiliki moonroof pada bagian atap. Tenang, moonroof ini menggunakan teknologi sunroof yang serupa. Dengan begitu, Anda bisa merasakan pengalaman mengendara elegan dan aman.

Baca Juga: Ini Dia Jenis-Jenis Sunroof Mobil dan Keunggulannya

3. Toyota Camry

Terakhir, Camry merupakan produk sedan mewah Toyota yang terkenal dengan desain berkelas dan performa tinggi. Camry terbaru telah tersemat moonroof yang membantu pengalaman berkendara lebih aman berkat masuknya cahaya alami.

Selain itu, moonroof ini memiliki teknologi peredam suara untuk meredam suara bising yang mengganggu dari luar mobil. Maka, Anda bisa menikmati pengalaman berkendara lebih berkelas.

Demikianlah pembahasan jawaban dari pertanyaan “apakah Fortuner ada sunroof?”. Tidak perlu kecewa, karena Toyota masih menawarkan tiga rekomendasi produk tadi.

Ingin membeli versi bekasnya? Kunjungi CarsGallery sekarang untuk mulai mencari mobil bekas idaman berkualitas dan telah lolos inspeksi.

Jenis-Jenis Kendaraan Beroda 4 yang Wajib Anda Tahu

Dalam industri transportasi terutama darat, Anda mungkin sudah mengenal ada kendaraan roda dua, tiga, dan kendaraan beroda 4

Fungsi dari setiap jenis transportasi tersebut adalah untuk keperluan mobilitas atau perpindahan dari satu tempat menuju ke tempat yang lainnya. 

Apakah yang Anda tahu hanya mobil saja? Jika membahasnya lebih lanjut, maka Anda akan menemukan macam macam kendaraan beroda 4 yang jenisnya berbeda-beda. 

Penasaran dengan roda empat? Mari, simak di sini. 

Baca Juga: Mobil Listrik DFSK Gelora E Resmi Diluncurkan 

Jenis-jenis Kendaraan Beroda 4

Jenis-jenis dari kendaraan dengan empat roda dibedakan berdasarkan beberapa hal seperti kegunaan, desain, ukuran, hingga teknologinya. Berikut rinciannya: 

1. Kendaraan Pribadi

Jenis kendaraan dengan roda empat satu ini, memang terancang khusus buat mobilitas individu atau kebutuhan transportasi individu serta keluarga. Nah, untuk kendaraan pribadi pun ada berbagai pilihan ukuran serta fitur. 

Misalnya saja, untuk mobil penumpang yang terancang untuk membawa orang dengan kapasitas 2 – 5 orang. Anda bisa menemukan jenis tersebut pada model Sedan, Hatchback, Coupe, dan Convertible. 

Tidak hanya jenis mobil penumpang, ada juga jenis atau kategori Mobil SUV. Kendaraan pribadi satu ini punya kapasitas yang lebih banyak plus kemampuannya buat mobil off-road yang jauh lebih baik daripada penggunaan mobil biasa. 

SUV sendiri juga terbagi jadi beberapa kategori yakni SUV Kompak, SUV Full-Size, dan Crossovers. 

Kemudian, ada juga kategori MPV (Multi Purpose Vehicle). MPV ini menjadi kendaraan pribadi yang paling tepat buat kebutuhan kendaraan keluarga. Selain bisa muat banyak barang, MPV juga bisa muat lebih banyak penumpang. 

Kendaraan beroda 4 tipe MPV ini masih terbagi lagi jadi beberapa kategori seperti Minivan dan Compact MPV. 

Terakhir, contoh kendaraan beroda 4 adalah jenis crossover. Kendaraan satu ini menggabungkan antara desain mobil penumpang dengan keandalan seperti SUV. Tapi, crossover bisa lebih ringan daripada SUV. 

2. Kendaraan Komersial

Selanjutnya, ada juga jenis kendaraan beroda 4 untuk kebutuhan komersial. Sesuai dengan nama jenisnya, kendaraan ini untuk kebutuhan bisnis maupun pengangkutan barang serta penumpang. 

Nah, yang masuk dalam kategori kendaraan komersial yakni Truk. Benar, truk menjadi kendaraan yang bisa beroda empat dan terancang untuk mengangkut barang. Baik itu truk ringan hingga truk berat. 

Kalau truk ringan yang cocok buat pengangkutan barang yang berkapasitas kecil bisa seperti Toyota Hilux atau Ford Ranger. 

