Mobil listrik dan mobil hybrid sama-sama bersaing di pasaran sebagai mobil yang ramah lingkungan. Namun, tidak banyak orang tahu apa saja perbedaan mobil hybrid dan listrik hingga akhirnya salah beli.
Meskipun sama-sama mengandalkan baterai listrik, tapi keduanya memiliki banyak aspek berbeda.
Mobil hybrid masih bekerja memanfaatkan bensin, sementara mobil listrik full dengan baterai.
Anda yang tertarik dengan mobil listrik maupun hybrid terbaru, sebaiknya simak dulu perbedaan mendasar keduanya ini.
Daftar Isi :
Toggle8 Perbedaan Mobil Hybrid dan Listrik
Banyak faktor yang menjadi pembeda antara mobil listrik dengan hybrid. Berikut ini beberapa perbedaan terbesar yang bisa Anda perhatikan:
1. Sumber Tenaga Penggerak
Energi dari mobil hybrid adalah menggunakan bahan bakar konvensional seperti bensin hingga solar sekaligus baterai. Kedua sumber tenaga penggerak ini saling melengkapi pada kondisi pemakaian tertentu.
Sementara itu, mobil listrik sumber energi berasal dari baterai yang jika habis dapat diisi ulang. Mobil listrik tidak menggunakan bahan bakar bensin sama sekali dalam proses kerjanya.
Baca Juga: 10 Mobil Sport 4 Pintu yang Kerap jadi Primadona Jalanan!
2. Performa Kendaraan
Perbedaan mobil hybrid dan listrik selanjutnya terlihat dari dari bagaimana performanya.
Mobil hybrid memiliki performa yang termasuk lebih luas karena penggunaan dua energi sekaligus.
Sedangkan mobil listrik, performanya jauh lebih tenang dan sangat halus karena tidak perlu menunggu mesin sampai putaran optimal.
Transmisinya pun sederhana, sehingga tidak perlu lagi ada perpindahan gigi yang membuatnya bekerja efisien.
3. Sarana Pengisian Energi
Dari segi sarana pengisian, sudah menjadi rahasia umum bahwa mobil hybrid yang masih menggunakan bensin bisa isi ulang energi di pom bensin. Namun, perlu juga pengisian baterai melalui stasiun pengisian listrik.
Berbeda dengan mobil listrik yang sarananya hanya memerlukan stasiun pengisian listrik.
Jika hunian atau kantor memiliki kapasitas listrik yang memadai, bahkan pemilik mobil listrik pun bisa isi ulang baterai di rumah.
4. Biaya Perawatan dan Pemakaian
Mengingat mobil hybrid menggunakan dua jenis energi, maka pemakaiannya pun memerlukan biaya operasional lebih tinggi.
Selain itu, perawatan rutin seperti mengganti oli layaknya mobil mesin bensin masih diperlukan.
Perbedaan mobil hybrid dan listrik inilah yang kerap jadi pertimbangan utama. Karena pada mobil listrik, biaya perawatan lebih murah tanpa harus servis mesin konvensional, bahkan isi ulang energinya pun tergolong terjangkau.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Mobil Mini Listrik Terbaik, Paling Affordable!
5. Pengaruh Terhadap Lingkungan
Masih menggunakan bahan bakar bensin, membuat mobil hybrid tetap mengeluarkan emisi gas buang.
Jadi, meskipun digadang-gadang ramah lingkungan, masih belum sebanding dengan mobil listrik.
Dengan pemakaian energi berasal dari daya listrik baterai, menjadikan mobil listrik sama sekali tidak menghasilkan emisi gas buang.
Manfaat mobil listrik ini sudah sangat jelas bahwa tidak memberikan pengaruh lingkungan yang buruk.
6. Radius Tempuh
Inilah keunggulan mobil hybrid, kemampuan radius tempuhnya masih cukup jauh. Anda yang ingin berkendara antar kota pun bisa mengandalkan kemampuan mesin dan daya baterai yang saling melengkapi.
Teknologi mobil listrik masa kini masih terbatas, karena sebagian besar daya simpan baterainya terbatas.
Anda mungkin harus lebih sering isi ulang baterai jika ingin melakukan perjalanan jauh dengan mobil listrik.
Baca Juga: Mobil Cabrio: Arti, Jenis-Jenis, dan Rekomendasi Unitnya
7. Kemudahan Pemakaian
Jika melihat kemudahan pemakaiannya, mobil hybrid termasuk mudah. Anda yang sudah terbiasa dengan mobil konvensional lebih mudah mengoperasikan, ditambah lagi sistem pembakaran yang saling melengkapi dengan baterai bekerja fleksibel.
Dari kelebihan dan kekurangan mobil listrik, masalah fleksibilitas kerap jadi kendala. Ketersediaan sarana pengisian daya terbatas, jarak tempuh pendek, membuat Anda kurang praktis menggunakannya.
8. Harga
Rata-rata harga mobil hybrid masih tidak terpaut jauh dengan mobil konvensional meskipun ada tambahan baterai. Anda yang tertarik membelinya juga bisa mempertimbangkan versi bekas.
Sedangkan harga mobil listrik masih cukup tinggi, sehingga jika memperhatikan pemakaian kurang fleksibel membuat Anda harus mempersiapkan dana lebih. Jika ingin menggunakannya untuk kendaraan dalam kota, mobil listrik masih memadai.
Pilihan Mobil Hybrid di Indonesia
Apa saja contoh mobil hybrid yang kini banyak beroperasi di Indonesia? Simak beberapa contohnya berikut:
1. Suzuki Ertiga Hybrid
Pilihan pertama ada pada kategori LMPV dari Suzuki Ertiga yang menggunakan teknologi hybrid.
Sekilas, baik mesin, kabin, dan eksterior mirip dengan mobil konvensional, tapi di dalamnya ada tambahan baterai Lithium ION.
2. Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid
Selanjutnya ada juga mobil hybrid dari Toyota yang masih tersedia varian barunya. Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid ini merupakan mobil berteknologi hybrid dengan baterai Nickel Metal Hydride.
3. Wuling Almaz Hybrids
Mobil keluaran China yang dalam beberapa tahun terakhir menguasai pasar mobil hybrid hingga listrik di Indonesia adalah Wuling.
Salah satu yang terkenal adalah Wuling Almaz Hybrid tipe SUV yang mengandalkan baterai Ternary Lithium-ion.
4. Mitsubishi Outlander PHEV
Tidak ingin kalah saing, Mitsuhbihsih juga mengeluarkan varian mobil hybrid yaitu Mitsubishi Outlander PHEV.
Mobil ini menggunakan tenaga mesin bensin 2.400 cc yang dikombinasikan dengan baterai Lithium-ion.
Pilihan Mobil Listrik di Indonesia
Jika ingin mencari mobil listrik, berikut ini beberapa pilihan yang banyak tersedia saat ini:
1. BYD M6
Merek yang kini bersaing dengan Wuling adalah BYD yang mengeluarkan mobil listrik varian M6.
Mobil listrik modern ini unggul dalam pengisian baterai cepat hanya 30 menit yang kapasitas dayanya sampai 115 kW.
2. Wuling Air EV
Mobil listrik keluaran Wuling yang cukup terkenal adalah Wuling Air EV yang cukup mungil.
Mobil ini bisa menempuh jarak sampai 300 km hanya dalam sekali pengisian dan sangat mudah dikendarai.
3. Chery Omoda E5
Setahun belakangan, mobil Chery Omoda E5 juga kerap melandai di jalanan Indonesia.
Dengan bodi cukup bongsor, Chery Omoda E5 dilengkapi dengan kapasitas baterai Next Gen 61,06 kWh.
4. Hyundai Kona Electric
Terakhir ada dari Hyundai yaitu Hyundai Kona Electric yang merupakan mobil SUV dengan desain kompak.
Dengan interior luas dan super nyaman, mobil ini menggunakan baterai sampai 66 Kwh yang bisa menempuh jarak 400 km lebih.
Beli Mobil Bekas Impian yang Berkualitas dengan Mudah di CarsGallery
Setelah mengenal perbedaan mobil hybrid dan listrik, Anda bisa memutuskan mana yang paling sesuai untuk kebutuhan. Jika ingin membeli varian bekas, Anda bisa mendapatkannya di CarsGallery.
Di sini, Anda bisa memilih mobil bekas dari berbagai merek, kondisi, harga, hingga model. Pilihannya beragam dan setiap mobil bekas kualitasnya terjamin bahkan ada tambahan garansi.
Yuk, segera akses CarsGallery dan pilih mobil bekas impian Anda.
FAQ
Apa yang terjadi saat mobil hybrid kehabisan bensin?
Karena masih mengandalkan bensin, mobil hybrid bisa mati total.
Berapa lama mobil hybrid berjalan dengan menggunakan baterai?
Rata-rata mobil hybrid terbaru dapat berjalan sekitar 160.000 kilometer lebih.
Berapa lama sebaiknya memanaskan mobil hybrid?
Sekitar 2 hingga 3 menit saja.
Erwin Juntoro memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di bidang otomotif. Ia menyukai aktivitas memperbaiki, memodifikasi dan tune-up mobil. Selalu update seputar mobil konvensional hingga mobil listrik terbaru.