Sedangkan untuk truk berat yang fungsinya angkut barang dengan jumlah besar yakni Volvo FH dan sejenisnya. 

Ada juga tipe truk pickup yang merupakan kendaraan dengan bak terbuka di bagian belakang. Biasanya truk pickup menjadi kendaraan untuk kebutuhan pribadi sampai bisnis kecil. 

Kemudian, jenis kendaraan beroda 4 komersil ini juga diisi oleh kategori Van. Nah, mobil van ini biasanya terancang lebih besar daripada mobil-mobil biasa yang bertujuan untuk membawa penumpang lebih banyak. 

Van itu sendiri pun nama kendaraan beroda 4 yang terbagi menjadi dua kategori, yakni van penumpang dan van komersial. Untuk fungsinya, maka jelas sesuai dengan namanya. 

Baca Juga: Tahun 2024 Penjualan Mobil di Indonesia Lesu, Ini Pemicunya!

3. Kendaraan Listrik dan Hibrida

Apa itu kendaraan beroda 4? Sudah tentu merupakan kendaraan yang memiliki konfigurasi empat roda. Salah satu jenis dari kendaraan tersebut adalah kendaraan listrik dan hibrida. 

Kendaraan ini sepenuhnya bergerak dengan tenaga listrik. Tapi, tak jarang juga yang menggunakan bahan bakar fosil serta motor listrik sekaligus atau hybrid. 

Nah, kendaraan listrik juga terbagi kategorinya: 

a. Mobil Listrik (EV)

Mobil listrik merupakan kendaraan yang sepenuhnya bergerak dengan motor listrik yang terisi dengan baterai. 

EV ini unggul dari segi keramahannya terhadap lingkungan karena rendah emisi. Selain itu, banyak juga yang bilang jika biaya operasional bisa lebih rendah dengan penggunaannya. 

b. Kendaraan Hibrida

Kategori kendaraan beroda 4 ini menggabungkan antara mesin pembakaran internal plus motor listrik. Penggunaan atau pembuatannya bertujuan untuk peningkatan efisiensi bahan bakar dan bisa mengurangi tingkat emisi. 

Nah, kendaraan hibrida sendiri masih terbagi jadi dua jenis yakni hibrida tradisional yang langsung mengandalkan motor listrik dan mesin. 

Selain itu, ada juga jenis Plug-in Hybrid (PHEV) yang bisa diisi ulang dengan sumber listrik eksternal. 

4. Kendaraan Otonom dan Cerdas

Belakangan, sudah banyak tipe kendaraan satu ini yang sering dapat sebutan sebagai mobil self-driving. Kendaraan ini bisa berjalan tanpa perlu ada campur tangan dari manusia. 

Hal itu mungkin terjadi karena mobilnya sendiri telah memanfaatkan teknologi sensor, kamera, dan radar. 

Soal contoh, sudah ada Tesla dan Mercedes-Benz yang sudah menyematkan fitur self-driving pada mobil-mobilnya. 

Baca Juga: 10 Mobil MPV Paling Irit dan Bandel, Cocok untuk Keluarga! 

5. Kendaraan Sport

Terakhir, yakni kendaraan beroda 4 yang terancang khusus untuk memberikan performa tinggi, kecepatan, sampai dengan kontrol kendaraan yang lebih baik dari kendaraan biasa. 

Mobil sport itu, biasanya terdesain dengan performa tinggi serta aerodinamis. Jadi, tak heran jika sering jadi kendaraan untuk balapan atau hiburan untuk speeding. 

Kalau contohnya, ada Porsche 911, Ferrari 488, dan sejenisnya. Selain itu, ada juga Roadster yang terancang dengan dua tempat duduk. 

Bedanya dengan mobil sport adalah kendaraannya lebih ringan dan berukuran lebih kecil. 

Di pasaran, Anda bisa menemukan tipe Roadster seperti Tesla Roadster dan Mazda MX-5 Miata. Dua kendaraan tersebut masuk dalam kategori roadster. 

Nah, itulah uraian mengenai kendaraan dengan empat roda. Jika ingin lihat-lihat koleksi kendaraan beroda 4, coba cek CarsGallery. 

Apalagi jika Anda sedang membutuhkan kendaraan pribadi mulai dari MPV, SUV, Crossover, dan sejenisnya. Semua lengkap di CarsGallery!

Exit mobile version